Kuroko no Gakuen

Kuroko no Basuke merupakan milik Tadatoshi Fujimaki Sensei.

Author hanya menggunakan karakter yang dibuatnya sebagai bahan berimajinasi.

Pairing AkaKuro, Shonen Ai (jangan dibaca kalau tidak terbiasa), multichapter, cerita sedikit bertele-tele jadinya panjang, OOC

/Ini Fanfiction pertama newbie author jadi mohon bantuannya./

'…..' Pikiran karakter

"….." Pembicaraan karakter


Chapter 5 : Kencan Bersama (Part 2)

Setelah selang beberapa waktu, Akashi dan Kuroko memutuskan untuk pergi dari toko buku tersebut dan pergi ke Maji Burger. Mereka kembali ke stasiun dan menaiki kereta untuk kembali ke stasiun awal tempat mereka menunggu. Dari situ mereka berjalan menuju Maji Burger. Setelah sampai, mereka segera memesan makanan.

"Bagaimana kalau kita makan di taman terdekat saja Tetsuya?"

"Baiklah, Aku tidak masalah. Kau ingin pesan apa Akashi-kun? Biar Aku pesankan."

"Tidak usah, Aku tidak ingin memesan."

"Eh? Kenapa?" Kuroko menatap heran Akashi.

"Kita tidak boleh terlalu banyak makan junk food Tetsuya, tidak baik untuk kesehatan."

Kuroko tahu mengenai hal itu dan dirinya bukanlah pecinta junk food. Dia hanya sangat menyukai vanilla milkshake yang ada di Maji Burger. "Um… tapi vanilla milkshake disini enak Akashi-kun."

"Aku akan minum bersamamu Tetsuya."

"Eh, bersama?! Jadi Aku pesan satu gelas lagi Akashi-kun?"

"Tidak. Kita pesan yang besar saja lalu minum berdua. Dan tentu kau akan mendapatkan bagian yang lebih banyak."

"Ini bukan soal siapa yang dapat lebih banyak Akashi-kun. Kenapa kita harus meminumnya dalam satu gelas?"

"Karena Aku sudah memutuskannya."

"Tapi…"

"Tidak ada tapi-tapian denganku Tetsuya!"

"Huh. Baiklah. Kita akan membicarakan hal ini di taman." Kuroko merasa tidak puas dengan jawaban Akashi. Ia merasa Akashi bersikap special terhadap dirinya.

"Kau ternyata keras kepala Tesuya."

"Tentu saja. Bukan kau yang membentuk kepalaku Akashi-kun."

"Ternyata kau bisa bercanda Tetsuya." Akashi tertawa mengejek.

Kuroko lalu berkata dengan ekspresi serius yang terlihat datar. "Aku tidak bercanda Akashi-kun."

"…"

"Aku tidak akan kalah dengan Akashi-kun."

Akashi lalu tersenyum mendengar perkataan Kuroko. "Baiklah, Aku suka dengan dirimu yang bersemangat."

Akhirnya Kuroko dan Tetsuya sampai ke depan staff Maji Burger. Kemudian mereka memesan vanilla milkshake ukuran besar dan segera keluar dari Maji Burger. Mereka segera bergerak menuju taman yang ada di dekat tempat itu. Mereka mencari bangku taman dan duduk disana.

Dari kejauhan kelompok Rainbow Head memperhatikan sepasang temannya yang sedang duduk berduaan. Mereka bersembunyi di balik pagar yang terbuat dari batu bata dengan tanaman diatasnya. Pagar tersebut bisa menutupi tubuh besar mereka dengan baik, terutama Midorima yang rambutnya bisa tersamarkan oleh tanaman tersebut.

"Hm, kupikir mereka akan duduk di Maji Burger." (Takao)

"Di dalam Maji Burger terlalu ramai Takao. Akashi pasti akan mencari tempat lain nanodayo. Kemana Murasakibara, Kagami, dan Aomine?"

"Mereka tadi masuk ke Maji Burger Midorin. Kagami dan Mukkun sudah lapar, Aku juga memesan minuman." (Momoi)

"Huh, Kita tadi baru saja dari café kan."

"Kau tidak boleh meremehkan nafsu makan Kagami dan Murasakibara, Shin-chan."

Di sebelah Takao, Kise memperhatikan Kuroko yang dianggap sebagai teman baiknya dengan ekspresi yang tidak sabar. Ia ingin sekali mengajak pergi Kuroko ke tempat lain. "Huh… Akashi-cchi berhasil menyuap Kuroko-cchi dengan vanilla milkshake ukuran besar kesukaannya –ssu. Aku ingin sekali pergi kesana."

"Apa kau ingin pergi ke tempat dimana Akashi-kun berada, Ki-chan?"

"Mau tapi tanpa Akashi-cchi."

oOo

Sementara itu dengan Akashi dan Kuroko yang sama sekali tidak terpengaruh dengan kelompok lain yang mengikuti mereka.

"Apa kau masih ingin membahas hal yang kita perdebatkan tadi Tetsuya?"

"Tentu saja Akashi-kun."

"Minum dulu vanilla milkshake-mu Tetsuya."

"Um… Baiklah."

Kuroko mulai meminum vanilla Milkshake-nya dan Ia mulai terhanyut dengan rasa kesukaannya itu. Ia menikmati setiap cairan yang melewati lidahnya.

'Aah, ini memang yang terbaik. Aku tidak bisa berhenti meminumnya.'

Akashi lalu mengeluarkan senyumyang menggoda. "Minuman itu memang kesukaanmu Tetsuya. Aku jadi ingin mencobanya di dalam mulutmu."

Kuroko lalu berhenti minum.

"Aku tidak akan membiarkanmu mengalihkan perhatianku Akashi-kun." Tetapi Kuroko berhasil menangkis godaan tersebut atau mungkin Ia bahkan tidak menyadarinya.

"Tapi rasanya sangat enak bukan?"

Sesaat kemudian wajah Kuroko lalu berubah menjadi lebih cerah dari yang biasanya. "Iya. Ini memang sangat enak. Kau tidak akan percaya seperti apa rasanya saat Aku pertama kali minum vanilla milkshake. Pengalaman pertamaku adalah di Maji Burger. Aku selalu ingat rasanya setiap Aku membelinya di tempat lain, tidak ada yang lebih enak dari yang pertama kali."

"Kalau begitu berikan padaku Tetsuya. Aku ingin mencobanya."

"Baiklah, Akashi-kun. Kau memang harus mencobanya, ini rasa yang tidak akan pernah kau lupakan." Kuroko lalu mengambil sesutau dari plastic kecil yang ada di sampingnya. "Ini sedotannya, tadi Aku meminta lebih."

"Tidak usah Tetsuya."

Kemudian Akashi meminum vanilla milkshake yang dibelinya. Kuroko memeperhatikan Akashi yang sedang meminum tersebut. Ia penasaran dengan reaksi seperti apa yang akan diberikan Akashi. Dan ternyata wajah Akashi tidak menunjukan banyak perubahan. Akashi hanya terlihat tersenyum karena dirinya iperhatikan oleh Kuroko.

"Ternyata Akashi-kun bukan orang yang keberatan untuk berbagi minuman dan ciuman tak langsung."

"Rasanya sangat menyenangkan. Aku tidak akan melupakan rasa dimana Aku berbagi minuman denganmu. Dan aku tidak mempunyai masalah dengan ciuman dari Tetsuya."

Kuroko lalu menatap Akashi selama beberapa menit. "Um… Apa kita memikirkan hal yang berbeda Akashi-kun?"

"Tidak Tetsuya, itu hal yang sama."

"…"

Kuroko kembali meminum milkshake-nya.

"…" "Apa kau mengalihkan perhatianku lagi Akashi-kun?"

"Aku memang ingin selalu mengalihkan perhatianmu padaku Tetsuya."

"Akashi-kun, kurasa kita membicarakan hal yang berbeda."

"Maksud pembicaraan kita sama Tetsuya. Kalaupun tidak sama, Aku akan membuatnya sama."

"Hah… Aku tidak mengerti. Kurasa kita harus diam dulu dan menikmati minuman ini Akashi-kun."

Lalu mereka berdua minum secara bergantian. Sementara itu dengan Rainbow Head yang sudah lengkap.

"Aku tidak percaya! Akashi tidak hanya minum vanilla milkshake dari Maji Burger tetapi juga berbagi minuman dengan Tetsu. Mungkin besok Akashi akan kalah. Ada yang ingin menantangnya?" (Aomine)

"Aku mau! Aku selalu ingin mengalahkannya." (Kagami)

"Jangan menantangnya secara gamblang Bakagami, nanti kau bisa diserang lagi olehnya." (Aomine)

"Midorima, apa besok kau memiliki lucky item berupa gunting?" (Kagami)

Midorima akhirnya tersadar dari keterkejutannya dari melihat kelakuan dari Akashi dan Kuroko. "Aku tidak tahu. Aku belum mendengar ramalan untuk besok nanodayo. Aku akan mengatakannya padamu besok jika itu adalah benda tajam."

"Kurochin memang baik.~ Ia tidak pernah menolak untuk berbagi makanan dengan orang lain."

"Masalahnya bukan itu Murasakibara-cchi. Apakah Akashi-cchi pernah memintamu untuk berbagi cemilan?"

Murasakibara berpikir sebentar sebelum menjawab. "Uuuum~ tidak pernah. Aku akan membelikan Aka-chin satu kotak Maiubo jika Ia melakukannya."

"Kyaaa! Aku juga ingin berbagi minuman seperti itu dengan Tetsu-kun. Baiklah, besok Aku akan membuat vanilla milkshake untuk Tetsu-kun." Melihat kejadian di depannya Momoi justru mulai membayangkan dirinya sedang berduaan dengan Kuroko. Mungkin salah satu tujuan Momoi mengikuti Kuroko adalah untuk mencari informasi mengenai kegiatan kencan apa saja yang bisa dilakukannya bersama Kuroko.

Aomine langsung menoleh ke belakang sambil panik sendiri. Di kepalanya lalu terbayang Kuroko sudah jatuh pingsan. "Jangan Satsuki! Kau bisa membuatnya trauma dengan minuman kesukaannya."

"Kalau begitu Aku akan berlatih dulu denganmu, Dai-chan."

"Hei! Sudah kubilang Aku bukan kelinci percobaanmu dan jangan panggil Aku 'Dai-chan'."

"Shin-chan kita juga bisa minum oshiruko bersama. Kita minum dalam kaleng yang sama dengan dua sedotan." Di sebelah Momoi, Takao justru mendapat inspirasi mengenai kegiatan bersama Midorima.

"Hentikan imajinasimu Takao. Aku tidak mau berbagi minuman denganmu."

"Tidak boleh pelit Shin-chan. Tapi kau masih mau meminjamkan catatan pelajaranmu padaku kan!"

"Kau tidak akan lulus jika Aku tidak melakukannya bodoh."

Dari kejauhan Kise memberi semangat kepada Kuroko walaupun Ia tidak ingin suaranya terdengar. "Kuroko-cchi! Kau tidak boleh kalah dengan Akashi-cchi. Kau tidak boleh terperangkap olehnya."

oOo

Kuroko yang sudah memuaskan dahaganya. Tiba-tiba dirinya seperti mendengar suara Kise yang memintanya untuk tidak menyerah. Oleh karena itu, Ia bertekad untuk menyelesaikan masalahnya dengan Akashi.

'Kenapa bisa terdengar suara Kise? Baiklah Aku tidak akan menyerah Akashi-kun.'

"Ada apa Tetsuya?"

"Akashi-kun kenapa kau ingin minum bersamaku? Sepertinya kau bukan tipe orang yang menyukai minuman manis."

"Aku bukannya tidak bisa makan makanan manis. Aku hanya tidak begitu suka dengan itu. Makanan manis kesukaanku adalah makanan manis yang kumakan bersamamu."

"Kenapa kau selalu terlihat seperti menggodaku Akashi-kun?"

"Karena kau memang harus digoda untuk berpaling kepadaku Tetsuya."

"Akashi-kun, tidak baik untuk mengeluarkan kata-kata manis kepada sembarang orang."

"Kau itu bukan orang sembarangan, kau itu spesial. Kau bahkan sudah kuanggap sebagai milikku sendiri."

"Akashi-kun, apakah Aku harus merasa senang dengan perkataanmu?"

"Tentu saja. Itu salah satu pujian terbesar dariku kepadamu."

"Aku ini bukan milik siapa-siapa. Mungkin bisa dibilang Aku ini milik Ibuku karena Ia yang melahirkanku tapi Ibuku tidak pernah mengaturku seperti benda yang dimilikinya."

"Kalau begitu bagaimana caranya supaya Aku bisa memilikimu Tetsuya?"

"Orang yang hanya bisa memilikiku adalah diriku sendiri, Akashi-kun. Tidak ada yang lain."

"Apa kau terpengaruh oleh Daiki?" Akashi berkata dengan ekspresi heran.

"Tidak. Ini pemikiranku sendiri."

"Baiklah, kalau begitu Aku akan mengubah pemikiranmu itu. Dua orang yang bisa memiliki dirimu adalah Kau dan Aku. Kau akan berbagi denganku Tetsuya."

"Aku tidak ingin diduakan Akashi-kun."

"Kalau kau tidak mau, kau bisa memberikan dirimu sepenuhnya kepadaku. Dengan begitu akan lebih mudah."

"Hari ini kau terlalu banyak mengeluarkan kata-kata godaan."

"Aku tidak bisa menghentikannya kalau sedang bersamamu Tetsuya."

"…"

"Ayo kita minum lagi milkshake-nya Akashi-kun."

Mereka berdua kemudian meminum kembali vanilla milkshake yang sudah tidak begitu dingin sampai habis. Kemudian mereka mulai beranjak untuk pulang ke rumah. Akashi akan mengantar Kuroko terlebih dahulu sampai rumahnya.

"Tetsuya, apa kau dekat dengan Ryouta?"

"Aku tidak begitu dekat dengan Kise-kun. Ada apa, Akashi-kun?"

"Tidak ada apa-apa. Besok Aku akan mengadakan pertemuan dengannya."

Sementara itu, dengan Rainbow Head yang berencana akan pulang ke rumah.

Dalam hatinya Kise bisa merasakan sesuatu. 'Kenapa tiba-tiba Aku merinding –ssu.'

.

.

.


*Buat chapter ini ada omake soalnya cerita intinya cuma sedikit.

.

.

OMAKE

Ingin Melakukan Apa

Setelah Kuroko dan Akashi pulang dari taman. Rainbow Head juga memutuskan untuk pulang.

"Ok, sekarang waktunya kita one on one Bakagami. Seperti biasa, Aku akan mengalahkanmu." (Aomine)

"Tidak, Aku yang akan mengalahkanmu. Tapi kita tidak membawa bola Aomine." (Kagami)

"Kita bisa mengambilnya di rumahku jadi ayo kita pulang." (Atau kita bisa melakukan hal lain, one on one bisa apa saja.) "Ayo kita pulang Satsuki!"

"Ok! Sehabis ini kau mau apa Dai-chan?" (Momoi)

"Um… melakukan apa saja yang bisa membuat Kagami terlihat lebih menarik." (Aomine)

"Itu terlalu ambigu Dai-chan."

"Memang. Dengan begitu akan semakin menarik kan?"

oOo

"Shin-chan, sehabis ini kita akan pergi kemana?" (Takao)

"Pergi ke toko barang antik langgananku untuk membeli lucky item." (Midorima)

"…"

"Kau tidak bertanya kenapa Aku ikut?" (Takao)

"Kau akan tetap ikut walaupun Aku mengatakan kalau Aku tidak perlu ditemani." (Midorima)

"Jadi, kau sudah terbiasa denganku Shin-chan."

"Terbiasa atau tidak terbiasa, kau akan terus menempel denganku walaupun Aku mengatakan Aku tidak tertarik denganmu."

Hahaha… kau memang lucu Shin-chan. Aku merasa senang sekali.

"…"

oOo

"Hm~, Aku mau kemana ya? (Murasakibara)

Dering email masuk dari handphone terdengar.

'Atsushi, bagaimana jalan-jalannya? Apa temanmu sehat-sehat saja? Sekarang Ibu sedang membuat kue. Kalau kau sudah pulang, kau bisa langsung memakannya sewaktu masih hangat.'

"Ok~, Aku akan pulang Ibu."

"Aku akan menghancurkan kue buatan ibu dalam perutku."

Murasakibara mengeluarkan senyum seringainya.

oOo

"Sehabis ini Aku harus ngapain –ssu?" (Kise)

"Kagami-cchi akan one on one dengan Aomine-cchi, mereka pasti tidak akan mau diganggu. Kuroko-cchi tidak suka Aku main di rumahnya. Aku tidak mungkin ikut bersama Midorima-cchi, Ia pasti akan terus ribut. Aku akan ke konbini kalau ikut dengan Murasakibara-cchi."

"Aku kesepian –ssu!"

"…"

"Baiklah. Aku akan ke tempat Kasamatsu Senpai saja. Aku akan curhat mengenai apa saja yang terjadi hari ini. Ia memang selalu menendangku tetapi Ia selalu mendengarkanku."

"Aku datang Senpai!"

Saat itu di rumah Kasamatsu.

"Hm, entah kenapa Aku merasa tidak enak."

.

.

sSs

Ketahuan

"Daiki, Ryouta, Shintaro, Atsushi, Taiga, dan Satsuki."

Akashi menatap dengan tajam orang – orang yang dipanggilnya.

"Aku ingin bertanya, apa saja yang kalian lakukan kemarin?"

"…" Dan mereka hanya terdiam sambil terhanyut dalam pikiran masing – masing.

'Huwaah! Akashi-cchi akan menghabisi kita! Kenapa kehidupan SMA ini begitu singkat.' (Kise)

'Cih, ternyata Ia sudah tahu. Kalau begitu kami tidak perlu diam-diam kemarin. Jadi apa yang ingin dilakukan Akashi sekarang?' (Aomine)

'Aku harus mempersiapkan diri. Aku harus bersiap-siap dengan segala benda tajam yang akan datang desu.' (Kagami)

'Ternyata Ia memang sudah tahu nanodayo.' (Midorima)

'Uum… sehabis ini Aku ingin makanan kesukaanku. Aka-chin mau juga tidak ya?' (Murasakibara)

'Oh, bagaimana ini? Aku harus mengeluarkan strategi terbaik untuk menghadapi Akashi-kun.' (Momoi)

Akashi bertanya sekali lagi. "Apa yang kalian lakukan kemarin?"

"Kami mengikutimu dan Kuroko nanodoyo."

"Huwaaah! Midorima-cchi?!"

Momoi tiba – tiba maju ke depan sambil membawa tumpukan benda yang tipis. "Akashi-kun, ini hasil foto-foto yang sudah kukumpulkan dari kegiatan yang kami lakukan kemarin. Kau bisa segera memeriksanya."

Akashi mengambil foto-foto dari Momoi dan mulai melihat satu – persatu.

"Besok, berikan padaku memory card dari foto-foto ini."

"Baiklah Akashi-kun."

"Mari kita mulai latihan hari ini! Lakukan latihan hari ini dengan serius, Aku akan memberikan menu latihan yang terbaik. Dan Shintaro, setelah latihan selesai Kau harus memastikan kalau seluruh lantai di gymnasium yang digunakan tim basket sudah dipel dengan baik. Itu adalah bagianmu untuk Takao."

Tentu saja Midorima hanya mengangguk patuh. "….. Baiklah Akashi."

Pada hari itu Rainbow Head mendapatkan jumlah menu latihan yang belum pernah mereka dapatkan sebelumnya. Setelah latihan selesai, mereka semua segera menuju keluar dan muntah – muntah. Tetapi hanya Akashi saja yang ekspresi mukanya tidak berubah.

"Ugh~… makanan yang sudah kumakan, rasanya seperti keluar semua. Dan entah kenapa rasanya seperti mau keluar lagi. Ugh…" (Murasakibara)

Dari belakang Momoi mengelus – elus punggung Murasakibara agar temannya yang satu ini bisa merasa dengan baik. "Sudah kubilang jangan makan cemilan sebelum latihan, Mukkun."

"Sial! Padahal Satsuki sudah menyuapnya." (Aomine)

"Berarti Dia akan membunuh kita kalau Momoi-cchi tidak menyuapnya. Huwek…." (Kise)

Akhirnya, latihan hari tersebut berakhir dengan selamat.

.

.


*Jika ada typo, bisa langsung beritahu.

*Jangan lupa reviewnya, saran & kritik pasti diterima

*Waktu update selanjutnya belum tahu kapan soalnya belum dapet ide