Kuroko no Gakuen
Kuroko no Basuke merupakan milik Tadatoshi Fujimaki Sensei.
Author hanya menggunakan karakter yang dibuatnya sebagai bahan berimajinasi.
Pairing AkaKuro, Shonen Ai (jangan dibaca kalau tidak terbiasa), multichapter, cerita sedikit bertele-tele jadinya panjang, OOC
/Ini Fanfiction pertama newbie author jadi mohon bantuannya./
'…..' (Pikiran karakter)
"….." (Pembicaraan karakter)
/…../ (Pesan penulis)
Chapter 7 : Kenapa Kau Seperti itu Tetsuya?
Kuroko Tetsuya sedang duduk di kelasnya sambil mendengarkan Sensei yang sedang berbicara di depan kelas. Hari ini adalah hari terakhir masuk sekolah sebelum liburan musim panas. Udara panas terasa dan banyak terdengar obrolan – obrolan mengenai kegiatan di musim panas. Setelah Sensei selesai memberikan pesan – pesannya dan kelas diperbolehkan bubar, semua murid langsung bangun dari tempat duduknya dan mulai mengobrol satu sama lain atau ada yang langsung berlari keluar kelas.
'Liburan musim panas memang selalu bisa menaikkan semangat.'
Kuroko juga mulai bergerak dari tempat duduknya kemudian mengambil tas dan bersiap – siap pergi ke perpustakaan. Beberapa waktu yang lalu, Kuroko dimintai tolong untuk menjadi salah satu petugas perpustakaan. Kuroko tidak merasa keberatan dengan hal itu, toh Ia juga sering kesana. Ia bertugas pada hari – hari tertentu saja dan Ia harus menunggu sampai perpustakaan tutup lalu membenahi buku dan mengunci pintunya, setelah itu Ia akan melapor kepada Sensei yang bertugas.
"Kuroko, apa yang akan kau lakukan selama liburan nanti?" (Kagami)
"Aku akan tinggal di rumah, Kagami-kun. Kegiatanku akan menyesuaikan dengan apa yang dilakukan keluargaku." (Kuroko)
"Kau tidak bermain sesuatu atau pergi ke sesuatu tempat Kuroko? Tapi maksudku tanpa keluargamu."
"Aku belum mempunyai alasan atau ajakan untuk berkegiatan diluar."
"Kalau begitu kau harus menonton pertandingan kami Tetsu. Aku akan memberitahumu waktunya. Jika kau kosong, kau bisa datang. Aku jamin permainan kami bukan permainan yang membosankan." (Aomine)
"Benar dengan begitu kau tidak akan di rumah saja Kuroko."
"Baiklah, Aku akan menantikan pemberitahuannya. Sekarang Aku permisi dulu."
"Apa hari ini kau juga bertugas Tetsu?"
"Iya, Aomine-kun."
"Oh, kalau begitu selamat bertugas!"
Kuroko memberi salam lalu pergi ke perpustakaan. Hari ini seperti yang Ia duga akan menjadi hari yang sepi pengunjung. Sebagian besar murid – murid yang datang bermaksud untuk mengembalikan buku lalu pergi tanpa membaca buku yang lain. Sensei mengatakan kalau Ia boleh langsung pulang kalau perpustakaan dan sekolah sudah benar – benar sepi. Pada hari seperti ini memang biasanya tidak ada yang akan menghabiskan waktunya membaca di perpustakaan sekolah. Meskipun begitu, Kuroko memutuskan untuk tetap ada sampai waktu tutup. Ia tidak mempunyai kegiatan apa pun dan membaca di perpustakaan bukanlah suatu hal yang buruk.
'Hm, Permainan Menyenangkan Berkelompok, Aku baru tahu kalau ada buku ini disini. Memangnya ada permainan apa saja.'
'Oh ya, Aku pernah bilang kalau Aku akan bermain dengan Akashi-kun. Tapi mau main apa ya? Dan Ia juga berlaku seperti biasanya. Dalam sehari Aku pasti akan bertemu dengannya minimal sekali, Oh bukan sekali, tapi dua kali. Ia juga lebih sering makan bersama kami dan terkadang mengirimkan pesan padaku. Tapi hari ini Aku belum melihatnya, mungkin karena ini hari terakhir masuk sekolah sehingga Ia menjadi sibuk.'
'Hm, Hp-ku bergetar. Ada pesan dari Kagami-kun.'
'Kuroko, hari ini kami akan pergi makan setelah latihan. Kata Akashi, kau harus ikut dan kau bisa menunggu kami di gymnasium.'
'Sehabis ini Aku memang tidak ada kegiatan apa pun tapi apakah Aku harus benar – benar ikut? Ah, ada pesan lagi.'
'Kata Akashi, kau benar – benar harus ikut karena Ia itu absolute.'
'Kau tidak nyambung Akashi-kun. Baiklah Aku akan ikut, dia pasti akan menyeretku jika tidak ikut.'
oOo
Dari luar gymnasium terdengar suara gesekan sepatu olahraga. Kuroko sampai di depan pintu dan melihat anggota klub basket berlarian sambil membawa bola. Mereka sedang berlatih dalam bentuk pertandingan dan kelompok Rainbow Head juga sedang bermain tapi mereka tidak bermain dalam satu tim. Kuroko berjalan masuk ke dalam dan Ia naik ke lantai dua supaya tidak mengganggu mereka yang sedang latihan.
'Kalau disini pandanganku akan lebih luas. Kagami-kun, Kise-kun, dan Murasakibara-kun satu tim lalu sisanya adalah Akashi-kun, Aomine-kun, dan Midorima-kun.'
'Wah, Midorima-kun menembak dengan melewati garis tengah lapangan. Hebat! Ini pertama kalinya Aku melihat tembakan seperti itu. Hm, Kagami-kun berhadapan dengan Aomine-kun, mereka hebat dan tidak ada yang mau mengalah. Pantas saja mereka berdua cepat dekat. Kise-kun dan Kagami-kun bergantian menjaga Aomine-kun. Murasakibara-kun sangat tinggi, Ia bisa dengan mudah menghalangi orang – orang yang mau memasukan bola. Lalu Akashi-kun, hm, dia kelihatan tidak begitu mencolok tapi gerakannya sangat fleksibel. Ah, dia tiba – tiba memotong operan lawan dan sekarang berhasil melewati Kagami-kun. Mereka semua sangat hebat, pantas saja mereka cukup terkenal. Aku harus melihat mereka di pertandingan resmi, pasti menarik.'
Setelah itu latihan terus berlangsung sampai selesai.
'Wah, setiap hari mereka berlatih seperti ini dan waktunya selama ini. Pasti rasanya capek sekali tapi mereka tidak terlihat kelelahan. Mereka pasti sangat menyukai basket. Ok, ini waktunya keluar, mereka semua sudah kembali ke ruang ganti.'
Kuroko lalu keluar dari gymnasium dan menunggu di dekat gerbang sekolah. Kemudian Kuroko melihat Takao melambaikan tangan kepadanya dan berjalan menuju Kuroko.
"Apa kau sedang menunggu yang lain Kuroko?
"Halo Takao-kun. Iya Aku sedang menunggu yang lain. Apa kau baru saja selesai dari klub Memanah?"
"Ah, iya. Ini hari terakhir sebelum liburan jadi kami berlatih lebih lama. Berarti kau juga akan ikut makan bersama kami kan?"
"Iya, Aku juga ikut."
"Kuroko, apa hubunganmu dekat dengan Akashi?"
"Dekat? Tidak, hubunganku dengannya sama seperti yang lain."
"Benarkah? Tapi Ia selalu berusaha dekat denganmu dan kau mengikutinya. Kalau kau tidak dekat dengannya, kurasa kau terkadang akan menolaknya."
"Aku tidak selalu setuju dengannya. Hanya saja Akashi-kun tidak mudah untuk ditolak. Ia akan selalu mendesakmu sampai kau mengikutinya. Jadi Aku berpikir bahwa, mungkin ini memang caranya dalam berteman."
"Jadi tindakannya selama ini, menurutmu karena Ia hanya mau berteman denganmu? Tapi kau merasa kalau tindakannya terhadapmu itu berbeda dengan yang lain bukan?"
"Aku memang merasa seperti itu. Ia suka menggodaku dan mengatakan kalau Aku ini spesial. Aku sebenarnya bingung dengan apa yang dikatakannnya tapi kurasa Ia tidak sedang melakukan hal yang jahat kepadaku. Jadi Aku menerimanya begitu saja sebagai temanku." / Kuroko sedang mengaktifkan Friend Zone disini XD /
"…. Hm… yah, semoga saja Akashi bisa sabar denganmu."
"Aku sedang tidak menguji kesabarannya Takao-kun."
"Hahahaha… baiklah." "Ah, itu mereka. Mereka sudah selesai. Shin-chan! Aku sudah menunggumu!"
"…." Dari kejauhan Midorima bisa menengar suara Takao.
Di sebelahnya Kise tersenyum senang melihat Midorima yang ingin dan tidak ingin menjawab panggilan Takao. "Kau harus membalas panggilan sayang itu Midorima-cchi. Kau juga menunggunya kan?"
"Diam kau Kise!"
"Biarkan saja Ki-chan. Takao bisa menyukai Midorin memang karena sifatnya yang seperti itu." (Momoi)
"Tolong jangan mengatakan yang tidak – tidak mengenai diriku. Mana mungkin Ia menyukai diriku."
"Wah! Midorima-cchi cemas –ssu. Hahahaha…"
"Tsk, Aku tidak mau meladenimu lagi Kise."
Mereka semua sudah berkumpul di gerbang sekolah.
"Maaf membuatmu menunggu lama Tetsuya."
"Tidak apa – apa Akashi-kun."
"Baiklah, Ayo kita makan –ssu!"
Mereka berdelapan berangkat menuju rumah makan yang dituju. Tempat itu adalah family restaurant yang memang suka dikunjungi oleh pelajar dan lokasinya tidak begitu jauh dari SMA Teikou. Disana ternyata sudah menunggu satu orang yang merupakan kenalan salah satu dari mereka.
Melihat kakak kelasnya, Kise langsung mendekati orang tersebut. "Kasamatsu senpai, sudah lama tidak bertemu! Kau pasti merindukanku!"
Orang yang dipanggil Kasamatsu itu langsung berteriak kepada Kise setelah Ia mendekat."Diam Kise! Kau terlalu berisik. Kau bisa mengganggu orang lain."
Mereka kemudian pergi menuju tempat yang cukup untuk mereka semua. Mereka duduk dan memulai percakapan.
"Perkenalkan, dia adalah senpai di SMP-ku dulu. Namanya Kasamatsu Yukio dan dia adalah seorang kapten tim basket. Hebat kan! Ia sangat tegas dan mempercayaiku. Aku menghormatinya –ssu."
"Jangan melebih-lebihkannya Kise! Salam kenal, Aku Kasamatsu Yukio, murid kelas tiga SMA Kaijou. Aku sangat menantikan pertandingan bersama kalian."
'Dia bisa mengendalikan Kise dengan baik! Kami semua mohon bantuannya Senpai.' Mereka semua, kecuali Kise mengangguk kepada Kasamatsu.
"Mereka semua menerimamu dengan baik Senpai. Aku tidak menyesal mengajakmu kemari –ssu."
"Mereka mungkin membutuhkan pengalih perhatian, Kise." (Kasamatsu)
"Eh?"
"Senang bertemu denganmu Kasamatsu-san. Kita bisa mengobrol mengenai tim masing – masing kalau begitu." (Akashi)
"Dia adalah wakil kapten yang baru saja naik –ssu, namanya Akashi Seijuurou. Kemudian yang ini adalah Midorima Shintaro, penggemar ramalan zodiak Oha-Asa; Takao Kazunari, penggemar setia Midorima-cchi; Murasakibara Atsushi, penggemar cemilan; Kagami Taiga, penggemar sangat setia basket yang bodoh dan banyak makan; Aomine Daiki, penggemar basket, dirinya sendiri, dan Kagami-cchi; Momoi Satsuki, manager tim basket dan penggemar Kuroko-cchi. Lalu Kuroko Tetsuya, teman dekatku yang keberadaannya tipis.
Kasamatsu langsung terkejut begitu Kise mengenalkan Kuroko. "Eh? Aku tidak sadar kau ada disana. Hm, mungkin karena duduk di ujung."
"Halo, salam kenal Kasamatsu-san. Aku teman biasa Kise-kun dan yang lain."
"Kuroko-cchi, Aku selalu menganggapmu teman dekat baikku –ssu."
"Jangan samakan Aku dengan dirinya Tetsuya. Sudah pasti Aku ini bukan teman biasa."
"Tolong jangan ikut – ikutan Akashi-kun. Kau memang teman yang cara bertemannya tidak biasa."
"Oi! Apa maksudmu dengan bodoh hah! Kau juga bodoh Kise! Dan apa – apan itu penggemar Kagami-cchi!" (Kagami)
"Aku bukan penggemarnya, Kise! Dia itu cuma orang yang selalu minta kukalahkan, baik basket walaupun hatinya." (Aomine)
"Aku tidak terima perkataanmu itu! Aku pasti akan mengalahkanmu Aho!"
"Aku akan selalu terima tantanganmu Kagami."
"Shin-chan, Aku akan menyemangatimu setiap hari!" (Takao)
"Diam Takao! Penggemar setia itu apa?!" (Midorima)
"Penggemar setia itu orang yang selalu memperhatikanmu Shin-chan."
"Berisik Takao!"
"Aku jelas – jelas bukan penggemar biasa Ki-chan, tapi penggemar setia. Walaupun terkadang memang sulit untuk selalu memperhatikan Tetsu-kun." (Momoi)
"Uwaah~ makanan ini terlihat sangat enak. Maaf, kami mau pesan!~" (Murasakibara)
Kehadiran pelayan membuat perhatian mereka terpusat pada menu makanan. Pembicaraan mereka terhenti sesaat dan mulai membicarakan menu yang ada. Setelah pesanan disebutkan, pelayan segera kembali ke dapur.
"Ternyata teman – temanmu adalah kumpulan penggemar, Kise. Tapi apa yang digemari Akashi dan Kuroko." (Kasamatsu)
"Akashi-cchi menggemari Kuroko-cchi dan Kuroko-cchi menggemariku –ssu." (Kise)
"Jaga ucapanmu Ryouta! Aku bisa mendengarmu." (Akashi)
"Jangan berbicara sembarangan mengenai temanmu Kise." (Kasamatsu)
"Ehhh~ Tapi Aku berkata yang sebenarnya Senpai."
"Kalau Kise-kun berbicara lebih dari ini maka bukan hanya Akashi-kun yang akan membuatmu diam, Aku juga akan bertindak." (Kuroko)
"Kenapa kau jadi kejam Kuroko-cchi~."
"Aku akan mengajarimu cara terbaik untuk membuat orang diam Tetsuya."
"Aku punya cara tersendiri Akashi-kun."
"Senpai, hiks… hiks… mereka terkadang jahat denganku."
"Kurasa Aku mengerti apa yang mereka lakukan Kise."
"Eeehh! Jangan berkata seperti itu Senpai. Oh ya, hari ini Aku membawa majalah yang memuat fotoku –ssu. Kau harus melihatnya Kasamatsu Senpai. Disini Aku terlihat sangat keren makanya Aku khusus membawa majalah ini untukmu."
"Jangan suka pamer Kise!" (Kasamatsu memukul perut Kise) "Kenapa Aku harus menyimpan fotomu itu hah! Aku tidak butuh!"
"Ow, sakit Senpai~"
'Bagus! Hari ini ada yang bisa menjaga Kise!.'
Setelah beberapa saat, akhirnya makanan yang dipesan datang. Mereka langsung menyantap makanan tersebut. Latihan yang berat benar – benar menguras tenaga dan membuat perut mereka berisik. Kagami, Aomine, dan Murasakibara makan dengan lahap. Beberapa pelanggan terkejut dengan jumlah makanan yang dipesan Kagami dan Murasakibara. Yang paling mengesankan adalah Kagami, jumlah makanan yang ada seperti tidak akan cukup.
Hal yang mengejutkan dari meja tersebut bukan hanya jumlah makanannya. Meja itu diisi dengan pelajar – pelajar bertubuh tinggi dengan warna rambut berbeda - beda, selain itu kenapa ada lima balon di sekeliling orang berambut hijau itu. Ada yang makan dengan sangat lahap dan ada yang makan dengan tenang juga anggun. Pemuda berambut merah menatap kedepan dengan tajam tapi apa yang ditatapnya? …. Oh, ternyata ada pemuda berambut biru muda yang makan dengan tenang dan diam. Di meja itu juga terdapat pemuda berambut kuning yang tampan dan berhasil menarik perhatian pengunjung perempuan yang ada. Ada juga perempuan yang berbisik – bisik setelah melihat pemuda itu, mereka sepertinya ingin mendekat tapi takut dengan orang – orang disekitarnya. Pemuda itu selalu tersenyum tapi Ia juga ribut dengan orang di sebelahnya yang tidak tersenyum sama sekali. Satu – satunya perempuan yang ada adalah perempuan cantik dengan tubuh yang sexy untuk ukuran pelajar tapi sepertinya tidak ada satu pun dari mereka yang menjadi pacarnya. Pemuda berambut hitam yang dibelah tengah selalu tertawa dan menyebut kata 'Shin-chan', setelah itu pemuda berambut hijau disebelahnya akan menyuruhnya diam tapi Ia tetap terus tertawa. / Hah… Ternyata banyak juga anehnya. /
'Hah… sungguh meja yang sangat bersemangat. Hari seperti ini tidak terjadi dengan sering tapi bagaimana kalau persediaan makanannya habis?' (Pikiran para pelayan dan pengunjung.)
"Akashi-kun kau melakukannya lagi." (Kuroko)
"Ada apa Tetsuya?" (Akashi)
"Kau terus melihatku dengan tajam. Orang lain pasti akan bingung dengan apa yang dilihatmu."
"Aku tidak peduli dengan pendapat mereka. Sekarang Aku hanya ingin melihatmu makan."
"Apa kau tidak bosan melihatku terus? Kau juga bisa memperhatikan yang lain."
"Misalnya?"
"…."
"Kise-kun?"
"Berisik."
"Midorima-kun?"
"Merepotkan."
"Momoi-san?"
"Tidak berminat."
"Kagami-kun?"
"Bodoh"
"Murasakibara-kun?"
"Bosan."
"Kenapa?"
"Kegiatan yang paling sering dilakukannya adalah makan, tidak bervariasi."
/ Mohon maaf jika ada tokoh favorit kalian yang disebut. /
"Bukankah Aku juga seperti itu? Kegiatanku juga tidak bervariasi, Aku terlalu diam, dan Aku juga tidak begitu pintar."
"Pikiranmu tidak seperti itu. Kau itu keras kepala, sulit dibaca, straight forward,dan cukup berani membantahku walaupun pada akhirnya tentu saja kau akan mengikutiku. Lalu secara fisik, lebih pendek dariku, cute, Aku suka warna rambut dan matamu. Aku belum melihat tubuhnu secara langsung tapi kurasa Aku akan menyukainya."
"Aku bukan perempuan jadi jangan menyebutku cute."
"Baiklah, cute hanya akan ada di kepalaku."
"Aku juga tidak mau kalau itu di kepalamu."
"Kalau begitu Tetsuya harus operasi plastik dan Aku tidak akan membiarkannya."
"Aku tidak akan mengubah wajahku tapi Aku akan mengubah pandanganmu."
"Baiklah. Aku suka itu."
"Huwah! Akhirnya Aku kenyang juga. Aku sangat puas." (Kagami)
"Kau bisa sakit perut kalau terlalu banyak makan nanodayo." (Midorima)
"Apa maksudmu terlalu banyak? Itu porsiku yang biasanya."
"Itu salah satu hal dimana Bakagami bisa menang dariku. Jadi kau tidak boleh meremehkannya." (Aomine)
"Tenang saja. Dalam basket Aku akan menemanimu di puncak teratas, Ahomine." (Kagami)
"Hahahaha… Akhirnya kau bersedia untuk bersamaku Bakagami. Aku akan memberikan yang terbaik."
"Semuanya, bagaimana kalau kita pergi ke sesuatu tempat untuk liburan musim panas kali ini? pasti akan menyenangkan –ssu." (Kise)
"Tapi kita mempunyai kejuaraan Inter-high Kise." (Kagami)
"Kita bisa melakukannya setelah Inter-high Kagami-cchi. Kurasa paling lama kita hanya akan pergi selama tiga atau empat hari. Kita bisa melihat jadwal masing – masing."
"Iya! Kita harus pergi, ini pasti seru! Aku pasti akan pergi kalau tidak ada kegiatan apa-apa. Ayo kita pergi Tetsu-kun!" (Momoi)
"Seperti yang Kise bilang kita harus melihat jadwal masing – masing. Jadi hal ini tidak bisa diputuskan hari ini nanodayo."
"Kalau kita jadi pergi, apa Aku boleh mengajak Muro-chin?" (Murasakibara)
"Muro-chin siapa?" (Kise)
"Temanku~"
"Hm, Aku tidak keberatan kalau ketambahan satu orang lagi. Kalau begitu Kasamatsu Senpai juga harus ikut –ssu."
"Aku sudah kelas tiga Kise. Sudah jelas kalau waktu musim panasku tidak akan bisa dihabiskan untuk basket dan bermain." (Kasamatsu)
"Heee… anggap saja ini sebagai waktu istirahat –ssu."
"Aku tidak bisa janji."
"Kurasa pembicaraan mengenai hal ini disudahi dulu saja sampai sini. Kita perlu mempertimbangkan berbagai hal untuk memutuskannya dan tentu saja mempersiapkan rencana yang sesuai untuk ide ini. Fokus utama kita adalah kejuaraan Inter-high. Kau juga pasti memikirkan hal yang sama kan Kasamatsu-san?" (Akashi)
"Benar, tim kami sangat menantikan pertandingan dengan tim Teikou. Kami pasti akan mengembalikan apa yang sudah kalian semua persiapkan selama ini dan maaf jika pembalasan kami berlebihan." (Kasamatsu)
'Wah, dia jelas-jelas mengirimkan tantangan.'
"Aku akan menyampaikannya kepada kapten tim kami. Ia pasti akan sangat bersemangat untuk mempersiapkan jamuan yang terbaik." (Akashi)
"Ok, kurasa ini sudah selesai. Pembicaraan selanjutnya akan dilanjutkan di lapangan. Jadi, apalagi yang bisa kita bicarakan sekarang?" (Kagami)
Saat itu semua orang sudah selesai makan dan mereka mengobrol satu sama lain. Ada yang hanya mengobrol berdua, mengobrol bersama, di-bully, dan makan lagi. Setelah beberapa lama akhirnya mereka menyudahi pertemuan mereka karena hari juga sudah semakin larut. Mereka kemudian keluar dan berjalan keluar ke arah rumah masing-masing.
Akashi kembali mengantar Kuroko kembali kerumahnya walaupun mereka berdua ribut dulu sebelumnya.
"Akashi-kun apa Aku boleh menonton pertandingan kalian?" (Kuroko)
"Tentu saja Tetsuya. Kau ini salah satu murid SMA Teikou. Sekolah macam apa yang akan melarang muridnya untuk menonton pertandingan sekolahnya sendiri." (Akashi)
"Hm, mungkin saja ada tim yang pernah keberatan. Aku belum pernah menonton pertandingan olahraga yang ada di sekolahku dulu."
"Itu terserah padamu. Kalau kau ingin datang maka datanglah. Kau bahkan bisa melihat pertandingan dari sekolah lain. Tapi saat kami bertanding, kau harus menonton tim kami dan kau harus selalu memperhatikan diriku."
"Pertandingan basket itu harus dimainkan oleh sepuluh orang. Tidak mungkin hanya kau yang memegang bola Akashi-kun."
"Tentu saja itu tidak mungkin. Tapi bukan berarti matamu harus terpaku dengan bola. Matamu akan ada padaku dan dari situ kau akan melebarkan pandanganmu ke bola dan pemain yang lain."
"Jadi maksudmu walaupun pusat dari pandanganku adalah dirimu tapi aku juga bisa melihat ke sekeliling?"
"Ya, seperti itu. Tapi sebaiknya kau tidak mengganti bagian pusat itu karena nanti bisa membuatmu bingung."
"Aku mengerti, tapi kenapa harus kau yang menjadi pusatnya?"
"Karena Aku yang memintanya, jadi tentu saja Aku ingin diriku yang jadi pusatnya. Kalau Ryouta yang memintanya, Ia pasti juga ingin agar dirinya yang ada di pusat."
"Kurasa Aku mengerti Akashi-kun."
"Bagus Tetsuya. Hal yang kau mengerti semakin bertambah."
'Berarti saat menonton pertandingan nanti Aku bisa menjadikan siapa saja sebagai pusat pandanganku lalu Aku bisa melihat yang lain juga.' (Kuroko)
"Ternyata kau belum mengerti apa-apa Tetsuya." (Akashi)
'Hm, sebaiknya siapa ya? Tapi kalau dipikir-pikir yang paling baik memang bola basketnya. Semua kejadian penting pasti terjadi di sekitar bola tersebut.'
"Jadi sekarang kau tidak mendengarkanku ya?"
'Kira – kira nanti ada pemain yang bisa mengeluarkan jurus tertentu tidak ya? Atau mungkin muncul suatu pemain dengan kemampuan khusus.'
"Tentu saja ada. Menurutmu bagaimana caranya sebutan Generation of Miracles muncul. Dari tadi kau tidak mendengarkanku atau berbicara denganku Tetsuya."
'Pasti akan lebih menarik kalau bisa ada. Lalu di sampingku ada orang-orang yang seperti bisa mengerti dan mendengar percakapan pemain walaupun mereka ada di bangku penonton. Dengan begitu Aku bisa mengerti dengan baik jalannya pertandingan. Kalau Aku Akashi-kun, Aku pasti bisa membaca pikiran para pemain tersebut.'
"Tetsuya?"
'Ok, Aku harus mencari tempat duduk yang dekat dengan orang yang mengerti basket. Tapi bagaimana mencarinya?'
"Tetsuya, Aku punya fotomu saat sedang membaca dan tidur."
'Cara paling mudah adalah mencari tim lain yang ikut kejuaraan tersebut tapi pada saat itu mereka tidak bertanding dan sedang menonton pertandingan Teikou.'
"…."
'Oh ya, Aku boleh membawa Nigou masuk tidak ya? Dengan begitu Aku bisa sekalian mengajaknya keluar untuk jalan-jalan.'
"Tetsuya apa kau berusaha mengajak seseorang?"
'Tapi kurasa hewan pasti tidak boleh masuk. Aku mungkin bisa membawa Nigou didalam tasku, dia masih kecil. Aku tinggal berusaha membuatnya sediam mungkin.'
Lalu tiba – tiba Akashi berhenti berjalan.
"Tetsuya kita sudah sampai di rumahmu."
"Tetsuya!"
"Eh? Oh, kita sudah sampai. Wah, Aku sampai terlewat. Kalau begitu terima kasih Akashi-kun karena sudah merepotkanmu untuk mengantarku sampai ke rumah."
"Tidak apa, Aku memang yang menawarkannya. Kalau begitu Aku permisi dulu. Selamat malam dan selamat bermimpi indah. Tunggu hukuman dariku Tetsuya."
'Eh? Hukuman? Tapi dia tersenyum.'
"Em… selamat malam Akashi-kun, sampai jumpa lagi."
'Kira – kira ada apa ya?'
Setelah itu Akashi berjalan pulang ke rumahnya sambil memikirkan perkataan yang tadi baru saja keluar dari mulutnya.
.
.
.
Makasih banyak bagi yang udah baca, follow, dan favorite! Jumlahnya sudah lebih dari 20! Tolong dukungannya buat Akashi yang berusaha mendapatkan pasangan hidup.
*Jika ada typo, bisa langsung beritahu.
*Jangan lupa reviewnya, saran & kritik pasti diterima
*Waktu update selanjutnya belum tahu kapan
