Happy Together!

Chapter 2

Cast : All Member EXO and Other Cast.

Warning : Yaoi(boyXboy), typos bertebaran,
Alur kecepetan, Cerita gaje.

Rate : T

Genre : School Life, Family, sedikit humor, and Romance.

Desclaimer : Semua cast hanya milik tuhan, ff ini hanya milik saya.

Note : FF ini terinspirasi dari sebuah film.

Summary : Bahagia bersama!

.

.

.

.

.

.


Preview Chapter:

"Hehe rasakan itu, siapa suruh sepedanya ngalangin jalan di kamar!" Ujar Suho sambil ketawa evil saat mendengar perkataan Chen yang sedang berada di dalam kamar itu.
"Aduh, bagaimana ini?! tuan muda Kris dan tuan muda Sehun sedang balapan! dan aku tidak bisa melakukan apapun, semoga saja mereka cepat pulang dengan selamat agar tak melanggar peraturan yang telah di buat tuan besar!" Kata Kyungsoo sedikit panik sambil berjalan mondar-mandir di sekitar ruang tamu.

.

.

.

.

.

.


Happy Read ^_^

.

.

.

.

.

.

-Author P.O.V-

.

.

~Brakkk~ [Suara tabrakan antar motor dan gerobak dagangan]

.

"Astaga! dasar anak jalanan, berani sekali kau menabrak gerobak dagangan kita!" Ucap seorang namja dengan kesal.
"Hei, bangun! apa kau mati, eoh?" Ujar namja lainnya sambil menggoyang-goyangkan tubuh sih pengendara motor itu.
"Apa kau bilang?! mati?! enak saja kau, aku ini masih hidup tau!" Kata sang pengendara motor tersebut tiba-tiba sambil beranjak berdiri.
"Baguslah, kalau begitu sekarang kau harus ganti rugi atas perbuatanmu ini!" Ucap namja yang kesal tadi.
"Iya akan ku ganti, tapi nanti setelah aku selesaikan tugas ku dulu!" Ujar sang pengendara motor tersebut sambil berjalan ke arah motornya.
"Sungmin-hyung, dia pasti mau kabur!" Kata seorang namja memberitahu ke pada temannya yang sedang kesal itu.
"Kau mau kabur ya!" Ucap namja yang di ketahui bernama Sungmin itu sambil mencengkram kerah baju yang di kenakan sih pengendara motor tersebut.
"Aku tidak akan kabur! aku hanya harus menyelesaikan tugasku saja!" Ujar sang pengendara motor itu.
"Bilang saja kau tak punya uang!" Kata seorang namja yang berdiri tepat di sebelah Sungmin.
"Aku itu punya banyak uang! kau tenang saja!" Ucap sang pengendara motor tersebut dengan santai.
"Dasar anak jalanan, sukanya menipu!" Ujar Sungmin makin kesal sambil memukul pipi sang pengendara motor tersebut dengan keras sehingga sang pengendara motor itu terlempar dan terjatuh tepat di sebuah mobil yang atap mobilnya terbuka lalu mobil itu pun berjalan pergi begitu saja.
"Astaga, Sungmin-hyung! dia kabur, bagaimana ini?" Kata seorang namja itu sambil menatap ke arah Sungmin.
"Tenang saja, Henry-ya! motor orang itu masih disini, mungkin kita bisa menjualnya! lagi pula motor itu terlihat bagus!" Sahut Sungmin santai sambil menatap ke arah sebuah motor milik sih pengendara motor tadi.

.

.

.

.

.

.

"Astaga, tuan muda Kris dan tuan muda Sehun belum pulang?! bagaimana ini?!" Ucap Kyungoo panik sambil mondar mandir di ruang tamu.
"Mereka ada-ada saja segala balapan seperti itu, kalau mereka melanggar peraturan bisa-bisa kita semua tak akan mendapatkan warisan!" Ujar Suho sedikit kesal.
"Kris-hyung dan Sehun-hyung juga sulit di hubungi lagi!" Kata Chen ikut panik sambil mencoba menghubungi Kris dan Sehun.
"Hei Yeol-hyung, kenapa kau hanya memainkan gitarmu! apa kau tak punya rasa sedikit peduli apa?!" Ucap Kai kesal pada Chanyeol.
"Untuk apa aku peduli?! lagi pula aku disini karena paksaan kalian!" Ujar Chanyeol santai sambil masih memainkan gitarnya.
"Sudahlah tuan muda Kai dan tuan muda Chanyeol, jangan bertengkar! lebih baik kita coba terus menghubungi tuan muda Kris dan tuan muda Sehun!" Kata Kyungsoo menasehati Chanyeol dan Kai.

.

.

.

.

.

.

"Sial, kalau bukan karena masalah tadi! aku pasti sudah menang!" Ucap Kris kesal.
"Hn" Gumam Sehun sambil tetap fokus menyetir mobilnya.
"Tapi ngomong-ngomong terimakasih! kalau aku masih di sana, habis sudah wajah tampanku ini!" Ujar Kris sambil mengelus pipinya yang terkena pukulan Sungmin tadi.
"Hn" Gumam Sehun singkat.
"Ah kau tak asik di ajak bicara! hei mobilmu kenapa? kok kayaknya jalannya tak enak gini!" Kata Kris saat merasakan mobil milik Sehun berjalan dengan tidak enak.
"Ntahlah" Sahut Sehun seadanya sambil mempercepat laju mobilnya.
"Hei hei, hentikan mobilnya! berhentikan sekarang!" Ucap Kris sedikit berteriak.

.

~Ckittt~ [Suara mobil berhenti]

.

"Kau gila ya?! Astaga, gegara kau perutku terasa mual!" Ujar Kris sambil keluar dari mobil Sehun lalu berjalan ke arah tepi jalanan yang di bawahnya merupakan jurang, setelah itu mulai memuntahkan isi perutnya.
"Segitu saja, kau sudah lemah!" Sindir Sehun santai.
"Diam kau! itu semua karena kau membawa mobilnya terlalu...Ackh!" Kata Kris kesal sambil memutar badannya untuk kembali menuju mobil namun pijakannya tiba-tiba licin sehingga Kris terjatuh ke dalam jurang itu tapi untung saja ada sebuah pohon yang tumbuh di sekitar tebing menuju jurang itu sehingga membuat Kris tersangkut di pohon tersebut.
"Haha lihat kesialanmu bertambah lagi!" Ejek Sehun sambil menghampiri tepi jalanan tepat Kris terjatuh tadi dengan hati-hati.
"Kau bukannya membantuku, tapi malah menertawakanku!" Ucap Kris kesal.
"Sorry tapi aku ada urusan, jadi kau meminta bantuan orang lain saja ya! dan ini untukmu, mungkin kau membutuhkannya!" Ujar Sehun santai sambil melempar sebuah botol minuman pada Kris lalu berjalan kearah mobilnya setelah itu menjalankan mobilnya pergi begitu saja.
"Dia jahat sekali, meninggalkan aku disini!" Kata Kris meratapi nasibnya setelah di tinggal pergi Sehun.

.

.

.

.

.

.

"Hei, bisakah kau periksa mobilku?" Ucap Sehun pada seorang montir.
"Ya tentu saja!" Sahut montir itu.
"Lho montir yang biasa kemana?" Tanya Sehun sedikit kaget saat melihat montirnya bukan orang yang biasa.
"Oh dia sudah keluar dari pekerjaan! kau tenang saja, aku bisa kok memperbaiki mobilmu ini!" Jawab montir itu santai sambil membuka kap depan mobil milik Sehun.
"Kenapa mereka menghubungiku berkali-kali ya?" Batin Sehun sedikit bingung saat melihat handphonenya yang banyak panggilan tak terjawab.

.

~Kringgg~Kringgg~ [Suara dering handphone Sehun]

.

"Halo, ada apa?" Tanya Sehun setelah mengangkat teleponnya.
"Sehun-hyung, kau dimana sekarang?" Tanya Kai balik yang berada di sebrang telepon.
"Aku ada di bengkel!" Jawab Sehun jujur.
"Tuan muda Sehun, kau dan tuan muda Kris harus segera pulang sekarang! karena dalam peraturan, semuanya harus sudah berada di dalam rumah sebelum jam 12 malam!" Ujar Kyungsoo memberitahu Sehun setelah berhasil merebut handphone milik Kai.
"Oh oke, aku akan segera pulang!" Kata Sehun sambil menutup teleponnya sepihak.
"Astaga, aku hampir saja melupakannya! baiklah, sehabis ini aku harus menjemputnya dulu!" Batin Sehun saat mengingat Kris yang masih tersangkut.

.

.

"Kau sedang buru-buru ya?" Tanya montir itu setelah Sehun selesai menerima telepon.
"Iya sepertinya, apa sudah selesai?" Ucap Sehun santai.
"Sudah, tinggal menutup kembali mesinnya saja!" Ujar montir itu jujur.
"Oh biar ku bantu!" Kata Sehun seadanya sambil membantu montir itu menutup mesinnya agar cepat selesai.

.

.

.

.

.

.

Di ruang tamu sebuah rumah yang lumayan bagus, terdapat 5 namja yang sedang panik dan khawatir menunggu kepulangan ke-2 namja yang sedang dalam perjalanan itu.

.

"Wah, tuan muda Kris dan tuan muda Sehun sudah pulang!" Ucap Kyungsoo senang saat melihat Kris dan Sehun yang sudah sampai di rumah.
"Akhirnya hyungdeul pulang juga!" Ujar Kai ikut senang sambil merangkul Kris dan Sehun.
"Kalian hampir saja melanggar peraturan!" Kata Suho jujur.
"Kalau bukan karena dia, kita berdua tak akan telat sampai di rumah!" Ucap Kris kesal sambil menunjuk ke arah Sehun.
"Kenapa menyalahkan ku? jelas-jelas kau yang bodoh!" Ujar Sehun tak terima di salahkan.
"Sudahlah Kris-hyung dan Sehun-hyung, yang terpenting kalian sudah sampai di rumah dengan selamat!" Kata Chen sedikit menasehati Kris dan Sehun.
"Ayo semua, sekarang kita tidur!" Ucap Chanyeol santai pada ke-5 saudaranya itu.
"Tunggu dulu tuan muda sekalian! dalam peraturan sebelum tidur, tuan muda sekalian harus saling memeluk satu sama lain dulu biar lebih akrab!" Ujar Kyungsoo memberitahu pada ke-6 namja yang berdiri di depannya itu.
"APA?!" Kata ke-6 namja itu serempak dengan tampang kaget.

.

.

.

.

.

.


Pagi hari yang cerah, terdengar suara alunan soft music untuk memulai hari ke-6 namja yang baru saja bangun dari tidurnya itu. Tak lama kemudian terdengar suara seorang namja yang memberi arahan untuk ke-6 namja itu dari setiap speaker yang terpasang di dalam rumah tersebut.

.

"Oh ya tuan muda sekalian, kalian harus segera masuk sekolah di sekolah baru kalian hari ini! siswa-siswi di sekolah sepertinya sangat antusias dengan kehadiran kalian!" Ucap Kyungsoo memberitahu pada ke-6 namja yang sedang sarapan itu.
"Antusias, eoh? aku tau, aku ini memang tampan sejak lahir!" Ujar Kris percaya diri.
"Cih, tampang bodoh seperti itu! mana ada tampan-tampannya!" Sindir Sehun santai.
"Kau?! berani sekali kau mengejek wajah tampanku!" Kata Kris kesal.
"Hei sudahlah jangan ribut! lebih kita semua siap-siap untuk ke sekolah!" Ucap Suho menasehati Kris dan Sehun.
"Iya benar, lebih baik kita semua siap-siap!" Ujar Chen setuju dengan Suho.
"Ayo semuanya, kita harus semangat!" Kata Kai kelewat semangat.
"Membosankan!" Gumam Chanyeol pelan.

.

.

.

.

.

.

Di sekolah yang lumayan besar dan terkenal, banyak sekali siswa dan siswi terlihat berjalan di sekitar koridor sekolah.

.

"Wah, sekolahnya luas dan bagus!" Puji Kai sambil melihat sekitar sekolah.
"EHEM!" Deheman seorang namja yang berpakaian sangat rapi.
"Maaf, kau siapa?" Tanya Suho sopan pada namja itu.
"Aku guru disini! bersikaplah sopan dan rapi padaku!" Jawab namja itu tegas.
"Maaf saem, tapi kami sudah sopan dan rapi kok!" Ucap Chen jujur.
"Sudah sopan dan rapi? tapi kenapa kalian bertampang seperti itu!" Ujar namja itu seadanya.
"Wajah kami dari lahir memang sudah sangat tampan, saem!" Kata Kris dengan percaya diri.
"Tampan kau bilang, eoh?! wajah kalian itu sangat menyebalkan!" Ucap namja itu mengejek ke-6 namja yang ada di hadapannya itu.
"Kau guru, tapi sikapnya sangat kekanakan!" Sindir Sehun santai.
"Apa kau bilang?! kalian semua di hukum, push up 50 kali sekarang!" Ujar namja itu kesal.
"Hei, kenapa kita semua di hukum? yang mengejekmu kan tadi cuma dia saja!" Sahut Chanyeol tak terima sambil menunjuk ke arah Sehun.
"Tak terima bantahan! cepat kalian semua lakukan push up 50 kali sekarang!" Kata namja itu tegas.
"Baik, saem!" Ucap ke-6 namja itu serempak dengan pasrah sambil mengambil posisi untuk melakukan push up.

.

.

Taman sekolah yang di tumbuhi banyak sekali tanaman-tanaman sehingga membuat pemandangan menjadi indah, terlihat ke-6 namja sedang berjalan melewati taman namun di halangin oleh dua namja yang salah satunya membawa sebuah kamera dan yang satunya lagi membawa sebuah mic seperti seorang reporter.

.

"Wah, kalian pasti anak baru yang sedang di tunggu-tunggu itu! bagaimana sekolahnya menurut kalian?" Tanya seorang namja yang membawa mic.
"Sekolahnya bagus!" Jawab Kai seadanya.
"Iya benar, sekolahnya bagus dan luas!" Ujar Chen setuju dengan Kai.
"Siswa-siswi di sini sepertinya ramah-ramah!" Kata Suho memberi pendapat lain.
"Peraturan sekolah sangat ketat!" Ucap Sehun santai.
"Gurunya pun galak-galak!" Ujar Chanyeol jujur.
"Dan siswi-siswinya cantik-cantik, seperti dirimu!" Kata Kris mencoba merayu namja di hadapannya itu.
"Hei, aku ini namja tau! jadi aku itu tampan bukan cantik!" Ucap namja itu kesal.
"Eh? kau namja?!" Ujar Kris kaget.
"Sudahlah urusanku sudah selesai! dan kau, bukankah kau harus balik ke toilet!" Kata namja itu sambil menunjuk ke arah rekannya yang membawa kamera itu lalu berjalan pergi begitu saja.
"Oh ya, sebaiknya aku harus segera kembali ke toilet sekarang!" Batin namja yang membawa kamera itu dengan rasa takut.

.

.

Di koridor sekolah, siswa-siswi terlihat berlalu lalang. Ke-6 namja itu sedang berjalan ke arah sesuatu tempat dengan cara seperti anak bebek yang sedang berbaris, namun tiba-tiba yang paling depan berhenti berjalan sehingga yang berada di belakangnya menabraknya.

.

"Kenapa kalian mengikutiku? aku itu mau ke toilet tau!" Tanya Kris bingung pada ke-5 saudaranya itu.
"Aku mau ke toilet, hyung!" Jawab Kai jujur.
"Aku juga mau ke toilet!" Ucap Suho santai.
"Aku juga!" Ujar Chanyeol singkat.
"Ya sudah, ayo ke toilet bersama!" Kata Kris seadanya sambil kembali berjalan di ikuti ke-5 saudaranya.
"Hei kau yang kemarin kan?" Sapa Sehun saat tidak sengaja berpapasan dengan seorang montir kemarin.
"Ah iya, bagaimana mobilmu?" Tanya montir itu.
"Sudah lebih baik!" Jawab Sehun jujur.
"Sehun-hyung kau mengenal namja itu?" Bisik Chen pada Sehun yang berdiri tepat di sampingnya itu.
"Iya dia montir yang memperbaiki mobilku kemarin!" Ucap Sehun pelan pada Chen.
"Wah, jadi kau seorang montir? bisakah kau perbaiki kendaraan milikku?" Ujar Chen senang sambil menatap ke arah seorang montir itu.
"Iya tentu saja, memangnya apa kendaraan milikmu?" Kata montir itu sambil tersenyum ke arah Chen.
"Kendaraan milikku sepeda!" Sahut Chen dengan polosnya setelah Chen berkata seperti itu Sehun pun langsung pergi begitu saja mungkin malu dengan perkataan saudaranya itu, dan di tanggapi oleh montir itu dengan wajah sedikit kesal karena harus memperbaiki sebuah sepeda bukan sebuah mobil atau motor yang biasa dia lakukan.

.

.

Di depan toilet sekolah terdengar suara-suara ribut dari dalam toilet, kalau di lihat di dalam toilet memang sedang terjadi masalah. Terdapat 7 namja yang sedang menyiksa 4 namja lainnya untuk membersihkan toilet sekolah tersebut.

.

"Kenapa di dalam ramai sekali ya?" Tanya Kris ntah pada siapa.
"Coba hyung, kau ngintip ke dalam!" Ucap Kai sedikit menyuruh Kris.
"Lebih baik kita ngintip bersama saja!" Ujar Suho memberi saran.
"Sepertinya itu lebih baik!" Kata Chanyeol setuju dengan Suho.
"Iya bagus juga idenya! ayo hyung kau pimpin jalan!" Ucap Kai ikut setuju.
"Ya sudah, ayo ngintip!" Ujar Kris sambil memimpin jalan setelah mereka mengintip ke dalam toilet dan melihat kejadian itu mereka ber-4 pun sedikit shock.
"Kenapa mereka kejam sekali?!" Bisik Sehun pelan yang sudah tiba di toilet dan sedang ngintip bersama ke-4 saudaranya itu.
"Astaga, kasian sekali!" Kata Chen tiba-tiba saat sampai di toilet dengan nada suara yang sedikit keras sehingga membuat ke-7 namja yang sedang menyiksa itu menengok ke arah ke-6 namja yang sedang mengintip itu.

.

.

.

.

.

.

-T.B.C-


.

.

.

.

.

.

Thanks yang sudah membaca, mereview, menfollow, serta menfauvorit FF abal-abalan ini.

.

.

Next? Please review!