Happy Together!
Chapter 3
Cast : All Member EXO and Other Cast.
Warning : Yaoi(boyXboy), typos bertebaran,
Alur kecepetan, Cerita gaje.
Rate : T
Genre : School Life, Family, sedikit humor, and Romance.
Desclaimer : Semua cast hanya milik tuhan, ff ini hanya milik saya.
Note : FF ini terinspirasi dari sebuah film.
Summary : Bahagia bersama!
.
.
.
.
.
.
Preview Chapter:
"Ya sudah, ayo ngintip!" Ujar Kris sambil memimpin jalan setelah mereka mengintip ke dalam toilet dan melihat kejadian itu mereka ber-4 sedikit shock.
"Kenapa mereka kejam sekali?!" Bisik Sehun pelan yang sudah tiba di toilet dan sedang ngintip bersama ke-4 saudaranya itu.
"Astaga, kasian sekali!" Kata Chen tiba-tiba saat sampai di toilet dengan nada suara yang sedikit keras sehingga membuat ke-7 namja yang sedang menyiksa itu menengok ke arah ke-6 namja yang sedang mengintip itu.
.
.
.
.
.
.
Happy Read ^_^
.
.
.
.
.
.
-Author P.O.V-
.
.
Di dalam kelas 2A terdapat 7 namja dan 6 namja lainnya terlihat sedang adu pandang dengan sinis satu sama lain.
.
.
"Sikap kalian benar-benar keterlaluan!" Ucap Kris memulai pembicaraan sambil memandang ke-7 namja yang berada di depannya.
"Memangnya siapa kau? kalian itu kan cuma anak baru!" Ujar Kibum santai.
"Tapi kalian sudah seenaknya menyuruh orang lain buat membersihkan toilet, kenapa tidak kalian saja yang membersihkannya?" Kata Kai kesal.
"Kita membersihkan toilet? oh sorry ya, kita sih malas melakukan itu!" Ucap Taemin jujur.
"Dasar aneh! kalian tidak mau melakukan itu, tapi kalian memaksa orang lain untuk melakukannya!" Sindir Chanyeol pada ke-7 namja itu.
"Memangnya kenapa? masalah buatmu?" Tanya Henry seadanya.
"Hei! kau kan yang kemarin?! kemana motorku?" Ujar Kris saat ingat dengan wajah Henry.
"Motormu ya? sudah ku lelang tuh! ya jika kau mau, kau bisa mengambilnya disini!" Kata Sungmin santai sambil memberikan sebuah brosur pada Kris.
"What?! motorku di lelang!" Ucap Kris kaget sambil menerima brosur dari Sungmin itu.
"Lelang itu bisa kok di batalkan, asal kau mau memperbaiki gerobak dagangan kami!" Ujar Henry memberi saran pada Kris.
"Hei semua! ada saem!" Kata Chen sedikit panik saat melihat seorang namja yang mengaku menjadi guru tadi masuk ke dalam kelas.
"Haha kau bilang dia saem? dia itu Luhan, teman kami!" Ucap Tao sambil tertawa.
"Apa?! jadi kau mengerjai kami?!" Ujar Suho sedikit kesal sambil menatap ke arah Luhan.
"Hehe iya, anggap saja yang tadi itu sebagai salam penyambutan untuk kalian!" Kata Luhan santai dengan sedikit tertawa.
"Kau pikir itu semua lucu, eoh?!" Ucap Sehun setelah berdiri tepat di depan Luhan dengan tatapan yang sulit di artikan lalu Luhan hanya bisa membalas tatapan Sehun dengan sedikit gugup.
.
.
"Baiklah anak-anak kita akan memulai pelajaran hari ini! lho, kenapa kalian saling bertatapan seperti itu?!" Ujar saem yang sebenarnya bingung saat mendapati murid-muridnya itu saling adu tatapan sinis.
"Tidak ada, saem!" Kata Sungmin singkat sambil duduk di bangkunya lalu di ikuti murid yang lainnya duduk di bangku masing-masing.
"Oke baiklah, kita absen dulu ya! Do Kyungsoo?!" Ucap saem sambil mulai mengabsen namun tak ada tanggapan dari murid yang di sebutkan tadi namanya.
"Lho kemana Kyungsoo?" Tanya saem bingung saat tidak melihat Kyungsoo di kelas.
"Hadir, saem!" Ujar Kyungsoo tiba-tiba setelah masuk ke dalam kelas sambil mengatur nafasnya yang sehabis berlari tadi.
"Oh baiklah, silahkan duduk Kyungsoo!" Kata saem mempersilahkan Kyungsoo untuk duduk.
"Terimakasih, saem!" Ucap Kyungsoo sambil berjalan ke arah bangkunya lalu duduk di bangkunya.
"Wah, rupanya kau juga sekolah di sini ya?" Ujar Kai senang pada Kyungsoo yang duduk tepat di sebelah bangkunya.
"Hehe iya, tuan muda Kai! tapi bisakah kau tak mengatakan pada siapapun soal aku menjadi pembantu di rumah tuan muda sekalian!" Bisik Kyungsoo pelan pada Kai.
"Oke kau tenang saja, semuanya akan di rahasiakan!" Kata Kai pelan sambil tersenyum ke arah Kyungsoo.
.
.
.
.
.
.
Siang hari di sekitar gudang sekolah, terdapat 3 namja yang menatap bingung ke arah gudang sekolah itu.
.
.
"Kau yakin kita harus membersihkan gudang itu?" Tanya Kris bingung.
"Ntahlah, bukankah kata murid itu kita di suruh saem untuk membersihkan gudang sekolah!" Jawab Sehun ikut bingung.
"Sudahlah, ayo kita bersihkan!" Ucap Chanyeol sambil berjalan masuk ke dalam gudang di ikuti ke-2 saudaranya itu.
.
.
"Lho kalian kenapa ada di sini juga?" Ujar Kris makin bingung saat mendapati ke-3 saudara lainnya ada di dalam gudang sedang bersih-bersih.
"Sudah tau kita sedang membersihkan gudang, kenapa hyung masih bertanya sih!" Kata Kai kesal karena membersihkan gudangnya tidak selesai-selesai.
"memangnya Kris-hyung, Sehun-hyung, dan Yeol-hyung di suruh bersih-bersih juga ya?" Tanya Chen penasaran sambil menatap ke arah ke-3 saudaranya itu.
"Iya, padahal gudang ini sangat kotor dan berantakan pasti sulit di bersihkan!" Jawab Chanyeol jujur.
"Iya kau benar, kita ber-3 saja dari tadi membersihkan gudang ini tidak selesai-selesai!" Ucap Suho sedikit kesal.
"Sepertinya kita di kerjain lagi!" Ujar Sehun curiga.
.
~Grekkk~ [Suara pintu gudang tertutup]
.
"Hei kenapa tertutup?! astaga, susah di buka! woy, yang di luar bukain pintunya!" Kata Kris berteriak sambil mencoba membuka pintunya namun sulit sekali seperti di kunci dari luar gudang.
"Sekarang bagaimana caranya kita keluar, hyungdeul?" Tanya Kai meratapi nasibnya.
"Sudah ku duga, kita pasti di kerjain!" Ucap Sehun mulai kesal.
"Aigoo, aku mulai lapar!" Ujar Chen jujur.
"Aish, kau ini! keadaan sedang seperti ini kau malah lapar!" Kata Suho sedikit kesal pada Chen.
"Sudahlah jangan ribut! kita harusnya berpikir caranya keluar dari sini!" Ucap Chanyeol menasehati Suho dan Chen.
.
.
"Oh tuhan, kita terjebak di sini hingga malam! perutku mulai lapar sekarang!" Ujar Kai sedih.
"Bahkan disini tak ada sinyal, jadi sulit menghubungi Kyungsoo!" Kata Kris sedikit kesal.
"Kalau saja kita tak mudah tertipu murid di sini, kita takkan berakhir seperti ini!" Ucap Chanyeol jujur.
"Ya ampun! siapa pun yang ada di luar tolong bukain pintunya!" Ujar Suho berteriak supaya yang di luar gudang mendengarnya.
"Percuma kau berteriak seperti itu, memangnya jam segini masih ada yang berada di sekolah?" Tanya Sehun seadanya.
"Kita kan harus mencobanya, hyung! siapa tau saja ada yang masih berada di sekolah dan mendengarnya lalu dia akan menolong kita!" Jawab Chen dengan yakin.
.
~Grekkk~ [Suara pintu gudang terbuka]
.
"Kenapa kalian masih berada di sekolah?" Tanya seorang guru olahraga setelah membuka pintu gudang.
"Kami di kunciin dari luar, saem!" Jawab Kai jujur.
"Oh begitu, ya sudah lebih baik kalian pulang sekarang!" Kata saem pada ke-6 namja itu.
"Iya saem, terimakasih!" Ucap ke-6 namja itu serempak.
"Sama-sama!" Ujar saem itu lalu berjalan pergi begitu saja.
"Ayo kita pulang!" Kata Kris pada ke-5 saudaranya lalu berjalan pulang ke rumah di ikuti ke-5 saudaranya namun tiba-tiba Sehun berhenti berjalan saat melihat sesuatu benda lalu dia mengambil benda tersebut dan menaruhnya di kantong celananya setelah itu Sehun berjalan kembali menyusul ke-5 saudaranya itu.
.
.
.
.
.
.
Di pagi hari yang cerah, namun tak sesuai untuk hati ke-6 namja yang sedang kesal karena terkena hukuman membersihkan toilet sekolah.
.
.
"Sial! gegara kemarin setelah istirahat kita di kunciin di gudang dan tidak mengikuti pelajaran selanjutnya, sekarang kita kena hukuman!" Ucap Kai kesal.
"Kenapa nasibku begini banget sih?!" Ujar Chen meratapi nasibnya.
"Nasibmu kan memang selalu sial!" Ejek Suho pada Chen.
"Enak saja kau bilang! aku tidak selalu sial tuh!" Kata Chen sedikit kesal dengan ejekan Suho.
"Hei sudahlah jangan ribut, sebaiknya kita bersihkan saja toilet ini!" Ucap Chanyeol menasehati Chen dan Suho.
"Lihat saja kalau aku tau siapa yang kunciin kita di gudang kemarin, aku akan memberi pelajaran padanya!" Ujar Kris yakin.
"Haha lihatlah teman-teman, anak baru yang sok menjadi pahlawan kemarin! sekarang terkena hukuman membersihkan toilet!" Sindir Sungmin tiba-tiba setelah masuk ke dalam toilet bersama ke-8 temannya.
"Kau?! pasti kau dan teman-temanmu itu kan yang mengerjai kami kemarin?!" Kata Kris kesal sambil menunjuk ke arah Sungmin dan teman-temannya.
"Hei kau itu jangan main asal tuduh saja dong! memangnya kau punya bukti, eoh?!" Ucap Tao ikut kesal.
"Kita pasti akan cari buktinya, lihat saja kalau ketahuan kalian yang melakukan hal itu! kami akan melaporkan kalian ke saem atas perbuatan kalian itu!" Ujar Kai yakin.
"Ya cari saja buktinya! kami tidak takut kok!" Kata namja yang mewawancarai ke-6 namja itu kemarin yang di ketahui bernama Byun Baekhyun.
"Ayo teman-teman, kita pergi dari sini!" Ucap Kibum santai sambil berjalan keluar toilet di ikuti ke-8 temannya.
"Bersih kan toiletnya yang benar ya!" Ejek Taemin pada ke-6 namja itu.
"Selamat menjalankan hukuman ya!" Ujar Luhan santai namun saat melihat sebuah gantungan handphone yang sangat di kenalnya berada di kantong celana Sehun, Luhan pun terlihat kaget setelah itu Luhan langsung berjalan keluar toilet menyusul teman-temannya tapi ternyata Sehun menyadari perubahan dari ekspersi wajah Luhan tadi lalu Sehun menyusul Luhan keluar toilet.
.
.
"Hei tunggu!" Kata Sehun sambil memegang tangan Luhan.
"Ada apa?" Tanya Luhan sedikit takut.
"Aku tau semuanya!" Ucap Sehun sambil menatap Luhan.
"Lalu kau mau apa? kau mau mengadukanku pada teman-temanmu itu? adukan saja aku tak takut!" Ujar Luhan sambil membalas tatapan Sehun.
"Kau tau Kris itu tidak pernah main-main dengan perkataannya! mungkin kau akan di beri pelajaran olehnya!" Kata Sehun santai.
"Aku tidak takut!" Ucap Luhan yakin.
"Baiklah, jika kau tak takut! lain kali jaga sikapmu, jangan suka mengerjai orang lain!" Ujar Sehun menasehati Luhan sambil sedikit mengelus kepala Luhan lalu berjalan masuk ke dalam toilet lagi untuk melanjutkan hukumannya.
"Apa yang dia lakukan?!" Gumam Luhan pelan dengan sedikit merona di wajahnya akibat perlakuan dari Sehun tadi sambil memandang kepergian Sehun.
.
.
.
.
.
.
Siang hari di kelas 2A, terjadi sebuah keributan karena sang guru sedang memberitahukan sebuah acara festival sekolah yang di adakan tiap tahunnya pada semua muridnya itu.
.
.
"Baiklah intinya yang akan mewakili kelas 2A untuk tampil adalah Chanyeol dan Baekhyun!" Kata saem mengakhiri pemberitahuan pada semua muridnya itu.
"Kenapa harus aku, saem?" Tanya Baekhyun sedikit tidak terima karena akan tampil bersama Chanyeol.
"Lho kenapa kamu bertanya seperti itu, Baekhyun? bukankah sudah jelas di kelas ini yang bisa memainkan piano dengan bagus ya cuma kamu! lagian kan Chanyeol juga bisa memainkan gitar dengan bagus, jadi jika kalian memainkan musik bersama mungkin akan menjadi penampilan yang sangat bagus! benarkan semuanya?" Ucap saem meminta persetujuan pada semua muridnya.
"Iya itu benar, pasti akan bagus!" Ujar Kai setuju.
"Iya Baek, kau tampil saja dengan Chanyeol!" Kata Lay mencoba membujuk Baekhyun.
"Ah iya baiklah, aku akan tampil dengannya!" Ucap Baekhyun pasrah.
"Hehe gitu dong, Baek! penampilan kalian berdua pasti banyak yang suka!" Ujar Luhan sambil tersenyum ke arah Baekhyun.
"Wah, kau harus semangat untuk acara festival nanti!" Kata Kris mencoba menyemangati Chanyeol.
"Iya itu pasti!" Sahut Chanyeol santai.
.
.
.
.
.
.
Malam hari di ruang keluarga dalam rumah yang cukup bagus, terdapat 6 namja yang sedang kumpul bersama.
.
.
"Ah sial, kita belum menemukan satu pun petunjuk tentang siapa yang kunciin kita di gudang kemarin!" Ucap Kris kesal.
"Iya aku jadi penasaran dengan orang yang melakukan itu!" Ujar Kai penasaran.
"Tapi kita juga tidak boleh asal menuduh ke-9 namja itu, Kris-hyung!" Kata Chen memberitahukan pada Kris.
"Iya aku tau kok, lagi pula aku hanya curiga! bukan menuduh mereka!" Ucap Kris santai.
"Hei kau tadi latihan bersama Baekhyun kan? apa ada sesuatu petunjuk?" Tanya Suho kepo pada Chanyeol.
"Tidak ada sepertinya, dia bersikap baik-baik saja tadi! tidak ada yang mencurigakan!" Jawab Chanyeol jujur.
"Sudahlah lupakan saja, lagi pula masalahnya sudah lewat dan kita masih baik-baik saja kan!" Ujar Sehun seadanya.
"Kau seperti mengetahui sesuatu, hyung?" Tanya Kai curiga.
"Tidak, aku tidak tau apa-apa! aku hanya memberi saran saja pada kalian!" Kata Sehun santai.
"Iya sepertinya perkataan Sehun-hyung benar deh, kita seharusnya lupakan saja masalah itu! lagi pula sikap mereka sedikit membaik sekarang pada kita!" Ucap Chen setuju dengan Sehun.
"Iya sih benar juga, ya sudahlah kita lupakan saja masalah itu!" Ujar Suho ikut setuju dengan Sehun.
"Baiklah, kita semua akan melupakan masalah itu!" Kata Kris seadanya.
"Sepertinya tuan muda semuanya sudah saling akrab, baguslah kalau begitu!" Batin Kyungsoo senang sambil mengintip ke-6 namja yang sedang asik membicarakan sesuatu itu.
.
.
.
.
.
.
Pagi hari yang cerah di ruang musik sekolah, terdapat 2 namja yang sedang latihan musik dengan serius.
.
.
"Aku tidak menyangkah namja sepertimu bisa memainkan piano dengan bagus seperti itu!" Ucap Chanyeol sedikit memuji Baekhyun.
"Aku suka memainkan piano sejak kecil, ayahku yang mengajarkannya!" Ujar Baekhyun sedikit bercerita tentang masa kecilnya.
"Benarkah? wah, pasti ayahmu seorang musisi berbakat!" Kata Chanyeol sambil menaruh gitarnya lalu berjalan ke arah Baekhyun yang sedang duduk di dekat sebuah piano.
"Tidak juga, tapi dia ayah yang paling ku sayang! berkat dia, aku jadi bisa memainkan piano dengan bagus seperti sekarang ini!" Ucap Baekhyun sambil tersenyum ke arah Chanyeol.
"Pasti ayahmu sangat bangga memiliki anak seperti dirimu!" Ujar Chanyeol sambil membalas senyuman Baekhyun.
"Iya tentu saja!" Kata Baekhyun santai.
.
.
"Hei Henry-ya!" Panggil Kris sambil menghampiri Henry yang sedang bediri di dekat balkon sekolah.
"Ada apa? apa kau ingin menyalahkanku?!" Tanya Henry curiga saat Kris berdiri di sampingnya.
"Tidak, aku hanya ingin bertanya soal motorku! kau bilang jika aku memperbaiki gerobak daganganmu itu, motorku akan di kembalikan padaku?" Jawab Kris santai.
"Iya motormu akan di kembalikan, jika kau memperbaiki gerobak dagangannya!" Ucap Henry jujur.
"Oke baiklah, nanti aku perbaiki! tapi kapan?" Ujar Kris yakin.
"Nanti sore saja, kau temui aku di taman kota!" Kata Henry memberitahu.
"Iya aku akan kesana nanti sore!" Sahut Kris seadanya.
.
.
.
.
.
.
-T.B.C-
.
.
.
.
.
.
For someone yang bernama dayu, salam kenal juga ya I'm Liam. ^_^ Thanks atas reviewnya ya, dan ya ff ini memang terinspirasi dari drama BSM. But hanya terinspirasi bukan meremake drama tersebut, karena ada beberapa scene yang ku ubah nantinya. ^_^
.
.
Thanks untuk semuanya yang sudah membaca, mereview, menfollow, serta menfauvorit FF abal-abalan ini. Dan sorry jika aku tidak menyebutkan nama kalian satu-satu. ^_^
.
.
Next? Please review!
