"Uchiha-san, kau akan duduk sebangku dengan Yamanaka-san, dan kau Yamanaka-san, kau harus membantu Uchiha-san untuk bisa beradaptasi disekolah ini."
" Tapi sensei, bukannya itu tugas sakura sebagai ketua kelas?."
" Ini adalah hukumanmu Yamanaka-san."
" Baiklah Sensei."
" Silahkan kalian berdua boleh duduk."
Ino dan Sasuke pun segera duduk dibangkunya dan pelajaran Kurenai-sensei pun segera dimulai.
" Kita bertemu lagi pirang, dan kau masih berhutang permintaan maaf padaku." Sasuke menyeringai sembari menatap gadis blondie itu.
" Heh?." Ino pun menoleh dan kembali menatap Sasuke seakan mengatakan 'apa maksudmu uchiha-san?'
Chapter 2
Flashback on
Sasuke'pov
Aku berjalan menyusuri jalanan kota konoha. Aku bukannya jalan tanpa tujuan, tapi aku akan berangkat sekolah, ya sekolah ku adalah Suna Internasional High School. Menurutku, sekolah adalah tempat yang membosankan. Aku lebih suka berjalan-jalan ditempat yang indah, mengabadikan pemandangan yang kulewati, dan aku lebih suka kesendirian.
" Ah sial kenapa ayah masih menyuruhku sekolah disini sih?. Padahal aku ingin ke Eropa bersama Itachi-nii." Aku mendengus kesal mengingat sikap ayahku yang tidak memperbolehkanku ikut ke Eropa bersama Kakaku. Padahal menurutku, Eropa punya berjuta-juta pemandangan yang indah, bangunan-bangunan antik,dan menarik yang bisa ku abadikan dan menghasilkan hasil karya seni Fotografi yang indah.
Burggghhhhhhhh
' Ah sial siapa yang menabrakku apakah dia tidak punya mata…'
" Hei apa kau tudak punya ma…." Aku mengangkat kepalaku untuk melihat siapa yang menabrakku dan aku akan langsung memarahinya karena sudah berani-berani menabrak keturunan Uchiha yang mempunyai sebagian dari dunia ini.
Deg
' Apa itu yang disebut Malaikat? Dia mempunyai rambut pirang panjang bergaya ponytail yang indah, tunggu mata Aquamarine nya pun begitu memukau yang membuat siapapun yang memandangnya akan merasa…nyaman dan…teduh. Tapi mata itu seolah menyimpan banyak sekali kesedihan sama seperti….mataku?'
" Hei tunggu kau belum minta maaf padaku." seolah tersadar dari lamunan, aku hanya bisa terdiam dan aku hanya bisa memandang punggung 'Malaikat' yang pergi menjauh itu.
' Konoha Internasional High School' hanya itu yang aku tahu bahwa 'Malaikat' itu sekolah disana.
" Hai Sasuke dia sudah pergi?, Sebegitu terpesonanya kah kau kepada gadis pirang itu?." Suara sahabat kecilku Jugo menyadarkanku dari lamunanku tentang 'Malaikat' itu.
" Apa maksudmu Jugo?."
" Hahaha berhentilah berpura-pura Sasuke, kita sudah bersahabat dari kecil , dan kau tidak pernah sekalipun memperhatikan wanita sampai seperti itu."
" Hn terserahlah." Akupun segera pergi meninggalkan Jugo yang kelihatannya masih ingin menggodaku.
Flashback off
" Ada apa Uchiha-san?." Ino masih memandang Sasuke yang seakan masih tidak mengerti maksud dari pemuda berambut raven itu.
" Aku tertarik padamu." Jawaban dari Sasuke sontak saja membuat Ino mengerutkan dahinya dan membuat perempatan didahinya yang 'agak' lebar itu.
" Apa maksudmu?."
" Eheemmmmmmmmmm Yamanaka-san Uciha-san jika kalian ingin kenalan lebih jauh lagi silahkan dilanjutkan di luar."suara Kurenai-sensei menyadarkan keduanya dari acara 'pandang-memandang' itu.
"Gomenasai sensei." Jawab keduanya hampir bersamaan walaupun suara Sasuke hampir tidak terdengar karena itu seperti gumaman.
'kantin*
" Hei-pig bagaimana menurutmu Sasuke?". Betulkan kataku dia sangat tampan?."
" Menurutku, biasa saja." Ino meminum es jeruk langganannya dan seolah acuh tak acuh dengan pembicaraan sakura.
" Hei kau ini, kalau aku bahkan mau membayar 10 mangkok Ramen Ichiraku untuk bisa duduk disamping Sasuke dan mengerjakan hukumanmu itu."
" Kalau begitu kau tawarkan saja pada Naruto dia pasti langsung memberikan tempat duduknya untukmu. Tapi Sakura, menurutku Uchiha itu orang yang aneh. Masa dia bilang dia ter…."
" Ter apa?" Sakura langsung memandang Ino dengan tatapan menyelidik yang langsung mendapat cengiran Ino yang getir.
" Maksudku, dia…"
" Ino kenapa kau disini? Bukannya kau harus membantuku untuk beradaptasi disekolah ini?."perkataan Ino terpotong oleh Sasuke yang sudah ada didepannya sambil menyilangkan lengan di depan dada.
" Gomen, tapi Uchiha-san bukankah kita belum akrab? kenapa kau memanggilku dengan nama kecilku?"
" Hahhhh aku ini pernah tinggal di Eropa, disana memanggil dengan nama kecil itu sudah biasa."
" Tapi…"
" Ayo aku ingin berjalan-jalan di Sekolah ini." Sasuke menggandeng atau lebih tepatnya menyeret Ino
untuk menemaninya dan sukses membuat Sakura membelalakan matanya.
*taman belakang*
" Bisakah kau lepaskan aku Uchiha-san?."
" Tidak mau, aku ingin selalu menggenggam tanganmu."
" Tapi aku tidak ingin dipegang olehmu Sasuke, Kau itu orang asing." Ino memalingkan mukanya dari Sasuke karena dia begitu kesal dengan sikap Sasuke Yang begitu seenaknya menarik tangannya dengan kasar.
" Ino.." Sasuke meraih dagu Ino kemudian dia mencakup wajah Ino dengan lengannya yang putih mulus itu dan sukses membuat Ino mau tidak mau harus menatap mata onyxs Sasuke.
' Kenapa denganku ini? Kenapa aku baru sadar Sasuke setampan ini?'
" Sudah mengagumi ketampananku Yamanaka?."
" Apa maksudmu siapa yang me…mmmphhhh" Sebelum Ino melanjutkan perkatannya, Sasuke sudah lebih dulu mengunci bibir Ino dengan bibirnya. Ciuman itu terasa semakin menuntut. Sasuke meraih tengkuk leher Ino seakan tidak mau melepaskan ciumannya dengan Ino. Sedangkan Ino lengannya hanya mematung disamping tubuhnya. Entah apa yang dia rasakan sekarang. Marah karena itu merupakan first kiss nya tetapi di sisi lain dia juga merasa ciuman Sasuke ini….hangat, oh Kami-sama entah apa yang ada dipikiran Ino sekarang.
" Sasu…" Ino berusaha melepaskan diri dari Sasuke karena dia merasa sudah kehabisan pasokan oksigen. Sasuke pun melepaskan ciumannya itu karena dia juga merasakan hal yang sama dengan Ino.
" Apa yang kau lakukan Sasuke? Kau mencuri ciuman pertama ku." Nada bicara Ino meninggi karena sekarang dia sudah sadar 'apa yang telah terjadi'
" Kau juga mendapatkan ciuman pertamaku Ino."Sasuke memandang Ino dengan wajah stoicnya.
" Aku membencimu Sasuke" Ino meninggalkan Sasuke tapi tangan Sasuke lebih dulu menahan lengan mungil Ino itu.
" Jadilah pacarku,Ino." Pernyataan Sasuke membuat Ino menunjukkan ekspresi tidak percaya. Bagaimana mungkin Sasuke yang baru bertemu dengannya kurang dari 24 Jam sudah menciumnya dan bisa menyukainya bahkan Sasuke meminta dia menjadi pacarnya. Apakah Sasuke selalu begini kepada semua gadis? Tapi tadi Sasuke bilang ini ciuman pertamanya juga? Berbagai pertanyaan muncul di benak Ino.
" Bagaimana kau bisa memintaku menjadi Pacarmu padahal kita baru saja bertemu,Sasuke?."
" Aku percaya bahwa cinta tidak mengenal waktu, tempat, dan ataupun yang lainnya Ino. Yang aku tahu setiap aku melihatmu rasanya nyaman, rasanya aku ingin selalu berada di dekatmu Ino."
" Itu benar-benar mustahil Uchiha-san. Bagiku sekarang kau hanya orang yang baru kukenal kurang dari 24 Jam. Aku tahu kau pernah tinggal di Eropa dan mungkin disana pernyataan seperti ini sudah menjadi kebiasaanmu, tapi ini Jepang Uchiha-san. Jadi jangan bercanda denganku." Ino pun melepaskan tangannya dari Sasuke dan berlari menuju kelasnya.
Didalam kelas Ino tidak tahu kenapa dia sangat gelisah untung saja jam istirahat masih berlangsung, dan kemudian Ino memilih jurus andalannya yaitu, tidur.
' Kenapa harus kau Ino?' suara batin seseorang yang lirih seakan menahan rasa sakit yang luar biasa bertanya dibelakang bangku Ino.
" Ino, bangun pelajaran Anko-sensei mau dimulai." Sasuke membangunkan Ino dengan mengusap lembut puncuk kepala Ino sebenarnya Sasuke tidak mau membuat Ino merasa terganggu.
" Hahhhhhh~ ". Ino menguap lebar sehingga membuat orang yang duduk disampingnya itu mau tidak mau harus menahan tawa geli.
" Kau kenapa tertawa?."
" Aku tidak tertawa." Kemudian sasuke memajang wajah datarnya lagi.
Sretttt srettttt
Anko-sensei memasuki kelas dan membuat kelas yang tadinya ricuh menjadi tenang kembali.
" Keluarkan buku tugas kalian."
" Sakura ayo kita pulang bersama."
" Maaf. Hari ini aku sibuk." Sakura meninggalkan Ino yang hanya Ber-oh karena dia tahu Sakura pasti akan mengerjakan tugas atau paling Sakura akan ke Toko Buku.
Ppppiiiipppp ppppiiiipppp
Suara klakson mobil itu mengagetkan Ino. Dan Ino segara menoleh untuk mengetahui siapa pemilik mobil disampingnya itu.
" Cepat masuk." Dan jreng jreng pemilik mobil itu adalah Uchiha Sasuke
" Kau berbicara padaku?." Jawaban Ino sukses membuat Sasuke mendengus kesal dan segera turun dari mobilnya kemudian berjalan kearah Ino.
" Kau mau apa Sasuke?." Sasuke makin merapatkan tubuhnya ke tubuh Ino dan membuat Ino mundur perlahan.
" Kau mau masuk sendiri apa aku yang harus menggendongmu, Ino?."
" Cihhh apa maksudku menggendongku Uchiha-san? Kan sudah kubilang kau itu Orang Asing dan aku tidak mau….kyaaa apa yang kau lakukan Sasuke? Cepat turunkan aku Uchiha Sialan." Ino masih tidak percaya apa yang baru saja Sasuke lakukan, bayangkan saja Sasuke menggendongnya seperti Karung Beras, Astaga.
" Kau gila atau apa Uchiha? Aku sudah bilang kan aku tidak suka dekat dengan orang asing!." Ucap Ino saat dia sudah duduk di dalam Mobil Sasuke.
" Apa ada orang asing yang sudah berciu….."
" Oke sekarang antarkan aku pulang saja. Jangan bicara lagi." Ino sengaja memotong Perkataan Sasuke karena dia tidak mau mengingat-ngingat lagi 'insiden' tadi.
" Dimana rumahmu?."
" Sudah menyetir saja, Aku sudah mengaturnya pada GPS mu." Ino kemudian langsung menyenderkan kepalanya kekursi empuk dari mobil yang mahal itu sesudah dia mengatur GPS untuk jalan ke jangan ditanya Ino sekarang sudah tidur. Sekali lagi pemirsa tidur.
" Dasar kau memang tukang tidur, Malaikat."
Tidak terasa setelah 30 menit mobil mahal Sasuke sudah sampai didepan apartemen Ino. Dan setelah memarkirkan mobilnya Sasuke pun berniat untuk membangunkan Ino.
" Kenapa kau selalu tidur Ino?." Jarak Sasuke dan Ino hanya 5cm. Sasuke memperhatikan wajah Ino dengan seksama. Bukannya dia tidak pernah melihat gadis secantik Ino, tapi selama ini belum ada gadis yang membuatnya seperti ini. wajah Ino membuatnya nyaman, membuatnya ingin selalu berada disisi gadis berambut blondie itu.
" Ino bangun, kita sudah sampai."
" Mmm. aku…." Mata Aquamarine itu sedikit demi sedikit terbuka dan terbuka sepenuhnya ketika pemilik mata indah itu menyadari bahwa wajah Sasuke hanya tinggal beberapa sentimeter lagi dari wajahnya.
" Apa yang mau kau lakukan Sasuke?." Ino memundurkan kepalanya untuk tidak terlalu dekat dengan wajah stoic itu. Tapi nihil karena Ino sudah benar-benar menempel di jok mobil sang Uchiha itu.
" Aku hanya membangunkanmu." Dengan wajah yang tetap datar Sasuke tidak sedikitpun memundurkan wajahnya dari wajah Ino.
" Mengapa wajahmu terlalu dekat dengan wajahku?."
" Kita bahkan pernah lebih dekat daripada ini Ino."blush wajah Ino langsung memerah mengingat kejadian tadi di halaman belakang sekolah. Sedangkan Sasuke? Jangan ditanya bungsu Uchiha itu masih saja menampilkan wajah datarnya seperti merasa tidak bersalah dengan ucapannya yang membuat gadis pirang ini merona hebat.
" Oke baiklah, sekarang mundurkan wajahmu Sasuke, aku sudah bangun."
" Hn." Hanya jawaban singkat yang diberikan Sasuke sambil memundurkan wajahnya. Setelah Ino merasa wajah Sasuke sudah jauh dari wajahnya dia mengatur wajahnya agar tidak merona lagi karena jika Sasuke menyadari nya pasti itu akan sangat memalukan.
" Baiklah cepat turun Ino? Apa kau mau tidur lagi disana?"
" Baiklah Uchiha." Ino mendengus kesal karena acara tidurnya di ganggu oleh Uchiha Sasuke.
" Ayo. " Sasuke mengulurkan tangannya untuk digandeng oleh Ino tapi Ino malah menyeritkan dahinya heran dengan tangan tersebut.
" Kau mau kemana Uchiha-san.?"
" Aku mau ke apartemenmu, aku lelah."
" oh." Ino hanya Ber-oh ria tapi setelah itu…..
" APAAAAAAAAA? KAU MAU KEMANA SASUKE?"
=TO BE CONTINUE=
Maaf kalau Chapter ini pendek banget dan Author mau ngucapin terimakasih buat yang udah meriview tadinya kalau gaada 10 yang ngeriview author gabakalan update lagi hiks hiks hiks…. Karena author ngerasa fanfic ini abal banget alurnya cepet banget tapi percayalah author buat fanfic ini dengan penuh rasa cinta pada pairing Sasuino.
Special Thanks buat 5 reviewers pertama: Hime Yamanaka, Venomous Nell-chan, Momoeruna, Noor Wahdah, Silverqueen98. Kalian dapat pelukan terhangat dari Author sini peyuk peyukkkk ({}) ({})
