Failed Cupid
Main Cast : Cho Kyuhyun
Kim Kibum
Other Cast : Kim (Cho Heechul) as eomma kyuhyun
Seohyun
Kim Ryeowok,
Kim Sahee (kibum's sister)
Shim Changmin, dll
Genre : Romance, comedy, fantasy
Summary : Cho kyuhyun, cupid yang sedang menjalani masa training, mendapat tugas untuk membuat seorang namja kutu buku yang memiliki sifat yang sangat dingin dan cuek untuk jatuh cinta.
Happy Reading
"mianhae" ucap kyuhyun pelan pada kibum yang duduk di sampingnya sambil sesekali mencuri – curi pandang pada kibum yang tampak tenang sambil menatap langit malam yang sudah kembali gelap, pesta kembang api sudah berakhir beberapa menit yang lalu.
"kenapa kau meminta maaf?" tanya kibum
"karna aku merepotkanmu lagi" lirih kyuhyun, yah dia merasa tidak enak karna kibum selalu menolongnya, bukankah seharusnya dia yang membantu kibum, "dan, seharusnya kau bisa menikmati kembang api bersama wookie hyung, padahal aku sudah meninggalkan kalian agar bisa berdua ... akhh" gumam kyuhyun yang diakhiri dengan pekikan karna kibum tiba – tiba mencengram tangannya kuat, "bum, apa – apaan? Sakit" ucap kyuhyun berusaha melepaskan tangannya, namun tangan kibum memegang tangannya dengan kuat, dan mata hitam sekelam malam itu menatapnya tajam, kalau saja tatapan bisa membunuh mungkin kyuhyun sudah menjadi makhluk tak bernyawa saat ini.
"apa kau belum menyerah juga kyu?" tanya kibum lirih yang langsung membuat rontaan kyuhyun berhenti, kedua mata itu akhirnya berpandangan, "sekuat apapun kau mencoba, aku tidak akan bisa" gumam kibum
"wae?" tanya kyuhyun, mendadak dia gugup ditatap kibum seperti itu
"karna aku, a-aaku" ucap kibum terbata, "sudahlah" ucapnya sambil melepaskan tangan kyuhyun dan mengalihkan tatapanya ke arah lain, "kau tidak akan mengerti" ucapnya, kibum tidak akan bisa mengatakan alasan sebenarnya pada kyuhyun.
"bum, kalau kau tidak menemukan cinta sejatimu, aku tidak akan bisa pulang" gumam kyuhyun
"bagaimana kalau memang itu yang kuinginkan" ucap kibum
"mwo?" tanya kyuhyun tidak mengerti mengapa kibum berkata seperti itu
"lupakan, kalau kau benar – benar ingin pulang baiklah, akan kukabulkan" ucap kibum dengan nada datar, "dan kau jangan menyesal" lanjutnya
.
.
"kyu kau darimana saja, astaga aku sangat khawatir, kau baik – baik saja kan?, maaf aku tidak bisa menjagamu" ucap changmin panjang lebar begitu melihat kyuhyun dan kibum datang, dia sendiri menunggu bersama ryeowook di pintu masuk sejak tadi, dia kebetulan bertemu ryeowook saat sedang mencari kyuhyun.
"n-ne gwenchana" jawab kyuhyun
"kau yakin?" tanya ryeowook perhatian
Kyuhyun mengangguk mantap, "gwenchana wookie hyung, mianhae merepotkan kalian" sesal kyuhyun sambil membungkuk sekilas, dia pasti sudah menyulitkan banyak orang.
"syukurlah" ryeowook memeluk kyuhyun, namja manis ini memang sangat baik dan perhatian, wajar kalau kyuhyun menyukainya dan ingin menjodohkannya dengan kibum.
"sebaiknya kita pulang" potong kibum
"kau benar, sudah mau malam, eomma akan marah kalau kita pulang kemalaman" sahut ryeowook
"baiklah, kita akan berpisah disini, aku membawa motor" ucap changmin, namja tampan itu lalu menatap kyuhyun sambil tersenyum lebar, "kyunnie, maukah besok kau berangkat bersamaku?" ajak changmin
"huh?" bingung kyuhyun, namja manis itu melirik ke arah kibum yang tampak cuek
"sebaiknya kau terima saja, besok aku akan berangkat dengan ryeowook-ssi" ucap kibum datar tanpa melihat ke arah kyuhyun yang sedang menatapnya.
"kalau begitu deal" putus changmin senang, "selamat malam kyunnie" pamit changmin sambil mengacak rambut lembut kyuhyun, setelah berpamitan changmin langsung pergi sambil sesekali melambai ke arah kyuhyun.
"changmin-ssi, sepertinya tidak ingat ada kami" ucap ryeowook geli, namja manis itu merangkul lengan kyuhyun, "kyunnie, sepertinya changmin-ssi menyukaimu" ucapnya menggoda namja manis yang menurutnya sangat imut dan menggemaskan itu.
"t-tidak mungkin" ucap kyuhyun sambil tertawa terpaksa, sesekali dia melirik takut – takut ke arah kibum, namun namja tampan itu tidak menoleh ke arahnya sama sekali, bahkan selama perjalanan pulang pun kibum tidak bicara atau melihatnya sama sekali, sebenarnya ada apa dengan kibum, baru saja tadi mereka berbaikan, sekarang namja tampan itu sudah marah lagi tanpa sebab.
.
.
"kibum" kyuhyun memanggil kibum saat mereka tidak sengaja bertemu di depan toilet, kyuhyun tersenyum dan hendak menyapa kibum, namun namja tampan itu melewatinya begitu saja, seolah – olah tidak melihatnya, atau seolah – oleh mereka tidak saling kenal, dan kyuhyun merasa sangat sedih saat kibum mengabaikannya, ini bahkan sudah tiga hari sejak mereka pergi ke lotte world, dan kibum benar – benar bersikap dingin dan acuh padanya, mereka memang masih berada di rumah yang sama, di kamar yang sama, tapi kibum hanya sibuk sendiri kalau mereka sedang dikamar, atau bahkan kibum hanya akan masuk kamar kalau hari sudah benar – benar malam, bahkan beberapa hari ini kibum selalu berangkat dengaan ryeowook, kyuhyun sendiri di jemput oleh changmin, walau awalnya changmin mendapatkan tatapan tajam dari dahyun yang tidak rela changmin mendekati calon menantunya, tapi eomma dari kim kibum dan kim sahee itu bisa apa, saat anak tampan tapi menyebalkannya itu lebih memilih berangkat dengan anak tetangga barunya, tidak mungkin juga dia membiarkan kyuhyun berangkat sendiri, jadilah dahyun merelakan kyuhyun berangkat bersama changmin.
"bosan" keluh kyuhyun, biasanya dia mengikuti kibum kemanapun, merengek, merajuk bahkan merayu kibum mengikuti keinginannya, tapi sekarang kibum benar – benar seperti tidak mengenalnya, membuat kyuhyun merasa kesepian, bukan kyuhyun tidak punya teman yang lain tapi kyuhyun terlalu terbiasa dengan kibum, walau dia yang lebih banyak bicara saat mereka bersama.
Kyuhyun memilih duduk di taman belakang sekolah setelah dari toilet daripada kembali ke kantin, dia sedang memikirkan sikap aneh kibum, kenapa kibum marah padanya, mendiamkannya?, apa karna kyuhyun masih mencoba menjodohkannya dengan ryeowook, tapi bahkan sekarang mereka sudah sangat akrab, lalu appa salahnya?
Pandangan kyuhyun tidak sengaja tertuju pada dua orang namja yang baru saja datang, kyuhyun mengenali mereka kibum, dan ryeowook, ck dari semua tempat di sekolah ini kenapa mereka harus pergi ke tempat yang sama dengannya, kyuhyun sedang tidak ingin melihat mereka, mereka tampak akrab dan itu menyebalkan.
"mwo? Apa aku kesal?" tanya kyuhyun pada diri sendiri
"ada apa denganmu? Otakmu eror, seharusnya kau senang, bukankah itu artinya sebentar lagi aku bisa pulang" kyuhyun memukul – mukul pelan kepalanya sendiri, kyuhyun tidak tau, dia merasa tidak nyaman melihat kibum dan ryeowook bersama, padahal sebelumnya dia mati – matian mencoba menjodohkan mereka.
"kyu kenapa kau memukul kepalamu seperti itu? Apa kau sakit?" tanya changmin yang tiba – tiba muncul
"changmin-ssi, kenapa kau bisa disini?" tanya kyuhyun heran
"changmin-ssi lagi?" tanya changmin tidak percaya
"ahh mian, maksudku cwang" ralat kyuhyun
"tadi aku mencarimu ke kelasmu dan kantin tapi teman – temanmu bilang kau tidak ada, biasanya kau bersama kibum, mereka bilang kibum ada di taman, dan aku kesini" jelas changmin panjang lebar, "tapi dimana kibum?" tanya changmin yang tidak melihat kibum yang memang berada di sisi lain taman
"disana" jawab kyuhyun ketus
Changmin mengikuti arah yang di tunjuk changmin, "ahh, mereka tampak akrab, padahal biasanya kibum sangat sulit dekat dengan orang baru, akupun baru bisa dekat dengan kibum setelah setahun mengenalnya" ucap changmin semakin membuat hati kyuhyun panas. "ohh kyu aku ingin bertanya sesuatu, tapi kuharap kau tidak marah, sebenarnya apa hubunganmu dengan kibum?" ucap changmin lagi sambil mendudukkan dirinya di samping kyuhyun, memang sudah lama dia penasaran dengan hubungan kihyun, bahkan kyuhyun tinggal di rumah kibum.
Kyuhyun terdiam, otak pintarnya berfikir keras, apa hubungannya dengan kibum, kyuhyun cupid dan kibum tuannya, tidak mungkinkan dia menjawab seperti itu, "kami teman lama" jawab kyuhyun tidak yakin
"ahh, benarkah, leganya" ucap changmin senang
"wae?" tanya kyuhyun
"kau mungkin tidak menyadarinya, tapi aku menyukaimu" ungkap changmin tulus, yahh dia sudah jatuh cinta pada pandangan pertama pada namja manis ini. "sejak pertemuan pertama kita, kurasa aku sudah jatuh cinta padamu"
"mwo?!" kaget kyuhyun dengan pernyataan cinta mendadak dari changmin
"bagaimana bisa?" gumam kyuhyun
"ahh kau pasti kaget, kita bahkan belum lama saling kenal, tapi kau benar – benar namja spesial untukku kyunnie" ungkap changmin sungguh – sungguh
Kyuhyun menunduk, wajahnya menyiratkan rasa tidak percaya sekaligus rasa bersalah, "mianhae" ucapnya pelan
Changmin terdiam lalu tersenyum tipis, mendengar kata maaf dari kyuhyun saja dia tau cintanya sudah ditolak, "gwenchana, aku hanya ingin mengatakannya" ucap changmin masih tetap tersenyum
"aku menghargai perasaanmu, tapi aku hanya menganggapmu sebagai teman, teman yang baik" sesal kyuhyun, sungguh kyuhyun sudah menganggap changmin seperti temannya sendiri, dia sangat mirip dengan max, sahabat kyuhyun di dunia cupid.
"arraseo, gwenchana, kau jangan merasa bersalah begitu" changmin merasa bersalah melihat wajah bersalah kyuhyun, dia lebih suka melihat wajah polos dan ceria kyuhyun, walau beberapa hari ini dia lebih sering melihat wajah murung kyuhyun.
"apa kau sedang ada masalah?" tanya changmin setelah beberapa saat keduanya hanya diam
"hmm, apa terlihat seperti itu?" tanya kyuhyun
"eumm ne, kau terlihat murung" ucap changmin jujur
"kibum marah padaku" curhat kyuhyun, namja manis itu tanpa sadar mengerucutkan bibirnya, membuat namja di depannya gemas, hahh changmin sabarlah kau harus berusaha menahan perasaanmu.
"waeyo?" tanya changmin, kedua tangannya menggenggam erat bangku kayu yang dudukinya, menahan diri agar tidak mencubit pipi chubby menggemaskan milik kyuhyun.
"molla, dia memang namja dingin menyebalkan dan tidak jelas, tiba – tiba saja dia mendiamkanku" kesal kyuhyun, namja manis itu mengeluarkan emosinya. "seharusnya dia mengatakan kalau aku ada salah, bukan hanya diam saja" gerutu kyuhyun lagi
"sabarlah, bukankah kibum memang begitu, dia tidak banyak bicara, mungkin dia sedang butuh ketenangan" ucap changmin hati – hati, bisa – bisa dia yang kena luapan emosi kyuhyun
"tapi tidak bisa begitu, mana aku mengerti kalau dia diam saja" kesal kyuhyun, masih mengeluarkan uneg - unegnya
"kyunnie, tenanglah" ucap changmin takut, ternyata namja semanis kyuhyun kalau marah bisa menyeramkan juga.
"ehh mianhae cwang" sesal kyuhyun dia tidak sadar malah membentak – bentak changmin yang tidak salah apapun
"gwenchana" sahut changmin sambil tersenyum tipis
"akhh" pekik kyuhyun tiba – tiba
"wae?, kyu?" panik changmin saat melihat kyuhyun mengucek matanya
"ada sesuatu yang masuk mataku" jawab kyuhyun sambil tetap mengucek matanya yang terasa perih dan gatal
"jangan dikucek, nanti infeksi" changmin menahan tangan kyuhyun, namja tinggi itu mendekatkan wajahnya ke wajah kyuhyun, tangan besarnya memegang wajah kyuhyun untuk menghadapnya, dibukanya mata kyuhyun perlahan, "biar kutiup" ucap changmin, kyuhyun akhirnya diam, matanya terasa dingin saat changmin meniup matanya, ohhh posisi keduanya yang sangat intim dan seperti orang berciuman ini mungkin saja membuat orang lain salah paham, salah satunya adalah namja yang sejak tadi memperhatikan keduanya.
"kibum-ssi, kibum-ssi" panggil ryeowook, namun kibum tak juga menyahut, ekspresi wajah namja tampan itu justru terlihat mengeras. "kibum-ssi, ada apa?" tanya ryeowook
"anny, kajja kita pergi dari sini" ucapnya, namja tampan itu mengalihkan tatapannya dari dua namja yang sedang bermesraan di kursi taman, tanpa sadar kibum mengepalkan tangannya erat, ada rasa marah dan kecewa dihatinya.
.
.
Dahyun menatap kesal ke arah kyuhyun dan kibum yang tampak sibuk dengan kegiatan masing – masing, padahal biasanya kalau sedang senggang dan santai keduanya sudah membuat keributan, entah itu bertengkar, berebut remot tv, PSP, atau berebut makanan ringan yang dibuat dahyun, walaupun biasanya akan berakhir dengan kibum yang mengalah pada kyuhyun karna tidak tega melihat wajah memelas yang menggemaskan milik namja manis itu, tapi hari ini, ahh bukan hanya hari ini, lebih tepatnya sejak beberapa hari yang lalu, rumah ini begitu sunyi, tidak ada perdebatan antara kibum dan kyuhyun ataupun suara rengekan kyuhyun, rumah ini begitu tenang, tenang yang sangat tidak biasa bagi dahyun.
"yak! Kalian sebenarnya kenapa?" tanya dahyun sambil berkacak pinggang, yeoja yang masih tampak cantik diusianya itu bahkan masih memegang centong sayur ditangannya, dan mengayun – ayunkannya di depan kibum dan kyuhyun.
"wae eomma?" tanya kibum dengan nada datar seperti biasa, namja tampan itu mengalihkan pandangannya dari buku yang sedang dibacanya untuk menatap eommanya yang nyentrik itu. Bahkan kyuhyun yang duduk di sisi yang bersebrangan dengan kibum juga ikut mengalihkan pandangannya dari PSP yang dimainkannya.
"kau tanya kenapa kim muda, kalian yang kenapa?" tanya dahyun lagi, "kalian bersikap aneh beberapa hari ini, tidak saling bicara, tidak berdebat, tidak bertengkar, tidak berangkat bersama kesekolah, bahkan sekarang kalian duduk berjauh – jauhan" tanya dahyun sambil menunjuk tempat duduk kibum dan kyuhyun yang memang jaraknya cukup jauh.
"tidak ada apa – apa" jawab kibum cuek sambil kembali menekuni bukunya
"yahh lihat eomma kalau eomma sedang bicara" kesal dahyun, hampir dia memukulkan centong sayur yang dipegangnya ke kepala kibum, tentu dia tidak akan tega memukul kyuhyun, calon menantu kesayangannya, jadi dia akan menganiaya kibum saja.
"aishh eomma, berhentilah menggangguku, kami kan tidak harus selalu bersama, dia bahkan bukan siapa - siapaku, terserah aku mau dengan siapapun, dan dia juga terserah dengan siapapun" ucap kibum, setelah itu dia meninggalkan eommanya dan juga kyuhyun yang hanya bisa terdiam mendengar ucapan kibum yang menyakitkan itu.
Dia bahkan bukan siapa – siapaku, bukan siapa – siapa, bukan siapa - siapa Kata – kata itu terus terngiang di telinga kyuhyun, hatinya sakit, kyuhyun bahkan tidak sadar setetes air mata sudah mengalir di pipinya.
"kyunnie" lirih dahyun
Kyuhyun dengan cepat menghapus air matanya, dia juga tidak mengerti kenapa kata – kata kibum begitu menyakitkan untuknya.
"gwenchana chagy?" tanya dahyun lembut, huhh liat saja dia akan membalas kibum karna sudah menyakiti calon menantunya
"eumm, gwenchana eomma haha" kyuhyun tertawa pelan, tapi dahyun tau kyuhyun tidak benar – benar tertawa, "eomma kyu ke kamar sahee dulu, tadi sahee meminta kyu membantunya mengerjakan PR" ucap kyuhyun lalu pergi meninggalkan dahyun, dia hanya tidak ingin terlihat menyedihkan di depan dahyun, sebenarnya kyuhyun bisa saja pergi ke kamarnya, tapi pasti disana ada kibum, dan dia sedang tidak ingin melihat kibum.
aku harus melakukan sesuatu, kibum benar – benar sudah keteraluan, batin dahyun sambil tetap memperhatikan kyuhyun yang berjalan menjauh dengan lesu.
.
.
"eomma!" panggil kibum, memasuki rumah sambil menyeka keringat yang membasahi daerah wajahnya, namja tampan ini baru saja selesai olahraga pagi. Dahi kibum berkerut bingung saat tidak menemukan sang eomma yang biasanya sudah sibuk di dapur pada jam segini, appanya juga biasanya sudah menikmati kopi pagi ditemani dengan koran, namun rumah tampak begitu sepi, di meja makan pun tidak ada apa – apa.
Tidak ingin ambil pusing kibum melangkah ke kamarnya, dilihatnya kyuhyun masih bergulung di dalam selimut, sam nampak tertidur di atas perut namja manis itu, padahal tadi pagi saat kibum bangun sam masih tertidur di lantai, tapi sepertinya dia pindah ke atas kyuhyun, kibum sendiri heran mengapa anjing kesayangannya itu sangat menyukai kyuhyun.
Kibum menatap wajah polos kyuhyun yang hampir tertutup selimut, beberapa hari tidak mendengar rengekan namja manis itu dia rindu juga, tapi dia juga enggan untuk mulai bicara duluan pada kyuhyun, gengsinya terlalu tinggi.
"hey sam, kau bisa membuatnya sesak nafas, badanmu itu berat" dengan hati – hati kibum memindahkan badan sam yang menimpa kyuhyun dan membawa anjing putih itu tidur di sisi lain ranjang, tempatnya semalam, sebisa mungkin untuk tidak mengganggu tidur nyenyak kyuhyun.
Setelah memastikan sam tidak mengganggu tidur kyuhyun kibum keluar kamar, menuju kamar di samping kamarnya, kamar sahee, biasanya gadis kecil itu sudah ribut pagi – pagi tapi ini bahkan suaranya saja belum terdengar. Kibum membuka pintu bercat merah muda itu, keadaan masih gelap karna khorden belum dibuka, apa adiknya masih tidur? Tumben sekali.
"mwo?!" kaget kibum saat menemukan kasur adiknya dalam keadaan rapi dan kosong, apa adiknya sudah bangun, tapi dimana dia sekarang?, kibum kembali melangkah keluar kamar, mengelilingi rumah, mencari keberadaan sahee, eomma dan appanya, tapi mereka tidak ada dimanapun, kibum bahkan sampai mengecek kamar orangtuanya, dan mereka juga tidak ada disana, kasur mereka begitu rapi seolah mereka memang tidak tidur disitu semalam.
"kemana mereka sebenarnya?" gumam kibum sambil melangkah didapur, membuka laci tempat penyimpanan kopi, sepertinya pagi ini dia harus membuat kopi sendiri. Setelah mendapatkan bubuk toples berisi kopi itu kibum kembali menutup laci, namun tangannya terhenti saat melihat note yang tertempel di laci.
Kibum sayang ini eomma ^^
Eomma, appa, dan sahee akan pergi ke rumah nenek, jadi jangan mencari kami, baik – baiklah dirumah, dan eomma tidak mau tau kau harus cepat berbaikan dengan kyunnie! Kalau kalian tidak berbaikan juga, eomma akan mencincangmu!
Ps: bahan makanan sudah lengkap di kulkas, memasaklah bersama kyunnie^^
"eomma" geram kibum sambil meremas note di tangannya, harusnya dia tau, ini pasti salah satu dari tingkah absurd eommanya, ck, itu artinya sekarang dia hanya berdua saja di rumah dengan kyuhyun, apa yang harus dia lakukan, bahkan hubungan mereka sedang tidak baik.
"eoh?! Sepi sekali"
Kibum menoleh saat mendengar suara dari arah tangga, dilihatnya disana kyuhyun yang sepertinya baru bangun tampak menuruni tangga, sesekali cupid manis itu menguap, tangannya mengusap matanya, dan rambutnya mencuat kesana kemari, pemandangan yang sangat manis sebenarnya, namun kibum tidak mau mengakuinya.
"eh?!" kyuhyun kaget saat melihat kibum ada di dapur, dia ingin berbalik tapi terlihat jelas sekali kalau dia menghindari kibum, akhirnya kyuhyun hanya duduk di kursi makan, matanya melirik kesana kemari, mencari keberadaan eomma, appa, dan sahee.
"mereka pergi ke tempat nenek" ucap kibum dengan nada datar
"eoh, ne" sahut kyuhyun seadanya, dia terlalu kaget mendengar kibum bicara, padahal beberapa hari ini dia terus mendiamkannya. "jadi kita hanya berdua?" gumam kyuhyun, namun kibum bisa mendengarnya.
"tidak, ada sam" sahut kibum
Keduanya lalu terdiam, suasana canggung dan mencekam sangat terasa di dapur sekaligus ruang makan yang cukup luas itu. "mau kubuatkan sarapan?" tanya kyuhyun, bukan hanya untuk menghilangkan suasana canggung antara dia dan kibum tapi juga karna perutnya sudah benar – benar lapar.
"kalau kau tidak keberatan" jawab kibum cuek, ohh sejak kapan mereka jadi seasing ini
"arra" kyuhyun lalu bangun dari duduknya, dia hanya akan membuat roti isi sederhanya, karna dia memang tidak bisa memasak, kyuhyun mengambil roti dan diolesinya selai coklat untuknya, dan untuk kibum dia memberikan selai kacang, kibum tidak suka yang terlalu manis, kyuhyun ingat itu.
Kyuhyun juga akan membuat kopi dan susu coklat untuknya, mengingat kibum tadi tidak jadi membuat kopi setelah menemukan note dari eommanya.
Kyuhyun menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dia tidak tau takaran untuk membuat kopi.
"satu setengah sendok kopi dan sesendok gula, untuk susu coklat masukan dua sendok" ucap kibum
"ne" kyuhyun mengikuti instruksi kibum, kyuhyun sedikit kesulitan saat akan menuang air panas, "akhhh" ringis kyuhyun saat tangannya tidak sengaja tersiram air panas.
Kibum yang mendengar pekikan kyuhyun langsung menghampiri namja manis itu, meraih tangan kyuhyun yang sekarang tampak memerah karna memang kulit kyuhyun terlalu sensitif, tanpa banyak bicara kibum membawa tangan kyuhyun ke arah bak cuci piring, membuka keran dan menyiram tangan kyuhyun dengan air dingin, ringisan terdengar dari bibir kyuhyun saat air dingin itu menyentuh tangannya. Setelahnya kibum mengelapnya pelan dengan handuk bersih, membawa kyuhyun duduk di sofa, sebelum meninggalkan namja manis itu untuk mengambil salep untuk luka bakar, kibum masih melakukannya dalam diam, kyuhyunpun tidak tau akan mengatakan apa. Dengan telaten kibum mengobati tangan kyuhyun sambil sesekali meniup – niupnya pelan, berusaha mengurangi rasa perih dan panas di tangan kyuhyun.
"gomawo" gumam kyuhyun pelan
"BODOH! Kau memang bodoh!, kalau kau tidak bisa jangan memaksa melakukannya!, buat repot saja!" bentak kibum keras tepat di depan kyuhyun, namja tampan itu terlihat marah sekali.
"m-mian" sesal kyuhyun sambil menunduk dalam, lagi – lagi dia merepotkan kibum
"jangan lakukan, kalau itu hanya akan melukai dirimu sendiri!" marah kibum lagi, kyuhyun semakin menunduk, tidak berani menatap kibum, kibum benar – benar marah, tanpa kyuhyun tau kalau kibum sebenarnya khawatir padanya.
Kibum menarik nafas sejenak untuk meredakan emosinya, namja tampan itu lalu merapikan kotak obat dan hendak mengembalikan ke tempatnya, namun baru beberapa langkah kibum merasakan seseorang memeluk pinggangnya erat.
"h-hiks, kibum miahae, mianhae aku salah h-hiks" suara kyuhyun terdengar, diselingi oleh isakan keras, kibum bahkan bisa merasakan punnggungnya basah karna airmata kyuhyun. "jangan marah padaku, jangan mendiamkanku, jangan acuh padaku h-hiks" ucap kyuhyun lagi, namja manis itu terdengar sedih sekali, yahh kesabaran kyuhyun sudah habis, hatinya terlalu sesak melihat kibum selalu mengabaikannya, seolah – olah tidak mengenalnya.
"k-kau boleh memukulku, membentakku, tapi jangan mendiamkanku, di dunia ini aku hanya punya kibum" lirih kyuhyun, ya kibum teman pertamanya di dunia yang tidak dia kenal ini, walau ada sahee, eomma appa kim bahkan changmin, namun kibum istimewa, dia orang pertama yang kyuhyun kenal, kyuhyun tidak bisa kalau kibum marah padanya.
Kibum masih diam, tidak bergerak untuk melepas ataupun membalas pelukan kyuhyun, dia juga tidak ingin hubungan mereka menjadi canggung seperti ini, tapi kibum terlalu kecewa dengan kyuhyun. perlahan kibum melepaskan tangan kyuhyun yang melingkar di perutnya.
Kyuhyun menatap punggung tegap kibum tidak percaya, apa kibum tidak memaafkannya, air mata kyuhyun semakin deras keluar, dia merasa sangat sedih, namun tangisnya tiba – tiba saja berhenti saat merasakan sepasang tangan memeluknya erat.
"jangan menangis, aku tidak suka melihat kau menangis, kau sangat jelek" ucap kibum menenangkan namun tetap ada ejekan di sana.
"hueeee kibummmm" tangis kyuhyun justru semakin keras, namja manis itu menenggelamkan wajahnya di dada kibum
"ya, kenapa tambah keras" ucap kibum frustasi, dia tidak biasa menghadapi orang menangis, terutama namja berisik seperti kyuhyun
Srrruuuttttt, kibum berusaha melepaskan pelukan kyuhyun saat mendengar bunyi menjijikan itu, "YA! Kyu jangan mengelapnya di bajuku!" pekik kibum
"biar saja, kau menyebalkan, beberapa hari mendiamkanku, kau benar – benar jahat kim kibum!" ketus kyuhyun, sifat aslinya sepertinya sudah kembali.
"kau jorok sekali" ejek kibum, ohh dia rindu mengejek kyuhyun
"biar" kekeh kyuhyun
Kibum menatap miris kaos bagian depannya saat kyuhyun sudah melepas pelukannya, ada noda yang sangat terlihat disana, sepertinya dia harus mengganti baju lagi gara – gara kyuhyun, lain kali dia tidak akan membiarkan kyuhyun yang sedang menangis memeluknya.
"kibum lapar" rengek kyuhyun
"bukankah tadi kau membuat roti"
"aku tidak yakin dengan rasanya, kita beli makanan saja ne" pinta kyuhyun memelas, mulai memasang wajah anjing terbuang andalannya, bukankah mereka sudah berbaikan, jadi kyuhyun akan kembali merengek pada kibum. Hahh dan kim kibum akan selalu menyerah dengan ekspresi wajah itu.
.
.
Seharian kibum dan kyuhyun menghabiskan waktu berdua, dari membereskan rumah berdua, yang lebih banyak kibum yang melakukannya sedangkan kyuhyun justru mengacau, tanding game, berebut remot tv, berdebat, hal – hal kecil yang biasa mereka lakukan namun tidak mereka lakukan beberapa hari ini.
"bum, eomma appa dan sahee kapan pulang?" tanya kyuhyun
"molla" jawab kibum sambil memandangi langit yang tampak gelap, keduanya memang sedang menikmati langit malam dari balkon kamar kibum.
Drrrttt Drrrttt, smartphone kibum bergetar menandakan ada panggilan masuk, nama eomma terpampang di layar smartphone kibum, padahal dari pagi nomor eommanya itu tidak aktif saat kibum mencoba menghubunginya.
"yoboseo"
"Kibum!" pekik dahyun, yang membuat kibum menjauhkan smatrphonenya dari telinga, teriakan eommanya memang dasyat
"eomma jangan teriak – teriak, aku tidak tuli" ucap kibum
"ck, biar saja, bagaimana apa kalian sudah berbaikan?" tanya dahyun penasaran
"menurut eomma?" tanya kibum balik
"ck, anak nakal, eomma bertanya pada kyunnie saja, berikan telponnya pada kyunnie" perintah dahyun mutlak
Daripada memberikannya pada kyuhyun kibum lebih memilih memasang mode load speaker.
"ne eomma, ini kyunnie" ucap kyuhyun
"kyunnie sayang, apa kalian sudah berbaikan, apa kibum memperlakukanmu dengan baik?, bocah datar itu tidak macam – macam denganmukan?" tanya dahyun lembut, sangat berbeda saat bicara dengan putranya sendiri
"kami sudah baikan eomma, dan kibum memperlakukanku dengan baik" jawab kyuhyun
"benarkah kalau dia jahat padamu katakan pada eomma, eomma akan mencincangnya" ancam dahyun, yang membuat kibum memutar bola matanya malas
"eomma apa itu kyunnie oppa, sahee rindu, kenapa eomma mengajak sahee pergi sihhh" suara sahee terdengar, sepertinya gadis cantik itu sedang merajuk pada sang eomma.
"sahee-yah!" pekik kyuhyun, dia juga rindu dengan sahabat kecilnya itu, padahal ini baru sehari
"oppa cantik, sahee rindu!" pekik sahee
"oppa juga" balas kyuhyun
"ck sudah – sudah, eomma kapan eomma pulang?" potong kibum
"eumm beberpa hari lagi, jadi kalian jangan macam – macam disana!" ancam dahyun
"eomma saja yang berfikiran buruk" sahut kibum malas
"dasar anak nakal" pekik dahyun
"eomma keterlaluan, eomma macam appa yang meninggalkan anaknya begitu saja" ucap kibum mendramatisir
"ck kau berlebihan, bukankah disana ada kyunnie yang menemanimu" sahut dahyun
"ahh sudahlah, percuma berdebat dengan eomma, sampai jumpa" putus kibum, ck kibum bahkan tidak mengerti dengan sikap eommanya itu, mimpi apa appanya mendapatkan yeoja seberisik dan secerewet eommanya.
"jadi kita benar – benar hanya berdua malam ini?" tanya kyuhyun memastikan
"seperti yang kau dengar, eommaku memang eomma paling aneh didunia" keluh kibum yang sering dibuat sakit kepala oleh eommanya itu.
"enniya, eomma kim sangat baik" bantah kyuhyun, kyuhyun sangat menyukai eomma kibum yang sangat baik dengannya
"sudahlah, kalian memang cocok, sama – sama berisik" ejek kibum
"eumm kibum aku ingin bicara" ucap kyuhyun ragu, "tapi kau janji jangan marah" ucap kyuhyun lagi
"tergantung apa yang kau bicarakan" sahut kibum
"kibummmm~" rengek kyuhyun
"ck, arra, arra, ingin bicara apa?" pasrah kibum
"tentang wookie hyung, bagaimana, ehh jangan marah dulu, aku tidak akan memaksamu kalau kau tidak mau" sahut kyuhyun cepat saat kibum hendak memotong ucapannya, "aku melakukan ini karna menganggap wookie hyung sangat baik, dan dia pasti akan menjadi pasangan yang baik untukmu" ucap kyuhyun menjelaskan
"apakah menurutmu begitu?" tanya kibum, kali ini kibum tidak emosi seperti sebelumnya, "apa kau benar – benar ingin pulang kyunnie?" tanya kibum
"itu salah satu alasannya, tapi yang paling utama, aku ingin kau bersama namja yang baik kibum" ucap kyuhyun tulus
"hahhhh" kibum menghela nafas lelah, melepas beban di hatinya, mungkin ini saatnya dia mengalah, "baiklah, tapi aku tidak bisa langsung menyukainya, aku akan belajar secara perlahan" ucap kibum akhirnya
"b-benarkah?" tanya kyuhyun tidak yakin, perasaannya tidak menentu mendengar jawaban kibum, antara, senang, sedih, tapi lebih dominan ... takut, khawatir? Entahlah.
"ne, ini kulakukan untukmu" ucap kibum tulus sambil menatap mata kyuhyun yang menurutnya sangat cantik itu.
.
.
Dahyun, Kangin, dan Sahee pulang setelah tiga hari menginap di rumah orangtua dahyun, lebih cepat dari rencana awal mereka yang akan menginap seminggu karna sahee terus merengek pada kedua orangtuanya kalau yeoja cantik itu ingin pulang, dia sudah merindukan oppa cantiknya.
Dahyun pulang dengan membawa banyak oleh – oleh dari nenek kibum, dahyun memang menceritakan tentang kyuhyun pada orangtuanya itu, dan mereka menjadi penasaran dengan namja manis yang disebut dahyun sebagai calon menantunya itu.
"ini semua untuk kyu eomma?" tanya kyuhyun tidak percaya sambil memandang bingkisan – bingkisan di depannya takjub
"ne, ini dari nenek, nenek penasaran sekali ingin bertemu denganmu" jawab dahyun sambil mencubit pipi menggemaskan kyuhyun
"gomawo, sampaikan terimakasih kyu untuk nenek eomma" pekik kyuhyun senang
"tentu saja, aigo, calon menantuku lucu sekali" ucap dahyun gemas, sedangkan kibum yang sejak melihat keduanya dari atas sofa hanya menampilkan ekspresi datar, ck, sampai kapan eommanya akan menganggap kyuhyun calon menantunya, sudah jelas – jelas kyuhyun tidak menyukainya, dan justru menjodohkannya dengan ryeowook, ngomong – ngomong soal ryeowook, dia benar – benar memenuhi janjinya pada kyuhyun untuk mencoba membuka hati untuk ryeowook, beberapa hari ini dia intens berkirim pesan ataupun jalan – jalan dengan ryeowook, seperti saran kyuhyun, ahh kibum ingat bahkan hari ini dia ada janji ke taman dengan ryeowook, tapi jujur saja sampai sekarang dia belum merasakan apapun pada namja manis itu, ryeowook memang baik dan perhatian, tapi dia tidak bisa membuat hati kibum bergetar, tidak seperti ... ah sudahlah.
"bum sekarang sudah jam berapa?, kenapa kau belum berangkat?" tanya kyuhyun
"Kau mau kemana bum?" tanya dahyun penasaran
"kibum ada kencan dengan wookie hyung eomma" jawab kyuhyun
"MWO?!" kaget dahyun, "kibum, kau berkencan dengan ryeowook?" tanya dahyun tidak percaya, ck, bagaimana bisa, padahal dia sengaja meninggalkan kihyun berdua saja bukan hanya agar mereka berdua berbaikan tapi juga agar mereka semakin dekat.
"bagaimana bisa?" tanya dahyun
"eomma, tanyanya nanti saja oke, aku sudah terlambat" sahut kibum
"semoga berhasil bum!" teriak kyuhyun memberi semangat sambil tersenyum lebar, namun setelah kibum keluar rumah senyumnya itu memudar, dia yang menyuruh kibum pergi tapi dia sendiri yang tidak rela kibum pergi, kyuhyun sangat bingung.
"kyunnie" panggil dahyun, "kalau kau tidak rela kibum pergi, seharusnya kau memintanya jangan pergi" ucap dahyun
Kyuhyun terdiam, apa benar dia tidak ingin kibum pergi?, tapi kenapa? Astaga kyuhyun tidak megerti dengan dirinya sendiri.
.
.
Kyuhyun tidak bisa menahan dirinya untuk mengikuti kibum, dan disinilah dia sekarang, mengendap – endap seperti maling, dan lagi – lagi bersama komplotannya, siapa lagi kalau bukan sahee dan sam.
"kyunnie oppa, apa ryeowook oppa dan kibum oppa berpacaran?" tanya sahee
"belum, tapi mungkin saja nanti" jawab kyuhyun
"shirreo, sahee tidak suka" tolak sahee
"wae? Bukankah wookie sangat baik?" tanya kyuhyun heran
"ne, tapi sahee maunya kyu oppa yang jadi namjachingu kibum oppa, kyu oppa yang terbaik" jawab sahee
"aigo itu karna sahee belum mengenal baik wookie oppa" ucap kyuhyun sambil megacak rambut hitam panjang sahee. "kajja nanti mereka menghilang" kyuhyun kembali menggandeng tangan sahee untuk mengikuti kibum lagi.
Kibum dan ryeowook memilih duduk di bangku kayu yang ada di sudut taman, suasana cukup ramai, sepertinya taman ini memang terkenal sebagai tepat sepasang kekasih untuk berkencan. Kyuhyun bisa melihat mereka tampak mengobrol dengan asik, bahkan sesekali kyuhyun melihat ryeowook tertawa dan kibum hanya tersenyum tipis, mereka tampak begitu cocok, tampan dan manis, pasangan yang sangat serasi, memang keputusan yang tepat menjodohkan kibum dengan ryeowook, kibum pantas mendapatkan namja yang baik seperti ryeowook, tidak sepertinya, dia bahkan bukan manusia, tunggu kenapa sekarang kyuhyun membandingkan dirinya dengan ryeowook, otaknya benar – benar sudah tidak beres.
Kyuhyun tersadar dari lamunannya saat angin berhembus kencang, membuat rambutnya berantakan, kyuhyun menengok ke arah kibum dan ryeowook, ternyata angin juga membuat rambut ryeowook menjadi berantakan, hati kyuhyun terasa tertohok saat melihat kibum membantu merapikan rambut ryeowook dan membersihkan rambut ryeowook dari daun – daun kecil yang jatuh di kepalanya, posisi mereka terlihat begitu dekat, dan kibum terlihat begitu perhatian.
Mata bulat kyuhyun melebar saat melihat ryeowook memegang tangan kibum yang sedang membersihkan rambutnya, kyuhyun tidak tau apa yang terjadi, tapi ryeowook tiba – tiba saja mulai memejamkan matanya, namja berbadan mungil itu bahkan mendekatkan wajahnya dengan wajah kibum, dan kibum, namja tampan itu tidak menolak ataupun menghindar, namja itu tetap diam pada posisinya, seolah mengizinkan ryeowook untuk menciumnya.
Kyuhyun mengalihkan pandangannya saat kedua wajah itu semakin dekat, mungkin hanya menyisakan jarak beberapa senti sebelum kedua bibir itu saling bersentuhan, kyuhyun meraba dada bagian kirinya, merasakan debaran jantungnya yang menggila, bukan debaran yang menyenangkan, namun debaran yang menyakitkan, ya hati kyuhyun sakit sekali saat melihat ryeowook dan kibum akan berciuman, dia tidak sanggup melihatnya.
"sahee-yah, kajja kita pergi" ucap kyuhyun dan langsung berbalik, air mata berdesakan ingin keluar dari kedua mata bulatnya, dadanya sesak, dia hanya ingin mejauh secepatnya dari sana.
TBC
Haloooooooo, saya datang dengan failed cupid, chap ini chap galau hehehe, kayaknya chap depan akan jadi chap terakhir, hope you enjoy this chap... maaf kalau masih banyak typo, terima kasih untuk yang sudah sempatin baca dan review, sampai jumpa.
