DevilShosetsuka present,

Eyeshield 21 & Kuroko no Basket Crossover

"Warung Makan Rakyat"


Chapter 1

Mencari Kerja


Mamori Anezaki

Akhirnya sampai juga di Jakarta, aku kira tempatnya itu seperti di Jepang yang taat akan aturan, ternyata aku harus mengurangi ekspetasiku yang berlebihan tentang negara ini. Bagaimana aku tak kesal, nenek yang mungkin menunggu cucunya pulang, tidak diberi tempat duduk oleh anak muda yang kelihatannya sehat dan tidak ada cacat. Kok bisa ya ada yang kayak begitu?

Mungkin ada sekitar 1 menit aku memandangi anak muda itu, rasanya ingin aku goreng di penggorengan biar gosong tuh kulit sekalian! Huh sebalnya aku melihatnya! Tunggu dulu, ini kenapa ada yang kenyal-kenyal di pipi, tapi rasnaya seperti ditusuk..

KYAAAAAA?! Rupanya suamiku yang menusuk pipi manisku ini dengan tangannya yang tajam (A/N: Lebay ah, itu maksudnya nyolek biar gak bengong.. ye gak Hiruma?) Iya thor bener banget, tapi kayaknya gw harus potong kuku dulu nih biar gak tajem. Author ada gunting kuku gak? (A/N: etdah kaya kaya gak modal, beli aja tuh di warung) Lah kan masih di bandara thor.. (A/N: Udehan ya, kasian istri lu ngambek)

Balik lagi kecerita, rupanya Hiruma mencolekku biar aku gak bengong, tapi aku tidak bisa biarkan hal ini terjadi. Aku harus beri pelajaran! Namun sebelum aku berjalan saja, tanganku sudah dipegang sangat erat oleh suamiku.

"Kamu kenapa mikir yang enggak-enggak?" -Hiruma

"Emangnya kenapa Yoichi-kun? Kamu enggak kasihan melihatnya?" -Mamori

"Tentu saja aku kasihan, tapi apa kita mengerti bahasa sini? Yang aku mengerti juga Bahasa Inggris, tapi caraku bicara kan kamu tau sekasar apa.." -Hiruma

"Iya juga sih, yaudah ayo cepat pergi sebelum aku makin kesal melihatnya." -Mamori

Benar juga dengan apa yang dikatakan Yoichi, kami tidak bisa membela nenek itu karena kendala bahasa. Tapi tetep aja gak enak rasanya, semoga anak muda itu diampuni olehNya. Setelah pemandangan itu, Aku dan Yoichi akhirnya mendapatkan taksi bandara berwarna putih dengan bertuliskan Express menuju apartemen yang rupanya sudah dibeli olehnya dengan bantuan tim ahli yang dia kirim kesini. Apartemen yang dibeli oleh Hiruma letaknya di SCBD Sudirman, katanya sih daerah itu kawasan elit, tapi apa iya dengan kelakuan masyarakatnya seperti itu, lalu mereka punya kawasan elit?

Kalau kawasan elit, harusnya etikanya juga harus elit sesuai dengan status, benar kan? Semoga saja ekspetasiku kali ini tidak membuatku kesal dengan ibukota Indonesia ini. Lumayan lama juga untuk sampai ke apartemen yang dimaksud, mungkin sekitar 3 jam karena 'macetnya Jakarta' kata sopirnya, beruntung sopirnya bisa berbahasa inggris jadi aku dan Hiruma bisa dengan leluasa mengorek informasi mengenai Jakarta.

Sang sopir bercerita banyak mulai dari dirinya yang memulai bekerja setelah pengangguran selama hampir 3 tahun, dia dapat pekerjaan ini juga berkat temannya di perusahaan taksi itu, meski pendapatan tak seberapa karena saat ini taksi biasa macam Express, Blue Bird Group kalah saing dengan UberTaxi, GrabCar, yaah meskipun mereka masih ada sisi untungnya dari kerjasama dengan mall-mall & Hotel berbintang yang menjamur di Jakarta.

Menurutku mungkin mall-mall disini malah lebih banyak ketimbang di Tokyo karena si sopir membeberkan beberapa mall seperti Mall Artha Gading, Pondok Indah Mall (sampai diberi nomer dari 1-6), Grand Indonesia, Pejaten Village (bentuknya seperti desa? wow), sampai-sampai SCBD Sudirman juga ada mall yang namanya Pacific Place.

Ternyata Jakarta semodern itu (A/N: Enggak ah, espetasinya Mamori ketinggian..) tapi mereka masih berstatus sebagai negara berkembang bukan negara maju layaknya dinegaraku. Aku dan Hiruma mendapat wawasan yang berguna dari pak sopir yang sangat baik hati memberitahu semua seluk beluk Jakarta selama 3 jam ditengah kerumunan mobil yang membludak disiang hari, meski harus kuakui, aku sedang jetlag dari Tokyo sampai kesini, tapi rasa itu hilang berkat pak sopir yang bercerita tentang Jakarta yang ia kemas secara menarik minat wisatawan sepertiku dan Hiruma.

Akhirnya sampai juga di apartemen yang dimaksud, nama apartemen itu sendiri juga menegaskan betapa bagusnya mereka 'The Capital', Aaah pengen rasanya cepet-cepet ke kamar, capek masih jetlag dari perjalanan. Kamarku dan Hiruma berada di lantai 19, dan rupanya sistem disini cukup aman karena diharuskan menggunakan kartu khusus dan hanya bisa ke lantai yang sesuai dengan nomor seri yang ada di kartu.

Kamar disini melebihi ekspetasiku karena kamarnya lebih bagus daripada yang ada di Jepang (A/N: Masa sih? Gak percaya) aku langsung menuju salah satu kamar diantara 2 kamar yang tersedia, dan saat aku melihat double bed sudah siap untuk ditiduri rasanya ingin melompat-lompat seperti anak kecil.

Aaaah empuknya, Tidur aja aah mumpung empuk kasurnya hihihi…


Aku bangun jam 8 malam, dan Hiruma masih aja berkutat di laptop kesayangan. Maklum lah, jadi 'boss ' emang gak seenak yang diliat orang-orang, tapi kemana semua koper? Aku harus tanya sama Hiruma.

"Yoichi, kamu letakkan dimana koper-koper kita" -Mamori

"Itu didalem lemari" -Hiruma

"Yoichi?! Kamu gak pernah berubah ya dari dulu.." -Mamori

"Kalau kamu tau aku begitu, berarti tau dong apa yang aku minta." -Hiruma

"Iya aku tau, huuh menyebalkan.." -Mamori

"Jangan ngedumel dong sayang" -Hiruma

Sejak kapan Hiruma berada di pundakku, aduhai aroma mint dari permen karetnya… bikin aku selalu melekat padanya setiap kali aku berada di dekat suamiku sejak SMA. Tiba-tiba Hiruma menarikku ke dalam pelukannya sehingga membuatku kaget. "Kamu mau apa?" tanyaku padanya. aku tidak tahu lagi harus berbuat apa. Haruskah aku melayani nafsuku dan Hiruma juga? Sampai sekarang aku sama sekali tidak tahu bagaimana mengendalikan detak jantungku yang berdegup kencang seperti ini. Padahal dia sudah menjadi suamiku 2 tahun lalu.

Hiruma lalu menangkap bibirku dan perlahan menciumku dengan lembut. Rasanya aku tidak ingin melepaskan pelukan dan ciuman hangatnya, sepertinya aku memang harus melayani nafsu kita berdua. Aku juga sudah tidak tahan. Tapi malah ada sesuatu yang mengganjal dipikiranku disaat seperti ini, dan itu pula yang membuatku melepaskan ciuman hangatnya dari bibirku.

"Hiruma, terus kita kapan nyari tempat restorannya?", Hiruma hanya tersenyum manis padaku "Besok, tenang aja..", mendengar itu aja sih sudah buat aku senang, kirain bakal berminggu-minggu dulu baru nyari tempatnya. Sekarang aku harus melayani nafsu suamiku ini, aku juga udah gak tahan soalnya. "Hiruma, kita kekamar yuk."

"Aku ikut maunya kamu aja" (A/N: Dan.. adegan If You Know What I Mean terjadi pada malam itu, author cabut ah gak mau ganggu hak pasangan suami istri.)


Taiga Kagami

Namaku Taiga Kagami atau biasa dipanggil Kagami atau Bakagami karena kebegoanku ini, aku menetap di Jakarta sudah sekitar 2 tahun lamanya. Aku sendiri bingung kenapa kau dikualiahkan disini, padahal di tempat kuliah di Jepang itu jauh lebih bagus ketimbang disini, katanya untuk menghemat pengeluaran karena kuliah disini itu murah banget.

Tapi aku gak habis pikir sama Ayah, kan duitnya banyak, tinggal di Nevada, USA. Bukannya aku dikuliahin di Ivy League ini malah dikuliahin disini, Mungkin sifat ayah lagi pelit kali ya makanya aku dikuliahin disini. (A/N: Bukan gitu, ayahmu itu tau tingkat kepintaranmu itu sejauh apa, makanya dikualiahin disini) Author ngejek aku, kalau aku ini bego? (A/N: mikir deh, kalau lu kuliah disini pasti orang-orang bilang lu orang pinter karena lu dari luar negeri. Mikir enggak sampe situ?) Iya juga ya thor, wah author emang paling baik! (A/N: Ya ampun gitu aja udah seneng, padahal emang bego, lu aja dipanggil 'Bakagami' kan?) Author jahat! T_T (A/N: Sejak kapan gw baek sama lu? ;P) Jahat banget lu thor saa gw :"((

Ehmm.. kembali kelaptop, saat ini aku sudah semester 4 alias 'waktunya magang' di Universitas Negeri Jakarta atau kalau disingkat sih UNJ. Kalau ditanya jurusan apa, harusnya aku bisa nyari tempat magang dengan mudah karena jurusanku itu Tata Boga.

Iya, jurusan yang tiap hari kerjaannya masak-masak, meski gak selalu masak-masak juga sih, disini juga diajarin tentang gizi yang harus kita konsumsi baik buat usia bayi sampe usia lansia, bagaimana cara melayani tamu dengan baik (A/N: kalau buka restoran), bagaimana cara makan yang baik (A/N: ada adabnya, padahal kalo makan di kos-kosan udah gak bisa diterapin sama sekali XD), sanitasi yang baik (A/N: ini sih penting banget, dan masih bisa berlaku di kos-kosan), wah bisa buka kelas baru kalo dijelasin semua hehehe. ^_^V

Di Jakarta sih enggak sendirian juga, aku punya sahabat (A/N: sahabat beneran apa...) Author ganggu jalan cerita aja ih! (A/N: Hah? Kenapa malah kecewe-cewean lu? Kesamber pelatih lu di Jepang yang Tepos itu?) Thor, jangan gitu.. Nanti disamperin sambil bawa pisau gimana? Kan Riko itu paling kesel kalo dibilang tepos! (A/N: Yaelah beda dimensi ini, jadi woles aja) *GEDOR PINTU* HEH! SIAPA YANG MANGGIL GW TEPOS?! MAJU SINI GW CINCANG JADI BAHAN EKSPERIMEN MASAK GW! (A/N: Waduh,Riko beneran dating ke kamar gw. Bener juga yang dibilang Kagami, ngumpet dibalik meja aja daaah. Author atuut, Kagami bantuin gw cepetaaan!) Rasain lu thor, gw bilang juga apa? Hahaha..

Ehmmm, kembali lagi kecerita. Aku punya sahabat yang lahir di Jakarta, nama lengkapnya Zaenal Anwar Effendi dan biasanya sih dipanggil Anwar. Postur yang lebih pendek dariku, anggota tim basket sama sepertiku meski kami jurusan Tata Boga (A/N: emang ngaruh sama jurusan kalo soal begituan?) Anwar juga satu kos denganku, katanya sih biar murah dibayar berdua, lagian kos-kosan yang aku tempati ini lumayan besar. Yaaa ada lah ukuran studio dikali 4, lumayan luas kan? (A/N: Aduuh kagami, itu sih luas banget buat kos-kosan T_T)

"Anwar, berisik banget sih? Kalo lu lagi 'maen' jangan disini napa?" -Kagami

"Ka-Ga-Mi.. aku 'maen' juga biar panas tau! Katanya pengen cepet-cepet." -Anwar

"Kan berisik ganggu yang disebelah, lagian pose kamu itu ambigu gitu sampe nungging-nungging" -Kagami

"Kalau gak nungging gak bakal nyampe 'anuan'nya" -Anwar

"Ya ampun ngamplas motor gw aja ampe nungging, beneran deh" -Kagami

"Lagian ngamplasnya dikoridor kos-kosan, udah tau sempit masih aja maksain" -Anwar

"Dan kamu ambigu banget bilang 'maen' pake tanda kutip segala" -Kagami

"Yang mulai siapa? Gw cuman melanjutkan" -Anwar

"Terserah lu deh"-Kagami (A/N: yang mulai ambigu siapaaa, yang sewot siapaa.. wajarlah lu dipanggil Bakagami di Jepang)

"Bro, ada info tempat magang gak nih?" -Kagami

"Belum sih, cari aja di mbah google kali aja ada." -Anwar

"Yaudah dehh" -Kagami

Ya ampun aku lupa bayar uang bulanan internet, ya meski kecepatannya rendah banget cuman 1mb (A/N: Disini mah udah kategori kenceng XD) aku minta kecepatannya jadi 10mb gak bisa, kata yang punya kost 'nanti yang lain pada ngiri', apa yang buat mereka iri? Aku sungguh tidak mengerti bagaimana jalan pikir mereka semua (A/N: Sue juga ini anak, ya pasti ngiri lah, lu pake mata uang 'yen', ya menang banyak lah sama rupiah XD) tapi kenapa malah curhat ya? Bukannya bayar dulu, yaudahlah aku bayar dulu.

*Mengetuk Pintu*

"Pak Sukiman, ini saya Kagami." -Kagami

"Oiya sebentar" -Pak Sukiman

*Pintu terbuka*

"Mau bayar internetnya ya?" -Pak Sukiman

"I.. iya pak, bapak tau aja.." -Kagami

"saya ada kabar bagus buat kamu." -Pak Sukiman

"apa pak kabar bagusnya?" -Kagami

"Gini, saya sudah menghubungi pihak indihome buat menaikkan 'kecepatan internet' seperti yang kamu bilang, tapi harga ya jelas naik juga Kagami, mereka bisa nyanggupinnya maksimal 5mb karena segitu udah cepet banget buat orang sini. Gimana?" -Pak Sukiman

"Saya harus bayar berapa pak?" -Kagami

"12juta per bulan, Kagami.." -Pak Sukiman

"Oh segitu, yowes lah pak saya bayar buat 5 bulan kedepan ya." -Kagami

"OKE SIAP! Mana duitnya?" -Pak Sukiman

"Ini amplopnya.." -Kagami

*Diamplop ada 30juta*

"setengahnya dulu ya pak" -Kagami

"Oke, tenang nanti bapak hubungi pihak indihome lagi. Terimakasih Kagami." -Pak Sukiman (A/N: Kayaknya Kagami diboongin, sama yang punya kos-kosan XD)

Asiiik, internet gw makin cepet jadi gak loading lama deeh, kasitau Anwar aah. Oiyah, tapi kan gw tadi mau nyari tempat magang, ah ke warnet dulu deh. Jarak dari kos-kosan sih lumayan deket, ada lah sekitar 2 kilometer (A/N: Itusih jauh Bakagami. haduuuh…) ya biar sehat sehat jalan kaki aja, meskipun gw punya motor, cuman itu buat yang jaraknya jauh kayak pergi ngampus atau ada latihan basket.

Cepet juga ya aku jalannya, gak nyampe 2 menit udah sampai di warnet. (A/N: Buset, itu jalan apa lari?) gak pake basa-basi aku harus cepat masuk kedalam atau enggak, gak bakalan ada tempat karena banyak anak-anak daerah sini yang dating kesini buat main dota 2 biar mereka bisa mengharumkan nama negara mereka. Emang bisa ya? (A/N: E-Sport mas, EEEE-SPOOORT!) Author berisik ih! Jangan sok tau deh.. (A/N: Ini chara utama gw kenapa ya, dibilangin malah ngelunjak? XD)

"Bang, 2 jam" -Kagami

"Nomer 11, paling ujung" -Kang Jaga Warnet

Tempatnya diujung, tempat yang pas buat buka film biru ini maah! (A/N: Jangan ditiru ya, kalo mau bukanya dirumah aja biar private gimana gituu *PLAK* XD) Kemudian sekitar 1 jam aku mencari lowongan tempat magang yang pas denganku, tapi haslinya nihil, adanya tempat magang di pabrik, kantor, jadi cosplayer, jadi EO event, dan jadi penjaga stand di PRJ.

Capek mataku melototin layar komputer warnet, gak ketemu terus. Namun, tiba-tiba Anwar menelponku. Kenapa ya Anwar nelpon? Angkat ajadeh biar tau dia mau ngomongin apa.

"Ka-Ga-Mi.. lu dimana?!"

"Di warnet biasa.." -Kagami

"HAH? DI WARNET?! Lu lupa ya? hari ini ada kuliah, dosennya Bu Cahyati yang killer itu!"

"Ya ampun gw lupa! Jemput gw dong cepetan!" -Kagami

"Makanya gw nanaya lu dimana, yaudah gw kesana. Tunggu didepan warnet, waktu kita gak banyak biar nyampe kampus"

"Oke.." -Kagami

Halaaah! Niat mau nyari tempat magang, malah lupa ada jam kuliah. Udah gitu dosennya killer lagi. Yaudahlah nanti aja abis jam kuliah selesai, gw harus udahan surfing di mbah googlenya. Hape? Gak bawa, dompet? Sisa 3juta, jaket? Gak bawa, oke udah gw cek semua.

"Nih bang uangnya" -Kagami

"Kembaliannya?" -Kang Jaga Warnet

"Ambil aja!" -Kagami

"Makasih banyak! Aseek dapet 100 ribu cuma-cuma" -Kang Jaga Warnet

Anwar mana? Ya ampun kenapa belom nyampe juga? Tiba-tiba aja ada yang ngeklakson motor kenceng banget kayak toa yang buat demo, ternyata itu Anwar yang sudah nyampe daritadi di depan warnet, daripada kelamaan, mending aku langsung naik motor dibonceng sama Anwar ke kampus.


Rinnosuke Mitobe

Sampai juga di Bandara Soekarno-Hatta, jauh juga ya dari Kyoto ke Jakarta. Tapi ada yang aneh, yang udah dijanjiin sama Biro Kerjanya mana? Gak ada yang jemput, Sakurai pake panik segala lagi, kan suasana jadi makin gak enak. "Gimana ini Mitobe-san? Terus kita tidur dimana?"

Sumpel aja deh pake tangan gw biar mulutnya Sakurai diem. "Mhhhhh hmmm mhhhhmmm" Masih aja ngomong, ya ampun gw kasih es krim juga deh biar diem. Yaudah gw suruh aja dia ikut gw, "Kita mau kemana?", gw mau beli es krim biar mulutmu diam, "gimana aku gak banyak bicara, ini udah malem Mitobe-san!"

Haduuuh ya ampun, siapapun tolong aku biar Sakurai bisa diam. Oiya, kan disini ada sepupuku, masih ada gak ya nomor telponnya, cek dulu siapa tau masih nyimpen nomernya. KETEMU! Langsung aja telpon.

"Maaf, kami tidak melayani dareah anda, silahkan mencoba lagi"

Sial, kalau begini sih aku juga ikutan panik, duit buat nginep di hotel backpacker aja gak punya. Kami-sama, tolong hambamu ini agar mendapat kemudahan ini. ADUUH! Siapa ini yang naik ke pundakku? Berat banget!

"Kak Mitobe!" -Yona

"Yona! Ya ampun, kamu udah makin berat aja" -Mitobe

"Kak Mitobe bisa ngomong?!" -Yona

"Mitobe-san bisa bicara? WOW momen langkanya Mitobe-san!" -Sakurai

Aku harus kembali seperti normal. Yona, kok kamu bisa ada disini? Aduuh pake ngebawain koperku lagi, udah gitu omonganku gak didengerin lagi (A/N: Omongan? Lu aja ngomong pake gerakan-gerakan ga jelas XD), yaudah aku harus bilang sama Sakuai buat ikut denganku.

"Kak Mitobe bingung ya kenapa aku bisa tau kak Mitobe kesini?" -Yona

"Iya, kok bisa?" -Mitobe

"Yeay! Sukses bikin kak Mitobe ngomong 2 kali!" -Yona

Yah maklum masih anak SD masih suka joget-joget kalau seneng, EEIIITTSSS! Bentar dulu, Mitobe, itukan 6 tahun yang lalu. Berarti dia sekarang udah SMA dong? Ah otakku ini gimana sih?! Udah gitu Sakurai pake bengong pula karena jarang-jarang dia lihat aku bicara, marahin aah. Mukamu kenapa begitu? Kayak liat orang pertama kali ngomong aja!

"Hei hei, Mitobe, aku dan yang lainnya kan gak pernah liat kamu ngomong." -Sakurai

"Maaf kakak imut, nama kakak siapa? Namaku Yona!" -Yona

Dipanggil kakak imut? ya ampun rasanya pengen ketawa, "HAHAHAHA KAKAK IMUT! HAHAHA.." Eh? Kenapa semua yang ada disekitar bandara ngeliatku gitu? Waduh ketawanya keceplosan dong? (A/N: Ngomong aja sih, biar author gak kesusahan nulisnya XD) Gak mau! Harus tetap berpegang teguh dengan pendirian! (A/N: Pendirian macam apa itu T_T)

"Oh iya sampai kelupaan karena saudaramu ini, namaku Sakurai, Ryo Sakurai. Salam kenal!"

"Nama kakak Ryo Sakurai, Oke kak Ryo!" -Yona

"Namaku Sakurai!" -Sakurai

"Enakan manggil Ryo, ada Indonesianya :P" -Yona

"Ah terserah kamu deh.." -Sakurai

Akhirnya kita bertiga bersama dengan supir pribadi Yona, pergi ke rumahnya Yona yang berada di daerah Jakarta Selatan, selama perjalanan Yona dan Sakurai terlihat akrab saling berbincang di kabin tengah mobil. Saat kita di tengah perjalanan, kemacetan panjang tak dapat kami hindari. Hingga aku lupa bertanya kenapa Yona bisa tau kenapa aku dan Sakurai kesini, Aku harus pake gestur lagi biar Yona ngejawab. Yona, tadi pertanyaan kakak di bandara belum kamu jawab, kok bisa tau kita berdua bakal ke Jakarta?

"Kak Mitobe nanya kenapa aku tau kakak sama kak Ryo ke Jakarta hari ini?" Aaah, inisih ngulang pertanyaan yang tadi di bandara. Udahlah ngangguk aja biar Yona jawab. "Huh, gak seru nih kak Mitobe gak mau ngomong lagi.." Hmmm, kesel juga sih sebenernya denger omongan yang kayak gitu, tapi daripada debat kusir yang bikin gw ngomong lagi, senyum ajalaah.

"Aku juga penasaran sih, kok bisa kebetulan banget?" -Sakurai

"Ibuku yang ngasi tau biar kalian berdua dijemput" -Yona

"Hanya itu?" -Sakurai

"Iya, hanya itu. Kalian berdua nyari kerjaan di Indonesia lewat kan?" -Yona

"Kok kamu tau?" -Sakurai

"Lah kan yang punya websitenya keluargaku" -Yona

"HAAAAH?" –Sakurai & Mitobe

"Yeay kak Mitobe teriak lagi?!" -Yona

"Kamu bercanda kan?" -Sakurai

"Enggak, emang iya bener kok. Tapi perusahaan yang kak Mitobe sama kak Ryo daftar itu ternyata penipu, kalian disuruh ngasih uang 5juta kan?" -Yona

"Iya." -Sakurai

"Nih, 10juta punya kalian berdua aku kembalikan atas nama ." -Yona

"Jadi biro kerja itu gak boong ya?" -Sakurai

"IIIIHHHH KAK RYOOO NUDUH AKU PEMBOHOOOONG!? JAHAAAAAT!" -Yona

Dan yaaah Yona dan Sakurai saling menjambak rambut satu sama lain, yah namannya juga becanda-becandaan. Tapi kok aku laper ya? Dan suara speaker apa itu? Seperti nada lagu tapi kedengarannya seperti memperomosikan sesuatu.

"Tahuuu buuulat… digoreng… dimobil… dinaaa… katel… dadakan… guriiih, guriiiiiiih… NYOOIII"

Apa? Tofu? Tofu Bulat? Itusih aku juga bisa jualan kayak gitu, tapi ada penggorengan disitu. Jualan apasih dia ditengah-tengah kemacetan begini? udah gitu gak keliatan pula dari dalam mobil itu apa bulat-bulat, bukan tofu yang jelas.

"Kak Mitobe lagi laper?" -Yona

"Sebenarnya itu apa sih? Bulat begitu kayak bola tennis tapi lebih kecil." -Sakurai

"Tahu Bulat" -Yona

"Apa itu?" -Sakurai

*Buka kaca mobil*

"Pak, Tahunya 10, 4 bungkus pake saos lengkap!" -Yona

"Oke siap" -Kang Tahu Bulat

"Udah kak, makan aja. Nanti aku jelasin itu apa." -Yona

Itu makanan? Serius itu makanan? Aku tidak percaya itu mirip dengan Takoyaki, mirip juga sih sama Mochi, sama Dango juga mirip, bulat bulat gitu. tapi cara penyajiannya hanya seperti itu? Di beri kantong plastik dan kita memakannya dari kantong plastik itu?

"Banyak mikirnya nih kak Mitobe, cobain aja sendiri!" -Yona

*setelah mencoba*

"Enak banget?!"Ah sialan ngomong lagi kan gw, tapi ini sumpah enak banget! Mungkin karena pertama kalinya aku makan makanan macam ini, keliatannya Yona udah biasa makan ginian.

"Dalemnya kopong, tapi ada kejunya.. hmmm Enak sekali, Yona bisa tanyain sama yang jualannya gak cara bikinnya?" -Sakurai

"Okey kak tunggu sebentar" -Yona

*ngambil dompet*

"Pak ini uangnya" -Yona

"Waduh, gak ada kembaliannya. Gimana dong dek?" -Kang Tahu Bulat

"Gini aja, uangnya ambil aja tapi kasitau cara masak tahu buletnya. Ini 2 wisatawan asing penasaran bikinnya gimana" -Yona

"OH Boleh banget kalau duitnya segini mah! Jadi gini, siapin Tahu Putih Halus sama Kuning Telur, perbandingannya 5:1. Terus Kaldu Bubuk sama Baking Powder perbandingannya 3:1" -Kang Tahu Bulat -Kang Tahu Bulat

Kelihatannya Yona cuman nyimak sambil mengang hpnya, apa itu udah di mode voice recorder? Kalau udah selesai tak korek satu-satu! (A/N: Apanya yang dikorek? Gak jelas Mitobe..)

"Cara bikinnya, cuci tahu putih, hancurin ampe alus dan saring airnya sampai kering. Setelah itu, masukin kuning telur, kaldu bubuk, dan Baking Powder. Abis itu di'remas-remas' biar adonan tahunya alus. Dicobain dulu rasanya pas apa enggak." -Kang Tahu Bulat

"Harus ya pak dicobain? Kan mentah?" -Yona

"enggak kok, kan udah jadi adonan. Nah kalo rasanya udah pas, buat bulatan pake telapak tangan sampai permukaannya licin. Masukkan ke dalam wadah yang ada tutupnya, simpan dalam kulkas minimal 3-4 jam. Jangan masukin ke freezer lho ya." -Kang Tahu Bulat

"Oke, terus kalo udah 3 jam?" -Yona

"Kalo udah 3 jam, keluarin dan biarin 10 menit disuhu ruang. Sambil nunggu, panasin minyak goreng sampai panas dan kecilkan api. Goreng tahu pake api kecil tapi agak sedang, diaduk biar bisa ngembang." -Kang Tahu Bulat

"Gorengnya berapa lama?" -Yona

"Gorengnya kira-kira 10-15 menit. Kalo udah mateng, tinggal dimakan deh. Sajiin sama cabe ceplus atau sambal kecap biar mantep! Itu kalo mau versi rumahan, kalo mau versi seperti yang saya jual, pas ngebentuk tahunya ya taro satu potong dadu kecil keju ditengahnya" -Kang Tahu Bulat

"Makasih ya bang!"

"Sama-sama dek"

*Kaca mobil ditutup*

Perbicangan tadi panjang banget ya, sampe capek sendiri melihatnya (A/N: Sama, author juga capek ngetiknya XD). Tapi cara dia masak sih aku ngerti, cuman gitu doang. Sampe di rumahnya Yona aku harus praktekkin biar aku gak bergantung sama keluarganya Yona, mungkin aku bisa jadi chef di restoran yang baru buka? Wah wah ideku cemerlang sekali! Aduh ngantuk, tidur bentar aah, masih jauh kan rumahnya Yona? *PLAK* INNALILLAHI APAAN TUH?!

"Kak, kenapa pas udah deket baru tidur? Udah nyampe rumah tau.." -Yona

Dan dari dalam rumah, aku melihat seperti ada yang membuka pintunya. Seorang perempuan, tapi aku lupa siapa? Ibunya Yona? Gak mungkin semuda itu ibunya Yona, GAK MUNGKIN?! "Selamat datang dirumah, Tobe-chan.." dia manggil aku dengan sebutan Tobe-chan? Jangan-jangan dia memang…


Author's LONG Notes:


Yaah karena latar tempat emang di Indonesia, boleh dong author ngayal Kagami kuliah di UNJ? Soalnya domisili author di Jakarta. Dan taksi Express juga gak disensor, buat apaan disensor? Emang taksi Blue Bird bakal marah ke author? Kayak bakal baca WMR aja (kalau beneran ada supir taksi yang baca fanfic ini, jangan marah juga..) dan yaa ada juga sih nama-nama fiksi macem WorkOutside nanti kedepannya XD

Yona itu bukan OC author ya, tapi selundupan dari komik lokal yang namanya 'TAWUR' buatan C. Suryo Laksono. Coba deh baca, seru banget! Kapan lagi komik temanya tawuran, udah gitu ada jurusnya pula XD

Dan untuk sedikit mengklarifikasi (1&2 SPOILER):

saat partnya Mamori, mereka itu masih make Bahasa Jepang (anggep aja gitu), karena next episode HiruMamo bakal nyari kursus private les Bahasa Indonesia (Spoiler deeh XD).

saat partnya Kagami, itu Kagaminya udah fasih Bahasa Indonesia (ada hubungannya sama spoiler nomer 1 wkwkwk)

saat partnya Mitobe, itu mereka pake Bahasa Jepang (anggep aja gitu [2]), dan di fanfic ini Yona bisa Bahasa Jepang (gak tau di TAWUR bisa apa enggak, Yona OOC banget disini buat author XD)

Dintara 5 chara utama, yang paling susah itu Mitobe. Di anime sama manga Kuroko no Basket itu dia cuman ngomong pake gestur, makanya disini anggap aja dia ngomong. Tapi karena sesinya Mitobe, jadi tanda kutipnya saya hilangkan, ya walaupun ngomong sekali juga karena terlalu senang Yona menjemput mereka berdua. (Curhaaat)

Initinya di fanfic Warung Makan Rakyat gak ada sensor-sensoran dan serba ceplas-ceplos enggak disaring dulu kata-katanya (kecuali prolog yang masih ada sensor nama produk), makanya rating T menjurus ke M. Udah diingetin ya, jadi jangan protes..

Makasih juga yang udah mampir baca WMR, lebih seneng lagi kalau dapet RnR (Kode ceritanya :P)

Dan terakhir, buat yang udah request husbando/waifu-nya buat dimuat difanfic ini, yang pasti di episode awal-awal ini gak bisa diselipin karena yang request masih sedikit dan alur cerita yang kurang pas sama tokoh yang udah direquest saat ini (kecuali Kagami karena dia termasuk tokoh utama yang baru muncul disini), buat yang belom request juga bisa request di comment lho ya! (Kode teruuuus :P)


Profil Yona:

Umur: 17 Tahun (dikomik keliatannya kelas 3)

Warna Rambut: Hitam (di komiknya sih)

Hobi: Maen Basket (cek google, cari 'yona tawur', liat celananya), Selfie-an (dikomiknya sangat suka yang namanya selfie)

Sekolah: SMA 70 (di komiknya gak nyebut nama kotanya, walaupun author yakin dan pasti menjurus ke SMAN 70 JKT yang di bulungan itu) :P

Kalo mau jelasnya, cek aja google 'yona tawur' ntar juga ada pict nya XD