DevilShosetsuka: Dari chapter ini, kedepannya author dapet bantuan dari Little-Tonks (Akhirnya ada yang bantuin :v)

Little-Tonks: Hai! Salam kenal semuanya!

DevilShosetsuka: Kerjain target deadline ooy!

Little-Tonks: Kok gw dijadiin bansur sih? Kan gw cuman niat ngebantuin lo!

DevilShosetsuka: Ke Ke Ke! *ketawa jahat*


WARNING: There's YAOI Moment in this Chapter! XD


Chapter 2

Belajar Bahasa Indonesia


Tetsuya Kuroko

31 Mei 2016. 12.00 WIB

Bel berdering, dan pengawas pun menarik LJK-LJK (Lembar Jawaban Komputer) dari bangku peserta. Haduuhh, susah juga ya buat kuliah disini. 150 soal aku jawab cuma 82, dan belom tau ada -1 atau engga :'D berhubung sistemnya bener +4, salah -1, kosong 0. Ah sudahlah. Kalo diliat-liat sih, muka peserta lain sama kusutnya denganku.

Aku pun keluar dari gedung bertingkat 6 yang liftnya ramai oleh anak-anak yang mengikuti tes yang sama denganku, SBMPTN. Tau kan apa itu? Tes untuk menyeleksi anak-anak lulusan SMA yang ingin melanjutkan ke pendidikan tinggi. Yang soalnya ngeselin dan susahnya minta ampun itutuh *author lebe mode on *

TING! Angka dalam lift menunjukan angka "1" dan pintu pun terbuka. "Aaaahhhh" aku merenggangkan tangan sambil menghirup udara, sambil memerhatikan loby gedung yang sama ramainya dengan hotel-hotel artis Korea yang akan konser dan dipenuhi fangirl-fangirl yang setia menunggu serta berharap oppanya menyapa mereka. Well katanya sih Jakarta seperti itu.

Duuh siang-siang gini enaknya minum apa ya? Mana perut udah kosong karna ATP dari glukosanya udah dikirim ke otak buat ngerjain soal (gaada hubungannya thor-_- dan ATP bukan buat otak(?) author mabok soal). Setelah keluar dari pagar universitas tempatku ujian, jejeran warung-warung makanan menanti untuk didatangi.

Hmmm makan sate? Bosen kemaren makan itu terus (A/N: Ya ampun, author aja makan sate ayam sebulan sekali :") Gila yaa..). Soto? Panas-panas gini makan soto? Tidaaaak, Mie ayam? Boleh juga tuh kayanya, tapi kalo mie ayam biasa mah aku bosen. Dan pas banget tempatnya gak rame-rame amat. Sikat sebelum ramai! Males disini gak bisa make misdirection, kenapa ya pas aku misdirection, temen-temenku baik perempuan maupun laki-laki yang weaboo itu malah bilang "Kuroko! Kyaaa!" *girls scream high pitch* kan telingaku pengang kalau harus ngeladenin itu tiap hari. (A/N: Serius tuh cowok teriak juga? Dunia sudah menggila :v)

"Pa'e, mie ayamnya satu yo!" Kenapa aku jadi medhok begini? Yasudahlaah biarin, kali aja dapet diskon kalo ngomong Bahasa Jawa. (A/N: True Story, author dapet diskon walaupun cuman 1,000 XD)

"Yang biasa apa yang yamin?" jawab si ibu tanpa nengok karna tangannya masih sibuk menyendok mie pesanan orang yang jumlahnya banyak.

Yamin? Apa itu? Boleh juga tuh dicoba. "Yaminnya satu bu, sama es kelapa"

"Oke den, tunggu ya, duduk aja disitu"

Gak sampai dari 5 menit, pesananku pun datang. semangkuk mie yamin dan segelas es kelapa. Serpertinya air liurku hampir menetes dari mulut, tapi karena aku ini enggak terlalu lebay kalo soal begituan, jadi ya kutelan lagi air liurnya.

*Sluuurrp!* Tak sampai 5 menit pula, mangkuk putih bergambar ayam jago itu telah kosong dan gelas beling ini hanya berisikan 2 bongkah es batu. 'lumayan juga' gumamku. Mie yang lebih manis dari mie biasanya ini berwarna lebih coklat, (apa karena banyak kecap kali ya? Entahlah). Dengan kuah lebih sedikit atau bisa dibilang hanya berkuah kecap(?)

Setelah membayar akupun segera kembali ke kos-kosan ku tercinta. "Kasur, I'm coming!"


(A/N: WARNING KERAS! Awas baper, kalo enggak yasudah baguslah :v)

Bye Bye YESTERDAY by 3-nen E-gumi Utatan

"Tonikaku mou chotto matte
Sakebi mo munashiku kiete
Boku wa tadatada semaru
Rimitto zenryoku obietetanda..

Genjitsu towa yousha nakute
Toku ni jikan wa yabai ne
Sore nashi ja nemurenai buranketto
Ubawareteku noni miteru yo

Ta ai monai imi no wakannai
Koto de warattari nayandari..
Saigo no chaimu narihibikeba
Tanoshii toki mo owaru...

Bye bye yesterday
Sanbyakurokujuugo nichi bun
No manabi o kaban ni tsumikonde
Itsumo miteiru -mata ashita- teki ni

Bye bye yesterday
Sanbyakurokujuugo nichi bun no dekigoto
Boku o otona ni shita nara namida
Nante mise mo shinaide

Bye bye yesterday
Sanbyakurokujuugo nichi bun no omoide
Motto otona ni natte mo (natte mo..)
Sukoshi mo iroasenai sa"

Jam 5 pagi, aku terbangun karena ringtone ku yang super berisik. Nama "My Little Ghost" terpampang dilayar touchscreen hpku, ternyata adikku yang berada di Jepang menelponku pagi-pagi. Aaaahh kalau bukan siapa-siapa mungkin aku sudah merejectnya dan melanjutkan ritual tidurku.

"Haaa..loo?" ucapku sambil setengah menguap.

"Pagi kaak, bangun dong. Duuh kebiasan banget bangun siang" suara riang terdengar disebelah sana. Dia lupa pada kenyataan bahwa kini jarak waktu ku dengan dia berbeda 2 jam. =="

"adaa apaa..?" ucapku sambil setengah menguap. Sungguh, aku ini masih mengantuk.

"Gimana kabarmu kak? Seru gak yang namanya Jakarta itu?"

"Ahh, baik. Kenapa? Tumben nanya, bukannya mahal ya kalo telepon Jepang-Indonesia?" selidik ku. Tumben sekali dia bertanya, biasanya aku liburan seminggu pun ke luar kota dia seperti tidak peduli.

"Heeeh, kan aku dapet uang dari membunuh guruku kak." Nadanya ceria seperti tidak terjadi apa-apa.

"Eh gila nih adek gw, baru SMP kelas 3 udah bisa ngebunuh orang. Gw gak mimpi kan?" Batin Kuroko dalam dunia misdirection-nya seorang. "Kamu kenapa telepon kakak?" Ayolah cepetan, masih mengantuk niih.

"Aish kakak ini maah, memangnya kenapa kalau aku bertanya?" sepertinya adikku sedang menstruasi hingga bicaranya begitu, kebiasaannya saat ngambek(?) Tapi kan adikku ini cowok.. (A/N: KODE KERAS! Yang tau adiknya Kuroko disini siapa, monggo kirim komentar anda! ^_^v)

"Kak, bagaimana kalau aku berlibur disana? Sekolah sudah berakhir dan aku kesepian tanpamu" Halah pagi-pagi sudah gombal. Siapa sih yang ngajarin adikku ini gombal? Gombalnya sesama cowok pula. (A/N: Author sih jijik kalo digituin) "Memangnya author ini cowok? Bukannya cewek?" (A/N: Saya ini cowok, yang empunya cerita. Yang ngebantuin itu tuh baru cewek) "Baru tau aku thor! Warbyasah!" (A/N: Eh jawab dulu itu permintaan adekmu, kasian tarif internasional mahal euy.) "Oiya.."

"Hmm.. Boleh-boleh aja sih. Aku jemput kau hari minggu besok ya! Dadah" dan telponnya ku putus. Saatnya tidur kembali! Kasur, please be nice to me.

.

2 jam kemudian ringtoneku kembali berbunyi. "zzzzz siapa lagi ini?" Aku kan belum puas tidurnyaa.

"haa...lo?"

"pagii Kuroko! Kau sudah bangun?" suaranya seperti aku kenal, siapa ya?

"Belum, maaf Kurokonya sedang tidur" ucapku bete karna tidurku yang kurang ini makin berkurang.

"Aahh jangan begitu laah" ucapnya sambil terkekeh.

"Siapa ini?"

"Ini aku Edi. Aku dengar kamu butuh lowongan magang ya? Begini broo, bapakku kan buka kursus bimbel Bahasa Indonesia untuk orang asing. Gimana kalau kamu mengajar disana? Bahasa Indonesia mu kan bagus disekolah!" Hehehe, jangan meragukan seorang Tetsuya Kuroko. Walaupun keberadaanku yang sangat tipis, sekalinya mengajar aku langsung bersinar. Btw, lumayan juga dapet sampingan sambil menunggu hasil SBMPTN, kan kalo enggak dapet SBMPTN bisa ngajar permanen ditempat kursus bapaknya Edi.

"Baiklah, kapan mulainya?"

"Jam 9 hari ini bisa tidak? Kelasnya akan mulai jam 10 nanti dan aku ingin melihatmu disana tepat waktu. Bisaa?"

"Oooh, yaudah.. Oke.." aku langsung terjaga sepenuhnya, sebelum aku menjawab, telepon sudah ditutup. Aku sendiri bingung, bisa enggak ya nyampe kesana? Tapi, kalau dipikirkan doang mah enggak bakalan menyelesaikan masalah, harus beraksi jangan omongan saja! (A/N: Jangan bayangin Kuroko lagi orasi, suaranya masih datar kok)

Akupun bergegas mandi dan berangkat menuju tempat bimbel itu. Tunggu, dimana alamatnya? Ahh jenius sekali aku ini. Untunglah sebuah sms ku terima dari nomor Edi,

"Ah aku lupa untuk memberi tau alamatnya hehe. Jam 9 kurang 5 aku jemput didepan pintu keluar Stasiun Pasar Minggu -Edi".

Oke, waktunya meluncur. Ke kamar mandi ^_^v (A/N: Mandinya yang bersih, semalem ngapain megangin loli?) "Author jangan gitu doang, privasi orang thor.." (A/N: Cuman ngingetin, soalnya dibajumu itu ada bekas putih lengket-lengket, kan..) "THOR! CUKUP! Jangan menjelekkan aku didepan fans-ku yang tercinta, aku kan harus jaga image(?)" (A/N: Oke fine, aku telepon Akashi ya?) "Ja.. jangan thor, aduh.. anuku berdiri lagi kan abis dengar nama Akashi(?)" (A/N: Apa tuh anu? :v) "Anu, badanku berdiri.." ^_^v (A/N: Ah bisa aja nih Kuroko :v)

Ehmm, kembali kecerita. Aku sudah selesai mandi yang bersih, hanya handuk yang melilit. Aku mencari setelan baju kerah yang pas untuk bertemu dengan orang baru, biasalaah biar citra didepan mata bapaknya Edi bagus. Oke, waktunya jalan ke Stasiun Pasar Minggu, berhubung dekat jadi tak usah menggunakan mode misdirection.

Rupanya Edi sudah menunggu didepan Stasiun Mangga Besar, "Bro, gak usah rapih-rapih amat. Toh juga lo pasti diterima" Hah? Seriusan nih? Edi gak becanda kan? "Lu gak becanda kan?" tanyaku pada Edi, "Ya enggaklah! Yaudah hayukk naik, kita berangkat." Dan aku bersama Edi tancap gas menuju TKP, Tempat Kerja Pertamaku (A/N: Ceilah bisa aja Kuroko buat singkatannya :v)

Sesampainya di tempat bimbel, aku disambut oleh Pak Wiyoto Supardi, yang merupakan ayah dari Edi Supardi. Badannya masih terlihat atletis, meskipun umurnya sudah diatas kepala 5, itusih menurut pengakuan Edi. Aduh aku jadi pengen blushing nih (A/N: Ya ampun, Kuroko. Tobatlah naak. *geleng kepala*)

"Assalamu'alaikum pak" ucapku sambil memberi salam seperti orang Indonesia saat memasuki ruangan.

"Wa'alaikumsalam. Oohh dek Kuroko sudah datang ya?" bapak berbadan atletis dan berkumis itu bangun dari kursinya, memberikan satu tangannya untuk bersalaman dengan ku, dan satu laginya untuk menepuk bahuku.

"Kuroko Tetsuya pak" jawabku singkat sambil membalas uluran tangannya.

"Wiyoto Supardi. Saya dengar kamu menerima ajakan magang dari anak saya, begitu?"

"Iya pak, lumayan buat uang saku."

"Hmm, begitu toh dek Kuroko. Sudah siap kan? Mari sini kita ke ruang kelasnya." Pak Wiyoto langsung keluar menuju ruang sebelah, aku pun mengekor dibelakangnya.

Didalam ruang berukuran 4x4 dengan beberapa bangku kuliah khas bimbel-bimbel itu ternyata sudah diisi oleh 2 orang yang sepertinya.. Orang Jepang juga? Hmm Menarik, dan setidaknya tidak menyulitkan karena mungkin aku tidak perlu menggunakan bahasa Inggris.


Mamori Anezaki

Akhirnya setelah sekian lama mencari tempat bimbingan belajar Bahasa Indonesia, enggak perlu jauh-jauh, ternyata ada juga yang didekat apartemen. Aku dan Hiruma langsung mengambi kursus pada hari itu juga ditempat, aku menunggu guru itu datang, dan aku malah ketakutan sendiri kala pak Wiyoto yang tadi mendata kami berdua membukakan pintu dan mempersilahkan seseorang masuk, tapi orang itu enggak ada. Pak Wiyoto sehat kan? (A/N: Fix itu Kuroko, fix!)

Tanganku merinding diatas bangku kuliah khas bimbel yang ada diruangan itu, aku mencuri pandang kearah Yoichi dan bola matanya membesar, seakan-akan tidak percaya kalau tadi ada orang masuk kedalam kelas. Orang itu berambut biru muda, kelihatannya masih muda. Brondong kah? (A/N: Ya ampun Mamori, masih aja mikirin brondong. Gak puas sama suami? :v) "Hus, author jangan gitu dong. Becanda sedikit boleh kan? :P" (A/N: Terserah..)

"Anu, maaf. Kalian kaget ya melihatku?" tanya pria berambut biru muda itu pada kami berdua, aku dan Yoichi hanya mengangguk pelan pada orang yang berdiri didepan kelas itu. Pak Wiyoto yang kelihatannya tidak mengerti keadaan, malah dengan santainya memperkenalkan guru itu pada kami. "Perkenalkan, nama anak ini Kuroko, terserah mau panggil dia pake nama 'pak' atau tidak karena..", "Sepertinya tidak usah deh, karena kelihatannya kalian lebih tua dariku, panggil saja Kuroko." Jawabnya memotong perkataan pak Wiyoto sambil tersenyum tipis pada kami.

"Are you Japanese?" tanya Hiruma pada Kuroko yang menjadi guru kami mulai hari ini menggunakan Bahasa Inggris. "Hai! Saya orang Nihon asli Hiruma-san." Yoichi malah semakin menjadi, sepertinya dia kaget kenapa dia tau namanya padahal memperkenalkan diri saja belum. "Hiruma-san kaget ya? Saya tau nama Hiruma-san dari pak Wiyoto kok, Jangan khawatir." Jawabnya dengan kembali memberikan senyuman tipis, yang mungkin jika ada orang yang mengagumi pasti akan berteriak macam *Kyaaa* *Kawaaaiii!* (A/N: Kira-kira seperti itulah yang tergambar dipikiran Mamori)

"Anda pasti Mamori-san? Betul?" aku hanya mengangguk pelan sambil mengeluarkan buku tulis untuk pelajaran Bahasa Indonesia pertama kami di tempat bimbingan belajar itu. "Oke, pelajarannya kita mulai ya." Kata Kuroko yang siap mengajarkan kami Bahasa Indonesia.

Baru setengah jam aku dan Hiruma belajar dengannya, sungguh luar biasa! Dia mengajarkan kami dengan jelas, tidak bertele-tele, dan mudah dipahami. Beruntungnya kami mendapat Kuroko sebagai guru kami (A/N: Dia gak tau Kuroko baru hari itu diterima kerja XD)


Setelah 2 jam kami belajar Bahasa Indonesia (enggak sampai belajar penuh juga sih), kamipun akhirnya pulang kembali ke apartemen untuk beristirahat dan tidak makan siang diluar apartemen.

"Kamu sudah gendut, manajer sialan. Ke ke ke"

Mamori meninju lengan Hiruma. "Moouuu, aku kan masih langsing" balasnya sambil tersenyum kepada suaminya yang dulu dijuluki Commander from Hell. "Tapi udah lama juga ya kamu enggak manggil aku dengan sebutan manajer sialan itu."

"Ke Ke Ke, daripada flashback mendingan kamu bikinin aku makanan, tadi malem kamu mainnya terlalu semangat sampai buat perutku keroncongan!" Katanya sambil membuat kopi untuk dirinya sendiri.

"Ih kamu mah, bukannya kamu yang minta? Aku sih dengan senang hati melayani sebagain istri yang baik." Aku hanya menggodanya dengan senyumanku padanya. (A/N: Masih ngebahas yang tadi malam toh? :v)

"Keh, terserah. Bikinkan aku makanan, aku lapar sayang.."

"Oke, oke"

Aku bikin apa ya? Ah! Aku bikin saja Semur Jengkol, cari dulu di internet resepnya. Setelah aku surfing beberapa saat, ternyata muncul resep semur jengkol oleh Chef kenamaan asal negaraku, Yukihira Soma. "Oke, waktunya masak!"

Ternyata Chef Yukihira Soma cukup pandai juga merangkai kata-kata, sangat mudah untuk dibaca dan dipraktekkan. Aku harus menyiapkan sekitar 500gr Jengkol , 5siung Bawang Putih, 3 siung Bawang Merah, 6 buah Kemiri, 5 butir Cengkeh, 1 buah Pala, secukupnya Lada (Merica), Gula Jawa, Garam, dan Kecap Manis.

Selanjutnya apa ya? Hmmm, aku harus merebus jengkolnya dulu. AH ada caranya! Chef Yukihira Soma memang yang terbaik deh kalau urusan resep makanan. Aku bisa memasaknya dengan daun jeruk dan air rebusannya diganti 3 kali selama proses perebusan. Chef Yukihira Soma terkadang merebusnya dengan arang hitam (A/N: Heh? Serius tuh pake arang hitam? O_o) "Iya, menurut resep dari Chef Yukihira Soma sih demikian thor" (A/N: Yauda lanjutin aja, author menyimak saja). Dan merebusnya juga bisa dengan daun jambu biji. Banyak juga ya cara merebusnya, aku pakai daun jambu biji saja, kebetulan ada hihihi.

Selanjutnya,cara masak! Cara masaknya sama kayak bikin semur biasa: tumis bumbu halusnya (bawang putih + bawang merah + kemiri) dengan minyak goreng secukupnya. Oh gitu ya? Oke aku ambil wajan dulu. Panaskan minyak dan tumis bawang putih, merah, dan kemiri.

Kemudian, resepnya bilang, masukkan jengkol yang sudah direbus. tambahkan cengkeh, kayu manis, pala, beri air secukupnya. Oke, akan kulakukan seperti yang ada di resep.

Lalu masukkan gula jawa, lada, dan garam. Cicipi rasanya agar sesuai dengan selera, oke akan kucoba, Hmm enak sekali! Pasti Hiruma suka dengan masakanku kali ini (A/N: Kayaknya enggak deh, hehehe) "Thor, diem aja deh disana." (A/N: *badan saya mematung*) Dan tunggu sampai agak meresap. Sudah begitu saja cara masaknya? Enggak berasa hanya perlu waktu 15menit (meresapnya kuah tidak dihitung ya!).

"Yoichi! Semur Jengkolnya sudah siap!" kataku sambil tersenyum padanya yang masih sibuk dengan pekerjaannya, tapi saat dia baru sadar kalau aku memasak Semur Jengkol, entah kenapa kelihatannya dia tidak begitu tertarik. Agar dia mencicipi makananku, mau tak mau aku sodorkan Semur Jengkol yang sudah kubuat.

"Mm.. Enak kok. Coba kamu makan," lalu aku mengambil satu lagi dan menyodorkannya ke mulut Hiruma.

"Aku tidak mau, kamu ini masih saja seperti dulu, sialaaan" elaknya.

"Coba dulu Yoichi-kun! Enak kok.." paksaku.

Hiruma memundurkan kepalanya. Namun Mamori lebih dulu berhasil memasukkan satu sendok makan semur jengkol itu ke mulutnya. "Bagaimana?" tanyanya sambil tersenyum yakin.

"Kamu mau meracuniku ya?"

"Sembarangan, kalau aku mau meracunimu, bukan begini caranya" balasku.

"Itu tergantung dari lidah masing-masing, kamu jangan memaksaku," balasnya yang sudah menjauh dari makanan itu dan duduk di meja kerja di depannya.

Akupun hanya bisa mengangkat bahu, dan akhirnya mengalah dengan mengambil semua semur jengkol yang aku pelajari resepnya dari Chef Yukihira Soma di internet dan membawanya kembali ke meja makan.

Kemudian Hiruma memberikan koran edisi hari ini yang ia beli sebelum pergi ketempat bimbel itu, dan aku membaca headline utama koran Kompas yang disodorkan Hiruma. "Apa ini?" Tanyaku sambil menurunkan koran itu ke atas meja makan, ada perusahaan baru asal Indonesia yang menjual bus food dan itu limited edition. Aku malah jadi ingat tujuan pertamaku kesini, yaitu buka restoran.

"Hiruma, kapan aku bisa buka restoran disini?" -Mamori

"Lusa" -Hiruma

"Kamu serius?" -Mamori

"Saking seriusnya, aku sudah beli bus food yang kusodorkan padamu itu, aku belinya yang paling besar biar kamu puas mengaturnya." Jawabnya sambil menatap laptopnya tanpa melihatku,

Kemudian Hiruma memalingkan wajahnya dari laptop dan menatapku seraya berkata."Dan aku sampai membuka lowongan pekerjaan untuk menjadi koki ditempatmu, tapi untuk sekarang buka bus food saja dulu. Seiring berjalannya waktu, aku berjanji akan membuka restoran sesuai keinginanmu dengan bantuan kakek sialan itu" (A/N: Kakek sialan itu Gen 'Musashi' Takekura, gak tau? Cari di gugel, banyak :v)

"Terakhir, untuk masalah untung rugi, tak usah diambil pusing dulu untuk saat ini. Gunakan saja uang tabunganku yang ada di rekening ke-5" -Hiruma

"Kamu punya berapa rekening?" -Mamori

"Aku hanya punya 7 rekening." -Hiruma

"Hah? Itu banyak Yoichi!" -Mamori

"Sudahlah pakai saja, ini kartunya. Password sama nomor rekening, datanya ada dikamar." -Hiruma

"Makasih ya Sayang! Kamu kalau mau main lagi malam ini, aku layanin deh sesuai keinginanmu ^_^v" -Mamori

"Sungguh?" Aku pun hanya mengangguk pelan mengiyakan, Hiruma pun tersenyum lebar padaku. dan kemudian dia dengan semangat kesetanannya menyelesaikan pekerjaannya mengurusi kedua perusahaannya yang berada di Jepang, dan tak lupa mengurus masalah pembukaan cabang di Indonesia.


Rinnosuke Mitobe

Rasanya kalau berada diluar negeri itu sagat berbeda, apa ini rasanya merantau ke negeri orang? Udah pagi ya? Aaah, Sakurai kebiasaan jam segini masih tidur. Aku lapar, makan dulu deh, apa aja yang penting bisa dimakan. Aku pun hendak menuju dapur untuk mencari sesuap nasi (A/N: Ceilah kayak pengamen aje kata-katanya 'sesuap nasi' XD)

"Yaak, kakak-kakak, coba baca ini" Yona menulis sebuah kalimat dalam bahasa Indonesia di papan tulis. Yah, kami sedang les privat bahasa Indonesia dengan Yona, hehe lumayan daripada harus les dan ngeluarin duit lagi(?)

Kebetulan untuk mengisi waktu luang Yona yang sedang menunggu waktu OSPEK pada bulan Agustus untuk melanjutkan jenjang pendidikan tingginya di sebuah universitas swasta yang hits di Jakarta. "Ii-ni Bu-dhi" aku dan Sakurai membaca dengan terbata bersama-sama. Seperti balik ke taman kanak-kanak lagi, rasanya menyenangkan.

"Bu-dhi be-ru-ma-in boo-ra" aku membaca kalimat lain dibawah kalimat tadi. Susah juga ya ternyata. "Bo-la kak, bukan bora. Be-O-Bo, El-A-La, Bola" jawab Yona membetulkan ucapan Mitobe. "Boo-ra" aaaahh susah sekali huruf yang bernama L itu, aku capek, lelah berbicara. Yona boleh ya udahan dulu? Ya ampun tajam sekali tatapan itu Yona. Aduh mampus, Yona ngambek, gak bisa istirahat dulu deh, hayati sedih.

Sudah 1 jam kami belajar Bahasa Indonesia yang cukup membuatku mengerahkan seluru kekuatan yang ada dalam tubuh ini (A/N: Lu kira main basket? sampe ngerahin tenaga yang tersisa? Gampang kok belajar Bahasa Indonesia, yang susah itu belajar bahasamu itu! :v), Gak ah gak susah, authornya aja yang be*o (A/N: ah terseraaah kau lah)

Ehmm.. kembali kecerita, aku dan Sakurai belajar dari mulai belajar bacaan huruf-hurufnya, konsep bahasa(?), hingga membaca kalimat-kalimat sederhana seperti tadi. Kulirik jam, sudah jam 11. Ah bentar lagi jam makan siang. Asik makan lagiii..

"Bu Yona! Sudah jam 11. Aku mau masak makanan dulu." aku menangkat tangan, setelah anggukan dari Yona, aku beranjak dari kursi menuju dapur.

Makan apa ya hari ini? Sejak datang ke Indonesia, aku mengambil alih untuk memasakan makanan makan pagi-siang-malam Yona dan Sakurai. Ya memang sih Sakurai juga ikut serta membantu, tapi kalau dia lag niat bangun pagi

Dengan berbekal buku resep makanan Indonesia milik ibu Yona, aku belajar satu-persatu makanan Indonesia yang cukup unik. Mulai dari yang pasaran seperti Rendang Padang, Gudeg Jogja, Pecel, Mie Aceh, sampai yang cukup langka dijumpai seperti Papeda dan Ayam Lado Hitam khas Sulit Air. Hmm.. Yang enak dimakan... yang enak dimakan... apa ya?

'Guriiih, Guriih.. NYOII~ Taahuu buulatt... digoreng... dimobil….'

Tiba-tiba saja, aku terngiang begitu saja dengan suara abang-abang mempromosikan tahu dari speaker mobilnya waktu itu. Sebuah lampu pun menyala diatas kepalaku, asik dapet inspirasi!

Kira-kira bahan-bahannya apa aja ya? Oiya, waktu itu kan Yona merekam waktu bapak penjual tahu itu menerangkan cara membuat tahu bulat. Mana ya hpnya Yona itu? Eh, ada diatas kulkas, bukannya di meja belajar atau di Kasur kamar, kok aneh ya meletakkannya di atas kulkas, (A/N: suka-suka doi laah, doi yang punya hp) :D

Oke, gak di lock, langsung buka voice recorder, mana ya voice recorder? Eits, folder apa ini? Ketika aku isengn membuka folder rahasia itu, ternyata difolder itu tertulis 'Yaoi' dan 'Yuri' dalam bentuk format .mp4 dan .mkv (A/N: Bagi file 'yuri' dong kirim kemari! :3) Hpnya Yona IPhone thor, gak ada Bluetooth.. (A/N: Yaaah, kecewalah saya T_T)

"...Jadi gini, siapin Tahu Putih Halus sama Kuning Telur, perbandingannya 5:1" pause. Tahu putih dan kuning telur... Aku mengubek-ngubek kulkas dan akhirnya menemukan sebungkus tahu putih halus mentah dan 1 buah telur.

"..Terus Kaldu Bubuk sama Baking Powder perbandingannya 3:1" kaldu bubuk? Taruh dimana kemarin? Baking powder juga kemana ya? Ah, ternyata di lemari bumbu dapur. Akhirnya aku siap juga bahan-bahan dasar yang dibutuhkan untuk bikin tahu bulat.

"...Cara bikinnya, cuci tahu putih, hancurin ampe alus dan saring airnya sampai kering. Setelah itu, masukin kuning telur, kaldu bubuk, dan Baking Powder. Abis itu di'remas-remas' biar adonan tahunya alus. Dicobain dulu rasanya pas apa enggak." aku mengikuti step by step yang bapaknya berikan, seperti menonton acara demo masak di tv. Coba aku cicipin adonannya. Hmm.. Mayan juga hohoho.

"Mitobe-san! Lagi ngapain?"

Lagi nyoba bikin tahu bulet, mau bantuin enggak?

"O.. oke(?)"

"... enggak kok, kan udah jadi adonan. Nah kalo rasanya udah pas, buat bulatan pake telapak tangan sampai permukaannya licin.." aku mengambil sejumput adonan, lalu membuat bola-bola tahu, lalu menaruhnya disebuah nampan. Sakurai, bantuin gw bulet-buletin kayak bola, jangan kegedean, sekecil loli aja (A/N: Apanya yang kecil? :p) "Oke, Mitobe-san"

"Masukkan ke dalam wadah yang ada tutupnya, simpan dalam kulkas minimal 3-4 jam. Jangan masukin ke freezer lho ya" what? 3 jam? Lama banget. Kan aku keroncongannya sekarang. Yaudah, 30 menit tapi taro di chiller bisa kan? Hehehe.

"... Itu kalo mau versi rumahan, kalo mau versi seperti yang saya jual, pas ngebentuk tahunya ya taro satu potong dadu kecil keju ditengahnya" Boleh juga tuh. Tahu isi sosis sama keju enak ga ya? Coba aja deh. Kebetulan juga kan ada sosis mentah tinggal satu di kulkas, SIKAAT! Harus potong-potong sesuai ukuran tahu bulet yang udah dibuat, kalo enggak pasti sudah meluber.

Aku dan Sakurai bikin 3 macam adonan tahu bulat, yang polos, isi keju, dan isi sosis. 30 menit berlalu setelah adonan tahu bulat dimasukan kedalam chiller kulkas

Setelah kompor menyala, aku masukan satu persatu bola-bola tahu. Setelah 15 menit, ternyata bolanya hancur :'D sementara sosis dan kejunya keluar kemana mana hiks.

Tapi untunglah rasanya masih sama huahaha! (A/N: Makanya kalo bikin harus sesuai prosedur..) Iya thor, maafkan charamu ini. (A/N: Ya ya, gak masalah juga sih, makanannya kamu ini kan yang makan? :P) Author jahat. T_T

Malamnya, aku berpikir, sepertinya aku harus mulai mencari pekerjaan, daripada harus berakhir nganggur dirumah orang seperti sekarang. Sudah lebih dari 10 website lowongan kerja aku buka, sampai berakhir di website milik keluarga yona lagi. Informasi buat kalian, selain travel, webnya Yona ini juga bisa buat nyari lowongan kerja lho.

Ternyata ada sebuah loker yang cocok denganku dan Sakurai. (A/N: loker itu singkatannya lowongan kerja ya :D) restoran itu bernama 'Warung Makan Rakyat' dan lokernya bilang kalau mereka sedang mencari koki untuk bekerja di bus food restoran itu. Dan ternyata interviewnya bersifat walk-in interview sehingga langsung datang kesana saja untuk apply. Lebih baik aku mandi sebelum hari makin sore dan dalam 15 menit sudah dijalan menuju kesana, aku juga harus ajak Sakurai, pasti dia senang!


Taiga Kagami

"Pass kesini!" Teriakku pada rekan setimku dengan menunjuk kearah ring, tanda minta alley-oop. Dan untungnya Rekanku ini mengerti apa yang kuinginkan Kagami, ia langsung melakukan shoot yang sebetulnya pass untukku. Tapi bukannya berjalan mulus, yang menjagaku one-on-one sejak awal latihan ya Anwar, siapa lagi yang bisa disejajarkan denganku kalau bukan Anwar?

Walaupun kadang-kadang otaknya geser, tapi kalau sudah berada di lapangan, Anwar itu mirip Aomine tapi versi lebih baiknya. Bisa bekerja sama dengan tim, makanya aku sebetulnya sedikit takut karena Anwar itu sebenarnya sama persis kemampuannya dengan Aomine dan sering melakukan fake pass untuk shoot dan fake shoot untuk pass. (A/N: Ngeri juga lho kalo dibayangin..)

Dan latihan pun selesai, aku dan Anwar ngos-ngosan, capek, dan tidak sanggup berdiri, hingga salah satu kakak kelas yang datang menghampiri kami berdua memaksa kami untuk menambah tenaga ekstra untuk beranjak dari selonjoran dilantai dan duduk di tempat duduk penonton yang tidak ada kursi penonton,atau orang-orang biasa bilang dengan standing tribune.

"Capek ya?" tanya kakak kelasku yang sayangnya aku lupa namanya.

"Iya kak, hehehe" Jawabku enteng padanya,

"Kebetulan, tadi aku searching loker buat diriku sendiri, dan aku malah dapet loker yang cocok untukmu Kagami!" katanya dengan semangat.

"Serius kak?" Kalau sudah begini, tentu saja aku jadi semangat! Jadi tidak bergantung dengan uang dari orangtua deh. (A/N: Horang Kayah mah bedaah :v)

Kakak kelasku inipun memberikan iPhonenya padaku agar aku tau nama tempatnya, "Iya, nama restoran itu 'Warung Makan Rakyat' dan tempatnya sih masih sebatas bus food, tapi bus food di Indonesia itu sedikit lho! Ini kesempatan yang bagus untukmu."

"Wah, aku jadi tidak enak dengan kakak. Hehehe" Jawabku basa-basi padanya.

"Aah, tidak usah sungkan. Nanti aku kirimkan saja ke Anwar ya, siapa tau kamu juga mau war!"

"Hahaha, bisa aja.. yaudah kak nanti kirim aja." Jawab Anwar cengengesan.

"Oke, cabut duluan ya. Inget besok sparing lawan Perbanas, banyak istirahat!" (A/N: FYI, UKM Basket Univ. Perbanas itu jago lho)

"Siap kak!" Aku dan Anwar pun pulang ke kost-kostan kami. Kasurku sudah menunggu pemiliknya untuk ditiduri (A/N: Ditiduri? Menarik sekali bahasanya :D)

.

Matahari pagi sudah menyinari kost-kostan tempatku tinggal bersama Anwar, aku lihat Anwar sudah pergi, tumben sekali dia pergi sepagi ini? Kan hari ini tidak ada jam kuliah? Ah sudahlah tak usah dipikirkan, dia bukan anak kecil juga kok. (yang perlu ditanya 'kamu sudah dimana?') Sekarang aku harus mandi dan siap-siap berangkat.

Aku pun berangkat sekitar jam 9 setelah sarapan dan mandi dari kost-kostan menuju tempat bimbel Bahasa Indonesia menggunakan motor kesayanganku yang masih awet hingga kini, hanya butuh waktu 30 menit untuk sampai disana karena aku tau jalan tikus yang ada di Jakarta. Hehehe. (A/N: Fansnya KuroKaga merapat yaah :P)

Saat aku sampai di tempat bimbel, aku melihat seorang laki-laki berambut biru muda, tingginya juga tidak lebih dariku, hmm mungkin guru baru yang direkrut oleh pak Wiyoto. Panjang umur, pak Wiyoto menghampiriku dan memperkenalkan orang itu. Ia bernama Kuroko, baru lulus SMA tapi kemampuan mengajarnya cukup mengesankan, ya seperti itulah yang kutangkap dari ucapan pak Wiyoto.

"Yaudah saya tinggal ya, dek Kuroko ruang 2, Kagami ruang 1."

"Siap pak" Jawabku pada pak Wiyoto, dan ia pun pergi kembali ke ruangannya.

Aku pun mengulurkan tanganku pada laki-laki berambut biru muda itu, "Taiga Kagami" Eh, bukannya jabat tangan, dia malah mimisan. "Eh, kamu kenapa?" tanyaku padanya panik, baru bertemu sehari udah begini jadinya.

Mau tak mau aku harus menggotongnya ketempat duduk yang harus kususun terlebih dahulu agar dia bisa berbaring, ketika kupegang dahinya, dia malah kepanasan sendiri. Ya ampun ini anak kenapa sih? Lagi banyak pikiran kah? Kalau saja aku bisa baca pikiran orang, pasti aku akan tau dia lagi berpikir apa. (A/N: Kayaknya Kuroko bukan lagi demam deh, Kagami) "Terus dia kenapa thor?" (A/N: Coba inget-inget sama apa yang Anwar bilang tentang yaoi..) "Bentar thor, inget-inget dulu"

Hmm, rasanya tidak asing dengan kata-kata Yaoi. Ya, benar! Anwar pernah bilang padaku, dia bilang kalau rata-rata pria yang terindikasi yaoi itu, suka dengan sesama laki-laki. Lalu apa lagi ya? Melihat cogan roti sobek (A/N: Luar biasa bahasamu naaak, 'Cogan Roti Sobek' XD), rasanya badan ingin meleleh, badan suka panas dengan sendirinya karena sesuatu yang bernama blushing.. yaa itusih yang Anwar bilang padaku. Untung saja Anwar bukan yaoi, karena otaknya yang geser dan sukanya wanita berdada besar, persis seperti Aomine kan? :D

Tunggu dulu, kalau gitu dia naksir sama aku dong? (A/N: Akhirnya sadar juga HAHAHA!) aduuh, mukaku juga ikut-ikutan memerah lagi (A/N: Cieee blushing juga! AHAHAHA!) "Gapapa thor, kan jadinya aku bisa lucutin pakaiannya" (A/N: What!? Woi sadar woi, lu ini lagi di Indonesia! O_o) "Gak tahan lagi thor. Lagian dia kepanasan kan? Gapapa dong aku bukain bajunya :)" (A/N: Waduh, terserah deh author gak tanggung jawab kalo Kuroko hamil! #eh)

Aku pun membantunya untuk membukakan baju Kuroko yang hanya mengenakan kaos oblong bertuliskan 'Nippon Asli!', waduh badannya berkeringat, anuku jadi berdiri kan? Aduh bisa gawat ini kalau tidak ditindak lanjuti! Aku bawa saja ke ruang kelas, toh juga murid-muridnya belum ada yang datang.

Setelah aku gotong dengan susah payah menuju ruang mengajarku, Kuroko akhirnya sadar walaupun belum sepenuhnya sadar. Syukurlah, lega rasanya, tapi tangannya memancarkan gelagat aneh, EH? Tangannya ngapain ngeraba dadaku? Haduh jadi terangsang kan? Kuroko, kamu harus tanggung jawab! (A/N: Tanggung jawab apaan BAKAGAMI!? XD)

Tiba-tiba saja aku mendengar pintu kelas terbuka, dan ternyata murid-muridku sudah datang. Semuanya perempuan, dan kalian pasti tau reaksinya bagaimana kan? "Pak guru seroang Yaoi, KYAAA!" teriak salah satu muridku yang belum kuketahui namanya hingga sekarang (A/N: Guru macam apa yang enggak tau nama muridnya? XD)

"Anu, begini. Ini semua bisa dijelaskan kok!" jawabku dengan nada yang sedikit terbata-bata karena situasi yang super canggung. Akupun memulai menjelaskan semua kejadian dari awal Kuroko pingsan hingga aku membuka baju Kuroko dengan tidak senonoh, "Heh? Dia guru disini juga pak Kagami?" tanya salah satu muridku yang paling cantik diantara kelima muridku yang datang hari ini, aku hanya mengangguk padanya.

"Kata bapak, dia kayak demam saat melihat bapak?" kata salah satu diantara mereka.

"I.. iya, itu kenapa ya? Kamu tau?" Tanyaku pada muridku, dan kelima muridku ini bukannya membantu mencari solusi, mereka malah tersenyum girang sendiri. "Itu tandanya dia suka sama bapak, YAOI Detected! KYAAAAA!" teriak kelima muridku didepan kelas. Waduh, aku homo dong? Aku tidak ingin menjadi homo! Aku masih ingin menjadi normal, aku masih ingin membelai tubuh Riko-senpai yang masih ternginang dalam ingatanku sewaktu dulu di Seirin. Aku masih ingin bercumbu dengannya (A/N: HAH? Kagami sama Riko pernah bersenggama? Ya ampun.. *geleng-geleng kepala*) "Aduh aku keceplosan!" (A/N: Gimana gaya mainnya Riko? Menggairahkan? Oppai-nya sudah 'lebih baik'? :3) "Author! Jangan memperkeruh suasanaa!"

Ditengah kegaduhan yang terjadi di kelasku, Kuroko akhirnya benar-benar tersadar dari pingsannya. Ketika dia menyadari bahwa dia hanya mengenakan celana jeans levis, spontan dia langsung menutupi badannya dengan kedua tangannya. "Aku enggak percaya, Kagami melakukan hal yang tidak senonoh denganku!".

Kuroko pun mengambil paksa baju oblongnya ditanganku dan langsung pergi ke kelasnya untuk mengajar, "Kuroko! Kuroko! Tolong dengarkan penjelasanku terlebih dahulu! Oi!" ya ampun aku dikacangin. Orang itu tidak tau terimakasih, sudah kutolong malah dikira melakukan hal yang tidak senonoh dengannya. Aku juga ogah! (A/N: Perasaan tadi nafsu banget? Jangan jadi Tsundere deh :P)

"Yasudah, silahkan duduk dan kita akan memulai pelajarannya." Kataku sambil membereskan susunan tempat. Dan saat pelajaran berlangsung, murid-muridku masih saja menyindirku dengan anggapan kalau aku ini pecinta laki-laki alias 'yaoi'. Kami-sama, tolonglah pengikutmu ini! Hamba tidak kuat menahan ini semua T_T.

Setelah ini, aku harus menjelaskan ini semua dengannya. Ya, harus!


Akhirnya pelajaran hari ini selesai, aku harus bergegas menuju ruang mengajanrya Kuroko untuk menjelaskan ini semua. Saat aku sampai di ruangannya, ternyata ada pak Wiyoto juga, habislah aku kalau dia menceritakan semuanya. Kan yang pingsan dia? Aku hanya menolongnya!

"dek Kuroko, nampaknya terjadi kesalah pahaman diantara kamu dan Kagami."

"Maksud bapak?" tanya Kuroko dengan wajahnya yang kebingungan.

"Tadi aku mendengar suara Kagami, seperti sedang panik. Ketika saya cek lewat CCTV ruangan saya, memang benar adanya kalau kamu pingsan. Untuk yang satunya lagi, membukakan baju secara paksa.." Pak Wiyoto melihatku dengan tatapan yang tajam kearahku. Kami-sama, semoga aku tidak dipecat karena hal ini.

"Kagami, apa alasan anda membukakan baju dek Kuroko?" tanyanya dengan tatapan tajam kearahku, akupun denga hati-hati menjelaskan semuanya tentang kronologinya dari awal hingga selesai. "Ya ampun, iya iya aku mengerti perasaan itu. Kamu sedang panik karena dia pingsan, badannya tiba-tiba panas dan kamu pun tak tau harus melakukan apa, pikiranmu tidak jernih pada saat itu harus melakukan apa." Pak Wiyoto pun mengangguk-anggukkan kepalanya.

Kuroko yang tadinya kesal denganku, akhirnya meminta maaf atas kesalah pahaman ini semua. Tapi anehnya kok mukanya memerah lagi? Apa jangan-jangan benar seperti muridku katakan? Duh gusti semoga saja tidak deh..


YAA-! HAA-! Karena author sendiri masih menggarap Road to Rice Bowl (Eyeshield 21 Fanfic) yang sebentar lagi bakal kelar, yaaah yang pasti dari situ bakalan ada sequel ke-2 dan ke-3, jadi update WMR mungkin bakalan sebulan sekali atau bahkan lebih lama lagi (biar semangat, kasih RnRnya yaa!) :P

Dibagian Kuroko, tau kan maksud author adiknya itu siapa? Dari fandom sebelah kok, iya! yang sering dipair sama Karma atau Kayano itu lhoo :P

Dibagian Mitobe, kalau kalian ngeliat dialog Mitobe gak dikasih tanda kutip, berarti lagi make sinyal-sinyal anehnya seperti di Kurobas! Oke? :D

Gimana debut yaoi buatan author (DevilShosetsuka)? Suka sama kekocakannya KuroKaga? Kurang greget? Mau yang lebih? Let me know in the comment section yaah! XD

Yang lagi puasa, maafin author ya di chapter ini! (kedua author juga puasa kok XD)

Sebelum kelupaan, author dan Little-Tonks mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankannya! \( - 3 - )/


Kapan rilisnya lagi? RANDOM TIME :v

(lebaran rilis lagi, dikarenakan kedua author sama-sama mudik :v)


Notes Penting! Harus dibaca! :v

Mau request Husbando/Waifu/OTP kesayangan kalian untuk dimasukan kedalam cerita ini? (Kalo bukan dari dunia Anime juga boleh gak ada larangan! Mau J-POP/K-POP/Cartoon favorit kalian buat dimasukin juga BOLEH BANGET!) Tinggal comment aja, nanti akan diusahakan masuk kedalam story (kalo gak ada yang request yaa kita hanya ngasih karakter di dunia E21 & Kurobas sajaa) :D

Dan Chapter selanjutnya, WMR bakal kedatangan tamu dari dunia harem dimana si cowok bisa nyegel kekuatan dari target tapi dengan syarat, yaitu dengan membuat targetnya blushing dan harus berciuman! (atas request dari Bayu), lalu ada juga bocah SMP berambut merah yang dilatih buat jadi pembunuh sama pembunuhnya langsung! (atas request dari AliceShotacon4ever), dan terakhir, buat para A.R.M.Y. salah satu personil idola kalian akan muncul juga dalam chapter selanjutnya! (atas request dari Little-Tonks yang sekaligus ngebantuin author juga dalam pembuatan cerita dengan sukarela Ke Ke Ke!) :3

See you on next episode and peace out!