EPILOG
5 Years Later
JAEJOONG POV
Hari ini adalah hari pertamaku menginjakan kakiku di tanah kelahiranku. Saat aku turun dari bandara, aku langsung naik taxi dan tujuan utamaku adalah untuk menemui Junsu. Sudah lama sekali aku tidak bertemu dengannya dan bagaimana dia sekarang.
Aku turun dari taxi yang aku tumpangi kemudian aku berjalan memasuki halaman rumah Junsu, sudah banyak yang berubah disini, langsung aku tekan bell rumahnya.
"sebentar~" aku mendengar suara lengkingan dari dalam suara Junsu yang sangat-sangat masih aku kenal. Tak lama Junsu membukakan pintunya. "Joo..Joongie? Joongie-ah? Waaaaa!" Junsu langsung menubruk tubuhku dan kami berpelukan.
"ayo masuk, kau baru sampai?" tanya Junsu dan aku mengangguk "dan kau langsung ke sini?" kuanggukkan lagi kepalaku "kau pasti sangat lelah, duduk dulu akan aku ambilkan air minum" ucap Junsu kemudian meninggalkanku. Aku melihat sekelilingku, dalam rumah tidak banyak yang berubah, dan aku melihat pigura dengan fotoku dan Junsu berdua dengan seragam sekolah terpajang di meja. Kudekati meja itu dan ku sentuh foto itu, sungguh aku sangat merindukan masa sekolah dulu, meski aku tidak lulus bersama Junsu. Tapi sudah lah itu semua sudah berlalu, lagipula aku sudah menyelasikan sekolahku di Jepang dan memulai bisnis butik yang dibantu oleh umma disana.
"Joongie-ah ini di minum dulu, aku ingin benyak bercerita denganmu" aku menurut saja dan mendekati Junsu yang sudah duduk setelah menaruh beberapa cemilan dan minum.
Aku menulis pada noteku 'cerita? Apa? Apakah aku melewatkan banyak momen disini?'
"ne, saaaaangat banyak. Dan kau tidak tahukan kalau aku sudah punya kekasih? Hehehe"
'jeongmal? Siapa? Apa dia tampan?'
"yah menurutku begitu, tapi entahlah menurutmu, hanya saja jidatnya terlalu lebar"
'hey, kau tidak boleh seperti itu, kau seharusnya bersyukur sudah mendapatkan kekasih, tidak sepertiku. Memangnya sudah berapa lama kau bersamanya?'
"Joongie, jangan berkata seperi itu.. kami sudah menjalin hubungan sejak lulus sekolah, namanya Park Yoochun"
'Yoochun? Sepertinya aku pernah dengar'
"pasti kau pernah dengar, dia anak kelas 12-D, dan tepatnya dia adalah teman yang dekat dengan Yunho"
Aku langsung diam tidak menanggapi ucapan Junsu. Yunho, aku sudah tidak mengetahui kabarnya, termasuk dari Junsu, apa Yunho tidak pernah mencari keberadaanku?
"Joongie-ah? Maaf jika aku salah bicara" aku langsung menggelengkan kepalaku "soal Yunho, dia sudah tidak ada di sini"
'apa maksudmu?'
"kau benar Joongie, Yunho orang yang berbeda dengan yang lainnya, dia benar-benar membuktikannya padamu"
'kau bicara apa? Sebenarnya apa maksudmu?'
"Yunho menyusulmu kebandara waktu itu, Joongie" Yunho menyusulku?
'dia menyusulku? Kau bertemu dengannya?'
"aniyo, aku tidak bertemu denganya, kau ingat kan saat banyak orang berlarian keluar bandara?" aku menganggukan kepalaku "mereka semua menghampiri Yunho, dia mengalami kecelakaan, motornya bertabrakan dengan minibus"
'lalu bagaimana dia?' kulihat Junsu menarik napasnya dalam-dalam.
"Yunho tewas setelah beberapa jam mendapat perawatan, Joongie. Hampir semua siswa, siswi dan guru menghadiri upacara pemakamannya" kurasa mataku mulai berair. "Joongie, mianhae aku baru mengatakannya, aku tidak ingin kau-" aku langsung menulis saja sebelum Junsu menyelesaikan kata-katanya.
'tunjukkan dimana dia sekarang, aku mohon' kulihat Junsu langsung saja mengangguk.
.
Junsu mengantarku dengan mobilnya. Sepanjang jalan aku memilih untuk diam. Aku tidak bisa menyembunyikan kesedihanku. Terlebih saat mengetahui bahwa Yunho.. dia benar-benar membuktikannya.
Setelah sampai Junsu menunjukkan padaku sebuah gundukan yang terlihat sudah lama. Beberapa rumput liar tumbuh disana. Aku meminta Junsu untuk menungguku di mobilnya. Aku ingin sendiri. Aku ingin bicara padanya. Setelah Junsu pergi, aku berjongkok tepat di samping batu nisan bertulisan namanya. Mengusapnya dengan perlahan.
'Yunho-ah, kenapa kau meninggalkanku? Kenapa kau melakukannya? Maafkan aku menghindarimu saat itu' kulihat lagi nisan itu. 'apa kau merindukanku Yunho-ah? Aku merasa bersalah atas kejadian ini, tapi aku.. aku, aku tidak bisa menyembunyikan perasaan ini terus menerus, saat aku mulai mengharapkanmu, kanapa kau malah pergi?' aku terus bergumam dalam hatiku, berharap dia dapat mendengarnya.
"Joongie-ah~" terdengar bisikan suara di sertakan hembusan angin. 'Yunho-ah apa itu kau?' ku edarkan pandanganku. Di bawah pohon maple yang terletak tak jauh dari ku, kau berdiri di sana. Memandangiku dengan senyuman. Kau melambaikan tanganmu. Apa kau menungguku? Jika iya, kumohon tinggallah sebentar saja, aku ingin melihatmu lebih lama.
JAEJOONG POV End
Jaejoong menitikan air matanya lagi, bayangan itu masih berdiri di hadapannya dengan melambaikan tangan. Tak ada yang bisa Jaejoong lakukan lagi, semua sudah terlambat, waktu tidak akan bisa diputar kembali. Bayangan itu menghilang dengan perlahan beserta angin yang bertiup membawa helaian daun maple yang ikut berguguran.
Jaejoong kembali menangis jatuh terduduk dengan menutup mulut dengan punggung tangannya.
'Yunho-ah~ saranghae..'
_E.N.D/F.I.N.I.S.H_
