ANGKOT.

By: Akuma

Pair : SasuHina

Punya OM MK

Warning!

Dijamin GEJE, OOC, EYD, bahasa amburadul, pasaran, dan kekurangan lainnya.

Dan bagi yang tidak suka pair SasuHina, harap tekan BACK!

.

.

.

.

Don't like, don't read.

Chapter 5

Itachi tidak bergeming, bentakan dari Sasuke seolah membuat harga dirinya sebagai seorang kakak jatuh sudah, Hatinya hancur dia merasa tidak dihargai oleh sang adik. Helaan nafas terdengar kasar. Mau tidak mau dia hanya bisa mengawasi dari luar, memantau apa yang sebenarnya terjadi didalam kamar Sasuke. Itachi mendekatkan telinganya pada daun pintu, demi mendengar apa yang yang Sasuke lakukan, dengan wajah serius, membuka telinganya lebar-lebar.

*Di dalam ruangan*

"Hinata bisa diam tidak." Ujar Sasuke setegah berteriak.

"J-jangan seperti ini Sasuke-san..." Regek Hinata tidak suka.

"Lalu harus bagaimna? Aku suka posisi seperti ini."

"Tapi aku tidak mau, itu membuatku tidak nyaman."

"Yang berhak menentukan nyaman atau tidak itu aku, bukan kau."

"Tapi aku tidak mau.."

"Kau hanya perlu diam, biar aku bisa enak."

"Tapi aku tidak mau."

"Kau harus mau." Paksa Sasuke dengan nada suara tinggi.

Hinata hanya bisa terdiam pasrah. 'Sabar Hinata, sabar. Ambil Hikma nya saja." ujar Hinata dalam hati.

.

.

.

Sedangkan Itachi yang berada di luar kamar Sasuke hanya bisa panik, mendengar percakapan yang menurutnya tidak lazim, orang tidak normal juga pasti bakalan berpikir macam-macam, apa lagi Itachi yang normal. Iya kan.

"Sebenarnya apa yang di lakukan Sasuke sih." Gunam Itachi penasaran, menjambak rambutnya flustasi.

Hening, tidak ada lagi suara yang terdegar dari dalam ruangan. Bahkan nyamukpun tak berani benepakan sayapnya, takut terdengar dan mati sia-sia di tangan para Uchiha.

.

.

.

Itachi yang merasa cemas segera menghubungi Mama Mikoto tercinta, melaporkan kegiatan Sasuke yang di luar kendali. Bodoh amat dengan sinetron kesayanganya, yang penting cari aman. Menurutnya.

'Moshi-moshi..' Suara di sebrang sana.

"Mah, Sasuke memculik anak orang, sekarang bahkan dia mengurung gadis itu di dalam kamarnya."

'Apa?' Ujar mikoto kaget.

"Iya, mamah harus cepat pulang, Sasuke mulai melakukan hal yang tidak-tidak, bahkan dia memaksa gadis itu untuk_"

Tutt..tut..tut..

Sambungan telpon terputus, itachi sekarang yang geram, kenapa malah ibunya yang memutuskan telpon. 'Ya tuhan apa salah ku thor, kenapa kau buat hidupku senista ini.'

Dan sekarang itachi mencoba menghubungi seseorang lagi, barang kali dia bisa di hargai.

'Moshi-moshi..' Terdengar suara berat lelaki diseberang sana.

"Papa, Sasuke pa. dia menculik anak orang." Lapor Itachi buru-buru.

'Apa?' jawab Fugako kaget.

"Iya, papa cepat pula_"

Tut...tut...tut..

Hancur sudah harga diri Itachi, kenapa semuanya mematikan telpon seenak jidatnya. Utung mereka orang tua kalau buka Itachi jamin akan melakukan hal yang membuat mereka menyesal di kemudian hari. Hembusan nafas kembali terdengar semakin berat. Dan tidak ada lagi suara aneh di dalam kamar, hening. Keheningan yang membuat Itachi mencibir Sasuke penuh minat.

"Bodoh. kenapa malah diam saja, harusnya kalau Sasuke lelaki normal mah pasti, terjadi hal yang tidak-tidak tuh." Gunam Itachi semakin mendekatkan telinganya ke daun pintu kamar Sasuke. 'Tuh kan benar Sasuke itu belum Sembuh.' Pikirnya mencibir.

.

.

.

.

.

.

Hinata masih bergerak-gerak gelisa, sedangkan Sasuke masih asik di alam mimpinya dan masih nyaman dengan posisi tidur ayamnya sejak tadi. Hari mulai berganti sore, seolah harapan Hinata untuk kencan menyenangkan hilang sudah. Buktinya sekarang, boro-boro kencan, yang ada dia di kurung oleh Sasuke. Sepertinyamemang tidak ada yang berniat membantuhnya, bahkan Itachi yang tadinya ingin membantu pun entak kemana, atau mungkin memang sudah menyerah sebelum bertindak, pasti demgan 1001 alasan, tapi alas an yang lebih utama adalah tidak mau cari mati.

Hari sudah berganti sore, tapi Sasuke tidak juga bergeming dari tidurnya. Sehingga terbesit di benak Hinata untuk membangunkan Sasuke, dari tidur ayamnya.

"S-sauke-san b-bangun.." Panggil Hinata mengoncang lembut bahu Sasuke.

Tidak ada jawaban dari Sasuke. Pria itu malah tertidur semakin pulas di buatnya, seolah panggilan Hinata adalah lagu pengantar tidur yang paling mujarap.

"S-sasuke-san.. B-bagun.." Hinata masih berusaha membangukan Sasuke.

"Sasuke-san.." Ulangnya.

.

.

.

.

.

Itachi hanya bisa gelisah, terus berjalan mondar-mandir di depan pintu kamar Sasuke, maunya sih masuk tapi gimna cara dia masuk. Bahkan Mamah Mikoto dan papa fugaku, entah kemana, tidak ada lagi kabar beritanya. Nafasnya semakin teregah-engah, pikiranya kacau, panik, takut terjadi sesuatu pada Sang gadis. Ya meski Itachi berharap terjadi sesuatu untuk memastikan bawah adiknya memang benar-benar lelaki normal.

"Apa yang harus aku lakukan?" Gunamnya bertanya pada diri sendiri.

.

.

.

.

.

15 menit kemudian.

Itachi masih betah mondar-mandir di depan pintu kamar Sasuke. Sebenarnya kakinya Sakit, tapi dia juga penasaran. Tidak mau ketinggalan berita hot di dalam rumahnya, kan gengsi entar takut di tanya sama pak polisi, tentang gimna kejadianya, masa itachi bilang tidak tau. Kan umayan kalu dia tau, nantikan bisa masuk koran, ya lumayan walau pun Itachi bukan si pelaku atau korban, tapi kan dia bisa jadi saksi nantinya.

"Tachi-kun.." Panggil seorang wanita berteriak berjalan mendekati Itachi.

"Mama.." Ujar itachi menghampiri mamahnya.

"Mana Sasuke?" Tanya mikoto menangis, air matanya terus mengalir membanjir pipinya.

"Sabar, mah. Sasuke masih di dalam," ujar itachi memenangkan Mamanya. (?)

"Itachi, mana Sasuke?" Tanya Fugaku panik menghampiri Itachi dan sang istri.

"Sasuke didalam pa." Jawab Itachi seadanya. Dia binggung apa yang harus dijelaskan, masalahnya dia sendiri saja tidak tau apa yang terjadi di dalam ruangan. Itachi yang masih terdiam dengan lamuannya, Mikoto yang terus menangis, sedangkan fugaku yang hanya diam menenangkan sang istri.

"Itachi, ketuk pintunya, bilang pada Sasuke, mama, papa mau bertemu mereka." Ujar Fugaku serius.

"Baiklah." Jawab Itachi pasrah, lah ujung-ujungnya mah tetap saja dia yang bakalan cari mati.

BRUG... BRUG… BRUG...

"Sasuke! cepat buka pintunya." Teriak Itachi mengetuk pintu kasar.

*Di dalam kamar*

Sasuke yang merasa terusik segera bangun mengerjapkan matanya kaget, saat matanya terbuka sempurna, orang yang pertama di lihatnya adalah Hinata. Dan itu sukses membuat wajah Sasuke sedikit merona.

BRUG...BRUG..BRUG...

"Sasuke, buka pintunya Baka!." Teriak Itachi tak sabar.

Teriakan sang kakak mengusik lamunan Sasuke. 'Dasar Baka Aniki sialan!' Umpatnya dalam hati geram.

"Sasuke, buka pintunya? mama, papa mau bicara."

Perkataan Itachi yang terakhir Sukses membuat muka Hinata dan Sasuke Horor.

TBC.

Minna-san, chapter Selanjutnya adalah Chapter terakhir.

maaf bila fanfic yang akuma buat garing, habis aslinya akuma itu, orangnya enggak pernah ngelawak sih. Hehheheh

Dan masalah konfik di fanfic ini, tidak ada, sebab aku gak suka konflik, sukanya damai heheheh *enggak nyambung*

Dan maaf juga kalau ceritanya mononton, soalnya akuma masih belajar. jadi harap di maklumi saja bahasa yang di gunakan akuma juga masih campur-campur jadi maaf jika kurang dimengerti.

Terima kasih yang sudah baca.

Sampai jumpa di chapter selanjutnya.

Jaa-ne~

SJ : 01-05-2016 (23:33)