ANGKOT.

By: Akuma

Pair : SasuHina

Punya OM MK

Warning!

Dijamin GEJE, OOC, pen muntah, EYD kacau, bahasa ancur.

Dan bagi yang tidak suka pair SasuHina, harap tekan BACK!

.

.

.

.

Don't like, don't read.

Chapter 6

Sasuke Segera bangun dari pangkuan Hinata. Menuju ke arah pintu, membukanya secepat yang ia bisa.

Matanya menangkap sosok Itachi sang kakak yang menyeringai ke arahnya.

"Hahaha, akhirnya kau buka juga baka!." Ujarnya tersenyum penuh arti, menyembulkan kepalanya demi melihat sosok Hinata, yang masih terdiam kaku.

"Diam kau aniki, kau kan yang melapor ke mama, papa?" Tujuk Sasuke menuntut penjelasan.

Sedangkan yang di tunjuk hanya terus menyeringai aneh. Dalam hati sih Itachi sebenarnya takut, tapi mau bagaimana lagi, tidak ada jalan lain selain melawan Sasuke.

"Kalau iya kenapa?" Ujarnya balik bertanya, yang sukses di hadiahi deathglare milik Sasuke yang berkali-kali lipat jauh lebih sadis.

Itachi membeku.

"Awas kau!." Ancam Sasuke geram, melangka masuk kembali kedalam kamarnya, menarik pergelangan tangan Hinata untuk mengikutinya.

.

.

.

.

SJ

.

.

.

.

Hening, tidak ada yang mau memulai pembicaraan. Ruang tamu seolah tidak berpenghuni. Masing-masing penghuninya tidak ada yang mau memulai percakapan, atau mencoba memecah keheningan yang sudah cukup lama berlangsung.

"Ekm." Suara deheman keras mulai terdengar dari lelaki paru baya yang mulai jengah dengan keheningan yang ada.

Semua mata tertuju pada kepala keluarga Uchiha, yang seakan mau memulai percakapan. Tapi tidak dengan Hinata, dia masih menundukan kepala takut. Habis keluarga Uchiha itu menurutnya sangat menyeramkan.

"Sasuke, sebenarnya apa yang kau lakukan?" tanya Fugaku akhirnya.

"..."

"Jawab nak." Tuntut Mikoto penasaran.

"Aku mencintai Hinata, jadi wajar bila aku ingin berdua saja dengannya." Jawab Sasuke tenang.

"..."

"Jadi kau sudah melakukan "itu" dengan gadis ini?" Tanya Mikoto menunjuk Hinata.

"Hn."Gunam Sasuke abstrak.

"APA?!" Tanya fugaku, Mikoto, dan Itachi serempak kaget.

Semua syok mendengar jawaban dari Sasuke, Hinata pun syok mendengar penuturan Sasuke, bahkan fugaku yang minim ekspresipun bisa tergagah tidak percaya. 'Anak bungsunya sudah melakukan "itu", hebat sekali.' Ujar fugaku bangga. (?)

Sasuke menyeringit tidak mengerti, dengan ekspresi terkejut yang di tunjukan keluarganya. Termasuk pujahan hatinya yang melihanya dengan kesal.

"Hn" ya yang Sasuke maksud itu tidak, tapi "Hn" yang mereka maksud bermakna sebaliknya.

Mikoto hanya bisa terisak, mendengar jawaban dari anak bungsunnya. Dia tidak menyangka, setelah sekian lama Sasuke tidak donyan cewek, akhirnya sembuh juga. Mikoto hanya bisa bersyukur dalam hati dan terus menangis.

"Kalian kenapa?" Tanya Sasuke akhinya, yang melihat Mamanya terisak.

"Ya wajar saja, mama menangis Baka, kau sudah keterlaluan." Maki Itachi mencibir menenangkan mamanya.

"Memangnya salah ya?" Tanya Sasuke tidak mengerti.

"Ya salah lah." Ujar Itachi kesal.

"Tapi sebenarnya kami ti_" protes Hinata mencoba menjelaskan.

"Tidak masalah." Potong Sasuke cepat. Yang mulai mengerti arah pembicaraan kedua orang tuanya.

Ucapan sasuke sukses membuat semua orang bungkam dan membuat sang gadis syok berat di buatnya.

"Baiklah kita terima, kau harus bertanggung jawab dengan apa yang kau lakukan pada gadis itu, Sasuke." Ujar Fugaku mencoba bijak, mengelus punggung sang istri agar kembali tenang.

"Tentu saja." Ujar Sasuke mantap.

"Dan siapa Namamu nak?" Tanya Fugaku menatap Hinata.

"H-hyuga H-hinata." Hinata mencoba mempertkenalkan diri meskipun gugup.

"Apa? Hyuga?" Tanya Mikoto menghentikan tangisnya.

"I-iya."

"Ayahmu Hyuga Hiashi bukan?" Tanyanya lagi.

"I-iya."

"Kau anaknya Hitomi-chan ya?" Tanyanya mulai penasaran.

"I-ya."

"Wah, kau Hinata, ya?, aduh, aku sampai tidak mengenalimu, aku senang sekali bisa melihatmu lagi Hinata-chan, kau sekarang sudah besar ya?, masih ingat tante tidak?" Tanya Mikoto bertubi-tubi, segera berpindah ke arah kursi yang di duduki Hinata dan Sasuke, lalu memeluk Hinata erat.

Semua lelaki yang di ruangan melihat Mikoto heran.

"Mama, kenal Hinata ya?" Tanya Itachi bingung.

"Ya jelas, Hinata kan dulu tetangga kita... Hahhahah" jawab Mikoto tertawa renyah.

Kini giliran Sasuke yang bingung di buatnya.

"Tetangga?" Gunamnya heran.

"Iya, kita dulu bertetangga dengan Hitomi-chan, ibunya Hinata-chan." Ujarnya menjelaskan, tidak melepaskan pelukannya, pada tubuh mungil Hinata.

"Ohw." Semua mengagkuk mengerti.

Pantas Sasuke saat bertemu Hinata merasa dekat, ternyata dulu mereka bertetangga.

"Hinata-chan sekarang tinggal dimna? Tante boleh maen tidak?" Ucap Mikoto terus mencubit-cubit pipi Hinata gemas.

"B-boleh, U-uchiha-san." Jawab Hinata gugup.

"Jangan panggil tante seperti itu, panggil tante dengan panggilan mama, kan bentar lagi Hinata-chan dan Sasu-chan akan menikah." Jelas Mikoto tersenyum manis, lalu memeluk Hinata lagi semakin erat.

Semua yang mendengar penuturan Mikoto hanya bisa syok tak percaya, bahkan Hinata pingsan di pelukan calon mertuanya. Sedangkan Sasuke hanya menyeringai penuh arti.

'Yes! Akhirnya.' ujar Sasuke senang.

Semoga saja, Hiashi tidak syok mendengar putrinya akan benar-benar menikah dengan anak SMA.

.

END

.

Hahhahah, endingnya tidak jelas ya, sorry minna-san.

Dan terima kasih yang sudah sudi membaca dan mengikuti fanfic geje ini.

Saya ucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya. #bungkuk_bungkuk.

Jaa-ne~

SJ : 03/05/2016

Akuma.