Taehyung kembali. Setelah mensugesti dirinya bahwa Yoongi kini milik Jungkook dan ia hanya sebatas debu yang harus hilang dari kehidupan Yoongi. Taehyung kembali menjalani aktifitasnya dengan senyuman manis yang indah dan menggemaskan.
Taehyung bergegas, berlari menuju halte dan bergegas menuju sekolahnya. Tak lupa menekan kartunya setelah naik kedalam bus, Taehyung mendudukan dirinya disamping Jendela dan memandangi pemandangan hiruk pikuk Seoul yang tak pernah sunyi.
Taehyung tersentak- terlalu asik melamun sampai tidak menyadari bahwa sekolahnya terlewat jauh dibelakang. Taehyung mengumpat dan segara keluar dari bis dan berlari berlawanan arah menuju sekolahnya.
"Kau terlambat 20 menit, Tae."
Taehyung meringis dan menggaruk tekuknya yang tidak gatal mendengar penuturan Min Yoongi, senior yang kebetulan bertugas sebagai tim disiplin siswa hari itu.
"Hehehe- aku terlalu asik melamun sampai tak tahu kalau sekolah sudah terlewat dan aku berlari kesini." Taehyung menjawab dengan polos dan senyuman kotak yang menggemaskan. Seperti Taehyung yang dulu.
"Melamun? Ada apa? Terjadi sesuatu?"
seketika senyuman manis Taehyung menghilang setelah mendengar penuturan yang penuh sirat khawatir dari Yoongi.
"Apa pedulimu, Sunbae?"
Yoongi tertohok. Terkejut dengan kata kata Taehyung yang seakan menghujam tepat di Jantungnya. Taehyung selama ini tidak pernah seperti itu.
"Tae, maafkan aku-"
"Hyung, aku ada pre-test Kalkulus. Biarkan aku masuk kelas ku dan mengerjakan karir per-kalkulusan ku dengan sukses. Jangan jadi penghalang, please hyung"
Taehyung menghentikan ucapan Yoongi dan langsung berlari menjauhi seniornya itu. Namun, bukannya berlari ke kelasnya, Taehyung berlari menuju kamar mandi dan menangis sejadi-jadinya.
Jangan jadi penghalang-
Aku kembali.
