Jimin mengelus kepala Taehyung dengan lembut dan menghapus air mata yang mengalir di pipi Taehyung. Jimin membetulkan kembali tatanan rambut Taehyung agar tidak terlihat terlalu berantakan-

"Memangnya aku bayi, kepalaku dielus sesudah menangis lalu kau menata rambutku?"

Jimin tersenyum mendengar Taehyung berbicara, walaupun terdengar serak, namun menggemaskan dalam waktu yang bersamaan. Jimin memberikan air putih pada Taehyung dan ia pun langsung menenggaknya.

"Terima kasih, Jimin. Kau yang terbaik!"

Taehyung tersenyum kearah Jimin, membuka tas dan mengeluarkan bukunya- Jimin melihatnya.

"Aku mengenalmu bertahun tahun, Tae. Butuh bantuanku untuk Kalkulus hmm?"

Taehyung mengangguk dengan cepat seraya tersenyum lebar. Membuka buku Jimin dan langsung menyalin materi Kalkulusnya.

Jimin gemas dengan Taehyung dan langsung mengusak rambut Taehyung sehingga rambutnya terlihat berantakan lagi.

"Yatuhan- Jims! kau baru saja merapihkan rambutku, lalu kau yang mengacaknya lagi. Mau mu apaa?!"

Taehyung memberengut dan menata kembali rambutnya. Jimin tertawa dan mengusaknya lagi.

Taehyung berteriak tidak suka dan Jimin melarikan diri keluar kelas. Menghilang dari Taehyung untuk menghindari rengekannya yang terlihat seperti anak kecil.

Dilain sisi, Taehyung tersenyum. Jimin mungkin menyebalkan dan membuatnya emosi-

Tapi Jimin yang paling terbaik!