Salah Tarik
Author : Cloudye0705
Cast(s) : Oh Sehun, Kim Jongin , Byun Baekhyun, Do Kyungsoo and others
Genre : Romance
Rate : T, mention of MPreg
Lenght: Twoshoot
Disclaimer : I own the plot but the casts are ours,,hhhee
.
.
.
Kim Jongin atau yang biasa dipanggil dengan Kai kini sedang menggigit kukunya sebagai pelampiasan rasa gugup. Dia mengutuk tindakan bodohnya yang membawa seorang namja naik keatas panggung dimana dia seharusnya membawa seorang yeoja.
Xiumin yang bertindak sebagai seorang leader grup mencoba untuk menenangkan dirinya sendiri.
"Hyung, jangan mondar-mandir begitu. Kau membuatku pusing." omel Kyungsoo yang pusing melihat Xiumin mondar-mandir dari tadi. Kyungsoo tidak tahu saja kalau ini cara menenangkan diri seorang Xiumin.
Xiumin berkacak pinggang didepan Kyungsoo, "kau pikir karena siapa aku seperti ini? Kau dan Jongin."
Jongin hanya bisa mengusap wajahnya kasar mendengar nada bicara Xiumin yang meninggi berbeda dengan Kyungsoo yang menatap Xiumin menantang.
"Hyung, bukan salahku kalau namja itu pingsan. Mungkin saja dia kelelahan atau bagaimana." Kyungsoo beralasan, merasa tak terima karena disalahkan atas pingsannya seorang pemuda dikonser tadi. "Demi Tuhan aku tidak melakukan apa-apa. Aku hanya mengantar namja yang ditarik Jongin dan kebetulang namja yang pingsan ada disampingnya."
Merasa alasan Kyungsoo ada benarnya juga akhirnya Xiumin mengalihkan tatapannya pada sang magnae grup, siapa lagi kalau bukan Kim Jongin.
"Dan kau Kim Jongin, apa kau tak membaca transkrip hah?" Xiumin mulai berkoar, berkacak pinggang seperti ibu kos yang menagih uang kontrakan, "di transkrip kau seharusnya membawa penonton yeoja bukan namja. Oh God! Aku hampir pingsan tadi saat kau membawa namja itu."
Semuanya memang terkejut karena Jongin salah menarik penonton tapi sebagai seorang profesional mereka tetap melanjutkan acara seperti tak terjadi kesalahan. Walau dalam hati Xiumin mengumpati Jongin dengan segala kata sumpah serapah.
Seharusnya setelah konser mereka sudah bisa beristirahat tenang di dorm. Tidur dan bermimpi menjadi orang kaya agar mereka tak lagi bekerja. Tapi karena dua insiden yang dilakukan Kyungsoo dan Jongin membuat para member Exo ditahan, tak boleh keluar venue.
Jongin semakin menundukkan kepalanya, "maaf hyung, awalnya aku ingin membawa penonton disebelahnya tapi karena teriakan dari fans membuatku tidak konsen jadi aku main asal ambil saja." kata Jongin.
Kelima member yang lain hanya bisa menghembuskan nafas mendengar penjelasan dari magnae mereka. Jongin/Kai memang terkenal dengan tingkah seksinya diatas panggung tapi kalau dibelakang panggung dia bisa dikatakan bocah kelewat polos yang mendekati bodoh. Selain itu dia juga ceroboh. Heran kenapa mahkluk mendekati hitam ini bisa menjadi visual Exo.
Seharusnya mereka jangan memilih Kai untuk membawa penonton kalau ujungnya seperti ini.
Kalau penonton biasa sih tak apa tapi kan namja tadi yang dibawa kepanggung itu bukan orang yang biasa.
"Hyung, sebenarnya siapa sih dia sampai-sampai harus seheboh ini? Ini wajar kan kalau ada fanboy yang menonton konser kita." perkataan dari Chanyeol mewakili semua rasa penasaran dari teman-temannya kecuali Xiumin tentu saja.
Lay yang sedari dari diam kini ikut bicara, "masa masalah seperti ini saja dibesar-besarkan. Sudahlah aku mau pulang. Capek." Lay bangkit berdiri kemudian Kyungsoo mengikuti.
"Yaaa!" Xiumin berteriak yang membuat langkah keduanya terhenti, "kalian tidak tahu hah kalau namja yang dibawa keatas panggung itu Oh Sehun?" tambahnya.
Mendengar nama Oh Sehun keluar dari mulut leader mereka membuat Chanyeol dan yang lainnya menegang.
"Ba,,,ba,," bahkan kemampuan bicara Chen yang terkenal cerewet juga menghilang.
"Dan satu lagi namja yang pingsan adalah sepupunya Oh Sehun."
"Heeehh." Kyungsoo membulatkan matanya sempurna mendengar kalimat Xiumin. Sebagai seorang leader, Xiumin yang pertama kali tahu tentang apapun mengenai Exo. Dia mendapat info langsung dari manager dan kemungkinan Xiumin membual tentang hal ini adalah nol besar.
"Hyu,,,hyungnim, memangnya siapa itu Oh Sehun?"
Xiumin hanya bisa menenangkan diri dengan latihan pernafasan mendengar pertanyaan bodoh dari Jongin.
Ingatkan Kyungsoo untuk tidak terlalu sering memberi makan ayam pada Jongin karena sepertinya gizi ayam kurang baik untuk Jongin.
Brak.
Suasana tegang diruangan itu rusak begitu manager Exo datang, tanpa salam tanpa sapaan dia langsung berkata, "Jongin segera temui Oh Sehun diruang make up."
Bola mata semua member Exo melebar mendengarnya, kecuali Jongin yang belum tahu siapa itu Oh Sehun.
Dengan langkai gontai dia bergegas keluar setelah mendapat tepukan semangat dari hyung-hyungnya yang membuat dia kebingungan. Rasanya seperti sedang tereliminasi saja.
"Dan kau Kyungsoo, cepat temui namja yang pingsan itu diruang kesehatan." titah sang manager.
Kyungsoo sudah akan menolak tapi melihat pelototan dari Xiumin yang lebih menyeramkan dari ibunya akhirnya dia mengalah.
Ingat mengalah bukan berarti dia kalah.
.
.
Jongin sadar kalau dirinya tidak sepintar Kyungsoo yang IQnya hampir setara Einstein tapi dia tidak bodoh-bodoh amat kok. Karena hyungdeulnya belum sempat memberitahu siapa sebenarnya Oh Sehun alhasil berbekal handphone pintar ditangannya dia berhasil mendapat informasi siapa Oh Sehun itu.
Anak tunggal dari Oh Shinwa dan Jang Nayoung.
Siapa yang tak kenal dengan 2 orang itu.
Jongin gemetaran begitu langkahnya mendekati ruang make up.
Habislah aku!
Ahhh aku tak mau menjadi gelandangan setelah ini.
Begitulah kira-kira yang ada diotak Jongin sekarang. Semuanya pikiran negatif, bagaimana tidak, dia baru saja "melecehkan" anak direkturnya didepan umum. Pasti Sehun sangat marah dengannya hingga dia memanggil Jongin sekarang.
Aduuh bagaimana ini?
Jongin hanya bisa menggigit jari jempolnya untuk mengurangi rasa khawatir yang ada. Keringat didahinya berbeda dengan keringat ketika dia selesai menari. Rasanya sangat tidak nyaman apalagi jantungnya yang serasa ingin keluar dari dalam tubuhnya.
Duuh, tolong aku eomma.
Cklek.
Akhirnya dengan berat hati Jongin membuka pintu ruang make up.
.
.
Hal pertama yang Baekhyun lihat adalah lampu yang begitu silau dimatanya hingga dia menutup lagi mata sipitnya. Dia mengerang merasakan rasa sakit dikepalanya. Otaknya mulai berputar mengingat-ingat kejadian apa saja yang terjadi pada dirinya hari ini.
Pergi dengan Sehun ke konser.
Teriak-teriak melihat Kyungsoo.
Sehun dibawa keatas panggung dan.. dan...
Ohh Baekhyun rasanya ingin pingsan lagi begitu mengingat bagaimana dekatnya dia dengan Kyungsoo sebelum pingsan tadi.
Cih memalukan sekali, mau taruh dimana mukaku kalau Xena sampai tahu hal ini.
Katakan dia bodoh tapi mau bagaimana lagi. Melihat Kyungsoo dari jauh saja rasanya dia terbang ke langit apalagi melihat Kyungsoo dari jarak pandang tak lebih dari 2 langkah.
"Kau sudah bangun?"
Baekhyun langsung bangun dari tidurnya kemudian menolehkan kepalanya kearah pintu begitu mendengar suara yang terdengar familiar ditelinganya. Pastinya bukan suara Sehun.
Sial, kenapa dia bisa ada disini?
Kyungsoo berjalan mendekat, menyerahnya sebotol air minum untuk Baekhyun.
"Byun Baekhyun, sepupu dari Oh Sehun adik ipar dari direktur terkenal Wu Yifan jadi kenapa kau pingsan tadi?"
Baekhyun hanya bisa melongo mendengar pertanyaan Kyungsoo. Disaat seperti ini dia sangat membutuhkan Xena untuk mengembalikan kesadarannya. Dia butuh dipukul, dijambak atau apapun itu untuk mengatakan kalau semua ini bukan hanya khayalan semata.
Do Kyungsoo ada didepannya sekarang.
Do Kyungsoo yang ada disetiap sudut kamarnya kini duduk didepanya, jangan lupakan fakta kalau mereka hanya berdua diruangan ini.
Jangan pingsan.
Jangan pingsan.
Jangan pingsan.
Dipandangi oleh Baekhyun secara intens membuat Kyungsoo jadi salah tingkah juga. Kalau dilihat-lihat sih namja didepannya ini lumayan juga, tak kalah dengan artis. Akan jauh lebih keren kalau dia bisa bicara bukan hanya melebarkan mulutnya sambil menatap Kyungsoo.
"Hei hei aku bicara padamu, apa kau baik-baik saja?" Kyungsoo mengibaskan tangannya didepan wajah Baekhyun namun tak ada reaksi.
Kyungsoo mulai kesal, "isshh, untuk apa juga aku menemuimu, buang-buang waktu saja." saat Kyungsoo akan beranjak bangun dari kasur yang ditiduri Baekhyun ada tangan yang memegangnya. Dia memberikan pertanyaan melalui matanya namun tak dijawab oleh Baekhyun. Yang ada namja dengan rambut dark brown itu malah bangun .
"Shit! Aku harus telepon Xena."
Sementara Baekhyun yang kini sudah terlihat segar sedang sibuk dengan handphone sambil mondar-mandir tidak jelas, Kyungsoo hanya bisa memperhatikannya. Dia tidak mengira orang sekelas dan sekaya Byun Baekhyun bisa sebodoh ini juga. Yang dia dengar Baekhyun memiliki banyak prestasi dalam akademik bahkan dia juga sering melihat wajah Baekhyun terpampang dimajalah bisnis yang tak sengaja managernya bawa.
"XENA!"
Byun Xena adalah adik Baekhyun, itu juga Kyungsoo tahu.
"STOP!dengarkan aku dulu ok. Kau pikir ini mimpi atau bukan? Do Kyungsoo ada dihadapanku sekarang."
Cih, kekanakan sekali, memangnya dia pikir aku hantu apa.
Baekhyun diam lalu berteriak lalu diam lagi kemudian, "Cih, untuk apa juga aku bertanya padamu. Dasar adik kurang ajar."
Kyungsoo geram, dia seorang artis disini dengan sejuta bayaran sekali tampil dan jadwal super padat lalu sekarang dia disuruh menemui Baekhyun yang hanya sibuk dengan adiknya. Membicarakan apakah dia nyata atau bukan.
What a nonsense.
"Jadi kau pikir aku hantu?" katanya dengan tajam. Matanya yang bulat semakin terlihat bulat dengan amarah yang kental didalamnya.
Dan dengan itu Baekhyun tahu kalau ini semua bukan mimpi karena dalam mimpinya Kyungsoo tak pernah marah dengannya, paling marah-marah manja ketika dia tidak bisa berjalan karena semalam Baekhyun bermain terlalu kasar.
Aduuh kenapa pikiranku jadi kesana sih.
Kyungsoo semakin yakin kalau sebenarnya Baekhyun ada kelainan jiwa. Tadi berteriak ditelpon dengan adiknya sekarang geleng-geleng kepala tidak jelas.
"Buang-buang waktu saja." dengus Kyungsoo lalu beranjak pergi tapi sekali lagi tangan Baekhyun menahannya.
"Apa lagi?" murka Kyungsoo karena Baekhyun tak kunjung melepaskan tangannya tapi tak berbicara juga, "maumu apa sih?" tanyanya dengan nada ketus.
Kyungsoo tak tahu saja kalau Baekhyun gugup setengah mati, mempertahankan segala kesadarannya untuk tetap membuka mata didepan Kyungsoo. Dia tak ingin pingsan disaat seperti ini yang jarang sekali dia dapatkan.
Now or never.
"A..ak.." demi semua poster Kyungsoo dirumah, Baekhyun setiap hari memandangi wajahnya tapi kenapa sulit sekali berbicara dengan versi aslinya. "Akk...akkuh.." dia seperti orang idiot saja sekarang.
Bagaimana tidak? Kyungsoo diposter dan nyata sensasinya berbeda. Baekhyun bisa melihat dengan jelas bagaimana bibir tebal nan indah itu bergerak-gerak lucu ditambah mata bulatnya yang begitu menggemaskan, rasanya ingin Baekhyun culik saja lalu kunci dirumah.
Sepertinya Kyungsoo sudah mulai menangkap apa yang sedang dialami Baekhyun. "Kau menyukaiku?" sebagai seorang idol Kyungsoo sudah biasa mendapat berbagai macam-macam reaksi dari fansnya mulai dari jeritan, cakaran, sampai berbagai macam ucapan cinta tapi jujur saja belum pernah ada yang pingsan saat melihatnya.
Baekhyun menggeleng dengan cepat, dia menolak apa yang dikatakan Kyungsoo membuat namja yang lebih pendek beberapa centi darinya itu mengerutkan dahi.
Dengan mengumpulkan seluruh keberanian dan kekuatan yang dia miliki Baekhyun membuka suaranya, "aku lebih dari sekedar menyukaimu." Baekhyun berterima kasih pada Tuhan karena telah mengembalikan suaranya, dia mengambil nafas sebelum melanjutkan, "kalau aku hanya menyukaimu mana mungkin aku selalu memimpikanmu, selalu berdebar jantung ini tiap kali melihat wajahmu entah dimanapun itu."
Ini aku ditem..bak? batin Kyungsoo.
Kyungsoo hanya mengerjabkan bulu matanya begitu jaraknya dengan Baekhyun semakin kecil, "aku tipe orang yang tak suka bertele-tele, jadi Do Kyungsoo maukah kau menjadi kekasihku?"
.
.
"Eh!" itu kata yang terlintas diotak Jongin begitu Sehun memintanya menjadi kekasihnya. Yang benar saja mereka kan baru pertama kali bertemu, mengenal Sehun saja tidak mana bisa dia asal meminta Jongin menjadi kekasihnya.
Posisi mereka kini sangat intim, siapapun yang melihat pasti akan salah sangka dengan apa yang terjadi. Jongin terlihat pasrah dalam kungkungan seorang Oh Sehun didepannya dan tembok dibelakangnya
Kalau dari tampang sih Sehun itu boyfriendable sekali. Jongin suka tinggi badan Sehun yang lebih tinggi beberap centi darinya jadi kan dia tidak harus menunduk kalau berciuman (salahkan otak polos Jongin). Lalu mata Sehun yang sipit serta tajam dengan bola mata coklat tenang membuat Jongin begitu terpesona. Dari mata turun hidung, untung saja Sehun punya hidung mancung yang kontras dengan Jongin, nilai plus plus plus deh. Hidung sudah beralih ke dagu runcing Sehun yang begitu membalut wajahnya dengan sempurna. Terakhir adalah bibir tipis seorang Oh Sehun yang berwarna merah alami.
Jongin jadi membayangkan bagaimana kalau bibir tipis itu bercampur dengan bibir tebalnya.
Kalau diterima kesannya Jongin murahan sekali tapi kalau tidak diterima dia takut ditendang dari SM entertainment.
Jongin dilema.
Dengan jarak sedekat ini Sehun bisa memperhatikan lebih jelas wajah Jongin yang mulus walau dengan make up tak teratur sisa konser. Rambut abu-abunya acak-acakan yang semakin membuat seorang Kim Jongin terlihat seksi dimata Sehun. Bukan tampilan luar dari Jongin yang membuat Sehun jatuh hati dengan namja ini tapi sentuhan Jongin yang mampu membuat kinerja jantung Sehun tak karuan kalau masalah wajah yang tampan sih bisa dibilang bonus untuk Sehun.
Otak Sehun jadi kemana-mana ketika matanya menatap bibir tebal namja tan itu yang digigit bagian bawahnya. Terlihat menggoda sekali dimata Sehun.
Sial, kenapa aku bisa se-pervert ini.
Semuanya serba baru untuk Sehun. Mulai dari debaran jantungnya hingga keinginan untuk memiliki Jongin hingga membuat otaknya sedikit geser. Selama hidupnya dia tidak pernah menggunakan nama ayah dan ibunya untuk kepentingan pribadinya, dia lebih suka menggunakan jerih payah sendiri untuk mendapatkan sesuatu tapi apa yang dia lakukan sekarang?
Menggunakan nama ibunya untuk membuat Jongin mau menemuinya diruang make up dan memojokkannya didinding seperti ini lalu mengatakan dia ingin Jongin menjadi kekasihnya. Mungkin saja sekarang Jongin berpikir dia gila.
Dengan segala akal sehat yang masih dia punya akhirnya Sehun memberikan jarak untuk tubuh mereka. Sedikit saja karena Sehun masih tidak rela berjauhan dari Jongin.
Melihat raut wajah Jongin yang sedang berpikir keras membuat Sehun merasa bersalah, "Ok, aku minta maaf untuk kata-kataku yang tadi." akhirnya dia membuka suaranya juga karena Jongin tak kunjung menjawabnya.
Tatapan Jongin yang polos membuat Sehun ingin menjerit seperti gadis-gadis dikonser tadi tapi untungnya dia bisa menahan kalau tidak Jongin akan semakin menganggap dia gila.
"Sekarang begini saja Kim Jongin ssi, kau menyeretku naik ke panggung lalu kau sadari atau tidak kau menggodaku jadi tidak salah kan kalau aku tergoda denganmu?"
Jongin menggeleng, membenarkan kalimat Sehun.
Sehun tersenyum melihatnya, "tidak salah juga kan kalau aku bilang aku ingin kau jadi kekasihku?"
Jongin mengge...
Nah untuk pertanyaan satu ini Jongin tidak bisa membenarkan, "Tapi Sehun ssi, kau pikir aku namja macam apa. Kita belum kenal lalu kau tiba-tiba ingin aku menjadi kekasihmu. Aku tidak semurahan itu." ucapnya dengan nada tegas walau sebenarnya dalam hati dia berdoa semoga Sehun tak membawa kekuasaannya.
Sehun tersenyum miring dan itu sama sekali bukan pertanda baik untuk Jongin, "kau yakin tidak mau, aku bisa loh mengeluarkanmu dari Exo."
Jongin menggigit bibir bawahnya lagi, memutar otak untuk keluar dari masalah ini.
Kenapa jadi panjang begini sih hanya karena aku salah tarik, haduuh.
Jongin terus saja berteriak frustasi dalam hati. Mengutuki siapa saja yang terlintas diotaknya tanpa tahu kalau Sehun menatap setiap ekspresi wajahnya dengan senyuman lebar.
Suara tawa dari Sehun membuat Jongin menatap namja yang lebih tinggi darinya itu.
"Kau tahu, kau lucu sekali." Sehun masih belum bisa berhenti menertawakan ekspresi Jongin yang seperti akan dihukum mati saja. Rasa-rasanya ini pertama kali dalam hidupnya dia bisa tertawa lepas seperti ini. Sangat menyenangkan sekaligus menyakitkan untuk perutnya.
Yang ditertawakan hanya bisa menatap Sehun kebingungan, Jongin tak merasa sedang melucu lalu bagian mana yang membuat Sehun sampai tidak berhenti tertawa seperti itu.
Lama kelamaan Jongin mulai kesal karena merasa Sehun sudah mempermainkannya. Walau dia anak dari direkturnya tapi tetap saja Jongin juga manusia sama dengan Sehun. Intinya Jongin tak suka dicuekin.
"Kau itu serius tidak sih mengajakku berkencan?" tanya Jongin sewot. Sudah mati-matian memikirkan akan menjawab apa tapi Sehun hanya menertawakannya seolah-olah semua yang dia ucapkan hanya bualan saja.
Setelah dirasa cukup akhirnya namja Oh itu menghentikan tawanya lalu menatap sang pujaan hati, "tentu saja serius, yang tidak serius adalah menendangmu dari Exo karena bagaimanapun yang jadi direktur kan ibuku bukan aku jadi tenang saja."
Mendengar penjelasan dari Sehun membuat Jongin bisa bernafas lega, dia tidak jadi dikeluarkan, hilang sudah satu masalah.
Tinggal masalah yang utama.
"Tapi sebagai bayaran karena kau sudah menyeretku kepanggung kau harus mau kencan denganku, bagaimana?"
Tanpa pikir panjang Jongin langsung menjawab, "Ok." tak lupa menampilkan senyum lebar yang membuat Sehun tertegun untuk beberapa detik.
Kalau kencan sih kecil bagi seorang Kim Jongin.
Sehun mundur beberapa langkah kemudian mengulurkan tangannya, "Hai namaku Oh Sehun, boleh aku tahu namamu?"
Ohh Jongin suka adegan seperti ini.
Dia sering menonton adegan seperti ini di drama yang dia tonton bersama Yura, kakaknya.
"Hai juga, aku Kim Jongin. Senang berkenalan denganmu Sehunna." bahkan Jongin tak malu sudah memberikan nama "kesayangan" untuk Sehun. Mereka berjabat tangan dengan senyum lebar menghiasi wajah masing-masing.
Siapa sangka salah tarik bisa berujung pada penemuan cinta bagi seorang Oh Sehun.
.
.
Sehun berjalan memasuki rumah Baekhyun dengan senyuman lebar diwajahnya yang sejak semalam tak pernah hilang, penyebabnya siapa lagi kalau bukan Jongin.
"Oppa, kau baik-baik saja?" Xena bertanya ketika dia melihat Sehun dengan senyum lebarnya. Dia heran saja pasalnya selama ini Sehun itu selalu berwajah datar, senyum saja hanya sebatas menarik ujung bibir tak pernah sampai memperlihatkan gigi, "kau tidak gila kan seperti Bacon?"
Bacon yang dimaksud Xena adalah kakak tercintanya, Baekhyun, kebencian mendarah daging hingga mereka menyebut nama samaran sebagai nama panggilan.
"Baekhyun hyung dimana?" bukan menjawab apa yang dipertanyakan Xena malah Sehun menanyakan hal lain.
Xena tak ambil pusing. Dia mengangkat kepalanya menunjuk arah kamar Baekhyun, "jangan dekat-dekat dengannya. Gilanya sedang kumat." katanya lalu melenggang pergi. Kalau ibunya dengar bisa habis Xena dimarahi karena bersikap tidak sopan dengan kakaknya untung saja ibunya sedang keluar rumah.
Sehun menaiki anak tangga demi anak tangga untuk mencapai kamar Baekhyun yang terletak persis disebelah kamar Xena.
Dia langsung membuka pintu bercat putih dengan tulisan "XENA GO AWAY!" berkebalikan dengan tulisan yang ada didepan pintu Xena. Benar-benar musuh sejati.
Hal pertama yang Sehun temukan adalah gundukan selimut yang dia asumsikan ada Baekhyun dibawahnya. Semalam dia langsung pulang saja tanpa memikirkan Baekhyun, maklum suasana hati sedang bahagia jadi Sehun melupakan dengan siapa dia datang ke konser.
"Hyung, ppali ireona." Sehun menggoyang-goyangkan tubuh Baekhyun agar bangun. Butuh sekitar 5 atau lebih goncangan agar Baekhyun bisa bangun.
"Hyung!" teriak Sehun begitu melihat kondisi mata Baekhyun yang bengkak dengan noda hitam.
"Huweeeee Sehunnie..." setelah sadar kalau yang didepannya adalah Sehun, Baekhyun langsung berhambur memeluknya. Dia menangis sesenggukan dipelukan adik bukan kandungnya.
Sehun yang niat awalnya ingin menceritakan tentang Jongin akhirnya mengurungkan niatnya, dia tidak tega bahagia diatas penderitaan saudaranya.
Baekhyun melepas pelukan mereka setelah dirasa sudah puas membuat basah baju Sehun. Tanpa rasa jijik dia mengelap ingusnya dengan tangan kosong.
"Sebenarnya kau kenapa? Kenapa matamu bisa seperti itu." tanya Sehun khawatir. Baekhyun itu anak baik-baik, dia hanya berani berkelahi dengan Xena saja.
"Kyung...kyungsoo..dia..di..dia..menonjokku." ucapnya disela derai airmata.
Sehun dibuat takjub dengan ucapan Baekhyun, "jangan bercanda hyung, kau pasti melakukan sesuatu sampai dia memukulmu."
Kalau bukan Baekhyun yang salah ya Kyungsoo yang salah. Kalau ada akibat pasti ada sebab, tak mungkin kan tiba-tiba kyungsoo memukul baekhyun tanpa sebab bisa-bisa karirnya sebagai artis bisa hancur.
Baekhyun menangis lagi mengingat kejadian semalam, "aku hanya memintanya menjadi kekasihku Hun."
Dalam hati Sehun bersyukur karena Jongin tidak melakukan hal yang sama seperti Kyungsoo.
Lalu tiba-tiba sebuah ide terlintas diotak cerdas milik Sehun, sambil menyelam minum air ini namanya.
"Tenang saja hyung, kita berjuang bersama. Kau dengan Kyungsoo dan aku dengan Jongin." kata Sehun dengan senyum lebar.
Jongin?
Baekhyun tidak salah dengar kan?
Melihat wajah Sehun dengan senyuman lebarnya membuat Baekhyun terkesima. Ini pertama kalinya dia melihat Sehun tersenyum lebar rasanya seperti melihat dirinya yang dilanda asmara dengan Kyungsoo.
Tunggu, tunggu...
"Hun, kau jatuh cinta dengan Kai?" Baekhyun hanya ingin memastikan saja, dia penasaran ternyata ada juga yang menarik perhatian Sehun.
"Sepertinya iya hyung." jawab Sehun dengan cengiran lebar tak lupa gerakan menyentuh tengkuknya yang tidak gatal.
Baekhyun hanya tersenyum mendengar jawaban adiknya itu, "wah adik hyung sudah besar. Baiklah ayo berjuang bersama-sama."
Cinta itu patut diperjuangkan kalau kau yakin dia memang orang yang tepat.
THE END.
.
.
.
Epilog.
Jongin melangkahkan kaki jenjangnya yang terbalut skinny jeans memasuki sebuah rumah mewah yang berada tepat disebelah rumahnya. Tanpa salam tanpa ketukan, dia langsung masuk saja tak peduli apa yang punya rumah ada dirumah atau tidak.
Tujuan utamanya kesini adalah mau numpang makan, maklum saja dia tidak bisa memasak jadi dia sering mengandalkan tetangganya untuk menyuplai asupan gizinya. Tapi malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih, Jongin tak menemukan apapun dimeja makan rumah itu.
"Isshh,,kemana sih Kyungsoo hyung? masa dari kemarin tidak memasak." gerutu Jongin pada meja makan tak berdosa.
"ASTAGA!" itu teriakan Jongin saat dia melihat kondisi Kyungsoo sekarang. Namja berkulit tan yang sayangnya semakin seksi itu mendekati Kyungsoo untuk membantunya duduk dikursi meja makan.
"Issshhh,," Kyungsoo meringis ketika pantatnya menyentuh kursi. Demi semua koleksi posternya Baekhyun, tubuhnya sakit semua terutama pantatnya.
Jongin yang kini duduk disampingnya hanya bisa menatap Kyungsoo prihatin, "hyung, kau baik-baik saja?"
Kyungsoo melotot, Jongin meringis.
"YAAA! kau buta hah! tidak bisa melihat keadaannku? masih bertanya seperti itu." marah Kyungsoo dengan mengerahkan segenap kekuatan yang dia miliki. Kesal sekali dia pada Jongin.
Sebagai seorang namja polos dan terlampau bodoh, Jongin hanya menampilkan cengiran lebarnya mendengar suara menggelegar dari teman satu grupnya ini.
"Sebenarnya apa yang terjadi? kau absen dari grup selama 2 hari tapi tak ada makanan dirumahmu." Jongin jadi cemberut mengingat makanan yang tak dia dapatkan malam ini, alamat makan pesanan lagi deh.
"Semua ini salah si Byun pervert Baekhyun." Kyungsoo menjawab dengan aura kebencian yang kental sekali seolah-olah kalau Baekhyun ada didepannya akan Kyungsoo bunuh sekarang juga.
Jongin hanya menatapnya bingung, menuntut penjelasan dari tatapan matanya.
"Dia marah karena aku tidak minta ijin tentang adegan ciuman dalam film terbaruku." jelas Kyungsoo dengan nada lemah.
"Memang apa hubungannya dengan Baekhyun hyung yang marah dengan kau yang jalannya pincang serta bercak-bercak merah dilehermu hyung?"
Kyungsoo rasanya ingin mencak-mencak, mencekik atau sekalian menggoreng Jongin sekarang juga.
Aku heran kenapa Sehun begitu tergila-gila dengan bocah ini.
Dengan mengesampingkan segala amarah yang sudah diubun-ubun, akhirnya Kyungsoo menjawab dengan setengah teriak "suamiku yang pervert itu membobol habis-habisan lubangku Oh Jongin!"
Tik.
Tik.
Tik.
Hanya ada suara air jatuh dari kran didapur.
Kedua orang itu diam, satunya menahan amarah satunya lagi sedang mencerna ucapan yang barusan dikatakan lawan bicaranya.
"Ohhh seperti itu,,,hahahaha"
Ucapkan selamat tinggal pada Oh Jongin.
"Ya ya hyung kenapa kau mencekikku, lepaskan ishhh,,uhuk uhuk." Jongin mengambil nafas sebanyak-banyaknya setelah dengan semena-mena Kyungsoo menghambat laju nafasnya.
"Sialan kau Jong, aku menderita seperti ini dan kau malah tertawa." untung saja Kyungsoo sedang kesusahan berjalan jadi semua peralatan dapur yang bisa dia gunakan untuk menyiksa Jongin terselamatkan dari kemungkinan penyok atau tidak bisa dipakai.
"Isshh hyung, kau tahu tidak kau itu masih lebih beruntung dariku." kata Jongin yang membuat Kyungsoo tertarik dengan maksud kalimat Jongin.
"Maksudmu?" tanya Kyungsoo dengan rasa penasaran.
Jongin tersenyum malu-malu, "kau tahu aku sampai tidak bisa berjalan waktu Sehun tahu kalau Chanyeol pernah mencium bibirku."
Kyungsoo bergidik ngeri mendengarnya. Dia saja sudah menderita seperti ini apalagi tidak bisa berjalan.
Amit amit.
"Tapi ada untungnya juga hyung, aku kan jadi mendapatkan Taeoh." ucap Jongin dengan senyum lebar.
Kalau sudah menyinggung Taeoh rasanya Kyungsoo merasa bersalah pada Baekhyun.
"Semoga kau juga begitu hyung." Kyungsoo hanya bisa menatap Jongin sendu.
"Iya semoga saja Jong."
Aku juga ingin memberikan Baekhyun anak.
Jongin saja yang baru menikah dengan Sehun satu tahun lalu sudah punya Taeoh masa dia yang dua tahun menikah dengan Baekhyun belum punya juga. Baekhyun memang tidak menuntut tapi dia tahu betapa suaminya itu menginginkan seorang penerus.
"Ayo hyung semangat, kau membuat anak pertama dan aku membuat anak kedua." kalimat antusias dari Jongin mau tak mau membuat Kyungsoo tertawa.
Kyungsoo mengangguk, "ayo Jong."
Kalau sudah begini berbahagialah untuk Oh Sehun dan Byun Baekhyun yang sedang dalam perjalanan bisnis ke luar negeri, dijamin setelah pulang mereka tidak akan beranjak dari kasur.
.
.
Ini beneran ending yuaaa...
Bagi yang mau protes, marah-marah, nimpuk saya silahkan lewat kotak review aja,hehhee
Sengaja ga bikin momen unyu-unyu mereka, udah bayangin aja sendiri mau kalian gimana,,muehehhehe
alasan sebenarnya sih lagi ga mood aja karena ide awal memang seperti ini. Itu aja udah aku tambahin dimana-mana#eh kenapa malah curcol ya.
Kyaaaaa pelukin, ciumin, bagiin duit atu atu buat kalian yang udah fav, follow dan terutama revieeww,,mumumumuaahhh
special thanks to :
Dhantieee, NisrinaHUnkai99, OhSehunKimJongin, Bitchykai, Kim Jongin Kai, Ohkim9488, Sekai candyland, Kim762, Chogiwillis, Squishypenguins, Saiueo, Shjilove, Wiwitdyas1, Jongiebottom, Peanuts, MiOS, YooKihyun94, Thedolphinduck, Nadia, Ruki, Ariska, and Alv
Bagi yang mau kenalan #sokngartisdikitlah atau sekedar nambah temen silahkan add id line saya : xnapoenya
Comments are love for me^^
