Tittle : Last Love
Author : Keiko Yummina
Cast : HunHan (Oh Sehun & Xi Luhan), Slight KaiSoo, ChanBaek
Genre : Romance
Length : Three Shoot
Rated : T
WARNING! YAOI
bagi yang tidak suka YAOI mending gk usah baca!
Hunhan Born 11 Januari
TWO
Hari ini adalah acara yang di tunggu-tunggu setiap mahasiswa fakultas seperti tahun lalu. Acara peringatan hari jadi fakultas seni yang ke-65. Suasananya masih tetap sama seperti tahun lalu. Yang berbeda hanyalah kenangannya.
…
Flashback On
"Sehun, penampilanmu benar-benar bagus." Aku datang menghampirinya di bawah panggung dengan membawakan sebotol minuman dingin. Dan Sehun dengan segera menerima minuman itu dan menenggak habis isi minuman itu. Aku begitu terpesona melihatnya minum dan dahinya yang penuh keringat membuatnya terlihat uuhh.. lebih tampan dari biasanya.
"Haaahh, segarnya. Terimakasih Luhan hyung."
"Hem, sama-sama Sehun."
"Hyung ayo temani akuj melihat-lihat lukisan yang dipamerkan dari jurusan mu."
"Hem, ayo." Aku berjalan lebih dulu di depannya sambil menggandeng tangan Sehun menuju ke area pameran rupa.
"Aku juga ingin melihat karya mu, Luhannie hyung."
…
Kami sampai di area pameran dari jurusan seni rupa.
"Luhan hyung, yang mana karya mu?"
"Yang ini Sehun."
"Wah, kau membuat lukisan siluet dengan memadukan ranting-ranting. Unik sekali, Luhan hyung."
"Hehehe, aku hanya ingin membuat karya yang sedikit berbeda dari karya yang biasanya aku buat, Sehun"
"Hyung, tapi sepertinya aku tau ini siluet siapa. Em .. em.. . Kalau aku tidak salah menebak. Ini siluet ku kan hyung?" Aku langsung tersenyum mendengar pertanyaan yang seakan-akan menjadi pernyataan dari mulut tipis itu,
"Kau benar Sehun-ah. Ini memang siluet mu." Aku menjawabnya sambil merunduk malu.
"Wah, aku terharu sekali melihat ini hyung. Terimaksih, ne."
"Iya Sehun-ah. Sama-sama."
Akhirnya hari itu Sehun meminta ku untuk ikut berfoto dengan karya yang ku buat dengan banyak pose saking senangnya gambar siluetnya ada dalam pameran.
Flashback Off
Aku terhanyut kembali dalam kenangan itu hingga meneteskan air mata.
…
Kegiatanku sekarang adalah menyiapkan bahan-bahan untuk skripsi ku karena sebentar lagi aku berada di semester akhir. Karena hal itu pula yang mengharuskan ku membuat sebuah karya dengan ukuran hampir 2 meter kali 2 meter sebagai bahan ujian kelulusan yang harus aku lakukan.
Hampir sebulan ini aku mengerjakan proyek ku. Dan masih belum ada seratus persen lukisan ini akan selesai. Akhirnya aku mencoba menghibur diri dengan mengistirahatkan sejenak otakku dengan memutar musik yang ada di dalam mp3 ponsel ku.
Di deretan daftar putar, aku melihat sebuah judul lagu. Yang entah mengapa dulu sering ku putar. Dan seakan terlewatkan begitu saja sekarang ketika aku memutar mp3 di ponsel ku. Lagu itu berjudul "Just a Moment" sebuah lagu yang di tulis oleh Dia dan diarasemen sendiri olehnya. Aku pun menekan tombol play dan mendengarkan lagu itu.
…
Flashback On
Malam itu ketika aku sedang mengerjakan skectsa gambar untuk tugas dari professor Park. Sebuah notif pesan masuk muncul di layar ponsel ku. Dengan segera aku membukannya.
From: Oh Sehun
Dengarkan ini.
Aku segera mengunduh sebuah file yang di kirim padaku. File itu berbentuk mp3. Aku segera mengambil earphone yang tergeletak di atas kesurku, kemudian menge-play lagu itu.
Aku mendengarkan dengan seksama lagu yang dikiramkan Sehun pada ku. Mencerna setiap bait kata-kata dalam lagu itu. Hingga lagu itu usai. Dan sebuah notif pesan masuk datang kembali dari orang yang sama.
From: Oh Sehun
Lagu itu untuk mu. ^^
To: Oh Sehun
Terimakasih. ^^
Dan untuk pertamakalina aku mempunyai sebuah lagu favorit yang di buat oleh seseorang yang kini sedikit memenuhi otak ku.
Flashback Off
…
Aku memutar kembali lagu itu setelah lama tak memutanya lagi. Aku berjalan menuju ke kamar dan berfikir mungkin dengan merebahkan diriku di atas kasur akan membuat rasa lelah di tubuh ku berkurang. Dengan perlahan ku naikkan tubuhku ke atas kasur dan membaringkan tubuhku di atasnya dengan mencari posisi yang nyaman. Ku pandangi ke arah coretan-coretan hasil lukisan ku dari nol hingga sekarang. Karena beberapa ku tempel di tempat yang terlihat seperti mading kecil.
Mataku menelusuri tiap-tiap hasil karyaku yang ku susun rapi meski tanpa bingkai di atas sana dari tempat tidurku. Kemudian aku menelusuri lagi sebuah gambar mata yang ku membuat mataku tertarik untuk melihat lebih dekat. Dan membuat seluruh tubuhku mendekat ke meja belajar yang tak jauh dari kasurku. Aku mengangkat sebuah gambar mata tajam bak mata elang yang telah terbingkai rapi tadi dari tempatnya semula. Yaitu di atas meja belajar. Aku memandangnya begitu dalam.
…
Flashback On
Hari itu, seperti hari hari sebelumnya. Kami semakin dekat saja dan menghabiskan waktu bersama. Komunikasi kami tak pernah terlambat. Apalagi candaan Sehun yang selalu membuatku terkikik saat membalas pesan dari dia. Bahkan kadang membuat ku blusing karena kata-katanya hingga wajah ku memerah seperti kepiting rebus.
Malam itu aku melihat Sehun mengganti sebuah foto profil di sebuah akun social medianya dengan gambar mata elangnya. Entak mengapa aku suka saat melihat sorotan kedua mata itu. Begitu tegas dan.. entah seperti apa aku bisa mendiskripsikannya. Yang aku tau, mata itu seakan menghipnotisku untuk semakin jatuh padanya. Tapi aku tak bisa meyakinkan hal itu karena aku masih menyatukan serpihan-serpihan hati ku yang hancur. Tapi dengan dekatnya sehun sedikit membawa obat untuk luka itu.
Aku segera mengunduh foto itu. Entah mengapa aku ingin melukisnya. Dengan segera aku mengambil selembar buku skect dan mengeluarkan anak-anak ku yaitu pensil dengan ukuran yang berbeda-beda. Aku pun melukisnya. Aku melukis sepasang mata yang berbeda. Mataku dan matanya ku gambar menjadi satu. Menghasilkan sepasang mata yang unik. Dengan sorotan mata yang berbeda.
Pagi itu aku terbangun karena cahaya matahari yang membangunkanku dengan silaunya. Semalam aku tertidur di meja belajar setelah selasai membuat lukisan mata dari Oh Sehun. Dengan segera aku mengambil ponselku dan memotretnya lansung. Kemudian mengirimnya ke Sehun pagi itu. Tak berapa lama terdengar notif balasan dari Sehun.
From: Oh Sehun
Benarkah ini gambar mata ku? Dan sebelahnya biar ku tebak.. mata rusa ini.. milikmu..
Ini benar-benar baggus.
Aku akan menggunakannya untuk mengganti gambar profil ku.
Terimaksih Luhan hyung. ^^
To: Oh Sehun
Sama" ^^
Usai mengirim foto gambar kolaborasi kedua mata tadi. Aku bersiap-siap berangkat ke kampus pagi ini.
Flashback Off
Bahkan lukisan mata itu masih terbingkai rapi di atas meja belajarku. Aku pun tersenyum mengingatnya.
…
Siang itu tak sengaja aku melewati ruang studio musik jurusan musik. Usai menemui Baekhyun yang merupakan sahabat baikku semenjak duduk di bangku Senior High School. Untuk merencanakan libur tahun baru kali ini.
Suara alunan band mahasiswa jurusan musik mengalun dengan kerasnya. Padahal ruangan itu merupakan ruangan musik kedap suara. Aku melirik kea rah kaca besar di dekan pintu ruang studio musik itu. Aku pun terpaku dengan latihan mereka, membawaku kembali pada ingatan ku memasuki raungan itu dengan Sehun.
…
Flashback On
Siang itu Sehun memberiku pesan untuk datang menemuinya di studio musik jurusannya. Dan menunggunya untuk makan siang bersama. Aku pun datang menyusuri jurusan musik dan bertanya pada beberapa mahasiswa disana dimana letak studio musik tersebut. Dan akhirnya aku menemukannya. Aku melihat dari balik kaca besar dekat pintu itu. Terlihat Sebuah band yang sedang berlatih bersama di sana. Salah seorang pemain musik yang memegang bass menghadap drummer dan memunggungi arah pandangan ku.
Orang itu adalah Oh Sehun yang merupakan seorang bassis di grup band itu. Seseorang dari mereka yang memegang keyboard melihat ke arahku. Kemudian memberi isyarat pada personil lainnya seakan bertanya, "Apa kau mengenalnnya?" sepeti itu kira-kira isyaratnya. Hingga gitaris lain mencoba menanyakannya pada Sehun. Kemudian Sehun segera berbalik dan menatap diriku. Seketika dia tersenyum dengan tampannya. Sehun memberi isyarat pada teman-temannya untuk berheti sejenak dan menghampiri diriku.
"Apa kau sudah menunggu lama, Luhan hyung?"
"Tidak Sehun, aku baru sampai."
"Kalau begitu masuklah."
Sehun menarikku masuk ke dalam studio itu. Dan memberiku sebuah kursi kemudian mempersilahkan aku duduk dan menunggu Sehun hingga selesai latihan. Ku kira menunggu disana akan membosankan. Tapi aku malah merasa hanyut dalam permainan musik mereka.
Tak terasa hampir dua jam aku berada di sana. Sehun dan personil lainnya juga membereskan alat-alat yang telah digunakan.
"Kenalkan semua. Ini Luhan hyung senior kita. Ia mahasiswa dari jurusan seni rupa tingkat 3 dan juga anggota dari tim dekorasi acara ulang tahun fakultas kita besok."
"Hai semua, namaku Luhan."
"Kenalkan hyung. Ini Chanyeol hyung sebagai drummer, Kai sebagai gitaris, Suho hyung memegang keyboard, dan DO hyung sebagai vokalis."
Dari sanalah aku mengenal akrab DO yang kebetulan juga mahasiswa tingkat 3 sama sepertiku, Karena dengan kebetulan lagi, ia juga sahabat dari sahabatku Baekhyun.
"Sehun-ah.."
"Ne, Chanyeol hyung. Ada apa?"
"Apakah benar Luhan ini hanya teman mu saja. Tapi sepertinya aku melihat kalian cocok sekali dan saling menyukai."
"Ah.. tidak seperti itu hyung."
Aku hanya bisa mendesah dengan keras karena entah mengapa hati ku ikut sakit mendengar jawaban Sehun.
Flashback Off
Seseorang dari dalam studio itu menghampiriku.
"Ada yang bisa ku bantu?"
"Oh.. aku hanya lewat saja, dan tak sengaja melihat band kalian berlatih dengan giatnya,"
"Ah.. seperti itu. Kalau begitu maukan kau masuk dan mendengarkan pendapatmu tentang lagu kami?"
"Tentu saja, jika aku di ijinkan."
"Ayo masuklah."
Akupun diajak masuk ke dalam studio mengikuti ajakan salah seorang personil band itu.
…
Liburan tahun baru kali ini begitu sepi. Bahkan saat penghitungan mundur tahun baru kemari. Yang kulakukan hanyalah tidur lebih awal meskipun aku berakhir tidak bisa tidur karena suara kembang api yang memekik telinga di sekitar tempat tinggalku. Suara kembang api membuatku kembali terjaga. Bahkan sorotan percikan kembang api memantul dari jendela kamarku. Aku pun terbayang akan kejadian tahun baru ditahun lalu.
…
Flashback On
Sore itu.
From: Oh Sehun
Apa kau ada acara malam ini?
To: Oh Sehun
Tidak ada. Kenapa?
From: Oh Sehun
Maukah hyung menemaniku melihat kembang api di pinggir sungai han?
To: Oh Sehun
Tentu. Aku akan menemanimu pergi kesana.
From: Oh Sehun
Baiklah. Aku akan menjemputmu jam 8 Luhanie hyung. ^^
To: Oh Sehun
Aku senang sekali karena ajakan Sehun untuk melihat kembang api di pinggir sungai Han. Itu artinya mala mini aku akan merayakan pergantian tahun dengan melihat kembang api bersama dengan Sehun. Sedikit banyak dari ajakannya tetap bisa diartikan kencan kan? Aku benar-benar senang sekali.
Jam 10 KST malam. Sehun menjemputku di depan rumah. Aku bersiap mengunakan sebuah kaos putih dan sebuah switer berwarna creem dengan sebuah syal tebal berwarna blue baby yang menghangatkan leher ku.
From: Oh Sehun
Aku sudah ada di depan.
To : Oh Sehun
Aku akan segera keluar.
Aku pun menghampiri Sehun yang sudah mmenungguku. Aku melihatnya menggunakan sebuah stelan baju yang membuatnya sangat terlihat tampan. Dia mengunakan kaos putih bertuliskan "Hello, My name is…" dengan sebuah kemeja biru berwarna blue baby yang melapisi kaos tadi tanpa mengancing nya dan sebuah jaket bomber yang tersampir di bahunya.
"Maaf, kau menunggu lama Sehun-ah."
"Tenang saja Luhannie hyung. Kau hanya terlambat sebentar."
"Eh, mengapa kau memanggilku dengan nama Luhannie?"
"Em, karena kau cantik mala ini." Wajahku langsung memerah karena pujiannya.
"Tidak Sehuniejelek. Aku tidak cantik. Aku itu manly."
"Iya iya Luhanie manly. Em tunggu sebentar. Kau barusan memanggilku apa hyung? Sepertinya aku mendengar kau memanggilu dengan…"
"Sehunnie jelek. Karena kau lebih dulu memanggil namaku dengan sebutan Luhannie. Dan aku tidak suka kau mengataiku cantik" Aku hanya tersenyum sambil menundukkan wajahku tanpa berani menatapnya.
"Tapi kenapa kau menambahkan kata Jelek (T-T), hyung?"
"Em, aku punya presepsi sendiri terhadap kata Jelek pada akhir panggilan nama mu." Aku pun tersenyum setelah mengatakannya.
Kata Jelek ada akhir panggilan ku untuk Sehun yaitu aku menandai bahwa Sehun sebagai seseorang yang spesial untuku.
"Hah, baiklah kalau itu mau Luhannie hyung. Sebaiknya kita segera berangkat sebelum jalanan macet total." Sehun pun mengela nafas dan mengiyakan julukan ku padanya. Dan mengajaku segera berangkat setelah memakai jaket beserta helemnya.
"…"
"Ini helm untuk mu. Tidak masalahkan kau naik motor, bersamaku? Apakah Luhannie hyung keberatan?"
"Tentu saja tidak Sehunnie jelek. Ayo berangkat!" Usai menerima helm yang diberikan Sehun dan segera memakainya.
"Hyung, berpengganlah! Aku tidak mau kau jatuh." Sehun segera meraih kedua tangan ku dan melingkarkannya di pingganya. "Seperti ini." Karena hal itu membuat pipiku bersemu merah. Sehun tiba-tiba menjalankan motornya yang awalanya pelan kini bertambah kecepatan, sehingga mau tidak mau aku harus berpegangan lebih erat. Kami pun pergi ke sebuah tempat yang entah sehun mengajakku di daerah mana untuk melihat kembang api.
…
Kami sampai di tempat tujuan sekitar setengah jam lebih berkendara. Ketika tempat itu sudah banyak dipadati pengunjung padahal acara masih kurang 1 jam 20 menit. Sehun memarkirkan motonya. Aku merasakan genggaman erat tangan Sehun di telapak tangan ku. Udara yang dingin membuat tangan ku menghangat. Sehun mengajak ku berkeliling sungai hank arena acara kembang api masih lama. Sekitar hampir 25 menit kami memutuskan untuk duduk mencari tempat kosong di antara kerumunan orang disana.
"Luhannie hyung. Sepertinya kau kedinginan. Wajah mu memerah." Sehun sambil menengok kearah ku dengan pandangan memperhatikan.
"Huh, iya Sehunnie. Disini memang sedikit dingin." Sambil menggosok-gosok telapak tangan ku yang terasa membeku.
"Bagaimana kalo aku membantumu menghangatkannya. Apakah ini masih terasa dingin?" Tanya nya sambil ikut mengosok-gosok tangannya pada tangan ku.
"Hem, sudah lebih baik Sehunnie." Aku pun membalasnya dengan sebuah senyuman. Sehun ikut membalas senyumanku.
"Hyung. Kau tunggu disini dulu, ne? Aku akan membeli minuman hangat untuk kita." Sehun akan beranjak dan aku langsung memegang tangan kirinya. Seketika Sehun menoleh. "Ada apa, Hyung?"
"Jangan lama-lama."
"Ne, Luhannie hyung." Aku kembali tersenyum ke arahnya. "Aku pergi sebentar." Pamitnya dan hanya ku balas anggukan saja ke arahnya.
Tak sampai sepuluhh menit Sehun kembali dengan sebuah kantong plastic dengan beberapa makanan ringan ditangan kiri, dan dua buah box minuman hangat yang dibawanya di tangan sebelah kanan. Sehun menghampiriku dan kembali duduk di sebelahku.
"Luhannie hyung. Aku lupa tidak bertannya padamu kau ingin minuman apa. Jadi aku membelikan yang sama denganku cappuccino hangat karena aku menyukainya dan beberapa camilan."
"Terimakasih Sehunnie. Aku juga menyukai cappuccino." Sehun menyodorkan cappuccino hangat tadi padaku.
"Ah syukurlah kau juga menyukainya." Sehun menyesap cappuccino hangatnya.
…
TBC
Untuk sekarang masih q up date segini dan baru ff ini aja. Secepetnya q up untuk yang lain. Sakit membuatku tidak bisa memikirkan cerita menarik untuk bahan ff ku. Aku harap reader-nim semua masih sabar nunggu ye. salam dari Keiko.
