Chapter 3

Mountain Castle


Yamashiro menunggu dengan tidak sabar di sebuah taman di kota. Ia melihat ke arah jam tangannya dan langsung menghela nafas. Ia sendiri merasa sedikit tidak nyaman dengan pakaian yang ia kenakan. Sebuah dress berwarna putih selutut dan mengenakan jaket denim. Selain itu, ia mengenakan sepatu hak dan membawa sebuah tas kecil.

Pakaian yang ia kenakan itu bukanlah ide darinya. Namun, itu adalah ide dari Fusou DAN orang yang paling ingin ia hindari di Kure, Viltus. Ia masih ingat kejadian pada saat itu. Itu semua terjadi sekitar lima hari yang lalu.

Pada saat itu, Yamashiro baru saja melakukan sesuatu dan itu membuatnya sedikit panik. Ia sempat berkonsultasi dengan Fusou sebelum akhirnya ia ditarik ke satu tempat. Satu tempat yang ia ingin hindari namun tidak bisa karena itu adalah tempat terbaik untuk masalah ini.

Fusou melihat pintu yang berbeda dari biasanya dan kemudian masuk ke dalam ruangan tersebut sembari berkata,

"Laksamana, dapatkah kau membantu... Eh ?"

Di dalam ruangan tersebut terdapat Viltus Amarov yang sedang bekerja dengan Okada Hayate, pemimpin dari Polisi Militer di Kure, yang membantu Viltus untuk mengurus beberapa dokumen penting di Kure. Viltus melihat ke arah Fusou dan Yamashiro dan kemudian bertanya,

"Membantu apa ?"

"Begini... Adikku ini ingin pergi ke kota dalam waktu dekat." ujar Fusou

"Huh ? Tumben sekali kalian berdua pergi ke kota." ujar Hayate

"Fufufufufu... Yang pergi hanya Yamashiro sendiri koq." ujar Fusou

Hayate dan Viltus melihat satu sama lain dan langsung berkata bersama-sama,

"Eh ?!"

Fusou langsung tertawa kecil sementara Yamashiro melihat ke arah lain. Viltus melihat ke arah Fusou dan Yamashiro dan kemudian bertanya,

"Tumben sekali hanya Yamashiro saja yang pergi. Ada apa gerangan ?"

"Aku rasa Yamashiro yang harus menjelaskannya secara langsung." ujar Fusou

"Mengapa harus diriku Nee-sama ?" tanya Yamashiro

"Bukankah dirimu yang mengajaknya. Dan kau sekarang yang bertanya-tanya apa yang harus kau lakukan. Jadi, sebaiknya kau bertanya kepada Laksamana Amarov untuk membantumu." jawab Fusou

"Tapi, mengapa harus Laksamana ini ?!" tanya Yamashiro

"Itu karena Laksamana merupakan orang yang paling dapat dipercaya untuk urusan ini." ujar Fusou

"Tapi..."

"Yamashiro, dirinya merupakan orang yang paling berpengalaman saat ini. Jadi, ada baiknya dirimu bertanya kepada dirinya."

"Ugh... Ini sebuah kemalangan."

Sementara Yamashiro dan Fusou berbincang-bincang, Hayate bertanya kepada Viltus,

"Mungkin dirimu mengetahui sesuatu ? Atau mungkin telingamu mengetahui sesuatu ?"

"Aoba sama sekali tidak dapat kuhubungi akhir-akhir ini... Apa jangan-jangan benar dia yang menyebarkan rumor bahwa diriku membuat Furutaka marah atau semacamnya..." ujar Viltus yang mengingat sesuatu.

"Ah... Rupanya dia sedang kabur dari dirimu." ujar Hayate

Mendadak Fusou langsung bertanya kepada mereka berdua,

"Jadi, apakah kalian ingin membantu adikku ini ?"

"Jika diriku tidak mengetahui masalah pastinya, bagaimana diriku dapat membantu ?" tanya Viltus

"Yamashiro ?" ujar Fusou sembari melihat ke arah Yamashiro

Sontak Viltus dan Hayate pun melihat ke arah Yamashiro dan itu membuatnya sedikit tidak nyaman. Akhirnya, ia menghela nafas dan dengan sedikit malu-malu, ia berkata,

"A.. Aku... akan pergi Sabtu ini..."

"Sabtu ini ? Itu bukan masalah. Aku dapat membuatkanmu ijin untuk keluar ke kota hari Sabtu nanti." ujar Hayate

"Itu... Bukan masalahnya..." ujar Yamashiro

"Huh ?"

"Kau akan pergi ke mana, Yamashiro ?" tanya Viltus

"Ah... Begini... Aku dapat tiket menuju ke Sea World... dari Shigure..." ujar Yamashiro

"Oh... Tiket itu." ujar Viltus

"Dan jumlahnya dua buah... Pada saat aku diberikan tiket itu... Dia... Lewat..."

"Huh ?" ujar Viltus

"Sehingga diriku... mengajaknya... Karena selama ini diriku selalu berpikir dia akan menolaknya... Aku siap jika ditolak..." lanjut Yamashiro

"Biar kutebak... Dia menerimanya..." ujar Viltus

Yamashiro langsung mengangguk dan terlihat kesal karena Viltus dapat menebaknya. Hayate langsung berbisik kepada Viltus,

"Apa kau tahu siapa yang dimaksud oleh Yamashiro ?"

"Mungkin aku tahu... Namun, sebaiknya dia yang berbicara secara langsung." ujar Viltus

"Kau benar..."

Hayate dan Viltus langsung mengangguk dan kemudian Hayate bertanya kepada Yamashiro,

"Jika boleh tahu, siapa yang kau ajak pergi ?"

"Itu..." ujar Yamashiro sedikit malu-malu

Viltus dan Hayate yang melihat Yamashiro malu-malu langsung terdiam. Selama ini mereka melihat Yamashiro yang melihat mereka dengan tatapan penuh kekesalan dan sebagainya. Yang paling sering adalah memancarkan aura hitam tanda dirinya kesal. Namun, kali ini berbeda. Sangat berbeda. Seperti seorang gadis yang murni baru mengenal sesuatu bernama cinta. Sangat cerah. Yang langsung membuat Viltus dan Hayate berpikir satu hal yang sama. Hayate dan Viltus langsung mengangguk dan dengan wajah serius Hayate berkata,

"Siapa dirimu ? Di mana Yamashiro yang asli ?"

"Eh ?! Apa maksudmu, Kapten Okada ?!" tanya Yamashiro

"Habis... Kau tidak..." ujar Hayate yang langsung disela oleh Yamashiro

"INI TENTU SAJA DIRIKU, YAMASHIRO !"

"Begitukah..." ujar Hayate.

"Sepertinya memang salah bertanya pada mereka ! Aku pergi saja dahulu !" ujar Yamashiro

Sebelum Yamashiro akan berjalan, Viltus mendadak berkata,

"Walaupun demikian... Aku dapat maklumi sih, mengapa Hayate bertanya demikian."

"Apa maksudmu ?" tanya Yamashiro dengan nada ketus

"Lihat." ujar Viltus sembari tersenyum

"Ugh..."

"Daripada itu, kau masih belum menjawab siapa pria yang kau ajak itu. Kau tahu, jika diriku tidak tahu siapa yang kau ajak... bagaimana caranya diriku dapat membantumu ?" ujar Viltus

"Eh ? Kau pasti ingin..." ujar Yamashiro yang langsung disela oleh Viltus,

"Tidak... Aku tidak akan tertawa. Aku akan mendengarkan semuanya. Seperti beberapa Gadis Kapal yang curhat kepadaku akhir-akhir ini." ujar Viltus sembari menghela nafas.

Yamashiro masih tidak yakin dengan apa yang dikatakan oleh Viltus, namun pada saat mendengar Fusou memintanya memberitahu mereka, akhirnya ia berkata dengan pelan,

"Frederich-san..."

"Huh ?" ujar Hayate dan Viltus tidak mendengar apa yang dikatakan oleh Yamashiro

"Yamashiro..." ujar Fusou

"Uuuhhh..." ujar Yamashiro

"Aku sama sekali tidak mendengarnya..." ujar Hayate

"..."

"Yamashiro..." ujar Fusou sekali

"Baik... Baik..." ujar Yamashiro

Ia menatap tajam ke arah Hayate dan Viltus dan itu membuat mereka berdua terdiam. Hingga akhirnya Yamashiro berkata dengan cepat,

"Aku akan pergi ke Sea World bersama dengan Frederich-san !"

"Huh ? Frederich ?! Dari semua yang mungkin... Frederich ?!" ujar Hayate

"Memangnya kenapa ? Kau tidak suka ?" tanya Yamashiro

"Bukan... Bukan demikian..." ujar Hayate

Viltus melihat ke arah Yamashiro sebentar dan terdiam. Ia langsung memikirkan sesuatu dan langsung menggelengkan kepalanya. Hayate yang melihat itu langsung bertanya,

"Ada apa, Viltus ?"

"Tidak... Tidak ada apa-apa..." ujar Viltus

"Kau pasti ingin menertawakan diriku." ujar Yamashiro

"Tidak juga... Lagipula, tadi diriku sudah mengatakan tidak akan menertawakan dirimu. Jadi, apa yang kalian inginkan dariku ?" tanya Viltus

"Itu..." ujar Yamashiro

"Yamashiro ingin meminta bantuanmu untuk apa yang akan dikenakan olehnya pada hari Sabtu nanti." ujar Fusou

"Huh ? Apa aku tidak salah dengar ?" tanya Viltus

"Meminta bantuan Viltus ? Untuk pakaian Yamashiro ?" tanya Hayate

"Iya" ujar Fusou

"Mengapa diriku ? Bukankah dapat bertanya kepada Amami-san ?" tanya Viltus

"Itu karena diriku sudah mendengar dirimu orang yang paling sering membantu Laksamana Yanagi dalam memilihkan pakaian. Apalagi pakaian untuk pergi." ujar Fusou

"Aku penasaran... Siapa yang menyebarkan itu ?" ujar Viltus

"Besar kemungkinan sih... reporter itu." ujar Hayate

"Sudahlah..."

Viltus kemudian melihat ke arah Yamashiro dan tersenyum kecil. Yamashiro yang melihat Viltus langsung berkata,

"Aku tahu kau pasti akan membuat ini menjadi aneh."

"Tidak juga. Aku akan membantumu... Dan aku yakin... Itu dapat menarik perhatian dari Frederich. Dan mungkin akan jatuh cinta kepadamu." ujar Viltus

Yamashiro yang mendengar itu langsung merah dan memalingkan wajahnya. Ia sama sekali tidak suka dengan fakta bahwa Viltus mengetahui masalah ini, namun saat ini hanya dirinya yang paling bisa diandalkan. Ia sedikit melamun dan masuk ke dalam fantasinya sendiri hingga Viltus memanggilnya,

"Yamashiro ?"

"Ah... Ada apa ?" tanya Yamashiro

"Baiklah. Diriku akan membantumu untuk masalah pakaian. Namun, untuk make up dan semacamnya... Aku serahkan pada Fusou. Aku tidak ingin membuat Taihou cemburu saat ini." ujar Viltus sembari menghela nafas

"Ugh... Baiklah..." ujar Yamashiro

Fusou dan Yamashiro langsung menunduk kepada Viltus dan Hayate sebagai tanda terima kasihnya. Setelah itu, Yamashiro dan Fusou keluar karena memiliki sedikit tugas dan Yamashiro membanting pintu kantor Viltus yang baru saja diperbaiki hari itu.


Yamashiro mengetahui banyak pria di kota yang melihatnya dan terlihat ingin menggodanya. Ia selalu memberikan tatapan menusuk ke arah mereka semua dan itu membuat pria-pria tersebut takut. Ia langsung melihat kembali ke tangannya dan berkata,

"Seharusnya... Diriku tidak meminta dirinya ! Ini sebuah kemalangan ! Aku yakin ia memiliki tujuan untuk... Untuk..."

Yamashiro berhenti berbicara karena ia ingat apa yang dikatakan oleh Viltus pada saat memilih pakaian untuknya,

"Yang kau butuhkan itu... Pakaian yang simple, di mana menonjolkan sisi dewasamu. Lagipula, Frederich itu bukanlah seseorang yang akan mengenakan pakaian mencolok. Maka dari itu, pakaian yang ini cocok untuk dirimu."

Yamashiro melihat ke arah langit dan kemudian berkata,

"Orang itu... Seperti itu ya... Mungkin, aku saja yang terlalu kaku pada dirinya."

Ia pun kemudian ingat saran yang diberikan oleh Viltus kemudian,

"Yang paling penting adalah tersenyum ! Jangan senyum yang dipaksa, tetapi tunjukkan senyummu yang paling indah untuk orang tersebut. Jangan hanya cemberut saja seperti pada saat dirimu melihat diriku atau pada Hayate."

Yamashiro menunduk ke bawah sebentar dan langsung bergumam,

"Mengapa dia dapat memberikan masukan seperti itu, ya ?"

Tidak berapa lama, ia merasakan seseorang yang berdiri di belakangnya. Ia sangat terkejut karena melihat Frederich yang sudah berdiri di sana. Sontak ia mundur sebentar dan kemudian berkata,

"Fre... Frederich-san..."

"Sepertinya dirimu menunggu cukup lama di sini, Yamashiro" ujar Frederich

"Ah... Tidak..." ujar Yamashiro sedikit malu-malu

Frederich tersenyum dan itu langsung dibalas oleh Yamashiro. Setelah itu, ia langsung memberikan bunga yang ia siapkan kepada Yamashiro. Yamashiro semakin terkejut pada saat melihat hal tersebut dan menerimanya. Setelah memberikan bunga tersebut, Frederich terdiam dan kemudian itu disadari oleh Yamashiro. Sontak Yamashiro bertanya,

"A... Ada apa, Frederich-san ?"

"Tidak... Tidak apa-apa... Hanya saja..." ujar Frederich langsung terdiam

"Hanya saja ?"

"Entah mengapa dirimu sangat menawan dengan pakaian tersebut... Ditambah dengan bunga tersebut, kau benar-benar semakin cantik, Yamashiro."

Wajah Yamashiro semakin memerah pada saat mendengar hal tersebut. Ia kemudian langsung menutup wajahnya dengan bunga yang diberikan oleh Frederich. Frederich sendiri di dalam hati berterima kasih kepada Yuuya dan Misuto yang memberikan masukan ini untuk membantunya dalam misi ini. Ia kemudian langsung melihat jam tangan dan kemudian mengangguk.

Ia kemudian memegang tangan dari Yamashiro dan kemudian berkata,

"Jadi... Ayo kita pergi sekarang."

"Iya." jawab Yamashiro sembari tersenyum


Mereka berdua sudah tiba di Sea World yang sudah dibangun kembali semenjak rusak karena serangan dari Abyssal. Tempat tersebut sekarang menjadi salah satu tempat yang paling sering didatangi oleh penduduk sekitar karena di sana dapat membuat seseorang menjadi tenang. Dan sekarang Yamashiro dan Frederich sedang berjalan bersama di sana.

Yamashiro melihat beberapa hewan yang tidak pernah ia lihat sebelumnya. Bahkan, Yamashiro sempat berkata,

"Diriku sudah lama menjelajahi lautan ini... Namun, belum pernah diriku melihat hewan-hewan ini."

Frederich sendiri tersenyum dan menjelaskan beberapa hewan yang dilihat oleh Yamashiro. Setelah itu, mereka kembali berjalan dan kali ini mereka berdua menonton pertunjukan dari beberapa hewan laut. Frederich melihat Yamashiro yang terlihat antusias dengan acara tersebut, hingga akhirnya ada air yang menyembur dirinya. Sontak Frederich langsung mendekati Yamashiro dan mendengar dirinya yang berkata,

"Ah... Sebuah kemalangan... Eh ?"

Frederich tanpa berpikir panjang langsung memberikan jaket hitamnya dan menutupi Yamashiro. Frederich langsung berkata,

"Setidaknya... Ini dapat menutupi dirimu..."

"Ah... Te... Terima kasih banyak..." ujar Yamashiro dengan malu-malu

Setelah itu, mereka berdua berjalan keluar dan kali ini masuk ke dalam ruang akuarium. Di sana, mereka berdua melihat ikan-ikan yang indah mewarnai akuarium tersebut. Frederich dapat melihat Yamashiro yang terlihat sangat menyukai pemandangan tersebut. Mereka berdua terus berjalan hingga sampai di akuarium terbesar. Dan di sana Yamashiro berhenti berjalan.

Frederich menyadari hal tersebut dan kemudian melihat ke arah Yamashiro. Ia kemudian berkata,

"Yamashiro..."

"Ah... Maafkan aku..." ujar Yamashiro

"Ada apa ?"

Yamashiro hanya diam saja pada saat ia ditanya demikian. Pada saat Frederich akan bertanya kembali kepada dirinya, Yamashiro berkata,

"Jadi... Ini rasanya ada di bawah air ya..."

"Huh ? Apa maksudmu, Yamashiro ?" tanya Frederich

"Walaupun ini tidak seperti lautan... Setidaknya, jika dilihat dari sini... Semuanya sangat tenang dan indah."

"..."

"Langit biru yang cerah... menerangi lautan dan bertemu dengan hewan-hewan ini..."

"Hei..."

"Apalagi diriku adalah seorang Gadis Kapal yang sering sekali cedera pada saat operasi dan membuat marah Laksamana Amarov. Sudah berkali-kali diriku bepikir untuk tidak melanjutkan hal ini... Namun..." ujar Yamashiro

Frederich langsung mendekati Yamashiro dan kemudian memegang pundaknya. Yamashiro sangat terkejut dan kemudian mendengar Frederich berkata demikian,

"Mengapa kau berkata demikian, Yamashiro ?"

"Itu sebuah kenyataan... Diriku adalah Gadis Kapal yang membawa ketidakberuntungan, jadi menurutku diriku memang pantas seperti itu." ujar Yamashiro

"Tidak... Kau tidak seperti itu..."

"Kau sama sekali tidak tahu, Frederich-san. Aku tahu... Aku tahu Laksamana Amarov pasti memikirkan cara untuk membuatku tenggelam karena sudah tidak tahan dengan diriku !"

"Kau kira dia memasangmu di bagian tengah untuk apa ? Untuk melindungi dirimu !" ujar Frederich

"Lalu mengapa diriku sering terkena serangan ?!"

"Itu karena... Dirinya bukanlah seseorang yang dapat melihat semuanya... Dia berusaha untuk membawa semuanya kembali. Apa yang ingin kau raih dengan mendekati kematian ?"

"..."

"Di Kure ini... Masih ada yang menunggu dirimu ! Jadi... Kumohon jangan berkata seperti itu, Yamashiro."

"Siapa..."

"Kami semua... Kami semua di Kure ini adalah keluarga bagimu... Dan pasti menunggu dirimu yang kembali."

"..."

Frederich kemudian mengusap kepala Yamashiro dan itu membuat Yamashiro sedikit tenang. Setelah cukup tenang, Yamashiro mengingat apa yang dikatakan oleh Hayate kepada dirinya,

"Dan sebaiknya dirimu jangan berpikir macam-macam. Apalagi dirimu terkadang berpikir sesuatu yang gelap. Pada saat itu, dirimu berkencan dengan Frederich. Jadi, jangan berpikir seperti itu."

Yamashiro langsung menutup matanya dan kemudian berkata,

"Maafkan... Aku..."

"Tidak apa-apa. Yang penting sekarang dirimu sudah cukup tenang." ujar Frederich sembari tersenyum

Frederich masih mengusap kepala Yamashiro hingga akhirnya Yamashiro berkata,

"Ummm... Frederich-san..."

"Ah... Maafkan aku." ujar Frederich

"Tidak apa-apa.." ujar Yamashiro

Mereka berdua kembali berjalan dan kali ini mereka melihat akuarium yang jauh lebih kecil di mana menunjukkan ikan-ikan dari biome yang berbeda-beda. Dan pada saat itulah, Frederich mendengar suara yang cukup ia kenal.

"Pyaaa~ Ikan-ikan ini lucu, Yahagi-chan."

"Kau benar, Sakawa."

"Ah... Yang ini juga."

"Sakawa... Jangan terlalu jauh dariku."

"Yahagi-chan... Yahagi-chan... Ayo ke kolam sana."

"Ahahahaha."

Frederich berkata dalam hati,

"Huh ? Sakawa dan Yahagi di sini ?! Aku baru tahu mengenai hal ini."

Pada saat Frederich sedang berpikir, Yamashiro menyentuh pundaknya dan kemudian bertanya,

"Ada apa, Frederich ?"

"Ah... Tidak apa-apa koq." ujar Frederich

"Daripada itu... Sepertinya tadi aku mendengar suara Sakawa." ujar Yamashiro

"..."

"Apakah Laksamana Amarov tidak ingin diriku pergi bersama dirimu..." ujar Yamashiro

"Ah... Tidak... Tidak... Aku yakin alasan Sakawa kemari untuk hal lain."

Mendadak mereka berdua mendengar suara seseorang yang memanggil mereka berdua. Pada saat mereka berdua melihat ke arah suara tersebut, mereka melihat Sakawa yang berlari ke arah mereka dan juga Yahagi. Sakawa dan Yahagi langsung memberi salam kepada Yamashiro dan Frederich. Yahagi melihat ke arah Frederich, lalu ke arah Yamashiro dan kemudian berkata,

"Tumben sekali dirimu keluar ke kota, Frederich-san."

"Sekali-kali diriku keluar ada baiknya." jawab Frederich

"Dan tumben saja diriku melihat dirimu tidak bersama Fusou-san, Yamashiro."

"Itu..."

Sekarang giliran Sakawa yang melihat mereka berdua. Ia langsung mengangguk dan berkata,

"Sepertinya... Frederich-san dan Yamashiro-san sedang berkencan, ya ?"

Yamashiro sama sekali tidak menyangka Sakawa akan bertanya seperti itu. Dan itu membuatnya sedikit panik. Sementara itu, Frederich tidak dapat menjawab pertanyaan tersebut. Yahagi langsung mencubit pipi Sakawa dan kemudian meminta maaf kepada mereka berdua. Setelah itu, untuk membuat Yamashiro sedikit tenang, mereka semua berbincang-bincang sebentar hingga Frederich menyadari sesuatu.

"Tunggu... Sebentar lagi..."

Ia langsung berhenti sebentar dan kemudian memikirkan sesuatu hingga akhirnya ia berkata,

"Sepertinya diriku akan mencarikan kalian minuman dahulu."

"Eh ?" ujar mereka bertiga bersama-sama

"Aku yakin kalian semua haus, maka dari itu aku akan mencari minuman sekarang." ujar Frederich

"Jika demikian, aku akan menemani dirimu, pyaa." ujar Sakawa

"Tidak. Kau di sini saja... Menemani Yamashiro. Aku khawatir... Bunga manis seperti dia akan diganggu oleh pria lain selama diriku pergi." ujar Frederich

Sakawa dan Yahagi sangat terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Frederich. Itu bukanlah sesuatu yang keluar dari mulut Frederich. Dan di dalam kepala mereka berdua sama,

'Siapa dia ?!'

Yamashiro sendiri melihat ke arah Frederich dan kemudian berkata,

"Kau membenci diriku, ya ? Karena apa yang kukatakan tadi ?"

"Tidak juga. Aku hanya ingin membelikan kalian semua minuman. Jadi, tunggu diriku di sini ya." ujar Frederich

"..."

"Lagipula... Aku masih ingin melihat wajah manismu, koq... Yamashiro."

Wajah Yamashiro langsung merah padam pada saat mendengar itu. Frederich tersenyum dan kemudian pamit untuk pergi sebentar. Yamashiro yang melihat Frederich pergi langsung berkata dengan pelan sembari mencium jaket milik Frederich,

"Dasar... Aku tahu koq... Kau memiliki beberapa hal... Tidak perlu membuat alasan seperti ini..."