Chapter 4
Light Shower
Frederich sampai di tempat selanjutnya dengan nafas yang terengah-engah. Ia sama sekali tidak memperkirakan jarak dari tempat sebelumnya dan tempat menunggunya sekarang itu sangat jauh. Ia langsung menarik nafas panjang dan kemudian melihat ke arah arloji miliknya. Ia langsung bergumam,
"Sepertinya... Diriku telah membuat Furutaka menunggu terlalu lama... Aku harus membelikan dia sesuatu nanti."
Setelah itu, ia melihat ke kiri dan kanan. Ia tidak menemukan siapapun. Yang ada di pikirannya adalah bagaimana caranya bisa pergi ke tempat Furutaka tanpa diketahui oleh orang lain. Tidak berapa lama, ia merasakan seseorang yang berlari ke arah dirinya. Ia melihat ke belakang dan dalam sekejap wanita di depannya langsung melompat ke arah dirinya.
Frederich membiarkan dirinya menjadi target lompatan dari wanita tersebut dan kemudian langsung berkata,
"Yuudachi... Kau tahu, itu sangat berbahaya."
"Maafkan aku, poi~" ujar Yuudachi sembari tersenyum
Setelah itu, Yuudachi langsung melepas Frederich, sementara Frederich memperhatikan Yuudachi sebentar. Yuudachi membiarkan rambut pirang panjangnya diikat ke belakang dan membiarkan baret abu-abu miliknya menutupinya. Selain itu, ia mengenakan tanktop putih dengan jaket offshoulder hitam diiringi dengan short pants. Yuudachi kemudian melihat ke arah Frederich dan kemudian berkata,
"Bagaimana menurutmu, Frederich-san ?"
"Huh ? Eh... Ummm... Cukup baik juga..." ujar Frederich
"Begitukah ?! Yey ! Berarti pilihan dari Papa memang paling hebat dari semuanya !" ujar Yuudachi sembari melompat-lompat
Frederich tersenyum kecil dan pada saat mendengar 'Papa', ia langsung terdiam dan kemudian berkata,
"Tunggu... Kau tadi bilang siapa ?"
"Papa." ujar Yuudachi
"Jadi... Dia mengetahui diriku..." ujar Frederich tidak yakin
"Ummm... Sebenarnya, pada saat diriku bertemu dengan Papa... Dia terlihat tidak percaya akan sesuatu." ujar Yuudachi
Pikiran Frederich sedikit kacau karena ia ketahuan oleh dirinya. Namun, Yuudachi kemudian berkata,
"Tapi... Tapi... Papa kemudian membantuku untuk pergi hari ini."
"Begitukah ?" ujar Frederich dengan wajah kurang yakin
"Iya."
Yuudachi kemudian menceritakan sedikit apa yang terjadi tidak lama setelah Yuudachi mengajak Frederich pada saat itu.
Pintu kantor Viltus diperbaiki hanya dengan plester dan semacamnya. Selain itu, untuk beberapa bagian hanya diperbaiki seadanya dengan bantuan dari Akashi, Yuubari, Erisa, dan Sirene. Namun, pintu itu tidak bertahan lama.
Yuudachi mendobrak pintu itu dengan keras dan menghancurkan pintu itu sepenuhnya. Di belakang Yuudachi ada Shigure yang terlihat khawatir akan sesuatu. Dan benar saja apa yang dikhawatirkan oleh Shigure.
Di dalam kantor Viltus, terdapat tiga orang yang melihat ke arah pintu. Yang pertama adalah Taihou yang terdiam melihat ke arah pintu. Kemudian Hayate yang melihat ke pintu dengan wajah terkejut. Dan yang paling hancur melihat pintu tersebut adalah Viltus.
Viltus menunduk ke bawah dan kemudian berteriak,
"TIDAK PINTUNYA !"
Taihou melihat ke arah Viltus yang sudah mulai rusak karena beberapa kejadian yang aneh bin ajaib di Kure akhir-akhir ini. Dimulai dari Furutaka yang marah kepada dirinya, Aoba yang menyebarkan rumor kembali, Shiro yang memberikan masakan beracunnya, Yamashiro yang menunjukkan wajah murninya, berbagai percobaan dari Sirene dan Yuubari, dan terakhir ini. Dan semua itu memakan satu korban. Pintu kantornya ditambah dengan Viltus di beberapa kasus. Taihou langsung berpikir mengenai mengajak Viltus makan malam di kota sabtu nanti untuk mengangkat moralnya.
Hayate sendiri melihat ke arah Viltus dan kemudian mendengar Viltus berkata,
"Apa... Apa perlu diriku mengganti pintu tersebut dengan kain atau gordyn ? Sepertinya itu paling aman dari semuanya... Ahahahahaha"
"Ummm... Viltus." ujar Hayate
"Ada apa, Hayate ?" jawab Viltus
"Mungkin kau harus secepatnya mendengar apa yang dikatakan oleh Yuudachi." ujar Hayate
"Ah... Kau benar. Atau dia akan ngambek selama beberapa saat." ujar Viltus
Viltus kemudian melihat ke depan dan melihat Yuudachi yang terlihat sangat senang akan sesuatu. Viltus menarik nafas panjang dan kemudian bertanya,
"Ada apa, Yuudachi ?"
"Begini... Begini... Tadi diriku mengajak seseorang untuk pergi bersamaku, poi~" jawab Yuudachi
"Huh ? Mengajak seseorang ?" tanya Taihou
"Iya, poi~"
"Pria ?" tanya Taihou kemudian
"Iya."
"Siapa ?"
"Taihou... Entah mengapa dari cara bertanyamu seperti Ibu yang khawatir saja." ujar Hayate mendadak
"Hayate ! Kau sama sekali tidak tahu ! Yuudachi ini benar-benar anak yang terlalu polos. Jika dia terjadi sesuatu karena pria tersebut..." ujar Taihou
"Ummm... Kau benar-benar menjadi ibu-ibu." ujar Hayate
Taihou kemudian maju dan bertanya beberapa hal kepada Yuudachi mengenai siapa dan ke mana dirinya akan pergi. Shigure sendiri langsung membantu Yuudachi yang ditanya demikian. Sementara itu, Hayate melihat ke arah Viltus dan berkata,
"Taihou... Dia benar-benar mudah khawatir ya."
"..."
"Tapi, jika benar Yuudachi diincar oleh orang macam-macam..." ujar Hayate yang langsung disela
"Aku akan memburu pria itu." ujar Viltus
Hayate melihat ke arah Viltus dan sadar akan sesuatu. Viltus merupakan orang yang lebih berbahaya dari Taihou dan dialah orang yang harus diperhatikan oleh Viltus. Hayate langsung berdehem dan kemudian berkata,
"Daripada itu... Mungkin kita harus..."
"Eh ?! Dia ?" ujar Taihou
"Iya, poi." ujar Yuudachi
Viltus melihat ke arah Taihou dan kemudian berdiri dari kursinya. Ia kemudian bertanya kepada Taihou,
"Siapa yang mengajak Yuudachi pergi ?"
"Bukan Frederich yang mengajak Yuudachi pergi, tapi Yuudachi yang mengajaknya poi~" ujar Yuudachi
"Ah... Kau be... Eh ?! Frederich ?" ujar Viltus dengan wajah terkejut
"Iya, poi"
"Jika boleh tahu... Kau akan mengajaknya ke mana ?"
"Oh... Itu ke festival dekat sini." ujar Shigure
"Begitukah ?" ujar Viltus
Viltus langsung tertawa dan kemudian ia langsung mengusap rambut Yuudachi. Ia kemudian bertanya,
"Kapan kalian akan pergi ?"
"Sabtu ini !" jawab Yuudachi dengan riang
"Oh... Sabtu ini..."
Viltus mengangguk dan kemudian menyadari sesuatu. Ia ingat akan beberapa kejadian yang terjadi di Kure ini yang melibatkan dirinya secara langsung. Ia kemudian berkata dalam hati,
"Frederich ?! Kau benar-benar.. Terlibat di situasi yang sangat gawat."
Viltus langsung menggelengkan kepalanya dan kemudian melihat ke arah Yuudachi. Ia langsung bertanya,
"Jadi... Apa yang ingin kau tanyakan padaku ?"
"Apakah papa mau memilihkan pakaian untuk Yuudachi ?" tanya Yuudachi
"Ah... Mengenai itu..." ujar Viltus
Viltus kemudian melihat ke arah Taihou yang langsung dibalas oleh Taihou dengan mengangkat bahunya. Ia kemudian melihat ke arah Hayate yang juga dibalas oleh Hayate untuk Viltus menentukan sendiri. Viltus kemudian melihat ke arah Yuudachi dan kemudian berkata,
"Baiklah... Papa akan membantumu."
"Begitukah ?! Hore ! Papa akan membantu Yuudachi, poi~" ujar Yuudachi melompat-lompat karena kegirangan.
Frederich yang mendengar itu pun akhirnya mengerti mengenai mood dari Viltus yang sedikit gelap sehari sebelum dirinya menyadari betapa gawatnya situasinya saat ini. Ia langsung berkata dalam hati,
"Kau melewati ini dengan berat, Viltus."
Frederich kemudian melihat Yuudachi yang terlihat bersemangat dan langsung tersenyum. Mendadak tanpa Frederich sadari, Yuudachi sudah menarik dirinya untuk ke tempat festival tersebut. Frederich hanya dapat tersenyum dan kemudian langsung mengikuti Yuudachi yang sudah di depannya. Tempat mereka bertemu tidak terlalu jauh dari tempat festival berlangsung. Dan tempat tersebut pun tidak terlalu jauh pula dengan tempat konser.
Frederich yang melihat itu langsung mengangguk dan berkata dalam hati,
"Jika demikian... Semuanya akan sangat aman."
Mendadak Yuudachi memegang tangan dari Frederich kembali dan berkata,
"Frederich-san... Frederich-san... Ayo kita melihat ke tempat itu !"
"Huh ? Ah... Tempat itu ya." ujar Frederich
"Iya, poi~"
Tempat yang dimaksud oleh Yuudachi adalah tempat menonton acara di festival tersebut. Frederich mengangguk dan kemudian sembari menarik tangan Yuudachi, ia langsung berkata,
"Ayo... Kita menonton sekarang."
"Iya, poi~"
Yang mereka lihat adalah sedikit pertunjukan dari pihak penyelenggara. Sebuah acara musik. Dan setelah selesai, Yuudachi langsung menarik Frederich ke tempat lain. Kali ini pertunjukkan sirkus yang di sana. Dan setelah itu, Yuudachi menarik Frederich ke tempat lain kembali. Dan begitu seterusnya.
Frederich akhirnya menyadari betapa kuatnya Yuudachi yang menarik dirinya. Dan pada saat mereka berada di pertunjukan lainnya, ia melihat jam tangan miliknya. Ia langsung berusaha mencari cara untuk membuat Yuudachi duduk tenang walaupun itu cuma sebentar.
Ia berusaha mengingat bagaimana cara Viltus dapat membuat Yuudachi tenang. Dan yang ia ingat hanyalah,
"Membuat Yuudachi tenang ? Tidak mungkin... Ahahahahaha... Itu sangat mustahil mengerti. Bahkan diriku dan Taihou tidak dapat membuatnya diam di tempat dalam waktu yang cukup lama."
Frederich langsung terdiam pada saat mendengar hal tersebut. Ia tidak dapat memikirkan apa yang harus dilakukan selanjutnya.
Sementara itu, di Markas Angkatan Laut Kure
Viltus yang melihat dokumen di depannya langsung menghela nafas dan kemudian berkata,
"Setelah ini... Aku harus membantu beberapa Gadis Kapal membuat coklat. Ugh..."
"Ahahahaha... Sebaiknya kau beristirahat saja dahulu, Kapten." ujar Marcos
Viltus melihat ke arah Marcos dan menatap tajam ke arah dirinya. Dialah alasan kenapa Viltus harus bekerja hari sabtu itu. Viltus langsung berkata,
"Aku tidak ingin mendengarnya dari orang yang membuatku seperti ini."
"Ugh..."
"Kau akan mengerjakan dokumen milik mereka berdua. Aku tidak mau tahu... Harus selesai sebelum senin nanti." lanjut Viltus
"Eh ?! Semua ini ?!" ujar Marcos dengan wajah terkejut
"Tentu saja !"
Sementara itu di sisi lain dari kantor Viltus, Hayate dan Taihou melihat ke arah Viltus dan sedikit tersenyum. Taihou kemudian menyiapkan minuman untuk membuat Viltus sedikit tenang. Sementara Hayate melihat ke arah luar dan kemudian bertanya,
"Daripada itu... Apakah kau tahu kemana perginya Aoba ?"
"Huh ? Aoba pergi ? Aku baru tahu mengenai hal tersebut." ujar Viltus
"Selain itu... Apa kau tahu kemana perginya Misuto ?"
"Misuto pergi ke kota." ujar Viltus
"Heh ?! Misuto pergi ke kota ? Koq aku baru tahu." ujar Marcos
Viltus melihat ke arah Marcos dan itu sudah cukup membuatnya terdiam untuk bekerja kembali. Viltus langsung melihat kembali ke dokumen di depannya dan kemudian berkata,
"Apapun yang terjadi... Nanti diriku akan pergi."
"Eh ?! Kejam." ujar Marcos
"Aku sudah membuat janji dengan Taihou, mengerti."
"Uuuuhhh..."
"Sudah... Kerjakan saja !"
Setelah ia berkata demikian, ia melihat ke arah pintu dan kemudian berkata,
"Siapapun yang bolak-balik di depan pintu itu... Silakan masuk. Asal jangan didobrak."
Setelah berkata demikian, pintu pun terbuka. Di sana berdiri Shigure yang terlihat sangat khawatir. Viltus yang tersenyum dan berkata,
"Pasti khawatir dengan Yuudachi, benar ?"
"Iya..." balas Shigure
"Kau tidak perlu khawatir terlalu banyak Shigure... Percayalah pada Frederich."
"Bukan itu masalahnya !"
"Huh ?"
"Tadi aku mendengar dari Fusou..."
"Mengenai Yamashiro yang pergi bersama dengan Frederich ?"
"Eh... Kau mengetahuinya, Laksamana ?" ujar Shigure dengan wajah terkejut.
Viltus menghela nafas dan kemudian melihat ke arah Shigure. Ia kemudian bertanya,
"Apakah Yuudachi memiliki sesuatu dengan Frederich ?"
"..."
"Katakan saja pada diriku..."
"Kau mengetahui mengenai hal ini... Mengapa dirimu tidak menghentikan Yuudachi pada saat itu ?" ujar Shigure
"Aku tidak memiliki hak untuk melakukan hal tersebut."
"..."
"Ini semua adalah keputusan dari Frederich. Sehingga diriku tidak dapat menganggu hal ini."
"..."
"Aku tahu kau akan berkata kecewa pada diriku. Namun, hal tersebut tidak dapat dibantah." lanjut Viltus
"..."
Viltus langsung menghela nafas dan kemudian berkata,
"Jika kau benar-benar khawatir... Mungkin ada baiknya kau menunggu dirinya di depan atau di kamarnya."
"Eh ?"
"Aku tahu... Ini akan ke arah mana... Maka dari itu... Dapatkah kau menunggu Yuudachi di kamar ?"
"Ba... Baik."
"Terima kasih banyak, Shigure." ujar Viltus
Shigure kemudian undur diri untuk ke arah kamarnya. Setelah Shigure pergi, Viltus melihat ke arah Marcos dan berkata,
"Jadi... Mastermind dari ini semua... Apakah kau memiliki ide lain ?"
"Tidak ada, Kapten !" ujar Marcos
"Bagus... Lanjutkan !"
Kembali ke tokoh utama kita di cerita ini yang kebetulan membutuhkan sedikit pencerahan dari langit. Apakah saya akan membantunya dengan memberikan sebuah keajaiban. Tentu saja. Tidak. Tapi, daripada berlarut-larut, mari kita kembali ke Frederich
Frederich berjalan di belakang Yuudachi yang kembali menarik dirinya. Dan itu membuatnya sedikit tidak nyaman karena ia sadar Furutaka sedang menunggunya. Ia berpikir kembali hingga akhirnya ia sedikit menyerah. Namun, tidak berapa lama ia mendengar suara yang cukup familiar.
Ia melihat ke kiri dan kanan dan akhirnya ia mengetahui siapa yang ada di sana.
"Ikazuchi, jangan terlalu cepat."
"Tenang saja... Kita pasti bisa koq."
"Hei ! Jangan terlalu cepat ! Seorang Lady tidak boleh terlalu sering berlari."
"Seperti biasa..."
Frederich melihat ke kiri dan kanan dan berharap mereka di dekat dirinya. Dan keberuntungan ada di dirinya. Ia melihat Ikazuchi yang berjalan ke arah dirinya. Yuudachi rupanya menyadari hal tersebut dan kemudian berkata,
"Ah... Ikazuchi !"
"Eh... Yuudachi ?! Kau ke sini juga ?" ujar Ikazuchi
Ikazuchi kemudian berlari ke arah Yuudachi dan kemudian memeluknya. Frederich akhirnya dapat lepas dari Yuudachi yang memegang tangannya dan menariknya ke sana kemari. Setelah itu, ia melihat Inazuma, Hibiki, dan Akatsuki.
Frederich melihat ke arah Ikazuchi dan berkata,
"Tumben sekali kalian semua pergi ke kota."
"Oh... Kami sebenarnya ingin membantu Laksamana membelikan beberapa bahan coklat." ujar Ikazuchi
"Eh ?"
"Tapi, Akatsuki terlihat sangat tertarik dengan festival ini. Maka dari itu, kami semua sekalian kemari." ujar Ikazuchi
"Aku tidak demikian !" ujar Akatsuki
"Tapi, dari wajahmu kau berkata demikian." ujar Ikazuchi sembari tertawa
"Aku tidak..."
"Sudah... Sudah jangan bertengkar." ujar Inazuma
"Apa yang kalian berdua lakukan di sini, Frederich-san... Yuudachi-san ?" tanya Hibiki mendadak
Yuudachi langsung tersenyum dan berkata,
"Tentu saja... Menonton festival ini bersama-sama."
Ikazuchi, Inazuma, dan Akatsuki yang mendengar itu langsung terkejut dan langsung mengelilingi Yuudachi. Sementara itu, Hibiki langsung menarik lengan baju Frederich dan berbisik,
"Kau sebenarnya sedang berkencan dengan seseorang, benar ?"
"Eh ?"
"Dan kau sebenarnya terjebak dalam situasi yang cukup berat, benar ?" tanya Hibiki kemudian
"Iya..."
"Aku akan membantumu."
"Eh ?"
"Tapi... Kau harus menentukannya sendiri."
"Darimana kau tahu..."
"Dinding pun punya telinga. Dan diriku tahu mengenai hal tersebut." ujar Hibiki
Frederich melihat ke arah Hibiki dan sadar gadis ini sama berbahayanya seperti Shoukaku. Namun, ia tidak memiliki pilihan lain. Ia kemudian langsung meminta bantuan kepada dirinya. Maka dari itu, Hibiki langsung berjalan ke arah semua saudarinya dan Yuudachi dan kemudian berkata,
"Frederich-san akan pergi mencari minuman sebentar."
"Eh ? Kalau demikian diriku..." ujar Ikazuchi yang langsung disela oleh Hibiki
"Biarkan saja, Ikazuchi. Kita harus menemani Yuudachi agar dia tidak kesepian."
"Ah... Kau benar."
Yuudachi yang mendengar itu langsung berlari ke arah Frederich dan kemudian berkata,
"Jangan terlalu lama, ya."
"I... Iya..." ujar Frederich
Frederich kemudian melihat ke arah Hibiki yang tersenyum dan kemudian mengajak semuanya berjalan kembali. Ia langsung menangguk dan kemudian berlari ke arah tempat pertama. Dan di sinilah misinya benar-benar berjalan.
