Taming the Kitten
.
.
.
.
a screenplays by nsoulizt/jay
genre; romance, fluff
lenght; chaptered
characters/pairings;
- Kwon Soonyoung X Lee Jihoon
- Kim Mingyu X Jeon Wonwoo
- etc.
(!)boyslove, kitten hybrid!jihoon, typo(s), rated M for smut and not proper language, and more maybe? (!)
.
.
.
.
Taming the Kitten
Chapter 1; His name
"aku pulang dulu, Gyu"
"baiklah. hati-hati dijalan, Soonyoung hyung!"
Si rambut blonde segera membereskan sisa dokumen yang harus ia selesaikan dirumah nanti dan bergegas menuju kedalam mobilnya setelah berpamit pada rekan laki-laki bertubuh tinggi yang diketahui sebagai rekan kerja Soonyoung, Mingyu namanya. Setelah men-starter mobil dan memakai seatbeltnya, ia segera mengendarai Audi R8 Valkyrie itu menuju kediamannya disebuah apartment mewah ditengah kota Seoul.
Soonyoung lebih memilih membelokkan mobilnya kearah gang yang lumayan kecil namun cukup untuk jalannya mobil sebagai jalan pintas daripada harus berurusan dengan macetnya lalu lintas, kira-kira itulah yang sekarang Soonyoung lakukan. Melewati gang berukuran sedang itu ditengah malam dengan tenang sampai Soonyoung menangkap sebuah gerakan pada semak-semak lewat sudut matanya, dan memutuskan untuk memberhentikan mobilnya sementara.
'kenapa suasananya tiba-tiba jadi horror seperti ini..' rutuk Soonyoung dalam hati, siapapun tidak tahu bahwa sekarang ia sudah keringat dingin membayangkan yang tidak-tidak.
Setelah memantapkan niat untuk keluar dari dalam mobilnya, Soonyoung berjalan dengan takut-takut kearah semak-semak yang semakin ber-gemerisik di setiap derap langkahnya. Dengan hati-hati, Soonyoung mulai sedikit menyibak semak itu dan betapa terkejutnya ia setelah menemukan seekor-
"hey blonde, lebih baik bantu aku untuk melepaskan tali ini dan biarkan aku kabur daripada berdiam diri seperti manusia tak berguna"
-hybrid kucing dengan telinga dan ekor berbulu putih juga rambut si pria mungil itu yang berwarna soft pink dalam keadaan luka memar serta sayatan yang memenuhi tubuhnya. Soonyoung sedikit ngeri memikirkan apa yang sebelumnya diperbuat oleh pemilik makhluk manis yang kini sedang terlentang berusaha melepaskan sebuah tali yang melilit kedua tangan dan kakinya, terlihat lucu bagi Soonyoung.
Namun pikiran itu langsung ditepis olehnya setelah melihat si rambut pink ternyata hanya menggunakan kaus putih kebesaran yang hanya menutupi badan sampai paha atasnya –Soonyoung sempat mengalihkan pandangannya saat melihat bokong mungil pria itu yang menyembul dari bajunya saat si hybrid meronta ronta- baju itu terlihat lusuh karena terkena tanah dan terdapat bercak darah yang mengering.
"kau terluka, ayo ikut aku pulang. aku akan menyembuhkanmu, kucing manis" Soonyoung berusaha selembut mungkin meraih pucuk kepala si hybrid berambut pink itu namun berhasil dihadiahi sebuah cakaran tepat di pipinya saat dilihatnya kedua tangan itu sudah lepas dari ikatan tali.
"brengsek! semua manusia sama saja, kau pasti akan menggunakanku sebagai mainanmu bukan?" mata kucing itu menyorot tajam pada kedua manik Soonyoung yang hanya terkekeh sambil menahan perih dari luka cakaran kuku tajam milik hybrid itu.
"hah- kau berani-beraninya melukai wajah tampanku ini.." ucap Soonyoung sambil mengelap setetes darah yang keluar dari pipinya, sementara si hybrid hanya melontarkan smirk tanda kemenangannya.
"masa bodoh dengan wajah buruk rupamu, aku hanya ingin" Soonyoung hanya menghela nafasnya pelan dan memeriksa arlojinya, jam 1 malam.
"selain harus merawat lukamu ternyata aku harus merawat mulut kotormu juga, hm"
"grrr- persetan dengan kata-katamu, aku tidak akan- meow!" dalam sekejap Soonyoung berhasil mengangkat tubuh mungil sang hybrid dan memasukkannya kedalam mobil, mendudukannya dibangku sebelah supir dan memasangkan seatbelt pada tubuh kecil pria yang sedari tadi tidak lelah memberontak itu lalu kembali menutup pintu mobil.
"hm, lumayan menarik... dan menantang" Soonyoung berujar dengan suara pelan dan seringaian kecil nan nakal yang menghiasi wajahnya, setelah itu segera bergegas menuju kursi supir karena kucingnya yang mulai menggedor-gedor jendela mobil.
Jika biasanya perjalanan dari kantor menuju rumah Soonyoung bisa ditempuh sekitar 30 menit tanpa macet, kini bisa menjadi satu jam lamanya karena ia harus berhenti di pinggir hanya untuk menenangkan sang hybrid yang meronta-ronta tanpa henti dikursi penumpang sebelahnya.
Sekarang ini mobil Soonyoung sudah berhenti untuk yang kelima kalinya dan ia sudah mulai gerah akan kelakuan si hybrid kucing itu. yang akhirnya Soonyoung putuskan untuk keluar dari mobil dan membuka pintu tempat hybrid itu duduk, melepaskan seatbelt yang melilit tubuh kecil itu dan menarik lengannya secara paksa untuk keluar dari mobil. Tanpa melepaskan cengkramanpada lengannya, Soonyoung membuka pintu belakang mobilnya dan meletakkan –sedikit melempar– hybrid itu dikursi belakang dan mengikatnya sedemikian rupa dengan seatbelt agar tidak lagi bisa meronta.
"dengarkan aku kali ini, kitty. Jika kau sekali lagi membuat keributan maka aku tidak akan segan-segan meletakkanmu didalam bagasi" memindahkan dokumen-dokumen pentingnya dari jangkauan sang hybrid, Soonyoung sedikit membanting pintu itu agar tertutup dan kembali ke kursi pengemudi.
Setelah menduduki kursi pengemudinya, Soonyoung sedikit memijat pelipis dan melirik kearah spion kecil diatasnya. Dilihatnya hybrid itu kini hanya diam tak bergerak sambil menatap kearah luar jendela dengan tatapan menusuknya yang seakan bisa memecahkan kaca mobil itu, Soonyoung menghela nafasnya pelan dan menatap sang hybrid "maafkan aku jika harus memperlakukanmu seperti ini, aku hanya ingin pulang dengan tenang dan segera mengobati lukamu"
Sementara yang diajak bicara hanya mendesis tidak suka lalu melingkarkan ekornya disekitar pinggangnya, tetap betah menatap keluar jendela saat mobil sudah kembali berjalan.
.
.
.
.
Taming the Kitten
Setelah 15 menit terlewat kini Soonyoung bisa bernafas lega saat tiba di tempat parkir basement komplek apartementnya tepat pukul 03.00 pagi dengan mata yang terasa berat –ia hampir menabrak pembatas jalan tadi– dan tersenyum kecil setelah melihat hybrid kecilnya yang tertidur dengan posisi duduk dengan tubuh terikat oleh seatbelt, Soonyoung merasa sedikit bersalah pada makhluk itu dan memutuskan untuk tidak membangunkannya dari tidur yang kelihatannya lelap itu.
Soonyoung memutuskan untuk keluar dari tempat duduknya dan beralih ke bagian belakang mobil untuk melepaskan seatbelt yang mengikat tubuh kecil pria yang sedang tertidur itu dengan hati-hati agar tidak membangunkannya. Setelah berhasil melepaskan seluruh ikatannya, ia meletakkan hybrid itu dipunggungnya dan menggendongnya kearah liftyang menuju apartemen tempat ia tinggal.
Setelah menekan tombol lantai tempatnya tinggal pintu lift tertutup didepannya dan mulai bergerak. Namun tak disangka sang hybrid terbangun dari tidurnya dan berusaha turun dari gendongan Soonyoung, menendang ke segala arah dan berteriak membuat Soonyoung kewalahan namun tetap mempertahankan gendongannya.
"YA-! brengsek, turunkan aku sekarang!"
"kau ini tidak bisa tenang sekali, sudahlah diam saja- AW!" sang hybrid kembali mencakar namun kali ini sasarannya adalah bahu dan punggung Soonyoung, membuatnya kembali harus merasakan perih yang mendera tubuhnya.
Ayolah aku hanya ingin istirahat, kira-kira seperti itu batin Soonyoung berteriak.
TING!
Tepat setelah pintu lift terbuka Soonyoung sedikit berlari menuju apartemennya yang berada tidak jauh dari lift dan menekan kode untuk masuk dengan sedikit kesusahan karena sang hybrid yang terus menendang dan berteriak dengan bahasa yang tak patut didengar ditengah malam seperti ini, tentu saja ia tidak mau tetangganya mencap dia yang tidak-tidak.
Setelah pintu berhasil terbuka, ia segera masuk kedalam hanya melepas sepatunya –masa bodoh dengan kaus kaki, pikirnya– ia menurunkan hybrid itu di sofa berwarna maroon yang berukuran lumayan besar di ruang tamunya dan pergi kekamarnya untuk mengambil sebuah kotak P3K piyama miliknya –yang sudah kekecilan, tentu saja– dan pakaian dalam lalu berjalan kembali ke ruang tamu menghampiri sang hybrid yang masih menggerutu dan mendudukkan diri disebelah hybrid tersebut.
Sedikit terkekeh karena menurutnya kucing miliknya ini terlihat lucu: menggerutu dengan bibir yang sedikit mengerucut dan ekor yang diayunkannya kesana kemari, baju kebesarannya yang sedikit tersibak membuat paha putih dan mulusnya terekspos, ditambah lagi kerah bajunya lebar membuat sebagian bahunya terlihat, ya Tuhan, Soonyoung benar-benar ingin memakannya.
"mendekatlah, biar aku mengobatimu dulu" setelah menyiapkan kapas yang telah dibasahi oleh alkohol, Soonyoung mendesah kecil lalu beralih mendekati tubuh si hybrid yang masih betah pada tempatnya.
"bagaimana jika aku tidak mau, hah? apa kau akan memaksaku?" yang diobati malah melontarkan pertanyaan sarkastik yang membuat Soonyoung kembali harus bersabar menghadapinya.
"tidak, aku hanya akan membersihkan lukamu"
"sudah berapa kali aku bilang, jangan sentuh ak- SAKIT-!" hybrid itu berjengit saat merasakan kapas basah itu menyentuh luka di perpotongan lehernya yang terasa amat sangat sakit baginya.
"sshh- tenanglah sebentar, aku akan pelan-pelan" ujar Soonyoung menenangkan hybrid yang kini tubuhnya bergetar dengan air mata yang menggenang di pelupuk matanya, Soonyoung menggigit bibir bawahnya melihat pemandangan didepannya dan meraih kaus itu keatas agar terlepas dari tubuh si rambut pink itu, sama sekali tidak peduli jika tubuh pria itu sudah fully naked.
Dan betapa terkejutnya ia setelah menemukan banyak sekali bekas luka sayat dan memar yang ditinggalkan di tubuh mungil tersebut yang tertutupi baju tadi, Soonyoung geram dan hendak ingin protes saat tiba-tiba si hybrid terisak sambil memeluk kedua lututnya, badannya bergetar menahan tangis dan Soonyoung tidak kuat melihatnya. Ia beranjak mendekat namun si hybrid yang terus menyudutkan dirinya di sofa tersebut membuat Soonyoung kembali menghela nafasnya, meraih pucuk kepala berambut pink itu dan mengelusnya lembut.
"ssstt jangan menangis, ayo mendekat agar ku obati luka di tubuhmu. Tidak perlu takut, aku tidak akan berbuat macam-macam..." setelah dikiranya usaha yang telah dilakukan Soonyoung berhasil, hybrid itu perlahan mendekatkan dirinya pada Soonyoung yang berhasil membuat pria berambut blonde menyunggingkan senyum lembutnya dan melanjutkan acara mengobati luka sang hybrid yang sempat tertunda.
Setelah membalut semua lukanya dengan perban dan memakaikan piyama pada tubuh petite hybrid itu, Soonyoung menggiring sang hybrid yang keras kepala itu menuju meja makan.
"ku harap kau suka ikan kalengan.." ujar Soonyoung sambil menyiapkan wajan untuk menggoreng ikan kaleng yang ia ambil dari kulkas.
"segar lebih baik"
"eh-?"
"aku lebih suka ikan mentah walau aku bisa memakan makanan manusia, bodoh" Soonyoung hanya melongo lalu meletakkan kembali wajannya kedalam lemari dan megambil piring untuk meletakkan ikan kalengan yang masih mentah itu dan menyediakannya untuk hybrid itu.
"butuh sendok? Garpu? Atau sumpit?" Soonyoung bertanya namun hanya dihadiahi sebuah keheningan karena hybrid itu tengah memakan ikannya tanpa menggunakan alat makan.
"a-ah, sepertinya tidak perlu ya.." mendudukkan dirinya dikursi dihadapan hybrid itu, Soonyoung memperhatikannya makan dengan seksama sebelum kembali bertanya.
"apa kau punya nama? Maksudku- aku tidak melihat sebuah kalung karena biasanya setiap peliharaan-"
"Jihoon" perkataan Soonyoung dipotong begitu saja oleh jawaban singkat padat dan jelas yang dilontarkan oleh hybrid itu.
"a-apa?"
"Lee Jihoon, apa kau tuli hah?"
"aku bukan tuli, aku Kwon Soonyoung"
Jadi jihoon, aku senang akhirnya kau terbuka untukku.
.
.
.
.
TBC. (1.641 words)
(p.s) saya senang sekali dengan respon kalian di chapter kemarin, dan maaf saya tidak bisa membalas review kalian satu persatu. saya cuma mau berterima kasih sama yang sudah baca ff ini dan meninggalkan review dan untuk siders, terimakasih loh udah mau baca. terimakasih juga untuk Gwen Lee yang udah review dua kali duh saya terharu :'
(p.s) di review kemarin ada yang nyaranin suga buat jadi kakaknya jihoon tapi maaf saya kayaknya jadiin seperti itu, tapi cast suga tetap saya pakai kok (:
(p.s) warnings dan cast akan diupdate seiring berjalannya chapter!
(p.s) maaf meanie-nya belum bisa muncul sekarang (baru mingyu doang sih)
(p.s) untuk yang sudah baca sampai sini, saya ucapkan terimakasih! tetap semangati saya untuk menulis chapter berikutnya yaw :3
-Tuesday, May 31th 2016-
