SUMMARY
Menjadi putri seorang pelacur adalah takdir yang membuat Baekhyun hancur dan membenci ayahnya. Begitu pula ia tak ingin menggantungkan hidupnya pada pria manapun. Lalu takdir juga selalu mempertemukannya dengan Park Chanyeol, putra pengusaha kaya raya yang angkuh dan menyebalkan. Bagaimana Baekhyun menanggapi semua ini ?
SEBELUMNYA...
"My sweetheart. Hey.. Look at you, Baek. You look so gorgeus as always." Kris yang baru keluar dari ruang VIP langsung menyambut riang Baekhyun yang hendak masuk ke dalam dengan sebuah pelukan kemudian mencumbu leher Baekhyun yang indah.
"Bagaimana kabarmu hari ini? Dan maaf telah membuatmu mabuk berat kemarin." Sambung Kris masih menggelayut pada Baekhyun tapi kali ini memeluknya dari belakang.
"Persetan kau, Kris. Aku pasti akan memberimu pelajaran setelah ini." Ujar Baekhyun kesal melepas pelukan Kris.
"Oh.. Oh.. Baiklah gadis kecilku, jangan marah. Kau bisa menemuiku nanti." Jawab Kris sambil mengusik rambut merah Baekhyun dan membuat rambutnya sedikit berantakan. Tapi kemudian Baekhyun merapikannya lagi dengan tangannya.
"Oiya, apakah kau yang menggantikan Luhan?"
"Hmm.. Wae?"
"Kuperingatkan kau jangan coba-coba menggoda atau merayunya, jangan. Jangan pernah ! Kau bukan seleranya. Jadi jangan main-main atau kau akan menyesal. Cukup tundukkan kepalamu dan bersikaplah sopan. Jika dia butuh sesuatu cepat bereskan atau dia akan menceramahimu panjang lebar yang bisa membuat telingamu serasa terbakar."
"Memangnya kenapa aku tidak bisa jadi seleranya? Apa aku ini kurang cantik? Atau... Apa dia seorang Gay?"
"Ssstt.. Sudahlah jangan banyak bicara. Segeralah masuk dan ingat kata-kataku barusan."
"Hmm.. Bikin penasaran saja" Baekhyun lalu membuka pintu. Dan alangkah terkejutnya dia saat membuka pintu karena tamu itu ternyata...
"KRIIIIIISSSSSSSS..."
.
.
BETWEEN US
.
.
CHAPTER 3
Baekhyun benar-benar ingin meledak sekarang. Bagaimana tidak? Kris mengerjainya lagi dan lagi. Jelas saja tamu yang Kris tidak sebutkan namanya itu tidak berselera dengannya. Tamu itu adalah Boss-nya. Istrinya datang berkunjung sehingga Boss-nya itu memerlukan ruang VIP sebagai ganti ruang kerjanya yang Baekhyun ketahui saat ini sedang di renovasi. Baekhyun sangat kesal dan malu. Ia berteriak cukup keras tadi. Ia bahkan membuat 'aktivitas' Boss dan istrinya itu seketika terhenti. Mereka cukup terkejut saat Baekhyun tiba-tiba membuka pintu. Mengetahui hal itu, Baekhyun langsung menutup pintu itu kembali. Sementara Kris hanya cekikikan dibawah mendengar Baekhyun meneriaki namanya.
"BYUUUUN BAEEKKKHHYUUUNN !" Usaha awal Baekhyun untuk menyenangkan Boss-nya itu sepertinya GAGAL TOTAL. Lagi, lagi dan lagi ia harus menyiapkan kedua telinganya dengan baik karena setelah ini Boss-nya itu bisa dipastikan akan memulai 'dakwah'-nya.
"AKU MENDENGARMU TUAN CHOOIII.."
Dugaan Baekhyun sudah pasti benar. Tak lama Tuan Choi, pemilik tempat Baekhyun saat ini bekerja, keluar menghampirinya. Habislah ia sekarang.
"KAU LAGI KAU LAGI. INGIN SEKALI AKU MEMASUKKANMU KE DALAM KARUNG LALU MEMBUANGMU KE LAUT. KENAPA KAU SELALU SAJA MEMBUAT MASALAH? TIDAKKAH KAU INGAT SUDAH BERAPA BANYAK KESALAHAN YANG KAU BUAT HA? YA TUHAN BERILAH AKU KESABARAN. SEMOGA BENIH YANG BARU SAJA KUTANAM TIDAK MENYERUPAI GADIS MENYEBALKAN INI. AKU MOHON, TUHAN."
"Tentu saja anakmu nanti tidak akan menyerupaiku, Tuan Choi. Dia akan mirip dengan denganmu atau ibunya. Kecuali jika kau melakukannya bersamaku, dia pasti.."
"JANGAN MENJAWABKU!" Tuan Choi kehilangan kesabaran. Baekhyun pun seketika menutup mulutnya dan menatap Boss-nya itu dengan wajah polos. Hey ayolah, ia berkata benar.
Selama ini Tuan Choi sudah menganggap Baekhyun seperti putrinya sendiri. Begitu pula saat memarahi Baekhyun, ia merasa seperti sedang mendidik putra-putrinya di rumah. Dan perasaan itulah yang membuatnya tidak bisa semudah itu memecat Baekhyun selain alasan karena Baekhyun sangat cantik dan disukai banyak pengunjung.
"Baekhyun.. Apa Minnie tidak memberitahumu di ruangan mana kau seharusnya bertugas malam ini, hmm?" Tanya Tuan Choi dengan amarah yang telah mereda.
"..."
"YAK! KENAPA KAU TIDAK MENJAWABKU?"
"Bukankah kau tadi yang menyuruhku untuk tidak menjawabmu?"
"SEKARANG KAU SUDAH BISA MENJAWABKU!" Bentak Tuan Choi mulai gemas. Gadis ini benar-benar menguji kesabaranku, Tuhan. Ujar Tuan Choi mengeluh dalam hati.
"Ah.. Baiklah. Maafkan aku Tuan Choi. Maafkan aku Nyonya Choi..." Ujar Baekhyun sambil membungkukkan tubuhnya pada Boss dan istrinya itu.
"Aku tidak bermaksud mengganggu kalian tadi. Aku sungguh tidak menyangka hal ini akan terjadi. Kris mengejaiku, Tuan Chooii.. marahilah dia jangan aku. Aku sungguh tidak tau. Minnie hanya menyampaikan bahwa aku harus menemui tamu ruang VIP menggantikan Luhan. Dan Kris juga menambahkan bahwa aku harus segera masuk kesini jika tidak tamu itu akan mengomeliku nanti. Aku penasaran dan akhirnya langsung membuka pintu tanpa mengetuknya terlebih dulu. Maafkan aku Tuan Choooiii.." Baekhyun tidak yakin 'acting'nya kali ini akan berhasil. Ia bergelayut manja pada Boss-nya itu sambil menangis histeris sebagai bukti bahwa ia sangat menyesal. Baekhyun sudah sering melakukannya jika Tuan Choi mengancam akan memecatnya dan itu selalu berhasil. Ia tidak tau bagaimana dengan usahanya kali ini.
"Sudahlah suamiku, dia tidak sengaja melakukannya. Maafkan saja dia. Dia pasti sangat menyesal dan tidak akan mengulanginya lagi. Benarkan Baekhyun-ssi?" Sahut istri Tuan Choi membela Baekhyun.
"Oh, Ne. Itu benar Nyonya Choi. Aku sungguh menyesal dan aku berjanji tidak akan mengulangi kesalahanku lagi. Tolong jangan pecat aku Tuan Choooiiii..." Baekhyun kembali merengek. Dan Tuan Choi jadi semakin risih.
"Haisshh.. Ya ya baiklah. Aku memaafkanmu. Tapi itu karena IS-TRI-KU yang memintanya. Jika lain kali kau kembali melakukan kesalahan seperti ini, aku tidak akan segan memecatmu dari sini. Arraseo?"
"Ne. Arraseo." Baekhyun kembali ceria dan menunjukkan senyum lebarnya pada Tuan Choi. membungkukkan tubuhnya lagi lalu pamit pergi. Eh? Tunggu dulu.
"Ah, Tuan Choi, aku melupakan sesuatu. Lalu.. jika bukan diruangan ini, diruang manakah tamu yang seharusnya aku temani?"
Sementara itu Chanyeol terlihat sendirian di dalam ruang VIP nomor 2. Dirinya bosan menunggu Jongin yang tidak kunjung menemuinya. Dan.. dimana para pelayan yang seharusnya ada disini untuk menulis pesanan atau menemaninya? Ia lalu mengambil ponsel di sakunya dan menelpon Jongin.
"HEI BRENGSEK! DIMANA KAU SEKARANG? AKU SUDAH MENUNGGUMU DI RUANG VIP SEJAK TADI."
"Ah.. Jadi kau sudah disana. Maafkan aku, aku baru saja dari kamar kecil. Baiklah aku akan segera menyusulmu. Kau berada di ruang nomor berapa?" Jawab suara disebrang.
"NOMOR 2. CEPAT KESINI ATAU AKU AKAN MENGHABISIMU !" Tit.
Di sebrang sana Jongin hanya cekikikan tidak jelas. Sepertinya Chanyeol tidak bisa jauh darinya. Ia lalu segera meninggalkan kamar mandi dan menyusul Chanyeol.
Jongin mulai menaiki tangga, tapi tiba-tiba tubuhnya merasakan ada yang bergetar. Ada 1 pesan baru yang masuk dan menjadi 5 pesan belum terbaca karena sejak tadi Jongin terus saja mengabaikannya. Sesampai diatas, pandangan Jongin masih tertuju pada layar ponselnya dan tiba-tiba.. BRAKK.. PLETAAKK..
"Ah.. Joesonghabnida seonsaengnim.. Aku tidak sengaja." Ujar seorang gadis tak sengaja menabrak Jongin setelah ia keluar dari sebuah ruangan. Ia berjalan tanpa melihat Jongin lewat didepannya. Gadis itu menabrak Jongin sampai ponselnya terlempar jauh dan.. rusak.
"Nan gwenchana.. gwenchana.." Jawab Jongin tenang sambil memungut ponselnya yang baru saja terhempas dan akhirnya rusak. Ia lalu berdiri sambil mencoba membetulkan gadget kesayangannya itu namun tidak menyala.
"Maafkan aku tuan, aku tidak sengaja menabrakmu. Aku tidak melihatmu lewat saat keluar tadi. Dan ponselmu.. Maafkan aku, aku akan menggantinya tuan."
Gadis itu terus saja minta maaf dan berkata akan mengorbankan upahnya bekerja di club ini sebagai ganti rugi atas rusaknya ponsel milik Jongin itu. Jongin hanya tersenyum mendengar perkataan gadis itu lalu melihat kearahnya.
"Tidak perlu, nona. Kau tidak perlu.." Seketika ucapan Jongin terputus saat melihat gadis yang menabraknya itu.
"Kau.. Bukankah kau.."
Yap ! Gadis yang menabrak Jongin itu adalah Baekhyun. Wah.. Kesialan beruntun bagi Baekhyun bertemu Jongin disini. Baekhyun pun terkejut, ternyata pria yang ditabraknya itu adalah pria yang sama dengan yang ia lihat tadi sore. Pria itu bersama pria satu lagi mengejarnya saat setelah insiden 'kaleng' itu terjadi.
"Wah.. Beruntung sekali aku bertemu denganmu, Nona 'Pencuri Sepatu'. Kau benar-benar membuat temanku Chan... Hmmppff..." Kesialan bagiku pria tengik ! batin Baekhyun seketika membekap mulut Jongin dengan tangannya karena takut orang-orang mendengar pembicaraan mereka.
"Ssssttt.. Hey pantat panci, bisakah kau kecilkan suaramu? Jika sampai Boss-ku tau dia pasti akan melemparku dari sini. Jadi jaga bicaramu dan selesaikan ini baik-baik." Ujar Baekhyun masih membekap mulut Jongin.
"Hmmmppfft.. Kembalikan sepa..Hummppfftt..." Jawab Jongin berusaha bicara meski mulutnya sudah dibekap dengan tangan Baekhyun. Tangannya sempat berhasil melepaskan tangan Baekhyun dari mulutnya tadi namun Baekhyun kembali membekapnya dan kali ini lebih rapat.
"Ah.. Sepatu ? Hahaha.. Ya ya baiklah, hitam. Hmm.. Maksudku, pria berkulit gelap. Aku akan mengembalikan sepatu temanmu itu. Aku tidak berniat mencurinya tadi, aku hanya ingin memberinya pelajaran setelah melemparkan sepatu 'raksasa'nya itu padaku." Ujar Baekhyun meluruskan kesalahpahaman diantara mereka. Ia lalu melepaskan tangannya dari mulut Jongin.
"HEY, AKU TIDAK HITAM DAN GELAP!" Bentak Jongin tiba-tiba tidak terima.
"Lalu? Kurang cerah?" Tanya Baekhyun dengan nada mengejek.
"Hissshh.. Kau ini benar-benar. Panggil aku Jongin."
"Baiklah Jongin-ssi. Aku akan mengembalikan sepatu temanmu itu padamu. Dan tolong jika nanti kau bertemu dengannya sampaikan juga maafku atas kejadian sore tadi. Tapi bisakah kau menunggu sampai aku selesai bekerja? Karena pekerjaanku masih banyak."
"Oh, jadi kau bekerja disini. Baiklah, aku bisa menunggu. Oiya, apa setelah ini kau akan masuk ke ruangan itu?" Tanya Jongin sambil menunjuk ruang VIP nomor 2.
"Hmm.. Wae?" Baekhyun mengaggukkan kepalanya dan bertanya balik.
"Kalau begitu sekalian saja sampaikan maafmu langsung padanya. Temanku Chanyeol itu berada disana."
"MWOOO?"
BETWEEN US
Krieett...
"HAH AKHIRNYA KAU DATANG JUGA ! DARI MANA SAJA KAU? DAN DIMANA PELAYANNYA? SIAL SEKALI. KALIAN SUDAH SANGAT MEMBUATKU KESAL DENGAN MENUNGGU LAMA. BERANINYA KAU MEMBUAT PARK CHANYEOL MENUNGGU !" Baru saja Jongin membuka pintu, ia sudah harus disambut dengan teriakan murka dari Chanyeol. Jongin sama sekali tidak terkejut. Jongin malah membayangkan ada efek api di tubuh temannya itu dan menertawakannya dalam hati. Sementara itu Baekhyun masih mematung didepan mengondisikan jantungnya yang dari tadi berdetak tidak karuan. Baekhyun benar-benar takut. Ditambah ia mendengar suara pria itu membentak Jongin dengan sangat kasar. Ia jadi semakin merinding.
"Hey tenanglah, bung. Aku sudah disini. Dan jangan bersikap possesif seperti itu, aku tidak mungkin meninggalkanmu, kawan. Hahahaha.." Goda Jongin tidak terpengaruh oleh amarah Chanyeol yang meledak-ledak itu. Ia bahkan sempat menertawainya.
"Oiya, pelayanmu juga sudah datang. Kau jangan memarahinya ya. Dia sudah datang sejak tadi. Aku lah yang menyebabkan dia terlambat karena mengajaknya mengobrol terlebih dulu sebelum masuk kesini. Hey kecil, masuklah. Jangan takut." Sambung Jongin lalu menyuruh Baekhyun untuk masuk. Baekhyun pun akhirnya segera masuk dan langsung membungkukkan tubuhnya.
"Maafkan aku tuan, aku.."
"Woo.. woo.. woo.. Apa-apaan ini? Apakah pantas bagimu meminta maaf padaku dengan wajah seperti itu? Kenapa kau menutup wajahmu dengan nampan?" Sahut Chanyeol mengernyitkan dahi melihat tingkah aneh pelayan dihadapannya ini.
"Wahahahaha... Maaf aku lupa mengatakan padamu, Chanyeol. Pelayan ini baru saja terkena alergi. Wajahnya dipenuhi bintik-bintik merah. Itu sebabnya tadi kami lama mengobrol. Kami membahasnya, dia takut kau akan merasa geli dan jijik saat melihatnya. Jadi aku menyuruhnya menutup wajahnya itu dengan nampan. Tapi kau tenang saja, Chanyeol. Dia tidak seburuk itu. Sebenarnya dia sangat cantik."
Oo.. O.. Jongin kelepasan. Niatnya menyelamatkan Baekhyun dari amarah Chanyeol malah membuat Chanyeol penasaran sekarang. Demi Tuhan, jika saja Baekhyun tidak dalam posisi ini. Sudah tamat riwayat Jongin ditangannya.
"Kalau kau sedang sakit kenapa kau bekerja? Dan apa tidak ada pelayan lain yang bisa menggantikanmu? Kemari, duduklah disebelahku. Aku ingin melihat separah apa alergimu. Aku bisa memberikanmu uang untuk berobat dan mempercantik dirimu lagi."
"Ahh.. tidak perlu tuan, sebentar lagi juga sembuh. Aku sudah minum obat alergi tadi." Jawab Baekhyun pandai berbohong.
"Kalau begitu biarkan aku melihatnya saja. Aku penasaran, apa efeknya sama denganku saat alergi? Aku juga punya alergi. Aku alergi terhadap udang." Karena rasa penasarannya Chanyeol bangkit dari tempatnya dan menghampiri Baekhyun. Oh tidak.. Selamatkan aku Tuhan. Doa Baekhyun dalam hati. Chanyeol semakin dekat. Tidak. Jangan mendekat lagi, kumohooonnn...
PLAAAKK! Oh tidak, Baekhyun memperparah keadaan. Spontan Baekhyun menampar Chanyeol dengan nampan ditangannya itu. Ia tidak sengaja, lagi. Ia terlalu ketakutan saat jaraknya dengan Chanyeol tinggal selangkah lagi.
"YAKK ! APA YANG KAU LAK.."
"KAU !"
"Ya Tuhan, maafkan aku tuan. Aku tidak senga..."
"BRENGSEK! KENAPA KAU MENAMPARKU? DAN APA YANG KAU LAKUKAN DISINIIII !" Tamatlah sudah, Baekhyun sudah tertangkap basah. Bodoh sekali dia. Kenapa dia selalu saja spontan berbuat onar setiap bertemu Chanyeol. Baekhyun pasrah. Chanyeol pasti akan membunuhnya setelah ini.
"Maafkan aku, aku sungguh tidak sengaja. Kau membuatku sangat ketakutan tadi, tanganku refleks. Dan tentu saja aku disini, aku sedang bekerja."
"DASAR GADIS SIALAN! BERANINYA KAU MENJAWABKU!"
"HHAAA... Kenapa orang-orang selalu saja seenaknya ? Sebentar mereka bertanya padaku, sebentar mereka melarangku menjawab, sebentar mereka bertanya lagi, dan saat aku tidak menjawab mereka kembali membentakku. Ayo, bertanyalah sekali lagi atau aku akan membantingmu !" Baekhyun mulai muak. Kenapa orang-orang suka sekali membuatnya semakin merasa bersalah setelah berbuat kesalahan. Tidak lagi, CUKUP !
"Apa kau menantangku? Ayo, coba saja kalau kau berani. Tubuhmu yang kecil itu..." BRAKK ! Belum sempat Chanyeol meneruskan ucapannya, Baekhyun sudah membantingnya hingga tersungkur dengan sekali hentakan saja. Langsung saja Baekhyun mengunci kedua tangan Chanyeol ke belakang dan menindihnya.
"Aakkhh... Hentikaaann.. Ini ssaaakkkiitt !"Chanyeol berteriak kesakitan. Ia benar-benar tidak menduga Baekhyun sungguh-sungguh melakukan itu padanya.
"AYO ! BENTAK AKU LAGI. KENAPA KAU BERHENTI? TUBUHMU SAJA YANG BESAR PADAHAL KAU INI HANYA BOCAH MANJA YANG ANGKUH."
"DASAR GADIS SIALAN! CEPAT LEPASKAN AKU ATAU AKU AKAN MELAPORKANMU PADA POLISI!"
"Oh.. Benarkah? Huuu.. Aku takuuutt..."
Sementara dua orang ini bertengkar, Jongin hanya duduk-duduk santai sambil meneguk segelas vodka milik Chanyeol. Sesekali ia tertawa, lalu kembali minum tanpa membantu temannya itu. Ia sangat senang dengan situasi seperti ini.
"AKU PASTI AKAN MELAPORKANMU SETELAH INI! KAU SUDAH MENCURI SEPATUKU TADI SORE, KAU JUGA MENIPUKU DENGAN ALERGI DI WAJAH JELEKMU ITU, KAU BAHKAN MENAMPAR DAN MEMBANTINGKU BARUSAN. AKU AKAN PASTIKAN KAU MEMBUSUK DIPENJARA SEUMUR HIDUPMU, JALANG. AAAKKKHHH..."
"APA KAU BILANG? JALANG? DASAR PRIA TIDAK TAU DIRI ! APA KAU SUDAH TIDAK BUTUH WANITA LAGI? BAIKLAH, AKU AKAN MEMOTONG PENISMU LALU MENYUMPALKANNYA PADA MULUT KOTORMU ITU SEKARANG!"
"HHHAAAA... TIDAK JANGAAANN.. AKU HANYA BERCANDA."
"Hehehe.. Kalau begitu katakan maaf padaku dengan manis lalu akan kulepaskan dirimu."
"MEMANGNYA KAU SIA.. AKKKHHH.. BAIKLAH MAAFKAN AKU TOLONG LEPASKAN AKUU.."
Mendengar permintaan maaf dari Chanyeol sudah cukup bagi Baekhyun. Ia hampir tak bisa menahan tawa. Pria ini sungguh sangat menghiburnya malam ini. Kasihan sekali dia, dia pasti kesakitan karena Baekhyun mengerjainya habis-habisan. Baekhyun pun langsung melepaskan Chanyeol dan membantunya berdiri.
"LEPASKAN AKU ! DAN PERGI KAU DARI SINI SEBELUM AKU MEMBUATMU MENYESAL TELAH MELAKUKAN INI !"
"Hahahaha.. Ya ya baiklah, aku akan segera pergi jika kau sudah tidak membutuhkanku."
"AKU SUDAH TIDAK MEMBUTUHKANMU ! PERGI ! " Bentak Chanyeol mengusir Baekhyun. Yang diusir masih saja tertawa terbahak-bahak sambil memegangi perutnya.
"Baiklah, aku pergi dulu. Tolong, jangan rindu padaku. Aku bisa saja muncul di mimpimu nanti malam." Goda Baekhyun sambil mengerlingkan mata kemudian berjalan menuju pintu hendak keluar.
"Ah, Jongin-ssi. Senang bertemu denganmu. Terima kasih telah membantuku tadi. Dan jangan lupa temui aku untuk mengambil sepatu sebelah milik bayi besar ini ya." Ucap Baekhyun berhenti sejenak saat berpamitan dengan Jongin.
"Dan kau... Sampai bertemu lagi, Chanyeol-ssi. Hmmm. Oh tidak, jangan. Kita jangan bertemu lagi. Aku tidak ingin menjadi jodohmu kelak. Atau.. Mungkin saja malah kau yang berharap jadi jodohku setelah ini. Hahahaha." Goda Baekhyun lagi melihat raut wajah kesal Chanyeol setelah dibantingnya tadi.
"DALAM MIMPIMU, GADIS BRENGSEK !"
"Hahahahaha. Ya baiklah, aku juga senang bertemu denganmu gadis kecil. Oiya aku lupa bertanya, siapa namamu?" Tanya Jongin sebelum Baekhyun keluar.
"BYUN BAEKHYUN."
Hari semakin malam, tapi club semakin dipenuhi pengunjung. Alunan musik dan sorot lampu juga masih menghibur peminatnya. Sementara di sudut club, tampak Baekhyun sedang bersantai menikmati waktu istirahatnya. Baekhyun merogoh saku ranselnya, tapi tidak menemukan benda yang dicari. Kemana perginya? Baekhyun terlihat sedang berusaha mengingat sesuatu. Tapi tak lama ia berhenti dan wajahnya menjadi murung. Ia sepertinya lupa.
"Mencari ini?"
"Kris? Dimana kau.."
"Hey.. Sejak kapan kau mulai murung saat benda ini hilang oh? Kau belajar menjadi perokok berat sekarang? Baek, merokok sangat tidak baik untuk kesehatanmu. Jangan menyiksa dirimu dengan ini. Katakan padaku, apa kau sedang ada masalah?" tanya Kris saat menunjukkan pada Baekhyun bahwa rokok itu ada padanya dan bukannya hilang.
Kris mulai menyadari bahwa akhir-akhir ini ia sering memergoki Baekhyun merokok bahkan melihatnya kuat minum menghabiskan 1 botol alkohol dengan kadar yang lumayan tinggi. Kris tau Baekhyun sedang frustasi saat ini. Meski begitu ia tidak suka dengan cara Baekhyun menyiksa dirinya.
"Kriiss.. Kembalikan padaku dan berhentilah mengoceh. Aku sedang tidak 'mood' sekarang."
"Kiss me first." Goda Kris.
"Krisss... Kenapa kau jadi sejahat itu?" Baekhyun tampak makin bersedih sekarang. Ia benar-benar ingin rokoknya kembali.
"Don't get me wrong, sweety. I just want you to stop now. Even if you act like you want to die, i never give it back. And don't try to persuade me." Ujar Kris sambil membelai rambut merah Baekhyun dengan penuh rasa cinta. Baekhyun sudah seperti adik bagi Kris, beegitupula Baekhyun juga sudah menganggap Kris seperti kakaknya sendiri.
Kris menang. Baekhyun berhenti merengek. Baekhyun lalu memeluk Kris dan membenamkan wajahnya disana. Ia sangat suka cara Kris memanjakannya atau bahkan saat memarahinya. Kris melakukan itu semata-mata untuk kebaikannya, dan Baekhyun sudah paham.
"Ehmm.. Apa aku mengganggu kalian sekarang?" Tanya seseorang yang tiba-tiba datang mengganggu kemesraan kakak dan adik ini.
"Jongin? Oh tidak, tentu tidak. Ada apa? Apa kau ada perlu denganku?" Dan seseorang itu adalah Jongin. Lalu Kris kembali bertanya kepadanya.
"Ah tidak, Kris. Bukan. Aku ada perlu dengan Baekhyun sekarang. Bisa kau tinggalkan kami berdua? Aku ingin membicarakan sesuatu dengannya." Jawab Jongin tidak bermaksud mengusir.
"Baekhyun? Oh tentu saja, apa kalian berdua sudah saling kenal?"
"Sudah. Kami bahkan sebelumnya sudah pernah bertemu."
"Oh.. Begitu ya. Baiklah akan kutinggalkan kalian berdua. Dan jangan maca-macam padanya, Jongin. Atau aku tidak akan memaafkanmu seumur hidup."
"Hahahaha.. Baiklah Kris. Wah.. Kau possesif sekali ternyata saat sedang berpacaran."
Mendengar hal itu Kris hanya tertawa dan langsung meninggalkan dua insan yang ingin membicarakan sesuatu itu. Walau begitu, Kris tetap mengawasi mereka berdua dari jauh. Ia hanya takut temannya itu berbuat sesuatu yang tidak-tidak pada Baekhyun meski ia sudah sangat mengenal temannya itu dengan sangat baik. Tapi, apa salahnya? Manusia bisa berubah kapan saja jika sedang 'tertarik' pada sesuatu yang ia sangat inginkan, dan bisa melakukan apa saja.
"Ini.." Ujar Baekhyun langsung menyerahkan sepatu sebelah milik Chanyeol.
"Ah, apa?"
"Bukankah kau kemari ingin mengambil ini?"
"A.. Ah.. Iya k-kau benar." Sejak kapan Jongin mulai gagap seperti itu? Dia tidak gagap, dia hanya sedikit gugup. Baekhyun memang sangat cantik, pria mana yang tidak menyukainya? Ada, hanya 1. Park Chanyeol-lah pria itu.
"Iya aku kemari memang ingin mengambil ini. Dan aku kesini juga ingin minta maaf padamu atas perilaku Chanyeol terhadapmu tadi. Dia tidak bermaksud kasar padamu, atau bahkan lancang memanggilmu jalang dan sebagainya. Sebenarnya pribadinya sangat baik, hanya saja..."
"Hahahaha. Kau tidak perlu minta maaf, Jongin-ssi. Aku bisa mengerti. Lagipula, aku senang bisa mengerjainya tadi. Jadi kau santai saja."
"Wah.. Kau baik sekali, Baekhyun-ssi. Jika aku jadi dirimu, aku sendiri akan sakit hati saat Chanyeol mengataiku yang tidak-tidak. Tapi baguslah karena itu kau. Terima kasih sudah memahami temanku Chanyeol."
"Sama-sama, Jongin-ssi. Aku juga berterima kasih karena sudah membantuku tadi. Oiya, aku berjanji akan mengganti ponselmu, Jongin-ssi. Tapi tentunya tidak untuk saat ini karena aku belum mendapatkan gajiku untuk bulan ini. Dan kelihatannya itu ponsel mahal, kan? Berapa harganya?"
"Tidak perlu seperti itu, Baekhyun-ssi. Aku masih punya banyak dirumah. Dan yang rusak tadi, itu ponsel murah. Jadi kau santai saja ya.."
"Ah tidak, tidak tidak. Aku pasti akan menggantinya sekalipun itu tidak ada harganya bagimu. Aku yang sudah membuatnya rusak dan aku harus bertanggung jawab atas kesalahanku itu. Tolong mengertilah." Ujar Baekhyun semakin tidak enak hati.
"Baiklah, terserah kau saja. Atau.. Kau bisa menggantinya dengan hal lain."
"Maksudmu?" Baekhyun mulai bingung sekarang. Apa yang sebenarnya ingin Jongin katakan padanya? Hal lain seperti apa?
"Iya, hal yang lain. Kau bisa menebus ponselku dengan hal lain jadi kau tak perlu menebusnya dengan uang atau ponsel yang baru."
"Memangnya hal lain apa itu?"
.
.
TBC
.
.
NB : Hai hai.. Ketemu lagi. Pada kangen aku gak ? Enggak ? Aduh kasian bener.. Hahaha nggak masalah. Aku tetep berterima kasih pada readers sekalian yang masih bersedia membaca, memberikan review, mem-follow bahkan menunggu cerita ini update. Thank you so much.. :* :* :*
Baca review kalian bikin aku semangat bahkan ketawa-ketawa sendiri lho. Ini kenapa pada penasaran semua sih sama Siwon ? Sabar dong.. Masih rahasia nih ceritanya. Gak seru dong kalau aku yang beri tau. Ada yang tanya ada konflik ortu apa enggak ? Hmm.. Enaknya gimana ? Hahahaha.. ikutin terus aja ya kelanjutannya gimana. Pokoknya, berdasarkan dari review teman-teman, aku berusaha untuk nggak mengecewakan kalian lah. Terus tinjau ceritaku, tulis review barang kali aku bikin kesalahan entah typo atau jalan ceritanya kurang memuaskan.
Dan satu lagi, kebanyakan readers pada ngeluh karena ceritanya kurang panjang. Aduh.. Maaf banget ya. Habis aku bikin ceritanya malem-malem sih habis pulang kuliah jadi ya sambil sepet-sepet gitu bikinnya. Kalau pagi juga aku harus kerja jadi waktu untuk nulis gak ada. Tapi aku usahain panjang ya setelah ini. Nunggu selesai UAS baru deh puanjaaaaangggg.. Duh sepanjang apa sih mintanya ? Hahahaha.. Ah mulai deh ambigunya.
Wkwkwkwk.. Sekian. Bye..
