"Sejak kapan aku memintanya untuk menemani?" pikir Mark heran. Mark hanya mengangkat bahunya tak perduli dan kembali fokus melihat tim basket lagi.

JiJoonie Present

An Semi Canon Fanfiction

"My First and Last"

.

Main Cast : Mark Lee, Jung Jaehyun, Kim Donghyuk, Johnny Suh, and others.

Main Pair : NCT JaeMark (Seme!JaehyunxUke!Mark)

Disclaimer : Jaehyun dan Mark hanya milik Tuhan yang maha kuasa, orangtua, SM, serta NCT.*baper

Rate : T

Length : 3-(?)

Warn : This is NCT JaeMark Fanfiction! bagi yang tidak suka dengan pair ini diperbolehkan untuk pergi dari sini

Hope u like it~

.o.JaeMark.o.

Selama tim basket bermain perasaan mengganjal yang sempat datang kini kembali menghampiri Mark.

Semakin lama, jantungnya semakin berdetak tak karuan. Mark menyentuh dada kirinya tepat pada pusat kehidupannya berdetak kencang hingga membuatnya mengernyitkan keningnya menahan.

Mark tak melepaskan tatapan matanya dari arah lapangan basket yang kini sudah dikelilingi oleh banyak fangirl pemain basket. Teriakan para gadis disana sangat kuat hingga Mark merasa sedikit pusing, agak menyesal karna sudah membuka jendela besar itu tadi.

Beberapa saat sebelum waktu bermain habis, Mark melihat seorang gadis dengan dress biru selutut lewat didepannya dengan tangan berisi sebotol air lalu handuk kecil, membuatnya penasaran akan diberikan kepada siapa minuman dan handuk itu sementara gadis tadi berdiri tak jauh dari tempat Mark duduk hingga Mark masih memiliki kemungkinan untuk mendengar suara gadis itu jika berbicara.

Cukup lama waktu berlalu, peluit tanda permainan berakhir menyentak Mark yang sempat melamun sambil menatap Jaehyun sunbae yang kini tengah berjalan menuju depan jendela kelasnya.

Mark terperangah kaget mengira jika Jaehyun sunbae akan menemuinya, bahkan pipinya memerah tiba-tiba saat Jaehyun tersenyum manis kearahnya.

Tak sampai disana, Jaehyun melambaikan tangannya kecil dan Mark dengan malu-malu mengangkat sedikit tangannya membalas lambaian Jaehyun.

Kemudian, dalam hitungan detik dunia Mark seakan jungkir balik ketika ia menyadari jika Jaehyun bukan menghampirinya, namun menghampiri gadis dengan dress biru yang lewat didepan kelasnya tadi.

Samar-samar Mark mendengar suara gadis itu memanggil Jaehyun dengan sebutan 'Oppa', lalu menyodorkan handuk kecil serta botol air minum yang dibalas Jaehyun dengan senyuman. Mark melihat bagaimana gadis itu dan Jaehyun sunbae-nya bercengkrama lalu tertawa dengan lepas.

Saat Jaehyun dan gadis itu asik bercengkrama, para fangirl Jaehyun ribut karena ada yang senang juga ada yang tak suke melihat interaksi dua sejoli yang masih asik dengan dunia mereka.

Mark yang terpaku dengan apa yang dilihatnya tak menyadari jika dirinya sudah berdiri seperti orang bodoh dan menatap lekat pada Jaehyun yang jaraknya tak jauh dari depan matanya.

Matanya memanas dan tanpa dimintanya kristal bening miliknya sudah jatuh meleleh saat gadis itu mengecup bibir Jaehyun sunbaenya didepannya dengan tiba-tiba- tolong dicatat-MAENGECUP BIBIR JAEHYUN SUNBAE-NYA! DAN TEPAT DIDEPAN MATANYA!

Ia mundur perlahan dengan langkah kaku, mencoba memahami apa yang terjadi saat ini, jantungnya berdetak kencang dan air mata mengalir semakin deras hingga membuat pandangannya mengabur.

Mark kaget saat dirinya jatuh kebelakang karena menginjak tali sepatunya sendiri, beberapa kawannya malah tertawa kencang dan mencuri perhatian orang dari luar kelas, Mark langsung berdiri dan tetap menundukkan kepalanya, Jaehyun yang diluar sana pasti bisa mendengar suara tawa kawan-kawannya yang kuat bahkan ia yakin saat ini Jaehyun pasti menatapnya aneh.

Mark menggigit bibir bawahnya, menahan isakan agar tak keluar, badannya lemas dan terasa sakit akibat jatuh tadi, kemudian dengan tenaganya yang tersisa ia berlari keluar dari kelas meninggalkan tanda tanya seluruh orang didalam sana, bahkan Donghyuk yang baru saja kembali sempat meneriakan namanya berkali-kali dan tak ditanggapi oleh Mark.

"Ada apa dengan anak itu?" Donghyuk bertanya pada beberapa orang apa yang baru saja terjadi,

"Tidak tahu, Mark tiba-tiba saja berdiri cukup lama setelah tim basket selesai latihan, lalu bocah itu jatuh dan ditertawakan satu kelas, selanjutnya kau tahu apa yang terjadi," salah satu dari mereka menjawab.

Mendengar hal itu Donghyuk langsung saja mengarahkan pandangannya pada jendela dibarisan ketiga dan menemukan apa penyebab Mark pergi dengan wajah memerah dan air mata yang sempat Donghyuk tangkap sebelum ia berlari kencang.

Donghyuk menatap marah pada Jung Jaehyun yang kini tengah bersama seorang gadis, tampak sangat akrab sekali.

"Mark pasti patah hati. Bocah itukan baru kali ini jatuh cinta,dan lagi apa-apaan maksud sunbae itu? Padahal dirinya sendiri yang sudah mengusirku supaya menjauh dari Markkeu!" pikir Donghyuk sebelum bergegas meninggalkan kelas dan menyusul Mark yang sudah menghilang entah kemana.

Dan setelah Donghyuk pergi, objek yang sedari tadi ditatapnya juga pergi meninggalkan gadis dengan dress biru itu dengan emosi yang tak menentu terlukis diwajahnya.

.o.JaeMark.o.

Mark melangkahkan kakinya tak menentu arah.

Sudah lebih dari dua minggu ia tak datang ke kampus.

Setidaknya Mark bersyukur karena ia libur sesuai dengan jadwalnya, jadi ia tidak akan repot-repot membuat laporan tertulis pada dosennya mengenai mengapa dirinya tidak masuk kelas selama 2 minggu lamanya.

Setelah kejadian dihari itu, Mark langsung pulang kerumah dan mengunci diri di kamar.

Ayah dan Ibunya sempat bertanya-tanya ada apa, namun Mark enggan menjawab.

Mark menolak makan selama dua hari, Ibunya semakin khawatir lalu memanggil Donghyuk hingga Donghyuk datang dan menjelaskan kenapa ia bisa seperti itu.

Setelahnya Donghyuk mencoba membujuk dan Mark menurut.

Saat keluar kamar, baik Ayah, Ibu dan Donghyuk menganga ketika melihat penampilannya yang acak-acakan. Rambut yang seperti sarang burung, mata yang bengkak dan menghitam akibat terlalu lama menangis kemudian wajahnya juga pucat.

Ketika Ibunya bertanya dengan lembut, Mark tak bisa menahan air matanya dan kembali menangis, mengatakan jika cinta pertamanya sangat menyakitkan.

Ibunya tak banyak berbicara, hanya memeluknya erat dan mengatakan semuanya akan baik-baik saja, ia yakin jika anaknya akan menemukan orang lain yang lebih baik nantinya.

Dihari kelima belasnya, Mark baru bisa keluar dari rumah dan berjalan-jalan santai sekedar menghilangkan penatnya.

Donghyuk sudah menghubunginya tadi pagi, mengajaknya datang ke Winter Cup karena Johnny Sunbae bermain disana juga.

Awalnya Mark mengiyakan ajakan sahabatnya itu, tetapi setelah menutup telepon ia mengingat sesuatu dan membatalkan ikut tanpa memberi alasan yang jelas pada Donghyuk, takut ditertawakan--begitulah batinnya.

Dan akhirnya Markpun memutuskan untuk berjalan-jalan sendiri tanpa tujuan, ia tampak tidak fokus beberapa kali karena berjalan sambil berfikir.

Pikirannya menerawang entah kemana.

Memorinya terus memutar ulang kejadian 2 minggu yang lalu.

Jaehyun sunbae, ciuman dibibir, dan gadis dengan dress biru. Mark merasa cemburu dengan gadis itu, dan yakin jika gadis itu adalah kekasih sunbae tampan yang sudah mencuri hatinya sejak pertama bertemu.

Jika difikir ulang, Mark memang bersalah. Karena yah kenapa tidak dari awal langsung mengajak sunbae tampan itu berkenalan?

Tapi dari pada menyalahkannya lebih baik menyalahkan sifat pemalunya yang luar biasa kelewat itu, padahal berkenalan hanya menyebutkan nama saja lalu bertanya yang seperlunya. Dan alhasil berakhir dengan dia yang menajdi secret admirer Jaehyun.

Ah lupakan, Mark bisa gila memikirkannya.

Sekarang Mark benar-benar sudah berhenti melangkah. Ia menatap luasnya hamparan air didepannya. Entah bagaimana ia sudah berada ditepi sungai Han.

Mark berjalan menuju bawah pohon setelah melewati jembatan kecil didepannya, berdiri disana dengan tatapan kosong dan menerawang.

Angin berhembus pelan,seakan membelai wajah dan rambut blondenya. Mark memejamkan mata, membiarkan bulir kristal matanya luruh kembali.

Dadanya kembali berdenyut sakit saat wajah Jaehyun melintas didepan matanya.

Hatinya benar-benar rapuh seperti sebuah kaca.

"Tau begini, lebih baik aku tak usah jatuh cinta," isak Mark akhirnya. "kau benar-benar membuat hatiku hancur, Jae-aaarrghh bahkan menyebut namamu sangat sulit!" pekiknya frustasi lalu menjambak rambut blondenya dengan kesal.

Ia baru menyadari jika jatuh cinta itu sangat menyusahkan dan menyakitkan. Dan Mark benar-benar ingin segera melupakan sunbaenya itu hari ini juga, lalu menutup luka didalam hatinya yang pasti akan memerlukan waktu lama.

Cukup ini yang pertama dan terakhirnya ia jatuh cinta. Lain kali Mark akan berhati-hati sebelum membiarkan orang membuka lagi pintu hatinya.

Memikirkan jatuh cinta, Mark terdiam seketika. Air matanya masih mengalir, pandangannya kembali menerawang. Sesekali cegukan keluar dari bibir merahnya.

Cinta itu apa?

Hal itu baru saja melintas dikepalanya.

Mencoba kembali mengingat bagaimana ia bisa jatuh cinta pada Jaehyun.

Yang Mark ingat, pertama kali ia terpesona dengan wajah tampan Jaehyun hingga jantungnya bekerja dua kali lipat saat menatapnya. Lalu senyuman berlesung pipi Jaehyun yang menawan. kemudian caranya membawa bola basket ketika bermain.

Mark menyukai jemari lentik milik Jaehyun, bahkan sempat membayangkan bagaimana jemari-jemari panjang milik sunbaenya itu akan menggenggam erat jemarinya yang kecil.

Setelah itu suaranya..

Mark sangat hapal dengan suara berat Jaehyun.

Mereka memang tidak dekat, bahkan bisa dibilang Jaehyun tak mengenalnya. Namun Mark mengetahui bagaimana suara Jaehyun yang berat dan sangat merdu ketika bernyanyi mengisi siaran radio kampus beberapa kali.

Setiap Jaehyun akan bernyanyi saat siaran di jam kelas usai, Mark dengan cepat datang menuju ruangan siaran dan bersembunyi didekat sana, sesekali mengintip atau pura-pura lewat ketika para fangirl Jaehyun memenuhi dan berdesakan didepan ruang siaran.

Bahkan Mark ingat saat Jaehyun menyanyikan lirik lagu yang ditulisnya, yang artinya notes biru yang selalu diselipkannya setiap hari didalam loker sunbaenya itu dibaca. Membuat hati Mark tak bisa lebih bahagia lagi.

Mark terkejut dari lamunannya saat merasakan ujung bajunya ditarik pelan,

Ia menolehkan kepala, dan kaget saat ada anak kecil menatapnya polos.

.o.JaeMark. o

T

.

B

.

C

.

Annyeong!! Chap tiga sudah meluncur!

(Author cuap-cuap) bag 2 (about bias)

aku pertama kali ngebiasin NCT langsung suka sama Mark. Gatau kenapa liat wajahnya yang flawless itu bikin deg-degan, apalagi waktu matanya berkilauan natap jaehyun duuhh meleleh*alay:'v

terus waktu perform lagu mad city, make up sama tatanan rambut Mark asli banget bikin salpok, aura ukenya keliatan banget ditambah bang jeyun tampilannya badass gitu, berasa kena double heart attack dah:'v

Dan aku suka sama Jaemark juga karena tingkah mereka yang malu2 tapi mau*jaimamatbiasgua

waktu pertama kali liat Jaehyun nulis pesan buat Markkeu di nimdle dan si Markkeu senyum2 malu aku langsung jejeritan kaya anak curut kejepit, disana Mark manis bangetttt

okay segini dulu dan aku rasa ini udh panjang banget:v

makasih banyak untuk review dan dukungan kalian semua, aku tanpa dukungan kalian itu kaya markkeu yang kesepian tanpa bang jeyun*hesehhh*bow

-JiJoonie