Ia menolehkan kepala, dan kaget saat ada anak kecil menatapnya polos.

JiJoonie Present

An Semi Canon Fanfiction

"My First and Last"

Main Cast : Mark Lee, Jung Jaehyun, Kim Donghyuk, Johnny Suh, and others.

Main Pair : NCT JaeMark (Seme!JaehyunxUke!Mark)

Disclaimer : Jaehyun dan Mark hanya milik Tuhan yang maha kuasa, orangtua, SM, serta NCT.*baper

Rate : T

Length :4 - (?)

Warn : This is NCT JaeMark Fanfiction! bagi yang tidak suka dengan pair ini diperbolehkan untuk pergi dari sini

Hope u like it~

.o.JaeMark.o.

Mark melihat seorang anak laki-laki kecil lucu tengah menatapnya, usianya kira-kira 6 tahun atau 7 tahunan, mungkin saja.

Mark menghapus air mata dipipinya kasar, lalu berjongkok menyamai tingginya dengan anak kecil itu.

Dengan lembut Mark bertanya, "ada apa saengi? Dimana ibu dan ayahmu?"

Anak kecil itu tak menjawab, ia malah melangkah mendekati Mark kemudian menangkup pipi si Kanadian. Mark sedikit terkejut, ia tersenyum lembut dan mengelus tangan anak kecil yang ada dipipinya.

"Hyung jangan menangis lagi," ujar anak kecil itu pelan.

"Kata Yuk hyung kalau menangis nanti manisnya bisa hilang. Yuk hyung sangat suka dengan orang yang tersenyum manis." kata anak itu lagi.

Mark mengerutkan keningnya sedikit mendegar kata 'Yuk hyung' keluar dari mulut anak kecil didepannya.

'Mungkin hyungnya.' batin Mark.

Mendengar ungkapan anak sekecil itu membuatnya tersenyum lalu mengangguk.

"Iya, Hyung tidak akan menangis lagi kok."

"Janji?" tanya anak itu sambil mengacungkan jari kelingkingnya. Mark mengangguk lagi lalu mengaitkan jarinya dengan jari kecil anak itu.

"Hyung janji."

Anak kecil tadi mengecup pipi kanan Mark, lalu tersenyum menampilkan giginya yang putih, manis sekali.

Matanya yang bulat berkilau cerah dan hidungnya mancung, Mark yakin saat besar ia akan sangat tampan. Ketika matanya menangkap lesung pipi saat bocah itu tersenyum Mark langsung teringat kembali dengan seseorang yang memiliki lesung pipi seperti ini.

"Hei, siapa namamu? Hyung belum tau namamu." tanya Mark penasaran.

Bocah kecil itu tersenyum lagi, "Jaemin. Jung Jaemin." jawabnya lucu. Mark mengangguk.

"Kalau Hyung namanya siapa?"

"Nama hyung Mark Lee." Bocah itu tampak berpikir sesaat.

"Murk?(air?)" Mark tertawa terbahak membuat Jaemin keheranan.

Dengan sabar Mark menjelaskan kembali namanya, "Hyung ulang ya, nama hyung Mark. biar lebih mudah, ejaannya Mar-kkeu. Dan marga hyung Lee."

Jaemin membulatkan mulutnya seperti 'o' kecil lalu mengangguk-anggukan kepalanya, mengulang beberapa kali ejaan nama Mark sampai akhirnya bisa menyebutnya dengan lancar. Mark tersenyum manis saat Jaemin dengan bangga menyebut namanya kuat.

Merasa suasana hatinya membaik, Mark mengajak Jaemin bermain.

Lama mereka bermain-main, sampai Mark teringat jika Jaemin pasti sedang dicari oleh keluarganya. Mark kemudian menggendong Jaemin yang sedang bermain perosotan dan dihadiahi erangan protes dari bocah kecil itu.

"Jaemin-ah, kamu pasti sedang dicari keluargamu. Ayo kita cari mereka. Tadi Jaemin dengan siapa kesini?"

Jaemin menggembungkan pipinya, mata bulatnya berkaca-kaca, masih merajuk karena Mark mengganggu acara bermainnya.

Mark terkekeh kecil lalu tersenyum dan berusaha membujuk Jaemin.

"Jaemin-aaa, jangan merajuk lagi eoh? Hyung janji akan menuruti permintaanmu, tapi kalau kita sudah bertemu dengan keluargamu, ya?"

Mata Jaemin mengerjap imut, "apapun?" tanyanya memastikan.

"Iya, apapun itu."

Bocah yang kini berada di gendongan Mark tampak berpikir sambil melihat sekeliling, lalu tangan kecilnya menunjuk sebuah air mancur yang sedikit jauh dari sana.

"Tadi Jaemin duduk disana." ucap bocah itu.

Mark kemudian berjalan menuju air mancur. Sesampainya disana ia melihat ada banyak orang dengan keluarganya, ada juga yang menyendiri atau pacaran. Mark menatap Jaemin, dan bocah itu tampak celingak celinguk mencari seseorang yang dikenalnya.

Beberapa saat kemudian Jaemin terlonjak dan berteriak kegirangan.

"Itu! Itu Yuk hyung!" pekiknya semangat sambil menunjuk seorang namja tinggi dengan pakaian olahraga basket.

"Jaemin yakin?" tanya Mark memastikan. Bocah kecil disana mengangguk dan tersenyum senang. Mark kemudian menurunkan Jaemin dan bocah itu langsung berlari menuju namja yang katanya Yuk hyungnya.

Namja yang dihampiri oleh Jaemin terlonjak saat kakinya dipeluk tiba-tiba, Ia tampak kaget ketika tau itu adiknya, kemudian menggendong adiknya yang sempat hilang. Mark tersenyum melihatnya, syukurlah jika ia tidak salah.

Bisa Mark lihat jika Jaemin tengah bercerita dengan hyung yang menggendongnya, namja itu membelakangi Mark sehingga Mark tak bisa melihat dengan jelas wajahnya.

Mark menatap lekat pada pakaian namja itu, jaket berwarna oranye hitam. Mark berpikir sejenak,mencoba mengingat dimana ia pernah melihat jaket yang sama. Saat berusaha mengingat, seketika perasaan aneh menghampiri hatinya, dadanya mulai berdesir hingga Mark bergidik sendiri.

Jaemin melambaikan tangannya isyarat agar Mark mendekat, Mark melangkahkan kakinya menuju namja yang masih membelakanginya itu.

Tepat tiga langkah dari namja itu Mark berhenti. Jaemin kemudian membisikkan sesuatu dengan hyungnya dan hyungnya mengangguk. Bocah kecil itu diturunkan dari gendongan hyungnya dan berdiri tepat ditengah-tengah antara Mark dan hyungnya.

"Nah, karena hyung sudah janji akan menuruti permintaanku, aku mau hyung berkenalan dengan hyungku." Mark mengangguk.

"Yuk hyung berbalik setelah aku hitung sampai tiga ya!" ucap Jaemin dengan semangat lalu menghitung satu sampai tiga dan menyuruh hyungnya membalikkan badan.

Ketika namja didepannya membalikkan badannya dan menghadap ke arahnya, dunia milik Mark seakan membeku.

Mark berharap jika ia buta saja saat ini, atau waktu bisa ia kembalikan sebelum namja itu membalikkan badannya.

Namja yang ternyata hyung Jaemin itu ternyata adalah orang yang benar-benar tak ingin ditemui oleh Mark.

Mark tak bisa berkata-kata, pikirannya blank sesaat dan tubuhnya gemetaran. Pandangannya kembali memburam tak fokus. Mark segera membalikkan badannya cepat lalu berlari kencang menjauhi orang itu yang juga terkejut.

"Mark!" orang itu ikut berlari dan berteriak memanggil Mark agar berhenti. Membuat beberapa pasang mata disana menatap keheranan.

Jaemin yang ditinggal menjadi kebingungan lantaran hyungnya pergi mengejar hyung yang baru ditemuinya tadi.

Mark masih berlari kencang, mengabaikan panggilan dari orang yang mengejarnya dibelakang sana. Ia merutuk kebodohannya saat menyadari jika mengambil jalan memutar untuk menuju jalan besar. Ketika matanya menangkap sebuah tembok besar segera saja Mark lari dan bersembunyi dibalik tembok itu. Berdo'a dalam hati agar orang itu tak menemukannya.

Beberapa saat kemudian terdengar derap kaki beserta suara yang memanggil namanya.

Mark menahan nafas ketika langkah kaki itu mendekat kearah belakang tembok tempatnya bersembunyi.

Namun tak lama langkah kaki itu menjauh, sampai suaranya benar-benar menghilang barulah Mark menghembuskan nafasnya lega.

"akhirnya pergi juga.." lirihnya lega.

"Siapa yang pergi?" sahut sebuah suara di sampingnya tiba-tiba.

T

.

B

.

C

jejejengggg!!!

hayoo! jangan fokus amat bacanya:v

oiya, jangan lupa RnR yah!!

-JiJoonie-