SEBELUMNYA TERIMAKASIH
UNTUK SEMUA READER YANG MEM FOLLOW DAN FAVORIT FIC GAJE INI
SERTA PARA REVERWER YANG SUDAH MENDUKUNG DAN MENYEMANGATI
KAZE UNTUK TERUS MELANJUTKAN FIC INI.
LETS GO TO THE STORY
Pagi yang cerah di sebuah kerajaan yang disebut Kandalburg, dimana di sana terlihat sebuah yang asri dan juga terlihat jauh di tengah kota terdapat sebuah kerajaan yang besar dan megah, serta tembok besar yang mengelilingi kerajaan tersebut dari pintu masuk utama kota memutar kebelakang kerajaan yang ada di belakang kota.
Namun kita di sini tidak akan membahas tentang isi dari kota tersebut, namun apa yang ada di luar kerajaan tersebut, atau lebih tepatnya berada sekitar sepuluh kilometer dari gerbang kerajaan muncul sebuah lingkaran sihir berwarna biru keputihan dengan aksara aneh terukir di lingkaran sihir tersebut.
Tak berselang lama setelah lingkaran sihir itu muncul, tiba tiba ada cahaya cahaya kecil seperti kunang kunang berwarna emas berterbangan di area dalam lingkaran sihir tersebut dan lama kelamaan cahaya emas itu mulai menyatu dan membentuk sesosok remaja tampan berambut blonde spike, kulit tan, dan tak lupa juga mata blue ocean yang sangat indah.
"Are? Aku kira akan menyakitkan. Ternyata tidak terasa sama sekali," gumam sosok tadi yang ternyata adalah Naruto.
Namun, setelah selesai dengan keheranan nya akan perpindahan demensi yang dia lakukan dia mulai memeriksa dirinya sendiri kalau kalau ada yang kurang. Namun alangkah terkejutnya dia ketika dia berjalan kearah sungai yang kebetulan ada di dekatnya 'mendarat'.
"Haaahhh, dasar Shinigami kurang kerjaan!" umpat Naruto ketika melihat pantulan dirinya yang ada di air sungai. "Dia tidak bilang kalau aku akan kembali muda."
Yap karena sebelumnya memang Naruto sudah melewati umur kepala dua jadi Shinigami mio malah memundurkan kembali fisik Naruto ke saat umurnya masih lima belas tahun.
"Yah, ada baiknya juga kalau kau kembali ke pemanpilan mu yang sekarang. Karena mungkin dengan begini kau akan lebih mudah mendapatkan pasangan," tiba tiba muncul suara dari dalam kepala Naruto.
"Hahhh?! Kau kira aku orang macam apa yang mengandalkan tampang untuk menggaet para gadis," balas Naruto akan ucapan suara astral tersebut.
Kenapa Naruto tidak kaget atau takut, padahal dia sangat takut akan hal hal berbau supranatural atau setan? Itu karena dia memang sudah hafal dengan suara yang muncul di kepalanya. Walau sudah tiga tahun lamanya mereka tidak berkomunikasi seperti ini.
"Hehehehe, tapi entah kenapa aku sedikit senang karena bisa mendengar ejekan mu lagi, Kurama," ucap Naruto kemudian dengan senyum mengembang di bibirnya.
Sedangkan suara atau bisa di bilang mahluk yang di panggil Kurama ini juga ikut tersenyum di dalam diri Naruto.
'Aku juga senang karena dari sekian banyak kesempatan kau memilihku untuk menjadi partner mu lagi Naruto' pikir Kurama dengan senyum menyeramkan yang menampilkan deretan gigi tajamnya kala tersenyum atau menyeringai.
Namun sepertinya nurani dan gengsi Kurama lebih besar gengsi dan apa yang di ucapnya berkebalikan dengan apa yang di pikirkannya.
"Aku tak tau kalau kau tidak hanya seperti monyet tapi ternyata kau juga seorang Masokist karena kau malah terlihat gembira ketika seseorang mengejek atau menghinamu. Dasar monyet masokist," balas Kurama dengan sepuluh ekor yang melambai.
Tunggu kenapa ada sepuluh? Itu karena permintaan yang dibuat Naruto sebelumnya.
FLASHBACK
"Jadi itu kemampuan yang kau pilih?" tanya Mio memastikan dan tanpa ragu Naruto langsung menjawabnya. "Tapi kau tau, kemampuan itu bisa saja menyalahi aturan dunia karena kekuatannya yang melampaui batas," tamba gadis Shinigami itu.
"Aku tau, lagi pula kau sendiri yang bilang akan memberikan kemampuan apapun yang aku ingin kan dan aku menginginkan kemampuan ini," balas Naruto dengan sengit dan mantap.
"Tapi tetap – baiklah," entah kenapa tapi Mio lebih memilih mengalah karena memang dia yang mengajukan ini.
'boleh memilih satu kemampuan apapun dan membawa satu barang atau partner yang kau inginkan sekuat apapun itu. Dibatasi dengan kemampuan tidak boleh melebihi Kami-sama'
Itu lah yang diajukan oleh Mio pada Naruto ketika Naruto menyerah dan mau mengikuti apa yang di gariskan padanya.
"Lalu benda apa yang akan kau bawa ke demensi baru mu?" tanya Mio kemudian.
"Itu, kalau bisa aku ingin Kurama. Kyuubi no Kitsune yang pernah menjadi partnerku di demensiku yang pertama," Jawab Naruto penuh harap karena kalau dia bisa memiliki partner dia ingin partner yang memang sudah mengenalnya luar dalam. Dan Kurama memang memenuhi kriteria tersebut.
BOMMMM
Terdengar ledakan seperti sehabis melakukan kuchiyose no jutsu di belakang Naruto lengkap dengan asap tebal yang mengepul tebal.
Otomatis Naruto yang kaget pun langsung menengok kebelakang untuk melihat kebelakang dan alangkah terkejutnya dia kala melihat kebelakang ternyata Kurama memang ada di sana.
"KURAMA!" teriak Naruto kaget sekaligus senang.
"YO KOSO GAKI," balas Kurama telihat santai.
"Naruto," panggil Mio pelan dan lembut namun masih terdengar di telinga Naruto yang otomatis memalingkan pandangannya dari Kurama kembali ke Mio.
"Asal kau tau, dia bukanlah Kurama yang ada di demensi mu, karena Kurama yang ada di deminsimu sudah tertelan habis oleh Juubi. Jadi dia adalah Kurama yang lain namun aku tetap memasukkan ingatan Kurama yang dulu padanya," jelas Mio dengan sedikit nada tak enak pada Naruto.
"A-apa?" Naruto hanya bisa tergagap dengan apa yang baru saja di dengarkannya.
'Itu artinya Dunia shinobi memang sudah lenyap kah?' pikir Naruto.
"Ya dunia Shinobi sudah hancur tak bersisa seperti yang kujelaskan sebelumnya (chapter 1). Tapi walau berbeda dia tetaplah Kurama karena ingatan dan perilaku mereka sama," tegas Mio.
"Tidak, dia bukan Kurama yang ku kenal," ucap Naruto dengan nada sedih. "Ne, Shinigami! Kau bilang kalau aku bisa meminta barang atau partner apapun dan sekuat apapun kan?" tanya Naruto lagi memastikan dan kali ini Mio tidak membalas apa apa selain hanya menganggukkan kepalanya.
"Kalau begitu, aku ingin membuat perbedaan dengan Kurama yang sekarang," tambahnya lagi membuat Shinigami cantik itu menaikkan alisnya dengan penasaran.
"Perbedaan apa yang ingin kau buat pada nya?" tanya Mio.
"Ekor, aku ngin ekornya menjadi sepuluh dan kekuatannya setarakan dengan Juubi," Ucap Naruto dengan tegas membuat Mio kaget bukan main sedangkan Kurama 'Baru' itu hanya menaikkan alis nya tanda tertarik.
"APA KAU GILA HAH?!" Mio berteriak kencang. "KEMAMPUAN YANG KAU MINTA TADI SAJA SUDAH BISA MEMBUAT MU KUAT DI DUNIA SANA BELUM LAGI PERSARATAN YANG KAMU AJUKAN TENTANG TIDAK MENURUNKAN KEMAMPUAN PISIK DAN KEKUATAN MANA SETARA DI DUNIAMU SEBELUMNYA,"teriak Mio marah lalu mengambil nafas sebentar.
"DAN SEKARANG KAU INGIN MEMILIKI PARTNER YANG AKAN MENSUPORT MU DARI DALAM TUBUHMU. DENGAN MEMBAWA KYUUBI NO KITSUNE SAJA KAU SUDAH BISA DIKATAKAN DI ATAS ANGIN WALAU TANPA SIHIR KINI KAU MALAH MEMINTA AKU MENAMBAH EKORNYA?"kini Mio benar benar kehabisan kesabaran.
'Mau apa dia dengan kekuatan sebesar itu,' pikir Mio. Namun perkataan Naruto selanjutnya benar benar membuat Mio bungkam.
"Aku bisa meminta kekuatan sebesar apapun dan sekuat apapun asal kekuatan itu tidak melampaui Kami-sama," ucam Naruto yang tentu sukses membungkam Mio. "Dan aku tau pasti tidak ada kekuatan yang dapat menandingi Nya," tambah Naruto semakin memojokkan Mio.
"HAHAAHAH. BOLEH JUGA GAKI, AKU JUGA INGIN MERASAKAN BAGAIMANA KALAU MEMILIKI KEKUATAN DARI DELAPAN BIIJU LAIN," kini Kurama yang bersuara.
Mendengar apa yang dikatakan Kurama, Naruto bahkan tidak bisa menahan senyumannya sendiri.
"Jadi Shinigami Mio, kau kalah suara," kata Naruto dengan Nada penuh akan kemenangan.
"Baiklah baiklah, akan kuturuti apa mau mu itu. Tapi sebagai tambahan karena kau baru di sana ingatan akan ku ubah," ucap Mio.
"Hah, apa maks-"
"Tenang saja ingatan yang kurubah hanya tentang bahasa dan tulisan agar kau bisa langsung beradap tadi dengan memahami bahasa di sana dan juga bisa baca tulis," ucap Mio memotong perkataan Naruto. "Sisanya urus sendiri," tambahnya kemudian.
"Sayonara," ucap mio dengan nada malas entah kenapa.
Lalu tubuh Kurama berubah menjadi cahaya putih kehitaman dan langsung masuk kedalam tubuh Naruto. Tak sampai di situ karena tak lama kemudian muncul lingkaran sihir di bawah kaki Naruto yang perlahan membuat tubuh Naruto tembus pandang.
'Jadi ini yang namanya sihir?' pikir Naruto sambil memperhatikan dengan seksama apa yang terjadi padanya.
END OF FLASHBACK
Kini Naruto malah menghiraukan ejekan dari Kurama dan dengan santainya dia berjalan kearah kerajaan Kandaburg.
Setelah beberapa lama dia berjalan dia berhenti dan berpura pura berjalan pincang dengan memanfaatkan baju kotor dengan beberapa darah yang entah bagai mana ada di bajunya. Entahlah bagaimana sampai ada darah di bajunya karena dia sendiri baru menyadarinya tak lama sebelum memilih melanjutkan dengan berpura – pura berjalan pincang.
Beberapa menit kemudian, sampai lah dia di depan gerbang pintu Kandaburgh dan dengan cepat pula dua penjaga gerbang menghampirinya.
Awalnya terlihat dua penjaga gerbang tersebut hendak menghalangi Naruto namun sepertinya karena melihat penampilan menyedihkan Naruto mereka malah menjadi hawatir sendiri dan langsung mendekat kearah nya dengan sedikit panik.
"Kau tak apa apa pemuda-san," tanya salah satu penjaga tersebut.
Terlihat dua penjaga tersebut memakai armor putih dan gauntlet putih mengkilap yang terbuat dari baja, bawahannya seperti treasur (bener gak ya tulisannya) lower, serta sepatu besi terbuat dari baja, tak lupa juga sebuah pedang yang ada di pinggang masing masing penjaga.
Melihat hal seperti itu mau tak mau Naruto harus ekstra berhati hati karena tentu dia tidak ingin kebohongannya ketahuan dan dikira seseorang yang ingin menyusup.
"A-aku tidak apa apa, selain sakit dan rasa lelah," kini Naruto mulai membuat ekspresi kelelahan dan kesakitan mencoba lebih realistic.
Sedangkan penjaga yang satunya malah memperhatikan Naruto dengan seksama. Mulai dari kaos coklat lusuh dengan beberapa bercak darah dan robek sana sini seperti gelandangan, celana hitam lusuh dan berdebu, juga sandal biasa yang dia pakai.
'Kalangan kelas bawah,' pikirnya melihat penampilan Naruto itu.
"Ano, kenapa kau bisa seberantakan ini," tanya penjaga yang tadi memperhatikan Naruto.
Dengan sedikit batuk yang dibuat senyata mungkin Naruto kemudian menjawab,
"Uhuuk! A-aku dua hari lalu bersama keluarga ku berniat ke kerajaan ini. Namun di tengah jalan kami di hadang bandit dan –" Naruto sengaja tidak melanjutkan kata katanya.
'Aku sudah berbohong seperti ini, jadi sekalian saja buat se dramatis mungkin,' pikirnya nista.
"Lanjutkan Gaki!" dukung Kurama dengan semangat.
'Tentu Kurama dan lihat lah aku bisa menjadi pemain opera hebat kalau acting ku sebagus ini,' kini pemikiran Naruto memang sudah menjadi nista.
Kembali ke topic
"Lalu apa yang terjadi?!" tanya penjaga yang menegur Naruto pertama kali penasaran dan antusias.
"Iya, mana keluarga mu yang kau bilang tadi?" timpal temannya dengan penasaran.
Kini Naruto malah memasang ekspresi sedih dan sedikit membuang wajahnya dari tatapan kedua penjaga itu dengan niat untuk membuat mereka lebih percaya.
"Seperti yang kalian liat…." Ucap Naruto selirih mungkin. "Hanya aku yang selamat," tambahnya kemudian.
Lalu dengan perlahan dia kembali menolehkan wajahnya kearah dua penjaga tadi dan alangkah terkejutnya dia ketika melihat dua penjaga tadi menitikkan air mata walau tidak banyak.
"L-lalu untuk apa kau kem-kemari?" tanya penjaga yang kedua dengan sedikit tergagap karena terharu mendengar cerita Naruto.
"A-apa kau kemari karena ingin mengikuti academi magic?" tanya penjaga pertama kemudian dengan kondisi yang sama seperti penjaga kedua.
'Ini kah yang dinamakan penampilan sangar hati helo kitti?' pikir Naruto berusaha keras untuk mempertahankan ekspresi menderitanya supaya tidak tertawa terbahak bahak.
"Gaki siapa Hello Kitti?" kini Kurama malah menimpali dengan pertanyaan yang Naruto sendiri belum tentu tau jawabannya karena pemikiran Naruto tadi itu Cuma seperti angina lalu tayang tak berarti di kepala Naruto.
Sedangkan Naruto sendiri sepertinya masih belum ingin membalas Kurama karena sepertinya dia masih belum selesai dengan apa tadi dia mulai.
"I-iya, sebenarnya aku ingin masuk akademi sihir tapi…" kalli ini sekali lagi Naruto menggantungkan kalimatnya.
"Tapi apa pemuda-san?" tanya penjaga kedua yang sepertinya kini dia sudah mulai merubah pandangannya terhadap Naruto.
"Seperti yang kau lihat Guard san, aku tidak memiliki apa apa lagi untuk biaya hidupku saja mungkin nanti akan sulit. Itu pun kalau kalian mengijinkan ku masuk kedalam keraaan ini," kali ini Naruto mengatannya dengan tulus karena memang dia tidak memiliki apapun selain apa yang dia kenakan saat ini.
"Apa benar yang kau katakan itu bocah?" kini terdengar suara dari belakang dua penjaga yang dari tadi berbicara pada Naruto.
Sedangkan tiga mahluk social tadi hanya bisa kaget dan mengalihkan pandangan pada sumber suara.
"Azazel-sama!" kaget dua penjaga tadi ketika melihat siapa yang berada di belakang mereka.
Di sana terlihat seorang laki laki dewasa dengan ciri ciri perawakan tinggi sekitar 170cm, rambut hitam dengan ujung poni berwarna kuning, mata berwarna golden kehitaman. Sedangkan untuk pakaian dia mengenakan sebuah kaos hitam yang di tutupi jubah merah (mirip yang di pakai dante di DMC) serta celana mirip jeans berwarna hitam.
'Mereka memanggilnya –sama, berarti dia memiliki posisi lebih tinggi dari dua orang bodoh ini,' pikir Naruto dekit panic kalau kalau dia ketahuan.
"Kalau memang kau di serang bandit atau apalah itu, kenapa hanya kau yang masih selamat?" tanya Azazel dengan tatap tajam penuh selidik.
"Se-sebenarnya, itu…" Naruto sedikit kelabakan mencari alasan karena tatapan tajam yang mengarah padanya tak lupa juga aura intimidasi yang kuat dari Azazel.
'Orang ini kuat,' hanya itu yang terpikirkan oleh Naruto ketika merasakan aura intimidasi Azazel.
Yah walah tak mempengaruhinya sedikit pun, namun tanpa pengetahuan yang pasti tentang kekuatan musuh serta bagaimana kekuatannya sekarang membuatnya ragu bisa selamat kalau mereka bertarung.
'Mungkin kekuatan ku lebih besar darinya tapi jelas pengalaman bertarung di dunia ini untuk ku adalah zero,' pikir Naruto panic dan dengan perlahan tapi pasti keringat dingin mulai terlihat di wajahnya.
"Sudah lah Azazel-kun, kau menakutinya kalau kau menatapnya dengan tajam begitu," terdengar suara merdu seorang gadis yang entah bagaimana sudah berada di belakang Azazel lalu.
PLETAK!
Terdengar suara jitakan keras yang di lakukan oleh gadis atau wanita itu ketika dengan santainya ketika melayangkan tangannya ke kepala Azazel.
"Turunkan aura intimidasi mu itu," lanjut gadis atau wanita itu dengan santai.
"Itte na Gabriel-chan," ucap Azazel sambil mengusap kepalanya yang berdenyut sakit.
"Jadi pemuda-san, bisa jelaskan apa yang jadi pertanyaan Komandan Azazel?" gadis yang bernama Gabriel itu kembali mempertanyakan bagai mana Naruto bisa selamat.
'Dia mengacuhkan ku,' pikir Azazel sedikit tidak iklas karena diacuhkan.
Sedangkan Naruto memanfaatkan kesempatan saat keabsurb an tadi untuk mengarang cerita.
"Itu karena orang tua ku mengorbankan diri mereka untuk ku agar bisa kabur," jawab Naruto sedangkan Azazel maupun Gabriel sepertinya masih ada yang mengganjal dari cerita Naruto.
Ya tentu ganjil karena walau begitu sangat jarang atau malah mungkin tak akan ada bandit atau perampok yang akan membiarkan seseorang lolos karena itu memungkin kan untuk korban mencari bantuan.
Sedangkan Naruto yang tau kalau dua orang ini (Gabriel dan Azazel) sepertinya tau ada yang ganjil dari ceritanya langsung saja mengarang kebohongan baru.
"Se-sebenarnya ada sembilan orang yang merampok kami dan ayah serta ibuku melawan dengan semua yang mereka bisa dan menyuruhku pergi walau sebenarnya aku ingin tetap bersama mereka," kata Naruto dengan lirih.
"Tapi merka memaksa ku kabur," ucapnya kemudian.
Sedangkan empat orang yang mendengarkan cerita Naruto mendengarkan dengan seksama.
"Aku kabur dengan membawa sebuah pedang yang kini sudah patah dan langsung ku buang karena patah agar memudahkan ku berlari. Karena dari pada membawa senjata tak berguna yang hanya membebani jadi ku buang saja," lanjutnya.
'kalau ceritanya benar maka dia berhasil memukul mundur beberapa perompak itu,' pikir Azazel
"Lalu kenapa pedang mu patah Pemuda-san?" bukan Azazel yang bertanya namun Gabriel lah yang membuka suara.
"Aku kabur, namun tidak seperti harapan karena ada dua orang yang mengikuti ku dan aku bertarung dengan mereka berdua," jawab Naruto.
"Aku berhasil menumbangkan satu orang walau aku tidak yakin dia mati tapi saat aku beradu pedang dengan yang satunya pedangku patah dan aku langsung kabur," jelas Naruto kenapa pedang yang memang tidak pernah ada bisa patah dengan kronologi yang juga tidak pernah ada.
"Jadi bisa di pastikan kau masih selamat di sampai di sini karena perampok itu lebih memilih menyelamatkan temannya dari pada melenyapkan mu?" kini Azazel yang berucap.
'Ini seperti introgasi dimana mereka menanyai ku bergantian,' pikir Naruto ketika mendengar kata kata Azazel, namun walau begitu dia tetap mengangguk mengiya kan.
"Kalau begitu, kau pemuda-san silahkan ikut aku ke ruangan ku," ucap Azazel menatap Naruto tajam entah kenapa.
"Kalian berdua," ucap Aazel dengan tatapan tajamnya menatap dua penjaga gerbang. "Suruh pasukan berkuda menyurusi sekitar dareah kerajaan dengan jarak setengah hari perjalanan dengan lingkup area jalanan yang menuju arah kerajaan," perintah Azazel dingin.
"Hai," jawab dua penjaga tadi dan langsung berlari kearah dalam gerbang.
"Dan kau bocah kalau kau ketahuan berbohong kau akan langsung ku bunuh, tapi kalau perkataan mu bisa di buktikan aku yang akan menanggung biaya pendaftaran dan keperluan awal mu untuk masuk akademi sihir," ucap Azazel terkesan dingin sambil membalik badannya dan lalu mulai melangkah dengan santai memasuki gerbang.
Setelah melihat Azazel mulai melangkah kedalam gerbang, Gabriel malah berjalan ke belakang Naruto.
"Mah, ikuti saja dia. Kalau kau memang tak berbohong harusnya kau tidak akan hawatir," ucap Gabriel sambil mendorong pelan punggung Naruto ketika dia sudah terpat berada di belakang Naruto.
Sedangkan Naruto sendiri dia panic dan kelabakan sendiri walau tidak ti tunjukannya lewat ekspresi wajah namun dia bertiak tidak jelas di dalam pikirannya sendiri.
"Haaahh, tenang lah Gaki. Shinigami yang kau temui di alam kematian itu sudah melakukan sesuatu yang membuat cerita bohong mu menjadi kenyataan. Walau bukan kenyataan yang sebenarnya," terdengar suara Kurama di kepala Naruto yang langsung membuat pemuda blonde itu tenang.
"Dan ini pesan terakhirnya. 'ini bantuan pertama dan terakhir karena aku tidak mau kau langsung mati di hari pertama mu hidup'. Begitulah," jelas Kurama.
'Tapi kalau dia memang membantu ku saat ini, berarti aku bisa tenang dan rencana dadakan yang ku buat secara mendadak juga akan terwujud,' pikir Naruto.
'Pertama masuk sekolah sihir,' Pikirnya senang.
TBC.
Yo balik lagi bersama kaze di sini.
Pendek? Iya kaze juga merasa pendek. Tapi nanti ketika sudah update perminggu sekali kaze usahain kalo word nya bakal 5k per chapter. Buat kekuatan yang di minta Naruto ke Mio masih Kaze sembunyikan karena masih delema dengan kekuatan yang akan Naruto gunakan nanti. Jadi mohon sarannya dan saran kekuatan Naruto nanti akan di tampung sampai Chapter 4 atau 5 tergantung sikon.
Karena Kaze mengetik ini secara sepontan saja tanpa persiapan apapun. Hehehehehehe jadi gomen kalo jelek
Untuk sekarang 2k aja dulu ya.
ARIGATO UNTUK
GUEST 2X, SYLVATHEIN, AFADTH03, THE SPIRIT OF WIND, ZER4ZER0,
NAMIKAZELEE,BRANI MATI, FAHZI LUCHIFER, UZUMAKI ASHURA,
TROUBLESOME GUYS, TSUKI-CHAN, RYOKO, CRYSTIAN.
***BALASAN REVIEW***
Sylvatein: gomen di chapter 1 kalo kurang memuaskan dan berantakan fic nya karena udah lama gak nulis lagi, juga masalah typo yang mengganggu itu sudah di peringatin di awal pas mau baca fic kan. Tapi arigato udah baca and review.
afadth03: kurang tepat naruto membawa mio. Awalnya memang dia berniat membawa Mio, tapi karena mio bilang dia tidak bisa bertarung jadi dia berubah pikiran.
Zer4zer0: tema ini udah saya pikirin lama tapi karena saya make telkomsel dan baru dapet PVN yang bagus jadi baru di bikin. Masalah kemampuan Naruto saya sudah memikirkannya padahal tapi masih menunggu kalau ada saran menarik dari Revewer.
Fahzi Luchifer: kegelapan kah? Bisa jadi tuh, tapi udah agak mainstream Naruto dapet Dark magic. Kaze sih maunya yang lebih kuat lagi.
Uzumaki Ashura: gomen kalau di chap 1 pennulisannya susah di baca.
Troublesome Guys: iya chap 1 memang di miripin kaya konosuba sengaja, masalah terdahului ato gk itu siapa cepat dia dapet. *.*)7…. Mio Naruse itu, kan yang rsmbut merah namanya mio dia dang. Arigato atas komentarnya.
Tsuki-chan: partner Kurama tapi kurama yang berbeda walau sama tapi tak serupa. Masalah kekuatan masih delema tapi sarannya di tampung dulu. *.*)/
Guest: gomen kalau kesalahan pada penulisan judul. I know I had bad English and I really sorry for that's, but I dint I should change the tille coz its will had something in that's. if you know what I mean.
Sisa review: saya akan mencoba untuk terus melanjutkan fic ini terima kasih untuk dukungannya.
RnR
REVIEW BELLOW
V
VV
VVV
VV
V
