TEMAN BARU
Satu minggu kemudian
duk.. duk.. duk..
Aku menoleh ke arah sumber suara itu, ternyata itu dari lapangan basket indoor. Entah kenapa aku merasa penasaran. Aku memutuskan untuk mengintip dibalik pintu. Ku buka sedikit dengan perlahan. Aku melihat ada Sasuke dan teman – temanya. Sedikit senyuman terlukis dibibirku. Aku putuskan untuk masuk secara diam – diam dan duduk dibangku paling atas dan pojok sendiri agar mereka tidak tahu keberadaanku karena jika mereka tahu keberadaanku mereka pasti perpikir yang tidak – tidak .
Aku menikmati permainan mereka, beberapa kali aku tersenyum saat melihat Sasuke. Disana tidak hanya aku saja yang menonton, banyak siswi – siswi menyoraki mereka. Sangat ramai sekali, jadi aku tidak takut ketahuan. Perhatianku teralihkan dari mereka ketika aku merasakan handphoneku bergetar. Aku tersentak.
One new message. Sasuke
dimana minumku, kau datang kesini bukan hanya jadi penonton diam-diam kan ?
'Apa ? dia tahu aku disini, tapi sejak kapan ?' batinku. Segera aku kembali alihkan wajahku ke lapangan. Aku tersentak kaget, Sasuke melihat kearahku dengan tatapan dinginnya. Kutundukan wajahku dengan cepat.
baiklah, aku akan belikan, tapi bagaimana aku menyerahkanya ? siswi-siswi itu.. . Send
One new message. Sasuke
gunakan otakmu itu.
'Baiklah, aku putuskan untuk menunggunya sampai sepi, tapi apa dia tidak kehausan ?'. Aku menoleh kearahnya. Melihat Sasuke ternyata sudah dapat air minum dari para siswi – siswi itu. Lalu kenapa dia mau air minum dariku?'
Aku memutuskan untuk membeli air minum, namun setelah aku masukan uangnya, lemari pendingin otomatis itu tidak kunjung mengeluarkan botol air yang kubeli. Aku kesal sekali, aku tendang – tendang menggunakan kakiku.
"tak akan keluar jika kau lakukan seperti itu"
Aku menoleh ke asal suara itu, aku dapati seorang pemuda yang sedang menatapku. Dia tersenyum, aku sempat terhanyut. "ini macet, jadi aku kesal sekali" jawabku.
Laki – laki tersebut menghampiriku dan memperbaiki mesin lemari pendingin itu. Dan, berhasil. Aku dapatkan air minum itu. "terima kasih" ucapku.
"sama – sama" jawabnya sambil tersenyum. "boleh aku minta bantuanmu?" tanyanya. "aku lupa kantor tempat kepala sekolah, bisa kau tunjukan jalanya" sambungnya.
"aku bisa,tapi…." ucapku. "tapi aku harus memberikan minuman ini pada seseorang"
"baiklah, aku bisa menunggu"
"ano.. tapi aku harus menunggu tempatnya sepi dulu"
"kau akan berikan minummu untuk siapa?" tanyanya. "kau malu begitu"
"untuk seseorang" jawabku dengan ragu.
Tiba – tiba dia meraih air minum itu. "kalau begitu aku saja yang menyerahkanya, dimana dia yang akan kau berikan ini"
"ti..tidah usah repot – repot, aku bisa berikan itu sendiri"
"tapi maaf, aku sedikit buru – buru sekarang, dan aku memintamu untuk menolongku menunjukan tempatnya sekarang" jelasnya. "jadi, siapa dia dan dimana dia ?"
"SasukeUchihadilapanganbasket" jawabku dengan kata – kata cepat, karena jujur aku sedikit takut.
Laki – laki itu pun kemudian memasuki lapangan basket indoor itu tanpa berkata - kata, dan aku disini hanya harap – harap cemas. Kualihkan wajahku kelayar handphone.
Itu minuman darikuItu. Send to Sasuke.
SASUKE POV
One new message. Sakura
Itu minuman dariku.
Apa maksundnya.
"Sasuke Uchiha, aku mencari Sasuke Uchiha".
Aku menoleh ke arah suara itu. "aku, Sasuke Uchiha"
"ini air minumnya" ucapnya sambil menyodorkan sebotol air minum. "kau pasti tau itu dari siapa"
"kenapa kau yang mengantarkanya ?"
"kebetulan aku ada perlu dengannya, jadi aku tidak mau lama - lama" jawabnya. "baiklah, aku pergi"
Aku hanya terdiam sambil menatap kepergianya hingga menghilang dibalik pintu, tapi pikiranku dilanda kebingungan, kenapa dia bisa kenal dengan Sakura. Tidak hanya aku yang kebingungan siswi – siswi yang lain juga merasakan hal yang sama.
Akasuna Sasori, alumni Konoha High School 3 tahun lalu, menyandang dua gelar sekaligus, murid terpandai dan terburuk semasanya. Jangan tanya kenapa aku tahu, murid seperti itu pasti akan popular dikalangan para guru. Entah kenapa itu membuatku sedikit khawatir dengan Sakura, dan .. merasa sesak. Aku alihkan pandanganku kelayar handphone.
hati-hati dengannya. Send to Sakura
SASUKE POV END
One new message. Sasuke
hari-hati dengannya.
Aku kaget tidak percaya, Sasuke mengkhawatirkan aku. Dan itu sedikit membuatku tersenyum dan merona. Tapi kenapa dia mengkhawatirkanku, apa yang perlu dikhawatirkan ?.
"kau itu pacarnya kenapa harus malu hanya menyerahkan air minum saja" ucap seseorang.
Aku tersentak dari lamunan itu, aku lupa kalau aku sedang berjalan dengan seorang pemuda. Dan aku dibuat merona lagi karena perkataan pemuda itu. "atau kau takut dengan siswi – siswi itu, kulihat pacarmu memiliki cukup banyak fans"
"di… dia bukan pacarku, dia hanya temanku" sanggahku.
"benarkah ?" tanyanya. "sepertinya kalian bukan teman biasa"
Aku hanya diam saja tidak menjawabnya.
"hem.. sekolah ini sudah banyak yang berubah, membuatku lupa saja " katanya. "aku hampir tersesat kalau tidak bertemu kau"
"kau alumni disini ?" tanyaku. "kenapa tidak tanya petugas disini ?"
"ya, aku alumni disini 3 tahun lalu" jawabnya, "kau menyuruhku bertanya kepada si Hirada ?" sambungnya. "dia tidak akan ada ditempatnya, benar - benar satpam bodoh" umpatnya. "kau tidak tahu, dia satpam yang hanya berjaga saat hari – hari ramai, pandai bersandiwara dia".
"sepertinya kau banyak tahu, daripada aku. Kau ada urusan apa datang kesekolah ?"
"aku akan menyelesaikan tugas kuliahku, dan akan kuselesaikan disini, kebetulan aku akan banyak membutuhkan orang – orang dalam di sekolah ini" jelasnya. "hah..! aku jadi merasa menjadi murid kembali"
Tidak terasa bincang – bincang kami harus terhenti. Kami sudah sampai didepan pintu kepala sekolah. "ini ruang kepala sekolahnya"
"ya, terimakasih ya"
"kalau begitu, aku pulang dulu" ucapku. Aku pun memutuskan untuk meninggalkan tempat itu, namun terhenti saat pemuda itu berbicara.
"hey, siapa namamu? Aku Akasuna Sasori "
Aku pun menjawab sambil tersenyum "Haruno Sakura". Melihat seseorang tersenyum padaku untuk waktu yang lama ini membuat hatiku menghangat, membuatku mengingat sosok ibu.
'ya Tuhan, bahagiakan orang – orang yang ada didekatku' ucapku dalam hati.
.
TBC
