SEMUA SALAHMU

Deru kendaraan berlalu lalang. Sudah menunjukan pukul 16.00. Sekarang Sakura terlihat duduk di halte bus. Cuaca sore ini sedikit mendung dan gerimis. Namun tidak dihiraukan oleh gadis bermata hijau zamrud itu, kini dia sedang terhanyut dalam lamunanya.

Flashback

"hari ini aku akan kencan, kira – kira apa yang akan aku pakai ya"ucap Tayuya."bahagia sekali Tayuya, bukanya kau punya segudang pakaian" Bibi yang sedang mengambil nasi ikut menambahkannya."iya, tapi sudah bosan""kalau begitu pergilah ke mall sekalian ajak Sakura, kau jarang sekali pergi - pergi"timpal bibi sambil memandang kearahku.Aku lihat sedikit wajah tidak suka diwajah Tayuya. "Sakura lelah bi, tadi di sekolah banyak ulangan, sepertinya tidak bisa"19.00"da…. Bibi, kami berangkat" Tayuya baru akan masuk ke dalam mobil Sasuke. Sakura sekilas melihat Sasuke. 'kau tampan sekali Sasuke' ucap Sakura dalam hati."aku iri padamu Tayuya" Sakura kembali ke tempat tidur untuk melanjutkan tidurnya.

End Flashback

'kapan aku bisa merasakan seperti itu, apa masih punya kesempatan ?' batin Sakura dalam hati.

Tiiiinnnnnnn….tiiiinnn

Sakura tersentak darilamunanya. "Sasuke, ada apa ?" kata Sakura sambil mendekat ke kaca mobil Sasuke.

"sejak kapan kau punya hobi melamun ?"

"eee……"

"masuk !" Sasuke menyuruh Sakura untuk masuk kedalam mobil.

"tidak perlu, sebentar lagi busnya datang"

"saudaramu sakit kau tidak khawatir ?"

"Apa ? Tayuya sakit ? Apa dia baik – baik saja" Sakura terlihat khawatir.

"dia demam, sudah kuantar pulang tadi, kalau begitu cepat masuk !"

"ba..baik" Sakura sedikit berlari dan masuk kedalam mobil duduk di kursi belakang.

"hey ! kau pikir aku supirmu ha?"

"apa? Ada apa?" tanya Sakura bingung.

"pindah kedepan ! yang benar saja, kau menganggap majikanmu sendiri supir kau duduk santai dibelakang"

"o..oh ! maaf, baiklah" segera Sakura keluar dan masuk kembali kemobil duduk didepan. Mobil pun kini melaju.

"tadi kau ada perlu apa dengan Sasori?"

"dia menyuruhku mengantarkan ke kantor kepala sekolah"ucapnya."kau mengenalnya ?"

"dia alumni sekolah 3 tahun lalu, dia adalah siswa terpandai dan terburuk semasanya waktu itu"

"apa?! Sepertinya dia itu baik, dia juga ramah sekali padaku"

"ternyata kau orang yang mudah percaya"

"aku tidak mudah percaya, aku hanya menyampaikan apa yang aku rasakan " jelas Sakura.

"cih .! tetap saja kau mudah percaya" dengan nada mengejek.

"tidak !" bentak Sakura secara reflek karena kesal oleh omongan Sasuke.

"tidak ? kau bilang kau tidak mudah percaya kenyataanya kau mau saja dekat dengan berandalan seperti dia, masih untung aku mengingatkanmu"

"walaupun dia berandalan tapi dia pintar"

"apa semua orang pintar itu baik hah ? baru aku sadari kau benar – benar bodoh."

"aku tidak masalah dia berandalan, asal dia tulus baik padaku, jangan pernah melihat seseorang dari sisi depan saja"

Terjadi keheningan setelah acara perdebatan bertempat di mobil pemuda tersebut. Tanpa mereka sadari mereka tadi seperti pasangan kekasih yang bertengkar karena si pemuda cemburu melihat gadisnya berdekatan dengan pemuda lain, tapi entah mereka menyadari atau tidak.

Kemacetan dan keheningan sepertinya membuat satu – satunya gadis yang ada dimobil sport silver tersebut mengantuk, sedangkan pemuda yang ada disampingnya menatap lurus kedepan. Sepertinya mereka terjebak macet karena mereka pulang terlalu sore dimana bersamaan dengan jam pulang kantor bagi para perkerja kantoran. Sakura gadis yang berada dimobil tersebut pun jatuh tertidur. Tanpa Sakura sadari karena memang sedang tertidur, laki – laki yang ada disampingnya, memandangnya dengan raut wajah yang tidak bisa terbaca, bahkan merasa nyeri dan sesak, seperti tersohok tepat dihatinya. Dan hanya bisa mengucapkan kata "manis" kata Sasuke.

Ditempat lain seorang gadis yang sedang tertidur di tempat tidur yang nyaman bergerak gelisah dengan keringat yang bercucuran.

"Sakura, Tayuya ayo cepat nak kita berangkat!"kata perumaan yang sepertinya sudah berumur tapi masih menampakkan kecantikanya."ibu ibu.. Sakura bilang tidak mau pergi" jelas anak bernama Tayuya."kalau begitu Tayuya, kau masuklah ke mobil dan berangkat dengan ayah dulu, ibu nanti menyusul dengan Sakura"Tayuya punmenuruti perkataan ibunya dan segera melesat pergi bersama ayahnya menuju bandara."ayah, kenapa Sakura dan ibu belum datang ya ?" tanya Tayuya yang sudah menunggu hingga satu jam sebelum keberangkatan ke Tokyo."sebentar, ayah telfon dulu" laki – laki yang merupakan ayah dari Tayuya dan Sakura pun mengangkat telefonnya. Namun baru beberapa menit, mukanya merubah menjadi tegang dan kaget serta menampakan wajah yang khawatir. "Tayuya, kamu disini dengan bibi dulu ya ? ayah akan menjemput ibu dan Sakura dulu. Baik – baik disini" jelas ayah mereka."ayah……." Kata Tayuya sambil memandang kepergian ayah mereka. Lagi – lagi Tayuya kembali menunggu, namun sekarang hanya bersama bibinya. Tayuya melihat bibinya mengangkat telefon dan menangkap raut wajah bibinya sama dengan raut wajah ayahnya tadi. Tayuya bingung sebenarnya apa yang terjadi. Tayuya melihat bibinya berjalan mendekatinya dan kemudian menariknya "ayo Tayuya, kita ke rumah sakit" kata bibinya dengan nada yang sedikit meninggi dan tergesa – gesa. Tayuya hanya terdiam dan menuruti bibinya itu karena dia bingung apa yang terjadi.Sesampai di rumah sakit, Tayuya mendapati saudaranya Sakura duduk sendiri sambil menunduk dan menangis namun yang mengagetkan baju Sakura penuh darah merah yang banyak. "Sakura !" panggil Tayuya kepada Sakura dengan berlari ke arah Sakura. Mereka pun berpelukan, "ini darah siapa Sakura ? dimana ayah dan ibu ?" tanya Tayuya, namun sebelum Sakura menjawabnya bibi mereka datang sambil menangis."Tayuya, Sakura maafkan bibi, ayah dan ibu kalian meninggal karena kecelakaan" kata bibi mereka sambil menangis."ibu ! ayah !" Tayuya pun berlari menuju jasad orang tuanya. Namun dia berlari tidak sampai – sampai ke tempat orang tuanya. Tayuya pun berlari terus dan berlari, hingga…"ibu ! ayah !" teriak Tayuya terbangun dari tidurnya dengan keringat yang mengucur di badanya. Tayuya menumukan Sasuke duduk disampinya terlihat khawatir, tanpa berpikir panjang Tayuya pun memeluk Sasuke yang duduk disampingnya.

"kau baik – baik saja ?" tanya Sasuke.

"aku benci padamu !" kata Tayuya dengan nada tinggi, namun bukan kepada Sasuke tapi kepada Sakura yang sekarang berada di belakang mereka berdua beberapa meter dengan wajah yang menunjukan kekhawatiran.

"apa maksudmu ?" tanya Sasuke tidak mengerti.

"aku benci padamu Sakura !" kata Tayuya dengan pandangan benci kearah Sakura serta dengan menangis. Tayuya pun melepaskan pelukan. "seharusnya waktu itu kau menurut saja untuk pindah!! " kata Tayuya dengan nada keras dan membentak dengan marahnya yang sekarang berada dihadapan Sakura. "jadi ibu tidak meninggal karena kecelakaan, kau senang melihat ibu mati dihadapanmu sendiri melindungimu saat kecelakaan itu hah ?!" bentak Tayuya. "jawab !"

"tentu saja tidak ! aku juga tidak menginginkan itu semua terjadi, kenapa kau berpikiran seperti itu padaku ?" jawab Sakura dengan sedikit nada meninggi karena terbawa emosi.

"kau bohong ! kau iri padaku karena ibu dan ayah lebih menyayangiku kan ? dan kau juga yang menyebabkan ayah meninggal saat kecelakaan karena mendengar kalian kecelakaan sehingga ayah tergesa – gesa, kau masih saja mengelak ! " kata Tayuya sambil menunjukkan kemarahanya disertai dengan menangis.

"sudah aku bilang aku tidak pernah menginginkan semua itu !" jawab Sakura dengan emosi juga sambil mengeluarkan air mata. "aku memang pernah iri padamu, bahkan sering dan sampai sekarang, tapi aku tidak pernah berpikiran semacam itu hingga membuat orang tua kita meninggal, apa kau tidak ingat janji kita dengan ayah dan ibu bahwa mereka akan menjaga kita sampai akhir kita ? walaupun mereka sudah meninggal tapi aku masih merasakan mereka menjaga kita disini" kata Sakura sambil menangis dengan keras serta dengan tangan terarah didadanya. "apa kau juga merasakanya Tayuya ?"

"sudahlah, cukup sampai disini, Tayuya kau harus istirahat kau sedang sakit" kata Sasuke berusaha melerai mereka, atau mungkin Sasuke hanya itu yang bisa disampaikannya karena jujur satu – satunya pemuda di tempat itu merasa bingung.

"aku benci padamu!" kata Tayuya sambil pergi dari hadapan Sakura menuju tempat tidur. "pergi dari kamarku !"

Sakura pun lari pergi menuju kamarnya, namun sebelumnya bertemu dengan bibi mereka. "Sakura, bibi tahu apa yang kau rasakan, pasti kau merasa sangat bersalah, tapi perlu kau ketahui, orang tua kalian tidak pernah menyalahkanmu" kata bibi mereka yang ternyata mendengar pertengkaran mereka.

"Aku baik – baik saja bi, Sakura mengerti, hanya mungkin Sakura kurang kuat saja" setelah mengucapkan itu Sakura pergi ke kamar tidurnya.

Sesampai di kamar Sakura menangis tersedu – sedu sambil menyandarkan diri di balik pintik kamarnya. "huhuhu…… maafkan aku… maafkan aku… maafkan aku, aku menyesal!".

"Sakura, maafkan ibu, ibu hanya bisa menemanimu sampai disini. Kami selalu menyayangi dan menjaga kalian disana. Jaga adikmu Tayuya" kata ibu mereka tepat didepan berhadapan dengan Sakura didalam mobil yang baru terjadi kecelakaan dengan muka dan badan penuh darah untuk melindunginya agar tidak terhimpit dan terjepi badan mobilt.Setelah mengingat kejadian lima tahun lalu karena kelelahan Sakura pun tertidur.