JATUH CINTA
Sasuke POV
"Sial !" kataku sambil meninju pelan tembok.
Kenapa sakit sekali disini, aku mengarahkan tanganku tepat didada meremasnya sambil menggigit bibir bawahku. Kenapa aku selalu seperti ini ketika melihatmu menangis. Jawabanmu membuatku terkejut. Selama ini kau melakukan itu semua demi Tayuya agar dia mau memaafkanmu. Kenapa aku merasa menyesal telah berbuat seperti itu padamu selama ini, menyurumu menjadikanmu pembantuku. Kenapa, kenapa, kenapa !?
"Arrghh.. sial !" aku kembali meninju tembok.
Flashback
cepat kau datang, bawakan aku dan Tayuya payung. Send to Sakura.Beberapa menit kemudian dia datang. Aku sempat terkejut melihatnya bisa datang secepat itu ditempat kencan kami di Café Coffe Tea . Aku menyuruhnya datang lewat pintu belakang café tersebut. Aku menyuruhnya membawa payung. Karena malam itu gerimis tapi berangin lumayan kencang, membuat daun – daun berterbangan. Aku temui dia dan menyerahkan payung itu padaku."ini, ma..maaf aku terlambat, tadi busnya lumayan lama" kata Sakura menyerahkan payung. Tangan kami sempat bersentuhan. Dingin, itu yang pertama aku rasakan ditangannya. Kuputuskan untuk memberinya jaketku untuknya. Kukalungkan dari belakang punggung, aku melihatnya tersenyum dan merona merah, dan entah kenapa membuat hatiku ini menghangat melihat senyumanya. "terima kasih, kalau begitu aku pergi dulu, jangan sungkan untuk sms aku kembali" katanya. Dia mulai meninggalkan gang sepi dan lebab di belakang café tersebut. Terbesit rasa tidak rela dia pergi dari depanku. Tapi aku tepis.Sesampai di dalam, aku melihat Sakura dari dalam melewati kaca café melihat kearah kami, dan tersenyum, berjalan melewati trotoar dan menghilang.Ternyata tanpa sadarinya,Sakura belum pergi dari daerah café itu, ternyata melihat kemesraan mereka.
End Flashback
"dulu itu… pasti sakit ya ?" ucapku dengan nada dingin. Selama ini kau tersiksa dengan rasa bersalah itu, membuatmu selalu terkekang tidak merasa bebas dituntut untuk selalu melakukan apapun dan mengemis maaf dari saudaramu sendiri. Matamu selalu memancarkan keredupan dan kelam, ada sesuatu yang hilang dari dirimu.
"Sakura, aku menyukaimu"
Sasuke POV end
One new message. SasukeTemui aku ditempat biasa
Aku menunggu ditempat biasa, Halte. Beberapa menit kemudian Sasuke datang dengan mobilnya, dan aku masuk. "kau,.. kita tidak akan berdebat lagi kan ?" tanyaku.
"kau menginginkan hal seperti itu lagi ?" tanya Sasuke dengan nada dinginya.
"e.. tidak, aku tidak mau"
"kau masih berhubungan dengan berandalan itu ?"
"dia bukan berandalan, dia punya nama, Sasori namanya" jawabku.
"terserah"
"kami masih sering bertemu di perpustakaan kami sering mengerjakan tugas bersama, bercanda. Dia sering juga mengajariku materi pelajaran yang belum aku mengerti"
"sudah kubilang jangan dekat – dekat dengannya, jauhi dia !" dia menyuruhku.
"aku tidak mau, kenapa kau mengaturku ?" tanyaku.
"dia baik padaku Sasuke, dia tidak pernah menyakitiku"
"hari ini masakkan aku sebuah makanan, pembantu rumahku sedang sakit dan orang tuaku sedang pergi"
"aku harus kerumahmu ?"
"hn, tapi sebelumnya kita ke supermarket dahulu" kata Sasuke sambil melihat jam tangannya. "dan kita harus cepat"
Beberapa menit kemudian kita sampai. Kami mengambil troli dan siap untuk berburu. "ini daftar menu belanja pembantu rumahku" kata Sasuke.
"hah ? banyak sekali" aku melihat daftar belanjaan.
Kami pun memutuskan untuk berpencar.
Saat masih berbelanja, aku terhenti karena tiba – tiba pusingku kambuh kembali. "ugh…" sedikit menahan rasa sakit dengan memegang kepalaku.
"kau baik – baik saja ?" tanya Sasuke yang tiba – tiba muncul dari belakang.
"aku baik – baik saja, hanya sedikit pusing, dimana belanjaanmu ?"
"aku sudah selesai, aku titipkan didepan" kata Sasuke.
"maaf, aku baru dapat sedikit" kataku.
"naiklah ke troli ini" dia menyuruhku untuk masuk ke troli.
"apa ? itu tidak mungkin Sasuke"
"ini akan muat, badanmu itu kurus" ajaknya. Memang troli tersebut terlihat besar dari biasanya, karena memang kami akan berbelanja banyak.
"tapi .."
"naiklah !" Kata Sasuke, aku pun mengikuti kemauannya, dan benar ternyata cukup, bahkan masih tersisa ruang kosong yang banyak.
"aku malu Sasuke" kataku.
Sasuke tidak menjawabnya, dia kemudian mendorong troli yang ada aku didalamnya. Dia mulai berkeliling untuk mencari barang – barang yang sebenarnya menjadi tugasku.
Banyak orang – orang yang melihat tingkah laku kami dengan heran. Tapi yang membuatku heran, kenapa mereka menatap kami dengan tersenyum. "Sasuke, kenapa mereka melihat kita seperti itu" tanyaku.
"karena wajahmu itu lucu, seperti anak kecil" jawab Sasuke.
"benarkah ? aku benar – benar malu kalau begitu, aku mau turun." kataku.
Tiba – tiba Sasuke menghentikan mendorong troli, berjalan dan berhenti tepat di depanku yang masih duduk di dalam troli, kedua tangannya berpegang diantara pinggiran troli tersebut. Dia sedikit memajukan wajahnya, sehingga wajahnya sangat dekat denganku, dan itu lagi-lagi membuatku merona. "tapi aku suka" jawabnya dingin dan sedikit tersenyum. Kata – katanya membuatku bertambah merona bak kepiting rebus. Sasuke kemudian semakin memajukan wajahnya kearahku. Sampai kedua bibir kami hampir …
"wah.. pasangan zaman sekarang ini sangat romantis ya sayang" kata seorang nenek kepada suaminya yang sudah tua, memecahkan keheningan kami. "nenek jadi ingin merasakan masa muda kembali" kata nenek – nenek tersebut.
Perkataan nenek tersebut membuat kedua muka kami memerah, sekaligus membuat dadaku sedikit Sakurat. "kami bukan pasangan kekasih nek" jawabku sambil tersenyum. Sedangkan Sasuke hanya diam saja.
"wah ? benarkah ? padahal kalian terlihat cocok sekali"
"tidak nek, kalau begitu kami pergi dulu" kataku masih dengan wajahku yang tersenyum, kemudian Sasuke mendorongku untuk melanjutkan belanja kami.
Setelah pertemuan kami dengan pasangan suami istri lanjut usia tersebut membuat keheningan yang cukup membuatku canggung, kemudian aku putuskan untuk memecahkan keheningan. "kau sudah lama mendorongku, apa tidak merasa keberatan ? padahal isi troli ini cukup banyak" tanyaku.
"tidak, kau ingin bukti ?" tanya Sasuke, namun sebelum aku menjawabnya, dia kemudian mendorong troli tersebut dengan berlari, sehingga bertambah cepat. Aku pun panik.
"Sasuke, apa yang kau lakukan ? pelan – pelan !" kataku dengan panik.
"tidak" jawab Sasuke sambil terus berlari sambil mendorong troli.
"awas !" kataku sedikit berteriak, kami hampir menabrak troli milik orang lain. Tapi seketika Sasuke berhasil menghindar tanpa merasa kesulitan.
Kami pun berhenti untuk meredakan detak jantung kami yang berpacu cepat. "bagaimana ? asik bukan ?" tanya Sasuke kepadaku dengan senyum yang lumayan lebar.
Aku pun tertawa mengingat kejadian kami, betapa menengangkan tapi ternyata asik. "kau bilang asik ? kau hampir membuat kita kecelakaan" jawabku dengan nafas yang terpotong – potong.
"setidaknya kau bisa tertawa" kata Sasuke. Membuatku merona kembali.
Kau selalu membuatku merona jika didekatmu, kau membuatku bertambah mencintaimu, membuatku terus mengharapkanmu Sasuke.
Kami sampai dirumah Sasuke di sore hari, dan kami memutuskan untuk memasak bersama untuk makan malam.
"hari ini kau mau makan apa ?" tanyaku.
"aku ingin sup tomat" jawab Sasuke.
"baiklah" aku kemudian menyiapakan bahan – bahan serta alat – alat yang digunakan.
"tanganmu sedang sakit, aku yang akan memotong – motong bahanya, nanti kau yang memasak" kata Sasuke. Sasuke kemudian memotong bahan – bahan seperti tomat, bawang putih dan bahan – bahan lainya.
Aku tertawa melihatnya.
"kenapa ?" tanya Sasuke dengan dingin, tapi pandangannya masih berkutat dengan apa yang dia lakukan.
"lihat potonganmu itu, sangat aneh, aku bahkan sampai tidak mengenali bahan – bahan yang sudah kau potong itu" jawabku setelah menunjukan potongan Sasuke yang tidak ada bentuknya itu.
"huh ! kau mengejekku" kata Sasuke, aku sedikit mendengar nada ngambeknya itu.
"hahaha.. sudah, tidak apa – apa, nanti juga akan dihaluskan" kataku.
Setelah selesai dengan acara potong memotongnya. Giliranku untuk memasak. Aku mulai memasah sub tomatnya dan olahan makanan lain untuk mendampinginya. Satu jam kemudian masakan sudah jadi dan kami bersiap – siap untuk makan, meletakkan makanan – makanan itu dimeja makan. Tiba – tiba aku teringat sesuatau ketika melihat meja makan tersebut, meja makan tersebut hanya berisi untuk dua orang saja, yang berarti aku dan Sasuke, di tengah meja juga ada lilinya. Ini seperti, kencan makan bersama.
Kemudian kami menikmati makan malamnya. Selesai makan malam kami membereskanya. Sasuke yang mencuci peralatanya, karena tanganku sedang sakit, dan aku membereskan meja makan serta dapurnya.
"Sakura" panggil Sasuke. Aku pun menoleh, saat aku menoleh, tangan Sasuke terulur ke arahku untuk menghapuskan bekas sup tomat yang ada di pinggir bibirku. Itu membuatku membeku sesaat.
"aku antar kau pulang, sekaligus aku menjenguk Tayuya" kata Sasuke. Dan hanya aku jawab dengan anggukan saja.
Teeeeettt...teeett
Bunyi bel istirahat, seperti biasa aku menuju perpustakaan tempat favoritku. Disana sudah biasa minggu – minggu ini ada Sasori di perpustakaan yang sedang mengerjakan tugas penelitianya di sekolah. "halo ?"
"halo Sakura, bagaimana pelajarannya, tidak lumayan sulitkan, apa perlu bantuan ?" tanya Sasori.
Selama ini semenjak aku bertemu Sasori, dia selalu membantuku untuk memahami pelajaran yang belum aku mengerti.
" tidak Sasori, tadi pelajaranya hanya tentang keterampilan" kataku. Kemudian aku merasakan handphoneku bergetar.
One new message. Sasuke.
Nanti malam datang kerumahku, kita pergi kefestival akhir musim gugur.
Kenapa bukan dengan Tayuya ?. Send
One new message. Sasuke.
Kembaranmu sedang sakit
Aku takut jika Tayuya tau?. Send
One new message. Sasuke
Ingat perjanjian kita ? kau harus turuti apapun yang aku mau.
Baiklah.Send. Aku menghela nafas.
"ada apa ?" tanya Sasoriyang ternyata melihatku sedari tadi.
"Sasuke nanti malam mengajakku untuk ke festival akhir musim gugur" jelasku.
"Tayuya bagaimana ? apa tidak apa – apa. Aku khawatir jika Tayuya mengetahui kalian berdua pergi bersama"
"aku tahu, tapi aku tidak bisa menolaknya. Kau ingatkan perjanjian yang aku ceritakan ?"
"ya aku ingat, sepertinya kau hanya harus berhati - hati " jawab Sasori.
Diam – diam aku sudah menceritakan perjanjianku dengan Sasuke, dan dia sudah janji jaga rahasia ini.
TBC
~~~ Jawaban atas reviewnya~~~
terima masih sudah membaca fic pertamaku, jika boleh jujur cerita ini sudah dibuat 5 tahun yang lalu dimana saya masih dalam puncak2nya menjadi gadis SMA . Gaya penulisannya masih ala gadis alay.. hehe
Untuk penokohan di cerita ini, sebenarnya aku mau buat sakura sama tayuya seimbang, tapi sepertinya masih belum berhasil ye..
terima kasih buat kritik, saran dan semangatnya ya...
