Malam, 19.00
Sakura menghela nafas di depan cermin, "hanya ini yang bisa aku lakukan" ucap Sakura sambil memandang bayangannya di pantulan cermin. Disana terlihat Sakura menggunakan dress terusan sampai lutut bewarna soft hijau tosca tanpa lengan dan jepit rambut sewarna dengan dressnya untuk menjepit poni Sakura kesamping, sedangkan rambutnya yang bewarna pink ikal sepunggung itu dibiarkan tergerai . Make up wajah Sakura terlihat natural. Setelah cukup persiapan Sakura segera pergi kerumah Sasuke.
"kau mau kemana Sakura, kau terlihat cantik ?" tanya bibinya yang sedang menonton tv, dan disana juga ada Tayuya juga menoleh menatap Sakura dengan wajahnya masih pucat seperti hari – hari kemarin.
"Sakura akan pergi ke teman Sakura, kalau begitu Sakura pamit bibi" jawab Sakura, dan kemudian Sakura memutuskan untuk segera pergi.
Setelah sampai dirumah Sasuke, Sasuke ternyata sudah bersiap juga, dia lagi-lagi membuat jantung Sakura berdebar kencang dengan penampilan Sasuke yang memakai sepatu kets dengan celana jeans dan jaket bewarna biru tua.
'dia tampan' batinku dalam hati.
Tanpa diketahui Sakura, Sasuke pun sebenarnya juga terkejut dengan penampilan Sakura yang sederhana tapi sangat manis dan cantik.
"kau cantik Sakura" kata Sasuke, membuat wajah Sakura memerah.
Kami mulai berangkat ke festival tersebut, didalam mobil hanya ada keheningan diantara mereka berdua, entah kenapa mereka merasa canggung. Setelah beberapa menit, kami pun sampai di tempat festival musim gugur ini. Ramai sekali tempatnya, orang – orang datang bersama pasangan maupun dengan teman – teman mereka, disana terdapat berbagai kedai makanan, tempat bermain, dan berbagai toko aksesoris menghiasi sepanjang pinggir jalan. Keramaian itu membuat Sakura sedikit gugup. Melihat kegugupan Sakura, Sasuke memutuskan untuk menggandeng tangan Sakura. Yang membuat Sakura kembali berdebar kencang serta merona.
"pesta kembang api menyambut musim gugur akan berlangsung satu jam lagi, kita berjalan – jalan dahulu" jelas Sasuke, yang hanya ditanggapi Sakura dengan menganggukan kepala karena masih mencoba meredakan kegugupannya. Mereka berjalan – jalan sepanjang toko –toko, kedai – kedai, stand – stand permainan, mereka sibuk sendiri dengan melihat suasana sekitar tanpa ada percakapan apapun.
Dipikiran Sakura hanya ada Tayuya yang ada dirumah sedang sakit. Sebenarnya dia takut kalau ada yang melihat mereka berdua jalan bersama, Sakura lebih lega jika mereka melihatnya sebagai Tayuya yang jalan dengan Sasuke, tapi jika mereka sampai menceritakanya kepada Tayuya, Sakura tidak mau membayangkan apa yang terjadi, mungkin dia hanya bisa bilang maaf saja.
Pikiran Sakura tiba – tiba teralihkan dari Tayuya saat melihat karakter kesukaanya berada disebuah stand permainan menembak, dan menjadikannya hadiah, yaitu beruang Teddy Bear bewarna cokelat yang besar. Sakura sangat menyukai karakter Teddy Bear karena boneka itu mengingatkan akan kenangan paling bahagia dihidupnya, Teddy Bear dijadikan hadiah oleh ayah ibunya sebagai hadiah ulang tahun waktu kecil, dan Sakura sangat bahagia waktu itu. Dia sebenarnya ingin Teddy Bear itu, membuatnya terus menatap boneka itu. Yang tanpa disadari Sasuke memperhatikanya.
Sakura tersentak ketika merasakan Sasuke menariknya ke stand menembak, yang dia lihat dari tadi, "aku ingin Teddy Bear itu" kata Sasuke menunjuk boneka besar bewarna cokelat itu.
"kau harus bisa menembak tepat sasaran sebanyak sepuluh kali berturut – turut tanpa gagal" kata petugas yang menjaga stand permainan itu. Setelah membayar cukup dengan uang. Sasuke mulai menembak sasaran satu persatu dengan tepat tanpa cacat. Membuat Sakura yang berada disampingnya kagum.
Dengan mudahnya Sasuke menembak tepat sasaran membuatnya mudah mendapatkan boneka Teddy Bear cokelat yang besar itu, Sakura ikut senang dengan menampilkan senyumanya. Dan Sakura tidak mungkin berharap lebih jika boneka itu untuknya, karena pasti itu untuk Tayuya.
"ini" kata Sasuke sambil menyerahkan boneka itu kepada Sakura.
"baik, sini aku bawakan" jawab Sakura dan menerima boneka itu.
"itu untukmu, bukanku suruh membawakanya" jelas Sasuke kepada Sakura, yang membuat Sakura terkejut.
"tapi- bukanya itu untuk Tayuya ?" tanya Sakura tidak percaya.
"kalau tidak mau buang saja" jawab Sasuke dengan dingin.
"ja-jangan dibuang" kata Sakura sambil menarik memeluk boneka besar dengan muka cemberut lucu, seakan menyayangkan kalau boneka itu dibuang.
Sasuke tersenyum geli melihat tingkah Sakura dan berjalan meninggalkan Sakura dibelakang. Sakura kemudian berlari untuk menyamai langkah Sasuke yang sudah ada didepannya sambil memeluk boneka Teddy Bear yang lumayan besar. Tapi ternyata langkah Sasuke cukup panjang sehingga kesulitan bagi Sakura untuk menyamai langkahnya, apalagi boneka yang besar itu sedikit mengganggu larinya, tempat yang ramai membuat Sasuke menghilang dari pandanganya. Sakura semakin takut dan panik, dia kehilangan Sasuke, apalagi ditempat yang ramai seperti festival ini. Raut panik tampak jelas diwajah Sakura, bahkan dia air matanya hampir jatuh karena takut dia tersesat. Sakura hanya bisa mondar – mandir sambil memeluk boneka di perempatan jalan yang ditengahnya ada pohon momiji besar. "Sasuke" ucap Sakura pelan dengan air mata yang sudah jatuh kekedua pipinya.
"Sakura ?" panggil Sasuke dengan tangan kanan membawa permen kapas sewarna dress yang dipakai Sakura, yang membuat Sakura terkejut dan juga senang. Sakura segera menghambur untuk mendekat kearah Sasuke, masih dengan wajah menangis dan panik. "kau baik – baik saja ? maaf aku membeli ini untukmu, tapi aku juga kehilanganmu" jelas Sasuke dengan wajah yang ikut khawatir melihat keadaan Sakura. Yang hanya ditanggapi Sakura dengan mengangguk sambil menunduk. Melihat reaksi Sakura, Sasuke pun memutuskan untuk memeluk Sakura untuk menenangkannya, "maaf" ucap Sasuke lembut sambil membelai rambut Sakura. Cukup lama mereka berpelukan, Sakura terlihat lebih tenang. "ayo, kembang apinya akan dimulai"
Sekarang kami duduk di bangku dibawah pohon momiji, posisi kami adalah Sakura disebelah kanan sambil memegang kembang gula pemberian Sasuke tadi, ditengah – tengah telah duduk Teddy Bear cokelat yang besar, memisahkan Sakura dengan Sasuke yang berada disebelah kiri. "sangat indah" ucap Sakura menatap kagum kembang api. Sedangkan Sasuke hanya menatap Sakura dengan tatapan yang sulit dimengerti.
Mereka menyaksikan pesta kembang api selama sepuluh menit, setelah acara selesai, Meraka memutuskan untuk pulang. Sakura memutuskan untuk pulang menaiki bus, dan disini mereka sekarang, di halte, untuk menemani Sakura mendapatkan bus. Beberapa menit bus datang dan berhenti tepat di depan halte.
"terima kasih atas semuanya" kata Sakura dengan tulus.
"kau senang ?" tanya Sasuke, yang hanya dijawab anggukan oleh Sakura.
"kalau begitu, aku pamit pulang, terima kasih Sasuke" ucap Sakura yang kemudian memulai untuk menaiki bus, namun tiba – tiba tanganya ditarik oleh tangan besar yang ternyata tangan Sasuke. Sasuke langsung mengecup kening Sakura dengan cepat. Dan membisikan sesuatu dekat telinga yang membuat gugup dan geli Sakura "sama - sama" jawab Sasuke, kemudian melepaskan pegangannya. Sakura yang sudah ada di bus tersenyum sambil memeluk Teddy Bear ke arah Sasuke di luar halte.
'beginikah rasanya bahagia didekat orang yang dicintai' kata Sakura dalam hati sambil tersenyum bahagia menatap malam diluar jendela bus. 'Tuhan, aku masih ingin hidup lebih lama'
Suasana di dalam bus sangat sepi, karena sudah pukul 10 malam, festival juga belum selesai, jadi masih belum banyak yang meninggalkan acara festival untuk pulang. Didalam bus hanya ada supir dan tiga penumpang termasuk Sakura, Sakura pun duduk tenang sembari memeluk Teddy Bear pemberian Sasuke, namun keheningan memudar ketika lima orang penumpang memasuki bus, dan membuat keributan, ternyata perampokan bus. Tiga orang yang ada didalamnya pun panik, termasuk Sakura. Dia ketakutan dan hanya duduk merapat dekat jendela dan mempererat pelukan kepada Teddy Bear.
"semua yang ada disini jangan bergerak ! jika kalian bergerak sedetikpun kami akan melukai kalian !" ancam salah satunya lagi dari mereka.
"Sasori cari uangnya !" suruh salah satu perampok kepada temanya. Mendengar itu, Sakura terkejut. Dengan reflek dia berdiri untuk melihat perampoknya.
"Sasori!" teriak Sakura, yang kemudian diketahui para perompok lainya.
"jangan bergerak, atau kutembak !"
TBC
