FlashbackDi kedai es krim favorit Sakura, Sakura sedang menikmati segelas es krim stroberi favoritnya menunggu seseorang. Beberapa menit kemudian seseorang yang ditunggu sudah datang. Memakai kaos oblong putih dengan celana jeans hitam dan jaket merah yang diletakkan dibahunya. Melihat hal itu Sakura sempat terpesona dengan penampilan Sasuke. Karena sibuk melamun, Sakura tidak menyadari objek melamunya sudah ada didepannya, bahkan mencoba menyeka sisa es krim yang berada disisi bibirnya, yang ternyata dapat membuatnya sadar dari lamunan.

"apa aku datang kesini hanya untuk melihatmu melamun hn?" tanya Sasuke dengan nada datar dan dingin.

"tidak" jawab Sakura. "emm.. langsung saja, tentang perjanjian itu, sudah selesai"

"hn, aku tahu" jawab Sasuke singkat.Hanya anggukan yang dapat merenspon jawaban dari Sasuke, entah kenapa Sakura sedikit takut. Kemudian segera saja memutuskan untuk pergi."kalau begitu, karena perjanjian itu sudah selesai, jadi aku pergi dulu. Selamat sore" Sakura hendak keluar dari kedai. Namun terhenti karena mendengar penuturan Sasuke

"kalau begitu aku bebas melakukan hubungan dengan Tayuya bahkan memutuskan hubungan dengannya" Sasuke berkata dengan santai.

"kau akan putus dengannya ?"Sakura berbalik dan tidak jadi pergi dari kedai.

"kenapa tidak, bagaimana jika aku menyukai orang lain ?" tanya Sasuke dengan santai kembali.

"apa kita harus melakukan perjanjian lagi ?" tanya Sakura dengan polos.

"kau hanya perlu menjawab pertanyaanku saja"pinta Sasuke yang hanya ditanggapi diam oleh Sakura. "apa kau menderita leukimia selama ini ?".Lagi – lagi Sasuke harus puas dengan dengan pertanyaan hanya hanya dijawab Sakura dengan diam. "Jawab !"

"a-apa itu penting?" Sakura berbalik bertanya.

"bahkan Tayuya pun juga menderita leukimia ?!" Sasuke bertanya kembali. Karena kesal, hanya pertanyaan – pertanyaan yang keluar sedari tadi tanpa ada jawaban, Sasuke pun menarik lengan Sakura mendekat. Namun ditarik kembali oleh yang punya.

"i-itu tidak penting"Sakura menjawab dengan mengalihkan tatapannya, yang ternyata dari tadi kedua matanya disoroti oleh tatapan tajam Sasuke yang seakan ingin mencari jawaban yang pasti.

"kesehatanmu itu tidak penting hah ?!" Sasuke kembali menarik lengan Sakura kembali untuk mencari jawaban itu dari kedua matanya. Tapi yang ia dapati adalah air mata yang keluar dari kedua mata Sakura.

"tidak ! aku hanya ingin bahagia, bahagia bersama saudaraku lagi" Sakura mencoba untuk melepaskan cengkraman Sasuke yang ternyata tidak dapat dia lakukan. " dan mengembalikan kebahagian Tayuya yang pernah aku hilangkan dari hidupnya !" Sakura menjawab dengan nada yang lumayan keras serta dengan air mata yang semakin deras turun dari kedua matanya. Karena tidak ingin membuat keribuatan didalam kedai tersebut, Sasuke menarik Sakura untuk pergi dari kedai itu, walau mendapat perlawanan dari Sakura, akhirnya sampai dibangku taman.

"sampai kapan kau akan melakukannya ?" Sasuke bertanya setelah mereka duduk dibangku taman.

"sampai Tayuya mau memaafkanku"Sakura menjawab dengan raut muka yang muram.

"lalu, bagaimana dengan dirimu sendiri ? bagaimana dia bisa mau memaafkanmu kalau dia tidak tahu apa yang sudah kau perbuat untuknya selama ini ?""melihat Tayuya bahagia aku juga akan bahagia " Sakura menjawab dengan senyum yang kecut . "keinginan hidupku dari dulu hanya ingin Tayuya memaafkanku, aku akan lebih menderita ketika aku belum mendapatkan maaf sampai kami pergi nanti". Sasuke yang mendengarnya terkejut tidak bisa mengeluarkan kalimat apapun. "bolehkah aku minta tolong padamu ?"Sasuke tersentak mendengar pertanyaan dari Sakura dan mencoba mencari keyakinan lewat mata Sakura, yang dia dapati adalah keyakinan, sorot matanya menampakan keyakinan. "berjanjilah untuk selalu disamping Tayuya, jika kau tidak mencintainya, cobalah untuk mencintainya" pinta Sakura. "ya… setidaknya selama kami masih hidup" Sakura meneruskan perkataanya, dengan senyumanya.

"cinta seseorang tidak bisa dibuat-buat" Sasuke mencoba membuka mulut."ya, itu memang benar. Tapi cinta ituakan ada jika kalian selalu dekat dan terus bersama"

"apakah kau punya sesorang yang kau cintai ?" Sasuke bertanya.

"punya" jawab Sakura dengan santai yang ternyata sudah berhenti dari menangis. "tapi itu tidak penting lagi" Sakura menjelaskan dengan nada yang dibuat seakan ceria. Sasuke yang mendengarnya hanya diam dan menatap Sakura dengan kasian."hah ! kenapa aku malah berbicara kacau begini ya ?, sebaiknya aku pulang dulu" Sakura berdiri dan bersiap untuk pergi."Sasuke, terima kasih untuk semuanya"Sakura mulai melangkah untuk pergi, namun kembali berbalik. "Sasuke, aku harap kau bisa menjaga rahasia ini" Sasuke pun hanya bisa mengangguk. "bantulah aku, Sasuke-kun"

End Flashback

"Sakura, kenapa kau tidak bilang padaku tentang leukimia itu ?" pertanyaan Sasorimembuat lamunan Sakura sadar bahkan terkejut.

"maafkan aku Sasori" jawab Sakura dengan menunduk.

"kenapa Sakura ?"

"karena kami sudah berjanji akan merahasiakannya. Kau tahu dari Sasuke?" Sasuke hanya menanggapi dengan anggukan. "dia tidak menjaga rahasianya"

"dia hanya bilang padaku. Kau tahu, dia menyuruhku untuk melindungimu"

"sungguh ?" tanya Sakura dengan terkejut.

"dia bilang karena dia tidak bisa melindungimu karena dia terikat janji denganmu bahwa dia harus selalu berada disamping Tayuya"

"kau pasti berbohong !" kata Sakura tidak percaya.

"benar, aku tidak bohong" jawab Sasori. "kau pasti senang mendengarnya kan ?" tanya Sasorimenggoda.

Mendengar pertanyaan Sasori, Sakura hanya cemberut dan mengalihkan kedua matanya melihat pemandangan diluar bus yang sangat indah.

"lagipula tidak disuruh pun, aku akan tetap melindungimu" merangkul Sakura.

"ya itu harus ! kau kan kakakku" ucap Sakura. Sasorimenanggapinya dengan tertawa.

Tidak terasa mereka sampai ke tempat tujuan. Para siswa mulai beranjak keluar bus, kecuali Sakura yang ternyata sedang sibuk membangunkan Sasoriyang sedang tidur.

"Sasori, bangun ! sudah sampai" menggoyangkan tubuh Sasori.

"i-ini sudah sampai ?"

"iya, ayo !"

Mereka pun segera menyusul siswa lainya, namun ketika mereka berada di pintu bus hendak turun, Sakura mendadak pusing, sehingga membuat tubuhnya sedikit limbung, jika tidak ada Sasorimungkin Sakura akan jatuh ketanah. "pusingmu kambuh lagi ?, kau pucat sekali" tanya Sasorisambil membantu Sakura, dan membawanya ke bangku taman didekat museum. Sakura hanya bisa membalasnya dengan anggukan.

"tunggu disini, aku belikan minuman" Sasoripergi meninggalkan Sakura.

Sakura duduk sendiri ditaman itu, sembari sedikit memijat kepalanya yang terasa berat,

Di toko

"membeli sesuatu ?" tanya Sasoriyang kemudian dibalas oleh seseorang yang ada di sampingnya.

"hn membeli minuman, kau sendiri ?" ucap Sasuke yang teryata juga sedang membeli minuman.

"sama, membeli minuman" jawab Sasori."untuk Tayuya ?" tebak Sasori.

"hn"

"sepertinya kita menjalankan tugas masing – masing dengan baik ya ?" kata Sasorimemandang kearah lain.

"aku iri padamu" kata Sasuke dengan nada datar sambil menunduk.

"haha.. sepertinya kau harus menerima yang namanya cinta tidak harus memiliki" jawab Sasoridengan sedikit bercanda.

"bicaramu sama seperti dia"

"ya.. namanya juga kakak adik" merangkul pundak Sasuke sambil tersenyum.

"kalau tidak karena demi Sakura"

"jujur aku terkejut waktu itu" ucap Sasorisedikit dengan nada menyesal.

"ya, aku juga. Tidak percaya mereka bisa merahasiakan dariku"

"aku hanya ingin membantu Sakura mencapai apa yang dia inginkan, mendampinginya sampai dia meraihnya"

"kebahagian ?"

"apapun. Dia orang yang bisa membuatku merasakan penting dalam hidup yang keras seperti ini" ucap Sasoriyang hanya ditanggapi Sasuke dengan pandangan heran.

"ahahaha…. Kenapa kau pintar sekali sih? Dapat dari mana foto – foto itu?" Sasuke dan Sasorimenoleh ke arah dua gadis yang sedang asik berbicara dan bercanda sembari mengambil minuman dilemari es yang sepertinnya juga dari rombongan siswa – siswa itu.

"banyak, sebetulnya itu hanya tidak sengaja. Aku bertemu di mal, di festival bahkan disekola pun aku melihat, ya karena menarik aku foto saja"

"ahahaha.. aku tidak bisa membayangkan si kembar itu bertengkar lagi"

"ah benar, sebenarnya Sasuke itu suka dengan siapa sih ?. Kalau begitu cepat aku tidak sabar ingin melihatnya"

Dua gadis itu tidak menyadari kalau dua pemuda yang menyaksikan mereka terkejut dan saling tatap muka.

"Tayuya !" ucap Sasuke.

"Sakura !" ucap Sasorikaget bersamaan dengan Sasuke. Segera Sasuke pergi dari toko itu disusul oleh Sasoriyang sepertinya menuju tempat yang sama.

Di bangku taman diluar museum

"Sasoriternyata lama" Sakura melihat kearah jalan yang dilewati Sasoritadi.

Sakura sedang duduk untuk meredakan sakit kepala yang menyerangnya. Terlihat dari arah pintu keluar museum, Tayuya yang sepertinya menuju kearahnya. Melihat hal itu Sakura merasa senang akhirnya Tayuya mau menghampirinya. Namun semakin mendekat raut wajah Tayuya semakin jelas, bahwa sepertinya Tayuya sedang marah. Tayuya pun akhirnya sampai dihadapan Sakura.

"Tayuya ?"

"apa yang kau lakukan selama ini belakangku ?!" terdengar suara Tayuya yang meninggi karena marah.

"maksudmu apa?" tanya Sakura bingung dengan raut terkejut.

"ini. Ini. Ini !" Tayuya melemparkan foto satu persatu kearah Sakura. "dan ini semua !" kata Tayuya sambil berteriak marah dan melemparkan semua foto yang tersisa ditangannya kearah wajah Sakura. Hingga Sakura merasa seperti tertampar dibagian pipinya. Foto – foto yang tersebar di tanah itu diambilnya oleh Sakura, difoto itu terlihat gambar dirinya dengan Sasuke tampak dari belakang yang sedang duduk saat acara festival menunggu peluncuran kembang api bersama boneka Teddy Bear yang berada ditengah – tengah mereka. Melihat hal itu Sakura tersentak kaget dan membulatkan matanya tidak menyangka, merasa tidak percaya dia melihat foto – foto lain, yang ternyata gambarnya sama yaitu dirinya dan Sasuke di banyak tempat berbeda.

"i-ini tidak…"

"kau curi ayah dan ibu dari hidupku, dan kau juga akan curi Sasuke dari hidupku hah ?!" tanya Tayuya dengan nada meninggi dengan meneteskan air mata.

"aku tidak bermaksud melakukan semua ini" jelas Sakura dan mencoba mendekat kepada Tayuya.

"jangan mendekat !" teriak Tayuya dengan masih meneteskan air mata yang semakin deras. Melihat hal itu Sakura menjadi sedih dan ikut meneteskan air mata.

"aku akui memang itu aku. Tapi aku tidak ada maksud apapun "

"tidak ada maksud apapun hah?! Lalu apa ini ?" lagi – lagi Tayuya melemparkan sebuah fota bergambar dirinya saat dikecup keningnya oleh Sasuke ketika hendak naik dari bus. Foto itu hanya membuat Sakura bungkam seakan Tayuya sudah mengeluarkan kartu As-nya. "selama ini, ada hubungan apa kalian itu ?" tanya Tayuya. Sakura hanya bisa diam dan menggelengkan kepalanya yng tertunduk. "jawab !" teriak Tayuya yang ternyata sudah berada didepan Sakura. "kenapa tidak bisa jawab ?! semua ini benar hah ?"

PLAK !

Terdengar suara tamparan yang berasal dari tangan Tayuya yang menampar pipi Sakura. Sakura hanya bisa diam saja.

"ada apa ini ?" tanya wali kelas mereka yang datang bersama para siswa yang kemudian mengerubungi mereka berdua.

Terdengar juga gumaman – gumaman tidak sedap dari mulut para siswa terhadap mereka berdua setelah melihat foto – foto yang tersebar ditanah. Melihat hal itu Sakura segera memunguti foto – foto yang berserakan.

"kenapa Sakura ?" tanya Tayuya dengan nada mengejek. "kau malu karena kelakuanmu itu diketahui semua siswa hah ?"

"sudah, sudah ! kenapa kalian ribut sendiri apa kalian tidak malu hah ?! kalian ini kembar seharusnya kalian itu terlihat rukun !" kata wali kelas mereka yang sedikit marah.

"dia yang cari masalah denganku bu ! dia…"

"sudah sudah ! kalian semua bubar !" kata wali kelas mereka memotong perkataan Tayuya.

Sakura masih terisak dan masih menetaskan air matanya. Sedangkan Tayuya yang hendak menghampiri Sakura tiba – tiba lenganya ditahan oleh seseorang.

"sudahlah, kau tidak mendengar bu Misa tadi, ayo" ucap Sasuke menghentikan Tayuya dan mengajak kedalam museum namun pandanganya diarahkan ke Sakura yang diam mematung.

"ayo" ajak Sasori kepada Sakura yang masih mematung diam sambil meneteskan air mata.

Semenjak keajadian itu, sepulang dari museum Sakura hanya diam menatap kearah luar, Sasoriyang melihatnya hanya bisa menatap sedih melihat Sakura yang murung.

"apa menurutmu semua yang aku lakukan selama ini salah ?" tanya Sakura yang msih mneghadap kearah luar.

"terkadang apa yang kita harapkan tidak sesuai keinginan kita, kita memiliki niat baik tapi orang lain belum tentu bisa memahaminya" jawab Sasori.

Mendengar perkataan Sasori, Sakura kembali meneteskan air mata. Melihat hal itu Sasoripun memeluk Sakura. "tapi akan berhasil jika kau tidak menyerah dan berusaha keras. Tuhan itu adil" jelas Sasori.

Sakura menjadi lega mendengar penjelasan Sasoriyang membuat hatinya terasa damai dan bersemangat kembali. Sakura mengeluarkan foto – foto yang jumlahnya lebih dari sepuluh itu yang tadi sempat mengenai pipinya, melihat foto itu Sakura hanya bisa memandang nanar.

Di bangku bis lain dibelakang, Tayuya sedang berusaha meminta penjelasan kepada pemuda yang dikenalnya sebagai kekasihnya. "kenapa kau diam ?"

"kami hanya teman" jawab Sasuke dingin sambil memandang matahari yang mulai turun perlahan itu.

"jika sedang bicara denganku tatap kearahku !" ucap Tayuya yang kesal dan marah.

"apa yang kau mau dariku, Tayuya ?! aku selalu ada disampingmu, menemanimu dan melakkukan yang kamu mau. Apa lagi ?" jawab Sasuke yang menatap kearah Tayuya.

"lalu bagaimana dengan foto – foto itu ?"

"kenapa kau lebih percaya kepada orang lain, sebenarnya kau menaruh kepercayaan dirimu itu kepada siapa ? jangan memandang kearah sesuatu yang jauh dan kau kemudian memercayainya, tapi pandanganlah apa yang ada didekatmu yang benar – benar terlihat bisa dipercaya."

"tapi tidak semuanya"

"setidaknya pandanglah ke arah yang paling dekat barulah kearah yang jauh" Tayuya yang mendengarnya hanya bisa diam, terlihat kecewa karena tidak mendapatkan jawaban yang tepat.

'entahlah Sasuke, kau memang selalu ada disampingku, tapi aku bisa merasakan kalau kau memandang kearah lain. Aku memang memilikimu tapi aku merasakan cintamu bukan milikku' batin Tayuya.

"istirahatlah, keadaanmu belum sembuh total" perintah Sasuke.

"aku sudah sembuh" jawab Tayuya dingin.

Kembali ke Sakura yang sedang memandangi foto – foto itu, namun segera beralih ke arah luar. Memandang matahari yang telah menghilang tak terlihat menyisakan cahaya yang memantul ke awan – awan. "bahkan ketika sudah menghilang kau masih bisa meninggalkan cahaya" Sakura tersenyum memandang matahari yang telah hilang. "apa aku bisa seperti matahari itu ?"

"kau bisa, kau akan menjadi matahari untukku"

"ah, kau mulai lagi" memukul pelan pundak Sasoridengan wajah menahan malu.

"kenapa ? aku tidak bercanda, jika aku tidak bertemu denganmu, aku tidak akan seperti ini."

"maksudmu ?"

"anggap aku adalah ruang yang gelap, dimana orang tidak bisa melihat apa isi yang ada didalanya atau bahkan tidak menganggapnya ada, tapi ketika kau masuk kedalam hidupku, kau seperti cahaya. Kau menerangiku, membuat orang tahu apa yang ada didalam ruang gelap itu bahkan mencoba memasukinya " jelas Sasori.

Sakura masih terlihat bingung dengan penjelasan Sasori. Sasorihanya bisa tersenyum memaklumi. "kau membuat hidupku penting untuk orang lain, kau bisa membuatku berguna untuk orang lain"

"kenapa bisa ?" tanya Sakura yang benar – benar terlihat bingung.

"terima kasih sudah percaya padaku, Sakura" ucapa Sasoripelan sambil mengusap pipi Sakura lembut.

"kalau begitu, jangan lakukan hal - hal yang aneh lagi dan berbahaya. Janji". Menunjuk ke arah Sasori. Dibalas dengan anggukan oleh Sasori.

Sakura hanya bisa diam dan menatap Sasori. 'Tuhan, terima kasih telah mengirimkan orang seperti Sasorikepadaku'

"hati -hati"

"ya, kau juga" jawab Sakura pada Sasoriketika hendak turun dari bus umum. Setelah pulang dari museum, mereka berdua pergi ke kedai makanan favorit Sasori, Mi Soba. Baru setelah itu pulang.

Sasorihanya membalasnya dengan senyuman dan lambaian tangan melewati kaca bus. Bus pun kembali melaju pergi. Sambil menatap kepergian bus dengan tersenyum, Sakura pun mulai beranjak dari tempatnya untuk masuk kerumah, tapi ketika berbalik tanpa sengaja dia menabrak pot bunga yang ada disamping kanan dan kiri jalan setapak dirumahnya itu sampai pecah. Membuat Sakura sangat terkejut dan entah kenapa hatinya menjadi merasa tidak tenang. Kembali ia tatap jalan yang dilalui bus yang ia tumpangi bersama Sasori tadi dengan wajah yang khawatir.

TBC

Terima kasih kritik, saran dan semangatnya _