"Setelah keluar dari rumah sakit dokter menyarankanku untuk mengunjungi beberapa tempat sebelum aku mengalami kecelakaan, untuk memulihkan ingatanku. Disitulah aku mengenal Shizune-san." Hinata tersenyum geli mengingat kejadian itu, dia terlihat seperti orang bodoh. "Bahkan aku juga tidak mengingat Sakura-chan." Lanjut Hinata.

"Hinata. . apa kau tahu siapa orang yang membuatmu kecelakaan?" Tanya Naruto pelan dengan nada gelisah.

"Tidak .. Ah lagipula itu salahku juga. Hasil penyelidikan polisi mengatakan itu karena aku yang terlihat terburu-buru dan tidak memperhatikan jalan." Jawab Hinata

"Kalau kau memang tertarik dengannya berkenalan seperti biasa saja." Ucapan Sasuke beberapa waktu yang lalu pun kembali terngiang dipikiran Naruto.

'Apa benar, aku memulai semuanya dari awal lagi saja?' Pikir Naruto.

"Kalau kau mengenalku kenapa tidak datang ke rumah sakit? Maksudku seperti menjengukku? Kau bahkan tahu kalau aku mengalami kecela-"

"Hinata penyebab kecelakaanmu adalah aku." Potong Naruto cepat.

-A Piece of Cake-

Chapter 7

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Story : Incasey

Asli dari otak saya sendiri yang datang secara tiba-tiba.

Pairing : Naruto x Hinata [Main] , Sasuke x Sakura [Slight]

Genre : Romance

Rated : T

Warning !

Amatiran, Newbie, Typo sana sini, Abal, Bertele-tele ? Alur kecepetan ? POV yang berubah sendiri ? Ide pasaran? (maybe)

Enjoy~

While listening to : Jang Jae In - Hallucinations

"Bisa dibilang akulah penyebab kecelakaanmu."

Melihat Hinata yang tetap diam menatapnya, tanpa mengatakan apapun. Narutopun memutuskan melanjutkan penjelasannya.

"Sebenarnya, aku belum bisa dibilang kenal dekat denganmu juga saat itu. Kita baru kenal selama satu bulan. Meski begitu hubungan kita sangat baik."

Naruto menatap Hinata, seolah-olah mengharapkan gadis itu mengucapkan sesuatu. Namun Hinata hanya membalas tatapannya tanpa mengucapkan apapun.

"Sebelum aku kenal denganmu, aku memiliki seorang pacar. Kau juga mengenalnya, meski belum pernah bertemu dengannya. Seminggu sebelum aku mengenalmu aku putus dengannya. Yah . . karena suatu alasan. Namun dia selalu menyalahkanmu, sebelum kau hilang ingatan kau sebenarnya juga tidak mengetahui hal ini."

"Tapi sebenarnya, sebulan selama kita kenal kau selalu terkena sial. Entah itu barang-barangmu yang hilang, atau sering dimarahi oleh bosmu. Itu semua . . . ulah dari mantan pacarku."

Hinata mengernyit bingung mendengar penjelasan Naruto. Ia benar-benar tidak mengingat itu semua. Tapi entah kenapa perasaanya tidak enak, semoga saja dugaannya salah.

"Termasuk penyebab kecelakaanmu," Naruto menatap Hinata dalam. Seperti tatapan bersalah, tatapan minta maaf. "Itu juga ulah mantan pacarku."

Hinata menghela napas keras, ternyata dugaannya benar.

Sementara Naruto terlihat semakin bersalah melihat reaksi Hinata. Sepertinya ia telah melakukan kesalahan, seharusnya ia tidak mendekati Hinata lagi jika tahu akan begini jadinya.

"Tapi aku sudah menyelesaikan semuanya. Jadi dia tidak akan mengganggumu lagi. Aku benar-benar minta maaf."

"Naruto-san."

Hinata tersenyum, "Tidak apa, itu bukan salahmu."

"Kurasa dia sangat mencintaimu. Jangan terlalu menyalahkannya, dia hanya terlalu terobsesi denganmu sehingga tidak bisa berfikir sehat." Lanjut Hinata.

"Apa kau tidak mau menemuiku lagi?" Naruto menatap Hinata tegas.

"Apa kau membenciku? Berharap senandainya tidak bertemu denganku? Atau bahkan mengenalku?" Lanjut Naruto.

Hinata memandang Naruto tidak percaya, dia sama sekali tidak berfikir hal itu sebelumnya. Bahkan sesudah mendengar penjelasan Naruto ia masih sama sekali tidak memikirkan itu. Sejujurnya ia merasa senang mengetahui perasaan Naruto, tentu saja ini bukan pertama kalinya ada seseorang yang mengatakan suka kepadanya.

"Naruto-san, sepertinya kau benar-benar menyukaiku." Hinata berkata sambil tersenyum geli.

Naruto tersentak kecil mendengar ucapan Hinata, dan entah kenapa ia tiba-tiba merasa gugup. Apa setiap gadis akan selalu mengeluarkan respon seperti ini setelah mereka menerima pengakuan dari seseorang? Dan apa-apaan dengan senyum manisnya itu!? Bikin jantung tidak normal saja.

"Ehem" Naruto berdehem mencoba menutupi kegugupannya, "Apa kau selalu begini?" Lanjutnya sambil mengalihkan tatapannya ke sekeliling.

"Hm? Selalu begini?" Tanya Hinata tidak mengerti.

"Mempermainkan perasaan seseorang." Jawab Naruto cepat.

What!? Hinata tertawa mendengar jawaban Naruto yang terdengar seperti protes itu. Sementara Naruto mendengus geli melihat Hinata yang malah tertawa. Benar-benar diluar dugaannya. Selama satu tahun ini Naruto terus berfikir bagaimana caranya memberitahu Hinata tentang hal ini dan mempersiapkan mental jika nantinya Hinata akan membencinya ataupun tidak akan mau menemuinya lagi.

"Kau tahu, reaksimu benar-benar diluar dugaanku." Ucap Naruto sambil menatap Hinata yang masih tertawa.

Hinata menatap Naruto, berhenti tertawa lalu tersenyum "Naruto-san sudah mengenalku sejak lama dan juga menyukaiku sejak lama, dan karena kecelakaan yang menimpaku ini membuatmu menjadi merasa bersalah dan terus memendamnya selama satu tahun dan akhirnya berani mengakui semuanya kepadaku sekarang. Mendengar itu, sudah menjelaskan bahwa kau memang benar-benar serius dengan perasaanmu. Kau bahkan sampai memikirkannya sampai satu tahun. Itu sudah cukup jelas."

Naruto terdiam kaget mendengar penjelasan Hinata, semua itu memang benar. Naruto sampai hampir gila karena memikirkan bagaimana reaksi Hinata selama satu tahun ini. Dan hanya dalam hitung menit gadis itu bisa memahami perasaanya, dan sedang tersenyum manis di depannya.

"Apa itu berarti, kau memaafkanku?" Tanya Naruto.

Salah satu alis Hinata terangkat, "Kurasa kau tidak memerlukan permintaan maafku Naruto-san."

Naruto mengernyit, "Karena kau tidak salah." Lanjut Hinata.

"Kalau begitu, apa kau juga menyukaiku?" Tanya Naruto lagi.

Hinata menatap sekeliling, lalu kembali menatap Naruto dan tersenyum "Tidak."

Ha!?

Naruto mengernyit heran, tidak? Tidak katanya?

"Apa?"

"Maaf, tapi aku masih belum memiliki perasaan seperti itu kepadamu. Mungkin lebih ke perasaan . . . kagum daripada suka." Jawab Hinata pelan.

"Itu tidak mungkin, kau juga menyukaiku. Aku yakin itu." Jawab Naruto cepat.

"Kenapa kau bisa berfikir begitu?" Tanya Hinata sambil tersenyum geli.

Naruto berkedip bingung, benar juga. Kenapa dia bisa yakin bahwa Hinata juga menyukainya?

Setidaknya mengingat kenangannya dengan Hinata sesaat sebelum Hinata mengalami kecelakaan ia bisa yakin bahwa Hinata juga menyukainya. Tapi, sekarang Hinata tidak mengingat hal itu semua, semua kenangan itu. Hinata tidak mengingatnya, apa perasaannya juga hilang begitu saja?

Hinata menghela napas melihat Naruto yang hanya diam melamun,

"Apa sebelum aku mengalami kecelakaan, kita . . . berpacaran? Atau . . aku mengatakan suka kepadamu?" Tanya Hinata lagi.

Naruto terdiam bingung, " I-itu . . tidak." Gumam Naruto pelan.

Hinata menghela napas mendengar jawaban Naruto yang terdengar ragu-ragu itu. Mau bagaimana lagi itu memang benar, sejauh pengetahuan dan perasaan Hinata saat ini ia tidak memiliki sesuatu hal seperti rasa suka kepada siapapun saat ini. Dengan Naruto sendiri ia hanya merasa seperti hubungan orang yang beru dikenal seperti biasa, ditambah dengan kenyataan bahwa Naruto adalah seorang artis dan Hinata hanya mahasiswa biasa.

"Maafkan aku, Naruto-san." Ucap Hinata menyesal, entah kenapa Hinata memang merasa menyesal karena tidak bisa membalas perasaan Naruto saat ini.

Naruto menatap Hinata, "Kalau begitu, akan kupastikan bahwa kau memang menyukaiku." Ucap Naruto tegas.

Hm!? Apa itu sebuah permintaan atau pernyataan? Tunggu, itu pernyataan.

.

.

.

.

Naruto menghempaskan dirinya ke sofa, lalu memejamkan matanya mencoba menghilangkan lelahnya sejenak.

Sasuke yang sedari tadi memang sudah duduk di sisi sofa lainnya hanya menatap Naruto bingung, namun kemudian mengerti kenapa Naruto terlihat seperti orang yang kacau sekarang.

"Jadi . . Hinata sudah tahu semuanya?" Sasuke mulai berbicara.

Narutopun membuka matanya lalu menatap malas ke Sasuke, "Ya." Jawab Naruto seadanya.

"Semuanya?" Tanya Sasuke sekali lagi.

Naruto terlihat berfikir sebentar kali ini, "Seperti yang kau bilang, Hinata juga tidak mengingat tentang Ino." Naruto berucap pelan.

"Tentu saja, sejak sebelum Hinata kecelakaan dia juga belum pernah bertemu Ino. Dia hanya mendengar ceritanya dari rengekkanmu." Kata Sasuke santai.

Naruto mengernyit, "Hei! Aku tidak merengek padanya!" Naruto berucap kesal.

Sasuke hanya mengangkat bahunya acuh tak acuh, lalu kembali bersender pada sofa dan memejamkan matanya.

Naruto menghela napas pelan, lalu mengikuti Sasuke dengan menyenderkan diri ke sofa dan memejamkan mata.

"Tapi . . . kau orang yang move on dengan cepat juga Naruto." Ucap Sasuke masih dengan posisinya.

Naruto membuka matanya lalu menatap Sasuke tidak mengerti, "Apa maksudmu?"

Sasukepun juga membuka matanya namun tidak menatap Naruto,

"Kalau tidak salah kau bertemu Hinata satu minggu setelah kau dan Ino putuskan? Kau bilang itu cinta pada pandangan pertama?" Jelas Sasuke.

Naruto mengernyit, lalu mendengus kesal.

"Ino, aku merasa hubungan kami tidak seimbang."

Sasuke melirik Naruto sebentar lalu kembali menghadap ke atas menatap dinding langit ruangan itu.

"Sejujurnya aku merasa seperti tidak memiliki perasaan spesial kepada Ino. Dia memang cantik dan baik. Benar-benar gadis yang baik. Tapi . . . gadis yang labil jika sudah berurusan dengan perasaan."

"Dia benar-benar menyukaimu kau tahu." Ucap Sasuke.

"Dia terlalu terobsesi denganku, lagipula kalau dia menyukaiku tapi akunya tidak . . harus bagaimana lagi? Aku sudah mencoba selama 2 tahun dan masih belum memiliki perasaan untuknya."

"Selama 2 tahun itu hubungan kalian lancar-lancar saja."

"Karena lancar-lancar saja,. . karena aku tidak memiliki perasaan padanya itulah alasannya. Jadi aku memutuskan untuk mengakhiri semuanya. Saat itu aku juga sedang stress untuk debut juga. Ditambah Ino yang masih terus mengekoriku, itu membuatku terganggu." Naruto tersenyum geli mengingatnya, "Tapi saat itu juga akhirnya untuk pertama kalinya aku memperhatikan seseorang gadis, ah tidak kurasa kedua kalinya."

Sasuke mengernyit, "Kedua?" Tanya Sasuke.

"Kau ingat saat pertama kali aku bertemu dengan Ino? Festival sekolahmu." Ucap Naruto.

Sasuke mengangguk, tentu saja dia ingat. Saat Naruto datang ke sekolahnya yang sedang mengadakan festival sekolah. Saat itulah Naruto bertemu Ino yang merupakan teman sekelasnya.

"Sebelum aku bertemu Ino di ruang klub memasak, aku sempat bertabrakan dengan salah satu siswi di sekolahmu itu. Aku tidak tahu dia siapa, tapi jika kuingat-ingat lagi kurasa dia cinta pertamaku." Naruto tersenyum geli sambil mengeleng-gelengkan kepalanya pelan.

Sasuke mendengus, "Cinta pertama apanya."

"Sejujurnya aku bahkan tidak ingat bagaimana wajahnya, tapi aku merasa ia memiliki warna rambut yang sama dengan Hinata. Saat bertemu Hinata aku merasa seperti bertemu cinta pertamaku kembali." Ucap Naruto.

"Kau jatuh cinta hanya karena itu? Lalu kenapa kau tidak mencarinya saja sekarang? Hei, kau bahkan menyamakan siswi itu dengan Hinata, kau fikir bisa saja gadis itu Hinata?" Kata Sasuke tidak percaya.

"Hei, akukan hanya bertemu dengannya sekali saat itu. Aku juga berniat mendekatinya tapi aku akhirnya bertemu Ino saat itu."

"Apa maksudmu? Bukankah kau bertemu Ino di ruang klub memasak? Lagipula kenapa kau ke ruang klub memasak?"

"Setelah bertabrakan dengan siswi itu, aku terus memperhatikannya dan aku melihatnya meninggalkan box di salah satu meja. Kupikir dia melupakan barangnya itu jadi aku berniat mengembalikan box itu kepadanya. Saat aku mengikutinya dia masuk ke ruang klub memasak."

"Dan kau akhirnya bertemu dengannya?"

Naruto menggeleng, "Tidak, saat aku mengetuk pintu ruang klub memasak, yang keluar Ino. Aku bilang ingin mengembalikan box kepada salah satu siswi yang masuk ke ruangan itu. Tapi Ino melarangku masuk, jadi aku menitipkan box itu kepada Ino."

"Lalu?"

Naruto menatap Sasuke dengan salah satu alisnya terangkat bingung, "Ya sudah, hanya itu. Aku tidak pernah bertemu dengan gadis itu lagi. Setelah itu akukan menemuimu dan aku bertemu dengan Ino lagi yang ternyata adalah teman sekelasmu. Begitukan?"

Sasuke menghela napas, "Benar-benar, cinta pertama apanya." Sasuke menggeleng-geleng geli.

"Hei, ada yang salah? Apa yang salah dengan cinta pertama?" Tanya Naruto.

"Kau."

"Aku?"

"Ya, kau."

"Kenapa?"

"Kau tertalu terbawa perasaan. Kau baru bertemu sesaat dan memang hanya bertemu sesaat tapi menganggap itu adalah cinta pertama."

Naruto mengerucutkan bibirnya tidak suka, "Kalau begitu, Hinata cinta pertamaku." Ucap Naruto.

"Terserah kaulah." Kata Sasuke malas.

"Kalau kau?"

Sasuke menatap Naruto, "Ada apa denganku?" Ucap Sasuke tidak mengerti.

"Siapa cinta pertamamu?" Tanya Naruto.

"Dengan fans yang berjuta-juta seperti itu, bagaimana mungkin Sasuke masih sempat memikirkan percintaan Naruto?"

Naruto dan Sasuke pun menoleh ke arah sumber suara.

"Berbeda denganmu, Sasuke bukan orang yang mudah terbawa perasaan." Ucap Tsunade sambil menunjuk Naruto dengan dagunya santai.

"Tsunade-sama. . ." Kata Naruto kaget melihat manajernya yang entah sejak kapan sudah berdiri di depan pintu sambil bersidekap.

"Kalian berdua ayo cepat ke studio. Sai, Shikamaru dan Gaara sudah menunggu kalian dari tadi." Ucap Tsunade lalu berjalan pergi meninggalkan ruangan itu.

.

.

.

"Jadi . . Uzumaki Naruto adalah kenalanmu sebelum kau mengalami kecelakaan? Dan setelah kecelakaan karena kau mengalami hilang ingatan, kau jadi tidak mengingat Naruto sama sekali?"

Hinata mengangguk membenarkan ucapan Sakura. Lalu mendesah pelan, mengangkat tangan kanannya lalu bertumpu dagu.

"Kupikir setelah satu tahun berlalu, aku sudah tidak melupakan semuanya. Tapi aku melupakan satu kejadian, yaitu pertemuanku dengan Naruto." Ucap Hinata pelan.

"Hei hei, kau bilang saat itu Naruto belum terkenal? Dia belum debut?" Tanya Sakura.

"Begitulah." Jawab Hinata.

"Apa saat itu kau juga mengenal Uchiha Sasuke?"

Hinata mengernyit lalu menatap Sakura, kemudian tersenyum geli.

"Aku hilang ingatan Sakura-chan. Aku tidak tahu." Ucap Hinata geli.

Sakura mengerucutkan bibirnya, "Kalau begitu ada kemungkinan Sasuke yang mengenalimu."

Hinata menghela napas pelan.

"Sekarang aku harus bagaimana?" Ucapnya pelan.

"Bagaimana apanya? Jalani saja seperti biasa." Kata Sakura sambil tersenyum.

"Seperti biasa?"

Sakura mengangguk membenarkan.

"Aku hanya . . merasa bersalah dengan Naruto-san." Ucap Hinata sambil menunduk.

Sakura menatap Hinata lembut, 'Kau sama sekali belum berubah Hinata.' Batin Sakura.

Ping!

Sakura tersentak kecil, lalu merogoh sakunya yang baru saja bergetar. Sementara Hinata yang awalnya menunduk mengikuti arah pandang Sakura yang terlihat mengeluarkan ponsel dari sakunya.

Hinata mengernyit bingung melihat ekspresi Sakura yang tiba-tiba berubah aneh. Lalu kaget karena detik berikutnya Sakura menatapnya dengan ekspresi entahlah antara kaget dan bingung.

"Ada apa?" Tanya Hinata.

"Kau . . . apa lagi yang terjadi kemarin antara kau dan Naruto?" Ucap Sakura yang malah semakin membuat Hinata bingung.

Hinata mengernyit, "Aku kan sudah menceritakan semuanya, Sakura-chan." Jawab Hinata.

"Aku tidak tahu apa yang terjadi lengkapnya, tapi kurasa kau harus bersiap-siap Hinata." Kata Sakura lalu mengangkat ponselnya dan menunjukkan layar ponselnya ke hadapan Hinata.

Breaking News!

Uzumaki Naruto punya Pacar!?

Uzumaki Naruto, anggota boyband K-Five yang baru beberapa hari yang lalu mengeluarkan album terbarunya itu menghebohkan fansnya dengan pengungkapan cintanya kepada seorang wanita yang telah diketahui bernama Hyuga Hinata di cafe Bonjour pada hari Sabtu kemarin. Hyuga Hinata sendiri adalah seorang mahasiswa . . .

"Itu kau dengan Naruto kan?" Lanjut Sakura sambil menunjuk sebuah foto yang ditampilkan paling atas dari situs yang dibuka oleh Sakura.

Foto itu memperlihatkan Naruto yang sedang memegang tangan seorang wanita yang terlihat ingin pergi.

Hinata berkedip tidak percaya, "Itu . . aku!?" Pekik Hinata.

.

.

.

.

.

To Be Continued

Special Thanks

Amanda651, Hagoromo604, Namikaze632, NataHiru, Rehan773, Sandal784, ShirouAmachi, afika chia, anirahani, cheeseburgerslayers, endahs442, jujumi chan, 17, thessaaths, burger keju, didiksaputra, endahmaulana428, oshrj94, thirty30, tonyfa77, tsukihime4869, UI21 , Ndul-chan Namikaze, yulianawanda110798, iendra33, Ryousuke 0919, Chinatsu-nyan, HariawanRudy, dindra510, Honeymoon Hamada, sskiara, meluneisdead, VANDI RAHMAT, .

Ari-Gates : Ahaha oke thank you.

Lail Hanindya : Begitulah :'v dan sekarang sudah terbongkar yeayyy :v/

LuluK-chaN473 : Siappp

Bill Arr : Dan . . tulisan "TBC" nya hadir lagi disini :'v. Nah tuh kenapa coba.

p.s : Untuk chapter selanjutnya mungkin akan lama update karena, Author sedang keluar kota dan ada sedikit masalah jadi akan lama update. Sekali lagi mohon maaf dan thank you minna-san ^^/

Thank you for reading, and following this story.

Hope you like it. ^^

Review Plis?

Incasey