"Aku hanya . . merasa bersalah dengan Naruto-san." Ucap Hinata sambil menunduk.

Sakura menatap Hinata lembut, 'Kau sama sekali belum berubah Hinata.' Batin Sakura.

Ping!

Sakura tersentak kecil, lalu merogoh sakunya yang baru saja bergetar. Sementara Hinata yang awalnya menunduk mengikuti arah pandang Sakura yang terlihat mengeluarkan ponsel dari sakunya.

"Ada apa?" Tanya Hinata.

"Kau . . . apa lagi yang terjadi kemarin antara kau dan Naruto?" Ucap Sakura yang malah semakin membuat Hinata bingung.

"Aku tidak tahu apa yang terjadi lengkapnya, tapi kurasa kau harus bersiap-siap Hinata." Kata Sakura lalu mengangkat ponselnya dan menunjukkan layar ponselnya ke hadapan Hinata.

Breaking News!

Uzumaki Naruto punya Pacar!?

Uzumaki Naruto, anggota boyband K-Five yang baru beberapa hari yang lalu mengeluarkan album terbarunya itu menghebohkan fansnya dengan pengungkapan cintanya kepada seorang wanita yang telah diketahui bernama Hyuga Hinata di cafe Bonjour pada hari Sabtu kemarin. Hyuga Hinata sendiri adalah seorang mahasiswa . . .

"Itu kau dengan Naruto kan?" Lanjut Sakura sambil menunjuk sebuah foto yang ditampilkan paling atas dari situs yang dibuka oleh Sakura.

Foto itu memperlihatkan Naruto yang sedang memegang tangan seorang wanita yang terlihat ingin pergi.

Hinata berkedip tidak percaya, "Itu . . aku!?" Gumam Hinata.

-A Piece of Cake-

Chapter 8

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Story : Incasey

Asli dari otak saya sendiri yang datang secara tiba-tiba.

Pairing : Naruto x Hinata [Main] , Sasuke x Sakura [Slight]

Genre : Romance

Rated : T

Warning !

Amatiran, Newbie, Typo sana sini, Abal, Bertele-tele ? Alur kecepetan ? POV yang berubah sendiri ? Ide pasaran? (maybe)

Enjoy~

While listening to : Kassy – Listen to the song

"Hubungan kisah cinta antara mahasiswi dan anggota boyband. Bukankah itu kisah cinta yang romantis?"

"Sepertinya bisa dibilang begitu, mengingat Uzumaki Naruto adalah orang yang cukup terkenal entah itu dari talentanya bahkan dari ketampanannya juga."

"Wuoww semua gadis pasti juga akan menyukainya. Tapi aku benar-benar terkejut mengetahui bahwa Naruto-san lah sendiri yang mengungkapkan cintanya."

"Anda benar, mengingat fans nya yang juga banyak itu. Bagaimana ya, reaksi mereka begitu mengetahui idola mereka memiliki kekasih?"

"Dari pihak K-Five sendiri juga belum mengonfirmasi apapun mengenai hal ini."

"Tapi, aku dengar kekasih Uzumaki Naruto memang sangat cantik."

"Namanya Hyuga Hinata, dia-"

PIK!

Naruto berkedip menatap kosong ke layar TV yang tadinya menampilkan acara gosip itu menjadi layar hitam. Perlahan kesadarannya pun mulai kembali, tangannya terangkat mengacak-acak kasar rambutnya.

"Akhhh!" Teriaknya parau.

"Kau benar-benar ceroboh." Ucap Sasuke sambil melahap ramennya dengan santai.

"Merepotkan sekali." Tambah Shikamaru yang sedang menyenderkan tubuhnya di sofa sambil memejamkan mata.

"Indahnya cinta." Sai berucap sambil tersenyum menatap Naruto yang masih mengacak-acak rambutnya. Sementara Gaara hanya diam sambil memainkan smartphonenya.

Naruto terdiam, namun dahinya berkerut dan ekspresinya berubah-ubah seakan-akan sedang memikirkan sesuatu. Lalu mulai merogoh sakunya dan mengeluarkan ponsel. Dengan ekspresi serius, Naruto terlihat menekan sebuah nomor kontak lalu meletakkan ponselnya di telinga.

"Kau menelpon siapa?" Tanya Shikamaru tidak mengerti dengan sikap Naruto.

"Hinata." Jawab Naruto singkat, lalu beranjak pergi meninggalkan ruangan tersebut.

Melihat itu Shikamaru hanya menggeleng-geleng ringan, "Kenapa dia malah menghubungi Hinata? Dia tidak tahu kalau Tsunade-sama bisa saja datang membunuhnya sekarang juga." Ucapnya santai.

"Tsunade-sama tidak akan membunuhnya, mungkin hanya melarangnya makan ramen selama tiga bulan penuh." Sai berkata sambil tersenyum geli.

"Itu sudah dianggap membunuh bagi Naruto." Gaara pun akhirnya berucap setelah dari tadi hanya diam.

"Tapi mungkin bisa sampai satu tahun." Tambah Gaara.

"Kenapa?" Tanya Sasuke tidak mengerti.

"Lihat ini." Gaara memberikan smartphone nya kepada Sasuke yang menunjukkan salah satu situs gosip.

Hinata Hyuga adalah salah satu penggemar K-Five yang mendapatkan hadiah dari Naruto saat mendatangi acara pembukaan album baru K-Five. Kebetulan ataukah ini Cinta Pertama Naruto? Atau selama ini mereka sudah saling mengenal? Bagaimana tanggapan Fans Naruto mengenai ini?

Sasuke tersenyum tipis, "Benar juga, saat itukan pertama kali Naruto bertemu dengan Hinata secara langsung setelah satu tahun lamanya."

"Aku baru tahu, kalau kau suka membuka gosip di smartphonemu Gaara." Ucap Sai sambil menatap Gaara dengan geli.

"Pfft" Shikamaru tertawa tertahan mendengarnya, sementara Gaara terlihat sedikit memerah namun segera menyembunyikannya dengan sikap cool.

Gaara berdehem pelan, "Tidak juga, aku tadi sedang chat dengan saudaraku lalu dia mengirimiku link situs itu."

"Ya ya terserah kau." Jawab Shikamaru sambil tertawa geli.

Dan senyuman Sai pun melebar.

.

.

.

"Kenapa dia tidak mengangkatnya?" Ucap Naruto parau sambil menatap layar ponselnya yang menampilkan nomor kontak Hinata.

Sementara itu Hinata,

Hinata menatap kesal ke layar ponselnya dengan hati-hati lalu kembali ke arah depan memperhatikan dosennya yang masih sibuk menuliskan sesuatu di papan tulis.

'Berhentilah meneleponku Naruto-san, aku sedang ada kelas.' Batin Hinata kesal.

Dan ponsel Hinata kembali bergetar, dengan terburu-buru Hinata mematikan panggilan tersebut lalu hendak mengirim pesan kepada Naruto.

"Hyuga-san?"

Hinata tersentak mendengar namanya dipanggil, lalu segera menatap ke sumber suara yang ternyata adalah dosennya. Sambil menatap sekeliling sejenak yang ternyata para mahasiswa lainnya juga sedang menatapnya, Hinatapun sadar lalu segera berdiri lalu membungkuk minta maaf.

"Bisa tolong ponselnya dimatikan dulu? Atau jika itu panggilan penting silahkan telepon dulu di luar." Ucap Dosennya sambil tersenyum kepada Hinata.

"Ah ini tidak pen-"

DRrrrtt

Ucapan Hinata terputus begitu ponsel yang ada di genggemannya kembali bergetar.

"Tidak apa-apa, sepertinya itu penting. Angkatlah dulu."

Hinata terdiam sebentar, lalu kembali membungkuk mengucapkan maaf dan terima kasih lalu keluar kelas.

Sakura yang melihat itu hanya menatap Hinata keluar dari kelas lalu bergumam pelan, "Itu pasti Naruto." Lalu tersenyum singkat dan kembali menghadap ke depan.

.

.

.

"Akhirnya kau menjawab juga, kau ada dimana sekarang?"

Hinata mengernyit jengkel mendengar Naruto yang langsung bertanya dimana dia begitu ia menekan tombol jawab.

"Maaf Naruto-san, tapi aku sedang ada kelas sekarang. Bisakah kau menelponku nanti?" Ucap Hinata sedikit sewot.

"A.. Begitu. Maafkan aku." Suara Naruto terdengar memelan di ujung sana.

Hinata menghela napas pelan, "Tidak apa-apa. Aku sedang ada di kampus. Ada apa?"

"Kau baik-baik sajakan?"

Hinata mengernyit bingung mendengarnya, "Aku baik-baik saja, tapi kenapa?"

"Apa ada sekelompok gadis yang mengerjaimu atau melakukan sesuatu kepadamu? Atau para wartawan mendatangimu?"

Hinata tertawa geli mendengarnya, ah sekarang dia paham kenapa Naruto-san menelponnya. Pemuda itu mengkhawatirkannya, dan entah kenapa itu membuatnya sedikit senang.

Sementara Naruto yang mendengar suara tawa Hinata sedikit bingung dan takut karena menyalah artikan bahwa Hinata sedang terisak.

"Hi-Hinata? Hei kau baik-baik saja?"

Hinata menggeleng pelan mencoba menjawab pertanyaan Naruto meskipun dia tahu bahwa Naruto tidak bisa melihatnya sekarang.

'Aku tidak baik-baik saja, karena aku merasa bersalah kepadamu.' Pikir Hinata.

Sementara Naruto semakin khawatir karena tidak mendengar jawaban dari Hinata.

"Hinata? Kau masih disana? Aku akan datang, tunggulah." Ucap Naruto terburu-buru.

Hinata yang mendengarnya terbelalak kaget, "Eh a-aku masih disini, aku baik-baik saja Naruto-san."

"Kalau begitu aku akan tiba sebentar lagi, kau selesai jam berapa?"

"I-itu tidak perlu, disini banyak penggemarmu Naruto-san. Nanti-"

"Tidak apa-apa, aku hanya mau menemuimu." Ucap Naruto memotong kata-kata Hinata.

DEG

Hinata terdiam, memejamkan matanya pelan 'Apa-apaan itu tadi? Dan kenapa aku senang?' Pikir Hinata bingung.

"Hinata?"

"Ah i-iya, eh maksudku aku selesai sekitar satu jam lagi." Hinata mengangkat tangan kirinya lalu melihat jam yang bertengger disana.

"Baiklah. Aku akan menelponmu satu jam lagi. Aku akan sampai dalam waktu 30 menit."

"Eh? Tidak perlu terburu-buru Naruto-san. Kau malah jadi harus menungguku nanti."

"Tidak apa-apa, kembalilah ke kelasmu."

"Eh tapi . ."

"Telepon aku jika kelasmu selesai lebih cepat, dan maaf menganggumu tadi. Mungkin kau dimarahi dosenmu ya?"

"Baiklah, aku akan menelponmu nanti."

"Bagus, sampai jumpa nanti Hinata."

"Sampai jumpa."

Hinata menatap layar ponselnya sambil melamun, lalu berkedip pelan seakan kesadarannya mulai kembali lalu memasukkan ponselnya ke saku dan berjalan memasuki kelas.

.

.

.

Hyuga Hinata melirik sekitar mencoba mencari seseorang yang sudah ditunggunya sejak 5 menit yang lalu. Tidak menemukan orang yang dimaksud, ia pun mengangkat pergelangan tangan kirinya dan kembali memerikasa jam sekali lagi.

'Kenapa belum datang?' Pikir Hinata bingung, seharusnya Naruto sudah ada di sini sejak 30 menit yang lalu.

"Hinata!"

Hinata pun menengok ke belakang, dan memekik kaget menyadari bahwa orang yang memanggilnya adalah

"Kau kecewa malah bertemu denganku?" Ucap pria tersebut sambil membenarkan letak topi yang digunakannya.

Sebelah alis Hinata terangkat, "A.. Anda siapa ya?"

Jelas Hinata kecewa, tak hanya itu tapi dia juga terkejut melihat penampilan orang di depannya ini. Topi Hitam, kacamata hitam, kemeja hitam, dan celana panjang jeans gelap. Apa dia baru saja dari pemakaman? Batin Hinata mencoba berfikir realistis.

"Kau tidak mengenalku?" Pria itu membalas pertanyaan Hinata dengan pertanyaan.

Hinata diam tidak mengerti, apakah dia pernah bertemu dengan pria serba hitam ini? Atau hobinya memang memakai warna hitam baik di cuaca yang panas ini?

"Wah . . benar-benar luar biasa, ini pertama kalinya aku bertemu seseorang yang mengalami amnesia." Tambah pria itu dengan ekspresi kagum.

'Amnesia? Apa yang dia bicarakan?' Pikir Hinata sambil mundur selangkah.

Drrtt

Pria itu tersentak lalu merogoh saku celananya. Hinata yang juga menyadari ponsel pria itu bergetar, mulai mundur selangkah lagi secara perlahan.

"Ya?" Ucap pria itu setelah meletakkan ponsel ke telinganya.

Sesekali pria itu melirik ke arah Hinata sambil merespon ucapan si penelpon.

"Tunggu . apa!? Kau gila?"

Hinata tersentak dan reflek mundur selangkah lagi mendengar pria di depannya itu berbicara dengan nada tinggi.

"Kalau ketahuan bisa jadi skandal kau tahu?" Pria itu masih berbicara dengan orang di seberang telponnya, namun ketika ia melirik Hinata sadar akan sikapnya yang membuat Hinata berdiri jauh darinya segera menggumamkan maaf tanpa suara.

Hinata pun hanya mengangguk kaku melihatnya.

Setelah sekitar satu menit berlalu akhirnya pria itupun menurunkan ponselnya sambil berdecak kesal.

"Begini Hinata ak-

"Hinata!"

Hinata dan pria di depannya itu pun menengok ke sumber suara. Hinata terlihat bernafas lega begitu menyadari Sakura datang menghampirinya, sementara pria di depannya terlihat sedikit terkejut melihat gadis bersurai pink itu datang.

"Kau baik-baik saja?" Tanya Sakura begitu sampai di samping Hinata, dan segera saja gadis itu memegang lengan kiri Hinata.

Hinata tersenyum lalu mengangguk mengiyakan pertanyaan sahabatnya itu.

Sakura balas tersenyum lalu mengalihkan pandangan ke pria di depan Hinata yang memang sebenarnya sudah di curigai olehnya sejak melihat Hinata dari kejauhan tadi.

"Maaf, anda siapa?" Sakura bertanya dengan sopan sambil mencoba mengintip wajah yang sedikit tertutup topi hitam itu.

Pria di depan mereka itu berdehem sekali lalu mengangkat wajahnya sedikit hingga akhirnya memperjelas wajah dari pria itu.

"Aku ingin meminta bantuan Hinata sebentar, " Ucap pria itu yang diikuti dengan keterkejutan dari Sakura begitu menyadari siapa pria di depannya kini.

"Kau.." Ucap Sakura tertahan.

"Ya ini aku, kau pasti mengenalku dengan baik. Sakura-san."

Uchiha Sasuke, si pria itu tersenyum melihat reaksi gadis yang dipanggilnya Sakura itu. Bagaimanapun reaksinya sesuai dengan dugaannya.

"Oh dan tolong jangan menimbulkan hal yang dapat menarik perhatian, aku berusaha senormal mungkin untuk datang kesini." Lanjut Sasuke sambil menatap Sakura dan Hinata bergantian.

.

.

.

Hyuga Hinata berjalan pelan namun pasti menuju apartemennya. Hari ini begitu melelahkan baginya. Wajar saja, sejak kejadian di cafe itu semua hal ini pasti akan terjadi. Pikirannya melayang ke kejadian siang tadi, saat Uchiha Sasuke yang merupakan leader dari K-Five yang bisa jadi sahabat dekat Naruto datang ke kampusnya. Ditambah dengan kehadiran Sakura yang merupakan fans berat dari Uchiha Sasuke.

"Sasuke-kun!" Pekik Sakura sambil membelalakan matanya terkejut sekaligus senang, begi menyadari pria yang ada di depannya ini adalah idola yang sangat-sangat di sukainya.

"Sa su ke?" Gumam Hinata sambil mengernyit heran.

"Aku tahu, seharusnya Naruto yang datang tapi si bodoh itu sedang menjalani hukumannya saat ini. Dan dia memohon padaku untuk datang menemuimu." Jelas Sasuke sambil membenarkan letak topi nya lagi untuk menutupi wajahnya.

"Hukuman?" Ucap Hinata tidak mengerti, kenapa Naruto di hukum? Hukuman apa yang di terima pemuda itu?

"Tenang saja, dia tidak apa-apa. Dia dihukum karena ceroboh." Jawab Sasuke sambil melirik Sakura yang terlihat sedang menatapnya dengan mata berbinar-binar.

"Kau bisa menghubunginya nanti. Lalu aku hanya ingin meminta tolong padamu."

"Kau pasti sudah tahu ada berita tentang Naruto yang menyatakan cinta kepadamu itukan?"

Wajah Hinata bersemu merah mendengarnya lalu mengangguk pelan, sementara Sakura mengernyit mendengarnya.

"Apa kau memintanya untuk tidak menanggapi wartawan atau menghindarinya saja, Sasuke-kun?" Sakura pun mulai bertanya.

"Awalnya aku juga berfikiran begitu, tapi ini adalah sesuatu hal yang sudah menyangkut hal pribadi sebenarnya. Dan aku tidak berhak untuk ikut campur," Ucap Sasuke sambil menatap Hinata mencoba meminta kepastian.

"Tapi karena mengingat hal ini mempengaruhi boyband kami, aku perlu memastikan hal ini kepadamu, Hinata."

Hinata dan Sakura pun hanya bisa diam menanggapi ucapan Sasuke, menunggu apa sebenarnya tujuan Uchiha Sasuke kemari.

"Apa kau menyukai Naruto?"

Hinata menghela napas keras, lalu berhenti berjalan setelah mengingat kejadian itu. Kenapa seorang Uchiha Sasuke menanyakan hal itu kepadanya? Apa Naruto yang menyuruhnya?

"Suka?" Gumam Hinata pelan, dia bertanya-tanya pada dirinya sendiri.

Apakah dia menyukai Uzumaki Naruto?

.

.

.

"Jadi bagaimana?" Tanya Naruto setelah melihat kedatangan Sasuke, sahabatnya yang datang ke rumah Naruto dan saat ini sedang duduk di sofa ruang tamu sambil bersender santai.

Sasuke melirik Naruto sekilas lalu menghela napas kecil. "Pasti sudah sampai rumah sekarang." Jawab Sasuke seadanya.

Naruto mengernyit mendengarnya, "Sekarang? Tunggu, aku kan memintamu mengantar Hinata pulang sampai rumah."

"Dia sendiri yang menolak, jadi mau bagaimana lagi." Ucap Sasuke sambil memejamkan mata.

Naruto mendengus lalu meraih ponselnya yang berasa di atas meja.

"Hei."

Naruto menengok ke arah Sasuke, lalu memasang ekspresi seolah-olah berkata 'apa?'

"Semoga beruntung." Ucap Sasuke lalu berdiri dan beranjak pergi menuju ke lantai atas.

"Apa?" Kata Naruto bingung.

.

.

"Apa kau menyukai Naruto?"

Sasuke menatap Hinata mencoba mencari jawaban pasti yang akan dikatakan oleh gadis itu. Hingga Sasuke bisa melihat ekspresi terkejut dari gadis itu begitu mendengar pertanyaannya, dan hanya menundukkan wajah yang terlihat merona merah.

"Ehem . . Sasuke-kun?"

Sasuke menoleh mendengar Sakura memanggil namanya, "Ya?"

"Ah itu, kurasa pertanyaan itu-"

"Sakura-chan, aku . . aku ada janji. Jadi aku duluan ya?" Ucap Hinata memotong ucapan Sakura.

"Eh baiklah, hati-hati." Jawab Sakura sedikit kikuk.

Hinata melirik sekilas ke arah Sasuke sambil sedikit membungkukkan badan lalu berjalan pergi.

Sasuke pun hanya bisa diam melihat Hinata yang terlihat kabur dari pertanyaannya itu, tanpa menyadari tatapan gadis disebelahnya yang terlihat berfikir keras.

"A-ano,.."

Mendengar suara Sakura, Sasuke pun tersadar lalu menoleh ke arah Sakura.

"Jadi ternyata Sasuke-kun juga mengenal Hinata ya." Ucap Sakura gugup.

Sasuke tersenyum, "Ya, aku juga mengenalmu Haruno Sakura."

Mata Sakura melebar mendengarnya, Uchiha Sasuke mengenalnya? Dia bahkan tahu nama lengkap Sakura?

"Senang bisa bertemu denganmu lagi, Sakura." Ucap Sasuke sambil mengelus puncak rambut di kepala Sakura, lalu Sasuke berjalan pergi menuju parkiran.

Sementara Sakura hanya bisa terdiam dengan wajah bingung dan merona.

.

.

.

To Be Continued

Special Thanks :

uzu ziite : Arigato ^^

Second09 : Yes! Fighting!

Lail Hanindya : Ehehe mumpung udah selesai :v langsung update

.980 : Yosh, siap

YumenoS : Aduh maaf sempet terbengkalai lama sekali, ini udah update.

Thank you for reading, and following this story.

Hope you like it. ^^

Review Plis?

Incasey