Chapter 2:

Pria Dingin

Sai Shimura sedang duduk menghadap kanvas. Dia menarik nafas panjang karena kanvas di depannya masih kosong. Sepertinya dia kehabisan inspirasi sudah sebulan dia tidak melukis apapun. Mungkin dia harus mencari pengalaman baru. Tidak sanggup melukis pria berambut hitam itu memutuskan untuk memandangi daun-daun yang jatuh di luar sana.

Rumahnya terletak di pinggir kota, terisolisir dan jauh dari keramaian. Di belakang rumahnya terdapat hutan maple dan ketika musim gugur seperti ini dia tidak akan jemu-jemu memandang dedaunan berwarna kemerahan dari studionya. Sai hidup sendirian di rumah yang luas itu. Orang mengangapnya pria penyendiri tapi sebenarnya Sai merasa cangung untuk bergaul. Dia tidak bisa memahami dan mengerti perasaan orang lain dan orang-orang selalu salah paham denganya. Maka dari itu Sai menutup diri.

Hidupnya hanya ditemani lukisan-lukisan yang bahkan tidak bisa dia beri nama karena dia tidak mengerti emosi apa yang dirasakan ketika memandang lukisan-lukisannya dan dia tidak menyangka lukisan-lukisan yang dia buat membuatnya menjadi kaya dan terkenal tapi pria itu tidak suka publisitas. Dia nyaman dengan hidupnya yang seperti sekarang. Sendiri dan jauh dari keramaian.

Handphone nya berdering, Dia melihat nomer yang tidak dia kenal di layar dan menerima panggilan tersebut.

"Halo, Shimura Sai?" Suara wanita menyapanya.

Sai menebak, itu telpon dari wanita semalam artis Yamanaka Ino. Sai memaki dirinya mengapa dia memberi gadis itu kartu namanya. Semalam dia tidak sadar kalau wanita itu Yamanaka Ino, Dia tentu pernah mendengar nama itu karena kerap kali menjadi pemberitaan tapi dia tidak pernah memperhatikan photonya karena dia tidak tertarik dan Sai juga tidak pernah menonton TV. Ia baru sadar ketika membaca kartu nama wanita itu di rumah.

"Iya, Ino Yamanka? Ada apa?" Jawab pria itu.

"Bagaimana kau tahu ini aku?" Tanya wanita itu heran.

"Karena aku tidak pernah memberikan nomer ku pada siapapun selain kamu" Sai menjelaskan.

Ino merasa tersanjung, 'Ah jadi pria itu tertarik padaku makanya memberiku nomernya. Kalau begitu akan sangat mudah membuat dia jadi budak ku, pria yang jatuh cinta gampang dimanfaatkan' pikir wanita itu licik.

"Begini, Bisakah kita bertemu di Plaza City . Aku mau menganti jas mu yang semalam. Kau bisa memilih Jas yang baru biar aku yang membayarnya"

"Tidak perlu Nona Yamanka, Aku masih punya banyak tidak perlu repot-repot itu hanya jas"

"Please, Aku mohon jangan membuatku merasa tidak enak" Ino memohon, 'Sial pria ini jual mahal padahal dia naksir aku, oke aku layani permainanmu' Pikir Ino marah.

"Ok baiklah, jam tiga sore?" Sai menyerah, Mungkin tidak ada salahnya dia keluar jalan-jalan sebentar siapa tau dia mendapatkan ilham.

"Baik, Terima kasih" Ucap Ino, dan Dia menutup telpon. "Yes..Yes" Teriak wanita berambut pirang itu.

Shikamaru mengeleng keheranan "Ada apa lagi Ino?"

"Ha, Aku akan kencan dengan Sai Shimura jam tiga sore nanti"

"Apa kau perlu membawa Choji?" Tanya managernya khawatir

"Tidak usah Shika, Aku mau berduaan saja dengannya"


Ino mempersiapkan dirinya layaknya akan pergi ke acara red carpet, walau tidak ada syuting hari ini dia memanggil make up artisnya. Wanita itu menghabiskan waktu tiga jam loh hanya untuk berdan-dan dan memilih pakian dan sepatu. Dia ingin tampil sempurna biar Sai langsung berlutut dan mencium kakinya.

Sai memarkirkan Jeep tuanya, Wanita itu mengirim SMS dan memintanya menunggu di Garden Café, Lalu ia dengan santai berjalan sambil melihat-lihat keramaian. Sai memilih duduk di luar dia suka mengamati orang-orang yang lalu lalang dan wanita itu pun datang. Rambut pirang nya tergerai hingga selutut, lalu dia melepas kacamata hitamnya. memamerkan bulu matanya lentik dan tebal dan mata biru kehijauan. Bibir penuhnya berwarna rose pink memberi aura fresh and sweet di wajahnya. Tentu saja Ino sudah memperhitungakan semua pose dan senyumanan mengoda yang dia latih selama bertahun-tahun di depan cermin tidak ada pria yang mampu menolak pesona Yamanaka, eh ada baru-baru Ini Si Uchiha Sasuke. cuma Ino memutuskan tidak menganggap pria itu ada.

Semua orang bilang artis Ino Yamanaka itu cantik, tapi tidak bagi Sai. Menurutnya wanita itu jelek dan artificial, lihat saja semua yang dia kenakan sangat tidak pratical dan cendrung ornamental. 'Apa kakinya tidak sakit jalan-jalan memakai sepatu hak tinggi seperti itu' pikir sang pelukis. Sai melukis tema natural seperti Alam, binatang, terkadang orang dengan aktifitasnya. Ia tidak pernah melukis portrait karena tidak pernah tertarik melihat ekspresi yang sudah diperhitungkan, seperti halnya dia memilih melihat candid picture daripada selfie. Sai berdiri dan menarikan kursi untuk Ino dan mempersilahkannya duduk, meskipun jarang bergaul Sai pernah membaca soal tata-krama. Hal kecil yang tadi dia lakukan membuat Ino terkesan.

'hm, Pria ini punya manners juga tapi…..' mata Ino langsung mengamati penampilan Sai. Pria itu mengenakan T-shirt hitam polos, jeans tua yang belel dan sepatu sneaker. Wanita itu jadi sedikit ilfeel. 'ih, mengapa dia tidak memakai pakian designer padahal dia kaya, duh untung wajahnya tampan meski pakai baju jelek masih terlihat ok. tapi masih kalah gaya dari Sasuke' Ino langsung membandingkan pria dihadapannya dengan Pacar sakura Haruno. Ino sangat bernafsu mengalahkan Sakura, Jadi bila Sai jadi pacarnya Ino akan memaksanya untuk make over.

"Mau minum apa?" Tanya pria berambut hitam itu pada Ino

"Cappucino"

Sai memangil pelayan dan mengorder minuman. Tidak berapa lama pesanan mereka datang dan Sai pun menikmati black coffe nya yang pahit tanpa gula, tiga menit berlalu dalam keheningan. Sai tidak berusaha untuk membuat percakapan.

'Apa-apaan ini, koq dia diam saja' Ino bosan, Akhirnya dia memulai percakapan 'Kau suka kopi hitam?" Tanya Ino basa-basi

"Tidak tahu, kebiasaan saja. Aku sering meminumnya" jawab Sai. Lalu pria itu sibuk menatap orang yang lalu-lalang.

'Mengapa dia tidak memandangiku malah melihat ke jalan udah capek-capek dandan loh' Ego wanita itu mulai terusik, karena biasanya para pria selalu fokus padanya dan mencurahkannya perhatian seratus persen.

"Bagaimana Aku harus menganti Jas mu yang aku rusak?" Tanya gadis itu

"Bayar saja biaya laundry-nya dan urusan kita beres" Jawab pria itu singkat. Sai merasakan firasat buruk.

Lalu dia melihat banyak kilatan blitz 'Sial, Paparazi' dugaan Sai benar, Dimanapun wanita ini berada selalu ada paparazzi disekitarnya. Harusnya dia diam di rumah saja.

"Maaf aku harus pergi. Bila identitas ku bocor ke pers aku akan menuntut mu" Pria itu buru-buru memakai kaca mata hitamnya dan pergi membaur dengan keramaian.

Ino Shock, Pria itu pergi begitu saja.

Tiba di apartementnya gadis itu melampiaskan kemarahanya dengan melempar semua barang di kamarnya. "Kau pikir dirimu Siapa Sai Shimura?" Gadis itu berteriak-teriak seperti orang gila. Ino tahu dia sedang tidak rasional.

Shikamaru yang mendengar semua keributan dari ruang tamu masuk ke kamar Ino, "Drama apa lagi kali ini"

"Pria itu meningalkan ku sendirian di café, Dia pergi begitu saja"

"Ino, Ino Sadar pria itu tidak suka dikenali, wajar dia kabur begitu melihat paparazzi"

"Aku tidak peduli Shika, Akan aku balas dia karena sudah mempermalukan aku"

"Terserah deh" Pria itu langsung keluar kamar Ino dan membiarkan gadis itu menangisi gengsinya yang baru saja hancur. "Duh lama-lama Ino membuat ku gila, Kalo tidak karena Inoichi memintaku menjaganya aku tidak akan ambil pekerjaan ini, Argh… menyusahkan sekali" Guman si pria berambut Nanas.

Benar Saja ke esokan Harinya Ino langsung jadi berita di majalah gosip'

"Artis Yamanaka Ino dicampakkan saat kencan"

Artis Yamanaka Ino tengah berkencan dengan Pria misterius yang tidak dikenali identitasnya, Menurut saksi mata pria itu terlihat marah dan langsung pergi meningalkan wanita cantik itu sendirian, Apakah Nona Yamanaka terkena karma buruknya karena sering mempermainkan pria? Lalu Siapa sebenarnya Pria berambut hitam yang mampu meninggalkan wanita secantik artis kita?

Ino membaca berita itu keningnya mengerenyit, 'Pemberitaan artis selalu saja lebay' putus wanita itu. Hari ini dia ada pemotretan bersama Sakura, Ino yakin gadis berambut pink itu akan mengolok-ngoloknya. Ino akan mendatangi rumah Sai Shimura untuk memaksanya membuat klarifikasi. Ino tidak rela digosipkan ditolak oleh pria, itu menjatuhkan harga dirinya.

Sai membaca Koran yang digeletakkan pelayannya di meja. Photo dia dan Ino yang sedang duduk di café menghiasi halaman pertama, Syukur wajahnya tidak tampak jelas. Semoga para wartawan itu tidak menggali indentitasnya. Dia sama sekali tidak tahu cara menghadapi pers. dia berhasil menghindari mereka bertahun-tahun dan hidup tenang. Hanya gara-gara wanita itu sekarang mereka akan mencari-carinya lagi. untuk sementara dia tidak akan keluar rumah dulu sampai gosipnya mereda.

Gadis pirang itu sudah berada di tempat pemotretan, Hari ini photo sessionnya bersama Sakura. Dia malas banget bertemu gadis itu sekarang. Padahal mereka sahabat baik dari kecil, Semenjak sama-sama terjun ke dunia showbiz entah mengapa mereka tengelam dalam rivalitas yang tiada berakhir. Tentu saja itu karena mereka berdua sama sama keras kepala, gengsian dan tidak mau mengalah

"Hi Pig, Aku sudah baca beritanya, menyedihkan sekali bukan. Sepertinya keberuntunganmu dengan pria sudah habis " Ujar Sakura mencemooh artis berambut priang itu.

"Diam kau forehead, Hanya karena kau makan malam dengan Sasuke dua kali bukan berarti kau lebih baik dariku" Balas Ino

"Akuilah Ino, Sekarang aku lebih populer dari diri mu" Gadis berambut pink itu me retouch meke up nya.

"Sudahlah Sakura hari ini aku tak ingin berdebat denganmu, Kita urus masalah kita masing-masing saja" Jawab Ino. Lalu sang artis meninggalkan ruang ganti

Gadis berambut pink itu mengehela nafas 'ah Ino coba kita masih bersahabat, kita bisa curhat-curhatan seperti dulu lagi dan aku tidak akan perlu memendam masalahku ini sendirian' pikir gadis itu.

Semenjak pertama kali bertemu Sasuke, Sakura langsung jatuh cinta. Dia selalu mengikuti pria itu, mencoba mendekatinya, merayunya tapi Sasuke menjauhinya seolah-olah dia parasit dan suatu hari tanpa sengaja ia mengetahui rahasia kelam Sasuke, Jadi sakura mengancam Sasuke bila tidak mau berkencan dengannya Sakura akan membeberkan rahasia itu pada media dan menghancurkan karirnya. Pria itu mau menurutinya tapi Sakura tidak bahagia, yang dia inginkan itu cinta Sasuke bukan sekedar pura-pura dan Sakura juga takut suatu hari bisa saja Sasuke kesal dan Dia lari dari Sasuke karena pria itu berbahaya tapi Sakura sudah terlanjur cinta. Dia rela melakukan apapun asal Sasuke bisa lepas dari kelompok sesat itu. Dia ingin menceritakan hal yang di tanggungnya tapi saat ini dia tidak mepercayai siapapun.


Sai tengah menikmati segelas whisky dia tidak begitu suka minuman beralkohol, tapi kali ini dia merasa membutuhkannya, Sai masih tidak bisa melukis, dan saat-saat seperti ini dia merasa sedikit depresi. Karena melukis adalah satu-satunya cara dia berekspresi. Mengapa dia tidak punya inspirasi sama sekali. Lalu bel rumahnya berdering. Wanita berambut hitam berdiri di depan pintunya.

Tanpa dipersilahkan wanita itu menyelonong masuk ke rumah Sai dan memberi Isyarat untuk segera menutup pintu.

"Aku harap tidak ada yang mengikutimu" Sai menatap wanita itu tajam.

"Aku sudah sangat hati-hati" Wanita itu balik menatap Sai dengan tidak kalah tajamnya.

"Mau apa kau kesini, Yamanaka Ino?" Tanya Sai datar

"Mau..apa, urusan kita kita belum selesai tuan Shimura. Sebaiknya kau memberi klarifikasi tentang kejadian kemarin" tuntut wanita itu.

"Mengapa aku harus melakukannya untukmu?, Apa untungnya buat ku. Aku tidak mau terekspos media, Lagipula gorgeous apa arti satu gossip kecil di tengah-tengah hidupmu yang penuh skandal dan drama bukankah kau menyukainya"

"Kau," Ino marah, berani-beraninya pria itu menghinanya. Wanita itu akan menampar Sai, tapi pria itu dengan sigap menangkap tangan Ino sebelum mendarat di pipinya.

"Apa kau punya nalar?" Tanya pria itu dengan nada monotone, "Malam-malam mendatangi rumah seorang pria sendirian?" lanjutnya sambil melangkah mendekat

Ino merasakan dingin di tengkuknya, wanita itu merasa takut. Tiap kali Sai melangkah medekat, Ino melangkah mundur akhirnya pungung wanita itu menyentuh tembok. Pria itu meletakan kedua tangannya di tembok, Mengurung wanita itu dengan tubuhnya. Hanya ada jarak beberapa senti memisahkan mereka. Ino bisa merasakan hembusan nafas pria itu di pipinya.

"Apa mau mu?" Tanya wanita itu dingin, Ino menolak untuk merasa terintimidasi.

"Apa yang terjadi pada domba yang masuk ke sarang serigala?" Pria itu mencium leher Ino tepat pada titik sensitive nya dan tanpa diduga dia mendesah lirih. Sai terkejut melihat wanita itu bereaksi pada sentuhannya. Padahal dia hanya sedang mengintimidasinya

Sai memandang wajah Ino lekat-lekat, Mata aqumarinenya berkabut, pipinya bersemu merah, Bibir wanita itu sedikit gemetar. Sai tidak mengerti emosi apa yang sedang Ino alami, tapi dia tertarik dengan ekspresi wanita itu saat ini.

Ino merasa malu, Dia mencoba mendorong Sai tapi pria itu tidak bergeser sedikit pun. Ino menatap mata pria itu mencoba membaca pria tersebut. betapa terkejutnya dia, mata Sai begitu gelap dan hampa. wanita itu tidak bisa menemukan apa-apa tidak secercah emosi-pun nampak. "lepaskan aku" Pinta gadis itu.

Sai menurut dan melepaskan artis cantik itu, Ino pun melangkah keluar dengan dagu terangkat. Dia menolak untuk terlihat seperti pecundang. Setelah wanita itu pergi Sai mengurung diri di studionya dan mulai melukis, beberapa hari kemudian dia memandangi kanvas di hadapannya dengan tidak puas

'ada yang salah' putus pria itu. Sai punya kemampuan mengingat dan melukis hal-hal yang dia lihat dengan detail yang hampir sempurna. Tapi lukisan kali sama sekali tidak menggambarkan ekspresi wanita itu dengan benar. ' Sepertinya sekarang aku harus mencari wanita itu'