Chapter 3 :

Warning :Slightly Mature Content

Btw author mau minta maaf sama fans SasuSaku, Saya kurang paham sama pengaruh tag karena masih baru di dunia ffn ini. karena saya pikir asal tokohnya di ceritain bisa di tag, terima kasih ya buat yang sudah ngasih kritik dan masukan, tag nya sudah tak ganti.

.

.

.

Sama-Sama Butuh.

Berhari-hari Yamanaka Ino memikirkan pria yang membingungkannya, Sai Shimura sangat aneh dia hidup menyendiri bagaikan petapa, tidak ingin dikenal, tidak ingin di ganggu. Bukankah manusia itu mahluk sosial tapi mengapa dia memilih hidup seperti itu? Seperti hantu dia melihat orang-orang tapi keberadaanya sendiri tidak terlihat. Apa dia tidak merasa kesepian Ino ingin tahu. Tidak pernah dia menemukan lelaki seperti Sai. Semua lelaki gampang terbaca tapi pria itu unik. Tidak pernah ada laki-laki yang mengusik benak Ino seperti ini. Memandang pria itu bagaikan memandang boneka porcelain, Dingin dan tidak berperasaan tetapi Indah dan Ino ingin menyentuhnya.

Gadis itu tidak bisa melupakan sentuhan bibir sang pelukis di kulitnya, Sejak malam itu Ino di hantui mimpi-mimpi erotis dan dia akan bangun dengan badan berkeringat dan rasa tidak puas. Gadis itu memutuskan mungkin dia hanya penasaran dan kebetulan sudah lama sekali dia tidak di sentuh laki-laki. Ino hanya manusia normal yang punya kebutuhan, 'hm bagaimana caranya supaya aku berhenti penasaran, haruskah aku tidur dengan pria itu'Entah setan mana yang membisiki telinga gadis itu, tiba-tiba dia berpikiran aneh.

Suara handphone membuyarkan lamunan wanita berambut pirang itu, dengan malas dia meraih benda itu dan iris aquamarinenya menyipit tidak percaya melihat nama sender message tersebut.

'Mau apa lagi dia' pikir gadis itu heran, Ketika ino memutuskan untuk tidak menganggunya lagi eh malah pria itu yang datang. Gadis itu menyentuh icon amplop di layar. Matanya terbelalak membaca pesan singkat itu.

Maaf, Bisa kita bertemu. Sepertinya aku membutuhkanmu…

Sai

Wanita berambut pirang itu tersenyum lebar, 'Ha.. tipikal cowok jual mahal, dideketin kabur dicuekin muncul, tuh kan tidak ada yang bisa mengingkari pesona ku' Pikir Ino dengan sombong.

Ino mengetik dengan cepat, meminta Sai datang ke-apartement nya. Malam ini dia akan menyeret pria itu ketempat tidurnya dan nama Sai Shimura akan menghiasi daftar buku penaklukkannya lalu dia akan bebas dari rasa penasaran yang beberapa hari ini menggangu hidupnya.

Sai datang ke Apartement Ino tepat waktu, Melihat Ino dalam balutan mini dress ketat berwarna merah dan menyunggingkan senyum semanis madu. insting Sai menyuruhnya untuk lari sejauh mungkin dari wanita itu. tapi tidak ia butuh artis itu untuk lukisannya. Ino Yamanaka berdiri terlalu dekat, Hidung Sai mencium wangi bunga dari tubuh wanita itu. Jari Ino yang dimanikur sempurna menyentuh lengan Sai.

"Ayo kita masuk kedalam" Wanita itu meraih tangan Sai dan menggandeng nya ke ruang tamu. Pria itu duduk di sofa dan tanpa diduga Ino duduk di pangkuannya, Wajah wanita itu hanya beberapa senti dari wajahnya, Jari-jari nya yang lentik mempermainkan helaian rambut hitam Sai yang menjuntai di wajahnya. Pria itu tampak tenang dan ekspresi wajahnya masih sama.

"Aku tahu apa yang kau butuhkan" Ujar wanita itu serak. Ino menarik wajah pria itu mendekat, Dia sudah gatal ingin mencium bibir Sai yang tipis dan sexy itu.

"Ehm….. Sepertinya kau salah paham" Sai berdeham. "Aku membutuhkanmu sebagai inspirasiku" lanjutnya.

"Maksudmu Kau menyukaiku?" Wajah Ino merona merah. Dia tidak sadar kalau masih duduk dalam pangkuan pria itu.

Sai mengeleng " Tidak"

Ino langsung berdiri dan memandang pria itu dengan tajam, "Kau bilang membutuhkan ku, tapi kau tidak menyukaiku. Maksud mu apa?"

Sai melengkungan bibirnya ke atas, menurut Sai itu adalah definisi dari tersenyum. "Aku menawari mu pekerjaan. Aku ingin kau menjadi model ku" ucapnya tegas.

Wanita itu berkacak pinggang "Apa untungnya bagiku menjadi model mu?"

"Aku bisa membayarmu"

"Aku sudah punya banyak uang" tolak wanita itu.

Sai bener-benar perlu Ino, Bila tidak dia akan kesulitan melukis lagi . Sepertinya untuk medapatkan wanita ini dia harus berkorban besar. "Bagaimana kalau kau menjadi model ku dan aku akan menuruti kemauan mu"

Mata Ino langsung bersinar cerah, Ini deal yang bagus pikir gadis berambut pirang itu. Dia bisa menyuruh Sai ini-itu dan seminggu lagi adalah acara penghargaan film itu dia butuh pasangan.

"Ok Sai, aku terima tapi kau harus mau ter-ekspos media"

Sai menghela nafas tidak ada jalan lain selain setuju, semenjak bertemu Yamanaka Ino hidup sai tidak tenang lagi "Baiklah, tapi kau harus setuju untuk tinggal dengan ku"

Ino tercengang, Sai mengajaknya tinggal bersama, Oke lah itu tidak bertentangan dengan rencana pribadinya " Aku setuju tapi sebaiknya kau membelikan aku cicin Sai"

"Mengapa?" Pria itu heran dengan permintaan Ino

"Karena aku butuh kamu untuk pura-pura jadi tunanganku" Jawab wanita itu lugas.

"Ah begitu ya, Kita saling membutuhkan" Sekarang pria itu paham.