Chapter 5: Bersama Taetae
A/N: Cast milik Tuhan, orangtua dan agensi mereka. Maaf kalau ada typo atau kesalahan dalam bentuk apapun, kesalahan hal yang manusiawi.
Ini adalah BoyxBoy(Yaoi). Yang tidak suka atau merasa jijik bisa tinggalkan laman.
Happy Reading
.
.
.
Ting tong
Ting tong
"Sebentar!"
Cklek
"Oh, Jiminie~!" Pria manis yang menyambut Jimin tersenyum lebar, "Ayo! Taehyung ada di dalam kamarnya, Langsung masuk saja, ya?"
Jimin mengangguk patuh dan berjalan menuju kamar Taehyung yang sudah ia hafal dengan jelas letaknya.
Tok tok
"Taetae? Ini aku, Jiminie." Jimin mengetuk pintu kamar Taehyung dan menunggu hingga si pemilik kamar membukanya.
Tak berapa lama pintu kayu itu terbuka, menampilkan Taehyung yang tersenyum lebar padanya, "Chim! Kajja!"
Jimin menurut saja saat Taehyung menariknya dan menyuruhnya duduk di tepi kasur.
"Kau sudah makan malam?" Tanya Taehyung.
Jimin mengangguk, "Sudah, Tae. Jadi, kita mulai saja?" Jimin berdiri dari duduknya dan menatap Taehyung antusias.
"Tentu saja! Kalau kau kalah jangan ingkar ya dari taruhan ini." Tantang Taehyung.
"Enak saja!" Jimin mem-poutkan bibirnya, "Aku yang akan menang!"
Mereka memang berencana bermain playstation dan bertaruh bahwa yang kalah harus mentraktir yang menang. Beruntung besok adalah hari minggu, jadi mereka tidak perlu khawatir jika harus bergadang malam ini.
"Baiklah, kita main apa?" Tanya Jimin.
"PES? Atau Real Football?" Tawar Taehyung.
"PES saja."
"Aku club Real Madrid, Tae!" Jimin langsung memilih salah satu club dari liga Spanyol tersebut. Memilih pemain yang akan bermain dan pemain yang ia taruh di pemain cadangan, lalu memilih formasi yang menurutnya cocok untuk taktik penyerangan nanti.
"Kalau begitu aku akan memilih klub—Ah! Borussia Dortmund saja!" Kata Taehyung, menjatuhkan pilihannya pada club liga Jerman.
Setelah Taehyung men-set semuanya, mereka menunggu beberapa menit untuk memulai permainannya.
"Nah, mulai!"
"Bersiaplah untuk mentraktir ku, Jim!" Taehyung menyeringai pada Jimin, dan Jimin membalas seringaian Taehyung dengan death glare-nya.
"Lihat saja nanti."
.
.
.
Kyungsoo mendudukkan dirinya di samping suaminya yang tahu-tahu sudah duduk di sofa menonton siaran televisi, ia mengambil remote dari tangan Jongin dan mulai mengganti channel membuat Jongin merengek kesal.
"Sayang~ kenapa dipindahkan?" Protesnya, ia berniat mengambil remote dari tangan Kyungsoo namun harus terhenti saat Kyungsoo menatapnya tajam.
"Apa!? Kau mau mengambil remote-nya!?"
"E-eh—tidak kok! Hehe." Jongin tertawa canggung pada istri manisnya.
"Oh, iya. Siapa yang datang? Apa itu Jimin?" Jongin menatap Kyungsoo yang tidak mengalihkan pandangan dari layar televisi.
"Hm."
"Lalu dimana mereka?"
"Di kamar Taehyung. Sepertinya mereka sedang bermain playstation." Kyungsoo menaruh kepalanya pada pundak Jongin, sedangkan Jongin mengelus rambutnya dengan sayang.
"Tapi kenapa sunyi? Biasanya mereka berisik sekali." Heran Jongin.
"Tunggu saja beberapa menit lagi." Jawab Kyungsoo pelan.
Jongin mengangguk dan merapatkan tubuhnya pada Kyungsoo. Ia ikut menikmati apa yang Kyungsoo tonton walau ia tidak tahu bagaimana alur drama yang di tonton istrinya.
"Sayang, kau yakin mereka bermain playstation? Mereka hening se—"
"Yahh! Jimin! Pemain mu diving*! Kau sengaja, ya!?"
"Tidak! Enak saja! Pemain mu yang membuat pelanggaran! Kenapa malah menyalahkan pemain ku?"
Kyungsoo mengangkat kepalanya untuk menatap Jongin, "Itu yang kau sebut hening?" Tanyanya datar.
"Hehe~ Maaf sayang, karena tadi kan mereka benar-benar hen—"
"Yess! Tendangan pojok~! Lihat saja Jim, kali ini aku akan mencetak goal! Haha~"
Jongin menghela nafasnya lelah, "Aish~ anak alien itu selalu saja memotong perkataanku." Keluhnya sebal.
"Kau bilang anakku adalah anak alien!? KAU INGIN MATI, KIM JONGIN!?"
.
.
.
Waktu sudah menunjukkan lewat tengah malam, namun kedua remaja tersebut belum juga tidur. Ya, mereka adalah Taehyung dan Jimin yang masih asik bermain game.
"Sudah Tae, menyerah saja! Sebentar lagi pertandingannya berakhir. Kau tidak bisa mengimbangi skor-ku!" Kata Jimin tertawa senang.
Taehyung mendengus, "Aku tahu Chim aku tahu! Aku hanya memanfaatkan waktu yang tersisa."
"Alibi mu buruk tahu!"
Pritt Pritt
Dari layar televisi yang menampilkan sebuah pertandingan sepakbola terdengar peluit yang di tiup oleh sang wasit, menandakan pertandingannya berakhir.
"Yeay! Aku menang~!" Jimin berseru senang karena permainan di menangkan olehnya, "Taetae~ kau besok harus mentraktir ku, ya?" Jimin menaikturunkan alisnya, melebarkan senyumnya saat mendapati wajah Taehyung yang tersenyum kecut, "Kau sepertinya curang, ya? Kenapa bisa menang, sih?" Kata Taehyung kesal. Ia benar-benar tidak menyangka bahwa Jimin akan menang. Di pertandingan pertama ia sudah optimis akan menang, malah di pertandingan kedua dan ketiga malah Jimin yang unggul.
"Enak saja! Aku 'kan memang jago!" Jimin menatap Taehyung dengan mata berair-nya, siap untuk menangis karena tidak terima disebut curang.
"Ssshh.. Maafkan aku, ya? Aku tahu kau tidak curang. Akunya saja yang tidak terima dikalahkan olehmu." Taehyung panik melihat Jimin mulai menangis. Namja dengan senyum kotak itu menarik Jimin ke pelukannya, mengusap punggung Jimin dengan lembut.
"Jiminie mau memaafkan aku?" Tanya Taehyung, merasa benar-benar bersalah karena membuat Jimin yang sensitif menangis.
"Hiks—I-iya, Tae." Jimin mengangguk dalam pelukan Taehyung yang membuat Taehyung menghembuskan napasnya lega. Bisa bisa ia dimarahi habis-habisan oleh Ibunya jika Ibunya tau bahwa ia membuat Jimin menangis.
"Ah iya, Jim~ bukankah kau ingin bercerita tentang klub barumu?" Taehyung baru ingat bahwa tadi sore Jimin mengiriminya pesan bahwa ia ingin berbagi cerita tentang klub barunya itu.
"Oh iya! Aku lupa~" Jimin tersenyum lebar hingga menyisakan matanya yang segaris. Mood-nya langsung berubah dalam beberapa detik saja. Dasar bocah, batin Taehyung geli.
"Klub kami hanya punya dua puluh anggota, Tae! Yang aktif juga hanya dua belas orang. Awalnya aku bertemu dengan Yoon Jeonghan, dia ketua klubnya. Lalu aku juga berkenalan dengan yang lainnya. Sepertinya diantara mereka aku akan cocok dengan Jeonghan, Youngjae, Donghyuk dan Jihoon, deh. Hehe~" Jimin menjeda ceritanya. Kembali tersenyum lebar pada Taehyung, menggambarkan kegembiraannya lewat bibir dan matanya yang melengkung indah.
"Begitukah? Kuharap kau benar-benar bisa nyaman dengan mereka ya." Tanggap Taehyung senang.
"Kau tahu Youngjae, Tae? Dia lucu sekali~ Youngjae itu sangat polos. Aku saja sampai gemas." Jimin tambah semangat saat menceritakan seseorang bernama Youngjae.
"Youngjae? Lee Youngjae? Kekasihnya Jaebum Hyung?" Taehyung memastikan pada Jimin.
"Molla," Jimin mengangkat bahunya, "Aku tidak bertanya dia punya pacar atau tidak." Jawab Jimin polos.
"Itu lho Chim ketua osis sekolah kita!" Taehyung coba mengingatkan Jimin tentang siapa Jaebum itu.
"Oh, aku ingat! Sunbae yang tampan itu, ya?"
"Tapi lebih tampan aku, 'kan?" Taehyung kembali pada sifat narsis-nya.
"Iya, iya~! Taetae-ku adalah yang paling tampan." Jawab Jimin, mencoba membuat Taehyung bersemu yang sukses di beberapa detik kemudian, walau harus mendapat jitakan dari Taehyung.
"Juga, Tae! Jihoon itu mirip sekali dengan Yoongi Hyung! Aku tidak tahu kenapa mereka bisa begitu mirip." Lanjut Jimin, mengerutkan keningnya seolah mencari alasan kenapa Jihoon dengan Yoongi bisa sangat mirip.
Taehyung tahu Jihoon, adik tingkat mereka yang sempat menghebohkan siswa SMA Chung Il karena kemiripannya dengan Yoongi.
"Tidak usah dipikirkan, Chim. Kenapa kau memikirkan alasan mereka yang bisa begitu mirip?" Taehyung mendengus geli karena Jimin yang overthinking.
"Eh? Kok Taetae tahu aku memikirkan alasannya?" Jimin mengedipkan matanya dengan polos yang tentu saja mengundang cubitan gemas dari Taehyung.
"Sudahlah kita tidur saja, oke? Besok pagi kita jogging lalu aku akan mentraktirmu, bagaimana?" Tawar Taehyung.
"Yeay!" Jimin bersorak dan memeluk Taehyung erat, "Sayang Taetae~!"
Taehyung hanya tertawa akibat kelakuan Jimin yang seperti anak-anak. Ia mendorong Jimin pelan agar segera berbaring bersamanya dan memeluk Jimin dengan erat.
"Selamat malam, Taetae." Jimin berucap pelan, rasa kantuk sudah menguasai dirinya.
Taehyung tersenyum tipis dan mengecup pipi chubby Jimin, "Selamat dini hari, Jimin."
Ia kemudian mulai memejamkan matanya tanpa sempat melihat pipi Jimin yang bersemu merah dengan senyum yang menghiasi bibirnya.
.
.
.
TBC
*Diving: Tindakan seorang pemain sepak bola yang berpura-pura terjatuh.
