tiga
"jaehwan ah, kau malu jalan bersamaku?",
pemuda yg merasa dipanggil itu segera mendekat ke arah minhyun, pemuda yg memanggilnya. bukan jaehwan malu jalan bersama minhyun, tpi sebaliknya. dia takut minhyun merasa malu karna jalan bersamanya. murid-murid lain bahkan sedang memandang jaehwan rendah, beberapa bahkan membicarakannya dengan kata-kata kasar.
"bukan begitu. justru kau yg ku pikirkan",
minhyun merangkul temannya itu. minhyun yg sedang bersama jaehwan ini berbeda dgan minhyun yg dikenal murid-murid SMA Justice. minhyun yg dikenal para murid adalah minhyun dingin, kasar, dan suka memandang rendah orang lain. tpi jika bersama jaehwan, minhyun akan bersikap hangat.
"tidak perlu memikirkanku! aku baik-baik saja!",
mereka pun berjalan bersama menuju kantin dengan minhyun yg masih merangkul jaehwan. di tengah jalan, mereka bertemu dengan jonghyun yg sedang berbincang dengan junior mereka. entah apa yg mereka bicarakan, minhyun tak peduli.
"minhyun sunbae, anyyeong",
junior itu menyapa minhyun tpi tidak menyapa jaehwan.
"kau tidak menyapa temanku?",
"ah.. emm... sunbae..",
jaehwan hanya tersenyum. sudah biasa jika orang banyak yg tidak mengenalnya. ada satu guru yg tahu namanya saja dia sudah puas.
"minhyun ah, kebetulan bertemu denganmu! ini tadi kepala sekolah memberiku ini, dia bilang...",
"apa urusannya denganku?",
jonghyun terdiam mendengar jawaban minhyun. dia tahu bahwa minhyun membencinya, tpi tidak bisakah pemuda itu berbicara hangat kepadanya sekali saja?
"maksudku, bukan kah kau wakilku? aku hanya...",
"aku bhkan tidak ingat bahwa aku setuju berurusan denganmu! jaehwan ah, ayo pergi",
minhyun segera menarik jaehwan pergi meninggalkan jonghyun yg masih terkejut dgan ucapan minhyun. entah sudah berapa kali minhyun berbicara kasar padanya, namun pemuda manis itu tetap selalu terkejut dgan ucapan minhyun.
"sunbae, kau tidak apa-apa?",
"ah.. aku baik-baik saja!"
