Serius merasakan nafasnya sangat sesak. dia tidak tau apa yang terjadi disekitarnya. setenggah sadar dia merasakan seseorang menyentuh bibirnya berusaha memasukkan udara kedalam paru-paru Sirius
dia merasakan dorongan reflek batuk yg begitu kuat
"Uhuk..." sebagian air keluar dari mulutnya. pandangan Sirius lurus kearah langit dan semudia seseorang menepuk pipinya dengan keras.
"Sirius apa kau sudah sadar...Come on mate"
"Potter kita harus segera memanggil bantuan dan Madam Julia"
"James aku akan segera memanggil bantuan kau temani Sirius"
"Rem cepat lah"
Sedikit demi sedikit Sirius mencerna apa yang terjadi disekitarnya. James?mungkinkan?
"Snape kenapa Sirius diam saja"
"Aku tidak tau Potter tapi yang jelas ia tidak mungkin mengalami kematian otak karena kekurangan oksigen, secara teori orang akan mengalami kerusakan otak ketika otak mendapat oksigen lebih dari lima menit"
"Really ..."Detik berikutnya Sirius kembali kehilangan kesadaran. Ia terbangun kembali di tempat tidur yang hangat diruangan yang sama sekali belum pernah ia lihat sebelumnya.
"Sirius putraku kau sudah bangun?"
Suara wanita yang sangat ia kenal terdengar dari samping ranjangnya. Walburga black, ibu yang membakar namanya di tapesty keluarga black. Matanya merah dan sembab. Baru kali ini ia melihat ibunya menangis seperti ini. Sirius sangat yakin ini akan jadi dunia yang sangat berbeda dengan dunianya sebelumnya.
"Ibu..dimana ini"
Sirius merasakan tanya Walburga mengusap keningnya.
"ini di St.Mungo"
"Siri.."
Suara anak kecil memanggilnya. Dia melihat wajah anak kecil yang memanggilnya, Regulus kecil berusia 10tahun. Wajah regulus tampak sangat kuatir melihat kakak laki-lakinya terbaring lemah. Regulus sangat mengidolakan kakak laki-lakinya. Itu berarti ia merada dalam tubuh Sirius black yang berusia 13 tahun. Sirius sangat ingat bahwa hubungan dengan keluarganya mulai memburuk saat ia berusia 14 tahun. Regulus masuk asrama Slytherin dan orangtuanya mulai jelas membandingkan dengan sang adik. Berharap Sirius lebih seperti tipikal pureblood. Perbadaan pandangan Sirius terhadap status darah penyihir juga semakin mempersulit keadaan sampai dengan pada usia 16tahun ia lari dari rumah dan tinggal bersama keluarga Potter. Sirius berpikir untuk memperbaiki ini semua. untuk mengubah dunia lebih baik untuk Harry ia butuh cukup mempunyai kekuatan baik finasial dan politik di dunia sihir yang berarti dia harus menjadi penerus keluarga Black seperti yang diharapkan orangtuanya.
"Regulus jaga kakakmu. ibu akan memanggil healer"
Regulus kecil hanya mengangguk
"Reggy.."
Sirius memanggil adiknya dengan lemah dan memegang tangan adikny dan mulai menangis. Sirius sangat merindukan Regulus. Adiknya ini memang adalah slytherin sejati dengan hati singa Gryffindor. Bekerja dangat cerdik secara diam-diam diantara para Slytherin. Selama di grimmauld place setelah kabur dari Azkaban Sirius ke kamar adiknya dan menemukan catatan dan benda-benda yg mengindikasikan Regulus mempunyai banyak rahasia dan informasi tentang Voldemort dan para deatheater sampai ia menemukan Horcrux Voldemort, bahkan para death eater terdekat Voldemort tidak mengetahuinya. Ia juga menemukan Regulus sangat mahir mengunakan Rune dan Ramuan. Sirius juga berjanji mulai sekarang akan melindungi adik laki-lakinya dan membuat keluarganya melihat Regulus dilihat sebagi anak yang membangakan,bukan hanya sebagai pewaris cadangan keluarga Black.
"Siri apakah terasa sakit"
"Tidak Reggy, aku hanya sangat melindukanmu"
"Tapi Siri kita bertemu saat natal dan itu sekitar 34 hari yang lalu"
Sirius ingat adiknya ini sangat pintar dan dangat detail.
"Tapi bagiku itu sangat lama Reggy.. sangat lama.."
Sirius masih menangis mengelus pipi adiknya. adiknya yg meninggal di gua untuk menghancurkan horcrux, berakhir dengan para infery menariknya kedalam air dan semua tak pernah sama lagi bagi sirius.
Walburga datang bersama seorang healer. Setelah beberapa saat diperiksa Sirius dinyatakan dalam kondisi cukup baik tetapi butuh observasi lebih lanjut jika ada masalah lain. Setelah healer itu keluar Sirius bertanya apa yang terjadi padanya. Walburga mengatakan bahwa ia hampir mati tenggelam ketika seekor grindilow yang cukup besar menarik kakinya dan masuk dalam danau ketika berada dipinggir danau bersama James Remus dan Peter.
"dan healer mengatakan jika Mr. Snape tidak menyelamatkanmu mungkin kau sudah mati Sirius" Mata Walburga kembali berkaca-kaca
"Jadi snape yang memberiku nafas buatan.."
"Oh dan keluarga black memiliki hutang budi yang besar terhadap Mr.Snape"
menyelamatkan seorang pewaris keluarga darah murni dan setua keluarga black adalah yang sangat besar dalam tradisi keluarga sihir. Umumnya keluarga darah murni akan manjadikan orang yang menyelamatkan mereka menjadi saudara angkat. tetapi Snape bukanlah nama keluarga mengihir. Ia meragukan orang tuanya mau berhubungan dengan penyihir berdarah campuran seperti snape. Ia juga jadi ingat Snape adalah salah satu orang yang harus ia selematkan dari cengkrama Voldemort. Selama hidup Sirius hanya tau Snape hidup sebagai agen ganda. Setelah meninggal dan bertemu dengan orang-orang yang dekat dengan Snape dia tahu bahwa Snape berasal dari keluarga yang abusive. Ibunya bersusah payah demi menyekolahkan Snape. Sirius dan James biasa menghina Snape karena pakaiannya tampak bekas dengan rambut berminyak. Sekarang Sirius amat sangat bersalah dengan Snape. Snape pantas untuk membenci dirinya dan James.
TBC
