Couple : HunHan
Main Cast :
Female (Luhan, Kyungsoo, Baekhyun, Shiraishi Mai, Itano Tomomi, Kojima Haruna, Takahashi Minami, Maeda Atsuko, Oshima Yuko, Shinoda Mariko, Watanabe Mayu, Matsui Jurina, Kashiwagi Yuki, Yoona, Krystal) - Member idol grup
Male (Sehun, Kris, Suho, Chanyeol, Hoya, Minho, Taeyong, Yonghwa, Minhyuk, Siwon, Yunho)
"Lu, ayo pulang" Kris mengajak Luhan untuk pulang bersama
"Bentar ya Kris, aku sedang bereskan buku dulu" Luhan menjawab sambil membereskan buku - bukunya yang belum dimasukkan kedalam tas
"Ya" Kris menunggu Luhan dengan santai sambil mengecek handphonenya
"Sudah, ayo Kris" Luhan mengajak Kris keluar dari kelas dan berpaspasan dengan Sehun, dengan keras Sehun menarik tangan Luhan
"Akh..." Luhan kesakitan karena perbuatan Sehun yang tidak berperasaan
"Kau kenapa Lu" Kris menoleh kebelakang dan terkejut karena Sehun menarik kasar tangan Luhan
"Aku ingin bicara dengan Luhan, kau duluan saja keparkiran" Sehun mengusir Kris secara langsung, dan Kris menuruti apa yang dikatakan Sehun
"Apa? Kau kasar sekali pada perempuan" Luhan sungguh kesal dengan Sehun karena dengan seenak jidat menarik tangannya
"Maaf Lu, aku cuma tidak ingin kau berdekatan dengan Kris" Sehun minta maaf karena sudah berbuat kasar pada Luhan dan meminta Luhan untuk tidak berdekatan dengan sahabat mereka
"Apa alasanmu sehingga kau tidak suka bila aku berdekatan dengan Kris" Luhan yang jengah langsung bertanya to the point pada Sehun
"Aku hanya tidak suka, tidak ada alasan lagi" Sehun tetaplah seperti biasa arogan
"Kau sesukamu mengatur orang Hun, sementara aku tidak bisa mengatur hidupmu. Kau egois" Luhan menangis dan meninggalkan Sehun yang terkejut dengan penuturan Luhan
"Lu.." Sehun mengejar Luhan yang berlari dikoridor sekolah dan memeluknya dari belakang dengan erat
"Lepas" Luhan meronta tetapi Sehun makin mengeratkannya agar Luhan tidak kabur
"Tidak, kau akan lari bila kulepas" Sehun frustasi dengan sikap Luhan yang kekanakan
"Aku janji tidak akan kabur" Luhan mencoba mencari jalan lain agar badannya tidak bersentuhan dengan Sehun
"Aku tidak yakin" Sehun masih tidak percaya dengan Luhan
"Sesak Hun, aku tidak akan kabur" Luhan kewalahan dengan Sehun yang keras kepala
"Maaf" Sehun melepaskan pelukannya dan langsung merasa bersalah pada Luhan
"Ada apa sampai kau mengejarku Hun" Luhan mencoba berbicara normal setelah dipeluk erat oleh Sehun
"Aku minta maaf karena sudah egois padamu, tetapi aku takut kau disakiti oleh Kris. Kris menyukaimu Lu"
"Lalu apa bedanya denganmu, kau tahu aku menyukaimu tetapi kau malah bertindak egois kalau aku tidak boleh berdekatan dengan Kris. Kau lebih egois Hun" Luhan memukul dada Sehun dan Sehun hanya merasakan rasa sakit Luhan
"Aku minta maaf, tapi keputusanku sudah bulat mulai besok aku yang akan mengantarmu kesekolah dan aku yang mengantarmu pulang" Sehun menarik Luhan hingga parkiran dan bertemu dengan Kris yang bersandar didepan mobilnya
"Aku yang akan mengantarnya pulang untuk kedepannya dan seterusnya" Sehun mengatakannya dengan datar
"Aku minta maaf Kris" Luhan mencoba mencairkan suasana karena Kris terlihat emosi pada Sehun
"Tidak apa - apa Lu, kalau kau ada masalah hubungi aku saja" Kris memasuki mobilnya dan keluar dari gerbang sekolah hingga tinggallah Sehun dan Luhan
"Ayo masuk"
"..." Luhan dengan malas masuk kemobil Sehun
Diperjalanan menuju rumah Luhan, mereka hanya diam saja tidak ada satu pun yang berniat membuka percakapan. Sehun yang merasa bersalah pada Luhan hingga dia yang pertama kali membuka percakapan.
"Lu, aku minta maaf" Sehun mencoba mengawali percakapannya dengan Luhan
"Ya" Luhan menjawab singkat tanpa melihat Sehun
"Apakah pemandangan diluar lebih indah daripada ketampanku Lu?" Sehun merasa bahwa Luhan menghindarinya
"Kau lebih indah tetapi kata - katamu sungguh menusuk Hun" Luhan memuji Sehun tetapi juga merendahkan Sehun
"Sudahlah, aku tidak mau berkelahi dengamu Lu. Kau yang memancing emosiku" Sehun mencoba untuk tidak termakan omongan Luhan
"Kau lebih parah, kau mendekatiku dan melarangku untuk mendekati orang lain tetapi Kau malah menolakku. Kau kira aku bonekamu yang sesuka hatimu mengatur hidupku" Luhan menumpahkan kekesalannya pada Sehun
CKIT
"Hun" Luhan terkejut karena Sehun mengerem mobilnya secara mendadak dan tatapan Sehun sungguh sulit diartikan
"Kau bisakah menilai positif dari apa yang kulakukan padamu" Sehun memarahi Luhan
"Kau tidak pernah bertindak positif setelah aku menyatakan cinta padamu Hun. Kau mendekatiku dan menggengam tanganku tetapi itu cuma arti sahabat, aku mencintaimu tetapi kau salah mengartikannya"
"Kau salah Lu" Sehun meneriaki Luhan dan Luhan sungguh terkejut dengan apa yang dilakukan Sehun
"Jangan kau pikir kau bisa mengaturku, ingat kita cuma teman tidak lebih dari teman"
BLAM
Luhan keluar dari mobil Sehun dan mencari taxi untuk pulang kerumahnya, Luhan lelah apabila terus bertengkar dengan Sehun yang keras kepala.
"Lu" Sehun menurunkan kaca mobilnya dan meneriaki Luhan agar Luhan tidak nekat
"taxi" Luhan memanggil taxi yang datang kearahnya dan taxi tersebut pun berhenti, dan Luhan langsung masuk dan menunjukkan alamat rumahnya
"Cepat pak" Luhan menyuruh supir taxi agar cepat mengendarai taxi tersebut dan Sehun mengejarnya dari belakang
Mobil yang dinaiki Luhan sudah sampai didepan rumah Luhan dengan buru - buru Luhan membayar tagihannya dan memasuki rumah sementara Sehun masih memakirkan mobilnya dan mengejar Luhan hingga kekamar Luhan.
"Lu buka pintunya" Sehun mencoba mengetuk pintu Luhan
"Lu.. Kumohon buka pintunya" Sehun masih mencoba memohon pada Luhan
CLECK
"Lu" Sehun terkejut karena Luhan membuka pintunya
"Bisakah kau menjauh Sehun, semakin kau mendekat maka semakin susah untuk melupakanmu. Hiks.. Hiks.." Luhan menangis karena sudah tidak tahu mau bilang apa apada Sehun
"Kalau begitu jangan lupakan aku, tetaplah mencintaiku biar aku yang mencoba membalas cintamu Lu" Sehun memeluk Luhan erat
"Aku tidak mau Hun, sakit rasannya bila seseorang mencintai kita hanya karena rasa kasihan. Aku mau kau tulus mencintaiku bukan rasa empati" Luhan memukul punggung kokoh Sehun
"Aku akan mencobanya Lu, aku bukan memiliki rasa empati padamu tetapi rasa peduli padamu" Sehun menuntun Luhan masuk kekamar dan menidurkan Luhan, dia sudah lelah seharian menangis dan meraung
"Maaf Lu" Sehun tersenyum kecut setelah Luhan tertidur dan keluar dari kamar Luhan dengan perlahan
"Sehun, mama ingin bicara denganmu" Mama Luhan memanggil Sehun untuk berbincang diruang tamu sementara Sehun mengekori dari belakang
"Ada apa ma?" Sehun bertanya setelah mereka berdua duduk diruang tamu
"Mama ingin memberitahu padamu, jangan terlalu mengekang Luhan karena dia paling tidak suka diatur orang lain apabila orang tersebut tidak mau diatur oleh Luhan. Luhan memang keras kepala tetapi dia anak yang baik"
"Iya Ma" Sehun yang mendengarnya cuma pasrah karena dia sudah keterlaluan pada luhan
"Besok saja kamu kembali, Luhan pasti marah kalau kamu memaksa dia sekarang" Mama Luhan memberikan usulan yang terbaik bagi mereka berdua
"Iya ma, aku pamit duluan" Sehun pamit dan pergi dari rumah Luhan dengan wajah kusamnya karena dia tidak mendapatkan maaf dari Luhan
.
.
.
.
.
"Lu.." Mama Luhan mengetuk pintu kamar Luhan
"Lu... Ini mama" Mama Luhan berusaha membujuk anaknya
CLECK
"Ada apa ma?" Luhan terlihat berantakan walaupun dia tersenyum manis menyambut mamanya
"Mama hanya ingin memastikan keadaanmu Lu" Mama Luhan membawa Luhan masuk kekamar Luhan dan duduk diranjang sambil mengelus punggung Luhan
"Aku sakit ma, Sehun selalu bertindak egois ma. Dia sesuka hatinya mengaturku tetapi aku tidak boleh mengaturnya, aku mencoba melepaskannya tetapi dia menggenggam eratku Ma. Aku mencintainya tetapi dia menolakku dan menganggapku hanya sebagai sahabat. Hatiku sakit setiap kali berdekatan dengannya ma" Luhan membagikan semua masalahnya pada mamanya
"Sudahlah Lu, kau cuma beberapa hari lagi disekolah dan jumpa dengan mereka. Kau akan pindah ke Amerika, buatlah kenangan manis dengan sahabatmu" Mama Luhan memberikan solusi untuk Luhan
"Iya Ma" Luhan memeluk erat mamanya
"Lu, ayo makan daritadi kamu belum makan siang" Mama Luhan membawa Luhan hingga menuju meja makan
"Selamat makan" Luhan mengucapkan salam sebelum makan
"Selamat makan juga" Mama Luhan membalas salam Luhan
Mereka makan berdua dengan tenang, Luhan mencoba menguatkan dirinya sesuai apa yang dikatakan mamanya. Tinggal beberapa hari lagi dia akan berjumpa dengan Sehun dan yang lainnya sehingga dia ingin membuat kenangan terindah sebelum melupakan Sehun selama - lamanya.
Selesai makan Luhan duduk sambil menonton televisi, ketika sedang fokus menonton Handphone Luhan bergetar dan Luhan mengecek pesan apa yang masuk yang handphonenya dan dia terkejut mendapatkan pesan dari Sehun dan Luhan sungguh tidak tega juga tidak membalas pesan Sehun.
To : Luhan
Aku minta maaf Lu
Luhan membalas pesan singkat Sehun dengan cepat
To : Sehun
Ya. Aku sudah tidak marah padamu
Luhan mencoba menerima situasi ini walaupun hatinya sungguh sakit, dia juga tidak ingin terlihat mengecewakan orang tuanya karena memiliki anak yang egois dan keras kepala.
To : Luhan
Bagaimana kalau kita minum bubble tea sebagai permintaan maafku
Luhan tersenyum membaca pesan dari Sehun dan dengan cepat membalas pesan Sehun
To : Sehun
Baiklah. Aku akan siap - siap
Setelah mengirim pesan tersebut, Luhan siap - siap dan turun keruang tamu dan terkejut karena Sehun sudah duduk diruang tamu dengan elegan.
"Sehun, kenapa kau cepat sekali datangnya" Luhan heran dengan Sehun yang sudah datang padahal dia baru saja mengatakan ya pada Sehun
"Aku tadi memang berada disekitar sini Lu, makanya aku cepat datang" Sehun malu karena tidak memiliki alasan logis dan Sehun berada tidak jauh dari perumahan Luhan karena putus asa mendapatkan maaf Luhan
"Oh, kita pergi sekarang saja Hun" Luhan menarik tangan Sehun untuk pergi lebih awal karena dia tidak mau pulang kemalaman
"Ma, aku pergi dengan Sehun ya" Luhan pamitan pada mamanya
"Iya Luhan, jangan malam pulangnya" Mama Luhan muncul dari dapur dengan celemek yang masih dipakainya
"Ma, aku permisi ya" Sehun pamit pada Mama Luhan
"Iya, hati - hati ya. Sehun tolong jaga Luhan" Mama Luhan sungguh senang karena Luhan mendengar apa yang dikatakannya
"Iya Ma" Sehun dan Luhan sudah memasuki mobil dan keluar dari kawasan perumahan Luhan, didalam mobil mereka tidak ada yang memulai percakapan hanya ikut menyanyikan lagu yang diputar dimobil Sehun
"Kau suka lagunya?" Sehun bertanya pada Luhan yang ikut menyanyikan lagu yang diputar Sehun berjudul Namida No Sei Janai
"Iya, aku suka lagunya" Luhan hanya menjawab singkat dan kembali menyanyikan lagu tersebut. Sehun yang mengerti bahasa Jepang hanya merasa gundah karena lagu tersebut merupakan lagu kelulusan
"Sudah sampai Lu" Sehun mematikan mesinnya dan keluar dari mobil bersama Luhan dan pergi menuju kedai bubble tea
"Kau mau rasa apa Lu?" Sehun bertanya pada Luhan dan segera memesannya setelah mereka duduk di pojokan kedai tersebut
"Aku rasa taro" Luhan menjawab sambil melihat kesisi kiri kedai tersebut yang langsung bersebelahan dengan hutan, hati Luhan sejuk melihat pemandangn hijau yang sungguh luas
Sehun meninggalkan Luhan dan memesan dua bubble tea untuknya dan untuk Luhan. Setelah memesan bubble tea, dia kembali ketempatnya bersama Luhan dan memulai percakapan singkat agar tidak bosan.
"Berapa lama kau di Amerika Lu?" Sehun tidak mau Luhan lama di Amerika tetapi dia juga tidak mungkin mengatakan bahwa Luhan tidak boleh pergi ke Amerika
"Aku akan disana selama tiga tahun untuk menghabiskan masa senior high schoolku disana" Luhan menatap mata Sehun dan melihat Sehun gelisah karena dia akan lama di Amerika
"Kenapa lama sekali Lu" Sehun frustasi karena Luhan sungguh lama di Amerika
"Aku tidak mungkin mengambil setahun disana sehingga aku mengambil tiga tahun disana"
"Baiklah, kuharap kau baik - baik saja disana" Sehun menahan rasa sedihnya karena sahabat yang dicintainya akan pergi jauh dalam jangka yang lama
Pelayan membawa pesanan mereka dan Sehun langsung membayar semua tagihannya, Sehun selalu membayar tagihan Luhan karena dia sangat sayang pada Luhan.
"Hun, kenapa kau yang bayar punyaku" Luhan mengerucutkan bibirnya sambil meminum bubble teanya
"Sudahlah, tidak masalah Lu" Sehun tersenyum hingga matanya membentuk bulan sabit
"Ya, lain kali jangan bayar lagi Hun" Luhan mengalihkan perhatiannya dari Sehun karena Sehun sungguh tampan dan membuat Luhan akan jatuh kedalam pesona Sehun berkali - kali dan akan sulit untuk menghapusnya dalam ingatan Luhan
"Iya, habis ini kita kemana Lu" Sehun bertanya pada Luhan sementara Luhan melihat jam di tangannya dan berpikir
"Bagimana kalau kita jalan - jalan kerumah nenek" Luhan memberikan usulan tersbeut karena dia sangat rindu dengan nenek Sehun yang juga sudah dianggapnya sebagai neneknya sendiri
"Ok, habis minum kita pergi Lu"
~TBC~
