Couple : HunHan

Main Cast :

Female (Luhan, Kyungsoo, Baekhyun, Shiraishi Mai, Itano Tomomi, Kojima Haruna, Takahashi Minami, Maeda Atsuko, Oshima Yuko, Shinoda Mariko, Watanabe Mayu, Matsui Jurina, Kashiwagi Yuki, Yoona, Krystal) - Member idol grup

Male (Sehun, Kris, Suho, Chanyeol, Hoya, Minho, Taeyong, Yonghwa, Minhyuk, Siwon, Yunho)

"Nenek" Luhan berteriak dari luar ketika mereka sudah sampai dirumah Nenek Sehun

"Aigoo, siapa yang datang" Nenek Sehun terkejut karena seseorang berteriak dari luar dan terkejut menemukan dua cucu kesayangannya

"Nenek" Luhan memeluk sang nenek dan Sehun yang berada dibelakang Luhan hanya tersenyum melihat pemandangan tersebut

"Dasar anak nakal, kau kenapa tidak memeluk nenek" Nenek Sehun memukul Sehun karena tidak memeluknya

"Aww... Sakit nek, aku hanya menunggu siap Luhan dipeluk" Sehun berusaha melindungi badannya dari serangan nenek

"Sudahlah nek Sehun kesakitan" Luhan berusaha menghentikan serangan nenek pada Sehun

"Biarin saja Lu, dia sudah nakal sekarang" Nenek Sehun berusaha memukul Sehun tetapi dihadang Luhan

"Nek, aku kesini rindu nenek bukan mau melihat nenek berkelahi dengan Sehun" Luhan memasang wajah sedihnya

"Cucuku sayang maafkan nenek, ayo kita masuk nenek sudah memasak" Luhan dan nenek memasuki rumah sementara Sehun mengikuti mereka dari belakang

"Kita makan dulu ya Lu" nenek menyiapkan nasi untuk Luhan dan dirinya dan langsung memakan makanan yang sudah dimasaknya sebelum Luhan dan Sehun datang

"Nek, punyaku mana" Sehun terkejut karena sang nenek tidak memberikan nasi padanya

"Ambil saja sendiri" sang nenek menyahut sambil makan, sedangkan Luhan yag sedang maka hanya tersenyum geli karena Sehun sungguh imut ketika ngambek

"Cucu nenek sebenarnya aku atau Luhan, nenek kejam sekali padaku" Sehun tetaplah anak yang menggemaskan didepan keluarganya dan Luhan

"Kau memang cucuku, tetapi Luhan adalah cucu kesayanganku"

"Ish..." Sehun mengambil nasi dengan kesal dan langsung duduk disamping Luhan

"Makanlah Hun, biar badanmu lebih berisi" Luhan menyendokkan lauk kedalam piring Sehun

"Badanku sudah bagus Lu" Sehun cemberut karena Luhan mengejek badannya yang kurang berisi

"Sudahlah Lu, biarkan dia berkembang dengan sendirinya lebih baik kau membantu nenek disini"

"Maaf nek, besok adalah hari terakhirku di Korea. Aku ingin melanjutkan studiku ke Amerika selama tiga tahun nek" Luhan sedih karena akan berpisah dengan Nenek Sehun

"Kenapa kau tidak melanjutkan studimu disini Lu" Nenek Sehun sedih karena akan berpisah dati cucu kesayangannya

"Aku ingin mencoba menggapai impianku dengan cara belajar diluar negeri nek" Luhan memeluk Nenek Sehun karena sedih akan berpisah dari nenek kesayangannya

"Apakah Sehun tidak menjagamu dengan baik sehingga kau tidak tahan disini Lu"

"Bukan nek, aku memang ingin mencoba belajar diluar negeri. Sehun sduah menjagaku dengan baik" Luhan menenangkan sang nenek agar Sehun tidak jadi sasaran empuk sang nenek dan Sehun yang mendengarnya hanya tersenyum kecut karena dibandingkan senang mendengar perkataan Luhan, dia merasa Luhan menyindirnya karena keegoisan Sehun

"Lu, hati - hati di Amerika. Nenek tidak mau kau terjerumus dengan hal - hal negatif disana" Nenek Sehun memberikan arahan pada cucu kesayangannya

"Iya nek" Luhan memeluk Nenek Sehun karena nantinya dia akan rindu pada neneknya yang satu ini

"Lu, kita lebih baik pulang sudah malam" Sehun harus menepati janjinya pada mama Luhan agar tidak membawa pulang Luhan terlalu malam

"Ya, nek aku permisi dulu ya sampai jumpa tiga tahun berikutnya" Luhan mengatakannya dengan wajah yang penuh air mata dan memeluk neneknya

"Iya Lu, kau hati - hati" Nenek Luhan juga merasakan kehilangan sama seperti Sehun dan yang lainnya

"Nek, kami pamit dulu" Sehun pamit pada neneknya dan memeluknya

"Iya, kau jaga Luhan dengan baik Sehun" Nenek Sehun sungguh sayang pada kedua cucunya tetapi Luhan adalah cucu kesayangannya

"Iya nek" Sehun dan Luhan diantar hingga menuju mobil mereka

"Bye nek" Mereka melambai pada Nenek Sehun

"Bye" Nenek Sehun melambai pada kedua cucu kesayangannya dan berusaha tegar agar tidak menangis didepan kedua cucunya dan ketika mobil cucunya sudah tidak terlihat dia menumpahkan semua kesedihannya

.

.

.

.

.

BLAM

Luhan membuka pintu mobil dan langsung masuk kedalam rumah dengan kunci yang selalu dibawanya, Sehun mengikuti Luhan masuk kerumahnya untuk izin pulang pada Mama Luhan

"Ma, aku pulang" Luhan memanggil mamanya

"Iya nak" Mama Luhan menghampiri Luhan keruang tamu dan mendapati kedua anaknya yang duduk disofa sambil bermain handphone

"Ma" Sehun menyapa Mama Luhan dengan senyumannya

"Iya Sehun, mama mengucapkan terima kasih karena sudah membawa pulang rusa mama tepat waktu" Mama Luhan duduk sebrang sofa yang diduduki Sehun dan Luhan

"Ish... Ma aku bukan rusa" Luhan kesal pada mamanya yang selalu mengejeknya rusa, kalau dia rusa seharusnya orang tuanya juga rusa sementara Sehun yang mendengar perkataan Luhan hanya tersenyum geli karena Luhan sungguh imut ketika merajuk

"Iya - iya sorry Lu" Mama Luhan meminta maaf pada anaknya daripada nanti anaknya marah dan tidak mau bicara padanya

"Kau kenapa senyum - senyum sendiri" Luhan memarahi Sehun karena tersenyum sendiri setelah mamanya mengejek dirinya

"Kau sungguh imut ketika merajuk Lu" Sehun yang tidak tahan lagi jadi ketawa dengan mamanya Luhan karena ekspresi Luhan sungguh tidak terbayangkan

"Ish... Kau juga sama dengan mama. Jadi kau lebih suka aku merajuk setiap hari dan setiap saat" Luhan melipat kedua tangannya didepan dada dengan kesak karena Sehun juga sama dengan mamanya yang jahil

"Sorry Lu" Sehun berusaha untuk tidak tertawa daripada terkena amukan sirusa cilik

"Aku mau kekamar" Luhan beranjak dari sofa karena dia masih kesal dengan Sehun dan daripada dibully terus lebih baik pindah habitat

"Sehun kau kejar Luhan nanti dia akan tambah ngambek padamu" Mama Luhan sungguh hafal dengan kebiasaan buruk Luhan ketika ngambek dan menyuruh Sehun mengikuti Luhan ketika Luhan sudah masuk kekamarnya

"Iya Ma" Sehun memasuki kamar Luhan dengan cepat setelah mendengar penuturan Mama Luhan

CLECK

"Lu" Sehun memanggil Luhan dari pintu karena takut akan serangan mendadak Luhan seperti kemarin dan keadaan kamar Luhan sungguh gelap

"Masuklah, aku tidak akan menendang selangkanganmu lagi" Luhan tiduran dengan malas dan tidak berniat beranjak dari tempat tidur karena masih kesal dengan Sehun

"Baiklah" Sehun berjalan menghidupkan lampu dan setelahnya dia melihat Luhan tiduran dikasur

"Kau kenapa Lu" Sehun mendekati Luhan dan mengusap sayang kepala Luhan

"Ish... Jangan sok polos Hun, ingat aku masih kesal padamu" Luhan membuang mukanya dari hadapan Sehun karena masih kesal dan Sehun sok polos bertanya mengenai keadaannya

"Maaf Lu, aku cuma tersenyum geli aja melihat kau merajuk karena mama mengejekmu rusa" Sehun berusaha menjelaskannya pada Luhan dan takut melihat Luhan akan lama ngambek padanya

"Oh, kau senang kalau aku diejek" Luhan yang salah pengertian langsung menerjang Sehun dan posisi mereka saling menimpa dengan Sehun yang berada dibawah

"Lu" Sehun terkejut dengan serangan Luhan yang mendadak

"Kau harus menerima hukumanmu agar dimaafkan Hun" Luhan tersenyum jahil ingin mengerjai Sehun

"Aku tidak mau Lu" Sehun berusaha menurunkan tubuh Luhan yang berada tepat diatas tubuhnya

"Kau terima saja atau lututku akan mengenai penismu" Luhan tersenyum licik karena ide jahilnya bisa menghentikan pergerakan Sehun

"Jangan Lu, aku tidak mau penisku bangun sekarang dan menyerangmu" Sehun takut akan menyerang Luhan setelah Luhan menyenggol penis besarnya

"Bagus, just follow me" Luhan merasa senang karena ide jahilnya berjalan lancar

"Pasang wajah yang imut Hun" Luhan bersiap mengambil handphonenya dan bersiap foto wajah imut Sehun

"Tidak Lu" Sehun berusaha mengelak tetapi ancaman Luhan sungguh menyiksa keadaannya

"Atau penismu kusenggol" Luhan mengancam Sehun

"Baiklah" Sehun pasrah dan memasang wajah imutnya dan Luhan sudah mendapat fotonya

"Sekarang wajah jelek" Luhan bersiap memfoto wajah Sehun yang kedua

"Tidak Lu"

"Atau penismu korbannya" Luhan mengancam Sehun dengan ancaman yang sama

"Baiklah" Sehun memasang wajah jelek dengan malas dan Luhan langsung memfoto wajah

"Ok" Luhan senang karena sudah mengerjai Sehun dan langsung beranjak dari badan Sehun

"Akh!..." Luhan kesakitan karena Sehun menarik tangan Luhan dengan kuat dan berakhir tubuh mereka ambruk bersama dan kembali ke keadaan awal dimana Luhan berniat mengerjai Sehun

"Sakit Hun" Luhan memukul dada Sehun karena kesal dengan Sehun yang sesuka hatinya menarik tangan Luhan

"Lu, jangan kau kirim foto tadi Lu" Sehun memasang wajah imutnya agar Luhan luluh dan tidak mengirim foto tersebut ke akun sosial media

"Lihat nanti Hun, kalau kau membuatku kesal makan aku akan mempostnya" Luhan mengancam Sehun walaupun nyatanya dia tidak akan mengirim foto tersebut

"Ish... Jangan gitu Lu, aku tidak mau reputasiku hancur karena foto tersebut" Sehun masih memasang wajah imutnya agar Luhan tidak mempost foto tersebut

"Biarin saja, kau selama ini terlihat tampan dan elegan. Jadi kau harus terlihat jelek agar fansmu tahu kalau Sehun memilki sisi jelek juga" Luhan tersenyum mengejek dan ingin melihat wajah memelas Sehun yang lebih menggemaskan dari bayi manapun

"Lu" Sehun hampir menangis karena Luhan yang sungguh keras kepala ingin mempost fotonya yang jelek tadi

"Iya, aku tidak memposnya dan Luhan langsung mencubit pipi imut Sehun dan Sehun sungguh menggemaskan ketika hampir menangis"

"Akh... Sakit Lu... Pipiku bisa hancur kau buat" Sehun kesakitan karena cubitan Luhan sungguh dahsyat sakitnya

"Biarin" Luhan melepaskan cubitannya karena Sehun sudah kesakitan dan takut Sehun marah padanya

"Kau kejam sekali pada cowok tertampan didunia sepertiku" Sehun mengusap pipinya sehabis dicubit Luhan

"Biarin, kau tampan tetapi menggemaskan dibandingkan bayi manapun" Luhan mengusap sayang pipi Sehun setelah mencubitnya

"Besok aku akan menjemputmu dan mengantarmu kesekolah Lu" Sehun berkata dengan tegas

"Iya - iya Hun" Luhan terserah saja pada Sehun daripada ribut denganya lagi

CLECK

Sehun dan Luhan keluar dari kamar Luhan dan Sehun berniat pamit pada Mama Luhan sedangkan Luhan menemani Sehun.

"Ma, Sehun ingin pulang ma" Luhan berteriak memanggil mamanya dari ruang tamu karena mamanya tidak ada disana

"Iya bentar Lu" Mama Luhan keluar dari dapur setelah mendengar panggilan anaknya

"Ada apa Lu" Mama Luhan bertanya pada Luhan setelah sampai diruang tamu

"Ma, aku pamit dulu" Sehun pamit pada Mama Luhan setelah sang mama datang keruang tamu

"Iya Sehun, hati - hati dijalan ya jangan ngebut. Kalau besok kau jemput Luhan kau sarapan dengan kami saja Hun" Mama Luhan selalu memberikan arahan pada anak - anaknya agar hati - hati dijalan raya dan mengusulkan Sehun untuk sarapan dengan mereka

"Iya ma, bye Lu" Sehun pamit pada Luhan dan memasuki mobil Sehun setelah mendegar sahutan dari Luhan

"Iya Hun"

Sehun mengendarai mobilnya keluar dari kawasan perumahan Luhan dengan hati yang senang setelah mendapatkan maaf dari Luhan tetapi dia masih heran dengan perasaannya pada Luhan. Dia merasa sakit hati karena tidak mendapatkan maaf dari Luhan, bila dipikirkan Sehun adalah orang yang tidak terlalu peduli pada perasaan orang lain sehingga tidak pernah gelisah karena tidak meminta maaf pada orang lain tetapi berbeda dengan Luhan. Dia tidak menyadari hatinya sudah berlabuh pada Luhan, tetapi dia merasa nyaman bila berada disekitar Luhan.

.

.

.

.

.

Pagi harinya Sehun sudah sampai dirumah Luhan dan disambut hangat oleh Mama Luhan dan mengantar Sehun hingga menuju meja makan dan duduk bersama dengannya dan sang suami selagi menunggu Luhan yang sedang bersiap - siap.

"Pagi Ma Pa" Luhan menyapa mama dan papanya tetapi belum menyadari keberdaan Sehun

"Pagi Lu" Mama dan Papa Luhan kompak menjawab sapaan anaknya

"Sehun... Kau sudah datang.. Uhuk Uhuk" Luhan yang duduk disamping mamanya dan meminum susu terkejut dengan kehadiran Sehun yang berada tepat disebrangnya dan harus berakhir dengan tersedak

"Lu... Makanya hati - hati kalau minum. Kayak baru pertama kali melihat cowok tampan saja" Mama Luhan menyindir anaknya karena heboh ketika melihat Sehun dimeja makan sambil mengelus punggung Luhan agar lebih baikan dari sedakan

"Ish mama ini. Aku cuma terkejut karena dia berada disini, aku tadi tidak melihatnya makanya sampai tersedak" Luhan berusah menjelaskan pada mamanya

"Melihat cowok tampan saja kau tidak peka, hati - hati Lu nanti kau susah mendapatkan pacar karena melihat yang ganteng seperti Sehun saja sulit" Mama Luhan meledek Luhan karena kecerobohannya

"Ish, mama jangan mulai ini masih pagi" Luhan takut moodnya buruk seharian karena mamanya meledeknya

"Iya - iya"

"Sudah siap ma" Luhan sudah siap dengan sarapannya begitu juga dengan Sehun yang sudah siap lebih awal daripada Luhan

"Kami berangkat dulu ya ma pa" Sehun pamitan pada Mama Luhan dan Papa Luhan

"Aku juga berangkat ya ma pa" Luhan juga ikutan pamit pada orang tuanya

"Iya, hati - hati" Mama Luhan hanya membalas sapaan mereka saja tetapi tidak mengantar anaknya hingga memasuki mobil karena dia masih sarapan

"Iya" Papa Luhan menjawab sapaan kedua anaknya

Sehun dan Luhan memasuki mobil dan berangkat menuju sekolah mereka, Luhan merasa ini adalah hari terakhirnya bisa berkumpul dengan semua teman dan sahabatnya. Besok merupakan hari keberangkatannya ke Amerika. Luhan sebenarnya sedih tetapi dia harus kuat untuk menghadapi cintanya yang pelik

~TBC~