Couple : HunHan

Main Cast :

Female (Luhan, Kyungsoo, Baekhyun, Shiraishi Mai, Itano Tomomi, Kojima Haruna, Takahashi Minami, Maeda Atsuko, Oshima Yuko, Shinoda Mariko, Watanabe Mayu, Matsui Jurina, Kashiwagi Yuki, Yoona, Krystal) - Member idol grup

Male (Sehun, Kris, Suho, Chanyeol, Hoya, Minho, Taeyong, Yonghwa, Minhyuk, Siwon, Yunho)

Pagi ini Luhan dan keluarganya sudah bersiap - siap untuk mengantar putri mereka yang akan berangkat ke Amerika. Orang tua Luhan sebenarnya tidak mengijinkan Luhan untuk berpisah jauh dengan mereka, tetapi mereka juga tidak boleh egois untuk menahan keinginan anak mereka untuk belajar di Amerika.

"Ayo ma, papa sudah menunggu didepan" Luhan mengajak mamanya kemobil karena daritadi mamanya masih sibuk dibelakang

"Iya, sebentar Lu" Mama Luhan dengan buru - buru menghampiri Luhan dan berjalan bersama sang putri menuju mobil

Dalam perjalanan menuju bandara tidak ada yang membuka percakapan duluan, karena mereka masih diselimuti dengan kesedihan karena akan saling berpisah. Tetapi Luhan sebagai anak mereka harus membuka obrolan singkat dengan orang tua agar tidak canggung.

"Ma Pa, kalian jaga kesehatan kalian selama aku tidak berada di Korea. Aku tidak mau mama dan papa sakit karena merindukan aku. Aku akan sering menghubungi kalian" Luhan memulai obrolan dengan memberikan pesan pada kedua orang tuanya

"Iya Lu, Hiks..." Mama Luhan yang tadinya tidak menangis justru menangis mendengar penuturan anaknya

"Shh... Ma jangan menangis ma" Luhan merasa bersalah pada mamanya dan memeluknya dengan erat

"Kau juga hati - hati Lu disana" Mama Luhan sungguh tidak merelakan anaknya berpisah jauh dengannya tetapi dia tidak boleh egois untuk kesuksesan anaknya

"Iya Ma. Mama dan papa juga harus sehat disini"

"Ayo Lu turun sudah sampai" Papa Luhan menyuruh mereka semua turun karena mereka sudah sampai dibandara

.

.

.

.

.

Mereka sudah memasuki bandara dan mereka terkejut karena menemukan sahabat Luhan yang sungguh banyak untuk mengantar keberangkatannya.

"Hun" Luhan terkejut karena dari kejauhan dia bisa melihat Sehun dan yang lainnya sedang menunggu kedatangan Luhan

"Lu" Sehun dan yang lainnya berjalan menghampiri Luhan dan orang tuanya dan mereka menyapa kedua orang tua Luhan sementara Luhan masih terlalu terkejut dengan kehadiran sahabatnya untuk terakhir kalinya

"Lu, sudah waktunya" Papa Luhan menyuruh anaknya untuk masuk ke pesawat sementara Luhan mencoba mengambil nafas sebelum mengucapkan salam perpisahan pada semuanya

"Aku harap kalian semua bisa lebih mandiri dan aku minta maaf bila aku ada kesalahan. Dan untuk kedua orang tuaku jagalah kesehatan kalian. Sampai jumpa semua" Luhan memberikan seluruh pesan - pesannya pada sahabatnya dan kedua orang tuanya sebelum berjalan menjauh dari kerumunan tersebut

"Bye" Luhan melambai pada mereka semua dan mereka juga membalas lambaian Luhan hingga Luhan sudah tidak nampak dari pandangan mereka. Mereka semua menumpahkan air mata karena masih belum kuat untuk berpisah dari orang yang berpengaruh dalam hidup mereka. Sehun merasakan setengah jiwanya pergi tetapi dia masih belum yakin apakah ini cinta atau hanya sekedar persahabatan yang bagaikan keluarga

"Hiks.. " Mama Luhan menangis setelah anaknya tidak kelihatan lagi, dia tidak ingin terlihat lemah didepan sang anak, sang suami dan Sehun membantu Mama Luhan untuk tenang dari kesedihannya

"Kita sebaiknya pulang" Papa Luhan mengusulkan semuanya untu pulang setelah melihat pesawat yang ditumpangi Luhan sudah lepas landas

"Iya pa" mereka kompak menjawab usulan Papa Luhan dan berjalan kembali keparkiran untuk kembali kerumah masing - masing

"Kami pulang dulu pa ma" mereka semua pamit pada mama dan papa Luhan yang masih sedih dengan kepergian Luhan

"Iya" Papa Luhan yang menjawab mereka sementara sang mama masih melamun

Mereka memasuki mobil dan keluar dari bandara menuju sementara kedua orang tua Luhan baru memasuki mobil dan Papa Luhan sungguh heran dengan sang istri.

"Ma jangan begini, jangan buat Luhan kecewa dengan keadaan mama" Papa Luhan memberitahu sang istri agar tidak terlalu sedih, dia tidak mau Luhan kecewa pada mereka

"Iya pa" Mama Luhan berusaha tegar agar anaknya di Amerika sana tidak kecewa dengannya

"Kita pulang ya ma" Papa Luhan meminta izin setuju dari istrinya dan setelah istrinya memberikan anggukan kepala maka mobil mereka melaju kerumah mereka.

.

.

.

.

.

Keesokan harinya

"Sehun" Baekhyun menyapa Sehun ketika Sehun memasuki ruangan kelas yang terasa hampa baginya

"Hi Baek" Sehun membalas sapaan Baekhyun dan meletakkan tasnya diatas meja setelah duduk dikursinya

"Pagi anak - anak" Guru kimia memasuki ruangan kelas Sehun dan mereka belajar seperti biasa, tetapi Sehun merasakan tidak bisa fokus karena sebagian hatinya merasakan kehilangan Luhan tetapi dia mencoba fokus pada guru yang sedang menerangkan dipapan tulis

Pada saat makan siang, semuanya berkumpul ditempat biasa yang mereka duduki. Sehun juga merasa berbeda ketika Luhan masih sekolah disini dengan ketika Luhan sudah pindah sekolah. Baekhyun yang melihat Sehun murung jadi menjahili Sehun agar tidak murung.

"Sehun, kau rindu pada kekasihmu Luhan" Baekhyun menggoda Sehun walaupun dia sudah tahu hubungan Sehun dengan Luhan hanya sebatas sahabat da bagaikan kakak - adik

"Hah? Kau gila Baek. Luhan sahabatku bukan kekasihku" Sehun yang sedang murung terkejut mendengar penuturan Baekhyun yang tidak masuk akal

"Aku cuma bercanda Hun, bisa saja kau jatuh cinta pada Luhan. Luhan itu sungguh perfect, awas saja kau jatuh cinta padanya. Sahabat bisa jadi cinta" Baekhyun yang awalnya ketawa jadi serius ketika mengancam Sehun

"Iya - Iya bawel" Sehun langsung memakan makan siangnya ketika sudah datang dibawa oleh Kyungsoo

Sehun makan dengan santai dan terkadang dia berpikir ulang tentang perkataan Bakehyun yang mengatakan dia jatuh cinta pada Luhan. Dia memang kesepian karena sahabat cerewetnya berkurang satu tetapi dia menolak tegas perkataan Baekhyun.

"Aku duluan" Sehun langsung meninggalkan sahabat - sahabatnya yang masih belum siap makan siang, dia tidak memperdulikan ocehan Baekhyun karena dia ingin sendiri

"SEHUN... UHUK UHUK..." Baekhyun yang niat awalnya ingin memarahi Sehun batal karena tersedak makanan, sedangkan Sehun sudah menjauh dan tidak mendengar ocehan Bakehyun yang gagal

"Hati - hati Baek" Chanyeol dengan telaten memberikan air putih pada Baekhyun dan mengurut punggungnya agar berhenti tersedak

"Hahh.." Baekhyun lega setelah insiden tersedaknya yang membuat seisi kantin melihat padanya

"Makanya hati - hati bodoh. BUGH" Kyungsoo memarahi Baekhyun dan memberikan hadiah gratis tepat dikepala Baekhyun

"AKH! Sakit Kyung" Baekhyun mengusap sayang kepalanya yang dipukul Kyungsoo

"Hahaha..." Kai tertawa karena tingkah kekasih mereka sedangkan Chanyeol hanya diam sambil mengusap kepala Baekhyun yang terkena pukulan Kyungsoo

.

.

.

.

.

Sehun menuju atap sekolah duduk dikursi tua dan merenung sendiri kenapa hatinya terasa hampa, apakah efek Luhan sungguh berpengaruh pada hidupnya. Dia binggung dengan perasaannya yang rindu kepada Luhan antara sahabat atau kekasih.

"YAK!" Sehun terkejut karena seseorang menepuk bahunya ketika sedang melamun dan pelakunya Kyungsoo

"Makanya jangan melamun, nanti kemasukan hantu" Kyungsoo duduk disamping Sehun dan berbincang dengan sahabatnya yang sedang galau

"Tidak ada hantu Kyung, lagian aku tidak takut" Sehun membanggakan dirinya sambil menepuk dadanya sombong

"Ya terserah" Kyungsoo malas membalas ocehan Sehu yang membanggakan dirinya walalupun memang Sehun pemberani

"Kau galau kenapa Hun" Kyungsoo mencoba bertanya pada sahabatnya yang sungguh berbeda dengan hari - hari biasanya

"Aku merasa kesepian karena Luhan sudah tidak bersama kita lagi" Sehun jujur pada Kyungsoo karena diantara mereka semua Kyungsoo lahh yang berperan sebagai penengah dan ibu bagi mereka

"Kau merindukan dia sebagai sahabat atau kekasih Hun" Kyungsoo serius dengan pertanyaannya berharap Sehun bisa memilih statusnya dengan Luhan. Kyungsoo tahu Luhan selalu menangis karena Sehun lebih baik kepada orang lain daripada Luhan sahabatnya sendiri

"Aku merindukannya sebagai sahabat Kyung" Sehun ragu untuk menjawab pada awalnya tetapi dia juga tidak mau dibully yang lainnya bila dia mengatakan dia rindu pada Luhan lebih dari sekedar sahabat

"Kau harus meyakinkan dirimu, apakah kau memang merindukan Luhan sebagai kekasih atau sebagai sahabat. Bila memang kau menyukai Luhan terus terang padanya, dia juga menyukaimu sampai sekarang. Alasan utamanya untuk belajar keluar negeri bukan lahh meraih cita - citanya tetapi ingin mencoba melupakanmu Hun" Kyungsoo mulai terbuka mengenai keinginan Luhan sekolah keluar negeri, berharap Sehun mengerti arah hatinya berlabuh

"Aku tidak suka sifat Luhan yang jahil dan manja" Sehun mengatakan hal yang menusuk orang apabila orang dibicarakan tersebut disini pasti dia akan melempar semua barang yang ada pada Sehun

"Kau tidak boleh begitu, hidup itu saling melengkapi bukan saling menjelekan. Luhan memang tidak sempurna seperti yang kau katakan, tetapi dia memiliki fans yang setia. Kau juga tidak sempurna Hun, kau juga memiliki banyak kekurangan tetapi kami tidak pernah menjelekanmu didepan yang lain. Kau cobalah renungkan apakah kau menyukai Luhan atau tidak" Kyungsoo yang kesal karena Sehun selalu menilai orang dari kejelekannya, apakah dia pikir dia sudah sempurna. Kyungsoo pun meninggalkan Sehun sendirian diatap sekolah

Sehun berpikir yang dikatakan Kyungsoo ada benarnya, tidak semua sempurna tetapi apakah memang dia mencintai Luhan. Dia tidak tahu apakah dia menyukai Luhan atau sekedar rindu sebagai sahabat.

.

.

.

.

.

Malam harinya Sehun kesulitan tidur karena pikirannya masih terbayang perkataan Kyungsoo yang memojokkannya. Dia mencoba untuk tertidur tetapi masih saja pikirannya melayang pada Luhan.

"ARGH..." Sehun bangun dari tidurnya dan berteriak frustasi karena apapun yang dilakukannya pasti terbayang wajah Luhan

"Apakah aku sedang dihukum Tuhan, kenapa terus memikirkan Luhan" Sehun menjambak rambutnya karena sungguh tidak tahan dengan keanehan yang terjadi pada dirinya

Sehun tertidur setelah kelelahan berteriak frustasi, dia hanya sedang bingung dengan perasaaan yang dimilikinya untuk Luhan. Sehun adalah orang yang suka mengabaikan kata hatinya, ini pertama kalinya Sehun stres biasanya dia tidak peduli pada masalah lainnya. Pada akhirnya Sehun meminum obat tidur agar bisa tertidur nyenyak, dan Sehun tertidur hingga pagi menjelang.

.

.

.

.

.

"Sehun" Mama Sehun mengetuk pintu kamar putranya karena biasanya putranya sudah bersiap - siap sedangkan hari ini dia belum melihat putranya keluar dari kamar

"Nghh.." Sehun terusik karena seseorang mengetuk pintu kamarnya, dia sungguh mengantuk karena kesulitan tidur semalam

"Sehun bangun, sudah pagi" Mama Sehun tetap membangunkan anaknya untuk berangkat sekolah

"Iya Ma" Sehun menjawab teriakan mamanya dan bangun dari ranjang untuk mandi dan siap - siap kesekolah walaupun dia sungguh mengantuk

Sehun siap - siap sekitar tiga puluh menit, dan setelahnya dia pergi keruang makan untuk sarapan bersama keluarganya.

"Pagi ma pa" Sehun menyapa kedua orang tuanya

"Pagi" kedua orang tua Sehun menyapa anak tunggalnya yang sungguh tampan

"Kau kenapa terlambat bangun Sehun" Mama Sehun bertanya pada anaknya setelah meminum teh

"Iya ma, aku kesulitan tidur semalam" Sehun menjawab pertanyaan mamanya setelah mengoleskan selai coklat pada rotinya

"Kau memikirkan apa?" Mama Sehun heran dengan kejadian yang baru dialami anaknya

"Aku juga tidak tahu ma, aku merasa berbeda saja" Sehun tidak mungkin jujur pada mamanya mengenai apa yang dipikirkannya sehingga sulit tidur

"Apa kau merindukan Luhan" Mama Sehun hanya bercanda saja tetapi reaksi yang diberikan Sehun berbeda, dia tersentak karena ucapan mamanya benar

"Kenapa mama bisa mengatakan seperti itu" Sehun berusaha mengelak dari tudingan mamanya

"Mama hanya menebak, kenapa kau ketakutan begitu" Mama Sehun puas berhasil mengerjai putranya

"Kalau kau memang suka pada Luhan nyatakan secara langsung, suka itu kata paling hebat" Papa Sehun juga mengerjai putranya yang linglung akan perasaaannya

"Iya pa" Sehun hanya mengiyakan perkataan papanya

"Sudah, habiskan sarapanmu Sehun. Kau sudah mau terlambat" Mama Sehun menyuruh anaknya agar cepat - cepat sarapan karena sudah mau terlambat

"Iya ma" Sehun menghabiskan sarapannya dengan cepat dan meletakkan piring kotornya ketumpukan piring kotor

"Aku pergi ya ma" Sehun pamit pada mamanya dan keluar dari rumah dengan buru - buru karena takut terlambat. Sehun menaiki mobilnya dengan buru - buru agar tidak kena hukum sama guru botak yang galak.

~TBC~