.

Beloved Ponyo (Impression on First Day)

['Starship' Jung Se Woon,

'Brand New Music' Kim Dong Hyun,

'Brand New Music' Lim Young Min]

BlueBerry's Sewoonie Fanfiction

Don't Like, Don't Read

warning abal : niatnya sih pengen bikin friendship, tapi malah jadi ngga jelas begini (warning : Youngmin&Sewoon tingkat dua, Donghyun&Gwanghyun tingkat satu, ooc!Sewoon, possibly ooc for another character)

.

Gwanghyun menarik koper besar milik Sewoon, segera menyela lontaran kata Sewoon yang hendak menolak dengan mengucap 'selamat datang' pada Pemuda yang baru datang dari Busan itu. Langkah Gwanghyun terayun tanpa membiarkan Sewoon kembali meraih koper miliknya, beralasan bahwa setidaknya dia sudah berada disini selama lebih dari enam bulan dan lebih mengenali sekolah asrama ini. Sewoon hanya mengikuti langkah Gwanghyun di hadapannya, dengan tenang mendengar penjelasan Gwanghyun mengenai beberapa peraturan sekolah maupun peraturan asrama yang sebenarnya tidak berbeda. Tangan Gwanghyun menaruh koper di lantai, sementara tangan lainnya mencari kunci kamar miliknya dan memutar kunci dua kali sebelum membuka pintu kamar tersebut. Kepala Sewoon terangguk tanda mengerti saat Gwanghyun memberitahu ranjang juga bagian lemari yang menjadi miliknya, Pemuda Jung itu ingin merapikan barang miliknya sebelum Gwanghyun mengarahkannya untuk menempati ranjang bawah yang menjadi bagiannya karena khawatir bila Sewoon kelelahan.

Sewoon berusaha mengingat perkataan Gwanghyun mengenai teman sekamar mereka, yang pertama setingkat dengan Sewoon dan lainnya setingkat dengan Gwanghyun sendiri. Pintu kamar terbuka dan menampilkan dua orang yang asing bagi Sewoon (tentu saja, dia murid baru di sekolah asrama ini), salah satunya mengatakan pada Gwanghyun kalau Pemuda Lee itu dipanggil oleh Ketua Kelompoknya direspon Gwanghyun dengan menepuk dahi dan menggumam bahwa dia lupa mengerjakan tugasnya. Gwanghyun pergi bersama satu pemuda asing yang baru datang tanpa mengatakan apapun selain 'aku pergi dulu, ada urusan mendesak', meninggalkan Sewoon yang tidak mengenal siapapun selain anak dari teman Ibunya itu. Pandangan Sewoon mengarah pada satu pemuda asing yang tidak pergi bersama Gwanghyun, memandang bingung sewaktu pemuda itu mendekatinya dan mengulurkan tangan seperti mengajak berkenalan. Lengkung senyum dari pemuda asing itu membuat Sewoon mengerjap dan mengangkat tangannya untuk membalas uluran tangannya.

Ada jeda sebelum Sewoon menarik sudut bibirnya dan membentuk senyuman dengan tipis, tidak biasa untuk memberikan senyuman pada seseorang yang belum akrab dengannya (bahkan, dia belum mengenal orang di hadapannya sama sekali). Tawa kecil Pemuda di hadapannya seperti dia merasa lucu terhadap sesuatu, hampir membuat Sewoon merasa tersinggung . . .

"Kau tidak perlu bersikap begitu canggung padaku, Hyung. Kita akan menjadi teman sekamar, ah, namaku Kim Dong Hyun" Pemuda di hadapannya belum bosan memberikan senyuman dengan kesan ramah dan hangat, membuat Sewoon tidak berhenti membalas senyumannya dengan canggung

"Namaku Jung Se Woon, satu tahun lebih tua dari Gwanghyun. Kupikir, kau yang dimaksud satu tingkat dengan Gwanghyun?" Sewoon bertanya perlahan, khawatir kalau saja dia salah menebak dan membuat orang di hadapannya merasa tersinggung

"Iya, aku memang satu tingkat dengan Gwanghyun. Kau boleh menanyakan apapun dengan lebih santai padaku nantinya, atau menanyakan mengenai hal-hal mengenai tingkat dua pada Youngmin-Hyung. Kami tidak menggigit, tenang saja" Nama lain yang disebutkan Donghyun membuat Sewoon mengernyit, memberi pertanyaan menggunakan ekspresi wajahnya. Donghyun melepas taut tangan mereka untuk menutupi lengkungan bibirnya yang bisa saja membuat Sewoon merasa tersinggung

"Gwanghyun belum memberitahu nama kami pada Hyung? Youngmin-Hyung itu satu tingkat dengan Sewoon-Hyung, dia juga menempati kamar ini" Donghyun menunjuk pada salah satu ranjang atas, memberi isyarat kalau si Youngmin adalah pemilik ranjang itu

"Oh" Balasan seadanya dari Sewoon membuat keduanya berada dalam situasi hening setelahnya, membebaskan Donghyun untuk mendengar suara kering dari perut Sewoon. Tawa canggung Sewoon membuat Donghyun turut melontarkan tawa kecil, melihat jam pada pergelangan tangannya untuk memastikan waktu makan siang

"Ayo makan, Hyung" Tangan Donghyun menepuk bahu Sewoon, sebelum mengambil langkah lebih dulu dan menoleh untuk memastikan Sewoon mengikutinya hingga berada di kantin. Hanya sesekali membuka suara dan menanyakan pertanyaan santai, membicarakan beberapa menu di kantin dan memastikan Sewoon tidak memiliki alergi terhadap bahan makanan tertentu

"Kalau Hyung memiliki alergi pada bahan makanan tertentu, aku bersedia menghabiskan makanan bagian Hyung" Jawab Donghyun, sewaktu Sewoon menanyakan alasan Donghyun bertanya mengenai alergi makanan padanya. Tawa Sewoon terdengar lebih menyenangkan dan lebih bebas dari sebelumnya, Donghyun mengikutkan diri untuk tertawa sekalipun bahan tawaan Sewoon adalah dirinya

"Hyung nanti duduk denganku saja" Donghyun bicara sebelum meninggalkan Sewoon di pintu masuk kantin, lebih dulu memasuki antrian dan melempar candaan dengan temannya yang berada tepat di belakangnya. Posisi Sewoon berbeda sekitar enam orang dari Donghyun, berubah menjadi delapan orang karena dua Pemuda Asing yang menyela posisinya dan hanya direspon Sewoon dengan tenang. Ini hari pertamanya di sekolah ini, lebih baik dia tidak membuat masalah dengan orang lain sekalipun mereka adalah adik kelasnya

"Kalian ini. Apa kalian tidak melihat kakak kelas tingkat dua sudah mengantri lebih dulu?" Pengantri di belakang Sewoon membuka suara, melontarkan protes seperti kakak yang menegur adiknya dengan cara halus. Dialek dalam nada bicara si pemilik suara membuat Sewoon menoleh dengan rasa ingin tahu, menemukan Pemuda Tinggi dengan rambut merah gelap di belakangnya

"Senior Youngmin, maafkan kami" Kedua adik kelas itu melempar cengiran canggung pada Pemuda yang dipanggil 'Youngmin' tersebut, mendapat senyum memaklumi dari Youngmin. Bukankah Donghyun mengatakan kalau teman sekamar yang satu tingkat dengannya juga bernama Youngmin? Orang ini sama dengan Youngmin yang dimaksud Donghyun atau Youngmin yang berbeda?

"Bukan hanya aku, seharusnya kalian juga meminta maaf pada kakak ini" Pandangan melamun Sewoon yang masih serius berpikir bertemu dengan pandangan bersahabat dari Youngmin, membuat Sewoon mengerjap dan mengusap sisi kepalanya dengan canggung

"Eung, maafkan kami ya, Senior" Dua adik kelas yang sempat menyela antrian Sewoon beranjak ke posisi belakang setelah mengatakan itu, sementara Sewoon mengerjap bingung namun segera menggerak kakinya untuk mengisi jarak kosong di antrian yang terlalu besar. Youngmin yang persis di belakang Sewoon menarik sudut bibirnya, berpikir bahwa tingkah orang di hadapannya sangat lucu

"Kau menegur mereka, bukan sebuah kriminal atau sesuatu yang menimbulkan masalah. Kenapa kau hanya diam saat mereka menyela posisimu? Sekalipun kau tidak bicara sebagai pengantri yang merasa terganggu karena disela, kau bisa menegur sebagai kakak kelas yang mengajari mereka mengenai sopan santun" Perkataan Youngmin hanya mendapat balasan ekspresi setengah melamun dari Sewoon, mengangguk seadanya dan menunggu gilirannya yang tinggal dua orang lagi. Bukan berarti Sewoon tidak mendengar juga tidak memahami maksud perkataan Youngmin, Sewoon membenarkan perkataan Youngmin bahwa seharusnya dia menegur sikap adik kelas yang kurang menyenangkan dengan tanggung jawab sebagai kakak kelas, tapi bagaimanapun dia masih murid baru disini

"Maafkan aku. Aku berbicara panjang tanpa memperkenalkan diri, namaku Lim Young Min" Sewoon meninggikan pandangannya dan kembali menemukan pandangan bersahabat yang diarahkan Youngmin padanya, kali ini memberi senyuman tipis yang membuat kesan ramah melekat pada impresi Sewoon untuknya. Kepala Sewoon mengangguk sebagai tanda dirinya mengerti, menunduk dengan sopan sebelum membuka mulut untuk membalas perkenalan dari Youngmin

"Namaku Jung Se Woon" Balas Sewoon yang direspon anggukan mengerti juga senyuman dari Youngmin, walaupun Sewoon tidak melihatnya karena sedang menunggu giliran di depannya

"Gwanghyun sangat antusias dengan kepindahanmu ke sekolah kami, dia menunjukkan fotomu pada kami dan menceritakanmu sebagai sosok yang sangat keren juga menarik" Sewoon hanya merespon perkataan Youngmin dengan menoleh sebentar, tidak memberi respon lebih kuat karena sibuk melontarkan ucapan 'terima kasih' pada pengurus kantin yang menaruh makanan di nampan miliknya

"Terima kasih, Bibi" Lontaran kata yang diucapkan sesopan mungkin oleh Sewoon, membalik tubuhnya untuk melihat semua meja di kantin sudah ditempati orang lain. Perkataan Donghyun yang mengajaknya duduk dengan Pemuda Kim itu membuat Sewoon berusaha mencari Donghyun diantara sekian orang asing yang belum dikenalnya, menerima tepukan bahu dari Youngmin yang tersenyum di sebelahnya

"Kau ingin bergabung denganku dan temanku?" Pertanyaan Youngmin dibalas anggukan oleh Sewoon, mengikuti Youngmin yang berjalan lebih dulu setelah memberi isyarat dengan menggerak kepalanya. Sewoon tidak merasa yakin hingga seratus persen, tapi delapan puluh tujuh persen dia berpikir Youngmin di sebelahnya sama dengan Youngmin teman satu kamarnya yang dikatakan Donghyun

"Ah, Sewoon-Hyung sudah bertemu dengan Youngmin-Hyung" Donghyun mengalihkan fokus dari kesibukan menghabiskan menu makan siang miliknya, melihat Youngmin yang mendudukkan diri bersebelahan dengan Sewoon

"Kau sendiri sudah bertemu dengan Sewoon?" Anggukan Donghyun membalas pertanyaan dari Youngmin, menampilkan ekspresi membanggakan diri yang terkesan begitu menyebalkan hingga Youngmin hanya merespon lontaran tawa yang tipis

"Aku yang menemaninya ke kantin" Tatapan Sewoon terkesan mewaspadai perkataan Donghyun (mungkin khawatir, kalau Donghyun membahas soal suara kering dari perut Sewoon), membuat Pemuda Kim itu melontarkan tawa ringan yang mengundang ekspresi bingung dari Youngmin

"Menemukan hal lucu?" Gestur tangan menolak dari Sewoon membalas pertanyaan Youngmin, lirikan bingung Youngmin pada Donghyun menemukan si Kim yang melontarkan tawa di balik tangannya. Sama dengan Sewoon dan Gwanghyun yang saling mengenal sebelum berada di sekolah ini, Youngmin sudah mengenal Donghyun cukup lama hingga bisa mengerti gerakan kecil dari Donghyun

"Tidak ada hal yang cukup memalukan hingga harus disimpan atau perlu dirahasiakan, saat kau memiliki tiga teman satu kamar seperti kami. Kau bisa mengatakan juga melakukan apapun selama itu bukan tindakan kriminal" Ujar Youngmin selagi tersenyum, meraih peralatan makannya dan memulai kegiatan menghabiskan makan siangnya. Donghyun sendiri sudah kembali sibuk dengan kegiatan makan tanpa mengeluarkan suara apapun

"Sewoon-Hyung ingin mengatakan apa?" Donghyun kembali menghentikan makannya yang tersisa beberapa sendok, melihat Sewoon yang melirik dirinya maupun Youngmin seperti tengah menimbang untuk mengatakan sesuatu. Youngmin menjauhkan sendok makan dari mulutnya untuk menoleh pada Sewoon yang mendudukkan diri di sisinya, melihat mangkuk Sewoon yang masih cenderung penuh

"Aku ingin ke kamar mandi" Jawaban Sewoon mengundang gumam mengerti dari Youngmin juga Donghyun, tidak mendapat jawaban dari Donghyun karena Pemuda Kim itu melanjutkan kegiatan makannya yang sempat tertunda

"Kamar Mandi satu arah dengan wastafel, Donghyun bisa membantu menunjukkan jalan saat dia selesai makan" Youngmin menjawab dengan senyum tipis, dibalas Sewoon dengan membulatkan mulut dan mengangguk tanda mengerti. Mengikuti langkah Donghyun yang beranjak setelah menghabiskan makan siang maupun jus kotak miliknya sendiri, membuat Youngmin tersenyum dari tempat duduknya.

Sewoon tidak memiliki pemikiran mengenai sekolah asrama yang bagus atau buruk karena ini pertama kali baginya memasuki sekolah asrama, tapi setidaknya dia memiliki tiga teman satu kamar yang menyenangkan, sekaligus dua adik kelas yang baik dan satu teman satu tingkat yang ramah. Mungkin, impresinya akan berubah setelah beberapa saat, tapi impresinya di hari pertama ini sama sekali tidak buruk.

.~~~KKEUT~~~.

Update setelah satu pekan ngga muncul, aku coba nulis genre friendship yang sebenarnya rada asing sih buat kutulis. Kalo karakter Sewoon rada beda dari biasanya juga ngga mirip sama aslinya, mohon maklum ya, soalnya aku malah ngebayangin hari pertamaku pas mulai jenjang baru, dari SD-SMP sama SMP-SMA. Aku tahu masih banyak kesalahan dan kekurangan, jadi silahkan review ^v^

(VLive Donghyun tuh bikin baper, VLive Youngmin tuh bikin ambyar, jadi keadaanku setelah mereka ngelakuin VLive bareng dan dibilang bakal debut akhir Juli atau Agustus nanti tuh baper seambyar ambyarnya)