Couple : HunHan

Main Cast :

Female (Luhan, Kyungsoo, Baekhyun, Shiraishi Mai, Itano Tomomi, Kojima Haruna, Takahashi Minami, Maeda Atsuko, Oshima Yuko, Shinoda Mariko, Watanabe Mayu, Matsui Jurina, Kashiwagi Yuki, Yoona, Krystal) - Member idol grup

Male (Sehun, Kris, Suho, Chanyeol, Hoya, Minho, Taeyong, Yonghwa, Minhyuk, Siwon, Yunho)

.

.

.

.

.

Other Place

"Lu"

"Apa Maachan" Luhan mengalihkan pandangannya dari buku kepada sahabat barunya

"Kita kekantin, aku lapar" Oku Manami atau disapa Maachan adalah gadis campuran Italia dengan Jepang adalah gadis yang cantik dan imut disaat bersamaan

"Iya - iya, tunggu sebentar" Luhan membereskan bukunya dan kekantin bersama Maachan dan Erena. Oku Manami dan Ono Erena adalah sahabat baik, mereka bersahabat dengan Luhan ketika pertama kali Luhan memasuki kesekolah baru di Amerika

"Let's Go" Erena menarik tangan Luhan dan Maachan agar dapat tempat duduk dikantin yang padat ketika istirahat

"Aku yang pesan, kalian duduk saja dan pesanan kalian seperti biasa kan" Erena bertanya pada kedua sahabatnya dan kedua sahabatnya menggangukkan kepala tanda setuju dengan pesanan Erena

"Ok, sebentar ya guys" Erena meninggalkan kedua sahabatnya dan mengantri di barisan depan karena kantin masih sepi

"Hai cantik" YangYang siswa populer dikalangan mereka duduk disebrang Luhan sambil menyapa sahabatnya yang cantik

"Hai" Luhan dan Maachan kompak membalas sapaan YangYang

"Tumben berdua, Erena mana?" YangYang heran dengan sahabatnya yang biasanya bertiga, sekarang cuma berdua yang kumpul

"Dia lagi antri, kau sendiri sudah pesan Yang?" Luhan membalas pertanyaan YangYang, dia senang mendapatkan kedua sahabat seperti Erena dan Maachan ditambah cowok populer seperti YangYang dan Wuzun

"Wuzun yang pesankan punyaku" YangYang menjawab sambil memperbaiki posisi duduknya

"Makanan datang" Erena beteriak nyaring setelah mendekati meja mereka dan terkejut karena YangYang si tampan duduk dimeja mereka

"Yang, tumben kau disini mana Wuzun" Erena sungguh kaku bila berhadapan dengan YangYang dan Wuzun karena dia adalah fangirl mereka berdua walaupun dia tidak menampakannya secara langsung

"Dia lagi pesan makanan, dan mulai hari ini kita satu meja saja" YangYang dengan cueknya langsung memainkan handphonenya

"Yey" Erena senang dalam hati karena orang yang dia sukai akan berada disekitarnya

"Hai Wuzun" Luhan menyapa Wuzun ketika Wuzun mendekati meja mereka dengan tangan yang penuh membawa makanan

"Hai Lu, hai semua" Wuzun menyapa Luhan dan menyapa yang lainnya

"Hai" Maachan dan Erena kompak membalas sapan siganteng Wuzun

"Kita makan, sebentar lagi sudah mau masuk kelas" Luhan menengahi agar mereka memulai makan siang mereka karena jam istirahat sudah mau berakhir

Mereka makan dengan santai dan tidak ada satu pun yang tidak berbicara ketika makan. Luhan adalah orang yang paling cepat makan dibandingkan dengan sahabatnay di Amerikda maupun dikorea.

"Lu, kau memakan makan siangmu atau menelan langsung?" YangYang heran dengan Luhan yang cepat makan padahal porsi makan Luhan juga porsi besar sama seperti punyanya

BUGH

"Sakit Lu..." Luhan memukul lengan YangYang karena kesal dengan perkataan YangYang yang tidak berperikeluhanan

"Yang pastinya ditelan YangYang, aku memang cepat siap makan bukan berarti aku menelannya langsung sama piringnya" Luhan menahan kekesalannya pada cowok tampan dari china tersebut

"Aku hanya bercanda Lu, jangan marah" YangYang mengelus sayang kepala Luhan membuat kedua sahabatnya cemburu karena Luhan sungguh akrab dengan pangeran sekolah mereka

"Iya" Luhan memainkan handphonenya dan membuka instagram miliknya, dia menemukan foto Sehun yang baru diupdate beberapa jam yang lalu dengan menampilkan wajah sedihnya

Luhan masih aktif diinstagram tetapi dia tidak mau memberikan like atau comment pada foto Sehun, dia takut akan semakin sulit untuk melupakannya sedangkan YangYang yang memperhatikan raut wajah Luhan berubah heran dan mengajak Luhan berbicara.

"Lu, habis ini aku ingin kita berbicara berdua di atap sekolah" YangYang igin menyampaikan sesuatu pada Luhan dan sangat rahasia

"Ya" Luhan hanya enjoy saja mengikuti permintaan sahabatnya, dia tidak pernah berpikiran negatif pada sahabatnya sehingga Luhan memiliki banyak teman dan mudah bergaul

.

.

.

.

.

"Lu" YangYang memanggil Luhan setelah Luhan memasuki atap sekolah

"Apa Yang?" Luhan mendekati YangYang yang berjarak satu meter dari pintu masuk

"Tutup kedua matamu dulu, aku ingin memberikan sesuatu padamu" YangYang meminta Luhan untuk menutup mata

"Awas kalau kau mengerjaiku" Luhan mempercayai YangYang karena selama ini YangYang tidak pernah menjahili dia

"Iya" YangYang menyakinkan Luhan untuk menutup matanya

Luhan menutup matanya dan YangYang menyiapkan cincin untuk Luhan, dia ingin menjadikan Luhan sebagai kekasihnya.

"Buka Lu" Luhan terkejut mendapati YangYang berlutut didepannya sambil memberikan cincin mahal untuknya

"Do you wanna be my girlfriend?" YangYang berkata dengan sungguh - sungguh karena dia memang menyukai Luhan sejak pertama bertemu

"Aku minta maaf Yang, aku tidak bisa menerimamu" Luhan menyesal sudah menyakiti hati YangYang tetapi dia juga tidak bisa berbohong pada hatinya sendiri bahwa dia masih merindukan Sehun dan masih belum bisa move on dari Sehun

"Kenapa Lu, apa kau sudah memiliki kekasih di Korea" YangYang penasaran dengan Luhan yang menolaknya, padahal YangYang yakin seratus persen Luhan akan menerimanya

"Aku tidak memiliki kekasih tetapi aku menyukai seseorang walaupun dia tidak menyukaiku. Aku ingin mencoba melupakannya tetapi semakin kucoba maka semakin susah untuk melupakan dia" Luhan memilih jujur pada YangYang mengenai kisah cintanya yang rumit dibandingkan dia menyakiti YangYang

"Shhh... Melupakan orang yang kita sukai itu memang susah Lu" YangYang mengusap sayang punggung Luhan karena Luhan menangis ketika menceritakan kisah percintaannya

"Yang aku minta maaf karena sudah menolakmu, tetapi kumohon diantara kita tidak jadi berkelahi karena aku menolakmu. Aku ingin persahabatan kita tetap terjalin Yang" Luhan menangis dan memeluk YangYang dengan erat takut kalau YangYang akanb berubah karena cintanya ditolak

"Iya Lu" YangYang merapatkan pelukannya pada Luhan dan membiarkan bajunya basah karena air mata Luhan

"Hiks..." Luhan masih menangis kecil karena sungguh terharu dengan YangYang yang sudah bisa menerimanya sebagai sahabat walaupun cintanya ditolak, dia ingin mencoba seperti YangYang yang tegar walaupun pernah ditolak

"Sudahlah Lu, nanti rusa kami jadi jelek" YangYang mengejek Luhan agar Luhan berhenti menangis, dan itu sungguh menyiksa batin YangYang yang membuatnya menangis mengingat masa lalunya yang suram dalam percintaan

"Ish..." Luhan memukul YangYang karena kesal dibilang rusa jelek

"Kita kembali kekelas Lu, sebentar lagi guru galak masuk aku tidak mau jadi sasaran kemarahannya" YangYang mengajak Luhan kembali kekelas karena sebentar lagi akan masuk

"Hahaha... Kau lucu Yang, masa kau yang macho begini takut sama guru galak. Gak gentleman jadi cowok" Luhan mengejek YangYang habis - habissan karena cowok ganteng tersebut takut pada guru galak

"Bukan begitu... Jangan karena kau anak kesayangannya Lu, makanya bisa mengejek orang sembarangan" YangYang malu karena Luhan sudah menertawakannya dan mengatakannya bahwa dia tidak gentleman jadi pria

"Jangan banyak alasan, Hahaha" Luhan mencubit pipi YangYang dengan kuat lalu berlari kearah kelasnya dan meninggalkan YangYang yang terkejut dengan cubitan Luhan yang sungguh sakit dipipinya

"Awas kau Lu" YangYang mengejar Luhan dan ketika hampir mendekati Luhan, YangYang makin mempercepat larinya agar mengejar Luhan dan menahannya yang akan memasuki kelas

"Akh... Sakit" Luhan kesakitan ketika YangYang menarik tangannya dan memenjarakan tubuhnya didinding dekat kelas mereka

"Kau mencubit orang lebih sakit Lu" YangYang tidak mau disalahkan karena dia lebih kesakitan dan jadi korban Luhan

"ARGH!..." Luhan ingin membalas perkataan YangYang tetapi tidak jadi karena rintihan kesakitan YangYang dan melihat guru galak yang dibilang YangYang memukul kepala YangYang dengan kliping persentasi yang akan dilakukan hari ini

YangYang menoleh kebelakang untuk melihat pelaku yang seenak jidat memukul kepalanya dan kemudian dia kaku untuk memarahi sipelaku karena yang memukulnya tadi adalah guru galak yang baru saja dikatakannya dengan Luhan.

"Mau kau apakan Luhan, apa mau kau perkosa" Guru galak yang bernama William tersebut memarahi YangYang yang menyakiti wanita, itu sungguh dilarang menyakiti wanita

"Bu.. Bukan pak, saya cuma ingin menjahili dia karena sudah mencubit saya pak" YangYang pertama gagap untuk menjelaskan pada sang guru tetapi dia bisa mendapatkan suaranya dan menjelaskan pada guru tersebut

"Apa kamu tidak takut pada Luhan?" sang guru bertanya pada Yang Yang yang dibalas dengan tatapan heran

"Maksudnya pak?" YangYang yang ditanyai sungguh tidak mengerti dengan pertanyaan guru tersebut

"Di Amerika sungguh banyak penyiksaan yang dilakukan untuk temannya, salah satunya adalah menendang selangkanganmu atau meremas selangkanganmu. Apa kau tidak takut apabila penismu tidak berfungsi" pak William mengatakannya dengan frontal, karena dia orang Amerika dan sudah lebih mengerti situasi dan kondisi disana

"Pffft..." Luhan tertawa kecil mendengarnya dan YangYang juga merasa waspada

"Kalian masuk kelas sekarang" Pak William meninggalkan mereka berdua dan masuk keruangan kelas Luhan

"Ayo Yang" Luhan menarik tangan YangYang untuk masuk kelas karena gurunya sudah datang

"Iya" YangYang melepaskan tangan Luhan dengan cepat

"Kau kenapa" Luhan heran dengan sikap YangYang yang berubah jadi ketakutan padanya

"Aku takut kau menendang selangkanganku" setelah mengatakannya pada Luhan, YangYang memasuki kelas dengan berlari dan meninggalkan Luhan yang terkejut dengan ucapan Luhan

"Dasar gila" Luhan memasuki kelas dengan wajah kesal karena YangYang yang overdose menjauhi Luhan seperti menjauhi musuhnya

.

.

.

.

.

"Saya ingin menyampaikan pada kalian bahwa akan ada 3 siswa dan siswi dari sekolah kita yang akan diutus untuk studi tour ke Korea Selatan" Pak William menjelaskan pada siswa dan siswinya bahwa akan diadakan tour ke Korea Selatan

"Aku mau kesana"

"Aku ingin bertemu dengan Boa Noona"

Begitulah bisik - bisik siswa siswi dikelas tersebut setelah mendengar adanya studi tour ke Korea Selatan. Luhan murung, dia berharap dia tidak diutus karena dia tidak ingin bertemu dengan Sehun.

"Baiklah, saya akan membacakan nama ketiga siswa dan siwi yang akan berangkat ke Korea Selatan 3 hari lagi" Pak William dengan cepat mengambil perhatian semua siswa sisi dan membacakan nama peserta yang akan mengikuti studi tour

"Yang pertama YangYang" tepuk tangan menghiasi ruangan kelas setelah nama peserta pertama disebutkan. Semua orang tidak ada yang tidak setuju apabila YangYang menjadi utusan sekolah mereka. YangYang sungguh sempurna dia tampan, pintar, kaya, sexy, baik, dan sering berbagi pada orang lain

"Yang kedua Wuzun" tepuk tangan tidak kalah meriah dari YangYang karena Wuzun merupakan cowok populer seperti YangYang. Semua setuju dengan Wuzun diutus karena dia sungguh pintar

"Dan yang terakhir Luhan" Luhan terkejut sementara sahabatnya dan teman - teman lainnya bertepuk tangan untuk Luhan. Semua setuju Luhan menjadi siswi yang akan melakukan studi tour ke Korea Selatan karena dia pintar dan baik

Kata sempurna patut diberikan kepada ketiga siswa siswi yang akan melakukan studi tour karena mereka sungguh memiliki segalanya. Tetapi mereka tidak menyombongkan ketampanan dan kecantikan serta tidak menyombongkan harta orang tua mereka.

"Saya harap kalian mampu menjaga nama baik sekolah kita disana" Pak William memberikan arahan pada ketiga muridnya yang akan berangkat ke Korea Selatan

Luhan murung dan sahabatnya memandang Luhan dengan aneh, harusnya Luhan senang bila dia akan berkunjung ke Korea Selatan dan berjumpa dengan keluarganya maupun sahabat - sahabatnya disana. YangYang yang sudah tahu kisah kehidupan Luhan paham dengan kemurungan Luhan, dia akan berusaha membuat Luhan untuk menjadi kuat.

"Baiklah, minggu depan kita jumpa lagi. Selamat siang semua" Pak William pamit mengundurkan diri dari kelas karena jam mengajarnya sudah habis

"Lu" YangYang mendekati Luhan untuk memberikan ketenangan pada sahabatnya sekaligus orang yang dicintainya

"Apa Yang" Luhan berusaha tersenyum untuk mengalihkan pikirannya mengenai studi tour ke Korea Selatan

"Semangat lah, aku tahu kau akan mengalami hal berat tetapi kau harus menghadapinya. Jadilah terkuat untuk menghadapi masalah" YangYang memberikan semangat pada Luhan

"Hm" Luhan mengangguk semangat setelah mendapat dukungan dari YangYang, dia ingin menjadi tegar dan kuat seperti YangYang yang satu jam lalu baru ditolak cintanya

"Ayo pulang" Wuzun menghampiri YangYang dan Luhan untuk pulang bersama karena mereka tinggal di asrama disekolah elit ini

"Ya" YangYang dan Luhan berjalan dibelakang Wuzun yang sibuk bercerita dengan Maachan dan Erena

Mereka kembali kekamar masing - masing dan melakukan aktifitas seperti biasa, belajar dan belajar. Luhan memiliki sahabat yang menghabiskan waktu dengan banyakan belajar, itulah sebabnya Luhan merasa nyaman dengan mereka yang saling menjaga privasi dan ketentraman.

.

.

.

.

.

"Hun" Chanyeol memanggil Sehun karena sedari tadi orang yang dipanggil tidak menyahut atau memberikan respon

"Apa?" Sehun yang tersadar dari lamunannya terkejut karena suara Chanyeol sungguh besar untuk memanggilnya dengan jarak bersebelahan

"Kau daritadi melamun, guru kita sudah masuk" Chanyeol memberitahu bahwa Pak Lee guru mereka sudah memasuki kelas

"Ya" Sehun menyahut sekedarnya dan kembali fokus pada guru mereka yang menjelaskan rumus - rumus fisika

Proses belajar mengajar berlangsung dengan tentram dan pada saat mendekati meneit -menit terakhir, Pak Lee selaku guru mereka memberikan beberapa pengumuman yang penting.

"Perhatian untuk semuanya" sang guru memulai untuk menarik seluruh perhatian siswa - siswi dikelas

"Saya ingin menyampaikan beberapa pengumuman" Pak Lee melanjutkan setelah mendapat perhatian dari seluruh siswa - siswi yang ada dikelas

"Tiga hari lagi sekolah kita kedatangan tamu dari Amerika untuk melakukan studi tour, jadi saya harap kalian memberikan kesan terbaik bagi ketiga utusan Amerika untuk studi tour di Korea"

"Apakah bapak tahu siapa saja yang akan datang kesini darri utusan Amerika?" Sehun bertanya pada Pak Lee berharap guru tersebut mau memberikan bocoran padanya. Dia berharap Luhan akan mengikuti studi tour ke Korea dan akan menjelaskannya pada Luhan langsung

"Maaf saya tidak tahu siapa saja utusan dari Amerika, tunggu saja tiga hari lagi maka kamu akan tahu siapa saja yang diutus. Sekian dan minggu depan kita lanjutkan lagi" sang guru menjawab pertanyaan Sehun dan pamit mengundurkan diri dari ruangan tersebut

Chanyeol menoleh kearah Sehun yang masih menekuk wajahnya karena berharap Luhan akan mengikuti studi tour ini. Chanyeol menepuk punggung Sehun untuk memberikan semangat.

"Kalau dia ikut maka disitu lah kesempatanmu untuk menembak dia dan menjelaskan semuanya tetapi kalau dia tidak mengikuti studi tour ini maka kamu harus bersabar untuk menunggunya selama tiga tahun atau mungkin lebih. Kau juga harus mapan dan mempunyai pekerjaan tetap untuk melamar Luhan" Chanyeol menjadi bijaksana dalam sekejap untuk memberikan dukungan kepada sahabat datarnya namun tampan

"Iya" Sehun memikirkan yang dikatakan Chanyeol ada benarnya, dia harus jadi orang sukses agar Luhan mau jadi kekasihnya

Baekhyun dan yang lainnya melihat Sehun dan Chanyeol saling memberikan dukungan, dia punya ide jahil agar suasana tidak sunyi senyap.

"Oi Chanyeol kamu jangan selingkuh dengan Sehun" Baekhyun pura - pura marah dengan Chanyeol

Chanyeol dan Sehun langsung melepaskan rangkulannya dan mengelak apa yang dikatakan Baekhyun barusan.

"Aku tidak selingkuh sayang" Chanyeol mendekati Baekhyun dan merajuk seperti anak kecil, Baekhyun sungguh gemas dengan kekasih raksasanya ini

"Aku tidak mau dengan mahluk dobi seperti dia" Sehun mengejek Chanyeol agar tidak ada kesalah pahaman mengenai rangkulan tadi

"Kau kira aku mau denganmu manusia datar" Chanyeol membalas ejekan Sehun

"Jangan terlalu sering membenci orang lain. Nanti kalian saling jatuh cinta pula" Baekhyun dan yang lainnya keluar kelas setelah Baekhyun memimpin barisan mereka untuk keluar dari kelas

"Aku tidak mau dengannya" Chanyeol bergedik ngeri membayangkan apa yang dikatakan Baekhyunnya

"Kau kira aku mau denganmu" kata Sehun dengan sombong dan meninggalkan Chanyeol sendirian dikelas

"YAK!" Chanyeol yang ditinggal dengan cepat mengejar teman - temannya yang sudah duluan keluar

"Hahaha..." Baekhyun dan yang lainnya ketawa melihat Chanyeol berlari - lari kearah mereka dan Sehun, sedangkan Sehun hanya memberikan tatapan malas untuk Chanyeol

"Badan saja yang besar tetapi nyali kecil" Sehun mengejek Chanyeol karena lucu melihat sahabatnya yang takut dengan hantu

"Apa kau bilang" Chanyeol hampir saja memukul kepala Sehun karena kesal dengan ucapan Sehun untung saja Kris menengahi mereka

"Sudahlah, kau kayak anak - anak Chanyeol" Kris bosan melihat tingkah konyol sahabat - sahabatnya yang unik

"Baekie... Aku dibully mereka" Chanyeol mengadu pada Baekhyun, sedangkan Baekhyun juga merasa bersalah karena sudah memulai membully Chanyeol

"Kalian tidak boleh begitu pada Yeollieku" Baekhyun mengandeng Chanyeol dan meninggalkan kawan - kawannya yang mematung karena mereka heran sikap Baekhyun yang cepat berubah

"Dasar aneh" Shiraishi Mai kesal dengan Baekhyun yang moodnya cepat berubah dan tidak setia dengan apa yang sudah dlakukannya

"Sudahlah, kita kembali kerumah masing - masing saja" Sehun sebagai leader kelompok mereka mengusulkan untuk pulang daripada sibuk memikirkan Chanyeol dan Baekhyun yang sedang bermesraan

~TBC~