.

Beloved Ponyo (some in Competition)

('Star Road' Takada Kenta x 'Starship' Jung Se Woon)

BlueBerry's Sewoonie Fanfiction

Don't Like, Don't Read

.

Kenta mendengar teman-temannya saling melontarkan candaan dan turut menertawai kekonyolan dari kumpulan temannya, tangan Pemuda asal Jepang itu memegangi rahangnya yang terasa pegal dan nyeri karena terlalu memaksakan diri untuk tertawa keras. Tentu saja, bagaimana Kenta bisa tertawa dengan bebas, sementara kekhawatiran mengenai kompetisi yang diadakan sekitar beberapa menit lagi mengganggu pikirannya? Kekhawatiran mengenai kesalahan yang bisa saja dilakukannya dalam pertunjukan, mengenai respon para anggota kalau dia sungguhan melakukan kesalahan, mengenai tanggapan penonton terhadap penampilan kelompoknya, mengenai kemungkinan buruk lainnya yang bisa saja terjadi dalam pertunjukan juga hasil kompetisi. Pamit Kenta pada teman-temannya sebelum menuju toilet dilontarkan dengan senyum lebar seolah tidak memiliki masalah, terlalu sibuk berpura dirinya baik saja hingga tidak sempat mengambil peralatannya di dalam tas. Bersikap acuh pada pengguna toilet lain dan sibuk membersihkan tangannya yang sebenarnya tidak kotor, mengusap keringat di wajahnya menggunakan punggung tangan dengan hati-hati agar tidak merusak riasan wajahnya.

Tangan Kenta memasuki kantung pakaiannya, tidak menemukan apa yang dicarinya dan menghembus nafas dengan berat saat menyadari bahwa dia memang tidak membawa obat penenang miliknya. Kenta hanya berdiri di depan wastafel tanpa melakukan apapun, kembali memikirkan berbagai kemungkinan buruk yang mungkin terjadi dalam kompetisi . . .

"Kau baik saja?" Satu tepukan pada bagian bahu Kenta memecah lamunannya, menerima pertanyaan berbahasa Korea dari orang yang tidak dikenalnya. Kenta memang belum begitu lama berada di Korea, tapi kegemaran pada grup asal Korea Selatan membuat Kenta mempelajari dan memahami Bahasa Negeri Ginseng tersebut

"Iya, aku baik saja. Aku hanya merasa sedikit gugup karena aku dan kelompokku akan mengikuti kompetisi" Kenta menarik sudut bibirnya hingga memperlihatkan bagian giginya yang tidak begitu rapih, menjadi salah satu daya tariknya kalau menurut teman-temannya yang membuat Kenta mengurungkan keinginan awal untuk merapihkan giginya

"Benarkah? Aku dan Donghyun juga ingin mengikuti kompetisi" Kenta tidak mengenal orang di hadapannya, ditambah lagi dengan si pemilik nama 'Donghyun'. Pemuda yang hendak membersihkan tangan di sebelah mereka menoleh pada orang yang mengajak Kenta bicara

"Kenapa Sewoon-Hyung menyebutkan namaku?" Bingung Pemuda itu dengan ekspresi ingin tahu, mendengus sebal saat Pemuda yang dipanggil Sewoon hanya merespon kebingungannya dengan mengibas tangan sebagai tanda bahwa perkataannya bukanlah hal penting

"Tapi, ini kompetisi pertamaku di Luar Jepang. Aku khawatir, kalau orang disini tidak menyukai penampilanku atau bagaimana kalau aku melakukan kesalahan" Mulut Sewoon membulat sebagai tanda mengerti, begitu juga dengan Donghyun yang tengah mencuci tangannya

"Kalau kau melakukan kesalahan, apa masalahnya? Kalau penampilanmu tidak disukai oleh beberapa orang, apa itu menjadi masalah besar?" Lontar Donghyun tanpa mengalihkan fokus dari tempat sabun yang sulit ditekan, anggukan tanpa suara Sewoon menguatkan perkataan Kenta

"Hal wajar untuk melakukan kesalahan, itu bukan hal yang perlu dikhawatirkan" Bahu Kenta kembali menerima tepukan dari Sewoon, kali ini sebagai maksud untuk memberikan semangat juga keyakinan pada Pemuda itu. Ada lengkungan tipis yang diberikan Sewoon selagi mengucapkan hal itu, bukan senyuman lebar yang turut menggelitik sudut bibir setiap orang yang melihatnya, hanya senyuman tipis dengan kesan canggung yang membuat perasaan Kenta menjadi lebih baik

"Kami akan memberi tepuk tangan yang keras, setelah penampilan kelompokmu. Lagipula, aku sangat yakin kalau kelompokmu akan memberi penampilan yang baik" Kepala Sewoon kembali terangguk untuk membenarkan ucapan Donghyun, mengangkat sudut bibir Kenta hingga membentuk senyuman yang lebih tulus dari sebelumnya

"Bagaimana kalau penampilan kalian tepat setelah penampilan kelompokku?" Kenta mengulum senyum, alih dari tawa yang hampir dia loloskan, sewaktu melihat Sewoon dan Donghyun saling melempar tatapan untuk bertanya pada satu sama lain

"Ah, kita harus segera kembali" Cetusan Donghyun membuat Sewoon melebarkan matanya, seperti teringat dengan hal tersebut. Ekspresi lucu Sewoon membuat Kenta tidak bisa menahan dirinya untuk tidak melengkungkan senyum, merasa terkejut karena pandangannya berbenturan dengan pandangan Sewoon yang menoleh tanpa peringatan

"Urutan tampil kami tidak mungkin setelah penampilan kelompokmu, sepertinya. Sekalipun urutan kami tepat setelah penampilanmu hingga kami tidak sempat memberi tepuk tangan paling keras untuk penampilan kelompokmu, kau tahu bahwa aku mendukungmu kan?" Sewoon melempar senyuman tipis dan segera berlalu setelah menemukan anggukan perlahan dari Kenta, menyusul langkah Donghyun yang begitu tergesa meninggalkan toilet

"Kami mengobrol di toilet, sedari tadi" Kenta menggumam dengan ekspresi kurang nyaman, hanya menunduk sopan sebagai permintaan maaf saat pandangannya tanpa sengaja bertemu dengan orang lain yang tengah menggunakan toilet. Dia berpaling untuk mencuci tangan di wastafel, melebarkan mata juga membulatkan mulut saat menyadari bahwa dia sudah terlalu lama berada di toilet.

Kenta merasa setuju dengan ucapan 'toilet bukan tempat yang menyenangkan untuk mengobrol', tapi percakapannya dengan Sewoon juga Donghyun adalah percakapan menyenangkan yang membuat Kenta tidak mempermasalahkan tempat mereka melakukan obrolan tersebut. Senyuman Kenta yang terlalu lebar sekembali dirinya dari toilet membuat teman-temannya menanyakan apa hal yang terjadi saat dirinya berada di toilet, melupakan keinginan awal mereka untuk menginterogasi Kenta karena terlalu lama berada di toilet. Obat penenang Kenta masih berada dalam kantung tas hingga kelompoknya mempersiapkan diri di bagian belakang panggung, bukan hal biasa kalau mengingat dirinya selalu meminum obat penenang sebelum mengikuti kompetisi selama di Jepang. Kompetisi pertama Kenta tidak berlangsung dengan baik karena dia terlalu gugup, membuatnya menelan saran mengonsumsi obat penenang yang dilihatnya di internet secara bulat.

Pendengaran Kenta menangkap gemuruh tepuk tangan usai dirinya dan anggota kelompoknya tampil, mengedarkan pandangan untuk menemukan ekspresi kagum juga antusias dari banyak penonton. Kenta kesulitan untuk melihat setiap penonton secara detil, tidak berhasil menemukan Sewoon atau Donghyun hingga temannya mengatakan bahwa kelompok mereka harus segera turun. Langkah Kenta mengikuti kelompoknya dengan terburu karena sebagian dari mereka sudah menuruni panggung, tidak menangkap dua orang yang berada di sisi lain dari panggung sedang melontar tawa kecil karena melihat tingkahnya yang lucu. Yang lebih muda menepuk bahu yang lebih dewasa untuk memberitahu bahwa mereka menghalangi petugas yang mengurus tata panggung, dibalas senyuman canggung Sewoon –si lebih dewasa– juga permintaan maaf Donghyun –si lebih muda– pada petugas tersebut.

Sewoon mengikuti beberapa kompetisi menyanyi atau kompetisi apapun yang memungkinkan dirinya menyanyi seraya memainkan Gitar, mengingat dirinya tidak leluasa menyanyi dengan memainkan Gitar saat berada di rumah karena hal itu dapat mengundang gerutu juga omelan dari Paman sebelah rumah. Donghyun, adik satu tingkat di Kampus sekaligus teman satu Klub Musiknya, menggemakan tawa keras saat mendengar cerita Sewoon mengenai alasan dia senang mengikuti kompetisi dan membuat Sewoon sedikit menyesal telah menceritakan alasan itu pada sang adik kelas. Pada awalnya, memang hanya itu alasan Sewoon mengikuti banyak kompetisi dengan fokus utama di kompetisi menyanyi, tapi dia lebih sering menerima ajakan Donghyun mengikuti kompetisi selain menyanyi belakangan ini. Sewoon tidak mengerti alasan dirinya merasa antusias untuk menerima ajakan Donghyun mengikuti kompetisi dengan lingkup lebih besar tersebut, namun pandangannya yang mengedar untuk melihat peserta lain membuat Donghyun menggoda Sewoon yang mengikuti kompetisi untuk bertemu dengan si 'peserta gugup'. Tidak ada bantahan atau kalimat penolakan dari Sewoon, menyadari bahwa perkataan Donghyun memang benar juga merasa lega karena menemukan alasan dirinya merasa antusias.

Tubuh Sewoon tersentak saat merasakan sentuhan di sisi wajahnya, menemukan Donghyun yang menaruh jemari di bagian bawah kantung matanya. Pemuda Kim itu menggumamkan permintaan maaf selagi melontarkan tawa kecil yang tidak Sewoon mengerti alasannya, gestur 'bukan hal penting' yang diberikan Donghyun tidak membuat Sewoon melepas pandangan darinya . . .

"Bagian bawah matamu berkedut" Donghyun mengarahkan jemari untuk menunjuk kantung matanya sendiri, sementara Sewoon memegangi bagian bawah matanya dan mendeham seperti tidak ada yang terjadi. Lagipula, memang tidak ada sesuatu yang terjadi kan? Beberapa orang mengatakan bila bagian bawah mata berkedut, artinya ada seseorang yang merindukanmu, tapi belum ada pembuktian yang dapat menjelaskan hal tersebut secara pasti

"Lalu?" Sewoon yakin bahwa nada bicara yang dia gunakan sama seperti biasa, bukan nada bicara yang terkesan canggung juga bukan nada kencang yang menandakan penolakan keras, tapi senyuman terlampau lebar Donghyun membuat Sewoon berpikir kalau dia mengatakan sesuatu yang salah

"Kau bersikap tidak mengetahuinya, tapi kau diam-diam mengharap seseorang untuk merindukanmu. Sewoon-Hyung, kau lucu sekali" Perkataan Donghyun tidak mendapat respon berlebih dari Sewoon, hanya memberi gumam bernada selagi menundukkan wajahnya dan mengatur gitar akustik miliknya. Tidak sulit bagi Donghyun untuk mengetahui Sewoon menunduk karena ingin menyembunyikan wajah memerahnya, melihat melodi yang dimainkan oleh Sewoon terdengar berantakan hingga sang pemain menggerutu samar bahwa sikapnya terlalu jelas

"Kau ingin pergi ke toilet, Sewoon-Hyung?" Pertanyaan Donghyun sebenarnya biasa dan normal saja, tapi lengkungan senyum Donghyun pada Sewoon yang baru menyimpan gitar di bangku seperti menandakan dia memiliki maksud dengan pertanyaannya. Toilet sering mengingatkan Sewoon pada pertemuan pertamanya dengan si peserta gugup, merasa kasihan pada sosok yang dimaksud karena tidak memiliki definisi yang baik (Sewoon berpikir menggunakan kata 'peserta gugup' dan 'toilet' bukan cara yang baik untuk menggambarkan orang, tapi Sewoon memang tidak mengetahui nama dari orang itu juga dari kelompok mana orang itu berasal). Donghyun yang sebelumnya menonton sendiri di sisi panggung tanpa mempedulikan Sewoon memainkan gitar secara random, mengambil alih gitar Sewoon dan menyimpannya di bangku sebelum mengajak Sewoon ke sisi panggung untuk melihat penampilan kelompok Kenta saat itu tanpa mendengar nama kelompoknya

"Bukan, aku ingin mencari minum" Sewoon membalas seraya membenarkan lengan pakaiannya yang terlipat, memasang ekspresi datar untuk membalas senyum penuh maksud dari Donghyun. Sewoon tidak tahu apa dia harus berterimakasih atau seharusnya merutuki Donghyun yang menariknya untuk menonton penampilan kelompok tari si 'peserta yang mengobrol dengannya di toilet', perhatian Sewoon memang seharusnya terarah pada sosok yang dimaksud tapi Sewoon pikir dia memberi reaksi tidak seharusnya dengan terus menggumamkan kekaguman dan membiarkan mulutnya membuka beberapa senti karena penampilan tersebut. Bibir Sewoon mengatup dan maniknya mengerjap setelah Donghyun menepuk tangan dengan keras, menepati perkataan yang sempat dilontarkan di toilet pada si 'peserta gugup', gerakan bertepuk tangan Sewoon yang terkesan begitu canggung membuat Donghyun melirik dengan bingung namun bersikap tidak menahu setelahnya

"Mesin ini tidak bisa digunakan" Langkah Sewoon berhenti di depan mesin penjual otomatis, hanya bisa menghembuskan nafas saat dia menemukan kertas yang tersangkut pada bagian lubang memasukkan uang

"Kau ingin minum?" Tangan seseorang terulur di sebelah wajah Sewoon, bersamaan dengan lontaran pertanyaan yang membuat Sewoon mempertanyakan semenyedihkan apa tampilannya hingga seseorang memberikan minuman padanya

"Iya, terima kasih" Walaupun merasa tersinggung karena terlintas pemikiran 'apa aku terlihat begitu menyedihkan', Sewoon tidak menolak karena suhu udara pada musim panas ini memang membuatnya merasa haus

"Lama tidak bertemu, Sewoon-Hyung" Perkataan berikutnya membuat Sewoon menoleh, menahan dirinya untuk tidak tersedak atau mengeluarkan minuman dalam mulutnya karena sosok asing yang terlihat tidak asing. Lengkungan senyum orang di hadapannya memperlihatkan barisan gigi yang tidak begitu rapi, menjadi salah satu tanda pengenalnya yang membuat Sewoon mengenali

"Kau si peserta . . . itu?" Kalau dia sedang mengobrol dengan Donghyun, mereka biasa untuk menyebut orang ini sebagai 'peserta gugup' atau 'peserta di toilet'. Tapi, mengucapkan secara langsung di hadapan orang ini membuat Sewoon merasa tidak nyaman

"Benar, aku si peserta gugup yang mengobrol denganmu di toilet" Orang itu mengucapkan panggilan yang sering diucap Donghyun seolah tidak ada masalah dengan sebutan yang Sewoon pikir memalukan itu, masih memberikan senyum lebar seolah dia baru mendapat jackpot dalam permainan keuntungan

"Ah, senang bertemu kembali denganmu. Penampilan kelompokmu sangat keren" Sewoon menunjukkan kedua ibu jarinya untuk memuji penampilan orang di hadapannya pada kompetisi sebelumnya

"Kau mengatakan bahwa penampilan kelompokku sangat keren, apa maksudmu penampilanku tidak keren?" Perkataan orang itu membuat Sewoon membantah dengan gerakan tangan, menyadari bahwa dia hanya mencandai Sewoon karena lengkung senyum

"Penampilanmu bagus, kau tidak kelihatan gugup dan tampil dengan sangat baik" Si Jung melanjutkan pujiannya sekalipun orang di hadapannya hanya bermaksud mencandainya, melihat senyuman lebar orang di hadapannya

"Tentu, aku tidak lagi merasa gugup karena seseorang mengaku sebagai pendukungku" Orang di hadapannya mengujar dengan nada ceria tanpa melepas pandangan dari Sewoon, membuat Sewoon tersenyum tipis. Rasa hangat pada wajahnya dipikir Sewoon sebagai efek dari cuaca panas pada musim ini, tidak menemukan alasan pasti dari degup jantungnya yang meningkat secara tiba-tiba

"Aku senang kalau perkataanku bisa membantu" Kata Sewoon dengan senyum tipis, canggung karena orang itu bersikap ramah hingga memberi minum padanya sementara Sewoon sendiri tidak mengetahui namanya

"Namaku Kenta, lengkapnya Takada Kenta. Aku tidak memperkenalkan diri pada pertemuan sebelumnya dan bersikap ramah padamu saat ini, kupikir Sewoon-Hyung merasa canggung dan tidak nyaman karena hal itu" Perkataan yang dilontarkan Kenta memang benar, tapi Sewoon memberi gestur menolak sebagai bantahan kalau dia merasa tidak nyaman dengan Kenta

"Aku memang merasa canggung, tapi aku bukan merasa tidak nyaman denganmu" Jelas Sewoon yang dibalas Kenta dengan membulatkan mulut tanda mengerti, senyuman lebar di wajahnya setelah itu membuat Sewoon mengernyit tidak mengerti

"Artinya, Sewoon-Hyung merasa nyaman denganku?" Seharusnya mudah bagi Sewoon untuk menjawab perkataan Kenta, tapi binar antusias dan senyuman entah dengan maksud apa di wajah Kenta membuat Sewoon hanya diam dan menunduk berpura membuka tutup kaleng dengan serius

"Kau sedaritadi memanggilku dengan sebutan 'Hyung'. Apa kau memang lebih muda dariku?" Sewoon tahu dia pengalih pembicaraan yang buruk, tapi setidaknya Kenta terpancing dengan tema baru yang dimulainya

"Aku mendengar Donghyun memanggilmu seperti itu, jadi aku juga memanggilmu dengan sebutan 'Hyung'. Apakah kau setidaknya lahir di tahun Seribu Sembilan Ratus Sembilan Puluh Empat?" Pertanyaan Kenta mendapat balasan gerak kepala menggeleng dari Sewoon

"Tahun kelahiranku Seribu Sembilan Ratus Sembilan Puluh Tujuh" Hening sebentar, membuat Sewoon berpikir kalau Kenta salah memanggilnya dan Pemuda asal Jepang itu memiliki usia diatasnya

"Kalau begitu, aku yang lebih dewasa darimu dan seharusnya aku yang dipanggil 'Hyung' olehmu. Aku akan memanggilmu dengan 'Sewoonie' saja, kalau begitu" Kenta kembali membuka suara dengan antusias, memperlihatkan deretan giginya pada Sewoon yang hanya diam. Panggilan dari teman satu kelompok Kenta membuatnya memasang ekspresi sedih karena merasa belum lama bertemu dengan Sewoon, hampir membuat Sewoon tertawa dan mempertanyakan apakah orang di hadapannya sungguh lebih tua darinya

"Saat ini, kelompokku tampil lebih dulu darimu. Aku akan menemuimu lagi, setelah penampilan darimu, eung, dan Donghyun mungkin. Hanya kau sendiri atau kau tampil bersama Donghyun, aku yakin penampilan panggungmu pasti menarik" Kenta menutup mulutnya saat dia hendak mengatakan 'karena kau memang menarik', hanya menarik sudut bibirnya untuk membuat senyum lebar terkesan canggung dan menggerakkan tangan sebagai pengganti ucapan 'sampai jumpa lagi' dengan tidak kalah canggung. Sewoon tahu perkataan Kenta tidak diselesaikan hingga tuntas, tapi pemikirannya bahwa Kenta bermaksud memujinya membuat Sewoon membalas senyum Kenta dengan warna kemerahan pada wajahnya, warna kemerahan yang bertahan hingga Sewoon kembali bertemu dengan Donghyun dan mengancam Pemuda Kim itu menggunakan kaleng minuman di tangannya karena tawa keras Donghyun yang mengatakan 'Sewoon pasti pertama kali menyukai seseorang hingga sikapnya begitu jelas' sangat menyebalkan.

.~~~KKEUT~~~.

Hampir satu bulan ngga update, adakah yang kangen dengan Beloved Ponyo (atau sama akunya, mungkin) ? Niat awalnya ngga bikin kayak gini sih, tapi jawaban Kenta di satu interview -aku lupa tepatnya dimana- bikin aku kepikiran dan akhirnya ngeganti alur ceritanya. Aku tahu masih banyak kesalahan dan kekurangan, jadi silahkan review v

[Sewoon akhirnya debut solo, DongPaca juga mau debut, drama Yoojin tayang, Sungwoo jadi pemeran utama di web drama, Woojin udah balik dan berkegiatan sama The East Light, jadi tinggal nunggu Kenta debut sama JBJ. Agak tenang karena semua anggota Be Mine Team 2 udah punya rencana, cuma masih khawatir sama JBJ (utamanya Taedong sih), berharap yang terbaik aja]