Couple : HunHan

Main Cast :

Female (Luhan, Kyungsoo, Baekhyun, Shiraishi Mai, Itano Tomomi, Kojima Haruna, Takahashi Minami, Maeda Atsuko, Oshima Yuko, Shinoda Mariko, Watanabe Mayu, Matsui Jurina, Kashiwagi Yuki, Yoona, Krystal) - Member idol grup

Male (Sehun, Kris, Suho, Chanyeol, Hoya, Minho, Taeyong, Yonghwa, Minhyuk, Siwon, Yunho)

Hari ini merupakan hari yang ditakutkan Luhan datang juga, Luhan masih belum memberitahu kedua orang tuanya karena ingin membuat kejutan pada orang tuanya.

"Lu, kita akan bermalam di hotel?" YangYang bertanya pada Luhan setelah sampai dibandara Korea

"Tidak, kita akan bermalam dirumahku saja. Kami memiliki ruang tamu khusus" Luhan sungguh tidak ingin berpisah dengan sahabat barunya hingga menawari tumpangan dirumahnya yang besar

"Apa tidak merepotkan?" Wuzun menimpali jawaban Luhan yang terkesan memaksa mereka untuk bermalam dirumahnya selama mereka berada di Korea

"Ayolah" Luhan kesal pada kedua sahabat barunya, dia sungguh ingin mereka bersama – sama dalam segala hal termasuk satu rumah. Luhan percaya kepada kedua sahabatnya karena mereka orang yang baik dan juga dirumah tersebut masih ada orang tua Luhan

"Iya – Iya" YangYang menjawab dengan cepat takut Luhan kesal pada mereka, terutama pada dirinya karena masalah beberapa hari yang lalu setelah dirinya ditolak dan diminta untuk tidak menjauhi Luhan

"Good Boy" Luhan tersenyum senang dan berjalan hingga menemukan taksi yang kosong untuk dinaiki bersama kedua sahabatnya menuju rumahnya

"Pak, tolong antar saya ke alamat xxx" Luhan memberitahukan alamatnya dan sang supir mengangguk lalu membantu Luhan dan kedua sahabatnya untuk memasukkan koper mereka kedalam bagasi dan setelah mobil tersebut berjalan menuju alamat yang disebutkan Luhan tadi

"Terima kasih ya pak" Luhan memberikan bayaran pada supir, dan kemudian keluar dari taksi tersebut dibantu dengan sang supir menurunkan koper – koper mereka yang lumayan banyak isinya

TING TONG - TING TONG

"Iya sebentar" seorang wanita menyahut dari dalam rumah tersebut dan membuka pintu dengan terburu – buru

CLECK

"Ma" Luhan memanggil pertama mamanya, sedangkan orang yang dipanggil masih dalam moder terkejut dengan apa yang dilihatnya

"Luhan" Mama Luhan mendekati Luhan dan meraba wajah anak kesayangannya yang sudah lama tidak dilihatnya, hanya mendengar suaranya melalui telepon saja yang sering

"Iya ma, aku Luhan" Luhan membawa mamanya kedalam pelukannya karena dia sungguh rindu dengan mamanya

"Eh... mereka siapa Lu?" Mama Luhan heran melihat kedua pria tampanyang berdiri tepat dibelakang Luhan dengan pandangan terbawa perasaan dengan yang dilihatnya

"Oh iya Ma mereka sahabatku ketika berada di Amerika. Mereka dari china, dan juga aku memiliki sahabat perempuan di Amerika" Luhan memberitahu sahabatnya di Amerika sana karena takut sang mama berpikiran buruk dan menuduh Luhan yang tidak – tidak bersama kedua sahabat tampannya

"Hai tante" sapa YangYang dan Wuzun kompak

"Hai sayang, panggil mama saja seperi Luhan" Mama Luhan fasih dalam berbahasa sehingga memudahkannya berbincang dengan orang lain. Mama Luhan tersenyum melihat kedua sahabat Luhan yang kelihatan baik dan ramah

"Iya ma" YangYang dan Wuzun kompak menjawab Mama Luhan untuk kedua kalinya

"Oh ya Lu, ada acara apa sehingga kau kembali ke Korea?" Mama Luhan lupa akan tujuan awalnya untuk bertanya pada anaknya tujuan utama anaknya datang kesini

"Kita masuk dulu ma" Luhan kesal pada mamanya, mereka membawa banyak barang tetapi sang mama tidak memberikan masuk dulu dan memilih mengobrol diluar

"Iya, mama lupa. Ayo masuk nak" Mama Luhan mengajak kedua sahabat Luhan untuk masuk dan duduk diruang tamu

"Hah..." Luhan menghela nafas karena barang yang dipegangnya sungguh berat

"Silahkan duduk" Mama Luhan menyuruh mereka duduk dan menuju dapur untuk memesankan kepada pelayan mereka untuk membuatkan minuman dan kue kering untuk tamu

"Ma, kami besok akan melakukan studi tour disini dan kami menetap di Korea selama seminggu. Jadi aku mengajak mereka untuk tinggal dirumah kita, tidak apa – apa kan ma?" Luhan menjelaskan maksud kedatangannya ke Korea ketika mamanya sudah kembali dan duduk bersama mereka sekaligus meminta izin pada sang pemilik rumah untuk menampungnya dan kedua sahabatnya, padahal mereka diberikan fasilitas untuk hotel tetapi mereka menolak karena permintaan Luhan dengan jurus andalan Luhan sehingga mereka setuju dengan apa yang dinginkan Luhan.

"Ya tidak apa – apa Lu, sebentar ya mama suruh pelayan untuk merapikan kamar tamu" Mama Luhan beranjak dari sofa dan menyuruh pelayan mereka untuk merapikan kamar tamu dan kamar anaknya

"Apa kami tidak merepotkan Lu" YangYang sungguh tidak enak pada Luhan, karena mereka pasti akan merepotkan untuk seminggu di Korea

"Kalian tidak merepotkan, kalian itu sahabatku" Luhan memasang wajah sedih karena sahabat – sahabatnya segan dengan apa yang ditawari Luhan

"Terima kasih Lu" YangYang dan Wuzun menjawab Luhan dengan cepat karena tidak mau membuat Luhan sedih apalagi ada orang tua Luhan disekitar mereka, bisa – bisa mereka berdua dikira telah berbuat yang tidak – tidak pada Luhan

Mereka larut dalam keheningan hingga Mama Luhan kembali dan memberikan kabar gembira pada ketiga anak muda tersebut.

"Kamar kalian sudah dirapikan, kalian bisa istirahat dan nanti siang kalian bisa jalan – jalan disekitar sini. Luhan kau harus menjadi guide tour mereka selama di Korea" Mama Luhan muncul dan langsung memberikan usulan yang memang akan mereka lakukan hari ini

"Iya Ma" Luhan menjawab dan mengajak kedua sahabatnya untuk memasuki kamar mereka masing – masing

"Ini kamar kalian" Mama Luhan memberitahukan pada YangYang dan Wuzun dan langsung meninggalkan mereka agar kedua pria tampan tersebut bisa istirahat setelah perjalan yang ditempuh

.

.

.

.

.

TOK TOK TOK

"Masuk" YangYang menjawab agar orang yang mengetuk pintu kamar mereka memasuki kamar tersebut

"Ayo kita makan siang lalu jalan – jalan disekitar" Luhan memasuki kamar YangYang dan Wuzun lalu mengerecoki kedua sahabatnya

"Iya sebentar Lu" YangYang yang sudah memakai pakaian formal langsung meyuruh Wuzun untuk berganti baju di kamar mandi yang tersedia dikamar

"Ayo" Wuzun keluar dari kamar mandi setelah satu menit untuk mengganti baju dan mereka menuju meja makan bersama

"Siang anak mama" Mama Luhan menyapa ketiga anaknya yang sungguh sudah lebih baik dari sebelumnya

"Siang ma" Luhan dan kedua lelaki tampan tersebut menjawab kompak sapaan sang mama, memang mereka kompak ketika pertama kali bertemu dikelas yang sama dan dalam kelompok yang sama

"Oh ya, nama kalian berdua siapa. Mama sampai lupa bertanya mengenai nama kalian karena kalian sungguh ganteng" Mama Luhan memang orangnya mudah bercanda dan memuji orang, walaupun Luhan sendiri mengagumi kedua sahabatnya yang tampan sama seperti sahabatnya yang di Korea

"Nama saya YangYang ma" YangYang memperkenalkan dirinya dan tersenyum kepada Mama Luhan

"Nama saya Wuzun ma" Wuzun memperkenalkan dirinya setelah YangYang dan juga membalas senyuman Mama Luhan yang tidak pernah luntur

"Saya Luhan ma" Luhan ikut – ikutan karena dia sudah lapar tetapi mamanya suka sekali menggangu sahabatnya apalagi laki – laki

"Ish.. kalau kau Lu tidak perlu memperkenalkan diri. Mama sudah bosan mendengar namamu" Mama Luhan membalas cuek perkenalan Luhan yang tidak dibutuhkan sedangkan kedua sahabat Luhan menahan tawa akibat kejadian lucu yang terjadi dimeja makan tersebut

"Awas saja mama, akan kuadukan pada papa" Luhan kesal pada mamanya yang genit pada sahabat – sahabatnya baik yang di Korea dan Amerika

"Ya" Mama Luhan tidak peduli, lagian dia hanya mencoba akrab dengan sahabat baru Luhan

"Kalian kalau mau ketawa ya ketawa saja, jangan ditahan" Luhan menoleh kesamping dan tiba – tiba pada sahabatnya yang ketawa secara diam – diam

"Sudahlah, kita makan saja" Mama Luhan memberikan aba – aba untuk makan siang daripada mendengar omelan Luhan

"Selamat makan" Wuzun dan YangYang kompak mengatakan sapaan ketika makan dan mereka makan dengan tenang tanpa ada yang berbicara

.

.

.

.

.

"Ayo kita jalan – jalan sekitar rumahku" Luhan mengajak kedua temannya untuk jalan – jalan disekitar rumahnya

"Ya" YangYang menjawab dan menyenggol lengan Wuzun agar menuruti permintaan Luhan, daripada mendengar rusa betina mengamuk disiang hari yang cerah

Mereka bersiap – siap untuk jalan – jalan dan mereka berkeliling dekat rumah Luhan, yang banyakan rumah orang kaya dengan dihiasi taman dan kolam ikan yang membuat sekitar rumah Luhan menjadi indah.

"Indah pemandangannya Lu" Wuzun sungguh terpesona dengan keindahan disekitar rumah Luhan

"Iya, aku sering berjalan – jalan disekitar sini dan menghirup udara segar" Luhan juga setuju dengan apa yang dikatakan Wuzun

Kyungsoo dan sahabatnya melewati jalan yang sama dengan yang dilewati Luhan untuk menuju rumah Kyungsoo yang letaknya tepat berada disamping rumah Luhan. Rumah yang dipuji Wuzun tadi adalah rumah Kyungsoo. Kyungsoo yang melihat sosok seseorang yang mirip Luhan langsung memanggil nama tersebut.

"Lu" Kyungsoo mencoba memanggil apabila benar dia Luhan maka Kyungsoo akan langsung memeluknya erat dan apabila dia salah orang maka dia tidak terlalu malu. Sedangkan sahabatnya yang dibelakang tercengang mendengar Kyungsoo memanggil nama Luhan

"Kyung" Luhan yang dipanggil membalas sapaan Kyungsoo dan berlari kearah Kyungsoo untuk memeluk Luhan dan Kyungsoo juga berlari untuk memeluk sahabat yang dirindukannya. Sedangkan sahabatnya yang lain mengekor dibelakang Kyungsoo dan dibelakang Luhan

"Lu, aku rindu padamu" Kyungsoo memeluk Luhan dengan erat seolah tidak ingin kehilangan Luhan dan juga Luhan membalas pelukan Kyungsoo dengan erat. Kyungsoo adalah salah satu sahabat yang bisa dipercaya sesama perempuan

"Aku juga Kyung" Luhan melepaskan pelukannya dan melihat sahabatnya yag lain juga tercengang dengan apa yang mereka lihat

"Hai semua" Luhan menyapa sahabatnya dan sahabatnya yang sudah sadar dari keterjutannya langsung memeluk Luhan bersama – sama dan Luhan sungguh terharu karena sahabatnya masih mengingatnya dengan baik

"Lu, aku rindu padamu" Kris memulai percakapan pertamanya, dan Luhan tersenyum atas apa yang dikatakan Kris sedangkan Sehun tidak masalah dengan apa yang dikatakan Kris. Sehun mencoba untuk merebut Luhan dengan cara yang baik dan gentleman

"Sesak..." Luhan sungguh sesak dengan pelukan sahabat – sahabatnya yang terlalu erat

"Sorry" Baekhyun tersenyum kikuk karena mereka semua sudah membuat sang mantan center sekolah mereka sesak

"Hai Lu" Sehun meyapa Luhan dengan senyum terbaiknya, dia ingin mencoba membuktikan bahwa dia akan menjadi pacar yang baik bagi Luhan, dia ingin memulai dari awal untuk mendapatkan perhatian Luhan

"Hai Sehun" Luhan sebenarnya gugup bertemu Sehun, tetapi dia tidak ingin terlihat lemah didepan semua sahabatnya

"Lu, mereka berdua siapa. Kenapa tampan sekali" Baekhyun menyadari ada dua oang pria tampan berdiri tepat dibelakang Luhan sambil tersenyum melihat Luhan yang berkumpuk dengan sahabat – sahabatnya

"Dasar genit. Mereka sahabatku dari Amerika tetapi mereka mendapat beasiswa sama sepertiku, mereka berasal dari China" Luhan kesal dengan Baekhyun yang genit pada pria tampan walaupun Baekhyun sudah mempunyai Chanyeol sebagai pacar, tetapi Luhan juga harus memperkenalkan sahabat barunya pada sahabat lamanya

"Saya YangYang"

"Saya Wuzun"

Mereke memperkenalkan diri agar sahabat – sahabat Luhan tidak terus memperhatikan mereka, walaupun sudah sering diperhatikan oleh siswa – siswi di Amerika tetapi mereka risih dengan yang dilakukan oleh semua orang.

Setelah itu mereka saling berkenalan dan Kyungsoo mengajak mereka semua kedalam rumah Kyungsoo untuk merayakan momen ini, sedangkan Luhan hanya tersenyum kikuk karena akan berada disekitar Sehun

"Lu, kau tidak bilang kalau rumah ini adalah rumah sahabatmu" Wuzun heran dengan Luhan yang tidak memberitahunya bahwa rumah yang dipujinya tadi adalah rumah sahabat Luhan

"Hehehe..." Luhan tersenyum hambar menjawab pertanyaan Wuzun

Sehun yang melihat interaksi Luhan dengan kedua sahabat barunya sungguh cemburu. Dia ingin Luhan duduk disekitarnya dan berbincang layaknya sahabat lama. Sedankan YangYang memperhatikan seluruh sahabat Luhan dan heran dengan satu orang saja yaitu Sehun, dia sungguh berbeda dengan sahabat Luhan yang lainnya

"Lu, apa pria yang bernama Sehun itu adalah orang yang kau sukai" YangYang berbisik pada Luhan karena heran melihat Sehun yang selalu memperhatikan Luhan dengan ekspresi datarnya

"Kau tahu darimana" Luhan terkejut dengan kemampuan YangYang yang bisa menebak siapa orang disukainya, padahal Luhan tidak pernah memberitahu pada semua sahabatnya di Amerika mengenai cinta pertamanya yang begitu menyedihkan

"Aku daritadi melihatnya terus memperhatikanmu dengan ekspresinya yang datar, dia tampan tetapi wajahnay itu Lu datar kali mengalahkan tembok rumah" YangYang sungguh jijik melihat Sehun dengan ekspresi datarnya

"Shh.. jangan begitu Yang" Luhan sungguh tidak suka apabila ada yang mengejek sahabatnya, apalagi cinta pertamanya

"Iya, aku minta maaf Lu" YangYang menyadari bahwa Luhan mulai kesal dan meminta maaf pada Luhan atas hinaannya pada cinta pertama Luhan

"Lu, aku ingin kita berbicara berdua diluar" Sehun mengajak Luhan untuk berbicara berdua diluar dan langsung meninggalkan Luhan

"Aku permisi sebentar" Luhan mengatakan hal tersebut pada kedua sahabat barunya, agar tidak terlalu canggung apabila dia meninggalkan mereka berdua sebentar

YangYang dan Wuzun yang ditinggalin Luhan tidak diam saja, mereka diajak Bakehyun untuk berbincang mengenai hal – hal umum sampai hal – hal yang privasi tetapi mereka berdua menjawab dengan wajar.

.

.

.

.

.

"Ada apa Hun" Luhan mencoba berbicara dengan tenang setelah dia menemui Sehun sesuai dengan permintaan orang yang masih dicintainya hingga sekarang

"Aku ingin menyampaikan sesuatu padamu" Sehun ingin menyampaikan pada Luhan bahwa dia mencintai Luhan walaupun sudah terlambat tetapi dia ingin mengungkapkannya sekarang juga. Ditolak dan diterima itu adalah hal basa dan wajar

"Menyampaikan apa Hun" Luhan mencoba tersenyum ramah sekaligus heran dengan maksud Sehun yang mengajaknya keluar dari ruang tamu

"Selama kamu di Amerika, aku menyadari satu hal yang sebelumnya tidak pernah kurasakan. Aku kesepian tetapi aku mengabaikannya, pendapatku itu adalah rasa rindu pada sahabatku yang bernama Luhan karena dia selalu menemaniku disaat senang dan sedih. Tetapi semakin aku menyangkalnya maka hatiku berubah arah dan setiap malam memimpikanmu, aku sudah jatuh kedalam pesonamu Lu. Mungkin ini sudah terlambat tetapi aku ingin menyampaikan sesuatu" Sehun meraba sakunya dan mengambil cincin yang akan diberikannya pada Luhan, setiap hari dia membawanya dan menganggap cincin tersebut adalah Luhan

"Do you wanna be my girlfriend" Sehun berbicara dengan lancar dan penuh dengan kelembutan

"Sehun, apakah kau sedang sakit" Luhan heran dengan Sehun yang tiba – tiba menceritakan kehidupannya ketika dirinya sekolah ke Amerika dan menembak Luhan langsung di teras depan rumah Kyungsoo

"Tidak Lu, aku serius" Sehun berbicara dengan mantap ingin meyakinkan Luhan bahwa dirinya sungguh – sungguh mencintai Luhan

"Aku... Aku juga masih menyukaimu tetapi aku... susah mengataknnya Sehun, inti terlalu tiba – tiba" Luhan mengatakan sejujurnya pada Sehun

"Kau hanya perlu menjawab apakah kau mau menjadi kekasihku" Sehun masih berlutut dan menunggu jawaban Luhan, dia siap untuk ditolak mengingat Luhan sudah pernah ditolaknya. Dan dia akan berusaha untuk mendapatkan Luhan untuk kedua kalinya dengan cara yang lebih baik

"Aku mau" Luhan langsung menjawab pernyataan Sehun dan Sehun memakaikan cincin ditangan Luhan lalu memeluk Luhan sambil berputar – putar senang

"Selamat Hun" Kyungsoo dan yang lainnya menyaksikan kejadian tersebut dari kaca rumah Kyungsoo, dan kedua sahabat Luhan dari Amerika juga menyaksikan hal tersebut dan YangYang sungguh iri dengan Sehun yang menjadi kekasih Luhan. Kalau YangYang jadi Sehun, dia tidak akan menyia – nyiakan Luhan seperti yang sebelumnya

"Eh... kalian melihatnya" Luhan malu karena semua sahabatya bersorak dari balik kaca dan Luhan langsung masuk kedalam pelukan Sehun karena malu dilihatin semua orang

"Sudahlah Lu, untuk apa malu" Sehun memberikan kata – kata penyemangat agar Luhan tidak malu lagi

"Ayo kita masuk" Sehun mengajak Luhan masuk keruang tamu Kyungsoo dan berkumpul bersama dengan yang lainnya

Mereka menghabiskan waktu dengan saling bercerita kisah kehidupan Luhan yang di Amerika dan bertanya kepada YangYang dan Wuzun bagaimana kehidupan mereka disekolah baru sekaligus bagaimana Luhan dimata mereka. Hingga Sehun mengingat hal penting yang harus ditanyakannya pada Luhan.

"Lu, kalian kesini karena liburan?" Sehun heran dengan tiba – tiba hadirnya Luhan dan kedua temannya di Korea

"Bukan, aku dan kedua temanku kesini selama seminggu karena kami akan melakukan studi tour ke sekolah lamaku" Luhan membalas pertanyaan Sehun yang harusnya ditanyai pertama kali, bukan setelah semua cerita diceritakan baru ditanya maksud dan tujuan mereka datang ke Korea

"Aku ingin melihat kalian perform lagi Lu" Sehun sungguh suka dengan Luhan yang perform dengan grup lamanya

"Iya Lu" yang lainnya kompak menimpali usulan Sehun, mereka semua merindukan center mereka yang sudah lama graduate

"Kalau sekolah memberikan kesempatan, maka aku akan perform dengan membawakan lagu – lagu hitsku" Luhan tersenyum bangga, dia juga rindu dengan kelompok vocalnya dan juga rindu pada semua fansnya disana

"Pasti Lu" Kyungsoo yakin kalau pihak sekolah akan mengadakan reuni dengan Luhan karena Luhan sungguh berpengaruh disekolah dan membawa sekolah menjadi nomor satu dalam bidang paduan suara dan kelompok idol grup

"Aku ingin pamit, ini sudah terlalu sore. Besok kita akan bertemu lagi dan kami akan disini selama seminggu" Luhan pamit dan memberitahu jadwalnya pada sahabatnya agar tidak terlalu murung

"Ya" Kyungsoo dan yang lainnya terpaksa mengihklaskan Luhan pulang karena sudah mau malam

"Aku juga" Sehun juga pamit dan ingin kerumah Luhan sebagai kekasih, bukan sebagai sahabat seperti dulu

"Kau mau kemana Sehun" Luhan heran dengan Sehun yang ingin cepat pulang, biasanya Sehun adalah orang yang paling suka berkumpul dengan sahabat – sahabatnya

"Aku mau kerumah mertuaku" Sehun menggoda Luhan dan membuat Luhan menundukkan kepala karena malu atas apa yang dikatakan Sehun, wajahnya sudah merah seperti tomat

"Oh, so sweetnya" Baekhyun dan Kyungsoo menggoda Luhan, karena Sehun sungguh so sweet sebagai pacar yang pengertian

"Aku pamit dulu" Luhan mengajak kedua temannya untuk pulang dan Sehun mengekor dibelakang Luhan dan berjalan bersama kedua sahabat baru Luhan.

.

.

.

.

.

"Ma, aku pulang" mereka berempat kompak untuk meyapa Mama Luhan yang masih sibuk didapur

"Kalian mengejutkan mama" Mama Luhan datang dengan buru – buru karena teriakan keempat anaknya yang sungguh kuat

"Eh, Sehun datang juga" Mama Luhan menyadari keberadaan Sehun diantara ketiga orang lainnya.

"Iya ma" Sehun menjawab dengan nada sopan dan langsung duduk disofa rumah Luhan, sedangkan Luhan ikutan duduk disofa dan kedua sahabatnya langsung masuk kekamar untuk istirahat Setelah itu Mama Luhan kembali ke dapur untuk menyiapkan makan untuk keluarganya sekaligus tamunya

"Lu, aku ingin bertanya" Sehun masih penasaran dengan sahabat baru Luhan

"Apa Sehun?" Luhan masih menjawab dengan nada normal, walaupun dia kesal karena tiba – tiba kekasihnya menjadi cerewet

"Apa kau disana hidup dengan tenang?"

"Tidak, aku selalu memikirkanmu. Disana YangYang mencoba menyatakan cintanya padaku, tetapi aku menolaknya dan mengatakan masih mencintai seseorang yang mungkin tidak akan mencintaiku"

Sehun yang mendengarnya hanya semakin menyakinkan karena daritadi, Sehun melihat YangYang yag selalu memberikan perhatian khusus pada Luhan.

"Dia adalah sosok yang baik, aku salut padanya. Walaupun cintanya sudah ditolak tetapi dia masih bisa menganggapku sebagai sahabat tanpa merasakan sakit"

"Shh. Sudahlah Lu, sekarang sudah aku yang akan menjagamu" Sehun membawa Luhan kedalam pelukannya

"Hahaha..." Luhan tertawa hambar karena ucapan Sehun

"Kau kenapa ketawa Lu?" Sehun heran dengan Luhan yang memberikan respon lain

"Kita akan LDR Hun, aku masih harus melanjutkan sekolahku disana selama dua tahun lebih lagi" Luhan membuka rahasianya karena alasan dia ketawa

"Aku tidak mau" Sehun ngambek pada Luhan yang memilih LDR

"Tidak boleh begitu Hun" Luhan berusaha memberikan pengertian pada kekasih besarnya yang sekarag mudah merajuk

"Pokoknya aku tidak mau" Sehun makin memanyunkan bibirnya dan matanya mulai berkaca – kaca

"Sehun dengar baik – baik, kau harus bersekolah disini dengan baik. Aku tidak akan berpaling darimu dan juga kau harus menjadi orang sukses disini agar aku mau menikah denganmu" Luhan memberikan usulan yang terbaik

"Kau harus berjanji akan menikah denganku Lu" Sehun tertarik dengan kata yang baru saja diucapkan Luhan

"Iya" Luhan menjawab dengan cepat dan pasti

~TBC~