.

Beloved Ponyo (Café)

('Yuehua Entertainment' Lee Eui Woong x 'Starship Entertainment' Jung Se Woon)

BlueBerry's Sewoonie Fanfiction

Don't Like, Don't Read

.

Sewoon menanyakan pesanan dari pelanggan yang baru saja datang, mengecap untuk membasahi bibir dan menyebutkan nama sulit dari menu andalan di Kafe Gaya Santai yang menjadi tempat kerjanya. Mata Sewoon memperhatikan si pelanggan yang memasang ekspresi berpikir, entah dia sedang menimbang menu yang disarankan oleh Sewoon atau membaca daftar yang berada diatas meja kasir. Ucapan 'aku memesan menu biasa saja' dari sang pelanggan dibalas anggukan paham juga senyum lebar dari Sewoon, tidak ingin menunjukkan rasa kesal yang seharusnya dia rasakan karena tiga menitnya terbuang dengan sia-sia. Perkataan Sewoon pada pelanggan untuk menunggu selama beberapa saat hanya menerima deham terkesan malas dari si pelanggan, lebih fokus pada ponsel pintar di tangannya yang terus membunyikan notifikasi.

Sewoon sedang melengkungkan senyum sopan selagi menyerahkan pesanan sang pelanggan, saat Justin menarik lengan pakaian Euiwoong dengan rengek menyebalkan yang mengundang perhatian orang lain. Manik Euiwoong melihat ekspresi setengah melamun Sewoon yang terarah pada mejanya juga Justin, membuat Euiwoong menegur Justin untuk tidak bertingkah memalukan juga tidak sesuai dengan penampilan kerennya. Justin tidak menghiraukan perkataan Euiwoong dan mengoceh kalau si Lee sama saja dengan Kekasih Jepangnya yang tidak perhatian, Euiwoong terpaksa mengabaikan kehadiran Sewoon dan membujuk Justin hingga yang lebih muda tidak lagi merengut dengan rengekan berisik. Euiwoong membuang satu jam di kafe kesukaannya untuk mendengar keluhan Justin, melewatkan puluhan senyum sopan Sewoon pada setiap pelanggan yang dihadapi.

Waktu tujuh malam, Euiwoong memutuskan pulang karena tidak memiliki kamuflase dari kegiatan memperhatikan Sewoon. Euiwoong menerima pesan dari teman satu rumahnya yang minta dibelikan kopi . . .

"Selamat malam" Senyum formal Sewoon membuat sudut bibir Euiwoong tergelitik untuk mengikuti gerakannya, namun pikirannya menahan keinginan sudut bibir Euiwoong untuk melebar yang bisa saja mengundang pandangan ngeri akibat lengkungnya terlalu lebar

"Se . . . selamat malam" Euiwoong membalas dengan canggung, membasahi bibirnya yang entah kenapa menjadi kering dan begitu kaku. Sewoon memandanginya dengan ekspresi setengah melamun yang membuat Euiwoong ingin melontar tawa kecil, tapi dia tidak memiliki kamuflase yang meyakinkan pada saat ini, tidak dengan tingkah lucu Jungjung, tidak dengan adegan keju juga menggelikan pasangan Seunghyuk dan Hyungseob, juga tidak dengan kerecehan Justin

"Ah, kau ingin memesan sesuatu untuk dibawa pulang? Atau, titipan temanmu yang tertinggal?" Perkataan Sewoon mengingatkan Euiwoong pada Justin yang langsung meninggalkannya setelah panggilan singkat Kenta yang meminta maaf dan mengajak bertemu sebagai perayaan ulangtahun hubungan mereka, seperti lupa kalau sebelumnya dia mengeluhkan Kenta yang seperti tidak mengingat ulangtahun hubungan mereka. Euiwoong sudah terbiasa dengan teman-temannya yang mengutamakan Kekasih masing-masing daripada dirinya

"Pesanan orang rumah. Untuk apa aku mengurusi Justin, saat dia meninggalkanku begitu saja?" Euiwoong menjawab pertanyaan Sewoon selagi mengeluarkan ponsel dari saku pakaian, memastikan apa yang dipesan oleh temannya. Tentu dia ingin terus memperhatikan Sewoon, tapi itu akan membuatnya canggung dan mungkin kehilangan wajah untuk memperhatikan Sewoon di kesempatan lain

"Kau . . . mungkinkah cinta bertepuk sebelah tangan?" Sewoon bertanya dengan perlahan juga ekspresi khawatir, mungkin takut kalau dia mengatakan sesuatu yang benar namun menyakitkan

"Hah? Dengan Justin? Tidak mungkin" Euiwoong tidak mengetahui mana yang lebih lucu antara tebakan atau ekspresi Sewoon, mungkin juga memang Sewoon sendiri adalah definisi dari kata 'lucu dan menggemaskan' yang membuatnya ingin tergelak setiap kali melihat Pemuda Jung itu. Gelakan tawa Euiwoong masih tersisa, saat Sewoon pergi ke bagian dapur dan membuatkan pesanan

"Apakah ada hal lain yang kau butuhkan?" Tanya Sewoon selagi menyerahkan tas kertas berisi pesanan Euiwoong, Euiwoong menerimanya dengan senyuman tipis

"Tidak, ini sudah cukup" Jawab Euiwoong, memberi kabar pada teman satu rumahnya kalau dia sudah membeli pesanannya. Denting pemberitahuan dari sosial media lain membuat Euiwoong bertahan di posisinya untuk membuka notifikasi, serius membalas kiriman penting dari Anggota Klub hingga tidak menyadari beberapa orang yang berdiri di belakangnya

"Kau masih membutuhkan sesuatu?" Pertanyaan Sewoon membuat Euiwoong memindahkan perhatian dari ponselnya, menyadari kalau Sewoon bertanya selagi memberi lirikan pada bagian belakang Euiwoong seperti memperhatikan sesuatu atau seseorang disana. Euiwoong melempar cengiran canggung pada beberapa orang yang mengantri di belakangnya, hanya dilirik seadanya karena dua orang itu masih sibuk memperhatikan daftar menu

"Ah, baiklah. Aku permisi" Cengiran canggung dan terkesan bodoh Euiwoong mengarah pada Sewoon yang membalasnya dengan senyum tipis juga anggukan mengerti

"Sampai jumpa lagi. Terima kasih untuk kunjungannya" Euiwoong tahu kalau Sewoon memberi kalimat formal itu pada siapapun, tapi sudut bibirnya meninggi saat Sewoon mengatakan hal itu sebagai balasan dari perkataannya. Kalau ada Seunghyuk, tentu dia mengatakan kalau itu karena Euiwoong tidak memiliki pasangan

"Eung?" Tangan Euiwoong membentur sesuatu saat dia hendak menyimpan ponsel di saku celana, menarik dua lembaran yang menghambat pergerakannya menyimpan ponsel pintarnya. Dahi Euiwoong mengernyit untuk mengingat kenapa dia menyimpan dua tiket festival musim dingin di sakunya, menemukan ucapan Eunki -Kekasih Jungjung sekaligus pemilik sebenarnya dari dua tiket festival- memiliki pertunjukan musikal sebagai alasannya

"Kau mengunjungi kafe setiap hari untuk memperhatikan si Kasir, tapi hanya melihat dan melakukan obrolan singkat seperti orang yang baru sekali bertemu dengannya. Bahkan, mungkin kau kalah dari orang yang bertemu dengannya, lalu meminta nomor ponsel dan mengajaknya jalan" Euiwoong ingat dia hanya memutar bola matanya dengan malas sewaktu Eunki mengoceh demikian padanya, tapi kakinya membalik langkah untuk kembali memasuki kafe saat dia memikirkan ocehan Eunki

"Aish" Desis Euiwoong, melihat Sewoon mengobrol dengan orang lain. Euiwoong tahu Sewoon bukan satu-satunya pegawai di kafe yang dikunjunginya, tapi Euiwoong tidak merasa biasa setiap melihat interaksi Sewoon dengan pegawai kafe lainnya, terutama pegawai rambut merah yang berleher panjang itu

"Ah, kau. Apakah ada pesanan yang tertinggal?" Setelah si rambut merah beranjak untuk mengantarkan pesanan ke meja, Sewoon memberi sapaan pada Euiwoong. Euiwoong tidak bisa menilai apakah itu hanya senyum berpura sebatas keformalan atau memang Sewoon tidak masalah untuk kembali melihat Euiwoong

"Tidak, bukan mengenai pesanan. Sebelumnya, namaku Lee Eui Woong, murid di Sekolah Hanlim. Aku ingin menanyakan sesuatu, apa kau tahu festival musim dingin di penghujung pekan nanti?" Khawatir dirinya menjadi penghambat jalur kasir, Euiwoong memilih untuk langsung menanyakannya tanpa meminta kesediaan ditanya dari Sewoon

"Eo, aku tahu. Baru saja, temanku mengajakku ke festival itu" Perkataan Sewoon menurunkan bahu Euiwoong juga melunturkan ekspresi antusias dari yang lebih muda

"Ah, begitu" Euiwoong memasukkan tangannya yang berada di saku untuk menyimpan dua lembaran tiket semakin dalam, noda kering di lantai tiba-tiba menjadi hal menarik untuk meletakkan pandangan. Reaksi begitu kentara dari si 'pemula jatuh cinta' menimbulkan senyum geli dari sang Petugas Kasir

"Temanku mengajakku ke festival itu bersama pasangannya, tentu aku menolaknya karena tidak ingin mengganggu. Tapi, kalau ada orang tanpa pasangan yang ingin mengajakku, kupikir aku tidak akan menolak" Sambungan Sewoon membuat Euiwoong mengangkat kepala dan menunjukkan sorot pandangan yang begitu antusias

"Aku tidak memiliki pasangan" Kalau saja Euiwoong berada diantara teman-temannya, sebutan 'tidak memiliki pasangan' adalah hal sensitif yang tidak mungkin dia lontarkan dengan nada bahagia juga ekspresi antusias. Tapi, perkataan Sewoon membuat Euiwoong senang dengan fakta dirinya belum memiliki Kekasih apalagi hubungan resmi dengan siapapun

"Jadi, kau ingin mengajakku sebagai sesama orang yang tidak memiliki pasangan?" Tanya Sewoon yang dibalas gerakan menggeleng dari Euiwoong, kerutan di dahi cukup menggambarkan kalau Sewoon tidak mengerti dengan balasan Euiwoong

"Tidak, aku mengajakmu sebagai orang yang kelak menjadi pasanganmu" Masih dengan nada antusias yang belum berubah, Euiwoong mengatakan tanpa menahan sudut bibirnya meninggi. Ada hening diantara mereka setelah perkataan Euiwoong itu, tidak melunturkan antusias Euiwoong karena rona kemerahan yang samar di wajah Sewoon begitu menggemaskan

"Tidak kedengaran buruk" Balasan Sewoon memang tidak menyetujui, namun dia juga tidak menolak pernyataan Euiwoong. Pemuda marga Lee itu tidak sempat memperlihatkan reaksi bahagianya karena seseorang menepuk bahunya dan menyuruh menyingkir kalau tidak memiliki sesuatu untuk dipesan, jadi Euiwoong kembali melempar cengiran canggung nan bodoh juga menyingkir dari depan meja kasir.

Perkataan 'sampai jumpa, Sewoon-Hyung' yang diucap Euiwoong hanya mendapat gerakan tangan sebagai tanda mengerti dari Sewoon, membuatnya semakin kelihatan menggemaskan. Rona kemerahan di wajah Sewoon terlihat lebih jelas dari sebelumnya, membuat Euiwoong tidak segan melontar tawa kecil seperti orang bodoh di tengah padatnya pejalan kaki pada jam pulang bekerja ini. Perjalanan di Bis membuat Euiwoong memiliki waktu memutar memori mengenai ajakan jalannya pada Sewoon, tidak tahu darimana dia memiliki keberanian seperti itu yang membuatnya hanya menunduk dan membenturkan sisi kepala pada jendela bis hingga tiba di halte dekat tempat tinggalnya.

Sewoon bukan tipe orang yang memiliki ekspresi dingin dan memasangnya sepanjang waktu, tapi menemukan rona merah juga senyuman tipis di wajah Pemuda marga Jung itu membuat Donghyun menggodanya kalau si pelanggan favorit Sewoon pasti melakukan hal istimewa hari ini. Youngmin yang bercerita mengenai ajakan jalan Euiwoong tidak memperbaiki rona kemerahan di wajah Sewoon, menutupi rona kemerahannya dengan berjalan menunduk dan hanya membalas perkataan dari kedua temannya dengan ucapan seadanya hingga mereka berpisah pada persimpangan jalan.

.~~~KKEUT~~~.

Udah lama baangeet ngga update, akhirnya punya kesempatan buat publish part tambahan di Beloved Ponyo (juga cerita lainnya). Ini bukan yang terakhir kok, masih ada partnya Bapake x Ponyo yang mau dirapiin dulu. Makasih, buat yang baca part ini juga part-part sebelumnya.

Thanks to : Guest (aku ngga tahu ini orangnya sama atau ngga, tapi makasih karena terus review dari awalan), Iis899, chikicinta, ririria, Guest [pisang sunrice], Michiyo Park, Sky Onix, BFYourPOV, najjeminna, Miss Heechul, Guest [ikan terbang], arschimchim.