Couple : HunHan

Main Cast :

Female (Luhan, Kyungsoo, Baekhyun, Shiraishi Mai, Itano Tomomi, Kojima Haruna, Takahashi Minami, Maeda Atsuko, Oshima Yuko, Shinoda Mariko, Watanabe Mayu, Matsui Jurina, Kashiwagi Yuki, Yoona, Krystal) - Member idol grup

Male (Sehun, Kris, Suho, Chanyeol, Hoya, Minho, Taeyong, Yonghwa, Minhyuk, Siwon, Yunho)

"Lu, apa kau sudah siap" Papa Luhan memanggil anaknya untuk bersiap – siap berangkat ke bandara

Tidak terasa sudah semingu Luhan dan kedua sahabatnya berada di Korea, sekarang merupakan hari perpisahan mereka akan terulang kembali.

"Aku sudah siap pa" Luhan berjalan dengan papanya hingga memasuki mobil, dia ingin bertemu dengan Sehun untuk terakhir kalinya tetapi Sehun tidak bisa datang karena dia memiliki jadwal khusus dihari minggu yang diberikan oleh Guru Lee

Mobil yang digunakan Luhan sudah sampai dibandara, tidak terasa setengah jam lagi dia sudah akan berpisah dari semua orang yang ada disini.

"Hahh.." Luhan menghela nafas untuk kesekian kalinya karena dia tidak mau berpisah dengan yang lainnya tetapi dia harus menepati janjinya untuk fokus belajar di Amerika dan kembali kepada orang tuanya setelah menjadi orang yang sukses

Mereka sudah sampai diruang tunggu setelah beberapa proses pemeriksaan yang dilakukan, Luhan dan yang lainnya duduk untuk menunggu pesawat berangkat.

"Hai Lu" Sehun menyapa Luhan setelah dirinya dan yang lain sampai dibandara

"Dasar pembohong" Luhan memukul Sehun setelah memeluk Sehun, dia kesal dengan kekasihnya yang berbohong padanya tentang memiliki jadwal khusus yang diberikan Guru Lee

"Hehehe... Aku minta maaf sayang, aku hanya ingin memberikan kejutan padamu" Sehun tidak merasakan sakit pada dadanya, karena pukulan Luhan tidak terlalu kuat dan untung saja dia tidak mendapatkan cubitan maut Luhan yang menyerupai capitan kepiting yang diajari Baekhyun

"Aku rindu padamu" Luhan memeluk Sehun dengan erat, dia tidak mau berpisah dengan Sehun lagi tetapi dia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk tetap di Amerika selama dua tahun

"Aku juga, tetapi kita hanya akan berpisah selama dua tahun lebih Lu. Kau harus berjanji agar tidak mencari pacar baru disana" Sehun memberikan ultimatum agar Luhan tidak mencari selingkuhan disana

"Aku yang seharusnya mengatakan hal itu padamu, aku tahu kau tampan tetapi jangan mencoba berselingkuh dibelakangku" Luhan memberikan ultimatum balik ke Sehun

"Iya aku berjanji" Sehun mengatakan dengan tegas dan mengangkat tangannya bersumpah

"Aku juga" Luhan menimpali sama dengan yang dilakukan Sehun

"Lu, sudah saatnya" YangYang memberitahu Luhan untuk naik ke pesawat

"Ma, Pa aku berangkat ya" YangYang permisi duluan

"Aku juga permisi ya ma, pa" Wuzun juga permisi setelah YangYang dan tinggal Luhan yang belum permisi kepada orang tuanya dan yang lainnya

"Ma, Pa aku permisi. Jaga kesehatan kalian dan aku akan sering menghubungi kalian, dan untuk Sehun kuharap kau bisa baik – baik saja sayang selama aku tidak ada disini" Luhan memeluk kedua orang tuanya dan Sehun secara bersamaan

"Dan untuk kalian, aku doakan semoga kalian bahagia" Luhan memberikan kata – kata terakhir untuk teman – temannya sebelum mengikuti YangYang dan Wuzun yang sudah menjauh dari kumpulan tersebut

"Bye" Luhan melambaikan tangannya dan dibalas lambaian juga dari semua orang yang berkumpul untuk menyaksikan perpisahan ini

.

.

.

.

.

Dua Tahun Kemudian

"Sehun"

"Apa?" Sehun menjawab malas panggilan sahabat happy virusnya

"Kau daritadi melamun, Baekhyun mengajak kita untuk berkumpul dikantin Chanyeol malas berbicara dengan Sehun karena berbicara dengan mahluk yang satu ini sama saja berbicara dengan orang asing yang menjawab sekedar atau terkadang tidak menjawab

"Aku malas" Sehun menidurkan kepalanya dimeja belajarnya sedangkan yang lainnya pergi kekantin

"Kau akan menyesal Hun, karena hari ini merupakan hari yang spesial" Chanyeol mencoba membujuk Sehun dengan lembut

"Baiklah, aku ikut denganmu" Sehun pasrah ikut dengan ajakan Chanyeol, daripada mendengar Chanyeol merengek ditelinga dan itu sungguh menjijikkan

"Baguslah, ayo" Sehun berjalan duluan kekantin sedangkan Chanyeol mengekor dari samping

Sesampainya Sehun dikantin, dia heran dengan keadan kantin yang sunyi dan gelap. Sehun mencoba mencari orang yang ada dikantin tetapi dia tidak menemukan siapapun.

"Yeol, kau bercanda" Sehun membalikkan badan dan terkejut ketika Chanyeol tidak ada dibelakanya, Sehun sungguh ingin menghajar Chanyeol karena sudah mengerjainya seperti ini

Drtt Drtt

"Masuk" Itu adalalah pesan yang dibaca Sehun ketika dia membuka pesan yang masuk tersebut dari nomor Baekhyun

"Hahh... kalian mau berbuat apa sebenarnya" Sehun heran dengan keanehan sahabat – sahabatnya hari ini

Sehun memasuki kantin dalam keadaan gelap, dia berjalan tiga langkah dan berhenti untuk mengambil handphonenya disaku celananya untuk menyalakan senter dari handphone tersebut. Tetapi niatnya gagal karena lampu sudah dinyalakan dan membuat matanya silau.

"Happy Birthday to you" Baekhyun dan yang lainnya membuat kejutan ulang tahun untuk Sehun dengan Kyungsoo sebagai pembawa kue

Sehun yang melihatnya sungguh terkejut dengan kejutan yang dibuat sahabat – sahabatnya untuk dirinya, setelah matanya terbiasa dengan cahaya lampu dia terpukau dengan banyaknya orang yang ikut meramaikan acar ulang tahunnya.

"Ayo Sehun, tiup lilinnya" Baekhyun menyuruh Sehun untuk meniup lilinnya dan akan mendapat hadiah special dari mereka

Sehun berdoa dalam hati dan meniup lilinnya. Dia sungguh terharu dengan sahabat – sahabatnya yang masih mengingat dengan jelas tanggal ulang tahunnya.

"Chukae Sehun" Semuanya kompak memberikan selamat pada Sehun

"Terima kasih semua" Sehun mengucapkan terima kasih dengan tulus kepada semuanya yang sudah ikut dalam merayakan ulang tahunnya

"Sehunna, aku ada kejutan untukmu" Baekhyun mengatakannya dengan senyum liciknya, sedangkan Sehun heran dengan kejutan yang dimaksud Baekhyun

"Kejutan apa?" Sehun mencoba untuk bertanya pada mereka mengenai kejutan yang akan diberikan Baekhyun untukknya, dan dia berharap itu bukan kejutan yang buruk

"Kau pasti suka" semua sahabatnya memberikan anggukan bahwa kejutan Baekhyun bukanlah hal yang menakutkan

"Happy Birthday to you

Happy Birthday to you

Happy Birthday dear Sehun

Happy Birthday Sehun"

Sehun membalikkan badannya kearah sumber suara yang bernyanyi, dan terkejut karena menemukan Luhan berdiri dibelakangnya sambil memegang kue dan menyanyikan lagu happy birthday dengan suara malaikatnya.

"Luhan" Sehun mengucek matanya untuk menyakinkan apakah Luhan memang yang berada didepannya saat ini

Chup

"So sweetnya mereka" Luhan mencium bibir Sehun untuk menyadari kekasihnya dari lamunannya sedangkan yang lain memekik cemburu karena Sehun adalah kekasih Luhan

"Lu, aku senang kau dapat tepat dihari ulang tahunku" Sehun langsung memeluk Luhan sedangkan Luhan mencoba untuk berhati – hati agar kue tart tersebut tidak mendarat mulus diwajah Sehun

"Sehun, ayo tiup lilinnya" Luhan berusaha untuk melepaskan pelukan Sehun karena dia risih dengan pandangan jijik dari fans Sehun

"Oh iya aku sampai lupa" Sehun melepaskan pelukannya dan berdoa dalam hati lalu menghembus lilin di kue yang dibawa Luhan

"Selamat uang tahun Hun" Luhan memberikan kue tersebut pada Baekhyun sedangkan dirinya langsung memeluk Sehun, Baekhyun yang menerima kue tersebut hanya memasang wajah kesal karena dia dijadikan patung untuk meyaksikan adegan tersebut sambil memegang kue

"Ayo kita makan sekaligus merayakan ulang tahun Sehun" Kyungsoo bersorak untuk makan siang mereka yang tertunda karena membuat party untuk Sehun

"Aku yang traktir" Sehun menimpal ucapan Kyungsoo karena dia sungguh bahagia hari ini ditambah kedatangan Luhan sebagai pelengkap hari bahagia ini untuk Sehun

.

.

.

"Kau kenapa ada di Korea Lu, apa kau sendiri saja" Sehun heran dengan kedatangan Luhan yang tidak diketahuinya sama sekali

"Apa kau tidak senang aku ada disini Hun" Luhan pura – pura memasang wajah sedihnya

"Bukan, bukan. Aku hanya terkejut kau ada di Korea dan ikut merayakan ulang tahunku secara langsung" Sehun gelagapan untuk menjawab Luhan karena kekasihnya memasang wajah sedih

"Aku sudah menyelesaikan sekolahku disana, aku mendapat kelas percepatan setengah tahun sehingga aku duluan lulus daripada kalian" Luhan menjelaskan kenapa dia bisa berada di Korea yang seharusnya dia masih di Amerika untuk belajar

"Oh. Lu, selamat ya kau terpilih menjadi penulis lagu yang terkenal untuk perusahaan musik raksasa di Korea" Sehun mengucapkan selamat pada kekasihnya karena tepilih menjadi penulis lagu

"Selamat Lu" semua yang mendengar apa dikatakan Sehun baru ingat tentang Luhan yang terpilih menjadi penulis lagu terkenal untuk artis Korea dan berlomba – lomba untuk memberikan selamat pada Luhan

"Terima kasih semua" Luhan mengucap terima kasih dengan senyumnya yang menawan

"Aku masih harus mengejar impian calon istriku" Sehun bergumam sedangkan Luhan heran dengan yang dikatakan Sehun

"Kau memiliki calon kekasih di Korea?" Luhan mencoba bertanya pada Sehun dengan baik – baik

"Iya, dan orang itu adalah dirimu" Sehun langsung mencium sekilas bibir Luhan sedangkan Luhan malu, walaupun awalnya Luhan ingin menangis karena Sehun mengatakan ingin menikahi calon istrinya

"Jangan mengumbar disini woi" Kai cemburu karena Sehun selalu mengumbar kemesraannya di depan umum

"Iya" yang lainnya menimpali setuju dengan ucapan Kai

.

.

.

.

.

"Lu, aku berjanji akan menjadi direktur tampan yang akan memimpin perusahaan ayahku" Sehun mengatakan hal tersebut ketika mereka berada dimobil Sehun yang sedang menuju apartement Sehun

"Hahaha... kau terlalu percaya diri sekali Sehun" Luhan ketawa keras karena Sehun mengatakan dirinya akan menjadi direktur tampan

"Memang aku orangnya percaya diri, lagian aku memang tampan. Kau jujur Lu, apa kau tampan" Sehun mengatakannya dengan bangga dan bertanya pada kekasihnya apakah dia tampan atau tidak

"Kau... tampan tetapi sombong" Luhan menjawab dengan percaya diri

"Aku tidak mau terlalu baik pada orang, aku sudah pernah dibuat sakit hati oleh seseorang" Sehun membuka serpihan kisah masa lalunya

"Kenapa aku bisa tidak tahu mengenai itu" Luhan heran karena dia tidak tahu tentang Sehun yang pernah disakiti oleh orang lain

"Karena dia adalah sahabat lamaku sebelum kita menjadi sahabat Lu" Sehun mencoba memberikan Luhan ketenangan

"Sudahlah, yang penting kau tidak bertemu dengannya lagi" Luhan menyakinkan pada dirinya bahwa dia bukan seperti gadis bodoh tersebut yang membuat pria tampan seperti Sehun sakit hati

"Ya" Sehun membalas sekilas dan fokus menyetir

.

.

.

.

.

"Sehun, aku pusing melihat apartementmu lahh. Berantakan sekali" Luhan yang memasuki apartement Sehun langsung pusing karena apartement kekasihnya sungguh berantakan

"Hehehe Lu... aku tidak sempat membersihkannya" Sehun menggaruk tengkuknya malu, itulah kenapa dia tidak pernah mengajak orang lain ke apartementnya

"Kalau aku jadi istrimu, aku tidak mau kau seperti ini" Luhan mengatakan hal yang membuat Sehun tersenyum bangga karena Luhan akan menjadi istrinya

"Iya Lu" Sehun mengiyakan apa yang dikatakan Luhan

"Aku ragu, apakah celana dalammu juga tidak pernah dibersihkan. Biasanya kalau orangnya kotor pasti celana dalamnya dan selangkangannya tidak pernah dibersihkan" Luhan yang kesal tidak mengoreksi kata – katanya barusan

"Enak saja, aku membersihkan selangkanganku ya dan juga celana dalamku selalu kucuci" Sehun tidak terima dituduh yang tidak – tidak

"Aku tidak percaya" Luhan masih fokus pada sampah – sampah yang bertebaran diruang tamu Sehun dan tidak melihat wajah kesal Sehun

"Aku akan membuktikannya" Sehun membuka resleting celananya dan menurunkan celananya dan juga celana dalamnya

"Kau bisa cek sendiri Lu" Luhan yang disuruh memeriksa sesuatu langsung menatap Sehun untuk mencari tahu apa yang dimaksud Sehun tetapi dia langsung malu

"Sehun, kenapa kau telanjang. Kau tidak tahu malu bodoh" Luhan menutup mata rusa polosnya yang baru saja dicemari Sehun dengan penisnya yang menggantung dengan indahnya

"Kau yang menantangku, dan sekarang kau malu. Lagian nanti penisku adalah barang yang akan kau sukai Lu" Sehun mengatakannya dengan bangga

"Memangnya aku pernah bilang kalau penismu akan kusukai?" Luhan membuka matanya dan menantang balik Sehun

"Memang kau belum mengatakannya, tetapi kau pasti akan menyukainya. Lagian ukurannya sungguh panjang" Sehun bangga pada penis besarnya

"Kau bisa cek sendiri kalau selangkanganku bersih, dan apabila dia bersih maka aku hanya meminta satu hal padamu Lu"

"Oke, tetapi aku tidak mau menyerahkan keperawananku padamu sekarang. Ketika kita sah menjadi suami istri baru aku memberikannya padamu" Luhan menerima tantangan Sehun dan meminta persetujuan untuk tidak mengambil kesuciannya sebagai wanita

"Aku tidak akan minta itu, biar saja aku menikmatinya ketika kita sah menjadi suami istri"

Luhan mendekati Sehun dan memeriksa selangkangan Sehun yang ternyata bersih, dugaannya salah. Dia harus menerima hukuman yang diberikan Sehun untuknnya.

"Sudah, ternyata selangkanganmu bersih Hun" Luhan mengatakannya dengan wajah gelisah karena takut Sehun memberikan hukuman yang tidak – tidak

"Bagus, dan kau akan menerima hukuman karena sudah berani menjelekkan aku" Sehun tersenyum senang karena akhirnya dia bisa merasakan setengah dunia surgawi

"Kau mau apa?" Luhan langsung bertanya pada Sehun mengenai hukuman yang akan diberikan untuknya

"Kau harus menghisap penisku, mainkan dia seperti kau memakan lolipop" Sehun mengajarkan Luhan cara untuk memuaskan penisnya

"Baiklah" Luhan pasrah, dan untuk kedepannya dia tidak akan menantang Sehun lagi

"AKH.. BAGUS LU... SHHH..." Sehun kenikmatan ketika Luhan memasukkan penis Sehun kedalam mulutnya, walaupun ini yang pertama bagi Luhan dan Sehun tetapi Luhan sungguh ahli dalam memainkan penis Sehun karena dia cepat belajar

"MORE LU..." Sehun sungguh mabuk kepayang akibat ulah Luhan yang menjilat lubang kencing Sehun dan memainkan bola kembarnya

"SHHH... LEBIH CEPAT LU... ARGH..." Sehun tidak mampu berkata – kata karena Luhan yang sungguh memanjakan penisnya

"AKU MAU KELUAR LU... ARGH..." Luhan yang masih asyik menghisap penis Sehun tidak mendengar Sehun akan keluar dan Luhan terkejut karena sesuatu masuk ke tenggorokannya

"Hahh..." Sehun bernafas lega setelah spermanya keluar

"Sehun, kenapa kau tidak mengatakan kalau kau mau keluar" Luhan yang baru pertama kali merasakan sperma langsung terkejut karena rasanya yang tidak enak

"Aku sudah mengatakannya Lu, kau saja yang masih menikmati penisku" Sehun membalas perkataan Luhan sambil menghirup udara sebanyak – banyaknya

"Hah.." Luhan mengambil air putih dari dalam tas sekolahnya dan meneguknya hingga habis

"Lu, menurutmu penisku besar atau tidak" Sehun bertanya setelah Luhan menegak habis minumnya

"Penismu besar Hun, kenapa?" Luhan heran dengan pertanyaan Sehun yang tidak masuk akal

"Kuharap penisku bisa memuaskanmu ketika kita sudah menjadi suami istri" Sehun menjawab rasa penasaran Luhan dengan cepat

"Oh" Luhan menjawab sekedar karena pipinya memerah karena perkataan frontal Sehun

"Aku mau mandi dulu, aku bau sperma" Sehun melepaskan semua baju yang melekat dibadannya dan berjalan telanjang memasuki kamar mandi yang terletak dikamarnya

"Sehun, kenapa kau telanjang disini" Luhan menutup matanya malu karena meilhat Sehun telanjang total, dan badan Sehun sungguh seksi dan berotot

"Hahaha Lu.. Kau sudah melihat penisku tadi jadi kenapa kau malu dengan tubuhku. Setahuku wanita paling malu untuk melihat penis pria, tetapi kau terbalik Lu" Sehun sungguh ngakak dengan Luhan yang malu dengan tubuh telanjangnya, dan kembali menggoda Luhan

"Ish... sudah sana kau mandi" Luhan berjalan keluar dari kamar Sehun sedangkan yang punya kamar masih ketawa melihat tingkah kekasihnya yang malu – malu rusa

.

.

.

"Lu" Sehun menghampiri Luhan yang sedang sibuk menonton diruang tamu setelah mandi

"Hm" Luhan membalas sekilas karena dia masih fokus pada drama yang ditontonnya

"Ish Lu.. apa bagusnya Song Jongki dibandingkan aku? Masa kau hanya menjawab hm saja" Sehun cemburu karena Luhan masih fokus menonton drama yang menayangkan Song Jongki sebagai peran utamanya

"Sehun, aku sedang menonton bukan masalah siapa yang bagus. Kalau Song Jongki lebih bagus, aku pasti akan menikah dengannya bukan denganmu" Luhan mencibir Sehun yang kekananakan karena masalah kecil

"Yasudah, kau menikah saja dengannya" Sehun meninggalkan Luhan dengan langkah kesalnya menuju kamar

Luhan yang melihat Sehun ngambek langsung mematikan tv dan mengejar Sehun yang berada di kamar. Luhan melihat Sehun sedang berbaring dengan guling sebagai pelukannya

"Hun, kau jangan marah" Luhan mencoba merayu Sehun agar tidak marah

"Apa, aku ngantuk. Kau nonton saja Song Jongkimu itu" Sehun membalas rayuan Luhan dengan nada datar dan tidak menatap mata Luhan sama sekali

"Dia kan hanya aktor favoritku Hun, bukan calon suamiku. Kau jangan kekanakan lahh, aku mencintaimu dibandingkan dengan cintaku pada Song Jongki" Luhan membuka rahasianya sehingga Sehun langsung menghadap Luhan

"Bagus, maling sudah mengakui cintanya" Sehun memeluk Luhan dan membawanya untuk tiduran disampingnya

"Kita ke apartementmu hanya untuk tiduran Hun? Aku sudah lapar, ayo kita makan keluar" Luhan merengek karena cacing diperutnya meminta makan

"Tapi tadi kau sudah minum susu dariku" Sehun menggoda Luhan dan malah mendapat hadiah yang tidak menyenangkan

"Jangan mesum Sehun" Luhan mencubit pipi Sehun lumayan kuat agar kekasihnya tersebut tidaj berpikiran mesum lagi

"AKH... SAKIT LU... KAU TEGA PADA KEKASIHMU..." Sehun kesakitan karena pipinya yang mulus baru pertama kali dicubit, dan orang yang berani mencubitnya adalah kekasihnya sendiri

"Biarin dasar mesum, daripada selangkanganmu kutendang" Luhan melipat kedua tangannya didepan dada sambil bibirnya mengerucut kesal

"Jangan Lu, nanti kita susah mendapatkan anak kalau kau menendang penisku" Sehun takut kalau nanti penisnya tidak akan berfungsi apabila ditendang Luhan

"Makanya jangan mesum, aku saja baru tahu kalau kau adalah manusia termesum yang pernah kutemui" Luhan menyesal baru menyadari bahwa Sehun adalah orang mesum

"Tapi tadi kulihat kau menikmatinya Lu" Sehun mencoba untuk menggoda Luhan

"Sudahlah, aku lapar ayo kita pergi makan" Luhan meninggalkan Sehun yang masih memasang wajah mesumnya

"Iya" Sehun mengikuti Luhan dan mereka makan siang dicafe terdekat dari apartement Sehun

.

.

.

"Habis ini kau mau kemana Lu" Sehun bertanya pada Luhan, daripada dia nanti menentukan arah jalannya bisa – bisa Luhan ngambek padanya

"Aku ingin jalan – jalan disekitar sungai han" Luhan sungguh suka dengan pemandangan sungai han disore hari

"Baiklah, tetapi kita tidak boleh terlalu lama disana. Nanti kau bisa masuk angin Lu" Sehun khawatir dengan keadaan Luhan apabila dia keluar hingga malam hari

"Iya cerewet" Luhan kesal pada Sehun yang sekarang lebih cerewet dan lebih mesum dari yang pertama kali dia kenal Sehun

.

.

.

"Woah indahnya" Luhan terpana dengan pemandangan sungai han disore hari walaupun dia sudah sering kesini

"Ada yang lebih indah dari pemandangan ini Lu" Sehun menatap lurus kedepan sedangkan Luhan heran dengan maksud Sehun

"Apa? Namsan tower maksudmu?" Luhan bertanya pada Sehun apa pemandangan yang lebih indah daripada sungai han

"Bukan, kau lebih indah daripada sungai han disore hari" Sehun menatap Luhan dengan mata memujanya sedangkan Luhan malu digombali oleh Sehun

"Kau bercanda saja Hun" Luhan memukul lengan Sehun karena malu dengan gombalan Sehun

"Sakit Lu, lagian aku serius. Kau adalah yang terindah dibandingkan dengan yang lainnya" Sehun kesakitan tetapi dia tetap memuji keindahan Luhan

"Kalau aku yang terindah, lalu kenapa kau menolakku ketika aku menyatakan cinta padamu" Luhan flashback ke masa lalunya yang kelam ketika Sehun menolaknya

"Aku merasa kita berbeda Lu, kau terlalu ceria dan manja sedangkan aku orang yang dingin. Itulah mengapa aku tidak mau menerimamu" Sehun menjelaskan secara terperinci mengenai kasus penolakan beberapa tahun yang lalu

"Ya walaupun begitu, sekarang kau bertekuk lutut padaku" Luhan bangga pada akhirnya Sehun lahh yang mengejar cintanya bukan dia yang mengejar Sehun lagi

"Iya" Sehun menimpali apa yang dikatakan Luhan benar

"Hatchii..." Luhan bersin, sedangkan Sehun yang melihatnya langsung panik

"Sudah kita pulang saja, kau sudah bersin – bersin" Sehun menggandeng Luhan untuk masuk ke dalam mobil sedangkan Luhan hanya pasrah karena sesuai perjanjiannya dengan Sehun tadi

.

.

.

"Ma" Sehun memanggil Mama Luhan setelah mereka sampai dirumah Luhan, sedangkan sang mama masih sibuk didapur

"Ada apa Sehun? Ya ampun Luhan kenapa hidungmu merah nak" Mama Luhan sungguh khawatir dengan keadaan anaknya

"Dia kedinginan ma" Sehun menjawab mamanya, karena Luhan sedang bersin

"Kalian habis darimana Sehun? Kenapa Luhan bisa masuk angin?" Mama Luhan sungguh over protective pada putrinya

"Aku yang salah ma, aku yang meminta Sehun untuk mengantarku ke sungai han" Luhan tidak mau Sehun jadi kena omelan mamanya, Luhan masih sayang pada Sehun

"Oh, lain kali jangan bandel jadi orang. Sudah tahu tidak tahan dingin, masih saja jalan – jalan ke sungai han di sore hari menjelang malam" Mama Luhan malah mengeomeli Luhan sedangkan Sehun yang melihatnya hanya senyum saja

"Aku pamit ya ma" Sehun pamit pada sang mama, dan langsung berbalik badan untuk keluar dari rumah Luhan tetapi suara sang mertua membuatnya berdiri diam

"Kenapa tidak makan dengan kami Sehun?" Mama Luhan selalu mengajak siapapun sahabat Luhan yang ada dirumah mereka untuk makan bersama

"Maaf ma, aku dan Luhan tadi sudah makan" Sehun menjawab rasa penasaran sang mama

"Oh, yasudah. Hati – hati ya nak" Mama Luhan mengizinkan sang anak untuk pamit dan langsung membawa Luhan untuk minum air hangat

~TBC~