Couple : HunHan

Main Cast :

Female (Luhan, Kyungsoo, Baekhyun, Shiraishi Mai, Itano Tomomi, Kojima Haruna, Takahashi Minami, Maeda Atsuko, Oshima Yuko, Shinoda Mariko, Watanabe Mayu, Matsui Jurina, Kashiwagi Yuki, Yoona, Krystal) - Member idol grup

Male (Sehun, Kris, Suho, Chanyeol, Hoya, Minho, Taeyong, Yonghwa, Minhyuk, Siwon, Yunho)

Pagi ini suasana rumah Luhan berbeda dari sebelumnya karena sang pujaan hatinya tidur tepat disampingnya, atau istilah lainnya satu kamar dengannya. Luhan yang lebih duluan bangun langsung menatap Sehun yang tertidur dengan nyenyak, dia sungguh tampan baik ketika tidur, bangun, tersenyum, ketawa, dan ngambek. Itulah yang menurut Luhan kelebihan Sehun, dia gentleman tetapi dia juga kekanakan bahkan melebihi anak kecil. Luhan yang masih asyik memandang Sehun tidak menyadari bahaya mendekat.

"YAK" Luhan yang tadinya masih asyik memandang ketampan Sehun harus terkejut karena Sehun menindih tubuhnya

"Kau terpesona padaku lagi untuk kesekian kalinya Lu?" Sehun sungguh lucu dengan Luhan yang masih mengagumi ketampannya

"Memang, tetapi aku paling tidak suka melihat wajah datarmu" Luhan mengakui tetapi menyangkal untuk wajah datar kekasihnya

"Walaupun datar, kau tetap mencintaiku Lu. Jangan munafik jadi orang" Sehun tetaplah arogan dalam masalah menilai fisiknya. Semua mengakui ketampannya tetapi tidak perlu sampai berlebihan seperti ini

"Memang, dan sekarang kau turun dari badanku. Aku mau mandi dan berangkat sekolah" Luhan membrontak agar Sehun turun dari badannya, karena tubuh Sehun sungguh besar dan berat

"Pffft..." Sehun sungguh lucu dengan perkataan terakhir Luhan yang tidak masuk akal

"Kenapa kau ketawa, apa kau kemasukan setan Hun?" Luhan heran dengan Sehun yang tiba – tiba ketawa tanpa sebab

"Kau lucu Lu, ini kan hari minggu. Kau mau ke sekolah mana? Sekolah minggu?" Sehun sungguh tidak bisa menahan tawanya, karena wajah penasaran Luhan adalah wajah yang sungguh membuat orang ingin mencubit pipi sexynya

"Hah? Ish kau tidak perlu membawa sekolah minggu segala. Kau kira aku anak kecil apa?" Luhan terkejut karena Sehun mengatakan ini adalah hari minggu, dan berikutnya dia kesal karena kekasihnya membawa tentang sekolah minggu. Dia kira aku bocah apa

"Kau memang sudah dewasa, tetapi wajahmu seperti anak – anak Lu"

"Biarin, biar awet muda daripada wajah datarmu. Tidak ada imutnya sama sekali" Luhan membalas ledekan Sehun

"Biarin aja wajahku datar, banyak orang yang menyukaiku dan mencintaiku" Sehun juga tidak mau kalah dari Luhan

"Ya udah, cari saja kekasih barumu" Luhan ngambek karena Sehun dengan seenaknya bicara, menyukai orang itu gampang saja tetapi apakah memang semua cinta bisa dipertahankan. Banyakan orang putus nyambung, cari pacar baru, ambil bekas istri orang hanya untuk kesenangan saja

"Hei tidak perlu ngambek Lu, aku kan cuma bercanda saja" Sehun yang mengerti situasi dimana kekasihnya sedang ngambek padanya. Mampuslah kau Oh Sehun

"Siapa juga yang ngambek" Luhan turun dari tempat tidur setelah Sehun beranjak dari tubuhnya dan masuk ke kamar mandi dengan langkah malas

"Aku minta maaf Lu" Sehun langsung memeluk Luhan, dia juga sudah terlalu banyak membuat Luhan kesal

"Ya" Luhan bergumam membalas permintaan maaf Sehun, dirinya sungguh lapar

"Hun, ayo turun aku lapar" Luhan kembali ke mode anak - anak apabila dia sedang lapar

"Iya sabar sayang. Tetapi sebelumnya kita gosok gigi dulu, jadi orang harus bersih Lu" Sehun melepaskan pelukannya dan masuk ke kamar mandi

"Jadi maksudmu aku kotor begitu? Dasar menyebalkan" Luhan menggerutu kesal karena dengan kata lain Sehun baru saja menyindirnya kalau dia adalah orang yang kotor. Luhan melangkahkan kakinya dengan malas kearah kamar mandi untuk menggosok giginya

Setelah menggosok gigi, mereka keluar dari kamar dan menuju meja makan dimana kedua orang tua Luhan sudah berada disana.

"Hai Pa, Ma" Luhan menyapa kedua orang tuanya ketika dia melihat kedua orang tuanya duduk di kursi meja makan

"Hai Ma Pa" Sehun juga menyapa kedua orang tua angkatnya yang sebentar lagi akan menajdi mertuanya

"Hai sayang" Papa Luhan yang sedang sibuk membaca koran terkejut dengan kedatangan sang anak dan calon menantunya

"Hai sayang, ayo makan" Mama Luhan sudah menyiapkan segala kebutuhan mereka untuk sarapan bersama

.

.

.

.

.

"Lu, kenapa kau masih mau menerimaku yang bodoh ini" Sehun yang sebelum - sebelumnya masih heran dengan Luhan yang mau menerima dirinya yang bodoh ini. Padahal YangYang juga sempurna menurut Sehun, walaupun saingan tetapi Sehun mengakui YangYang adalah pria yang kuat

"Hmm... Karena aku juga masih mencintaimu" Luhan menjawab dengan malu, dia juga binggung dengan hatinya yang ingin mencoba melupakan Sehun tetapi justru membuatnya semakin mencintai Sehun

"Aku juga heran, setelah kepergianmu. Aku selalu mimpi buruk akan tentangmu yang akan selalu menjauhiku, ku kira itu karena kita yang selalu bersama harus dipisahkan. Tetapi semakin ku renungkan, maka jawaban itu datang. Aku mencintaimu Lu" Sehun menyatukan dahinya ke dahi Luhan dan mencium lembut bibir Luhan

"Nghh..." Luhan yang terbuai dengan permainan lembut Sehun juga tidak sadar bahwa permainan tersebut akan berlanjut ke permainan berbahaya

"Maaf Lu, aku terbawa suasana" Sehun yang sadar bahwa tangannya hampir memegang payudara Luhan langsung menghentikan pergulatan lidah mereka agar tidak terbawa susana

"Ya" Luhan menunduk karena malu, tetapi dia melihat penis Sehun sudah bangun dan tercetaak dicelana putih ketat Sehun

"Aku mau ke kamar mandi Lu" Sehun ingin menyelesaikan permasalahan ini dengan bermain solo, tidak mungkin dia meminta kepada Luhan dan juga ini adalah rumah Luhan serta kedua orang tua Luhan masih berada dirumah ini

"Tidak usah" Luhan menarik tangan Sehun agar tidak menyelesaikan sendiri permasalahan ini, dia juga ingin membantu Sehun

"Shh... Kau mau apa Lu" Sehun kenikmatan ketika tangan Luhan dengan nakalnya meremas penisnya dibalik celana ketatnya

"Aku ingin memblowjow penismu sayang" Luhan memberikan service berupa handjob dan blowjow pada Sehun, tetapi kalau memberikan keperawanannya mungkin masih belum. Dia ingin memberikannya pada orang yang sudah sah menjadi suaminya

"Terserahmu Lu.. ARGH..." Sehun yang kenikmatan tidak mampu menolak lagi bantuan Luhan, dia sungguh kenikmatan apalagi selangkangannya sudah basah akibat air liur Luhan yang merembes ke celananya dan mulut Luhan yang masih setia mengulum selangkangannya

"Shhh... Kau sungguh hebat Lu, padahal kau baru pertama kali melakukannya" Sehun yang kenikmatan sungguh tidak percaya dengan kemampuan Luhan dalam memanjakan penis pria, bisa - bisa Sehun mati muda karena memiliki istri yang sungguh lihai memainkan penis suaminya

"ARGH..." Sehun kenikmatan ketika Luhan membuka celana yang sungguh ketat dengan sexynya dan kemudian Luhan melepaskan celana dalam Sehun yang menggangu aktifitas Luhan dalam memberikan service gratis pada kekasihnya

"MORE LU.. ARGH" Sehun sunnguh tidak bisa berkata – kata ketika tangan halus Luhan membelai kejantanannya dari ujung hingga pangkal dan berulang – ulang dilakukan. Kemudian Luhan menggosokkan jarinya tepay di lubang kencing Sehun yang membuat si pemilik penis kenikmatan bagai surgawi

"Hahaha... baru ku sentuh sedikit saja kau sudah mendesah Hun, bagaimana jika ku hisap penis mu" Luhan sungguh lucu dengan keadaan Sehun yang terbawa suasana hanya dengan sentuhannya, belum lagi service langsung darinya

"Ah... Mungkin aku tidak bisa berkata – kata lagi untukmu.. ARGH..." Luhan langsung memasukkan penis Sehun ke dalam mulutnya sedangkan sang penis penis hanya bisa melampiaskan rasa kenikmatannya pada sprei dengan meremasnya kuat

"MORE LU... ARGH..." Sehun sungguh kenikmatan, sebentar lagi mungkin dia akan keluar. Mulut Luhan adalah tempat terbaik untuk bersarangnya penis

"LU.. ARGH... AKU MAU KELUAR" Sehun berteriak karena takut Luhan akan meminum spermanya, sedangkan yang di teriakin hanya mempercepat tempo kulumannya pada pisang besar kekasihnya

"ARGH..." Sehun orgasme sedangkan Luhan meminum sperma calon suaminya yang sungguh aneh namum nikmat

"Hahaha..." Sehun mengatur nafasnya setelah selesai orgasme

"Hun, aku suka rasa spermamu" Luhan tanpa malu memuji sperma Sehun adalah sperma yang nikmat

"Sudah pasti, pemiliknya saja tampan apalagi penis dan spermanya. Pasti nikmat" Sehun mengatakannya dengan percaya diri dan menepuk dadanya sombong

"Cihh... " Luhan yang kesal mendengar kalimat sombong Sehun langsung mencubit puting Sehun lumayan keras

"AKH... SAKIT LU" Sehun yang di serang secara tiba – tiba hanya bisa berteriak kesakitan dan mencoba melepaskan cubitan Luhan di putingnya

"Setelah kita menikah, hilangkan sifat sombongmu itu. Aku tidak suka memiliki suami yang sombong" setelah melepaskan cubitan super pedasnya pada puting kekasihnya, Luhan memberikan perintah pada Sehun dengan melipat kedua tangannya di depan dada

"Yes madam" Sehun membalas cuek sambil mengusap putingnya yang sehabis dicubit Luhan

"Ish.. jangan panggil madam" Luhan kesal dan menendang penis Sehun pelas

"Shh.. Lu, jangan kau tendang sayang. Bagaimana nanti kita membuat anak sebanyak yang kau mau" Sehun mengelus kejantanannya sesudah di tendang Luhan

"Banyak anak kepalamu. Aku mau memiliki dua anak saja, dasar mesum" Luhan menuju kamar mandi untuk membersihkan mulutnya setelah mengulum penis Sehun

"Tetapi aku mau memiliki tujuh anak Lu" Sehun menggoda Luhan sedangkan Luhan yang berada di dalam kamar mandi tidak menjawab godaan Sehun

.

.

.

"Chan..." Baekhyun mendatangi Chanyeol kerumahnya, sedangkan Chanyeol masih sibuk dengan laptopnya

"Apa Baek" Chanyeol hanya menjawab sapaan manja kekasihnya sedangkan dirinya masih fokus pada laptop

"Channie... apa sekarang kau lebih mencintai laptopmu dibandingkan diriku" Bakehyun masih memasang nada cemburunya serta wajah cemberut

"Baek, aku hanya fokus kerja. Tolong mengertilah" Chanyeol tidak ingin berdebat dengan kekasih imutnya, tetapi dia sungguh sibuk hari ini

"Ayo lahh, ini kan hari minggu. Kenapa harus sibuk bekerja" Baekhyun kecewa ketika mendapat jawaban dari kekasihnya bahwa kekasihnya sibuk bekerja di hari minggu

"..." Chanyeol tidak menjawab, dia takut akan bertengkar dengan Baekhyun

"Baiklah, aku pergi dan selamat bersenang – senang dengan kekasih barumu" Baekhyun hendak keluar dari ruang kerja Chanyeol tetapi sebuah tangan mengcengkram tangannya

"Apa?" Baekhyun bertanya datar pada kekasihnya yang masih setia mencengkram tangannya

"Tunggu sebentar sayang, sudah siap kerjaannya" Chanyeol meng-save dokumennya dan mematikan laptopnya kemudian fokus menatap kekasihnya yang masih merajuk

"Sayang, kau jangan merajuk terus. Aku jadi ingin menerkammu sekarang" Chanyeol tergoda untuk menerkam kekasihnya di pagi hari, apalagi hormon pria meningkat di pagi hari

"Dasar mesum" Baekhyun yang kesal dengan kekasih raksasanya langsung meremas selangkangan Chanyeol

"Aduh... sakit Baek.. ARGH..." Chanyeol sebagai korban hanya mendesah kesakitan karena tangan Baekhyun masih menempel dan meremas penisnnya

"Rasain.." Baekhyun hanya meremasnya tidak memperkuat remasannya, dia juga masih sayang pada penis besar Chanyeol

"Ampun Baek" Chanyeol sungguh tersiksa dengan tangan Baekhyun yang meremas di selangkangannya, setelah Baekhyun melepas remasannya Chanyeol mengatur posisi penisnya karena Baekhyun membuat Chanyeol junior bangun di saat yang tidak tepat

"Hahaha... Kau lagi turn on Yeol" Baekhyun sungguh ngakak melihat penis Chanyeol yang sudah bangun dan membentuk tenda, baru di remas saja sudah bangun apalagi di sentuh. Baekhyun sungguh lucu melihat penis kekasihnya

"Gara – gara kau Baek, sekarang kau harus bertanggung jawab" Chanyeol duduk di meja kerjanya sedangkan Baekhyun duduk di kursi kerja Chanyeol

"Baiklah" Baekhyun tidak takut ketika disuruh bertanggung jawab atas perbuatannya yang sudah membangunkan Chanyeol kecil, dengan genit Baekhyun melepas celana santai Chanyeol satu hentakan dan nampaklah Chanyeol sedang memakai celana dalam hitam yang membuatnya semakin seksi

"Kau tambah sexy Yeol, aku suka" Baekhyun meraba seluruh paha Chanyeol yang terbentuk sexy karena berkat hasil olahraga yang di jalani kekasihnya

"Shhh... Baek jangan menggodaku, aku tidak tahan" Chanyeol yang disentuh oleh Baekhyun merasa bahwa kekasihnya membuang waktu saja, tetapi dia tidak mungkin memaksa Baekhyun untuk langsung memberikan service pada kejantanannya. Bisa – bisa Baekhyun batal memberikan service gratis padanya

"Aku tidak menggodamu, aku hanya memuji bentuk tubuhmu yang semakin sexy" Baekhyun dengan jahil masih meraba paha Chanyeol bagaian dalam berdekatan dengan testis Chanyeol dam menyenggolnya dengan sexy

"Ah... Baek, jangan bercanda" Chanyeol yang menerima rangsangan Baekhyun sungguh tersiksa dengan cara Baekhyun yang mempermainkan hormonnya

"Sorry Yeol, aku tidak sengaja. Tanganku licin" Baekhyun berbohong dan kemudia tangannya mulai masuk kedalam celana dalam Chanyeol dari sebelah kiri dan mencari penis Chanyeol

"Wow... penismu semakin besar atau aku yang sudah jarang melihatnya" Baekhyun memuji penis besar kekasihnya setelah tangannya memasuki area terlarang Chanyeol

"Shhh... Baek kau yang sudah jarang melihat penisku dan memang dasarnya penisku besar" Chanyeol kenikmatan dan sulit untuk berbicara pada kekasihnya tetapi jika tidak di jawab makan Baekhyunnya akan ngambek padanya

"Wow... aku tidak percaya penismu semakin besar saja" Baekhyun yang penasaran dengan penis Chanyeol langsung melepas celana dalam Chanyeol dengan cepat untuk melihat pisang besar tersebut. Setelah dilepas, Baekhyun terpana dengan penis Chanyeol yang semakin besar, panjang, dan sexy

"Penismu sexy kali Chan" Baekhyun berbinar melihat penis Chanyeol dan menggengamnya dengan lembut

"Argh.. iya Baek" Chanyeol kenikmatan dan tersenyum bangga dengan pujian Baekhyun pada penisnya

"Chan... aku ingin bermain massage sex" Baekhyun memasang wajah memohonnya pada sang kekasih berharap menerima permintaannya

"Baiklah..." Chanyeol pasrah dengan permainan Baekhyun, yang penting penisnya harus di tuntaskan sekarang juga oleh kekasihnya

"Cha... ayo ke kamar, kita main massage" Baekhyun menaikkan celana dalam Chanyeol untuk berpindah lokasi ke kamar kekasihnya yang tepat berada di samping ruang kerjanya

"Ahjussi, silahkan tiduran disini" Baekhyun memainkan perannya sebagai tukang pijat sedangkan Chanyeol sebagai pasiennya

"Baiklah cantik" Chanyeol juga memainkan perannya dan menelungkupkan badannya hingga punggung sexynya terekspos

"Woah, ahjussi memiliki punggung yang indah dan sexy" Baekhyun mengambil baby oil dan menuang ke badan Chanyeol agar memulai pijatannya

"Ya, apakah anda suka dengan ke sexyan saya" Chanyeol rileks dengan pijatan Baekhyun sambil menggoda tukang pijat tersebut

"Iya Ahjussi" Baekhyun mengiyakan dengan perkataan pasiennya

Baekhyun memijat dengan lembut dan sexy hingga tangannya menuju pantat Chanyeol yang sungguh padat berisi, Baekhyun memijat paha dalam Chanyeol yang dekat dengan kedua bola kembar Chanyeol dan dengan jahil tangan Baekhyun terpleset hingga membentur buah pelir Chanyeol.

"Shh.." Chanyeol kenikmatan ketika tangan tukang pijat membentur kedua bola kembarnya, dan memberikan sensasi tersendiri yang pastinya nikmat

"Anda kenapa Ahjussi" Baekhyun memasang wajah polosnya dan bertanya pada pasiennya

"Nggak ada.. lanjutkan saja" Chanyeol pura – pura tidak kenapa – kenapa walaupun penisnya sudah berkedut meminta untuk dimanjakan

"Sudah selesai, silahkan balikkan badan anda" Baekhyun yang sudah siap memijat badan Chanyeol bagian punggung hingga kakinya menyuruh pasiennya untuk berbalik badan dan tersenyum geli ketika melihat penis Chanyeol yang sudah bangun dan membengkak di sarangnya

Baekhyun memijat dada Chanyeol dengan telaten dan sekali – kali tangannya dengan jahil mencubit puting Chanyeol sedangkan Chanyeol hanya menahan kenikmatan yang diberikan kekasihnya. Baekhyun melanjutkan pijatannya hingga pada paha Chanyeol, dia pura – pura tidak melihat penis Chanyeol yang sudah bangun dari tadi

Setelah semua paha Chanyeol di pijat, Baekhyun pura – pura memijat paha Chanyeol bagian dalam yang bersampingan dengan penis Chanyeol. Otomatis penis Chanyeol ikut dipijat oleh Baekhyun.

"Shh... jangan disitu" Chanyeol sebagai pasien pura – pura marah dan melarang tangan Baekhyun meremas penisnya

"Baiklah" Baekhyun memisahkan tangan Chanyeol yang menutup selangkangannya tadi, kemudian dengan jahilnya tangan Baekhyun masih memijat paha Chanyeol dan meremas lembut penisnnya

"Shhh.." Chanyeol menutupi selangkangannya dengan kedua tangannya, namun Baekhyun dengan lihai melepaskan cepat tangan Chanyeol dari selangkangannya dan meremas penis kekasihnya

"AH..."

Baekhyun meremas lembut penis Chanyeol sedangkan Chanyeol hanya kenikmatan dan tidak mampu menolak rangsangan dari tukang pijat tersebut. Lalu Baekhyun melepas celana dalam Chanyeol dengan lembut dan membuangnya sembarang arah, kemudian Baekhyun menggetarkan penis Chanyeol agar kekasihnya lebih terangsang dengan sentuhannya.

"Shh..." Chanyeol sungguh kenikmatan dan tidak mampu berkata – kata

Baekhyun memasukkan penis Chanyeol ke dalam mulutnya dan memberikan blowjow yang terbaik dia miliki untuk kekasihnya.

"ARGH... MORE BAEK... ARGH..." Chanyeol menjambak rambut Baekhyun untuk memperdalam kuluman Baekhyun pada penisnya

"ARGH... KAU HEBAT BAEK..." Chanyeol tidak sadar berteriak dengan kuatnya, walaupun kamar Chanyeol kedap suara tetapi Hyungnya Park Hyungsik suka memasuki kamar adiknya tanpa mengetuk pintu

"BAEK... AKU MAU SAMPAI... ARGH..." Chanyeol orgasme dan kemudian Baekhyun membersihkan sisa sperma di penis Chanyeol dengan mulutnya

"BAEK... KAU MAU APA LAGI.. ARGH..." Chanyeol yang sedang mencoba mengatur nafasnya harus mendesah kenikmatan lagi ketika Baekhyun mengcengkram penisnya dan menjilat lubang kencingnya dengan erotis

"ARGH..." Chanyeol sungguh tersiksa dan kenikmatan ketika lidah Baekhyun masih menari di lubang kencingnya

"BAEK... AKU MAU KELUAR.. ARGH..." Chanyeol orgasme untuk kedua kalinya, namun kali ini hanya dengan sentuhan kecil Baekhyun di lubang kencingnya harus terpaksa orgasme karena terlalu nikmat dan menyiksa

"AW... JANGAN MENGGIGIT KULUPNYA BAEK" Chanyeol kesakitan ketika Baekhyun dengan jahilnya menggigit kulupnya

"Penismu sungguh nikmat Chan" Baekhyun memberikan jempolnya sebagai pujian pada penis Chanyeol

"Ya" Chanyeol mencari celana dalam baru di dalam lemari dan menggunakannya dengan cepat

"Yeol.. aku ingin minum susu" Baekhyun memasang wajah sedihnya karena takut Chanyeol tidak memberikan susu padanya

"Ada di kulkas Baek, kau bisa ambil sendiri" Chanyeol yang sudah siap menggunakan celana dalam dan celana pendeknya langsung mendekati Baekhyun yang duduk di tepi ranjang

"Bukan susu yang itu" Baekhyun memasang wajah imutnya

"Jadi susu yang mana?" Chanyeol heran dengan dengan kekasihnya yang tidak mau minum susu stoberi di kulkas

"Aku mau susu yang ini" Baekhyun dengan ganasnya meremas penis Chanyeol yang baru saja d tutupi dengan celana dalam dan celana pendek yang baru dari lemari

"Ah... buka saja sayang" Chanyeol yang kenikmatan dengan remasan Baekhyun hanya pasrah ketika kekasihnya melepas celana serta celana dalam yang baru saja digunakannya

"Aku tidak pernah bosan dengan pensimu Yeol" Baekhyun memegang penis Chanyeol dengan lembut

"Baguslah, aku tidak akan rugi jika kau hanya menyukai penisku" Chanyeol merasa itu adalah hal yang baik jika Baekhyun lebih menyukai penisnya dan merasa tidak akan bosan dengan penisnya. Daripada Baekhyun berdekatan dan menghisap penis orang lain membuat Chanyeol merasa risih dan ingin membunuh orang yang berani memasukkan penisnya ke dalam mulut sexy Baekhyunnya

"ARGH... MORE BAEK" Chanyeol kenikmatan ketika mulut Baekhyun menghisap penisnya setengah dan setengah lagi dikocok dengan tangan lentik kekasihnya

"AH... MORE BAEK..." Chanyeol menekan kepala Baekhyun untuk kesekian kalinya agar memperdalam kuluman kekasihnya pada penis besarnya yang sungguh ingin di manjakan

"ARGH..." Chanyeol orgasme untuk kesekian kalinya sedangkan Baekhyun hanya membersihkan sperma Chanyeol yang tercecer hingga mengenai paha dalam Chanyeolnya

"Sudah kan Baek" Chanyeol yang sudah bisa bernafas normal bertanya pada kekasihnya pakah dia sudah puas dengan susu yang keluar dengan sangat banyak. Walaupun Chanyeol sudah orgasme yang kesekian kalinya, tetapi susu yang dia keluarkan tetap dalam volume yang sama banyaknya

"Belum.. aku mau lagi" Baekhyun langsung menyerang penis Chanyeol sedangkan yang di serang hanya mendesah kenikmatan hingga berlanjut sepuluh ronde

~TBC~