Couple : HunHan
Main Cast :
Female (Luhan, Kyungsoo, Baekhyun, Shiraishi Mai, Itano Tomomi, Kojima Haruna, Takahashi Minami, Maeda Atsuko, Oshima Yuko, Shinoda Mariko, Watanabe Mayu, Matsui Jurina, Kashiwagi Yuki, Yoona, Krystal) - Member idol grup
Male (Sehun, Kris, Suho, Chanyeol, Hoya, Minho, Taeyong, Yonghwa, Minhyuk, Siwon, Yunho)
"Lu, kita makan malam di luar saja. Lagian kita belum pernah dinner berdua" Sehun mengusulkan untuk makan malam berdua untuk pertama kalinya setelah mereka resmi menjadi sepasang kekasih
"Iya" Luhan setuju dengan yang di katakan Sehun, selama ini banyakan mereka makan di rumah
"Baiklah, tetapi kita harus mandi dulu" Sehun beranjak kemudian masuk ke kamar mandi kemudian pintu kamar mandi terbuka dengan menampilkan Sehun yang telanjang bukat
"Lu, kau mau mandi denganku" Sehun bertanya sambil tersenyum evil kepada kekasihnya
"Aku tidak mau, kau mandi sendiri saja" Luhan tahu maksud dari Sehun sehingga dia tidak mengalihkan perhatiannya pada Sehun yang sedang telanjang
"Kau takut ya?" Sehun kembali menggoda kekasihnya, sedangkan Luhan yang di goda langsung menatap kesal kearah kekasihnya
"Tidak. Kau yang harusnya takut kalau penismu bangun. Dasar pervert" Luhan beranjak dari kamar dan keluar untuk menemui mamanya
Setelah pintu tertutup tinggal lahh Sehun yang terkejut dengan respon Luhan, kemudian dia bicara dengan juniornya.
"Kau harus sabar ya, sebentar lagi kau akan sering di manjakan oleh Luhan" Sehun berbicara pada penisnya dan kemudian dia mandi dengan cepat agar mereka keluar makan
.
.
.
"Ma, kami makan di luar" Luhan menjumpai mamanya agar mamanya tidak memasak terlalu banyak
"Kenapa?" Mama Luhan heran dengan anaknya dan Sehun yang tiba – tiba ingin makan di luar
"Kami hanya ingin makan diluar ma, lagian semenjak pacaran kami belum pernah dinner berdua" Luhan menjelaskan dengan baik kepada mamanya agar tidak salah paham
"Oh, sekali – kali harus dinner berdua Lu sama kekasih" Mama Luhan setuju saja dengan permintaan sang anak, lagian selama ini anaknya jarang meminta yang tidak – tidak
"Iya ma, aku mau mandi dulu ya ma" Luhan mencium pipi mamanya dan kemudian kembali ke kamarnya untuk mandi, mungkin Sehun sudah siap
CLECK
"Lu,lain kali ketuk pintu dulu" Sehun terkejut ketika seseorang masuk ke kamar Luhan, dia ingin memakai celana dalam tetapi orang yang masuk membuatnya terkejut lalu setelah Luhan yang masuk Sehun melanjutkan acara memakai baju dengan keadaan telanjang di depan Luhan
"Dasar tidak tahu malu" Luhan beranjak dari posisinya dan masuk ke kamar mandi setelah mengambil handuk
"Biarin" Sehun menjulurkan lidah pada pintu kamar mandi yang sudah di tutup Luhan
"Sudah siap?" Sehun bertanya pada Luhan yang masih merias wajahnya di depan singgasananya
"Bentar" Luhan masih sibuk mengoleskan wajahnya dengan make up hanya menjawab sekedar
"Sudah siap Hun" Luhan menyimpan seluruh peralatan make upnya dan kemudian berbalik badan untuk menemui Sehun yang masih bermain handphone
"Wow, kau cantik Lu" Sehun terpukau dengan kecantikan Luhan yang bertambah ketika memakai make up
"Jadi maksudmu aku jelek kalau tidak pake make up?" Luhan pura – pura tersindir dengan ucapan Sehun
"Bukan... Maksudku.. kau semakin cantik saja jika di oles sedikit make up, dan itu membuatmu jadi cantik natural" Sehun yang kehilangan kata – kata pada pertamanya harus berpikir keras agar Luhan tidak emosi padanya
"Oh, thank you" Luhan yang mendengarnya hanya mengucapkan terima kasih pada pujian yang di berikan kekasihnya
"Ayo Lu" Sehun yang melhat jam tangannya terkejut karena mereka sudah terlambat dari jam yang sudah di tentukan
"Iya sabar" Luhan mengambil handphonenya dan memasukkannya ke dalam tas kecil yang di bawa Luhan
Mereka membelah jalan dengan menempuh waktu setengah jam hingga sampai di restorant yang di pilih Sehun, Luhan sungguh terpukau dengan restorant yang berbentuk seperti kapal dan berdekatan dengan lautan. Memperindah pemandangan dari restorant tersebut.
"Kau suka" Sehun bertanya pada kekasihnya yang terpukau ketika melihat pemandagan restorant tersebut
"Hm" Luhan menjawab sekedar dan melanjutkan untuk memandagi keindahan di sekitar restorant tersebut
"Ayo masuk" Sehun menggengam tangan Luhan dan mereka memasuki restoreant tersebut dengan elegan. Banyak pasang mata yang iri dengan ketampanan dan kecantikan Sehun Luhan
"Tuan Oh, silahkan" sang pelayang yang tahu kedatangan tamu specialnya langsung menyuruh tamu special tersebut untuk mengikutinya hingga menuju ruang vip yang dihiasi dengan pemandangan yang indah
"Terima kasih" Sehun menjawab sekedar dan matanya masih fokus melihat Luhannya yang tidak pernah mengalihkan pandangannya dari lautan yang indah di malam hari dengan lampu – lampu yang indah semakin mempercantik pemandangan laut
"Silahkan dinikmati" pelayan tersebut menghidangkan makanan yang sudah di pesan sebelumnya, sedangkan Luhan masih terpaku dengan keindahan laut tidak mendengar perkataan sang pelayan
"Lu, apa laut itu lebih tampan daripada aku" Sehun merasa jengkel juga dengan Luhan yang sedari tadi tidak mengalihkan perhatiannya padanya
"Kau kenapa jadi kekanakan, aku hanya kagum saja pada laut" Luhan yang di tanyai seperti itu merasa terkejut dan menjawab Sehun dengan sarkas
"Sudahlah, ayo makan nanti dingin" Sehun mengajak Luhan untuk makan sedangkan kekasihnya hanya mengangguk dan mereka memulai makan malamnya dengan tenang dan nyaman
"Sehun, kau mengetahui tempat indah ini darimana?" Luhan sungguh terpaku dengan ke indahan restorant ini
"Oh, dari Suho hyung" Sehun menjawab sambil memperhatikan Luhan yang matanya berbinar memandang ke depan, dan itu merupakan kegiatan baru Sehun untuk memperhatikan Luhannya
"Dia sungguh pintar memilih tempat yang indah dan romantis" Luhan memuji Suho yang pintar dalam memilih lokadi untuk dinner berdua
"Oh, jadi kau mau bilang aku bodoh begitu?" Sehun pura – pura marah ketika kekasihnya memuji orang lain di hadapannya secara langsung
"Aku tidak bilang kau bodoh, kau saja yang berasumsi seperti itu" Luhan membalas cuek dan menatap Sehun jijik
"Aku berjanji akan menjadi suami yang baik, doakan aku Lu agar aku bisa menjadi ceo untuk Oh Corporation" Sehun meminta doa Luhan agar dia menjadi ceo yang baik serta suami yang baik
"AMIN" Luhan mendoakan apa yang di minta Sehun terkabul
"Hun, awas kau mencari kesempatan bermain dengan seketaris seksimu disana" Luhan memperingati kekasihnya agar tidak macam – macam disana
"Iya cerewet" Sehun membalas cuek, lagian dia tidak akan jatuh hati pada mana pun. Penisnya saja hanya bangun jika Luhan yang pegang apalagi hatinya
"Oh.. sudah berani panggil cerewet" Luhan mendekati Sehun dan mencubit pipi kekasihnya karena sudah berani mengatainya cerewet
"Lu.. Sakit... Tolong lepaskan tanganmu, nanti wajahku jadi jelek" Sehun berusaha melepaskan cubitan kekasihnya di pipinya namun Luhan makin memperkuat cubitannya
"Biarin, biar kekasihku ini jadi jelek. Biar tidak ada yang mau dengannya selain aku" Luhan melepaskan cubitannya setelah merasa puas menjahili kekasih tampannya
"Nanti foto pernikahan kita jadi jelek, kau mau menikah dengan orang jelek" Sehun cemberut karena Luhan yang masih keras kepala mencubit pipi tembamnya
"Makanya ku lepas tadi, setelah menikah baru ku cubit pipi tembammu" Luhan habis – habisan mengjahili kekasihnya, lagian selama ini mereka selalu saling mengalah dan ini pertama kalinya mereka saling mengjahili
"Kita habis ini mau kemana Lu" Sehun bertanya pada kekasihnya sambil mengusap pipinya yang masih sakit akibat cubitan dahsyat Luhannya
"Pulang saja, tetapi ke apartementmu Hun" Luhan ingin bermalam di apartement kekasihnya, dan Luhan mengirim pesan singkat kepada mamanya untuk memberitahu bahwa dia akan berada di apartement Sehun untuk bermalam
"Baiklah" Sehun memanggil waiters dan membayar pesanan mereka dan kemudian mereka pergi dari restorant tersebut ke apartement Sehun yang lumayan jauh dari tempat tersebut. Di dalam mobil Luhan tertidur, sedangkan Sehun membawa mobil dengan hati – hati agar kekasihnya tidak bangun karena masih lama untuk sampai di apartementnya
.
.
.
"Nghh..." Luhan menggeliat gelisah ketika seseorang mengangkat badannya, dan kemudian matanya terbuka karena merasa aneh dengan situasi tersebut
"Sehun..." suara Luhan serak karena habis tidur sedangkan Sehun hanya berjalan menatap lurus ke depan dan menjawab sekedar kekasihnya
"Lu, kau tidur saja. Aku akan menggendongmu hingga masuk ke kamar" Sehun masih fokus berjalan hingga sampai di apartementnya dan memencet passwordnya dengan susah
"Sini aku bantu" Luhan yang melihat Sehun kesusahan memencet password jadinya membantu kekasihnya, dia juga kasihan pada Sehun yang menggendong badannya apalagi mereka dua juga sama – sama lelah
"Terima kasih sayang" Sehun mengucapkan terima kasih pada kekasihnya yang sudah membantunya memasukkan sandi apartement kemudian meletakkan Luhan dengan pelan di atas kasur empuk mereka
"Aku berat ya?" Luhan yang melihat wajah lelah kekasihnya jadi merasa bersalah
"Tidak, kau tidak berat rusaku" Sehun membawa Luhan ke dalam pelukannya dan mereka tertidur dengan posisi saling berpelukan
.
.
.
Pagi ini merupakan hari yang di tunggu Luhan karena kekasihnya akan memulai untuk belajar jadi ceo yang baik. Luhan melihat ke sebelahnya dan menemukan kekasihnya yang masih tidur.
"Sehun, ayo bangun" Luhan mengguncang tubuh besar kekasihnya agar bangun
"Nghh.. sebentar lagi Lu" Sehun yang masih keenakan tidur menyuruh kekasihnya untuk menunda membangunkannya
"Ayo Hun, kau sudah terlambat. Ini jam setengah delapan" Luhan memaksa Sehun agar bangun namun respon yang diberikan kekasihnya berbeda
"Kalau sekarang jam setengah delapan kenapa Lu?" Sehun akhirnya membuka mata dan terkejut dengan kekasihnya yang ngotot untuk membangunkannya
"Kau hari ini mau belajar jadi ceo kan? Kenapa kau lupa" Luhan kesal karena kekasihnya ini lupa dengan jadwal yang sudah di susunnya sendiri
"Hah? Aduh aku lupa Lu" Sehun langsung bangun dan berlari ke arah kamar mandi untuk mandi dan siap – siap ke kantor, sedangkan Luhan hanya geleng – geleng kepala melihat kekasihnya yang pelupa
"Aku sudah siap Lu, lalu kau bagaimana" Sehun sudah rapi untuk belajar menjadi ceo, namun heran jika dirinya pergi ke kantor maka Luhannya siapa yang antar
"Tidak apa. Aku bisa pulang sendiri" Luhan tersenyum memastikan bahwa dirinya akan baik – baik saja
Mereka berdua keluar dari apartement Sehun dengan buru – buru, Sehun dan Luhan memasuki mobil. Sehun nekat mengantar Luhan hingga sampai rumah dengan selamat.
"Nanti kau di marahi appamu Hun" Luhan takut kekasihnya akan di marahi oleh appanya sebagai ceo Oh Corporation
"Aku bisa mengatasinya Lu, aku duluan ya" Sehun mencium bibir Luhan dan mobilnya sudah keluar dari kawasan rumah Luhan sedangkan Luhan bangga memiliki kekasih yang pemberani seperti Sehun
"Kenapa senyum sendiri, awas kemasukan setan" Papa Luhan yang melihat hal tersebut menggoda anaknya
"Ish... papa ini ada – ada saja" Luhan cemberut mendengar godaan papanya
"Pa, aku masuk duluan ya" Luhan pamit pada papanya untuk masuk kerumah lebih duluan sedangkan papanya akan berangkat kerja
"Ya nak" papa Luhan sudah memasuki mobil dan pergi menuju perusahaan yang sudah memperkerjakan dirinya sebagai manager sejak lama
.
.
.
"Kenapa kau terlambat" Papa Sehun memarahi anaknya yang terlambat 10 menit dari jadwal yang di janjikan, walaupun Sehun anaknya tetapi di perusahaan semua sama derajatnya
"Maaf pa, aku habis mengantar Luhan pulang" Sehun menunduk sebagai permintaan maafnya, dia juga harus bisa membedakan papa yang dirumah dan papa yang dikantor
"Lain kali jangan seperti itu" Papa Sehun tidak memperpanjang masalah dan menyuruh anaknya untuk memulai belajar dengan semua dokumen yang membuat Sehun sebagai pemula pusing
Sehun belajar dengan tekun, tujuan utamanya menjadi anaka yang membanggakan orang tua dan menjadi suami yang hebat buat Luhan. Demi Luhan dia rela belajar mati – matian untuk jadi ceo.
.
.
.
"Hai Lu" Sehun menelepon kekasihnya ketika malam harinya, dia sungguh rindu dengan Luhan karena seharian ini dia belajar dengan tekun dan dia sudah bisa menguasai dasar menjadi ceo tinggal belajar seminggu lagi maka semuanya sudah dikuasai dan harus terjun langsung agar lebih cepat menguasai ceo
"Hai sayang, bagaimana belajarnya" Luhan yang baru selesai mandi langsung mengangkat telepon dari kekasihnya dan bertanya tentang harinya yang belajar menjadi ceo
"Aku sudah bisa menguasainya sayang" Sehun berbicara apa adanya
"Bagus, tetapi kau tidak boleh sombong jadi ceo dan juga kau tidak boleh gatal menjadi ceo" Luhan memberikan perintah pada kekasihnya karena suatu saat kekasihnya akan menjadi ceo muda yang tertampan di Korea
"Iya ma" Sehun terkadang merasa bahwa Luhan adalah ibunya bukan kekasihnya, karena sungguh cerewet dan peduli padanya sejak dulu
"Ish... apa kau tidak lelah Hun" Luhan bertanya pada kekasihnya
"Lelah Lu, tetapi bertelepon denganmu membuat rasa lelah itu hilang"
"Dasar gombal"
"Aku serius Lu" Sehun tidak terima di bilang gombal oleh kekasihnya
"Iya – Iya aku percaya padamu"
"Nice"
"Sudah dulu ya Hun, aku mau belajar juga menjadi ibu yang baik" Luhan harus mengakhiri teleponnya dengan Sehun karena dia ingin membantu mamanya masak
"Ya, semoga jadi istri yang baik dan mama yang baik bagi anak kita" Sehun kecewa sebenarnya namun dia tidak mungkin mengatakannya pada Luhan, sebenarnya mereka harus sama – sama belajar menjadi yang terbaik
"Bye"
"Bye"
"Haah..." Sehun mendesah kecewa dan berikutnya dia menghabiskan waktu dengan tidur agar besoknya dia tidak terlambat datang ke perusahaan
.
.
.
"Sehun, ayo coba periksa berkas ini" Papa Sehun menyuruh anaknya untuk memeriksa laporan keuangan yang dibuat oleh bagian accounting di perusahaan tersebut sedangkan Sehun hanya mengikuti apa yang di katakan atasannya
Drtt Drtt
To : Sehun
Semangat ya CEO SEHUN Tampan
Love you
Sehun membaca pesan singkat tersebut dan tersenyum ketika tahu isi pesan tersebut, dan membalas pesan tersebut.
To : Luhan
Kau juga semangat eomma
Love you.
Setelah mengirim pesan tersebut, Sehun langsung serius memeriksa laporan keuangan yang tadi disuruh ayahnya.
"Appa, ini laporan ada kesalahan. Mereka tidak memasukkan biaya lain – lain perusahaan, seharusnya semua biaya di perusahaan di gabungkan dan akan di kurangi dengan penjualan untuk bulan ini" Sehun memeriksanya dan merasa biaya lain – lain yang juga merupakan salah satu hal yang penting lupa di masukkan oleh staff accounting mereka
"Ya, bagus. Kau sudah bisa mampu menangkap apa yang sudah ku ajari padamu" Papa Sehun sungguh bangga dengan anaknya yang cepat belajar dan cepat memahami isi laporan keuangan padahal ini pertama kalinya dia memeriksa laporan keuangan dan apa yang di katakan anaknya sungguh tepat
"Panggil staff accounting keruangan saya" Sehun menelepon seketarisnya untuk memanggil staff accounting
TOK TOK TOK
"Masuk" suara Sehun sungguh datar dan membunuh
"Maaf pak, ada apa memanggil saya" Nana staff accounting tersebut bertanya ramah pada ceo dan calon ceo baru
"Coba jelaskan tentang laporan keuangan kamu, kenapa kamu tidak menambahkan biaya lain – lain ke dalam laporan kamu?" Sehun bertanya dengan baik namun tetap saja nada datarnya dianggap marah
"Nghh... saya lupa memasukkannya pak" Nana menggaruk kepala belakangnya karena dia sungguh lupa memasukkan biaya lain – lain ke dalam laporannya
"Revisi, dan jam dua belas siang sudah ada di ruangan saya" Sehun menyuruh untuk revisi dan staff tersebut sudah boleh keluar
"Baiklah, saya permisi dulu" Nana sungguh takut dengan calon ceo baru, memang tampan namun terasa kejam
BLAM
"Kenapa kau tidak memarahinya?" Papa Sehun terkejut karena anaknya tidak memberikan kata – kata lain selain menyuruhnya revisi laporan tersebut. Nana keluar dengan langkah buru – buru
"Untukku ini baru pertama kali dia buat salah, jadi aku masih membiarkannya. Tetapi jika dia sudah sering membuat salah, maka aku akan menegurnya" Sehun berbicara sambil memeriksa laporan gaji
"Bagus, kau bisa menjadi ceo yang baik untuk karyawanmu. Papa bangga denganmu" Papa Sehun hanya tersenyum saja melihat anaknya yang banyak berkembang, dan yakin bahwa perusahaan yang sudah lama di rintisnya akan berkembang di tangan sang anak
.
.
.
Setelah seminggu Sehun belajar menjadi CEO, hari ini adalah hari dia dilantik menjadi ceo baru. Semuanya dikumpulkan di ruang rapat untuk melantik Sehun menjadi ceo muda yang tampan.
"Perhatiannya, untuk sekarang dan ke depannya yang akan menjadi direktur utama untuk Oh Corporation adalah Oh Sehun" Papa Sehun mengucapkannya dengan keras agar semuanya mendengar dan diakhiri dengan tepuk tangan yang meriah dari seluruh staff yang berkumpul
"Selamat direktur" semua staff dan karyawan membungkukkan badan dan mengucapkan selamat untuk direktur baru mereka, banyak dari mereka yang tidak percaya bahwa ceo baru mereka mampu belajar hanya dalam waktu satu minggu saja dan banyakan orang juga memuji Sehun yang terlalu perfect sudah tampan, sexy, pintar, kaya lagi
"Terima kasih" Sehun tersenyum membalas ucapan dari seluruh karyawannya dan itu membuat beberapa wanita memekik heboh karena direktur mereka semakin tampan apabila tersenyum
"Selamat direktur Sehun" Luhan juga sudah berada diantara mereka dengan menggunakan gaun indahnya, inif adalah acara penting jadi harus terlihat cantik
"Luhan.. kau juga disini" Sehun sungguh terkejut dengan kehadiran Luhan yang muncuk secara tiba – tiba
"Iya, kekasihku kan sedang dilantik jadi direktur. Masa aku tidak datang untuk kekasihku" Luhan masuk ke dalam pelukan hangat Sehun sedangkan yang lainnya merasa iri. Staff wanita merasa iri dengan Luhan karena mendapatkan cinta sang direktur tampan sedangkan staff pria cemburu dengan direktur baru mereka yang memang tampan bisa mendapatkan wanita secantik Luhan
"Terima kasih sayang" Sehun semakin mempererat pelukannya dan dia menyadari satu hal untuk di umumkan di acara ini
"Perhatian, dia adalah kekasih saya jadi saya harap jika dia masuk ke Oh Corporation kalian harus menghargainya dan memberinya akses untuk masuk ke ruangan saya" Sehun memberikan ultimatum agar semua menghargai kekasihnya dan memberikan akses free untuk Luhannya
"Baik pak" semua menjawab kompak sedangkan Sehun membawa Luhan keruangannya setelah acara pelantikan selesai
.
.
.
"Kenapa kau tidak bilang kalau kau datang Lu" Sehun mendekati Luhan setelah mereka sampai di ruangan direktur utama yang mulai saat ini menjadi miliknya
Luhan menyentil dahi kekasihnya karena terlalu cerewet. " Jika aku memberitahumu makan itu bukan surprise lagi"
"Aku senang karena pada akhirnya kekasihku melihat perjuangan kerasku untuk menjadi ceo" Sehun sungguh bangga bisa meraih posisi ceo hanya dengan satu minggu
"Ya, aku juga senang atas keberhasilanmu Hun" Luhan memeluk Sehun kemudian dia sadar akan sesuatu
"Hun, aku ingin pulang. Kau kerja dengan baik ya" Luhan pamit pada kekasihnya namun Sehun memberikan respon berbeda
"Aku masih ingin berdua denganmu Lu" Sehun merajuk karena kekasihnya ingin pulang, padahal mereka baru bersama dalam waktu lima belas menit
"Hei sayang, kau harus bekerja dengan baik dan juga aku hari ini ingin kerumah Kyungsoo untuk belajar memasak" Luhan juga tidak ingin berpisah namun dia harus tahu situasi
"Ya, hati – hati Lu dan kau naik apa pulang?" Sehun merelakannya pulang namun dia masih khawatir dengan kekasihnya pulang naik apa
"Aku bawa mobil sayang" Luhan sungguh lucu melihat kekasihnya sehingga dia mencubit pipi kekasihnya
"Baiklah, hati – hati sayang" Sehun mencium bibir merah Luhan dan Luhan membalas ciuman Sehun
"Bye"
BLAM
Setelah pintu tertutup, Sehun mendesah karena dia akan sibuk untuk ke depannya. Tetapi demi Luhan apapun akan dilakukan Sehun
~TBC~
