Couple : HunHan
Main Cast :
Female (Luhan, Kyungsoo, Baekhyun, Shiraishi Mai, Itano Tomomi, Kojima Haruna, Takahashi Minami, Maeda Atsuko, Oshima Yuko, Shinoda Mariko, Watanabe Mayu, Matsui Jurina, Kashiwagi Yuki, Yoona, Krystal) - Member idol grup
Male (Sehun, Kris, Suho, Chanyeol, Hoya, Minho, Taeyong, Yonghwa, Minhyuk, Siwon, Yunho)
Sebulan setelah menjadi Ceo, Luhan harus banyak merelakan waktu Sehun yang lebih banyak mengurus berkas dibandingkan menelepon dirinya dan juga Luhan harus bisa sabar menghadapi kerjaan suaminya yang sungguh berat.
Drtt.. Drtt
"Hallo" Luhan merasa senang karena Sehun menelepon dirinya setelah seminggu ini dia tidak pernah menelepon
"Maaf, apakah ini denga Luhan?" sang penelepon bertanya pada Luhan apakah benar namanya Luhan
"Iya saya sendiri, anda siapa dan kenapa memakai telephone kekasih saya?" Luhan heran dengan sang penelepon yang memakai telephone Sehun untuk meneleponnya
"Maaf, saya ingin memberitahukan bahwa kekasih anda mengalami kecelakaan dan sekarang dibawa ke xoxo hospital" sang penelepon berbicara dengan tergesa – gesa untuk memberitahu Luhan
"Baiklah, saya akan kesana. Terima kasih" Luhan mengganti bajunya dengan cepat dan keluar kamar dengan buru – buru
"Kau mau kemana nak?" Papa Luhan heran dengan anaknya yang terburu – buru ingin pergi
"Pa, aku mau ke xoxo hospital. Sehun mengalami kecelakaan pa" Luhan sungguh ketakutan dengan kondisi Sehun
"Biar papa antar" Papa Luhan tidak ingin anaknya menyetir dengan keadaan kacau, bisa – bisa Luhan kecelakaan karena terlalu gelisah di jalan menuju xoxo hospital
"Baiklah pa" Luhan mengekori papanya yang sudah berjalan duluan dan mereka tiba dirumah sakit setelah memakan waktu setengah jam
.
.
.
"Sus, pasien bernama Sehun ada di ruangan mana?" Luhan bertanya pada suster yang menjaga piket dengan terburu – buru
"Sebentar ya dek" suster tersebut memeriksa datar melalui komputernya sedangkan Luhan menunggu dengan gelisah
"Pasien bernama Sehun berada di kamar nomor 1012 di lantai sepuluh dek" suster tersebut memberikan data yang dibutuhkan Luhan
"Baik sus, terima kasih" Luhan berlari ke arah lift untuk menuju lantai sepuluh sedangkan papanya hanya mengikuti dari belakang
Setelah sampai di lantai sepuluh, Luhan mencari kamar nomor 1012 dengan teliti dan setelah menemukan kamar tersebut hati Luhan semakin sakit karena melihat kedua orang tua Sehun yang menangis di depan kamar anaknya.
"Ma, Pa" Luhan mendekati kedua orang tua Sehun yang juga sudah dianggapnya sebagai oang tuanya juga dan memeluk mereka bergantian dengan tangisan pecah
"Lu.. Hiks... Sehun Lu... Hiks" Mama Sehun sungguh sakit melihat anaknya yang koma
"Iya ma, Luhan ingin melihat Sehun dulu" Luhan masuk ke dalam ruang kamar inap Sehun dan terkejut dengan keadaan Sehun yang pucat
"Sehun... Hiks..." Luhan mendekati ranjang Sehun dan memeluk Sehun dengan erat
"Kau kenapa sayang, apa yang membuatmu jadi kecelakaan sayang" Luhan sungguh tidak rela ketika Sehunnya koma, lebih baik mereka sama – sama koma daripada salah satu dari mereka koma
CLECK
"Maaf, tapi pasien harus dicabut semua alat yang terpasang padanya dan harapannya sudah tiada. Saya mohon maaf" dokter tersebut mendekati Luhan dan mengatakan hal yang kejam kepadanya sedangkan para suster sibuk melepas semua alat yang terpasang di tubuh pasien
"Jangan dok, dokter tidak boleh melakukannya. Dia masih bisa hidup" Luhan tidak terima ketika dokter mengatakan bahwa kekasihnya sudah tidak memiliki harapan lagi. Luhan menghapiri dokter dan memukul dokter tersebut
"Anda lihat saja sendiri" sang dokter memberi perintah kepada Luhan untuk melihat ke arah pasien yang semua alat sudah dilepas dan selimutnya sudah diturunkan hingga ke kaki
Luhan melihat ke arah Sehun dengan ragu karena takut apa yang di katakan dokter adalah kenyataan. Namun ketika menoleh ke arah kekasihnya, dia terkejut dengan Sehun yang memegang kotak cincin sambil tersenyum ke arahnya sambil berlutut.
"Do you wanna marry with me" Sehun tersenyum lembut ke arah Luhan sedangkan Luhan sungguh terkejut dengan yang terjadi
"Kau berbohong Hun" tangisan Luhan pecah karena semua hanya rekayasa dan Sehun sungguh gelagapan melihat kekasihnya menangis hebat untuk pertama kali
"Lu, do you wanna marry me" Sehun mengulang pertanyaannya namun respon kali ini berbeda diberikan Luhan
Luhan mendekati Sehun dan menampar pelan pipi Sehun, sedangkan Sehun terkejut karena Luhan datang dan menampar pipinya "Yes, i wil"
Luhan memeluk Sehun erat, sedangkan yang dipeluk merasa senang karena Luhan mengatakan 'Ya' untuk menikah dengannya
"Yes" Sehun sungguh senang hari ini namun Luhan kembali kesal dan menggigit dada Sehun
"AKH..." Sehun melepas pelukannya dan mengusap dadanya yang di gigit Luhan
"Lain kali cari cara yang lebih romantis, jangan seperti ini. Kau membuatku takut setan" Luhan mengumpat karena kesal dengan kekasihnya ini
"Hehehe..." Sehun menggaruk tengekuknya karena dia juga keterlaluan membuat Luhannya menangis hebat
CLECK
"Selamat Lu" kedua orang tua Sehun dan papanya Luhan memberikan selamat, karena mereka semua di jadikan pemain drama untuk menjalankan drama mini milik Sehun
"Kalian juga mengerjaiku" Luhan kesal karena semuanya hanya akting
"Sudahlah Lu, yang penting kau senang kan Sehun masih sehat sentosa dan berada di sampingmu" Papa Luhan menggoda putrinya yang selalu khwatir dengan Sehunnya dibandingkan dengan dirinya sendiri
"Hiks..." Luhan menangis hebat karena di kerjai oleh semua orang dan Sehun membawanya ke dalam pelukannya
"Sudahlah Lu, nanti matamu bengkak" Sehun mengusap punggung kekasihnya untuk memberikan ketenangan
Setelah tangisan Luhan reda, Sehun dan yang lainnya beranjak untuk pulang serta Luhan yang selalu menempel pada Sehun.
"Pa, biarkan hari ini Luhan menginap di apartementku" Sehun meminta izin kepada calon ayah mertuanya untuk merelakan anaknya tidur di apartementnya
"Ya" Papa Luhan hanya mengatakan ya, dan itu bukanlah masalah mengingat mereka dari dulu satu kamar hingga beranjak dewasa
"Kami pamit ya ma, pa" Sehun pamit pada semuanya sedangkan Luhan hanya diam di dalam pelukan Sehun
.
.
.
"Kau kenapa Lu" Sehun bertanya pada Luhan karena setibanya mereka di apartement Sehun, Luhan sama sekali tidak bicara dan itu bukan Luhannya
"Aku masih kesal denganmu" Luhan menjawab sekilas dan membalikkan badannya untuk memunggungi Sehun
"Baiklah, aku minta maaf Lu" Sehun sungguh minta maaf karena rencananya kali ini sungguh membuat Luhan ketakutan
"Hm" Luhan membawa Sehun ke dalam pelukannya dan mereka tidur berdua dengan posisi saling memeluk hingga fajar tiba
.
.
.
"Pagi sayang" Sehun terbangun duluan dan masih sibuk memperhatikan kecantikan kekasihnya ketika Luhan bangun Sehun menyapanya
"Pagi juga sayang" Luhan membalas sapaan Sehun dan mencium singkat bibir kekasihnya
"Lu, aku ingin kita menikah minggu depan"
"APA?" Luhan yang sedang merenggangkan otontnya terkejut dan tanpa sadar berteriak di depan Sehun
"Aku tahu kau senang Lu, tapi tidak perlu sampai berteriak sayang. Kita menikah minggu depan" Sehun menggulang perkataannya sambil menggoda Luhan
"Kenapa tiba – tiba Hun" Luhan yang tidak tahu apa – apa harus terkejut dengan pernikahannya minggu depan
"Aku sudah mempersiapkannya, tinggal fitting baju pengantin saja Lu" Sehun memberitahu semua persiapan sudah selesai
"Jadi selama sebulan ini kau sibuk untuk ini semua" Luhan memastikan bahwa Sehun selama sebulan ini tidak menghubunginya karena menyelesaikan ini semua
"Hm" Sehun mengangguk dan berikutnya dia berteriak kesakitan ketika tubuh Luhan menimpah tubuhnya dan kekasih cantiknya memberikan ciuman bertubi pada wajahnya
"Terima kasih Hun" Luhan sungguh tidak percaya dengan Sehun yang sungguh romantis jadi pria
"Sama – sama sayang, jadi kapan kita turun. Kita harus fitting baju hari ini" Sehun sebenarnya keberatan ketika tubuh kekasihnya tepat berada diatas tubuhnya
"Oh, baiklah" Luhan turun dari tubuh Sehun dan tidak sengaja menyenggol selangkangan Sehun hingga sang pemilik mengerang
"Ah.." Sehun mendesah sedangkan Luhan heran dengan kekasihnya yang tiba – tiba mendesah
"Kau mendesah Hun?"
"Hm, kau tadi tidak sengaja menyenggol selangkanganku" Sehun jujur berharap dia mendapat service
"Oh, aku minta maaf tetapi kurasa kita harus cepat karena kita mau fitting baju" Luhan sebenarnya ingin memberikan service namun ini bukan waktu yang tepat jadi harus ditunda dulu
"Ya" Sehun harus sabar karena dia juga yang membuat jadwal mendadak seperti ini
"Hun, bagaimana dengan gaun ini" Luhan mencoba satu steel gaun bewarna biru muda dan memperlihatkannya pada Sehun
Sehun yang lagi mengirim pesan kepada seketarisnya untuk mengundurkan jadwal rapatnya hari ini terkejut dengan suara Luhan yang tiba - tiba terdengar. Ketika mengalihkan perhatian dari handphonenya ke Luhan yang sungguh cantik dan membuatnya sulit berkata - kata.
"Apa jelek? Baiklah aku akan menggantinya" Luhan hendak mengganti gaunnya dengan gaun yang lain karena Sehunnnya tidak memberikan respon selain wajah terkejutnya, sudah di pastikan kalau Sehun tidak menyukai gaun tersebut
"Lu, kau cantik memakainya" Sehun yang telah sadar dari kekagumannya langsung memberikan pujian agar kekasihnya tidak mengganti dengan yang lain
"Benarkah?" Luhan berbalik badan dan bertanya pada kekasihnya
"Hm" Sehun memberikan anggukan dan dua jempolnya untuk Luhan
"Baiklah" Luhan hanya setuju dengan pendapat Sehun, mereka menghabiskan waktu satu jam hanya untuk memilih gaun dan jas karena apapun yang mereka pakai semuanya akan cocok di badan sexy mereka
.
.
.
Seminggu kemudian
"Selamat ya Lu" Baekhyun dan Kyungsoo masuk ke kamar pengantin wanita dan membantunya untuk memberikan semangat
"Iya, gomawo Baek Kyung" Luhan memeluk kedua sahabatnya, walaupun dia sedang gugup untuk pernikahan ini tetapi kedua sahabatnya sudah mampu memberikan semangat untuknya
"Fighting Lu" Baekhyun dan Kyungsoo memberikan semangat untuk sahabat mereka yang sebentar lagi akan jadi nyonya Oh
CLECK
"Sudah siap nak, ayo papa antar" Papa Luhan muncul dari balik pintu untuk bersiap - siap untuk mengantar anaknya menuju altar
"Sudah pa" Luhan harus siap sedangkan kedua sahabatnya sudah pamit untuk pergi duluan ke altar
.
.
.
Luhan diantar oleh Papanya untuk menuju altar dengan langkah mantap tetapi elegan namun masih tampak gugup. Sementara disana sudah berdiri Oh Sehun si pria tampan untuk menunggu calon istrinya.
"Kuserahkan anakku padamu" Papa Luhan memberikan amanat untuk Sehun
"Iya pa" Sehun menerima amanat dari Papanya Luhan
Dan tangan mereka saling berpegangan untuk mengikat janji suci di depan Tuhan dan semuanya.
Apakah kau Oh Sehun bersedia menerima Xi Luhan sebagai istrimu
"Aku bersedia" Sehun menajawab mantap dan lantang
Apakah Kau Xi Luhan bersedia menerima Oh Sehun sebagai suamimu
"Aku bersedia" Luhan menjawab dengan elegan tetapi suaranya kuat
Dan terdengarlah tepuk tangan meriah dari hadirin yang datang dan menyaksikan pernikahan ini. Semua sahabat Sehun dan Luhan sungguh bahagia karena pada akhirnya sahabat mereka mendapatkan pilihan yang terbaik.
"Dengarkan lahh lagu dari kami special untuk sahabat kami yang sudah menjadi Nyonya Oh" Shiraishi Mai sebagai mc memberitahukan bahwa mereka akan menyanyikan lagu untuk sahabat mereka yang sudah sah menjadi suami istri, sedangkan Luhan malu dan menyembunyikan wajahnya di dada Sehun dan tepuk tangan menggema mengawali pembukaan lagu yang berjudul Shiawase
"Kyou no kimi wa ima made de ichiban utsukushii ne
Sono junpaku no uedingu doresu egao ni niatteru"
"Hari ini kau adalah yang tercantik daripada hari-hari sebelumnya
Gaun pengantin yang putih suci itu sangat cocok dengan senyummu"
"Nagai michi de meguri ai aishi atta hito to
Musubareru hi wa gooru ja nakute
Sutaato nanda futari kara hajimaru"
"Bersama orang tercinta yang melalui perjalanan panjang denganmu itu
Hari pernikahan ini bukanlah tujuan
Melainkan awal yang dimulai dengan kalian berdua"
"Shiawase wakenasai
Korekara no jinsei
Namida mo wakenasai
Chikai wo eien ni"
"Bagilah kebahagiaanmu
Dan kehidupanmu mulai saat ini
Bagilah air matamu juga
Sehingga janji itu akan abadi"
"Kimi no koto wo taisetsu ni sodatete kureta hibi wa
Aishite kureru mirai no hito ni
Kono baton wo watasu tame"
"Hari-hari yang telah dilalui membawamu menuju sesuatu yang berharga
Sehingga aku dapat memberikan baton
Kepada seseorang di masa depan yang mencintaimu"
"Shiawase wakenasai
Kazoku ya tomodachi ni
Soshite amaenasai
Minna ga mi mamotteru"
"Bagilah kebahagiaanmu
Dengan keluarga dan teman-temanmu
Lalu tunjukkan kelemahanmu
Semua orang akan menjagamu"
"Kimi ga warau
Kare ga warau
Papa mo Mama mo
Kimi ga waraeba
Minna ga warau"
"Kau tersenyum
Dia tersenyum
Ayah dan ibu juga
Selama kau tersenyum
Semua akan tersenyum"
"Shiawase wakenasai
Korekara no jinsei
Namida mo wakenasai
Chikai wo eien ni"
"Bagilah kebahagiaanmu
Dan kehidupanmu mulai saat ini
Bagilah air matamu juga
Sehingga janji itu akan abadi"
"Shiawase wakenasai
Mawari no hito-tachi ni
Kimi ga shiawase nara
Minna shiawase ni naru
Minna shiawase ni naru"
"Bagilah kebahagiaanmu
Dengan semua orang di sekitarmu
Selama kau bahagia
Semuanya akan bahagia
Semuanya akan bahagia"
Semua orang bertepuk tangan, lagu tersebut sungguh menyentuh hati semua orang yang akrab dengan sepasang suami istri tersebut.
"Ini lah persembahan dari kami untuk kalian semua, Heavy Rotation" Luhan mengambil stand mic dan microfon miliknya lalu bergabung dengan kelompoknya untuk menyanyikan lagu terakhir dari mereka. Semua yang ada disana terkejut dengan penampilan Luhan yang mengunakan rok selutut yang senada dengan warna gaunnya.
"1! 2! 3! 4!"
"I want you! (I want you!)
I need you! (I need you!)
I love you! (I love you!)
Atama no naka
GANGAN natteru MUSIC
HEBII ROOTEESHON"
"I want you (I want you)
I need you (I need you)
I love you (I love you)
Di dalam benakku
Keras berbunyi irama myu-u-ji-i-ku
Heavy Rotation"
"POPPUKOON ga
Hajikeru you ni
Suki to iu moji ga odoru
Kao ya koe wo
Omou dake de
Ite mo tatte mo irarenai"
"Seperti popcorn yang meletup letup
Kata-kata "suka" menari-nari
Wajahmu suaramu selalu ku ingat
Membuat ku menjadi tergila-gila"
"Konna kimochi ni nareru tte
Boku wa tsuite iru ne"
"Oh senangnya miliki p'rasaan ini
Ku sangat merasa beruntung"
"I want you! (I want you!)
I need you! (I need you!)
I love you! (I love you!)
Kimi ni aete
DONDON chikadzuku sono kyori ni
MAX HAI TENSHON
I want you! (I want you!)
I need you! (I need you!)
I love you! (I love you!)
HAATO no oku
JANJAN afureru itoshisa wa
HEBII ROOTEESHON"
"I want you (I want you)
I need you (I need you)
I love you (I love you)
Bertemu denganmu
Semakin dekat jarak diantara kita
Maximum High Tension
I want you (I want you)
I need you (I need you)
I love you (I love you)
Di lubuk hatiku
Rasa sayang yang terus menerus meluap
Heavy Rotation"
"Hito wa dare mo
Isshou no uchi
Nankai aiseru no darou?
Tatta ichido
Wasurerarenai
Koi ga dekitara manzoku sa"
"Di dalam kehidupan setiap manusia
Berapa kali bisa rasakan cinta
Jika ada satu cinta tak terlupa
Ku akan merasa sangat bahagia"
"Sonna tokimeki wo kanjite
Hana wa hokorobu no ka na"
"Mungkin seperti perasaan sekuntum
Bunga pada saat dia akan mekar"
"I feel you! (I feel you!)
I touch you! (I touch you!)
I hold you! (I hold you!)
Yume no naka de
DANDAN ookiku natte yuku
Boku no IMAJINEESHON
I feel you! (I feel you!)
I touch you! (I touch you!)
I hold you! (I hold you!)
Kono omoi wo
BINBIN tsutaete hoshii kara
HEBII ROOTEESHON"
"I feel you (I feel you)
I touch you (I touch you)
I hold you (I hold you)
Di dalam mimpiku
Angan-anganku menjadi semakin besar
Oh, it's my imagination
I feel you (I feel you)
I touch you (I touch you)
I hold you (I hold you)
Perasaan ini
Ku sangat ingin mengutarakan padamu
Heavy Rotation"
"Itsumo kiiteta
Favorite song
Ano kyoku no you ni
Zutto kurikaeshite
24 (nijuuyo) jikan
Kimi dake RIKUESUTOchuu"
"Yang selalu kudengarkan favorito song
Seperti lagu yang ku suka
Ku ulang terus tanpa henti
Twenty four hour a day
Oh baby ... the only request is you"
"I want you! (I want you!)
I need you! (I need you!)
I love you! (I love you!)
Kimi ni aete
DONDON chikadzuku sono kyori ni
MAX HAI TENSHON
I want you! (I want you!)
I need you! (I need you!)
I love you! (I love you!)
HAATO no oku
JANJAN afureru itoshisa wa
HEBII ROOTEESHON"
"I want you (I want you)
I need you (I need you)
I love you (I love you)
Bertemu denganmu
Semakin dekat jarak diantara kita
Maximum High Tension
I want you (I want you)
I need you (I need you)
I love you (I love you)
Di lubuk hatiku
Rasa sayang yang terus menerus meluap
Heavy Rotation"
"HEBII ROOTEESHON"
Tepuk tangan mengakhiri penampilan dari Luhan dan teman - temannya sedangkan Sehun dan yang lainnya sungguh menikmati penampilan dari sahabat mereka yang akan menjadi legenda di sekolah lama mereka.
Setelah acara selesai, semua melakukan foto bersama untuk terakhir kalinya secara resmi menggunakan pakaian formal. Kemudian mereka kembali ke rumah masing – masing sedangkan sang pengantin dan prianya menuju hotel.
.
.
.
"Kau mandi duluan Lu" Sehun menyuruh istrinya untuk lebih duluan mandi sedangkan dirinya menenangkan diri untuk kegiatan selanjutnya
"Hm" Luhan mengangguk dan masuk ke kamar mandi dan mandi dengan cepat setelahnya Luhan keluar dari kamar mandi dengan kondisi telanjang bulat
CLECK
"Lu" Sehun terpaku karena niatnya tadi adalah mandi, namun dia sungguh terkejut dengan kondisi Luhan yang telanjang bulat
"Welcome to my zone" Luhan mendekati Sehun dan langsung mencium bibir suaminya, dia merelakan tubuhnya untuk pertama kali pada pujaan hatinya yang sudah sah di hadapan Tuhan dan yang lainnya
"Lu.. kau..." Sehun tidak mampu berkata – kata dan kemudia Luhan dengan ganasnya mencium bibir sexy Sehun sedangkan Sehun mencoba untuk mengimbangi permainan istrinya
"AH... KAU NIKMAT LU" Sehun menjilat perpotongan leher Luhan yang sudah harus sehabis mandi dan itu menambah hormon Sehun semakin memuncak
"ARGH..." Luhan dengan jahilnya meremas selangkangan suaminya yang masih berbalut celana hitam ketat
"Walaupun aku sudah pernah mencobanya, tetapi dia sungguh menggoda imanku" Luhan berbicara pada Sehun namun tangannya masih setia meremas penis suaminya
"Oh... Lu.. langsung keluarkan saja ... AH..." Sehun yang di kerjai hanya bisa kenikmatan karena ulah nakal istrinya
Luhan dengan gaya sensual membuka dengan perlahan celana Sehun kemudian menurunkan celana dalamnya, hingga penis Sehun nampak jelas. Luhan langsung menggengam penis Sehun dan memasukkannya ke dalam mulut layaknya mengulum lolipop
"AH... KAU HEBAT LU" Sehun sungguh bangga mempunyai istri yang bisa memanjakan penisnya, bisa – bisa Sehun yang lemas karena sedotan Luhan di penisnya sungguh memberikan getaran tersendiri
"AH... MORE LU" Sehun menarik rambut Luhan untuk memperdalam blowjownya pada penis kebanggannya
"AH... LEBIH KUAT LU..." Sehun tidak bisa mengatakan kata – kata lain selain menyuruh istrinya menambah kecepatan blowjownya
"AH... AKU MAU KELUAR" Sehun sudah mau keluar sedangkan Luhan menghentikan aktifitasnya agar Sehun tidak jadi cum dan lanjut ke ronde berikutnya
"Kenapa berhenti" Sehun merengut tidak suka karena aktifitas orgasmenya batal
"Tahan sayang, kita akan masuk ke ronde berikutnya" Luhan mencium bibir suaminya untuk memberi ketenangan
"Baiklah" Sehun mengerti dengan tujuan istrinya
"Ngh..." Luhan mencium bibir Sehun dengan ganas dan suaminya membalas ciuman istrinya juga sama ganasnya
"Langsung saja Lu" Sehun membalikkan posisi mereka hingga Luhan yang berada dibawah sedangkan Sehun diatas
"Tahan ya Lu, ini sakit untuk diawal" Sehun sudah mengarahkan penisnya kearah lubang Luhan sedangkan Luhan sudah pasrah dengan kesakitan yang akan diterimanya, dia sudah berjanji akan menyerahkannya pada suaminya
"Hm... ARGH..." Luhan menurut namun kesakitan yang diterimanya ketika kepala penis Sehun menebus lubangnya itu sungguh sakit untuk pemula
"Apakah sebaiknya kita berhenti saja" Sehun sunguh takut Luhan kesakitan, cukup dulu Sehun menyakiti hatinya
"Jangan, lanjutkan saja" Luhan tidak ingin membuat Sehun kecewa di malam pertama mereka
"Ya, aku akan pelan - pelan" bersamaan dengan itu Sehun memasukkan penisnya dengan lembut kedalam lubang istrinya
"AH... MORE HUN" penis Sehun yang sudah masuk secara pelan - pelan langsung mendapat pujian dari istrinya yang menandakan dia kenikmatan
"LU... KAU SUNGGUH NIKMAT" Sehun terbawa suasana hingga tidak sadar memuji istrinya yang sungguh nikmat
"AH... COME ON LU" Sehun sungguh bersemangat bermain kuda dengan istrinya hingga dia mau orgasme
"Lu.. AKU MAU KELUAR" Sehun kelepasan dan mengeluarkan spermanya didalam lubang Luhan
"Aku mengeluarkannya di dalam Lu" Sehun sedih karena spermanya keluar didalam lubang Luhan bukan diluar
"Kenapa? Di dalam akan lebih baik Hun, mungkin kita bisa memiliki anak lebih cepat" Luhan heran dengan suaminya yang takut mengeluarkan didalam spermanya
"Baiklah" Sehun sebenarnya masih ingin berdua dengan Luhannya, namun istrinya menginginkan anak secepat mungkin sehingga dia hanya mengikuti arahan istrinya
"Kita lanjut Hun" Luhan menjilat penis Sehun yang masih tidur kemudian mereka lanjut bermain hingga pukul tiga pagi
.
.
.
.
.
Satu bulan kemudian
"Lu, sudah siap" Sehun bertanya pada istrinya yang sedang sibuk dengan koper - koper mereka
"Ya" Luhan menjawab singkat dan membawa beberapa barangnya untuk dimasukkan ke dalam mobil. Hari ini adalah hari keberangkatan mereka untuk honey moon di Bali
"Ayo, kedua orang tua kita sudah menunggu" Sehun dan yang lainnya sudah menunggu dimobil, kedua orang tuanya dan kedua mertuanya juga ingin mengantar kepergian anaknya untuk honey moon
"Ya" Luhan memasuki mobil dan dia merasa sedih akan berpisah dengan orang tuanya dan mertuanya untuk sebulan
Setalah sampai dibandara dan mengurus semua yang dibutuhkan mereka menunggu diruang tunggu dengan situasi dimana Luhan memeluk kedua orang tuanya dengan erat sedangkan yang lain tersenyum geli karena Luhan mereka menjadi lebih manja.
"Lu, silahkan berangkat. Nanti kau ketinggalan pesawat" Mama Luhan memberitahu anaknya untuk berangkat namun Luhan semakin mempererat pelukannya
"Lu, apakah kau tidak sedih dengan suamimu" Papa Luhan menggoda putrinya
"Sehun" Luhan menatap Sehun dan langsung lari untuk memeluk suaminya, dia melupakan suaminya karena dia sungguh tidak mau berpisah dengan kedua orang tuanya
"Ayo berangkat" Luhan sudah memantapkan hatinya untuk berangkat
"Kau yakin" Sehun takut istrinya akan menangis berat karena berpisah dengan orang tuanya
"Hm, bye ma, pa" Luhan pamit pada orang tuanya dan mertuanya sambil memeluk mereka bergantian
"Aku pamit ya ma, pa" Sehun pamit pada
"Hati - hati nak" kedua orang tua memberi amanat agar berhati - hati di perjalanan honey moon mereka
Mereka saling membalas lambaian hingga sepasang suami istri baru tersebut sudah menghilang dari balik pintu ruang tunggu.
"Hah.. Kenapa dia jadi manja, tiga tahun di Amerika saja dia tidak seperti ini" Mama Luhan heran dengan putrinya yang jauh lebih manja
"Aku juga" Mama Sehun juga sama herannya dengan apa yang dikatakan sahabatnya, mereka semua dulu adalah sahabat lama dan juga anak mereka saling mencintai hingga mereka menjadi keluarga
..
..
..
"Lu, kau mandi baru kita jalan - jalan sore harinya" Sehun yang sudah mandi menyuruh istrinya untuk mandi agar sehabis itu mereka keluar sekalian makan malam. Mereka sudah sampai setengah jam yang lalu kemudian mereka mencari hotel terdekat agar bisa menginap selama sebulan
"Hm" Luhan masuk kedalam kamar mandi dan mandi dengan cepat, dia ingin jalan - jalan dipantai yang terkenal sangat indah di Indonesia
Sehun menunggu sambil memainkan handphonenya mengenai kerjaan yang di handle oleh seketarisnya.
"Ayo Hun" Luhan yang sudah siap memanggil suaminya untuk bergegas jalan - jalan
"Kau cantik Lu" Sehun tersenyum melihat istrinya yang memakai kaos biasa dengan celana pendek membuatnya semakin cantik
"Biasa saja" Luhan melirik penampilannya, namun menurtnya biasa saja karena Indonesia terkenal panas
"Ayo Hun" Luhan merengek karena dia juga sudah lapar sedangkan Sehun sebagai suaminya hanya tersenyum geli karena istrinya yang cantik ini sungguh manja
"Iya, ayo" Sehun beranjak dari duduknya dan keluar dari hotel bersama sang istri
Mereka makan di restorant terdekat dengan pantai agar mereka bisa melihat sunshine di sore hari.
"Mau pesan apa?" sang pelayan bertanya ramah kepada Sehun dan Luhan sedangkan Sehun dan Luhan heran dengan menu Indonesia yang belum pernah mereka coba
"Kau mau apa Lu" Sehun bertanya sedangkan Luhan masih asyik membolak - balikkan menu
"Aku masih binggung"
"Bagaimana kalau nasi goreng, kata orang itu terkenal di Indonesia" Sehun mengusulkan makanan tersebut karena dia teringat pada sahabatnya yang pernah menganjurkan untuk makan nasi goreng apabila berkunjung ke Indonesia
"Ya, aku nasi goreng saja" Luhan hanya mengikuti saran suaminya
"Kami pesan dua nasi goreng dan dua teh manis dingin" Sehun berbicara bahasa indonesia dengan lancar
"Baiklah" sang pelayan yang sudah mencatat mengundurkan diri dari hadapan mereka
"Woah, darimana kau belajar bahasa indonesia" luhan terkejut dengan kemampuan Sehun dalam berbahasa indonesia melebihi dari orang indonesia
"Belajar dari internet" Sehun memang belajar dari internet, dia tidak mungkin pergi ke nergara orang lain tanpa mengetahui bahasanya
"Silahkan dinikmati" sang pelayan mengantar pesanan mereka dan kemudian mereka mencoba makanan khas indonesia
.
.
.
"Woah, sungguh nikmat Hun" Luhan tidak percaya bahwa nasi goreng adalah makanan terenak yang pernah dicobanya
"Hm" Sehun mengangguk setuju, tidak salah mencoba makanan yang pernah dianjurkan sahabatnya
"Ayo, kita ke pantai" Luhan menarik tangan Sehun untuk pergi jalan - jalan, untung saja mereka sudah membayar kalau tidak hancurlah riwayat mereka dicap oleh orang Indonesia
"Iya bawel" Sehun merasa istrinya menjadi bawel, tapi pagi menangis karena tidak mau berpisah dengan orang tuanya tetapi sekarang sungguh antusias
"Woah, indah Hun" Luhan takjub dengan keindahan sunset di pulau bali, ini pertama kalinya dia melihat keindahan pulau bali
"Ayo, kita jalan - jalan" Luhan mengajak suaminya unuk jalan - jalan disekita pantai
Drtt Drtt
"Halo" Sehun heran kenapa seketarisnya menelpon saat senja, dan kemudian mengangkatnya dengan cepat
"Oh, sebentar" Sehun menutup telepon dan pamit pada istrinya
"Lu, aku balik ke hotel sebentar. Aku mau mengirim berkas yang terbawaku melalui wa ke seketarisku sekarang" Sehun pamit pada istrinya sedangkan Luhan terpaksa merelakan suaminya untuk pekerjaan yang sulit untuk ditinggal
"Ya" Luhan menjawab singkat kemudian Sehun mencium bibirnya dan lari dengan buru - buru ke arah hotel sedangkan Luhan melanjutkan jalan - jalan sendirian dan mendapati tenda kecil untuk kedokteran
"Apakah anda ingin diperiksa?" seseorang berseragam suster bertanya pada Luhan
"Ya" Luhan hanya ingin sekedar saja mengecek kondisi tubuhnya
"Silahkan berbaring" sang dokter menyuruh pasiennya untuk berbaring dan memulai melakukan pemeriksaan
"Hm... Apa anda tidak merasa bahwa anda semakin banyak makan" sang dokter bertanya pada Luhan namun Luhan karena kurang fasih bahasa indonesia hanya bisa mengerti sedikit sambil menggelengkan kepala
"Selamat.. Anda hamil, anda sudah memasuki minggu kedua" sang dokter mengatakan hal sebenarnya dan itu membuat mata Luhan membulat dan dia sungguh senang akan hal ini namun setelah sampai di Korea dia harus mengecek secara detail
"Terima kasih dok" Luhan mengucapkan terima kasih dan keluar dari tenda kecil tersebut
Luhan masih asyik berjalan - jalan tidak jauh dari tenda kecil kedokteran tersebut hingga seseorang memanggilnya.
"Luhan" Dia cukup terkejut ketika tahu bahwa suaminya yang memanggilnya sambil berlari
"Jangan berlari, nanti kau capek Hun" Luhan khawatir dengan suaminya yang kelelahan padahal malam ini adalah jatah Sehun dan untuk sebulan kedepannya akan menjadi milik suaminya
"Aku takut kau marah karena aku kelamaan" Sehun membawa Luhan kedalam pelukannya sedangkan Luhan hanya tersenyum dengan Sehun yang sungguh perhatian padanya dan itu membuat banyak pasang mata yang iri dengan kemesraan mereka
"Kau harusnya.. Hatcih..." Luhan ingin menasehati Sehun harus berakhir bersin karena kedinginan
"Ayo kembali ke hotel, kau sudah kedinginan" Sehun membawa Luhan kembali ke hotel agar istrinya tidak kedinginan
Setelah sampai di hotel, Luhan menjadi agresif dan menyerang leher Sehun sebagai pelampiasannya.
"Kau kenapa Lu" Sehun heran dengan Luhan yang sungguh agresif
"Aku kedinginan Hun" Luhan memainkan perannya
"Sini, biar aku pakaikan selimut" Sehun membawa selimut dan berniat menutupi tubuh istrinya dengan selimut
"Bukan dengan itu Hun, aku mau dengan ini" Luhan langsung meremas selangkangan suaminya sedangkan sang suami terkejut dengan tingkah istrinya yang jadi doyan seks
"Shh... Jangan menggodaku Lu" Sehun sungguh tersiksa dengan tangan nakal Luhan yang meremas penisnya dengan kasar
"Lulu mau susu, Hiks" Luhan melancarkan aksi ngambeknya dan menangis dengan keras, sedangkan Sehun gelagapan karena istrinya menjadi cengeng seperti ini
"Baiklah, silahkan mainkan dan keluarkan susu sebanyak Lulu mau" Sehun memberikan izin pada istrinya untuk memainkan pensinya dan mengeluarkan sperma sebanyak diinginkannya
"Asyik" Luhan senang dan langsung membuka celana Sehun dan celana dalam suaminya dengan buru - buru hingga nampaklah penis besar Sehun yang sudah bangun
"Shh.. Jangan menggodanya Lu" Sehun sungguh tidak tahan dengan rangsangan yang diberikan istrinya namun Luhan tetaplah tidak peduli dengan kondisi suaminya yang tersiksa
"Diam Hun" Luhan merasa terganggu kemudian memarahi suaminya dan melanjutkan aktifitasnya untuk mengelus sayang penis kesukaannya. Mulai meraba lubang kencing suaminya, bola kembarnya, kemudian mencubit gemas kulit kulup Sehun yang tidak disunat. Sang suami hanya bisa pasrah dengan siksaan yang diberikan istri tercintanya
"Shh..." Sehun sungguh kenikmatan dan tersiksa, penisnya sungguh dijadikan mainan oleh Luhan
"ARGH..." Sehun kenikmatan ketika istrinya memasukkan seluruh alat vilatnya ke dalam mulut hangat istrinya. Tempat bersarang penis Sehun adalah lubang Luhan dan mulut Luhan
"MORE LU" dengan tidak sopannya Sehun meminta istrinya untuk menambah kecepatan blowjow pada penisnya sedangkan Luhan tidak peduli, yang penting dia puas dengan penis suaminya
"ARGH... AKU KELUAR LU..." Sehun sungguh tidak tahan dengan serangan yang diberikan istrinya sehingga dia cepat orgasme
"Sehun..." Luhan menatap suaminya dengan mata rusanya sedangkan Sehun yang baru siap orgasme terkejut dengan Luhan yang memasang wajah imutnya
"Kenapa Lu" Sehun bertanya agar istrinya tidak memasang wajah imutnya, jika Luhan terus memasang wajah memohonnya maka Sehun bisa lepas kendali dan menjadi brutal
"Aku masih mau susu" Luhan mengatakannya dengan cemberut dan meremas penis suaminya berharap susunya keluar jika diperas
"Shh.. Silahkan" Sehun pasrah dan kemudian Luhan kembali memblowjow penisnya dengan brutal sambil meremas kedua pelirnya
"ARGH... LEBIH DALAM LU" Sehun pasrah dengan semuanya, sehabis orgasme keduanya dia berharap Luhan mau memberikan lubannya sebagai gantinya
"ARGH... AKU MAU KELUAR LU" Sehun tidak menyangka dia akan keluar dengan cepat, sedangkan Luhan semakin mempercepat blowjownya dan mempercepat rangsangan yang diberikan pada bola kembar suaminya
"AH..." Sehun orgasme, sedangkan Luhan dengan setia menghabiskan susu yang baru saja keluar
"Lu, kita langsung ke inti" Sehun bertanya pada istrinya takut nanti istrinya ngambek karena langsung main sodok saja
"Ya" bersamaan dengan jawaban Luhan yang mengatakan silahkan, maka dengan cepat Sehun membalikkan posisi mereka kemudian Sehun memasukkan penisnya dengan sangat lembut kedalam lubang istrinya
"Ah... Lebih cepat Hun" Luhan sungguh kenikmatan ketika penis suaminya mencoba menerobos lubangnya, walaupun sudah sering bermain namun rasanya sungguh nikmat bagai surgawi
"AHH... COME ON HUN, LEBIH CEPAT... AHH..." Luhan yang kenikmatan dan meminta lebih sedangkan Sehun hanya bisa semaki mempercepat sodokannya agar Luhannya puas
"AKU MAU KELUAR LU"
"BERSAMA HUN"
"ARGH..." bersamaan dengan orgasme mereka, maka mereka tertidur dengan posisi yang masih sama dan penis Sehun masih bersarang di lubang favoritnya
..
..
..
Pagi harinya Sehun lebih duluan bangun daripada istrinya yang masih tertidur dengan sangat nyenyak sehigga Sehun tidak tega membangunkan istrinya. Kedua mata istrinya terbuka hingga memperlihatkan kedua mata rusanya yang teduh.
"Pagi sayang" Sehun menyapa istrinya kemudian mencuri morning kiss dari bibir sexy istrinya
"Pagi" Luhan membalas sapaan suaminya dan kemudian mengalungkan kedua tangannya di leher sang suami agar wajah suaminya semakin dekat dengan wajahnya
"Kau kenapa tampan kali sayang" Luhan mencubit pipi suaminya tanpa perasaan karena terlalu gemas dengan si tampan yang sudah menjadi suaminya
"Lu.. Kau tidak perlu mencubitku, aku milikmu" Sehun kesakitan karena cubitan Luhan yang terlalu kuat di pipinya
"Aku mau melakukannya sekarang" Luhan membalikkan badan Sehun dengan gampangnya dan kemudian dia turun hingga wajahnya tepat berada di selangkangan suaminya
"Apa ini tidak terlalu pagi Lu untuk melakukannya" Sehun bertanya walaupun dia juga ingin, tetapi kondisi Luhan adalah yang terpenting untuknya
"Tidak, aku terlalu terpesona dengan penismu Hun" Luhan membelai penis Sehun dari luar sedangkan Sehun mencoba menahan tangan istrinya
"Tadi kau mengatakan aku terlalu tampan sekarang kau mengatakan terpeson pada penisku. Kau harus memilih satu Lu" Sehun menggoda Luhan, dia ingin melihat wajah merajuk istrinya ketika diganggu aktifitas remas meremas benda favoritnya
"Kalian kan satu paket, Sehun yang tampan dengan penis mempesona" Luhan mengatakannya dengan cemberut sambil memukul dada suaminya
"Hahaha... Aku baru ingat Lu" Sehun tertawa karena berhasil mengerjai istrinya
"Dasar" Luhan mencubit puting Sehun karena kesal sedangkan Sehun hanya merintih kesakitan karena cubitan super panas milik istrinya mengenai putingnya
"Untung Lu kau mencubit putingku kalau di penis pasti lebih sakit" Sehun sungguh takut penisnya jadi korban kekerasan Luhan
"Ah, kau memberikan ide terbaik sayang" Luhan mendapatkan ide untuk menjahili suaminya dengan mencubit penis suaminya
"Jangan, itu sungguh sakit" Sehun menutup selangkangannya dengan kedua tangannya sedangkan Luhan hanya ketawa karena melihat wajah lucu suaminya. Selain tampan dan cool suaminya bisa juga mengelaurkan wajah imut yang mengalahkan bayi manapun
"AKH..." Sehun kenikmatan ketika tangan istrinya masuk kedalam sarang penisnya, Luhan mengambil kesempatan ketika dirinya lengah
"MORE LU" Luhan langsung melepas celana Sehun dan mengulum penis besar suaminya bagaikan lolipop
"AHH... KAU SUNGGUH HEBAT SAYANG" Sehun mendesah kenikmatan dan Luhan semakin giat untuk mengulum penis besar suaminya
"AKU MAU KELUAR... ARGH..." Sehun orgasme sedangkan Luhan dengan mahir membersihkan penis suaminya dan kemudian susu pagi sudah didapatkannya
"Ayo jalan - jalan" Luhan ingin berjalan - jalan di Negara yang terkenal dengan keindahan pantainya
"Nanti, kita bersih - bersih dulu" Sehun setuju saja dengan keinginan Luhan namun mandi adalah kewajiban sebelum jalan - jalan
"Baiklah" Luhan cemberut namun tetap menyetujui ucapan suaminya
"Kita mandi bersama, biar cepat" Luhan menarik Sehun agar mereka mandi bersama untuk menghemat waktu, Luhan sungguh hyperactive di negara orang
Sebulan berbulan madu di Bali dihabiskan dengan jalan - jalan ke sekitrar pantai, membeli barang - barang antik dari Bali, dan melakukan sex dua kali dalam satu hari. Mereka berdua menikmati liburan, namun mereka juga rindu dengan sahabat - sahabat mereka, maklum saja mereka selalu berkumpul dan jarang berpisah sehingga Luhan membelikan banyak oleh - oleh untuk sahabatnya ketika kembali ke Korea.
Satu bulan setelah honey moon
"Lu.. Kau baik - baik saja?" Sehun dan Luhan yang baru pulang dari honey moon mereka langsung menuju rumah mereka yang diberikan oleh kedua orang tua mereka sebagai hadiah pernikahan mereka. Sehun terkejut ketika Luhan menutup mulut tanda mau muntah
"Hm. Uek.." Luhan berlari ke kamar mandi untuk membuang rasa mualnya sedangkan suaminya mengikuti dari belakang dan mengurut leher istrinya agar berhenti mua
"Sebaiknya kita ke dokter, ayo" Sehun mengajak istrinya untuk ke dokter, dia tidak mau istrinya jatuh sakit
"Ya" Luhan mengikuti saran suaminya
Kemudian mereka pergi kerumah sakit dengan membutuhkan waktu sepuluh menit kemudian menuju ruangan sahabatnya yang sebagai dokter.
CLECK
"Donghae, tolong periksa istriku" Sehun yang memang sahabat Donghae langsung masuk dan menyuruh sahabatnya untuk memeriksa istrinya
"YAK! Apa kau tidak bisa mengetuk pintu dulu" Donghae kesal pada sahabatnya yang tidak pernah sopan
"Sudahlah" Sehun menjawab sekedar kemudian duduk di depan meja Kyuhyun dan membawa istrinya duduk di pangkuannya
"Sehun" Luhan berbisik malu karena suaminya bertindak sesuka hati
"Baiklah, silahkan naik ke ranjang" Donghae mempersilahkan istrinya untuk berbaring di ranjang sedangkan dirinya mempersiapkan alat pemeriksaan untuk memeriksa pasien
Donghae memeriksa kedaan Luhan, namun dia tidak merasakan ada maslah pada tubuh pasien tersebut. Namun dia menyadari ada kehidupan didalam perut istri sahabatnya, tapi dia masih belum pasti sehingga ingin menyuruh sahabatnya untuk memeriksa keadaan Luhan.
"Tidak ada masalah" Donghae menyudahi pemeriksaan kemudian bericara pada pasien
"Sebaiknya aku menganjurkan sahabatku untuk memeriksamu Lu" Donghae melanjutkan perkataannya kemudian menuliskan nama dokter serta ruangannya di kertas kecil
"Nah, silahkan jumpai dokter tersebut" Donghae memberikan kertas tersebut pada Sehun namun Sehun semakin mengerutkan keningnya, kalau memang istrinya tidak kenapa - kenapa sahabatnya yang berstatus sebagai dokter kenapa harus menganjurkan istrinya ke dokter lain
"Maksudmu" Sehun bertanya untuk menghilangkan rasa penasarannya
"Ikuti saja" Luhan menarik tangan Sehun agar mengikuti perintah sang dokter
"Kami permisi dok" Luhan tersenyum lembut kepada sang dokter
"Ya, kau sungguh baik tetapi suamimu datar kali" Donghae memuji Luhan kemudian menyindir suaminya yang wajahnya datar bagai tembok
"Ish... Awas kau" Sehun sebenarnya ingin memukul sahabatnya namun Luhan menarik tangannya agar mereka pergi dan menemui dokter Kyuhyun atas anjuran Donghae
..
..
..
TOK TOK TOK
"Silahkan masuk"
"Dok, saya ingin memeriksa keadaan istri saya atas anjuran dokter Donghae" Kyuhyun sudah mendapat pesan singkat dari sahabatnya untuk memeriksa istri dari suami tuan Oh
"Oh, silahkan berbaring" Kyuhyun menyuruh pasien untuk berbaring dan melakukan pengecekan singkat kemudian dia menyadari sesuatu
"Selamat tuan Oh" Kyuhyun memberika selamat untuk Sehun yang sedang sibuk memainkan handphonenya
"Selamat untuk apa?" Sehun bertanya dan mengalihkan perhatiannya dari handphone
"Nyonya Luhan sedang mengandung dan sudah memasuki satu bulan dua minggu"
"Apa?" Sehun menjatuhkan handphonenya tidak sengaja karena terlalu terkejut dengan yang dikatakan sang dokter
"Anda menjadi seorang ayah, dan bayi anda berjenis kelamin laki - laki"
"Terima kasih Lu" Sehun memeluk Luhan karena dia sunguh senang karena sebentar lagi dirinya menjadi ayah dari sang anak yang dikandung Luhannya
"Ya" mereka menangis bahagia karena berita yang dikatakan dokter
..
..
..
BLAM
Sehun dan Luhan sudah kembali kerumah mereka, sedangkan di halaman depan sudah penuh dengan mobil - mobil yang dikenalinya.
"LUHAN" Baekhyun yang menyadari kedatangan orang yang mereka tunggu daritadi langsung memeluk sahabatnya
"Baek, sesak"
"Hehehe..." Baekhyun tertawa karena memang dia terlalu erat memeluk sahabatnya
"Ayo masuk" Sehun mendahului lalu diikuti oleh kedua wanita cantik tersebut
"Hai semua" Luhan menyapa semua sahabatnya sekaligus orang tuanya dan mertuanya yang sedang berkumpul diruang tamu
"Hai" mereka saling bersahutan kemudian mereka memberikan kursi kosong untuk kedua sahabatnya yang baru pulang dari bulan madu
"Aku ingin menyampaikan sesuatu" Sehun ingin membagi kabar bahagianya untuk semua sahabatnya
"Apa?" Baekhyun yang terlalu kepo bertanya pada Sehun
"Luhan sedang hamil, jadi ku harap kalian tidak memeluknya dengan erat"
"Apa?" Baekhyun tidak percaya, dan mengorek telinganya untuk memastikan
"Kau bilang apa tadi" Shiraishi Mai juga merasa dia salah mendengar sehingga meminta ulang apa yang dikatakan Sehun
"Aku hamil dan sudah memasuki satu bulan dua minggu" Luhan yang menjelaskan sedangkan Sehun mendengus kesal karena telinga sahabat - sahabatnya terlalu tukik
"SELAMAT LU" Luhan dihadiahi dengan sorakan memberikan selamat dari semua sahabatnya dan juga kedua orang tuanya
"Selamat nak" Papa Luhan mendekati Sehun dan menepuk punggung menantunya
"Iya pa"
"Aku ada oleh - oleh untuk kalian semua" Luhan membagikan oleh - oleh untuk semua sahabatnya
"Terima kasih Lu" semua saling bersahutan mengucapkan terima kasih pada sahabatnya yang baik
~TBC~
