Cast :
.
Kim Seokjin
Min Yoongi
Jung Hoseok
Kim Namjoon
Park Jimin
Kim Taehyung
Jeon Jungkook
.
.
.
The cast is belong to their family, agency and their themselves
BUT
The story is belong to me
...
Fiction ini hanyalah fiktif belaka, apabila ada kesamaan alur cerita, tokoh atau apapun itu di dunia nyata itu hanyalah sebuah kebetulan dan tidak ada upaya plagiasi mungkin ada beberapa istilah yang aku pinjem dari FF favorit aku
.
.
.
Proudly present...
.
.
.
Love Story
.
.
.
Episode: Boy meets..._
...
Jajaran pohon cherry blossom ikut andil dalam mewarnai jalanan kota Seoul di pertengahan bulan April –musim semi. Banyak anak muda dengan seragam berlalu lalang memenuhi trotoar dan sebagian masih terjebak dalam bus-bus sekolah, salah satunya adalah Kim Taehyung dan sahabatnya Kim Seokjin dimana mereka tidak ingin melewatkan upacara pembukaan untuk siswa baru saat ini. Berjalan beriringan duo sahabat ini saling melempar umpatan pada candaan-candaan konyol keduanya.
"Kau tahu Tae, aku tidak menyangka kita diterima disini."Seokjin, namja berwajah cantik ini melangkah ringan dengan sesekali bersenandung sepanjang perjalananya bersama Taehyung menuju sekolah baru mereka.
"kkkk, jangan berlebihan Hyung, tapi memang aku akui ujian masuknya benar-benar membuatku putus asa pffttt."Dan itu Taehyung, namja cantik lainnya yang mempunyai senyum kotak sepuluh ribu watt.
Ini adalah tahun pertama mereka di senior high school setelah sebelumnya mereka belajar mati-matian agar di terima di sekolah impian ini saat di junior high school dulu. Bangun pagi-pagi dengan seragam rapi kecuali Taehyung yang menutup cardigan seragamnya dengan hoddie longgar dengan warna abu-abu pudar yang bahkan Seokjin gemas ingin membuangnya. Seokjin menatap pergelangan tangan kirinya, memastikan deretan angka pada Baby Gnya dimana upacara pembukaan akan dimulai lima belas menit lagi.
"Tae apa kau tahu gosip terbaru?" Seokjin berbisik pada namja di sebelahnya, sedangkan Taehyung hanya mengendikkan bahu malas sambil terus terpaku pada ponselnya.
"Ck, kau tahu Golden Maknae yang akhir-akhir ini ramai di bicarakan? Bukan karena dia juara nasional Taekwondo saja tapi otaknya juga encer aku dengar dia juga berada di sekolah ini." Seokjin, namja cantik itu berdecak malas melihat kelakuan dongsaeng kesayangannya.
"Ah, siapa namanya Jeon Jungkook ? kau dan para yeoja itu senang sekali membahasnya saat di Junior HS dulu." Kali ini Taehyung menimpali, mengingat nama namja yang akhir-akhir ini ramai di bicarakan membuatnya bosan, tapi juga penasaran meskipun begitu Taehyung selalu menampakkan wajah malasnya. Langkah Taehyung tiba-tiba saja terhenti ketika lengannya dipegang erat oleh Seokjin, memandang malas wajah hyungnya dengan tatapan meminta penjelasan. Namja yang ditatap oleh sosok dongsaengnya itu hanya menggerakkan dagunya ke depan menunjuk seorang namja bersurai kelam dengan gerombolan manusia aneh yang menahan pekikkan ketika namja itu melewati mereka.
"Golden Maknae yang ramai dibicarakan, dan yeah namanya Jeon Jungkook kami satu kelas di tempat bimbel ngomong-ngomong." Seokjin menjawab tanpa diminta dan memberi penjelasan yang menurut Taehyung tidak begitu penting juga namun sepasang netranya masih terpaku menatap namja dengan wajah tampan namun dingin itu.
...
Setelah acara penyambutan yang menurut Taehyung sangat melelahkan mereka –para siswa baru dibawa menuju aula untuk melihat papan pengumuman dimana mereka akan melihat deretan nama mereka di masing-masing kelas yang nantinya akan ditempati. Para siswa yang sudah menemukan nama mereka berkumpul sesuai dengan kelas yang mereka tempati dimana sudah ada senior pendamping dengan papan huruf dari A sampai dengan F. Taehyung dan Seokjin berada di kelas yang berbeda meski sedikit tidak rela Taehyung menyeret langkahnya tanpa minat ke arah gerombolan anak kelas F, bukan karna bodoh Taehyung hanya sedikit malas –mungkin tapi memang pemilihan kelasnya dilakukan secara acak. Taehyung memasuki kelasnya yang lebih luas dari kelasnya di junior high school dulu, tempat duduknya sudah ditata melingkar dibeberapa spot dengan satu senior di masing-masing meja. Beberapa siswa sudah duduk ditempatnya sendiri, beberapa memilih dengan teman saat di junior HS dulu dan sisanya tidak peduli sama halnya dengan Taehyung. Namja dengan surai madu itu mulai mengobservasi ruangan kelasnya dan menemukan sosok menarik yang mampu membuat sudut bibirnya terangkat pasti, di sana di pojok belakang dekat dengan jendela yang berseberangan dengan pintu ruang kelas terdapat namja yang sedang ramai diperbincangkan siapa lagi kalau bukan Jeon Jungkook. Suasana menjadi hening ketika salah seorang senior yang baru saja masuk memulai kegiatan pagi itu.
"Baiklah selamat pagi semuanya, namaku Jung Hoseok kalian bisa memanggilku Hoseok Sunbae atau Hobi Hyung itu terserah aku adalah ketua OSIS di sekolah ini dan yang terpenting adalah selamat datang." Jung Hoseok, seorang senior yang baru saja memperkenalkan namanya itu berujar ceria dengan senyum cerah yang menampakkan dimple tipisnya membuat Taehyung menatapnya penuh binar. Pagi itu diisi dengan penjelasan senior pendamping dengan berbagai macam tugas dan peralatan yang akan dibawa untuk kegiatan MOS besok tentunya dengan perintah-perintah tak masuk akal yang membuat Taehyung berdecih sebal dalam hati.
...
Taehyung dan Seokjin sudah berada dalam sebuah bus yang akan mengantar mereka pulang, Seokjin dan semangat yang berapi-api sibuk bercerita tentang kegiatannya di kelas hari itu dengan Taehyung yang sedikit menimpali ataupun tertawa namun sepasang hazelnya tetap fokus pada benda persegi di tangannya. Seokjin mendengus karena merasa terabaikan meski tak sepenuhnya, tangannya bergerak mecubit hidung bangir Taehyung hanya untuk menutup saluran pernapasannya dan ia tersenyum senang karena kini sang adik mulai memperhatikannya.
"Hyung.. kau ingin membunuh ku eoh ?" Nada merajuknya membuat si sulung Kim tertawa gemas sambil mengusap surai karamel dongsaeng kesayangannya.
"Itu salahmu karena mengabaikan ku...kkk, pesan dari Minjae?" Seokjin mengalah karena tidak tega melihat adiknya kini tengah merajuk sambil mempoutkan bibirnya. Bukan hanya sekedar sunbae dongsaeng, umur mereka memang hanya terpaut beberapa bulan saja dan kebetulan mereka saudara sepupu jadi beginilah, mereka lebih cocok dibilang adik kakak yang sebenarnya dibanding saudara sepupu. Seokjin sedikit mengernyitkan dahinya ketika mengetahui siapa yang sedang sibuk Taehyung hubungi di seberang sana melalui aplikasi kakao talk, itu pasti Minjae kekasih Taehyung. Mereka berada di sekolah yang berbeda, Minjae memilih bersekolah di SOPA demi impiannya menjadi aktor dan Taehyung berada di Seoul International High School terlalu malas untuk memikirkan masa depannya, Let it Flow begitulah moto hidup Taehyung.
"Kau masih bersamanya?" Seokjin bertanya kalem, terlalu kalem dan hati-hati takut menyinggung adik kesayangannya.
"Hmm.. memangnya apa yang kau harapkan Hyung?" Taehyung menjawab santai, namun meski begitu Seokjin tahu adiknya ini tidak baik-baik saja.
.
.
.
[Kim Seokjin, Rumah]
Setelah mengantar adik sepupunya ke rumah, Seokjin memutuskan untuk pulang kerumahnya yang berada beberapa blok dari rumah Taehyung. Berjalan masuk ke dalam kediaman Keluarga Kim yang bernuansa tradisional Jin –panggilan akrab untuk Seokjin mengganti sepatu sekolahnya menjadi sandal rumah dan mulai memasuki lorong menuju kamarnya. Merebahkan diri sejenak pada gumpalan kapas yang tampak nyaman dan memejamkan matanya sejenak. Pikirannya kembali menerawang, flash back beberapa bulan lalu dimana mulut kurang ajarnya memicu masalah bagi Taehyung.
Flash back on
Saat itu Seokjin sedang berkunjung ke rumah Taehyung, Bibinya bilang Taehyung sedang bersiap-siap akan pergi kencan di lantai dua dimana kamarnya berada. Karena gemas dan juga penasaran Seokjin menghampiri bocah singa itu ke kamarnya, mengetuk pelan kotak kayu dengan gantungan Tahyung Room's dengan huruf warna warni lucu yang dibelinya bersama Seokjin pada festival musim panas tahun lalu di Daegu dan disini Seokjin berada. Bersandar pada kusen pintu kamar Taehyung dan menatap heran pada gumpalan selimut di hadapannya.
"Eomma bilang kau akan pergi kencan, lalu kenapa kau masih disana bocah?" suara Seokjin mengalihkan atensi Taehyung pada smartphonenya dan menatap ragu ke arah kakaknya. Tanpa sadar setetes bening meluncur mulus melewati pipi chubbynya dan jangan lupakan hidungnya yang memerah. Malam itu lampu kamar Taehyung mati, hanya ada lampu tidur yang menyala redup pada nakas di samping ranjang berukuran medium milik Taehyung dan Seokjin hanya bisa menepuk punggung bergetar itu dengan serangkaian kalimat penenang.
Flash back off
...
[ Seoul International High School ]
Taehyung bosan, setelah tiga hari menjalani masa melelahkan yang disebut masa orientasi hari ini berakhir dengan pesta inagurasi atau penutupan acara MOS. Para senior atau lebih tepatnya panitia sibuk berlalu lalang menyiapkan acara tersebut. Upacara penutupan yang dibarengi dengan acara ulang tahun sekolah pun menjadi ramai karena semua kelas dikosongkan. Mereka sibuk mempersiapkan perwakilan dari masing-masing kelasnya untuk mengisi acara tersebut dan disinilah kami anak kelas X F yang sedang panik mencari perwakilan dengan Taehyung yang menatap malas teman-teman sekelasnya. Sepasang manik hazel itu mengedarkan pandangannya menemukan sosok dingin yang selama ini membuatnya penasaran, menyeret langkahnya kalem dan menghampiri namja dengan surai kelamnya yang terduduk manis di pojokan kelas dengan sepasang earphone yang terpasang rapi ditelinganya. Jemari lentik Taehyung bergerak mengambil sebelah earphone bocah Jeon –yah Taehyung menghampiri Jeon Jungkook siang itu yang dihadiahi tatapan mematikan Jeon Jungkook.
"Jadi kau yang bernama Jeon Jungkook?" suara rendah Taehyung menggelitik pendengaran Jeon Jungkook, mata kucingnya sedikit melirik ke name tag bocah Jeon hanya untuk memastikan pertanyaannya berada pada orang yang tepat. Sedangkan bocah yang sedari tadi tengah menikmati hidup damainya yang tiba-tiba terusik hanya mengernyitkan dahinya dan menyipitkan matanya hanya untuk memandang bocah aneh dengan tudung hoddie yang menutupi kepalanya serta wajahnya yang silau akibat pantulan cahaya dari balik jendela.
"Yeah ? siapa kau?" Jeon Jungkook mengiyakan namun pertanyaan lain lolos dari bibir berbisanya. Belum sempat Jungkook mengetahui siapa sosok di hadapannya kini serta maksud dari pertanyaannya sebuah suara melengking dari Naeun menginterupsi kegiatan saling tatap antara Jeon Jungkook dan Kim Taehyung siang itu.
"KIM TAEHYUNG ! KAU YANG AKAN JADI PERWAKILAN KELAS KITA." Suara cempreng Naeun memenuhi ruang kelas dimana sosok yang dimaksud menggerakkan kepala jamurnya dengan dramatis sehingga tudung hoddienya tersingkap akibat gerakan yang tiba-tiba itu, dan jangan lupakan kalau posisinya sekarang Taehyung masih berada di hadapan bocah Jeon. Pantulan cahaya matahari cerah menambah nilai estetika untuk wajah yang well sangat cantik untuk ukuran seorang namja, rambut jamur yang terlihat halus saat disentuh itu bergerak dinamis ketika Taehyung melangkah menghampiri Naeun hanya untuk protes karena tiba-tiba ia diminta untuk menyanyi di acara inagurasi sekaligus dies natalis itu sedangkan bocah Jeon hanya bisa melongo dengan tulang rahang yang hampir terjatuh dan liur yang hampir juga merembes keluar melihat sosok angel namun menyebalkan disaat yang sama.
.
.
.
.
.
.
.
Hallooo... /Nyengir kuda
Finally chapter pembukanya jadi wkwkwk, gak nyangka dapet respon positif dari sederet kalimat absurb yang tiba-tiba muncul giliran diminta next bingung mo bikin ceritanya gimana /digetok palu .
Maaf untuk kesekian kalinya karena aku newbie yang masih nyoba-nyoba dan nyari feel yang sesuai dengan maksud tulisanku, aku bener-bener buruk dalam menentukan latar, POV, periode waktu dan lain sebagainya terutama yang ngikutin Real Player ? dan Knock' Knock' bahaha aku tipe author yang jelasin kehidupan cast ku satu-satu bikin cerita mereka baru gabungin adegannya karena well semua ceritanya spontan bukan yang uda aku bikin beberapa chapter buat di publish jangan lupakan typo yang gapernah ketinggalan.
Sekali lagi maaf karena opening kali ini dikit banget jujur aja buntu dan feelnya kurang dapet, kalo ada yang minta update cepet haha maaf sekali lagi / emang lebaran minta maap terus -_- / aku sibuk ya karena kerjaan IRL nyita waktu banget, aku kerja dari jam 8 am s/d 8 pm, belum kalo pulang macet Jakarta kapan nggak macet fuh~ tapi aku tetep bahagia dan selalu semangat tiap ada respon positif dari kalian readers nim / titik dua bintang / oke karena cuap-cuapnya mungkin bakalan lebih panjang dari ceritanya bahaha langsung aja
Adhakey230 ini uda up ya dear, hehe
ayuarmy4 dan saymyname tadinya pengen dibikin GS gitu soalnya mau bikin Tae jadi cewe unyu ngeselin gt wkwkwk tapi takut kelewat ooc jadi yasudahlah /cium dulu
CuteTaetae dan hanachan1303 this is for you gurls setelah aku pikir bertahun-tahun yah kurang ngefeel kalo gak BxB /peluk/
Buat adek kesayangan yang di PM jarang bales Clou3elf ini hasil baper makanya cuman secuil, aku uda berusaha update cepet maap kalo hasilnya gak memuaskan / deep bow /
Buat yang uda follow baik follow aku ataupun ceritaku dan uda favourites juga love you all, setiap notifications email yang nunjukin apresiasi kalian selalu bikin hari-hari yang sumpek kerja jadi bahagia saranghae~ /emot hati/
Mind to review ? ^^
