Warning:banyak typo authornya masih baru jadi minta maaf. ff hunhan GS(gender switch)semua cast milik tuhan orang tua mereka dan SM,ini asli karya saya jadi klo ada kesamaan kata,alur cerita,atau apapun di luar tanggung jawab saya.
I HOPE YOU LIKE IT...
PREVIEW
"Mereka semua tampan dan sexy kan Lu?" Ujat Kyunsoo.
"Lu?"
"LU!"Kali ini Baekhyun juga.
"LUHAN!"Bahkan dengan teriakan Kyungsoo dan Baekhyun dengan suara mereka yang hampir sama memekakkanya dengan suara ultrasonik milik lumba-lumba atau bahkan pecobaan mereka yang tidak berhasil itu, alhasil mereka hanya bisa menutup mata dan mulut Luhan dengan tangan-tangan mungil mereka.
"Ini semua salahmu!" Omel Kyungsoo.
"Yak! Ini tidak sepenuhnya salahku, coba saja dari awal kau ingat akan reaksi apa yang akan terjadi kita bisa antisipasi." Sungut Baekhyun tidak mau kalah.
Setelah beradu mulut dan saling menyalahi berlangsung sengit Baekhyun dan Kyungsoo akhirnya berhenti bertengkar melihat pergerakan Luhan yang mulai gelisah.
"Sabarlah Lu, kami akan mencari hal yang dapat membuatmu kembali lagi ke permukaan." Baekhyun meyakinkan.
"Tapi apa?" Kyungsoo sudah hampit kehabisan akal. Saat mereka terdim cukup lama, Baekhyun dan Kyungsoo saling berpandangan.
"COKELAT !" Seru mereka bersamaan.
"Sepertinya aku membawa beberapa. " Baekhyun mengaduk isi tasnya.
"Ini dia."Baekhyun berseru riang. Setelah membongkar seluruh isi tasnya dan Kyungsoo memotong sebagian kecil cokelat itu dan memasukkanya ke dalam mulut Luhan l.
Setelah memastikan cokelat itu habis di telan oleh Luhan, Kyungsoo dan Baekhyun melepaskan tanganya yang menutupi mata dan mulut gadis rusa itu.
"Lu! Lulu!" Tanya Baekhyun yang mengibaskan tangannya di depan wajah Luhan.
Nafas luhan yang tadinya tak beraturan berangsur normal.
"Hahh, syukurlah." Baekhyun dan Kyungsoo mendesah lega di saat yang bersamaan saat kesadaran rusa tercinta mereka pulih 100%. Tak lama kamudian Min seongsangnim datang dan memulai kelas awal musim gugur mereka
Sudah seminggu. Ya, sudah seminggu dari awal mereka dimulainya kelas musim gugur mereka. Tapi hingga saat ini masih ada saja siswa yang belum masuk sekolah, terutama ketiga model yang sedang naik daun itu, yang pastinya jadi bahan pembicaraan dimana-mana akhir-akhir ini.
Luhan, Baekhyun, dan Kyungsoo sedang menikmati makan siang mereka di kantin, tak lama suasana di sana yang sudah ramai, berubah menjadi tiga kali lipat lebih rusuh dari sebelumnya. Siapa lagi jika bukan para bintang yang baru masuk sekolah di hari ke sekian.
Baekhyun dan Kyungsoo yang menyadari itu secara kilat menutup mata dan mulut Luhan yang ingin memasukan mie ka dalam mlutnya.
"Hmmmm..." Teriakan Luhan tertahan karena mulutnya di bekap oleh Baekhyun.
"Apa?" Tanya Baekhyun polos saat di tatap tajam oleh Kyungsoo.
"Yak! Kenapa kau menutup mulutnya?!"
"Agar dia tidak mendesah."
"Iya memang, tapi matanya saja jangan mulutnya!" Baekhyun melepaskan tangannya dari mulut Luhan.
"Apa sih yang kalian lakukan?"
"Sudah diam saja dulu!"
Setelah memastikan ketiga namja itu duduk di tempat yang cukap jauh dari mereka Kyungsoo melepas tanganya dari mata Luhan. Sialnya, Luhan mendongak untuk meraih minumanya matanya terpaku untuk kedua kalinya, di saat yang sama Sehun melewati mejanya untuk memesan. Aktivitas Luhan terhenti, tanganya mengambang di udara tatapannya terpaku pada namja tinggi berkulit putih pucat yang melewati tepat di depanya. Responya semakin buruk, lebih buruk dari seminggu yang lalu saat ia hanya melihat fotonya. Tangan Luhan gemetar dan ia mulai gelisah.
Baekhyun dan Kyungsoo menyadarinya, mengikuti arah pandangan Luhan yang tertuju pada Sehun, yang beberapa saat lalu selesai memesan dan kembali ke tempatnya bersama kedua temanya.
"Akhhhh..."Lagi-lagi desahan Luhan lolos dengan sigap Kyungsoo dan Baekhyun menutup mata dan mulutnya.
"Aduh bagaimana ini cokelat ku tertinggal di kelas." Baekhyun berseru panik.
"Oh tunggu, KWON AHJUMA AKU PESAN BUBBLE TEA RASA TARO!" Kyungsoo berteriak dari mejanya.
Satu gelas bubble tea taro sampai di meja mereka. Dengan cepat Baekhyun melepaskan tanganya yang di gantikan oleh sedotan bubble tea yang ia masukkan ke mulut Luhan.Setelah cairan itu meluncur masuk ke tenggorokkan Luhan, Luhan belum sepenuhnya sadar tapi suara desahanya sudah menghilang.
"Kita harus pergi ke kelas sebelum kejadian ini terjadi lagi." Baekhyun dan Kyungsoo menarik Luhan, membawanya ke kelas mereka.
Mereka baru saja duduk, suara perut Luhan menggema di seluruh penjuru kelas, beruntung saat ini hanya mereka bertiga yang ada di dalam kelas jadi Luhan tidak terlalu malu.
"Kalian berdua jahat!" Luhan cemberut, mengingat ia belum sarapan sejak tadi pagi dan sekarang,sarapan plus makan siangnya hilang sudah karana kedua sahabatnya ini mencoba untuk melindunginya.
"Maafkan kami Lu, lagipula disini lebih baik daripada kantin. Kau bisa membuat seluruh murid laki-laki mastrubasi, atau menyerangmu saat itu juga jika kami tidak membawamu kabur." Jelas Kyungsoo, yang di setuji oleh Baekhyun dengan anggukannya.
"Memang sih, tapi kan kalian bisa memasukkanya ke tempat bekal atau membungkusnya supaya bisa memakanya di kelas juga." Mood Luhan binasa saat ini.
"Aaagrrhhh...penyakit ini menyusahkan..." Luhan mengacak rambutnya frustasi.
Luhan adalah salah satu dari sekian orang yang mengidap Hiperseksualitas atau perilaku seksual berlebihan yang istilahnya hasrat untuk melakukan aktivitas seksual pada tingkat yang dianggap sangat tinggi dalam hubungannya dengan perkembangan yang normal atau budaya. Pengidap hiperseksual pada tingkat yang bisa menyebabkan tekanan atau masalah serius pada pelaku maupun orang terdekatnya. Hal ini diangap sebagai kelainan psikologis yang ditandai dengan hasrat seksual yang hiperaktif, obsesi yang berlebihan pada seks, dan pengendalian birahi yang rendah. Hiperseksualitas pada perempuan dikenal sebagai nymphomania.
Dan penyakit itu ditularkan dari ayah tirinya yang saat ia masih kecil selalu memberikanya tontonan yang sangat mengerikan. Seperti membiarkan pintu kamar orang tuanya yang tetep terbuka sangat lebar saat mereka sedang berhubungan intim, atau dengan tidak etisnya melakukan hal sialan itu saat mereka sedang makan malam atau, entahlah Luhan ingin mati saja rasanya jika mengingat semuanya.
Tapi untunglah hingga saat ini tidak ada orang lain yang tahu selain neneknya dan kedua sahabat baikya ini.
Pikiranya menerawang ke masa dua tahun lalu saat masih duduk di kelas akhir di Junior high school. Lagi-lagi ia mendapatkan penyakitnya menguasainya.
Sore itu sepulang sekolah, Luhan melewati jalan sama setiap harinya, gerbang sekolah, pusat keramaian, kedai es krim, dan taman kota, yang ada di sebrang jalan menuju rumahnya. Entah memang Luhan yang sedang sial atau, kedua orang tidak tahu diri itu yang tidak tahu tempat.
'Oh ayolah ini tempat umum siapapun bisa lewat sini'
Bahkan orang yang lebih muda darinya, tapi kenapa harus ia yang melihatnya.
Kedua orang tidak tahu malu yang Luhan lihat sedang berciuman cukup panas dengan keadaan mereka berdua duduk di bawah pohon rindang, berciuman sangat panas hingga suara decakkan yang keluar dari kedua mulut yang berpangut itu cukup keras sampai ke telinga Luhan.
"ini gawat." Luhan berbisik panik tangan dan kakinya mulai bergetar, wajahnya mulai terasa panas dan...
"aku harus mencari pelampiasan." Luhan mengedarkan pandangan siapa tahu saja ada yang sesuatu yang benar benar bisa menolongnya. Sesaat matanya terpaku melihat seorang anak yang menggunakan seragam yang sama dengannya. Anak laki-laki yang memiliki postur tidak terlalu tinggi, berkulit putih, bersorot mata dingin. Oh ayolah, Luhan tidak peduli siapapun anak itu yang jelas jika ia memakai seragam yang sama itu artinya iya setingkat di atas atau di bawahnya, yang penting ia bisa di ajak negosiasi.
Tanpa pikir panjang Luhan meraih tangan anak itu, meraih anak laki-laki ke pohon yang cukup jauh dari keramaian, memojokkanya, dan menatapnya dengan wajahnya yang ia yakin pasti sudah sangat memerah.
"Ap-apa yang...?"
"Sudah kau diam saja, aku akan menjelaskan semuanya nanti!" Titah Luhan, dan anak laki-laki itu diam, Luhan menjalankan aksinya. Tanpa meminta izin sang pemilik, ia menyambar bibir plum tipis itu,melumatnya bergantian, anak yang menjadi objeknya hanya bisa diam terpaku, matanya membulat terkejut tapi tangannya tak melakukan apapaun. Luhan tetap melanjutkan kegiatanya dengan meletakkan kedua tangannya berpangutan di tengkuk anak laki-laki itu, menghisap bibir tipisnya dan menjilatnya beberapa kali, dan menggigitnya pelan.
Setelah akhirnya melepaskan pangutan mereka Luhan mengeluarkan sapu tanganya mengelap sudut bibirnya dan sisa lelehan saliva, dan memberikan sapu tangan yang lain pada anak laki-laki itu.
"Ta-tadi itu...a-apa?"Suara anak laki-laki itu sukses membuat Luhan beralih dari mencari uangnya di dalam tas.
"I-itu...aduh bagaimana aku menjelaskannya ya?" Luhan bergumam.
"Begini saja, kau anggap semua ini tidak terjadi, kau ambil ini!" Luhan memberikan sejumlah uang.
"Kau harus tutup mulut, kau satu sekolah denganku-kan? Janji ya kau tidak akan menceritakan ini kepada siapapun!" Luhan menatap anak laki-laki itu dengan deer eyesnya yang memelas menahan tangis. Karena tidak tega atau memang anak itu tidak akan menceritakan itu pada siapapun,ia mengangguk.
"Terima kasih, aku harus pergi hari mulai gelap, belilah es krim atau minuman dingin untuk mengompres bibirmu, aku minta maaf, aku sungguh-sungguh minta maaf." Setelah itu, tanpa berkata apapun lagi ia berlari pergi menjauh dengan tangis yang sudah ia tahan sedari tadi.
Di lain sisi anak laki-laki yang baru saja menjadi korban Luhan kembali menatap sapu tangan yang baru saja di berikan kepadanya. Sapu tangan berwarna cokelat dengan gambar rusa di tepinyaa dan inisial 'L' terukir di sana.
TBC
