Secret of Dreamer

BY: MITSUHARA99

cast:

- Oh sehun

- Lu han

- Byun baekhyun

- Park Chanyeol

- Do Kyungsoo

- Kim Jong in

genre :romance,Friendship,Mystery,Hurt

...

...

...

Speechless...Blank

Dua hal itulah yang terjadi pada ketiga pria di depan mereka ini. Kyungsoo dan Baekhyun hanya bisa mengumpat dalam hati mereka. Jika sudah dalam mode ini Luhan sangat sulit untuk di sadarkan, karena penawarnya tidak ada satu-satunya hal yang bisa mereka lakukan saat ini hanyalah menunggu Luhan sadar dengan sendirinya.

"Akhhhnn..." Luhan mendesah keras, nafasnya terengal sepertinya ia baru saja orgasme dengan hanya sistem otaknya yang bekerja. Dan tubuhnya lemas hingga kepalanya terkulai di bahu Kyungsoo cengkraman tangannya di pada kedua sahabanya melemah.

"Maafkan aku Kyung." Luhan berbisik hanya Kyungsoo yang dapat mendengarnya gadis mungil bermata besar itu hanya mengelus sayang Luhan sebagai jawabannya.

"Maaf, terima Kasih sudah membawakan buku ini. Tapi sepertinya kalian harus kembali ke kelas karena kami juga harus mengantarnya ke ruang kesehatan." Baekhyun yang akhirnya bicara karena ke tiga pria ini hanya mematung dan masih dalam mode Blank mereka.

"Oh, Baiklah kami permisi." Jongin yang pertama kali sadar. Ia menatap Luhan Dan Kyungsoo sebelum menarik kedua sahabatnya pergi.

...

...

...

"Sepertinya dia gadis aneh."

"Ya, kurasa juga begitu. Gadis itu seperti memiliki pemikiran yang sangat kotor hingga orgasmen dan mendesah padahal ia tidak melakukan apapun selain duduk." Chanyeol dan Kai masing belum berhenti membicarakan gadis yang baru saja mereka temui tadi. Dan setiap kata yang mereka keluarkan adalah penghinaan pada gadis yang baru itu.

Berbeda jauh dengan kedua sahabatnya yang memang memiliki otak tidak jauh dari sekumpulan video porno. Sehun terus berjalan dalam diam, ia tengah memikirkan sesuatu.

Sesuatu yang berhubungan dengan benda yang tak pernah lepas dari sakunya. Sapu tangan coklat dengan gambar rusa dan inisial 'L'.

"Yak, apa yang sedang kau pikirkan cadel." Kai dan Chanyeol berhenti saat mereka sadar Sehun tertinggal di belakang dan diam mematuang di sana.

"Apa kau memikirkan hal kotor dengan gadis aneh itu." Chanyeol menyeringai mengejek namun Sehun tetap tidak menunjukkan reaksi apapun dan kembali berjalan menyusul kedua sahabatnya.

PLAK!

"Hanya otak kalian yang memikirkannya. Bukan aku." Sehun menggeplak kepala keduannya dengan tetap memasang wajah datar.

"Lalu apa?" Chanyeol mengusap belakang kepalannya.

"Tidak ada." Kai memicingkan matanya curiga. Chanyeol mengerutkan dahinya. Tapi keduanya tidak bertanya lagi dan kembali melanjutkan langkah menuju kelas mereka.

...

...

...

Luhan tertidur lemas di atas ranjang ruang kesehatan. Ia masih di temani kedua sahabatnya yang sepertinya lebih memilih meninggalkan kelas berikutnya.

"Maafkan aku." Cairan bening mengalir turun dari pelupuk mata indahnya. Luhan benar-benar sangat menyesal dan tidak tahu harus melakukan apa lagi karena ia selalu saja menyusahkan orang-orang di sekitarnya.

"Tidak Lu, jangan meminta maaf."

"Tapi aku memang harus meminta maaf... karena aku hanya bisa menyusahkan semua orang." Tangnisan Luhan semakin menjadi-jadi saat mengingat. Semua ini memang salahnya.

Ia selalu saja menyusahkan semua orang hanya karena trauma dan penyakit yang di deritannya ini.

"Dengar." Kyungsoo menatap tepat pada mata bening Luhan yang masih berair.

"Kami tidak pernah menyalahkanmu, semua ini bukanlah kesalahanmu sama sekali. Jadi jangan pernah menghujat dirimu sendiri bahkan berusaha melakukan hal nekat lagi." Kyungsoo mengusap air mata Luhan dan tersenyum dengan sangat manis.

"Oh iya Lu." Luhan mengalihkan pandangannya pada Baekhyun.

"Hmmm?"

"Bukankah traumamu itu sudah tidak terlalu bereaksi lagi sejak tahun lalu?"

"Aku juga tidak tahu Baek. Aku juga bingung, padahal aku sudah biasa-biasa saja jika berdekatan dengan laki-laki."

"Oh iya. Apa karena dia?" Kyungsoo menggantungkan pertanyaannya.

"Dia siapa Kyung?"

"Dia. Oh Sehun."

...

...

...

Setelah hari itu keesokan harinya Luhan mengunjungi psikiaternya. Dokter Kim. Lebih tepatnya Kim Joonmyoon.

"Bagaimana ini, bukankah Dokter bilang saya sudah sembuh. Kenapa hal memalukan itu buisa terjadi lagi pada saya?"

"dari cerita yang kau berikan. Sepertinya mereka ada hubungannya dengan masa lalumu."

"Jangan bercanda dok aku bahkan tidak mengenal mereka sama sekali." Luhan menatap dokter Kim sangsi.

"Atau mungkin bukan mereka. Tapi Dia."

"Ayolah dokter jangan mulai bermain teka-teki lagi. aku sudah hampir muak dengan semua ini."

"Maksudku. Aku yakin kau hanya bereaksi pada satu orang saja bukan?"

Luhan mengerutkan keningnya. Mungkinkah yang dimaksud dokter Kim di sini Si Oh Sehun. Tapi mana mungkin, ia bahakan sudah biasa saja jika melihat seorang Taylor Lauther bertelanjang dada di majalah-majalah yang sering di beli Baekhyun.

Tidak mungkin hanya karena seorang Oh Sehun traumannya bisa kambuh lagi.

"Kau tidak yakin?" Luhan menggeleng.

Tentu saja tidak yakin, ia yang sudah biasa saja saat melihat para pria ber bisep dan trisep sempurna teronggok di depan wajahnya. Mana mungkin ia bisa kembali seperti seorang maniak sex hanya karena Oh Sehun yang memakai seragam sekolah yang acak-acakan.

...

...

...

Luhan terus memikirkannya, walau tanpa memberi tahu kedua sahabatnya bahkan neneknya tentang hal ini.

Luhan bahkan mencoba bereksperimen tentang hal ini. Ia menjelajahi seluruh foto bahkan cuplikan pemotretan para pria seksi untuk majalah dewasa.

Yang hanya berhasil membuat wajahnya memerah tanpa berlanjut pada hal yang lebih serius.

Tapi kenapa seorang Oh Sehun yang masih memakai utuh seluruh pakaiannya bisa membuatnya terangsang dengan sangat tidak manusiawi?

HAI HAI

Aku bek. Aku yaki kalian bahkan udag pada lupa sama ff ini

Semoga ff sekarang kalian suka yah

Jangan lupa tinggalkan jejak

Vomment juseyo