Sehun merebahkan tubuhnya di atas kasur king sizenya. Ia enggan untuk mengakui, tapi petunjuk dan firasatnya mengatakan bahwa gadis itulah yang ia cari selama ini.
Sehun merogoh saku celana, mengeluarkan sapu tangan berwarna coklat dengan inisial 'L' dan ukiran rusa di sana.
"Mungkinkah itu kau?"
Jujur saja, setelah kejadian saat ia masih kelas dua junior high school itu masih terngiang dengan jelas di kepalanya. Bahkan masuk dalam mimpinya beberapa kali di malam hari.
"Arghh. Terserahlah."
Keesokan hari setelah Luhan selesai dengan psikiaternya. Ia hanya di berikan satu jenis obat yang sudah ia tinggalkan lebih dari setahun yang lalu.
Obat penenang.
Yang dosisnya cukup mampu membuat seseorang tertidur dalam sekejap. Namun hanya akan membuat Luhan tidak mengeluarkan hal-hal yang tidak seharusnya.
"Kau harus selalu membawanya. Kapanpun, dimanapun, dan apapun yang terjadi."
Oh ayolah ia bukan anak kecil lagi, yang harus diingatkan untuk melakukan sesuatu. Tapi yasudahlah.
Hari ini Luhan, Kyungsoo, dan Baekhyun akan mengerjakan kegiatan rutin mereka setiap minggu.
Mengelilingi Meyongdong, belanja, pergi ke salon, dan pergi kemanapun asal bukan ke sekolah.
Ketiganya sekarang berada di kedai es krim, Baekhyun sibuk dengan homeline Instagramnya. Tidak ada yang bicara, seakan topik mereka sudah habis untuk bergosip atau sebagainya. Mereka sibuk dengan pikiran masing-masing sampai seseorang menghampiri mereka.
"Permisi, aku Manager Seo dari Star Museum Entertainment, boleh aku minta waktu kalian sebentar." Ketiganya menoleh refleks secara bersamaan.
"Yee, ada apa?" Kyungsoo yang menjawab dan ketiganya menunggu ahjussi di ujung meja mereka menyelesaikan keinginanya.
"Aku sedang mencari beberapa orang Model untuk peragaan busana musim gugur yang akan datang dan tampaknya gadis-gadis cantik seperti kalian cocok untuk itu." Well, untuk seorang yang baru saja memuji tampangnya cukup mesum untuk membuat Kyungsoo menatap lebih datar pria itu.
"Jika kalian tidak keberatan besok bisa datang ke perusahaan untuk casting dan beberapa prosedur lainnya." Ahjussi itu memberikan sebuah kartu nama berwarna hitam pada ketiganya.
"Kalau begitu aku permisi." Setelah pria itu pergi ketiganya memekik kencang. Termasuk Kyungsoo yang tadi menganggap Ahjussi tadi pria mesum. Mengabaikan kalau seluruh isi Cafe memandangi mereka.
"Aku tidak sedang bermimpi kan?" Baekhyun menepuk-nepuk pipinya masih tidak percaya.
"Star Museum bukankah itu agensi Jongim, Chanyeol, dan Sehun?" Luhan mematung saat mendengar nama Sehun di telinganya.
"Aku ke toilet dulu." Luhan berjalan terburu-buru dan saat sampai di salah satu bilik kamar mandi Cafe ia mengeluarkan sesuatu di dalam sakunya.
Luhan terengah seakan ia baru saja menyelesaikan seratus meter lari maraton tanpa bernafas sama sekali. Setelah menelan pil besar berwarna ungu itu, Luhan menangis bukan karena pilnya telalu besar tapi karena entah kenapa ia merasa semakin lemah akhir-akhir ini.
Oh ayolah, hanya nama pria itu saja yang bukan di sebut bahkan olehnya tapi oleh Kyungsoo kenapa efeknya bisa separah ini.
"Lu, Kau baik-baik saja?" Itu suara Baekhyun, sepertinya mereka khawatir.
"Aku Baik-baik saja Baek." Luhan keluar dari bilik kamar toilet dan menatap kedua sahabatnya.
"Kajja." Baekhun menggandeng Luhan dan pergi ke luar di ikuti Kyungsoo dari belakang.
Ini awal musim gugur dan hampri seluruh orang-orang di sekolah melapisi tubuh mereka dengan mantel-mantel yang cukup tebal karena udara mulai terasa dingin akhir-akhir ini.
Tapi mungkin hal itu tidak berlaku untuk ke tiga model sekolah ini. Yeah, mereka bertiga dengan santainya menggunakan seragam sekolah tanpa di lapisi apapun lagi, seperti serigala berdarah panas yang tak membutuhkan penghangat lain.
Seperti biasa, seakan menjadi pusat tata surnya. Di manapun mereka berada pasti akan selalu mengundang perhatian.
"Lu, tundukkan kepalamu." Tanpa membiarkan Luhan protes. Baekhyun mendorong kepala Luhan agar menunduk cukup dalam.
Baekhyun, Luhan, dan Kyungsoo sedang duduk di kursi koridor. Jika kalian ingin tahu.
"Sebenarnya ada apa Baek."
"Ada tiga super model sekolah berjalan ke arah sini." Luhan terdiam. Menunggu sampai Baekhyun melepaskan lehernya. Jujur saja, ia sedang tidak ingin menelan pil sialan itu hari ini.
Kyungsoo dan Baekhyun mencoba tidak terlihat mencurigakan sekalipun mereka tahu tidak akan ada yang memperhatikan mereka.
Tapi kali ini mungkin bukan hari yang bagus. Tebak apa? Tiga predator berhenti dan berdiri tepat di hadapan tiga kelinci yang salah satunya bisa heat kapan saja.
Baekhyun mendongak begitu pula dengan Kyungsoo tapi tidak melepaskan tangannya pada leher Luhan.
"Ada yang bisa kami bantu?" Sungguh, ini masih pagi. Dan ia tidak akan membarkan temannya seharian berada di uks karena orgasme saat mentari masih setengah.
"Ku dengar kalian mendapat tawaran dari Yungho hyung?" Chanyeol to the point.
"Nee?" Dahi Baekhyun berkerut. Tidak paham.
"Seo Yungho."
"Aaah, pria berwajah mesum itu?" Celetuk polos Kyungsoo mengundang tawa para pejantan di hadapan mereka.
"Baek, leherku pegal." Sebenarnya Baekhyun juga tidak enak jika mempertahankan posisi aneh ini.
"Kenapa..." Ucapan Sehun terhenti oleh bell, yang di menjadi helaan nafas lega Baehyun dan Kyungsoo.
Jongin mengusap kepala Kyungsoo sebelum pergi "Sampai nanti."
Kyungsoo?
Mata bulatnya seakan ingin keluar dengan perlakuan itu.
"Ughh, aku lebih memilih kau menutup mataku jika harus pegal begini." Luhan meregangkan lehernya.
"Protesmu banyak sekali sayang, ayo." Luhan menyambut uluran tangan Baekhyun sambil menggoda Kyungsoo yang baru saja mendapat impression dari pujaanya.
Bentar mau cuap cuap doleo.
helaw guys, tau gak ff ini udah aku anggurin berapa?
SETAHUN weh DAEBAK!!!
aku sayang kalian guys serius.
review yooh.
biar gak aku anggurin lagi worknya, hehehe
